Tag: Xi Jinping

  • Apa Untung-Rugi China Usai Penangkapan Nicolas Maduro?

    Apa Untung-Rugi China Usai Penangkapan Nicolas Maduro?

    Jakarta

    Beberapa jam setelah penangkapan kontroversial Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat akhir pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan “sangat terkejut” atas “penggunaan kekuatan yang melanggar secara terang-terangan terhadap negara berdaulat.”

    Beijing juga menyampaikan pesan kepada negara-negara Amerika Latin dan Karibia, yang disebutnya “teman baik dan mitra baik,” tentang kesediaan penguasa Tiongkok untuk bekerja sama dalam “menavigasi lanskap internasional yang berubah dengan solidaritas dan koordinasi.”

    Dalam kritik terhadap Washington, Cina berusaha mengesankan diri sebagai adidaya global yang bertanggung jawab. Pernyataan itu, menurut para analis, kemungkinan menggema di seluruh Amerika Latin. Dengan kembalinya Doktrin Monroe di bawah Presiden AS Donald Trump — yang lebih dari dua abad lalu menegaskan supremasi Washington di Belahan Barat — penangkapan Maduro dipandang sebagai peringatan serius sekaligus demonstrasi kekuatan.

    William Yang, analis senior Asia Timur Laut di think tank International Crisis Group, mengatakan Beijing kemungkinan akan memanfaatkan kekhawatiran ini untuk menantang posisi internasional AS dan “memperdalam pengaruhnya di negara-negara berkembang.” Dia menambahkan, Cina juga akan “memantau secara dekat bagaimana AS menangani situasi di Venezuela dalam minggu dan bulan mendatang.”

    Putusnya hubungan dengan Caracas

    Penangkapan paksa Maduro — seorang sekutu penting Beijing di Amerika Latin — bisa berdampak signifikan pada ekonomi kedua terbesar dunia itu.

    Bersama Maduro, Cina membangun “kemitraan strategis sepanjang waktu” dan menjadi pembeli minyak terbesar Venezuela setelah sanksi AS meningkat pada 2019. Cina juga menjual senjata kepada sang diktatur — dengan total pengiriman senilai USD615 juta antara 2009 hingga 2019, menurut perkiraan AS. Lebih penting lagi, Cina menghujani Maduro dengan utang bernilai miliaran dolar, yang belum lunas dibayar.

    Menurut AidData, total pinjaman Tiongkok ke Venezuela mencapai USD105,5 miliar, termasuk USD17–19 miliar dari program “oil-for-loans” milik Bank Pembangunan Cina.

    Setelah kejatuhannya, media-media AS melaporkan bahwa Trump menuntut pemerintahan sementara Venezuela memutus hubungan ekonomi dengan Cina, Rusia, Iran, dan Kuba. Di media sosial, dia menyatakan Venezuela akan menyerahkan 30 hingga 50 juta barel minyak kepada AS.

    Beijing mengecam operasi penangkapan Maduro sebagai pelanggaran hukum internasional. “Penggunaan kekuatan terang-terangan oleh AS terhadap Venezuela dan tuntutannya ‘America First’ ketika Venezuela mengelola sumber daya minyak sendiri adalah contoh tipikal aksi intimidasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Mao Ning, dalam konferensi pers.

    Kemarahan Tiongkok bersifat simbolik

    Namun para analis menilai retorika Beijing perlu dibaca dengan hati-hati.

    “Cina tidak peduli pada hukum internasional,” kata Elizabeth Freund Larus, adjunct senior fellow di Pacific Forum, mengacu pada sikap militer Beijing di Laut Cina Selatan dan keengganannya mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. “Kita bisa menerjemahkan peringatan Beijing ke Washington sebagai tuntutan bahwa ‘Cina ingin uangnya kembali!’ dan ‘menuntut agar AS tetap mengalirkan minyak Venezuela ke Cina!’” tambahnya.

    Meski bahasa yang digunakan keras, Cina sejauh ini belum melakukan tindakan nyata sebagai balasan atas serangan AS ke Venezuela. “Beijing kemungkinan tidak akan melangkah lebih jauh dari ekspresi simbolik ketidaksetujuan,” kata Ryan Hass, direktur John L. Thornton China Center di Brookings Institution. Dia menambahkan, insiden ini tidak diperkirakan mengubah arah hubungan AS-Cina secara signifikan. “Tindakan AS di Venezuela hanya akan memengaruhi hubungan kedua negara jika membuat Amerika terseret dan terjebak dalam kekacauan di Venezuela.”

    Venezuela jadi contoh untuk Taiwan?

    Penangkapan Maduro akhir pekan lalu dipantau erat di media sosial di Cina. Insiden di seberang Pasifik itu mengundang komentar netizen ultranasionalis, bahwa AS sedang menunjukkan contoh cara menangani ketegangan dengan Taiwan. Baru pada pergantian tahun, Presiden Xi Jinping menegaskan tekad menyatukan pulau tersebut, terlepas dari ancaman AS.

    Ketika diminta komentar tentang spekulasi Taiwan pada Senin lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian menegaskan kembali garis resmi Beijing bahwa masalah Taiwan adalah “urusan internal” dan “tidak ada kekuatan eksternal yang berhak mencampuri.”

    Namun para analis menekankan situasi Venezuela dan Taiwan sulit dibandingkan. “Venezuela adalah negara yang hancur dan dipimpin oleh seorang penguasa otoriter. Taiwan adalah demokrasi yang hidup,” kata Hass. “Cina tidak bisa mencapai tujuan di Taiwan hanya dengan menangkap pemimpin terpilihnya.”

    Elizabeth Freund Larus menambahkan, “Beijing telah berniat mengambil Taiwan jauh sebelum ini dan akan tetap berniat setelah ini. Cina belum melakukannya karena belum ada jaminan kesuksesan. Tapi hari itu semakin dekat, terlepas dari Trump.”

