Tag: Widyawati

  • RI Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk usai Heboh Lonjakan Kasus HMPV di China

    RI Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk usai Heboh Lonjakan Kasus HMPV di China

    Jakarta

    Wabah virus human metapneumovirus (HMPV) yang sedang merebak di china telah menjadi perhatian internasional dalam beberapa waktu terakhir. Virus ini menyebar sangat luas dan cepat, memicu lonjakan kasus yang signifikan di China bagian utara.

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah risiko penularan virus ini.

    Juru Bicara Kemenkes RI, drg Widyawati, MKM, menjelaskan bahwa langkah-langkah preventif seperti menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum dapat membantu mengurangi risiko tertular penyakit menular.

    “Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan berbagai virus yang berpotensi mengancam kesehatan,” jelas Widyawati seperti keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (14/01/2024).

    Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain. Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).

    “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif yang efektif. Upaya ini dilakukan agar virus ini tidak masuk ke Indonesia,” tambah Widyawati.

    Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Meski demikian, perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.

    Kemenkes mengajak masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi terkait perkembangan virus ini. Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menerapkan langkah pencegahan dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

    (suc/suc)

  • Wabah Virus HMPV Merebak, Kemenkes Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan

    Wabah Virus HMPV Merebak, Kemenkes Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan

    Jakarta, Beritasatu.com – Wabah virus Human metapneumovirus (HMPV) saat ini tengah merebak di Tiongkok dan menjadi perhatian internasional dalam beberapa waktu terakhir. Virus tersebut menyebar dengan cepat dan luas, menyebabkan lonjakan kasus yang signifikan di wilayah China bagian utara.

    Kementerian Kesehatan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah risiko penularan virus ini.

    Juru Bicara Kemenkes drg Widyawati menyatakan, langkah-langkah preventif seperti menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum dapat membantu mengurangi risiko tertular penyakit menular.

    “Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski demikian, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan berbagai virus yang berpotensi mengancam kesehatan,” jelas Widyawati kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (3/1/2025).

    Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain. Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza like illness (ILI).

    “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif yang efektif. Upaya ini dilakukan agar virus ini tidak masuk ke Indonesia,” tambah Widyawati.

    HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, dengan gejala yang mirip flu biasa seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.

    Virus ini biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tetapi berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung.

    Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Meskipun demikian, perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.

    Kemenkes mengajak masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi terkait perkembangan virus HMPV ini. Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menerapkan langkah pencegahan dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

  • Apa Itu Virus HMPV China, Kenali Gejala dan Risikonya

    Apa Itu Virus HMPV China, Kenali Gejala dan Risikonya

    Jakarta

    Di China lagi ramai dengan infeksi human metapneumovirus (HMPV). Yuk kita kenali gejala dan risikonya menurut sains.

    Apa Itu HMPV

    Dilansir NDTV, Sabtu (4/1/2025) human metapneumovirus (HMPV) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan atas tetapi bisa kadang-kadang menyebabkan infeksi pernapasan bawah. HMPV umum terjadi di musim dingin dan musim semi.

    Dilansir Reuters, Badan Pengendalian Penyakit China mengatakan HMPV ikut berkontribusi dalam infeksi pernapasan di saat musim dingin kali ini. Mereka telah menetapkan protokol untuk pelaporan laboratorium dan verifikasi kasus tersebut.

    “Infeksi pernapasan musim dingin ini sebagian besar disebabkan oleh virus influenza, dengan HMPV juga ikut berkontribusi,” jelas Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China.

    Gejala Infeksi HMPV

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC China) menyatakan gejala infeksi HMPV yang kerap ditemui antara lain adalah batuk, demam, hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan mengi.

    “Kasus yang parah dapat mengakibatkan bronkitis atau pneumonia, terutama di kalangan bayi, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah,” tambah keterangan tersebut.

    Risiko Infeksi HMPV

    Menurut CDC China, mereka yang memiliki riwayat asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), atau emfisema, berisiko lebih tinggi terjangkit HMPV.

    Virus menyebar terutama melalui droplet atau aerosol dari batuk atau bersin, serta kontak dekat atau paparan lingkungan yang terkontaminasi. Masa inkubasi berkisar antara tiga hingga lima hari.

    Pencegahan Infeksi HMPV

    Rekomendasi pencegahan penularan layaknya COVID-19, yakni memakai masker di keramaian, menjaga jarak sosial, sering mencuci tangan, dan menghindari tempat ramai sebisa mungkin. Juga menjaga kebersihan, memastikan ventilasi ruangan yang baik, dan menerapkan gaya hidup sehat.

