Tag: Xi Jinping

  • Mobil yang Antar Presiden Prabowo di China

    Mobil yang Antar Presiden Prabowo di China

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara parade militer sekaligus peringatan 80 tahun pemerintahan China. Terpantau Prabowo menumpangi mobil mewah di Tianananmen Square, Beijing, China.

    Dalam siaran langsung yang dimuat Viory, setibanya di karpet merah, Prabowo juga diantar dengan mobil mewah buatan China Hongqi L5.

    Ini bukan kali pertama Prabowo menggunakan Hongqi L5 di China. Sebelumnya, saat berkunjung ke Beijing April 2024, mantan menteri pertahanan itu juga menumpangi mobil serupa.

    Hongqi L5 disebut-sebut sejajar dengan merek mobil premium buatan Eropa sekelas Mercedes-Benz, Bentley, hingga Rolls-Royce.

    Hongqi merupakan salah satu merek mobil mewah yang bermarkas di Changchum, China. Pabrikan itu perdana memproduksi mobil tahun 1958. Pada tahun itu pula Hongqi menjadi pabrikan perdana yang memproduksi mobil atas merek sendiri di China. Saat ini, Hongqi merupakan pabrikan tertua di China.

    Hongqi saat ini berada di bawah naungan First Auto Work (FAW Group). Merek Hongqi memiliki arti ‘bendera merah’ yang menjadi simbol Partai Komunis di Negeri Tirai Bambu. Model mobil ini juga sempat menjadi mobil kepresidenan Xi Jinping.

    Dari sisi spesifikasi, Hongqi L5 dibekali mesin V12 berkapasitas 6.000 cc. Mesin itu mampu memuntahkan tenaga hingga 402 daya kuda pada 5.600 rpm dengan torsi maksimal 550 Nm pada 4.000 rpm.

    Tenaga disalurkan melalui transmisi manual-auto 6 percepatan. Kecepatan tertingginya mencapai 210 km/jam. Sebagai limosin mewah, mobil ini menawarkan kenyamanan untuk penumpangnya. Jok kelas atas memiliki sandaran kepala yang bentuknya terinspirasi dari topi resmi di Dinasti Tang. Jok mobil ini memiliki fungsi pijat. Hongqi mengklaim kenyamanan kursi mobil ini dibuat setara dengan kabin pesawat pribadi.

    Sementara itu, sandaran kursi yang dapat disetel dilengkapi dengan pemanas 5 tingkat yang dapat disesuaikan. Layar LCD 6,5 inch dengan resolusi 640×480 tertanam di setiap sandaran kepala jok depan.

    (riar/rgr)

  • Penampakan Alutsista China yang Dipamerkan Xi Jinping ke Prabowo hingga Putin

    Penampakan Alutsista China yang Dipamerkan Xi Jinping ke Prabowo hingga Putin

    Bisnis.com, JAKARTA – China menampilkan sejumlah inovasi alutsista terbaru dalam parade militer ‘Hari Kemenangan’ pada Rabu (3/9/2025), untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.

    Melansir Bloomberg, aroma pesan geopolitik sangat kental dalam parade militer yang digelar 10 tahun sekali ini. Hampir seluruh sistem persenjataan diberi label agar mudah dikenali kamera, sementara desain rudal baru berukuran besar mengisyaratkan jangkauan serangan lebih jauh dan muatan lebih besar.

    China juga menegaskan fokus pada sistem pertahanan murah untuk menghadapi ancaman drone yang semakin meluas.

    Teknologi otonom menjadi salah satu daya tarik utama dalam parade militer ini. Robot berbentuk anjing yang diangkut dengan kendaraan lapis baja ikut dipamerkan, yang menjadi simbol kemajuan China dalam membangun sistem tak berawak di udara, darat, maupun bawah laut.

    Selain itu, sejumlah kendaraan tempur terbaru juga ditampilkan dalam parade tersebut.  Berikut penampakannya:

    DF-5C

    DF-5c/Bloomberg-Qilai Shen

    Salah satu sorotan dari Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) adalah DF-5C, varian rudal balistik antarbenua yang pertama kali dioperasikan pada dekade 1970-an.