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Rizki Nugraha

    Editor: Yuniman Farid


    (ita/ita)

  • Drama Rebutan ‘Suplai Minyak’ Venezuela di Balik Penggulingan Nicolas Maduro

    Drama Rebutan ‘Suplai Minyak’ Venezuela di Balik Penggulingan Nicolas Maduro

    Bisnis.com, JAKARTA – Indikasi perang ‘suplai’ minyak menyeruak di balik aksi militer Amerika Serikat yang menyerang dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. AS ingin menguasai rantai pasok minyak Venezuela, sekaligus entah ada atau tidak korelasinya, berusaha memangkas suplai energi khususnya minyak mentah China.

    China sendiri adalah salah satu negara pengimpor minyak mentah utama dari Venezuela. Mereka juga merupakan ‘sekutu’ utama Maduro sebelum ditangkap AS. Wajar, ketika AS menangkap Maduro, Beijing sangat berang. Mereka mengecam tindakan Washington yang dikendalikan oleh politikus konservatif, Donald Trump.

    Kementerian Luar Negeri China dalam keterangan resminya mengaku cukup terkejut dengan aksi Amerika Serikat (AS). Mereka menganggap bahwa tindakan AS melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di Amerika Latin dan kawasan Karibia.

    “China dengan tegas menentangnya. Kami menyerukan kepada AS untuk mematuhi hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB, dan berhenti melanggar kedaulatan dan keamanan negara lain,” demikian tulis keterangan resmi Kemenlu China, dikutip Selasa (7/1/2026).

    China dan AS dalam beberapa tahun terakhir terlibat dalam ketegangan dalam berbagai isu. China dan AS adalah dua negara dengan size ekonomi terbesar di dunia. Kedua negara ini bersaing untuk memperebutkan pengaruh. Mereka terlibat ketegangan dalam isu Taiwan, Iran, Timur Tengah, hingga sekarang di kawasan Amerika Latin.

    Tabel Impor Minyak China HS Code 27090000

    Negara 
    Barel
    Nilai (US$)

    Rusia 
    677,8 juta
    US$45,8 miliar.

    Arab Saudi 
    536,12 juta 
    US$40,12 miliar

    Venezuela
    2,24 juta
    US$163,18 juta

    Sumber: Bea Cukai China 

    Terlepas dari dukungan terhadap rezim Maduro, China adalah salah satu importir minyak dari Venezuela. Mereka telah mengimpor minyak asal negara Amerika Latin itu sejak tahun 2024 lalu.

    Data yang dihimpun Bisnis dari otoritas kepabeanan China menunjukkan bahwa selama tahun 2024, China tercatat telah mengimpor minyak mentah dari Venezuela sebanyak 9,8 juta barel senilai US$728,5 juta. Sementara itu sampai November 2025, nilai impor minyak mentah dengan kode HS27090000 tercatat sebesar 2,24 juta barel. Nilainya mencapai US$163,18 juta.

    Meski demikian, impor minyak mentah China dari Venezuela bukanlah yang terbesar. Kalau mengacu data otoritas yang sama, Rusia dan Arab Saudi adalah penyuplai utama minyak mentah China. Pada November 2025 importasi minyak mentah China dari jirannya tersebut mencapai 677,8 juta barel atau senilai US$45,8 miliar.

    Sementara, impor minyak mentah China dari Arab Saudi sebanyak 536,12 juta barel. Nilai importasinya sebanyak US$40,12 miliar.

    China sejauh ini belum menjelaskan mengenai kebutuhan minyak mentahnya dengan Venezuela. Namun demikian, mereka menuntut supaya Trump segera membebaskan Maduro dan istrinya. “Segera bebaskan mereka, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi.”

    Alihkan Ekspor Minyak ke AS

    Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan impor minyak Venezuela senilai US$2 miliar, yang akan mengalihkan pasokan dari China ke pasar AS.

    Melansir Reuters pada Rabu (7/1/2026), Trump menyatakan Venezuela akan menyerahkan sekitar 30 juta hingga 50 juta barel minyak yang berada di bawah sanksi kepada AS. Dalam unggahan di media sosial, Trump menegaskan minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar.

    “Minyak ini akan dijual pada harga pasar, dan dana hasil penjualannya akan dikendalikan oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk memastikan penggunaannya demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” ujar Trump.

    Trump menambahkan bahwa Menteri Energi AS Chris Wright ditunjuk untuk mengeksekusi kesepakatan tersebut. Minyak akan diambil langsung dari kapal dan dikirim ke pelabuhan-pelabuhan di AS.

    Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping./Reuters

    Kesepakatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah Venezuela merespons tuntutan Trump agar membuka akses lebih luas bagi perusahaan minyak AS, atau menghadapi risiko intervensi militer lanjutan. 

    Trump sebelumnya menyatakan ingin Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez memberikan akses penuh kepada AS dan perusahaan swasta terhadap industri minyak negara tersebut.

    Venezuela saat ini memiliki jutaan barel minyak yang tersimpan di kapal tanker dan tangki penyimpanan, namun tidak dapat dikirim akibat blokade ekspor yang diberlakukan Trump sejak pertengahan Desember lalu.

    Blokade tersebut merupakan bagian dari tekanan AS terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang berujung pada penangkapan Maduro oleh pasukan AS pada akhir pekan lalu. 

    Pejabat tinggi Venezuela menyebut penangkapan tersebut sebagai penculikan dan menuding AS berupaya merebut cadangan minyak besar milik negara itu. Penyaluran minyak yang selama ini terjebak tersebut ke AS diperkirakan pada tahap awal akan mengalihkan kargo yang semula ditujukan ke China. 

    Negeri Tirai Bambu telah menjadi pembeli utama minyak Venezuela selama satu dekade terakhir, terutama sejak AS menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan yang terlibat perdagangan minyak Venezuela pada 2020.

    “Trump ingin ini terjadi secepat mungkin agar bisa diklaim sebagai kemenangan besar,” ujar seorang sumber industri minyak.

