Tag: Widiyatmiko Nursejati

  • Ditutup Imbas Demo DPR, Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit Belum Beroperasi Normal – Page 3

    Ditutup Imbas Demo DPR, Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit Belum Beroperasi Normal – Page 3

    Sebelumnya, aksi demo yang berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR Senayan terus berlanjut hingga Jumat (29/8/2025) malam. Menyebabkan rusaknya sejumlah fasilitas hingga terbakarnya pintu tol Pejompongan.

    Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Widiyatmiko Nursejati menyampaikan, banyak fasilitas pelayanan jalan tol yang mengalami kerusakan selama aksi unjuk rasa berlangsung.

    Semisal Water Barrier, Median Concrete Barrier (MCB), CCTV jalan tol, serta terbakarnya Gerbang Tol (GT) Pejompongan yang tepat berada di seberang Gedung MPR/DPR.

    “Kebakaran ini terjadi pada pukul 21.14 WIB, namun Jasa Marga memastikan semua petugas di lokasi dalam kondisi baik dan selamat,” ujar Widiyatmiko, dikutip Sabtu (30/8/2025).

    “Jasa Marga amat menyesali segala tindakan pengrusakan yang terjadi selama aksi unjuk rasa. Jasa Marga juga meminta maaf atas ketidaknyamanan dan hambatan yang terjadi selama aksi unjuk rasa berlangsung,” ungkapnya.

    Hingga Jumat (29/8/2025) pukul 22.00 WIB, massa unjuk rasa masih memasuki area jalan tol sehingga pengalihan lalu lintas masih terus dilakukan.

    Atas diskresi Kepolisian, sejak pukul 17.13 WIB pengguna jalan dari arah Tol Jagorawi maupun Jakarta-Cikampek yang menuju ke Slipi dialihkan perjalananannya ke arah Tanjung Priok, atau diarahkan untuk menghindari ruas Tol Cawang–Tomang–Pluit untuk sementara.

    “Prioritas utama kami adalah menjaga keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, atas diskresi Kepolisian, pengalihan arus lalu lintas di Jalan Tol Dalam Kota dilanjutkan hingga malam sampai situasi kembali kondusif,” tuturnya.

  • Pintu Tol Pejompongan Terbakar Imbas Demo DPR, Semua Petugas Jalan Tol Selamat – Page 3

    Pintu Tol Pejompongan Terbakar Imbas Demo DPR, Semua Petugas Jalan Tol Selamat – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Aksi demo yang berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR Senayan terus berlanjut hingga Jumat (29/8/2025) malam. Menyebabkan rusaknya sejumlah fasilitas hingga terbakarnya pintu tol Pejompongan.

    Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Widiyatmiko Nursejati menyampaikan, banyak fasilitas pelayanan jalan tol yang mengalami kerusakan selama aksi unjuk rasa berlangsung.

    Semisal Water Barrier, Median Concrete Barrier (MCB), CCTV jalan tol, serta terbakarnya Gerbang Tol (GT) Pejompongan yang tepat berada di seberang Gedung MPR/DPR.

    “Kebakaran ini terjadi pada pukul 21.14 WIB, namun Jasa Marga memastikan semua petugas di lokasi dalam kondisi baik dan selamat,” ujar Widiyatmiko, dikutip Sabtu (30/8/2025).

    “Jasa Marga amat menyesali segala tindakan pengrusakan yang terjadi selama aksi unjuk rasa. Jasa Marga juga meminta maaf atas ketidaknyamanan dan hambatan yang terjadi selama aksi unjuk rasa berlangsung,” ungkapnya.

    Hingga Jumat (29/8/2025) pukul 22.00 WIB, massa unjuk rasa masih memasuki area jalan tol sehingga pengalihan lalu lintas masih terus dilakukan.

    Atas diskresi Kepolisian, sejak pukul 17.13 WIB pengguna jalan dari arah Tol Jagorawi maupun Jakarta-Cikampek yang menuju ke Slipi dialihkan perjalananannya ke arah Tanjung Priok, atau diarahkan untuk menghindari ruas Tol Cawang–Tomang–Pluit untuk sementara.

    “Prioritas utama kami adalah menjaga keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, atas diskresi Kepolisian, pengalihan arus lalu lintas di Jalan Tol Dalam Kota dilanjutkan hingga malam sampai situasi kembali kondusif,” tuturnya.

  • Lalin di tol Jabodetabek naik pada libur Idul Adha

    Lalin di tol Jabodetabek naik pada libur Idul Adha

    Jakarta (ANTARA) – Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division mencatat volume lalu lintas (lalin) di ruas tol wilayah Jabodetabek pada libur panjang Idul Adha naik.