    Kantor Berita Xinhua menyebut rudal ini memiliki “jangkauan serangan global.” Namun, belum jelas perbedaannya dengan DF-5B yang juga sudah mampu menjangkau antarbenua.

    Rudal ini ditampilkan dalam beberapa bagian, dengan diameter besar yang menandakan kapasitas muatan berat, perangkat penangkal tambahan, atau fitur lain yang meningkatkan bobot.

    DF-61

    DF-61 merupakan desain yang sepenuhnya baru, yang memiliki ukuran besar sehingga hampir pasti merupakan rudal balistik antarbenua.

    Dalam beberapa tahun terakhir, intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa China bereksperimen dengan sistem bombardemen orbit parsial — teknologi era Perang Dingin yang menempatkan hulu ledak nuklir di orbit parsial agar dapat mengelilingi bumi sebelum diarahkan ke sasaran.

    Belum diketahui apakah DF-61 termasuk bagian dari program tersebut, tetapi peluncur berukuran besar akan sangat mendukung misi itu.

    JL-3

    Jl-3./Bloomberg-Qilai Shen

    Rudal balistik generasi terbaru yang diluncurkan dari kapal selam, JL-3, memperkuat kemampuan armada nuklir bawah laut China untuk menyerang target jarak jauh, termasuk Amerika Serikat, dari lokasi peluncuran yang jauh dari perairan domestik.

    Keberhasilan mengoperasikan senjata ini menjadikan China memiliki triad nuklir yang solid: rudal balistik antarbenua, rudal dan bom yang diluncurkan dari udara, serta rudal balistik kapal selam. Dengan begitu, Beijing memastikan kemampuan melancarkan serangan balasan dalam skenario perang nuklir, sehingga persenjataan strategisnya tidak mudah dihancurkan secara pre-emptive.

    YJ-21

    YJ-21./Bloomberg-Qilai Shen

    Rudal balistik hipersonik anti-kapal YJ-21 ditujukan untuk menghantam target laut bernilai tinggi, atau yang dijuluki militer sebagai “pembunuh kapal induk.” Rudal ini mampu melaju dengan kecepatan supersonik dan kemungkinan memiliki jangkauan lebih dari 600 km.

    YJ-21 sudah pernah diuji diluncurkan dari kapal perusak Angkatan Laut PLA, sementara media pemerintah menayangkan pesawat pengebom H-6 yang dilengkapi rudal ini, menegaskan fleksibilitas serta integrasinya dengan berbagai platform militer.

    YJ-17

    YJ-17/Bloomberg-Qilai Shen

    YJ-17, rudal hipersonik terbaru dalam arsenal China, merupakan senjata anti-kapal yang diperkirakan mampu menempuh jarak lebih dari 700 mil dengan kecepatan berkali lipat dari kecepatan suara. Rudal ini diduga menggunakan teknologi “waverider” — memanfaatkan gelombang kejut untuk memperoleh dorongan tambahan.

    Dalam parade, rudal ini ditampilkan di atas truk, namun bila dioperasikan dari kapal perang China, keberadaannya dapat menghadirkan ancaman baru bagi kapal induk Amerika Serikat, termasuk yang berada jauh di luar zona pertahanan tradisional China.

    Senjata Energi Terarah

    Pada lini pertahanan, truk LY-1 tampak membawa senjata energi terarah berukuran besar, kemungkinan berbasis laser. Sistem energi terarah kini menjadi fokus utama pertahanan terhadap drone dan ancaman berskala rendah lain karena biayanya per tembakan jauh lebih murah dibandingkan menggunakan rudal atau meriam kendali radar.

    HQ-29

    HQ-29/Bloomberg-Qilai Shen

    China juga menampilkan HQ-29, sistem yang dirancang untuk mencegat rudal musuh saat masih berada di luar angkasa. Meski detail kemampuannya masih minim, ukurannya yang besar mengisyaratkan jangkauan sangat luas. Sistem serupa di Barat adalah SM-3 Block IIA, yang dapat diluncurkan dari darat maupun kapal, meski tidak bersifat mobile di jalan raya seperti HQ-29.