    Sementara itu, Pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara PDVSA belum memberikan komentar atas kesepakatan tersebut. Harga minyak mentah AS turun lebih dari 1,5% setelah pengumuman Trump, seiring ekspektasi meningkatnya volume minyak Venezuela yang masuk ke pasar AS.

  • IHSG cetak rekor tertinggi seiring stabilitas ekonomi domestik

    IHSG cetak rekor tertinggi seiring stabilitas ekonomi domestik

    Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat mencapai level tertinggi sepanjang masa, seiring data perekonomian domestik yang tercatat stabil.

    IHSG ditutup menguat 111,06 atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,77 poin atau 0,91 persen ke posisi 859,77.

    “Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

    Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen month-to-month (mtm) dan sebesar 2,92 persen year-on-year (yoy).

    Laju inflasi Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan tetap terjaga dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5 persen.

    Dari mancanegara, pelaku pasar tampaknya mengabaikan kekhawatiran geopolitik menyusul serangan AS terhadap Venezuela.

    Pelaku pasar cenderung mengalihkan fokus perhatian terhadap rilis survei swasta yang menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di China tetap ekspansif untuk bulan ke tujuh berturut-turut pada Desember 2025, meskipun sedikit turun menjadi 52,0 pada Desember 2025 dari sebelumnya 52,1 pada November 2025.

    Data itu menunjukkan dukungan oleh aktivitas jasa yang lebih kuat dan peningkatan kembali produksi pabrik.Presiden China Xi Jinping mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada 2026 untuk mempertahankan momentum setelah pertumbuhan sekitar 5 persen pada tahun 2025.

    Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

    Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 2,21 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 2,08 persen dan 1,76 persen.

    Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor teknologi yang turun sebesar 0,50 persen.

    Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AHAP, BIPI, FIRE, CPRO, dan YOII. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KLAS, MPXL, UNIQ, EMDE, dan NINE.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.010.984 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 70,26 miliar lembar saham senilai Rp30,32 triliun. Sebanyak 446 saham naik, 246 saham menurun, dan 114 tidak bergerak nilainya.

    Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.493,30 poin atau 2,97 persen ke 51.832,80, indeks Hang Seng menguat 8,76 poin atau 0,03 persen ke 26.347,24, indeks Shanghai menguat 54,57 poin atau 1,38 persen ke 4.023,41, dan indeks Strait Times menguat 24,37 poin atau 0,52 persen ke 4.680,50.

    Pewarta: Muhammad Heriyanto
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dukun Peru Ramalkan Trump Sakit Parah Tahun 2026

    Dukun Peru Ramalkan Trump Sakit Parah Tahun 2026

    GELORA.CO – Para dukun di Peru menggelar ritual ramalan menyambut Tahun Baru 2026. Ritual tersebut digelar pada Selasa, 30 Desember 2025 di Pantai Selatan Lima.

    Mereka melontarkan ramalan soal nasib pemimpin dunia. Para dukun mengenakan ponco berwarna-warni, menaburkan bunga di atas pasir, serta membawa poster tokoh-tokoh dunia dalam prosesi ramalan.

    “Amerika Serikat harus bersiap-siap karena Donald Trump akan jatuh sakit parah.” ujar salah satu dukun, Juan de Dios Garcia, dikutip Rabu, 31 Desember 2025.

    Selain Trump, poster Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga ikut dibawa, disilangkan dengan pedang, dibakar kemenyan, hingga diinjak-injak sebagai bagian dari simbol ritual.

    Garcia juga menyampaikan prediksi terkait situasi politik Venezuela.

    “Kami melihat Nicolas Maduro dikalahkan. Nicolas Maduro akan melarikan diri dari Venezuela. Dia tidak akan ditangkap.” jelasnya.

    Meski begitu, ritual tahunan ini bukan kali pertama dilakukan dan tidak selalu tepat.

    Pada gelaran 2023 lalu, para dukun Peru meramalkan perang Rusia-Ukraina akan berakhir pada 2024. Kenyataannya, hingga penghujung 2025, konflik yang dimulai sejak 2022 itu masih berlangsung.

  • Xi Jinping Pamer Aktivitas Manufaktur China Ekspansif Akhir Tahun

    Xi Jinping Pamer Aktivitas Manufaktur China Ekspansif Akhir Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA — Pabrikan China menunjukkan pemulihan setelah kontraksi 8 bulan beruntun. Kondisi ini membawa keyakinan baru bagi Presiden China Xi Jinping yang menargetkan pertumbuhan China 5% pada tahun ini. 

    Dikutip dari Bloomberg, Rabu (31/12/2025), Presiden Xi menyebut perekonomian negaranya berada di jalur yang tepat. Terlebih, data terbaru manufaktur China yang menunjukkan pemulihan. 

    Data pemerintah yang dirilis sebelumnya menunjukkan indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur naik menjadi 50,1 pada Desember dari 49,2 pada November, sekaligus mengakhiri 8 bulan berturut-turut fase kontraksi.

    Pemulihan tersebut juga tercermin dalam survei sektor swasta yang mencatat PMI kembali berada di atas level 50, ambang batas yang menandai ekspansi aktivitas industri.

    Dalam pidatonya di hadapan badan penasihat politik tertinggi China pada malam Tahun Baru, Xi menegaskan bahwa ekonomi nasional tetap tangguh meski menghadapi berbagai tantangan domestik dan global.

    Pernyataan optimistis itu diperkuat oleh rilis data resmi yang menunjukkan aktivitas pabrik China kembali berekspansi untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir.

    “Ekonomi Tiongkok telah maju pesat di bawah tekanan, berkembang menuju hal-hal baru dan unggul sambil menunjukkan ketahanan dan vitalitas yang kuat. Kita telah berhasil mencapai target pembangunan ekonomi dan sosial utama kita,” kata Xi dikutip dari kantor berita Xinhua.

    Meski pemulihan PMI manufaktur dinilai masih terbatas, data tersebut mendukung strategi Beijing yang memilih pendekatan bertahap dalam menopang ekonomi, sekaligus menghindari stimulus besar-besaran yang selama ini banyak disuarakan analis global.