    Untuk di Indonesia, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Widyawati, menyatakan sejauh ini belum ditemukan infeksi virus seperti di China. Mengutip data World Health Organization (WHO), Widyawati menekankan lonjakan kasus influenza maupun HMPV hanya menyebar di China.

    Kasus influenza tipe A untuk varian H5N1 pernah terjadi di Indonesia, pada 2005 hingga 2017. Namun sejak 2018 belum ada kasus baru pada manusia.

    “Untuk varian H5N6 dan H9N2 dilaporkan terjadi beberapa kasus di Tiongkok tapi belum kedua varian tersebut pernah dilaporkan di Indonesia,” jelas Widyawati dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

    Saksikan juga Sosok: Karni, Pahlawan Kartu Identitas di Kampung Pemulung

    (fay/vmp)

  • HMPV Mewabah di China, Ini Pesan Kemenkes kepada WNI yang Pergi ke Luar Negeri – Halaman all

    HMPV Mewabah di China, Ini Pesan Kemenkes kepada WNI yang Pergi ke Luar Negeri – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Drg. Widyawati mengimbau, masyarakat yang hendak berpergian ke luar negeri untuk menerapkan protokol kesehatan.

    Hal ini sebagai upaya untuk mencegah penularan penyakit infeksi pernafasan HMPV atau human metapneumovirus yang sedang merebak di Tiongkok, China.

    “Jika harus bepergian ke luar negeri, pastikan untuk memeriksa situasi dan kebijakan di negara tujuan. Jangan lupa terapkan protokol kesehatan,” ungkap perempuan yang biasa disapa Wiwid ini.

    Pihaknya berharap masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap penyakit tersebut  lantaran sampai saat ini belum ditemukan di Indonesia.

    Masyarakat tetap harus menjaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) antara lain : rajin mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin atau memakai masker, serta disarankan tetap di rumah jika mengalami demam, batuk, pilek atau gejala flu.

     “Tidak perlu panik, tetapi tetap waspada, pantau perkembangan kasus melalui media terpercaya,” kata dia.

    Sebelumnya dilaporkan bahwa sejumlah RS di Tiongkok kewalahan menangani pasien HMPV yang jumlahnya naik signifikan.

    HMPV merupakan virus yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan akut.

    Gejalanya mirip dengan flu biasa namun ada pula yang mengkaitkan dengan gejala Covid-19.

    Gejalanya berupa batuk, demam, hidung berair atau tersumbat, sakit tenggorokan, mengi, sesak napas (dispnea) maupun ruam.

    HMPV sangat rentan dialami bayi, anak kecil dan siapa saja yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

    HMPV bisa mengakibatkan bronkiolitis, asma, dan pneumonia.

  • Kasus Penyakit Pernapasan ‘Ngegas’ di China, RI Gimana? Kemenkes Bilang Gini

    Kasus Penyakit Pernapasan ‘Ngegas’ di China, RI Gimana? Kemenkes Bilang Gini

    Jakarta

    Belum lama ini sebuah video ramai di media sosial menunjukkan membludaknya antrean pasien pada rumah sakit besar China. Belakangan diketahui, pasien-pasien tersebut terpapar penyakit pernapasan termasuk influenza A dan human metapneumovirus (hMPV).

    Muncul kekhawatiran kasus tersebut juga mulai menyebar luas ke luar China, termasuk Indonesia.

    Juru bicara Kementerian Kesehatan RI drg Widyawati, MKM, menyebut sejauh ini belum ditemukan wabah yang sama seperti di China. Mengutip data World Health Organization (WHO), Widyawati menekankan lonjakan kasus influenza maupun hMPV hanya menyebar di China.

    Dari data yang kami himpun khususnya dari WHO, hingga saat ini kasus influenza A dan HMPV masih menyebar di wilayah tiongkok saja

    “Kasus influenza tipe A untuk varian H5N1 pernah terjadi di Indonesia, pada 2005 hingga 2017,” terang dia dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (2/1/2025).

    “Namun sejak 2018 belum ada kasus baru pada manusia. Untuk varian h5N6 dan H9N2 dilaporkan terjadi beberapa kasus di Tiongkok tapi belum pernah dilaporkan kedua varian tersebut terjadi di indonesia,” lanjutnya.

    Pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menyebut virus influenza A maupun hMPV bukanlah virus baru. Kedua penyakit pernapasan ini sudah lama menyebar dan termasuk kategori endemik, menetap dan terus muncul di beberapa wilayah tertentu.

    Virus influenza A, menjadi salah satu varian virus yang tengah dipantau ketat lantaran diwaspadai berisiko memicu pandemi bila menyebar luas antarmanusia.

    “Ini yang dikhawatirkan kalau bicara influenza A. Jadi dikatakan serius, serius sebetulnya. Namun saat ini pada level yang belum membahayakan atau belum meningkatkan kekhawatiran sebetulnya,” katanya lagi.

    Berbeda dengan hMPV, virus pernapasan yang ditemukan pada 2001 ini sama dengan RSV atau respiratory syncytial virus. Lebih rentan menyerang anak-anak, tetapi bisa juga menular di kelompok dewasa saat imunitas mereka menurun.

    “Nah kalau sampai ke Indonesia bicara dua penyakit ini ya tentu tetap ada kasus impor. Terutama melalui pelancong internasional atau pelaku perjalanan khususnya berarti dari Asia Timur itu,” tuturnya.

    “Namun dengan sekali lagi pengendalian perbatasan dan protokol kesehatan tentu risiko wabah besar bisa diminimalkan. Apalagi di Indonesia harusnya orang sudah mulai terbiasa untuk update atau booster imunitas dengan vaksinasi,” pungkas dia.

    (naf/kna)

  • RS di China Kewalahan, Pasien Influenza A dan HMPV Melonjak, Kemenkes: Belum Terdeteksi di Indonesia – Halaman all

    RS di China Kewalahan, Pasien Influenza A dan HMPV Melonjak, Kemenkes: Belum Terdeteksi di Indonesia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus infeksi Influenza A dan HMPV atau human meta pneumo virus sedang merebak di China. 

    Sejumlah rumah sakit bahkan kewalahan karena jumlah pasien naik signifikan.

    Gejala kedua penyakit itu mirip dengan Covid-19 yakni demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan maupun sulit bernapas. Otoritas pengendalian penyakit China pada akhir Desember lalu mengumumkan, tengah menguji coba sistem pemantauan khusus untuk pneumonia yang belum diketahui penyebabnya.

    Influenza A merupakan influenza yang paling umum terjadi di negara Tirai Bambu dan sekitarnya. Kondisi ini selalu terjadi di akhir tahun, lantaran di sana sedang musim dingin.

    Penyakit bisa sembuh dengan sendirinya seiring kekebalan tubuh seseorang makin membaik. Sementara HMPV merupakan virus yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan akut.

    HMPV rentan dialami bayi, anak kecil dan siapa saja yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah. HMPV bisa mengakibatkan bronkitis, asma, dan pneumonia.

    Melihat kondisi ini, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menyarankan lima hal yang perlu dipersiapkan Indonesia untuk menghadapi penyakit-penyakit tersebut.

    Pertama, survailans dan deteksi dini merupakan kunci utama pengendalian penyakit menular. “Ini suatu langkah yang amat baik, dan perlu juga dipertimbangkan di negara kita, baik untuk infeksi pernapasan sampai pneumonia maupun penyakit menular lainnya,” kata dia di Jakarta, Rabu (1/1/2025).

    Kedua, tentang inluenza A selalu ada fluktuasi peningkatannya dari waktu ke waktu di berbagai belahan dunia. 

    Karena itulah WHO selalu mengkompilasi data ini dan diumumkan agar negara-negara dapat mengambil langkah yang diperlukan.

    Ketiga  terkait, HMPV (human meta pneumo virus) bukanlah penyakit baru di China. Karena sudah banyak diulas tentang pola epidemiologik dan karakteristik genetikanya.

    Sehingga bisa jadi panduan pemerintah China untuk program pengendalian dan bahkan proses vaksinasinya kelak. 

    “Akan baik kalau pola epidemiologik dan genetik berbagai penyakit menular Indonesia juga dipublikasikan dalam jurnal ilmiah resmi seperti ini untuk jadi panduan pula,” terang Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes ini.

    Terakhir, menjaga dan meningkatkan pengendalian penyakit menular, mulai dari tingkat dasar yaitu pemahaman dan pola hidup masyarakat, lalu vaksinasi, lalu surveilans dan deteksi dini dan belakangan lalu penangannan kasus dan kontaknya.