    AJX002

    AJX002 tampak sebagai drone bawah laut berukuran besar generasi baru, atau kendaraan bawah laut tanpa awak, yang dapat digunakan untuk misi pengawasan, pengumpulan intelijen, hingga operasi ofensif seperti penanaman ranjau.

    Kapal Tempur

    Combat ship/Bloomberg-Qilai Shen

    Sebuah kapal tempur kecil baru juga dipamerkan dalam parade. Meski tanpa tanda identitas jelas, kapal ini tampaknya dirancang dapat beroperasi dengan maupun tanpa awak, serta dilengkapi fitur siluman seperti antena tersembunyi yang membuatnya sulit terdeteksi radar.

  • Momen Prabowo bersanding dengan Xi Jinping dan Putin di parade militer

    Momen Prabowo bersanding dengan Xi Jinping dan Putin di parade militer

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto bersanding dengan pimpinan negara lain, mulai dari Presiden China Xi Jinping hingga Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China di Tian’anmen, Beijing, China, Rabu.

    Sebagaimana keterangan yang diterima, Rabu, setibanya di Tian’anmen, Prabowo berjalan melewati pasukan jajar kehormatan. Sebelum mengikuti sesi foto bersama, Prabowo disambut hangat oleh Xi Jinping beserta Ibu Negara Peng Liyuan.

    Prabowo hadir dengan setelan jas abu-abu dan peci hitam sebagai simbol budaya Indonesia di panggung internasional menegaskan jati diri bangsa.

    Dalam sesi foto bersama, Prabowo tampak berdiri di sebelah Putin. Usai sesi foto bersama, Prabowo bersama para pemimpin dunia lainnya kemudian bergerak menuju Tian’anmen Rostrum.

    Dalam formasi podium kehormatan di Tiananmen Square, Prabowo duduk di barisan terdepan, dengan Xi Jinping dan Putin tepat di sebelah kiri Prabowo. Dalam barisan tersebut nampak pula Pemimpin Besar Korea Utara Kim Jong-un. Prabowo juga menjadi tamu terakhir yang tiba di lokasi parade.

    Pada momen perayaan tahun ini, sebanyak 26 pemimpin setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan hadir, nampak di antaranya Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

    Tidak hanya itu, sejumlah pemimpin organisasi internasional seperti Presiden New Development Bank (NDB), Dilma Roussef turut hadir pada perayaan ini. Pada berbagai kesempatan, Prabowo tampak berbincang dengan para pemimpin negara yang hadir.

    Usai kegiatan di Tian’anmen, Prabowo bersama para pemimpin negara lainnya kemudian menuju Great Hall of the People untuk menghadiri resepsi yang digelar oleh Xi Jinping sebagai ajang diplomasi yang makin mempererat hubungan antarnegara.

    Kehadiran Prabowo di China menegaskan peran aktif Indonesia dalam menjaga hubungan baik dengan negara-negara sahabat, serta memperkuat diplomasi di dunia internasional.

    Pewarta: Fathur Rochman
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kunjungan Kenegaraan ke China, Kim Jong Un Bawa Putrinya

    Kunjungan Kenegaraan ke China, Kim Jong Un Bawa Putrinya

    Beijing

    Ju Ae, anak perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, tampil mendampingi sang ayah dalam kunjungan ke China pada Rabu (3/9) waktu setempat. Kehadiran Ju Ae dalam kunjungan luar negeri Kim Jong Un ini memperkuat spekulasi, bahwa dia mungkin akan menjadi penerus berikutnya untuk memimpin Korut.

    Kim Jong Un, seperti dilansir Yonhap News Agency, Rabu (3/9/2025), berangkat ke China menggunakan kereta lapis baja. Ketika rangkaian kereta itu tiba di Beijing, Ju Ae tampak berdiri di belakang ayahnya yang disambut oleh para pejabat tinggi China.