    Kepala Ekonomi China di Macquarie Group Larry Hu mengatakan, dalam jangka pendek karena permintaan eksternal yang kuat, para pembuat kebijakan tidak menunjukkan urgensi untuk meningkatkan stimulus.

    “Tetapi jika ekspor melambat tajam, Beijing akan meluncurkan stimulus domestik yang lebih besar untuk mengisi kesenjangan tersebut,” ujar Larry. 

    Optimisme pasar terhadap data ekonomi turut memengaruhi pergerakan aset keuangan. Kontrak berjangka obligasi pemerintah China tenor 30 tahun tercatat turun hingga 0,8%, sementara imbal hasilnya naik karena investor mulai meninggalkan aset aman.

    Pemulihan manufaktur ini beriringan dengan sejumlah kebijakan baru yang diumumkan pemerintah untuk memperkuat awal tahun, sekaligus mencerminkan preferensi otoritas terhadap stimulus yang terukur.

    Pemerintah China mengumumkan subsidi konsumen awal sebesar 62,5 miliar yuan atau sekitar US$8,9 miliar untuk tahun 2026, termasuk perpanjangan program tukar tambah kendaraan listrik dan produk elektronik, serta kelanjutan insentif pajak penjualan rumah bagi pemilik properti jangka panjang.

    Selain itu, dana awal sebesar 295 miliar yuan juga disiapkan untuk mendukung proyek-proyek strategis pada 2026, meskipun skala kebijakan ini masih relatif kecil dibandingkan paket stimulus tahun sebelumnya.

    Data terbaru ini dinilai memberi keyakinan tambahan bagi pembuat kebijakan bahwa langkah yang ditempuh sejauh ini sudah cukup menjaga stabilitas ekonomi. 

    “Produksi dan permintaan keduanya telah meningkat secara signifikan,” kata Huo Lihui, seorang ahli statistik di Biro Statistik Nasional, seraya menegaskan bahwa dukungan ke depan akan tetap diarahkan pada sektor-sektor berkualitas tinggi, khususnya manufaktur teknologi maju.

  • Xi Jinping: Ekonomi China 2025 Bakal Capai Target Kisaran 5%

    Xi Jinping: Ekonomi China 2025 Bakal Capai Target Kisaran 5%

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Xi Jinping menyatakan ekonomi China siap mencapai target pertumbuhannya pada 2025, setelah apa yang disebutnya sebagai tahun yang luar biasa.

    Kantor Berita Xinhua memberitakan dalam pertemuan tahunan yang diadakan oleh badan penasihat politik tertinggi, Xi Jinping menyatakan produk domestik bruto China diperkirakan tumbuh sekitar 5% tahun ini.

    “Ekonomi China terus maju di bawah tekanan, bergerak menuju inovasi dan kualitas, menunjukkan ketahanan dan vitalitas yang kuat. Tingkat pertumbuhan diperkirakan mencapai sekitar 5%, terus menempati peringkat tinggi di antara ekonomi utama dunia,” kata Xi dalam pertemuan tahunan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, sebagaimana diberitakan Bloomberg, Rabu (31/12/2025).

    Xi sebelumnya menyatakan China telah mencapai target ekonomi dan pembangunan, tanpa menyebutkan target spesifik.

    Ekonomi China diketahui berkinerja cukup baik sepanjang tahun ini. Ekspor yang meningkat pesat menjaga pertumbuhan tetap stabil tanpa stimulus besar tambahan, sementara para produsen meningkatkan nilai tambah mereka. 

    Namun, investasi menuju kontraksi tahunan pertama sejak 1998, pertumbuhan penjualan ritel mencapai laju terburuk di luar masa pandemi, dan harga rumah baru turun lebih jauh pada bulan November, terbebani oleh krisis properti.

    Xi juga pernah mengisyaratkan toleransi terhadap pertumbuhan yang lebih lambat di beberapa wilayah dan bahkan baru-baru ini mengatakan bahwa China harus menindak proyek-proyek sembrono, menyoroti fokusnya pada kualitas, bukan kecepatan, pertumbuhan ekonomi.

    Adapun, jika menilik ke belakang, pada kuartal I/2025 pertumbuhan ekonomi China mencapai 5,4% YoY. Kemudian, melambat menjadi 5,2% pada kuartal berikutnya dan kembali tersendat pada kuartal III/2025 dengan pertumbuhan sebesar 4,8% YoY.

  • China Hadapi Tekanan Ekonomi, ASEAN Bersiap Hadapi Imbasnya

    China Hadapi Tekanan Ekonomi, ASEAN Bersiap Hadapi Imbasnya

    Jakarta

    Tekanan ekonomi yang masih membelit China dinilai berpotensi membawa dampak besar bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor ekonomi, tetapi juga merembet ke geopolitik dan keamanan kawasan sepanjang 2025.

    Pemulihan ekonomi China pascapandemi belum sepenuhnya solid. Negeri Tirai Bambu masih dibayangi krisis sektor properti, pengangguran yang tinggi-khususnya di kalangan anak muda-penuaan populasi, tekanan deflasi, hingga persaingan industri domestik yang tidak sehat. Presiden China Xi Jinping menyebut kondisi ini sebagai involusi, yakni persaingan berlebihan tanpa peningkatan produktivitas yang sepadan.

    Tekanan tersebut diperparah oleh faktor eksternal, mulai dari kebijakan tarif Amerika Serikat hingga melemahnya permintaan global. Situasi ini mendorong produsen China mengalihkan ekspor ke kawasan Asia Tenggara. Akibatnya, pasar ASEAN, termasuk Indonesia, dibanjiri produk murah asal China yang berpotensi menekan industri nasional dan pelaku usaha kecil menengah.

    Selain ekonomi, isu keamanan kawasan juga menjadi perhatian. Ketegangan di Laut China Selatan masih berlangsung, terutama terkait aktivitas China di sekitar Zona Ekonomi Eksklusif Filipina. Peningkatan aktivitas militer China di wilayah maritim yang berdekatan dengan Asia Tenggara turut memicu kekhawatiran sejumlah negara.