    Senior General Manajer Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati mengatakan terhitung secara kumulatif sejak H-1 s.d. Hari H Idul Adha 1446 Hijriah pada periode 5 s.d. 6 Juni 2025, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat volume lalu lintas di Ruas Tol wilayah Jabodetabek.

    “Volume lalu lintas yang meninggalkan Jabodetabek menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dan menuju Puncak yang terdistribusi melaui Gerbang Tol (GT) Cengkareng dan GT Ciawi 1 total tercatat sebanyak 88.633 kendaraan atau meningkat 13,82 persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi tahun 2024 yaitu 77.873 kendaraan transaksi,” kata Widiyatmiko Nursejati di Jakarta, Sabtu.

    Pantauan volume lalu lintas transaksi di GT Cengkareng arah Bandara International Soekarno – Hatta sebanyak 50.650 kendaraan atau naik 8,82 persen dari volume lalu lintas transaksi tahun 2024 sebanyak 46.545 kendaraan.

    Tercatat masih terjadi peningkatan volume lalu lintas transaksi menuju arah Puncak melalui Gerbang Tol (GT) Ciawi 1. Tercatat sebanyak 37.983 kendaraan atau naik 21,24 persen dibandingkan lalu lintas transaksi periode yang sama tahun 2024 yaitu sebanyak 31.328 kendaraan.

    Untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan selama perjalanan Mudik, Jasa Marga telah menyiapkan beberapa titik rest area yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan.

    Untuk Ruas Tol Jagorawi arah ke Puncak, terdapat tiga rest area yaitu di KM 10, KM 35 dan KM 45, sedangkan arah sebaliknya (arah Jakarta), terdapat di KM 38 dan KM 21.

    Masyarakat diimbau agar mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan dengan memastikan kondisi kendaraan siap jalan, kondisi pengemudi yang prima, memperhatikan kecukupan BBM dan saldo e-toll untuk kenyamanan perjalanan.

    Pewarta: Aji Cakti
    Editor: Adi Lazuardi
    Copyright © ANTARA 2025

  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Tol Jabodetabek hingga Bali Padat – Page 3

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Tol Jabodetabek hingga Bali Padat – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui sejumlah anak usahanya mencatat peningkatan volume lalu lintas di berbagai ruas tol pada momen libur panjang Kenaikan Yesus Kristus. Lonjakan terjadi mulai dari di kawasan Jabodetabek, tol menuju Bandung, hingga ruas jalan tol di luar Pulau Jawa.

    Khusus di Jabodetabek dan Jawa Barat, Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) mencatat adanya lonjakan jumlah kendaraan dibanding hari normal pada Kamis, 29 Mei 2025.

    “Tercatat masih terjadi peningkatan volume lalu lintas menuju arah Puncak yang terdistribusi melalui Gerbang Tol (GT) Ciawi 1. Total tercatat sebanyak 39.378 kendaraan atau naik 27.11 persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal, yaitu 30.979 kendaraan transaksi,” terang Senior General Manager JMT Widiyatmiko Nursejati, Jumat (30/5/2025).

    Di sisi lain, Widiyatmiko menyampaikan, volume lalu lintas menuju Bandara International Soekarno Hatta dan Merak justru lebih rendah dibandingkan lalu lintas harian normal.

    Sementara itu di wilayah Jawa Barat untuk volume lalu lintas menuju Bandung dan Rancaekek, tercatat total sebanyak 67.396 kendaraan melintas.

    “Meningkat sebesar 7.61 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 62.630 kendaraan, lalu lintas ini terdistribusi melalui dua gerbang tol di Jalan Tol Padaleunyi,” jelas Widiyatmiko.

     

  • Volume Kendaraan di Tol Jabodetabek Jabar Meningkat saat Libur Paskah

    Volume Kendaraan di Tol Jabodetabek Jabar Meningkat saat Libur Paskah

    Jakarta, Beritasatu.com – Jasa Marga mencatat peningkatan volume lalu lintas kendaraan di sejumlah ruas tol di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat selama libur panjang Paskah

    “Di wilayah Jabodetabek, tercatat total 155.695 kendaraan meninggalkan kawasan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan arah Puncak, meningkat 10,52% dari volume normal sebesar 140.879 kendaraan,” kata Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati pada Jumat (18/4/2025).

    Peningkatan volume kendaraan terjadi di tiga gerbang tol utama, yakni GT Cengkareng sebanyak 83.520 kendaraan bertambah +0,90% dari 82.775. Kemudian GT Benda Utama sebanyak 33.543 kekendaraan bertambah 23,66% dari 27.125, dan terakhir GT Ciawi 1 sebanyak 38.632 kendaraan bertambah +24,70% dari 30.979.