    Kim Jong Un hadir langsung di Beijing untuk menghadiri parade militer memperingati 80 tahun kemenangan China melawan agresi Jepang dan dalam Perang Dunia II. Setibanya di Beijing, dia disambut jajaran pejabat tinggi China termasuk Menteri Luar Negeri (Menlu) Wang Yi.

    Momen itu terlihat dalam foto-foto yang dirilis oleh kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA). Salah satu foto yang dipublikasikan KCNA menunjukkan kehadiran putri Kim Jong Un di antara jajaran pejabat Korut.

    Kunjungan ke China ini menandai kemunculan publik pertama Ju Ae di luar negeri dan, mungkin, debut diplomatiknya, yang semakin memperkuat spekulasi bahwa bocah berusia belasan tahun itu sedang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin perempuan pertama di Korut.

    “Ju Ae terlihat berdiri di belakang ayahnya saat Kim Jong Un disambut oleh para pejabat tinggi China di Stasiun Beijing. Hal ini menunjukkan bahwa Ju Ae menerima protokol yang sama seperti yang diberikan kepada ‘orang nomor dua dalam komando’ Korea Utara,” kata Wakil Presiden Institut Sejong, Cheong Seong Chang.

    “Keputusan Kim Jong Un untuk membawa Ju Ae ke China dipandang sebagai sinyal kuat bagi komunitas internasional bahwa dia adalah calon penerus dirinya, sekaligus kesempatan baginya untuk memulai pelatihan diplomatik formal,” sebutnya.

    Kim Jong Un yang didampingi putrinya, Ju Ae, tampak disambut Menlu China Wang Yi setibanya di Beijing Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP

    Tonton juga video “Prabowo, Putin, dan Kim Jong Un Hadiri Undangan Xi jinping di China” di sini:

    Beberapa waktu terakhir, Ju Ae muncul sebagai calon penerus rezim Kim, yang memerintah Korut selama delapan dekade, karena dia semakin sering muncul bersama ayahnya dalam acara-acara domestik, seperti pameran rudal dan pembukaan resor.

    Cheong, dalam analisisnya, mengatakan bahwa Kim Jong Un mungkin ingin memberikan Ju Ae sebanyak mungkin kesempatan untuk mendapatkan pengalaman diplomatik langsung, mengingat dirinya sendiri tidak menerima pelatihan yang cukup.

    “Hal ini dapat mencerminkan tekad Kim Jong Un untuk tidak mewariskan kekurangan-kekurangan tersebut dan melatih anaknya soal tahap-tahap diplomasi sejak usia dini,” sebutnya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Pesan Xi Jinping di Depan Putin-Kim Jong Un-Prabowo: China Unstoppable

    Pesan Xi Jinping di Depan Putin-Kim Jong Un-Prabowo: China Unstoppable

    Jakarta, CNBC Indonesia – China menggelar parade militer terbesar Rabu (3/9/2025). Negeri itu memamerkan kehebatan militernya selama 90 menit.

    China memperlihatkan bagaimana kekuatan militernya mulai dari pasukan yang berbaris dalam formasi, pertunjukan terbang lintas, hingga pameran peralatan tempur berteknologi tinggi. Parade itu sendiri digelar di Lapangan Tiananmen Beijing untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.

    Diketahui sejumlah pemimpin dunia hadir. Mulai dari Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un hingga Presiden RI Prabowo.

    Namun dari semua itu, pesan dalam pidato Xi Jinping merupakan hal yang paling disorot. Mengutip AFP, membuka parade, Xi memperingatkan bahwa dunia masih “dihadapkan pada pilihan damai atau perang,” tetapi mengatakan China “unstoppable alias tak terhentikan”.

    Sebenarnya diungkap laman Xinhua, memang ada beberapa poin penting yang disampaikan Xi dalam pembukaan pidato di parade itu. Ia menegaskan bagaimana “kebangkitan bangsa China tak bisa dihentikan di zaman modern”.