    Indonesia juga dinilai perlu mewaspadai potensi meluasnya klaim sepihak China melalui peta garis putus-putus yang kini berkembang menjadi sepuluh garis. Klaim tersebut dikhawatirkan dapat bersinggungan dengan wilayah perairan di sekitar Kepulauan Natuna.

    Isu-isu tersebut mengemuka dalam diskusi akhir tahun Forum Sinologi Indonesia (FSI) bertajuk Refleksi 2025: Relasi China, Asia Tenggara, dan Indonesia di Jakarta. Ketua FSI Johanes Herlijanto menyebut dampak ekonomi China menjadi perhatian paling mendesak bagi ASEAN dalam waktu dekat.

    Ia menilai masuknya produk murah China dan pergeseran investasi ke Indonesia untuk menghindari tarif AS perlu diantisipasi dengan matang. “Isu tenaga kerja asal China, transfer teknologi, ketergantungan produk, dan persaingan dengan pengusaha nasional harus dicermati,” ujarnya.

    Dalam konteks geopolitik, China dinilai semakin aktif mengukuhkan pengaruhnya di Asia Tenggara dengan memosisikan ASEAN sebagai kawasan strategis. Namun, narasi kerja sama tersebut kerap berseberangan dengan praktik di lapangan, terutama terkait sikap agresif di wilayah maritim.

    Guru Besar Sinologi Universitas Indonesia Prof Tuty Nur Mutia menilai hubungan Indonesia-China merupakan salah satu relasi bilateral paling kompleks. Meski kerja sama ekonomi terus menguat, isu kedaulatan-khususnya di wilayah Natuna-tetap menjadi bayang-bayang.

    Memasuki era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia dinilai tetap memprioritaskan hubungan dengan China, namun dengan strategi hedging. Strategi ini menekankan kerja sama ekonomi yang dibarengi kehati-hatian di bidang keamanan serta diversifikasi mitra strategis.

    Senada, pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah dan diplomat Kementerian Luar Negeri Victor Harjono menegaskan pentingnya Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif, menjunjung UNCLOS 1982, serta menjaga keseimbangan di tengah dinamika geopolitik kawasan.

    Lihat juga Video: Tekanan Ekonomi AS Meningkat, Data Sinyalkan Perlambatan

    (fdl/fdl)

  • Antara Elon Musk, China, dan Ambisi Persaingan Robotik Dunia

    Antara Elon Musk, China, dan Ambisi Persaingan Robotik Dunia

    Jakarta

    Membuat robot humanoid bakal jadi proyek besar bagi miliarder Elon Musk. Robot bakal diposisikan sebagai inti dari valuasi Tesla, yang menurutnya bisa mencapai puluhan triliun dolar. Hanya saja sampai sekarang, Tesla belum menjual robot humanoid andalannya yang bernama Optimus secara bebas.

    Hanya saja, besar kemungkinan sejumlah perusahaan China akan mendahului Tesla dan mulai meningkatkan produksi robot pada tahun 2026. Beberapa tahun ke belakang, Beijing menempatkan teknologi ini sebagai pusat rencana strategisnya.

    “China saat ini memimpin Amerika Serikat dalam komersialisasi awal robot humanoid,” kata Andreas Brauchle, Mitra di Perusahaan Konsultan Horváth dilansir dari CNBC, Rabu (31/12/2025).

    “Meskipun kedua negara diperkirakan akan membangun pasar yang sama besarnya dari waktu ke waktu, Tiongkok berkembang lebih cepat dalam fase awal ini,” lanjutnya.

    Robot humanoid dirancang untuk berbentuk dan bergerak seperti manusia. Algoritma kecerdasan buatan mendukung kemampuan mereka bersama dengan perangkat keras kompleks seperti semikonduktor. Robot ini dapat digunakan di berbagai lingkungan, mulai dari pabrik, perhotelan, dan bahkan di rumah.

    Dalam beberapa tahun terakhir, China telah menjadikan robotika sebagai fokus utama strategi teknologinya, dengan meluncurkan rencana untuk menciptakan rantai pasokan dan produksi massal mesin-mesin tersebut.

    Presiden China Xi Jinping dan para pemimpin tertinggi negara itu, yang dikenal sebagai Komite Sentral, bertemu pada bulan Oktober dan merilis proposal untuk rencana lima tahun ke 15. Ini adalah sebuah dokumen yang menjabarkan beberapa area fokus utama bagi Beijing dalam beberapa tahun mendatang.

    Bagi China, robot humanoid mewakili peluang untuk mengatasi tantangan tenaga kerja di ekonomi terbesar kedua di dunia serta memajukan upaya Beijing untuk supremasi teknologi.

    “Dorongan China ke dalam pengembangan robotika humanoid didorong oleh kombinasi dari mengatasi tekanan demografis, mendorong cakrawala pertumbuhan ekonomi berikutnya, dan memperkuat perannya dalam persaingan global,” kata Karel Eloot, mitra senior di McKinsey & Company.

    Angka kelahiran di China menurun dan populasi menua, yang menyebabkan berkurangnya jumlah orang dalam angkatan kerja dan meningkatnya biaya tenaga kerja. Robot dipandang sebagai cara untuk mengatasi hal ini.

    Tonton juga Video: Keren! China Gelar Kompetisi Pertarungan Robot Ala Film Real Steel

    (kil/kil)

  • Tutup 2025, Ini Daftar Kunjungan Kenegaraan Prabowo Subianto Selama Menjabat

    Tutup 2025, Ini Daftar Kunjungan Kenegaraan Prabowo Subianto Selama Menjabat

    Bisnis.com, JAKARTA – Tahun 2025 ditutup Presiden Prabowo Subianto dengan satu ciri yang menonjol: diplomasi bergerak. Dari Beijing hingga Moskow, dari Riyadh sampai Washington, dari forum ekonomi global hingga kunjungan kemanusiaan di Timur Tengah, langkah Prabowo sepanjang tahun ini memperlihatkan arah politik luar negeri Indonesia yang aktif, personal, dan sarat pesan geopolitik.