    Dalam hal ini perlu diingatkan kembali bahwa promotif preventif amatlah perlu, jangan hanya bertumpu ke penanganan kasus yang sudah sakit saja. 

    Terpisah, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Drg. Widyawati menuturkan, kasus infeksi Influenza A dan HMPV atau human meta pneumo virus yang sedang merebak di China belum ditemukan di Indonesia. “Saat ini belum ditemukan di Indonesia,” kata dia.

    Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) antara lain : rajin mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin atau memakai masker, serta disarankan tetap di rumah jika mengalami demam, batuk, pilek atau gejala flu.

    “Tidak perlu panik, tetapi tetap waspada, pantau perkembangan kasus melalui media terpercaya. Jika harus bepergian ke luar negeri, pastikan untuk memeriksa situasi dan kebijakan di negara tujuan. Jangan lupa terapkan protokol kesehatan,” ungkap perempuan yang biasa disapa Wiwid ini. 

    Gejala Mirip Covid-19

    Gejala HMPV mirip Covid-19, seperti batuk, demam, hidung tersumbat, mengi, serta bronkitis atau pneumonia. Hingga kini, belum ada vaksin berlisensi untuk mengatasi HMPV. 

    Sementara flu burung atau Influenza A yang menyerang warga China berasal dari subtipe antara lain H1N1 dan H9N2.

    Ilustrasi  (Freepik.com)

    Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman membenarkan bahwa virus Influenza A dan HMPV tengah merebak di China. 

    “Influenza A itu salah satu penyebab flu musiman, bukan virus baru ya. Virus ini endemi dan sangat menular,” ujar Dicky.

    Menurut Dicky, penderita Influenza A akan mengalami infeksi saluran pernapasan atas dan bawah. 

    Gejalanya berupa demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan. Dia mengungkapkan, Influenza A termasuk wabah yang dipantau ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebab, ada kondisi-kondisi yang membuatnya bisa menjadi pandemi. 

    “Jika varian barunya (Influenza A) muncul yang bisa menyebar luas di kalangan manusia. Ini yang dikhawatirkan,” lanjutnya.

    Meski Influenza A termasuk kondisi serius, Dicky menekankan, penularan wabah tersebut saat ini belum dalam level yang sangat membahayakan. 

    Sementara itu, lanjutnya, HMPV termasuk virus pernapasan mirip Respiratory Syncytial Virus (RSV)  yang diidentifikasi sejak 2001.

    Penularan Influenza A dan HMPV dapat melalui droplets atau percikan air liur saat penderita virus tersebut batuk, bersin, atau bicara. 

    Virus ini juga bisa disebarkan lewat kontak langsung dengan orang terinfeksi atau sentuhan barang yang terkontaminasi. “Ini mirip penularan Covid-19,” tegas Dicky.(Tribun Network/rin/kps/wly)

  • Kasus Infuenza A dan HMPV Merebak di Cina, Bagaimana Kondisi di Indonesia? – Halaman all

    Kasus Infuenza A dan HMPV Merebak di Cina, Bagaimana Kondisi di Indonesia? – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Drg Widyawati menuturkan, kasus infeksi Influenza A dan HMPV atau human meta pneumo virus yang sedang merebak di Cina belum ditemukan di Indonesia.

    Pihaknya berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kedua penyakit tersebut.

    “Saat ini belum ditemukan di Indonesia,” kata dia saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (1/1/2025).

    Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) antara lain  rajin mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin atau memakai masker, serta disarankan tetap di rumah jika mengalami demam, batuk, pilek atau gejala flu.

    “Tidak perlu panik, tetapi tetap waspada, pantau perkembangan kasus melalui media terpercaya. Jika harus bepergian ke luar negeri, pastikan untuk memeriksa situasi dan kebijakan di negara tujuan. Jangan lupa terapkan protokol kesehatan,” ungkap perempuan yang biasa disapa Wiwid ini.

    Diketahui sebelumnya, sejumlah rumah sakit di Beijing kewalahan karena jumlah pasien yang mengidap influenza A dan HMPV naik signifikan.

    Gejala penyakit infleunza A dan HMPV mirip dengan Covid-19 yakni demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan maupun sulit bernafas.

    Otoritas pengendalian penyakit Cina pada akhir Desember lalu mengumumkan, tengah menguji coba sistem pemantauan khusus untuk pneumonia yang belum diketahui penyebabnya.