    Ia juga menyerukan kepada semua bangsa untuk memperlakukan satu sama lain secara setara, hidup rukun, dan saling mendukung. Ini guna menjaga keamanan bersama, menghilangkan akar penyebab perang, dan mencegah terulangnya tragedi sejarah.

    Di kesempatan yang sama Xi mengatakan bahwa “dunia saat ini kembali dihadapkan pada pilihan antara perdamaian atau perang, dialog atau konfrontasi, serta hasil yang saling menguntungkan atau zero-sum game”. Ia juga menyatakan bahwa China akan berdiri teguh di sisi sejarah dan kemajuan umat manusia, berpegang teguh pada jalan pembangunan damai, dan bergandengan tangan dengan seluruh dunia untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

    “Mengajak rakyat China dari semua kelompok etnis untuk tetap bersatu dan bekerja keras di bawah kepemimpinan kuat PKT guna membangun negara yang tangguh dan memajukan kebangkitan nasional di segala lini melalui modernisasi Tiongkok,” tulis CGTV.

    “Xi mendesak Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk memberikan dukungan strategis bagi kebangkitan nasional dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian dan pembangunan dunia…. PLA untuk mengembangkan kekuatan kelas dunia dan dengan tegas menjaga kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah nasional,” tambah laman itu.

    (sef/sef)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Presiden Prabowo bersama pemimpin-pemimpin dunia hadiri parade militer di China

    Presiden Prabowo bersama pemimpin-pemimpin dunia hadiri parade militer di China

    Rabu, 3 September 2025 11:42 WIB

    Kendaraan arteleri jarak jauh membentuk formasi saat parade militer memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang di Lapangan Tiananmen, China, Rabu (3/9/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Yang Guanyu/bar

    Pesawat militer membentuk formasi saat parade militer memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang di Lapangan Tiananmen, China, Rabu (3/9/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Lin Yu/bar

    Pasukan mengikuti parade militer memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang di Lapangan Tiananmen, China, Rabu (3/9/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Chen Bin/bar

    Pasukan mengikuti parade militer memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang di Lapangan Tiananmen, China, Rabu (3/9/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Sun Fei/bar

    Pasukan mengikuti parade militer memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang di Lapangan Tiananmen, China, Rabu (3/9/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Hu Huhu/bar

    Pasukan mengikuti parade militer memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang di Lapangan Tiananmen, China, Rabu (3/9/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Chen Zeguo/bar

    Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah), Presiden China Xi Jinping (kedua kanan), Perdana Menteri China Li Qiang (kiri) dan Pemimpin Besar Korea Utara Kim Jong-un (kanan) menghadiri parade militer memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang di Lapangan Tiananmen, China, Rabu (3/9/2025). ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia/bar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Xi Jinping Siapkan Amunisi Baru Kalahkan Amerika, Trump Ketinggalan

    Xi Jinping Siapkan Amunisi Baru Kalahkan Amerika, Trump Ketinggalan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden China Xi Jinping menyiapkan strategi baru untuk menghadapi Amerika Serikat (AS) dalam persaingan kecerdasan buatan (AI). Berbeda dengan AS yang menghabiskan miliaran dolar untuk mengejar Artificial General Intelligence (AGI), China fokus pada penerapan praktis AI yang langsung bisa digunakan.

    Sejak peluncuran ChatGPT hampir tiga tahun lalu, raksasa teknologi AS seperti Google, Meta, dan OpenAI berlomba-lomba menciptakan AGI. Namun, Xi mendorong industri teknologi China untuk lebih berorientasi pada aplikasi dengan membangun alat murah dan efisien yang bisa meningkatkan produktivitas dan mudah dipasarkan.

    Langkah ini diperkuat dengan pembentukan dana investasi AI senilai US$8,4 miliar pada Januari lalu, ditambah dukungan pemerintah daerah, bank milik negara, dan rencana pembangunan pusat data di berbagai kota dalam kampanye bertajuk “AI+.”

    Pekan ini, kabinet China menegaskan ambisi lebih luas lagi, yakni mempercepat integrasi AI ke dalam riset sains, pengembangan industri, dan berbagai sektor lain untuk memberdayakan pembangunan ekonomi secara menyeluruh pada 2030.