    Dalam tempo kurang dari satu tahun penuh masa pemerintahannya, Prabowo menjelma menjadi salah satu kepala negara dengan intensitas kunjungan luar negeri tertinggi di kawasan. Lawatan itu tidak semata seremoni, melainkan dirangkai dengan pertemuan bilateral, forum multilateral, penandatanganan perjanjian strategis, hingga diplomasi simbolik—dari parade militer hingga tabur bunga di makam korban perang.

    Diplomasi ini menandai gaya kepemimpinan Prabowo: keras dalam kepentingan nasional, lentur dalam pergaulan global, dan konsisten membawa satu narasi utama—Indonesia sebagai negara besar Global South yang mengusung prinsip seribu kawan, tanpa musuh.

    Babak Awal: Asia Timur dan Amerika Serikat

    Berdasarkan data yang dirangkum Bisnis, Prabowo mengawali lawatan internasionalnya ke Beijing, China pada 8 November 2024, hanya tiga pekan setelah dilantik. Setelah itu, rangkaian diplomasi berlanjut ke Amerika Serikat, Brasil, Uni Emirat Arab, hingga ke Eropa dan Timur Tengah.

    Langkah awal diplomasi Prabowo dibuka di Beijing pada November. Dalam kunjungan ke China, ia bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, dan Ketua Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji. Di balik protokoler kenegaraan, pembahasan mencakup isu konkret pendidikan, perdagangan, hingga program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu ikon kebijakan domestik Prabowo.

    Puncaknya adalah penandatanganan nota kesepahaman bisnis Indonesia–China senilai lebih dari US$10 miliar. Ini bukan hanya angka investasi, tetapi penegasan bahwa hubungan Jakarta–Beijing tetap menjadi salah satu poros ekonomi Asia.

    Dari Beijing, Prabowo terbang ke Washington, D.C. Di Gedung Putih, ia bertemu Presiden Joe Biden, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, hingga Direktur CIA William J. Burns. Isu Indo-Pasifik, transisi energi, rantai pasok global, serta konflik Gaza dan Laut China Selatan menjadi menu utama perbincangan. Kunjungan ini menegaskan keseimbangan politik luar negeri Indonesia: menjaga hubungan erat dengan China, tanpa menjauh dari Amerika Serikat.

    Ritme diplomasi Prabowo berlanjut ke forum-forum global. Dia hadir di KTT APEC di Lima, Peru, lalu melanjutkan ke KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil. Di dua forum ini, Prabowo menempatkan Indonesia sebagai suara negara berkembang yang menuntut keadilan ekonomi global dan reformasi tata kelola internasional.

    Desember 2024 ditutup dengan lawatan ke Kairo untuk menghadiri KTT Developing Eight (D-8). Mesir bukan hanya mitra ekonomi, tetapi juga simpul penting diplomasi dunia Islam. Di sana, Prabowo menegaskan posisi Indonesia dalam isu Palestina dan solidaritas kemanusiaan global.

    Salah satu lawatan paling disorot adalah kunjungan Prabowo ke Britania Raya. Bertemu Raja Charles III dan Perdana Menteri Keir Starmer, Prabowo membawa isu lingkungan dan pengelolaan hutan berkelanjutan ke jantung monarki Inggris. Lawatan ini juga menghasilkan komitmen investasi senilai US$8,5 miliar.

    Dari London, Prabowo terbang ke Abu Dhabi. Hubungan dengan Uni Emirat Arab menjadi salah satu pilar strategis diplomasi Prabowo. Bersama Presiden Mohammed bin Zayed, ia membahas perdamaian Timur Tengah, stabilitas kawasan, serta kerja sama ekonomi jangka panjang.

    Rangkaian kunjungan ke Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania pada April 2025 memperlihatkan diplomasi intensif Prabowo di kawasan konflik. Dari Ankara hingga Amman, isu Gaza, kemitraan strategis, dan solidaritas dunia Islam menjadi benang merah.

    Asean dan Asia Tenggara: Rumah Besar Diplomasi

    Asia Tenggara tetap menjadi halaman depan diplomasi Indonesia. Sepanjang 2025, Prabowo tercatat berulang kali mengunjungi Malaysia—baik dalam kapasitas pribadi, silaturahmi Idulfitri, hingga forum resmi Asean.

    Dia menghadiri KTT Asean ke-46 dan ke-47 di Kuala Lumpur, menyaksikan pengukuhan Timor Leste sebagai anggota penuh Asean, serta menegaskan komitmen Indonesia terhadap integrasi kawasan, ekonomi digital, dan keberlanjutan.

    Kunjungan ke Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina (melalui forum regional) menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai jangkar stabilitas Asean.

    Salah satu penanda penting diplomasi Prabowo adalah penguatan hubungan dengan Rusia dan negara-negara Eropa Timur. Di Saint Petersburg International Economic Forum, Prabowo tampil sebagai pembicara utama dan bertemu Presiden Vladimir Putin.

    Kesepakatan yang dibahas meliputi pertahanan, energi nuklir, perdagangan, teknologi, hingga pendidikan. Indonesia juga mendorong kemajuan kerja sama perdagangan bebas dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Prabowo juga menyempatkan diri menabur bunga di Piskaryovskoye Memorial Cemetery—gestur simbolik yang kuat dalam diplomasi Rusia.

    Di Belarus, dia bertemu Presiden Aleksandr Lukashenko untuk membahas pasokan pupuk, isu krusial bagi ketahanan pangan Indonesia.

    Sementara itu, kehadiran Prabowo di KTT BRICS di Brasil mempertegas posisi Indonesia di Global South. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya kerja sama Selatan-Selatan dan menolak politik blok.