    Influenza A merupakan influenza yang paling umum terjadi di negara Tirai Bambu dan sekitarnya.

    Kondisi ini selalu merebak di akhir tahun, lantaran di sana sedang musim dingin.

    Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya seiring kekebalan tubuh seseorang makin membaik.

    Sementara HMPV merupakan virus yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan akut.

    HMPV sangat rentan dialami bayi, anak kecil dan siapa saja yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

    HMPV bisa mengakibatkan bronkiolitis, asma, dan pneumonia.

  • 1.574 Pos Pelayanan Kesehatan di Sepanjang Jalur Mudik Libur Nataru Siap Siaga 24 Jam – Halaman all

    1.574 Pos Pelayanan Kesehatan di Sepanjang Jalur Mudik Libur Nataru Siap Siaga 24 Jam – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyiapkan sebanyak 1.574 pos pelayanan kesehatan dalam menghadapi libur Natal 2024 dan Tahun 2025.

    Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Drg. Widyawati menuturkan, pos-pos tersebut akan disiagakan pada 19 Desember 2024 – 3 Januari 2025 di sepanjang jalur mudik dan arus balik.

    “Pos-pos pelayanan kesehatan siap-siaga untuk 24 jam,” ujar perempuan yang biasa disapa Wiwid saat berbincang di kantor Tribunnews.com Jakarta, Senin (23/12/2024).

    Selain itu, pos pelayanan kesehatan juga ada lokasi wisata sesuai dengan waktu kunjungan wisata pada tempat wisata tersebut.

    “Nantinya Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota membentuk Tim untuk melakukan verifikasi dan validasi pelaporan dari pos pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing,” ungkap dia.

    Kemenkes juga mengoptimalkan 13.865 fasyankes yang terdiri dari 3.214 RS, 10.212 Puskesmas, 51v Balai Kekarantinaan Kesehatan, 119 Public Safety Center, 17 Province Command Center.

    Informasi terkait penyelenggaraan kegiatan kesiapsiagaan dapat diakses sebagai berikut:

    Informasi kegiatan dapat diperoleh melalui Halo Kemkes Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, melalui nomor telepon 1500-567, SMS: 081281562620, Surat elektronik: kontak@kemkes.go.id, IG: kemenkes_ri, X: @KemenkesRI, FB: Kementerian Kesehatan RI. b. Untuk akses kegawatdaruratan medis dapat menghubungi call center 119 extension 0. c. Untuk pelaporan kejadian bencana dapat menghubungi call center pusat krisis kesehatan telepon dan/atau WA 0811-163-119.

     

     

  • Waspada Penyakit Pernafasan dan Pencernaan saat Liburan, Jubir Kemenkes Bagikan Kiat Mencegahnya – Halaman all

    Waspada Penyakit Pernafasan dan Pencernaan saat Liburan, Jubir Kemenkes Bagikan Kiat Mencegahnya – Halaman all

    Waspada Penyakit Pernafasan dan Pencernaan saat Liburan, Jubir Kemenkes Bagikan Kiat Mencegahnya

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Drg. Widyawati mengungkapkan, penyakit pernafasan dan pencernaan menjadi penyakit yang sering dialami pada masa liburan.

    Ia mengatakan, liburan yang seharusnya untuk melepas penat sering kali diiringi dengan kerentanan tertular atau mengalami sakit.

    Hal ini karena adanya perubahan pola makan, aktivitas maupun berinteraksi dengan banyak orang di satu waktu.

    Penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri ini mudah menular melalui droplet sehingga menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.

    Karena itu, perempuan yang biasa disapa Wiwid ini mengatakan jika mengalami gejala maka disiplinkan diri dengan memakai masker saat berada di luar ruangan.

    “Saat mempunyai gejala itu, ayo disiplin pada diri sendiri. Minum obat dan kemudian pakai masker. Jangan sampai orang lain ingin bahagia berwisata ternyata tertular,” kata dia di kantor Tribunnews.com Jakarta, Senin (23/12/2024).

    Kemudian penyakit pencernaan yakni Gastritis atau yang umum dikenal oleh kalangan masyarakat dengan sebutan maag adalah penyakit yang sering terjadi saat musim liburan.

    Ia mengatakan, kondisi ini terjadi karena di masa liburan pola makan menjadi berantakan serta tidak terkontrol.

    “Jangan lupa untuk menjaga pola makan dan mencukupi kebutuhan cairan di tubuh, karena ini juga harus dilakukan. Pastikan juga konsumsi makanan yang bersih dan bergizi agar terhindar dari sakit lambung,” tutur Wiwid.