    Selain itu, China lebih aktif mengadopsi model open-source yang bisa diunduh dan dimodifikasi secara gratis, sehingga memudahkan perusahaan lokal membangun bisnis dengan biaya rendah. Pendekatan ini turut mendorong penyebaran AI asal China ke pasar global, hingga membuat Silicon Valley ikut mengikuti jejak tersebut.

    Strategi pragmatis ini sudah terlihat di Xiong’an, kota baru di selatan Beijing. Startup lokal DeepSeek menghadirkan model AI pertanian untuk membantu petani, meningkatkan akurasi cuaca, hingga mendukung kepolisian dalam analisis kasus darurat. AI juga dipakai untuk memilah ratusan ribu panggilan warga ke hotline pemerintah 12345 setiap harinya, demikian dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (3/9/2025).

    Sementara AS tengah terjebak pada ambisi AGI, yang realisasinya masih belum pasti, China memilih jalur implementasi nyata. Dengan keterbatasan akses chip canggih akibat sanksi dagang AS, strategi Xi dianggap sebagai cara cerdas untuk tetap kompetitif.

    “Biarkan AS menanggung biaya eksplorasi teknologi. China bisa menjadi pengikut cepat atau pihak yang lebih fokus pada optimalisasi implementasi,” kata Jeffrey Ding, profesor di George Washington University.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Prabowo, Kim Jong-un, hingga Putin Hadiri Parade Militer Kemenangan ke-80 Tahun China – Page 3

    Prabowo, Kim Jong-un, hingga Putin Hadiri Parade Militer Kemenangan ke-80 Tahun China – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri parade militer dalam rangka memperingati 80 tahun kemenangan China dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Dunia Anti-Fasis. Parade militer ini digelar di Tiananmen Square, Beijing, China, Rabu (3/9/2025).

    Kedatangan Presiden Prabowo tampak disambut pasukan jajar kehormatan dari China. Prabowo yang memakai setelan jas lengkap bewarna abu-abu lalu melewati pasukan jajar kehormatan yang berdiri di pintu masuk Tiananmen Square.

    Dia langsung disambut Presiden China Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan setibanya di Tiananmen Square. Prabowo dan Presiden Xi pun saling berjabat tangan.

    Sebelum Prabowo, tampak pula kehadiran Presiden Korea Utara Kim Jong-un dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. Tak lama setelah Prabowo, Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Tiananmen Square untuk menghadiri parade militer.

    Selanjutnya, Presiden Xi dan para pemimpin negara lalu melakukan sesi foto bersama di depan Tiananmen Square. Prabowo tampak berdiri di barisan depan yang sejajar dengan Presiden Xi, Kim Jong-un, dan Putin.

    Prabowo berdiri di sebelah Presiden Putin. Setelah itu, para pemimpin negara lalu memasuki lokasi Tiananmen Square untuk menyaksikan parade militer.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Beijing, Republik Rakyat China, Selasa 2 September 2025. Kunjungan Prabowo ini dilakukan dalam rangka memenuhi undangan resmi dari Presiden China, Xi Jinping.

    Berdasarkan siaran pers Sekretariat Presiden, pesawat yang membawa Prabowo dan rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 20.00 WIB. Prabowo tampak didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

     

    Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan kedua Presiden ini menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja antara Indonesia dan China.

  • Xi Jinping Ajak Jaga Perdamaian Dunia di Parade yang Dihadiri Prabowo-Putin

    Xi Jinping Ajak Jaga Perdamaian Dunia di Parade yang Dihadiri Prabowo-Putin

    Jakarta

    Presiden China Xi Jinping menggelar parade militer yang dihadiri deretan pemimpin dunia. Xi Jinping mengajak dunia menjaga perdamaian dan mencegah perang.

    “Saat ini, umat manusia kembali harus memilih antara damai dan perang, dialog dan konfrontasi, kerja sama yang saling menguntungkan atau permainan zero-sum,” kata Xi seperti dilansir CNN, Rabu (3/9/2025).