    Simbol dan Pesan: Bastille Day, Expo Osaka, dan PBB

    Diplomasi Prabowo juga kaya simbol. Dia menjadi tamu kehormatan Presiden Emmanuel Macron dalam parade militer Hari Bastille di Paris. Kontingen gabungan TNI–Polri yang berparade di Champs-Élysées menjadi pesan kuat bahwa Indonesia adalah mitra strategis, bukan sekadar tamu.

    Di Osaka, Prabowo meninjau Paviliun Indonesia di Expo 2025, membawa wajah ekonomi kreatif dan inovasi nasional ke panggung dunia.

    Sementara di New York, dia tampil di Sidang Majelis Umum PBB ke-80, menyampaikan pidato tentang solusi dua negara untuk Palestina dan menegaskan komitmen Indonesia pada multilateralisme.

    Menjelang akhir tahun 2025, Prabowo mengunjungi Australia, Pakistan, dan Rusia. Di Sydney, ia bertemu PM Anthony Albanese dan mengumumkan substansi perjanjian keamanan bilateral baru. Di Islamabad, ia memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan.

    Tahun ditutup di Moskow, saat Prabowo kembali bertemu Vladimir Putin di Istana Kremlin—menjadi penanda bahwa hubungan Indonesia–Rusia tetap strategis di tengah dinamika global.

    Tabel: Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto

    No

    Tanggal (perkiraan)

    Negara

    Kota

    Jenis kunjungan / Agenda utama

    Hasil / catatan ringkas

    1

    8–10 Nov 2024

    China (RRC)

    Beijing

    Kunjungan kerja/kenegaraan: pertemuan bilateral dengan pimpinan RRT; agenda investasi & kerja sama

    Penandatanganan nota/kerja sama ekonomi — bagian dari lawatan pembukaan rangkaian kunjungan luar negeri perdana.

    2

    10–12 Nov 2024

    Amerika Serikat

    Washington, D.C.

    Pertemuan bilateral dengan pejabat AS (agenda: hubungan bilateral, investasi)

    Pertemuan tingkat tinggi; bagian dari lawatan multinegara.

    3

    12–16 Nov 2024

    Peru

    Lima

    Hadir pada rangkaian kegiatan APEC 2024

    Partisipasi pada forum APEC; pertemuan multilateral & bilateral.

    4

    16–20 Nov 2024

    Brasil

    Rio de Janeiro

    Hadir pada KTT G20 / forum bilateral Indonesia-Brasil

    Forum investasi dan business forum; agenda perdagangan.

    5

    20–23 Nov 2024

    Britania Raya

    London

    Kunjungan bilateral / pertemuan dengan pemimpin UK

    Agenda: pertemuan tingkat tinggi (termasuk pertemuan protokoler dengan tokoh UK).

    6

    23–24 Nov 2024

    Uni Emirat Arab

    Abu Dhabi

    Pertemuan bilateral tingkat tinggi

    Penguatan kerja sama ekonomi/strategis.

    7

    23–27 Jan 2025

    India

    New Delhi

    Kunjungan kenegaraan; Chief Guest peringatan Hari Republik India

    Penandatanganan serangkaian MoU kerja sama, perbincangan pertahanan, ekonomi, kesehatan.

    8

    19 May 2025

    Thailand

    Bangkok

    Kunjungan kenegaraan resmi — peningkatan hubungan jadi Strategic Partnership

    Pengumuman peningkatan hubungan menjadi Strategic Partnership dan beberapa MoU kerjasama.

    9

    18–20 Jun 2025

    Rusia

    St. Petersburg

    Kunjungan resmi / pertemuan bilateral (ikut forum/agenda ekonomi)

    Pertemuan dengan Presiden Putin; pernyataan kemitraan strategis dan beberapa nota kerja sama.

    10

    17–18 Jun 2025*

    Republik Ceko (transit)

    Praha

    Transit resmi / pertemuan transit dengan pejabat

    Catatan transit/protokoler (dilaporkan dalam ringkasan kunjungan Eropa).

    11

    1–3 Jul 2025

    Arab Saudi

    Jeddah / Riyadh

    Kunjungan kenegaraan awal lawatan luar negeri (agenda kerja sama, diplomasi haji/energi)

    Dialog strategis, pertemuan tingkat tinggi; rencana tindak lanjut kerja sama.

    12

    13–15 Jul 2025

    Prancis

    Paris

    Kunjungan kenegaraan / menghadiri peringatan Bastille Day (undangan) & pertemuan bilateral

    Penguatan kemitraan strategis; serangkaian pertemuan tingkat tinggi, penghargaan diplomatik (liputan luas).

    13

    (Juni–Jul 2025) — rangkaian Eropa

    Beberapa kota Eropa

    Paris, (kunjungan lain tercatat)

    Rangkaian pertemuan dengan pemimpin Uni Eropa dan negara Eropa

    Pertemuan multilater/ bilateral; penguatan kerja sama perdagangan dan pertahanan.

    14

    Sep 2025 (mid-Sep)

    Jepang

    Osaka

    Kunjungan/kunjungan resmi dan meninjau Paviliun Indonesia di Expo Osaka 2025

    Kunjungan pameran, promosi investasi dan budaya.

    15

    20–23 Sep 2025

    Amerika Serikat

    New York 

    Hadir di Sidang Umum PBB (debate general) → lanjut ke Ottawa (pertemuan bilateral)

    Pidato di Sidang Umum PBB; pertemuan bilateral di Ottawa dan pengumuman investasi/kerja sama.

    16

    24 Sep 2025

    Kanada

    Ottawa

    Melakukan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Mary Simon dan Perdana Menteri Mark Carney

    Menyaksikan penandatanganan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), serta membahas isu perdagangan, pertahanan, hubungan masyarakat, Indo-Pasifik, dan Palestina

    17

    25—26 Sep 2025

    Belanda

    Amsterdam

    Melakukan pertemuan resmi dengan Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch

    Membahas penguatan hubungan bilateral dan kerja sama strategis Indonesia–Belanda.