    Masalah pencernaan lain yang kerap terjadi adalah diare, muntah dan mual karena konsumsi makanan yang tidak sehat dan terkontaminasi.

    Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan serta menjaga kebersihan diri.

    “Jangan lupa untuk menyempatkan olahraga saat berlibur untuk menambah daya tahan tubuh,” ujarnya.

    Dirinya mengingatkan, bagi yang berencana berlibur mengajak orang tua yang lanjut usia (lansia) maupun memiliki penyakit komorbid ada baiknya untuk memastikan kesehatan mereka dalam keadaan sehat dan terkontrol.

    “Terutama bagi lansia dan orang dengan komorbid yang hendak liburan. Sebaiknya dicek kesehatan. Karena saat berada di kerumunan maupun aktivitas di luar ruangan maka mereka mudah sekali tertular penyakit. Pastikan juga konsumsi makanan sehat dan cukupi asupan cairan, karena kalau sakit lalu liburan itu tidak enak,” pesannya.

     

     

     

  • Tips Menikmati Liburan Natal dan Tahun Baru dari Kemenkes: Perhatikan Benda-Benda Ini – Halaman all

    Tips Menikmati Liburan Natal dan Tahun Baru dari Kemenkes: Perhatikan Benda-Benda Ini – Halaman all

    Tips Menikmati Liburan Natal dan Tahun Baru dari Kemenkes: Perhatikan Benda-Benda Ini

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah di depan mata.

    Ada banyak cara untuk merayakannya.

    Seperti pergi liburan.

    Tidak hanya menyiapkan keuangan maupun perlengkapan liburan, tubuh yang sehat nan fit juga perlu disiapkan agar liburan terasa asyik dan makin menyenangkan.

    Berikut adalah persiapan liburan sehat ala Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI):

    1.       Menjaga kondisi fisik

    Juru bicara Kemenkes RI Drg. Widyawati mengatakan, ketika hendak pergi berlibur pastikan fisik benar-benar sehat agar merasa nyaman selama perjalanan serta di tempat tujuan wisata.

    Ada baiknya melakukan pengecekan kesehatan misalkan tekanan darah, kadar kolesterol maupun kadar gula darah.

    Hal ini guna memastikan tubuh dalam keadaan baik dan jika memiliki komorbid maka penyakit tersebut harus dalam keadaan terkontrol.

    “Saat pergi berlibur, usahakan dalam keadaan sehat, apalagi perginya jauh, misalnya keluar negeri sebaiknya dicek ya, apakah tekanan darah dalam posisi yang bagus dan normal?. Kemudian penyakit-penyakit komorbid juga terkontrol. Sehingga harus rutin untuk mengecek,” kata dia di kantor Tribunnews.com Jakarta, Senin (23/12/2024).

    2.       Memperhatikan Asupan

    Gastritis atau yang umum dikenal oleh kalangan masyarakat dengan sebutan maag adalah penyakit yang sering terjadi saat musim liburan.

    Perempuan yang biasa disapa Wiwid ini mengatakan, kondisi ini terjadi karena di masa liburan pola makan menjadi berantakan serta tidak terkontrol.

    “Jangan lupa untuk menjaga pola makan dan mencukupi kebutuhan cairan di tubuh, karena ini juga harus dilakukan. Pastikan juga konsumsi makanan yang bersih dan bergizi agar terhindar dari sakit lambung,” tutur Wiwid.

    Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan untuk mencegah penyakit dan juga menjaga kebersihan diri.

    3.       Bawa bekal obat-obatan pribadi

    Jika saat berlibur sakit maka gunakanlah masker agar menghindari penyakit seperti flu menular kepada orang lain.

    Selain itu, siapkan obat-obatan pribadi selama berlibur.

    Ia mengatakan, bagi mereka yang memiliki penyakit komorbid seperti jantung, kolesterol maupun diabetes memerlukan obat yang diminum secara rutin agar penyakit tersebut dalam keadaan terkontrol.

    Karenanya membawa bekal obat-obatan pribadi menjadi persiapan yang tidak kalah penting.

    “Jangan lupa tetap mengatur pola makan, kebersihan diri serta menyempatkan diri untuk berolahraga  30 menit. Jalan kaki itu olahraga. Sehingga berlibur menjadi nyaman dan sehat,” pesan dia.