    Dia mengenang peran rakyat China dalam Perang Dunia II. Menurutnya, rakyat China memiliki pengorbanan besar dan berkontribusi dalam menyelamatkan peradaban dan menjaga perdamaian dunia.

    “Rakyat China, dengan pengorbanan nasional yang besar, telah memberikan kontribusi besar dalam menyelamatkan peradaban manusia dan menjaga perdamaian dunia,” ujarnya.

    “Sejarah mengingatkan kita bahwa takdir umat manusia saling terkait erat,” tambahnya.

    Menurut Xi, perlakuan yang baik ke sesama bisa membuat semua negara menjaga keamanan. Dia mengatakan kehidupan yang rukun dapat menghilangkan pemicu perang.

    Dalam parade militer tersebut, Xi Jinping melambaikan tangan dari atap terbuka mobil limosin hitamnya. Xi Jinping juga melakukan pengecekan pasukan di Lapangan Tiananmen sebagai simbolis kekuasaannya yang kuat atas militer.

    Parade militer China tersebut dihadiri sejumlah pemimpin dunia, di antaranya Presiden Prabowo Subianto, Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khurelsukh, dan masih banyak lagi.

    Dalam parade militer sekaligus peringatan 80 tahun pemerintahan China itu, Prabowo terlihat foto sejajar Putin, Xi dan Kim Jong Un.

    Tonton juga video “Putin Disambut Hangat Xi Jinping dalam Pertemuan di China” di sini:

    (yld/haf)

  • Cekrek! Prabowo Foto Sejajar dengan Xi Jinping, Kim Jong Un, Putin di Parade Militer China

    Cekrek! Prabowo Foto Sejajar dengan Xi Jinping, Kim Jong Un, Putin di Parade Militer China

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri parade militer sekaligus peringatan 80 tahun pemerintahan China yang digelar di Beijing. 

    Berdasarkan siaran langsung televisi China atau CCTV-13 yang dilihat Bisnis, nampak sejumlah petinggi negara hadir dalam undangan Presiden China Xi Jinping tersebut.

    Petinggi negara mulai dari Prabowo, Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, hingga Presiden Rusia Vladimir Putin turut hadir dalam acara tersebut. 

    Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Hong Lei, setidaknya total ada 26 pemimpin asing yang hadir dalam peringatan 80 tahun pemerintahan China ini. Selanjutnya, para kepala negara mengabadikan momen dalam serangkaian acara tersebut dengan berfoto bersama.

    Menariknya, Prabowo selaku orang nomor satu di Indonesia terlihat berderet dan berada di jajaran paling depan dengan Putin, Xi Jinping, hingga Kim Jong Un saat melakukan foto bersama itu. 

    Prabowo, yang saat itu mengenakan setelan jas abu-abu dan peci hitam, terlihat berdiri di samping Presiden Rusia Vladimir Putin. Adapun, Xi Jinping dan Ibu Negara China berdiri di tengah. Di sisi kiri, berdiri Presiden Korut Kim Jong Un. 

    Di samping itu, Prabowo dan rombongan asal Indonesia juga telah disambut dengan parade militer tahun ini menampilkan pameran kekuatan militer China, mulai dari drone, rudal hipersonik hingga jet tempur.

    Ratusan pesawat Angkatan Pembebasan Rakyat (PLA) dipastikan ikut ambil bagian, diiringi 80 peniup terompet sebagai simbol 80 tahun kekalahan Jepang. Lebih dari 1.000 musisi ditata dalam 14 baris, mewakili tiap tahun perlawanan sejak invasi Jepang ke Manchuria pada 1931.

    Lapangan Tiananmen disulap dengan kursi berwarna hijau, merah, dan emas—simbol tanah subur, pengorbanan rakyat, serta perdamaian.

    Sebanyak 45 kontingen pasukan akan berbaris melintasi Xi Jinping, dengan durasi parade diperkirakan 70 menit. Presiden Xi Jinping juga dijadwalkan berpidato dalam parade ini.