    18

    13 Okt 2025

    Mesir

    Sharm El-Sheikh

    Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Abdel Fattah El-Sisi di Istana Al Ittihadiyah,

    Membahas isu kemanusiaan dan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dalam rangka memperkuat diplomasi regional dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Mesir.

    19

    25—28 Okt 2025

    Malaysia

    Kuala Lumpur

    Melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 Asean

    Berpartisipasi dalam sesi pembukaan, penandatanganan pengukuhan Timor Leste sebagai anggota penuh Asean, sejumlah pertemuan pleno dan bilateral, serta menyampaikan komitmen Indonesia terhadap penguatan kerja sama kawasan, inklusivitas, keberlanjutan, dan pengembangan ekonomi digital

    20

    30 Okt—1 Nov 2025

    Korea Selatan

    Gyeongju

    Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Lee Jae-myung

    Membahas kerja sama ekonomi dan pertahanan termasuk proyek KF-21 Boramae, serta menghadiri jamuan kenegaraan

    21

    11-12 Nov 2025

    Australia

    Sydney

    Menghadiri upacara kenegaraan, bertemu Perdana Menteri Anthony Albanese untuk membahas penguatan kemitraan strategis serta kerja sama ekonomi, pendidikan, dan pertahanan, meninjau kapal HMAS Canberra

    Mengumumkan poin substantif perjanjian keamanan bilateral baru, dan menghadiri jamuan serta pertemuan dengan sejumlah tokoh Australia

    22

    8—9 Des 2025

    Pakistan

    Islamabad

    Memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Asif Ali Zardari, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dan pimpinan militer Pakistan,

    Menandatangani sejumlah nota kesepahaman yang mencakup bidang perdagangan, pertahanan, kesehatan, pendidikan, teknologi, dan kerja sama budaya

    23

    10 Des 2025

    Rusia

    Moskow

    Melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin

    Membahas penguatan kerja sama strategis Indonesia–Rusia di bidang politik, ekonomi, energi, dan perdagangan

    Sumber: berbagai sumber diolah penulis secara mandiri

  • China Gelar Latihan Perang di Sekitar Taiwan, Trump Bilang Gini

    China Gelar Latihan Perang di Sekitar Taiwan, Trump Bilang Gini

    Beijing

    China menggelar latihan perang di sekitar Taiwan selama dua hari terakhir, yang bertujuan menyimulasikan blokade pelabuhan di Taipei dan serangan terhadap target maritim. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan reaksi santai, dengan mengatakan dirinya tidak khawatir dengan latihan tersebut.

    Latihan perang selama dua hari ini, yang diberi kode “Misi Keadilan 2025”, dimulai pada Senin (29/12) kemarin dan dikecam oleh Taiwan sebagai “intimidasi militer”.

    China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya dan menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan militer dalam merebut pulau yang memiliki pemerintahan demokratis tersebut.

    Dalam latihan hari kedua, seperti dilansir AFP, Selasa (30/12/2025), militer China meluncurkan serentetan rudal dan mengerahkan puluhan jet tempur serta kapal angkatan laut ke sekitar Taiwan.

    Sejumlah jurnalis AFP di Pingtan — pulau China yang terletak paling dekat dengan daratan utama Taiwan — melihat rentetan roket melesat ke udara pada Selasa (30/12) pagi, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, meninggalkan jejak asap putih.

    Setidaknya 10 roket diluncurkan, berselang beberapa dekat satu sama lain, dengan masing-masing peluncuran roket mengirimkan suara dentuman yang menggema di seluruh Pingtan.

    Tak lama kemudian, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) — nama resmi militer China — merilis pernyataan mengumumkan aktivitas latihan militernya.

    “Pada pukul 09.00 waktu setempat, 30 Desember, pasukan darat Komando Teater Timur PLA melakukan latihan tembak langsung jarak jauh di perairan sebelah utara pulau Taiwan dan mencapai efek yang diinginkan,” demikian pernyataan PLA.

    China mengatakan pada Selasa (30/12) pagi bahwa mereka mengerahkan kapal-kapal penghancur, kapal fregat, jet tempur dan pesawat pengebom “untuk melakukan latihan mengenai identifikasi dan verifikasi, peringatan dan pengusiran, simulasi serangan, serangan terhadap target maritim, serta operasi antiudara dan antikapal selam”.

    Pernyataan dari Komando Teater Timur PLA menyebut latihan di perairan utara dan selatan Taiwan “menguji kemampuan koordinasi laut-udara dan blokade serta kontrol terpadu”.

    Trump Bilang Tak Khawatir dengan Latihan Perang China

    Trump, dalam tanggapannya, mengatakan dirinya tidak khawatir dengan latihan perang yang digelar China di sekitar Taiwan, yang melibatkan tembakan langsung. Trump seolah-olah menepis kemungkinan Presiden China Xi Jinping akan memerintahkan invasi terhadap Taipei.

    “Saya memiliki hubungan yang baik dengan Presiden Xi. Dan dia belum memberitahu saya apa pun tentang hal itu. Saya tentu saja telah melihatnya,” ucapnya kepada wartawan ketika ditanya soal latihan militer China.

    “Saya tidak percaya dia akan melakukannya,” tegas Trump, merujuk pada invasi China ke Taiwan.

    Saat ditanya lebih lanjut soal apakah latihan perang China itu membuatnya khawatir, Trump menjawab: “Tidak, tidak ada yang membuat saya khawatir.”

    “Mereka telah melakukan latihan angkatan laut selama 20 tahun di area tersebut. Sekarang orang-orang menanggapinya sedikit berbeda,” sebutnya.

    Sementara itu, Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan pada Selasa (30/12) bahwa pihaknya tidak akan “meningkatkan konflik” atau memprovokasi perselisihan. Sehari sebelumnya, kantor kepresidenan Taiwan menuduh China menunjukkan “pengabaian terhadap norma internasional dan penggunaan intimidasi militer untuk mengancam negara-negara tetangga”.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/dhn)