    Sementara itu, di wilayah Jawa Barat, kendaraan menuju Bandung dan Rancaekek mencapai 76.258 unit, naik 12,21% dari volume normal 67.963 kendaraan.

    “Sedangkan kendaraan meninggalkan Bandung menuju Jakarta tercatat 62.087 unit, meningkat 12,84% dari 55.021 kendaraan,” jelasnya.

    Distribusi kendaraan melalui dua gerbang tol utama, yakni GT Cileunyi sebanyak 30.736 kendaraan ke arah Jakarta (+16,43%) dan 37.457 kendaraan ke arah Garut/Rancaekek (+27,18%) dan GT Pasteur sebanyak 31.351 kendaraan keluar Bandung (+9,53%) dan 38.801 kendaraan masuk ke Bandung (+0,76%).

    Jasa Marga mengimbau masyarakat mempersiapkan diri sebelum bepergian dengan memastikan kondisi kendaraan, pengemudi dalam keadaan prima, serta kecukupan BBM dan saldo e-toll.

    Pengguna jalan juga diingatkan untuk menggunakan satu e-toll yang sama saat memasuki dan keluar dari tol sistem tertutup seperti Cipularang, Padaleunyi, dan JORR II saat volume kendaraan meningkat.
     

  • Lalin Arus Balik ke Jakarta Meningkat, Pergerakan Arah Puncak Masih Tinggi

    Lalin Arus Balik ke Jakarta Meningkat, Pergerakan Arah Puncak Masih Tinggi

    Bisnis.com, JAKARTA – Volume lalu lintas pergerakan arus balik Lebaran 2025 ke Jakarta terpantau meningkat sejak Jumat (4/4/2025).

    Pada saat yang sama, mobilitas menuju kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat juga masih tinggi hingga akhir pekan. 

    Berdasarkan data lalu lintas transaksi di Gerbang Tol Ruas Jabodetabek yang dikelola Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, peningkatan volume lalu lintas arus balik arah Jakarta terlihat di Ruas Tol wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

    Volume lalu lintas yang kembali ke Jabodetabek dari arah Cikampek dan Puncak terdistribusi melalui tiga Gerbang Tol (GT) yakni Halim, GT Cikunir 6 dan GT Ciawi 2 Total. Jumlahnya tercatat sebanyak 130.619 kendaraan. 

    “Atau naik 28,68% dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal yakni 101.509 kendaraan transaksi,” Senior GM Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/4/2025). 

    Berdasarkan perinciannya, peningkatan volume lalu lintas yang terjadi di GT Halkm tercatat sebanyak 67.169 kendaraan atau naik sebesar 7,52% terhadap lalu lintas transaksi normal 62.470 kendaraan.

    Kemudian, di GT Cikunir 6, volume lalu lintas transaksi arah Jakarta melalui jalan tol MBZ sebanyak 19.419 kendaraan atau naik signifikan sebesar 182,75% dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 6.868 kendaraan. 

    Selanjutnya, di GT Ciawi 2, volume lalu lintas transaksi arah Jakarta tercatat sebanyak 44.031 kendaraan atau naik sebesar 36,87% dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 32.171 kendaraan.

    Sejalan dengan itu, tercatat masih ada peningkatan volume lalu lintas transaksi yang menuju arah Puncak melalui Gerbang Tol (GT) Ciawi 1. 

    “Tercatat sebanyak 40.004 kendaraan atau naik 5,50% dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal yaitu 37.919 kendaraan,” lanjut Widiyatmiko. 

    Adapun pada pagi ini, Sabtu (5/4/2025), KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto menyebut pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way pada pukul 08.00 WIB ke arah atas atau dari Jakarta menuju Puncak.

    “Yang mana memang sejak tadi pagi kami sudah melaksanakan penerapan ganjil genap di Simpang Gadog serta pembukaan jalur contraflow dari exit Tol Ciawi sampai Km 46+400,” ujarnya kepada wartawan. 

    Ardian menyebut kepadatan sudah mulai terlihat ke arah atas pada sekitar pukul 07.00 WIB, dan terjadi antrean di Km 45+600 atau kurang lebih 2,4 Km yang akan menuju ke Puncak. 

    “Sampai pukul 07.00 WIB baik kendaraan yang naik maupun turun sudah mencapai 23.000 kendaraan,” ujarnya. 

  • 111.272 Kendaraan Tinggalkan Jakarta H-10 Lebaran

    111.272 Kendaraan Tinggalkan Jakarta H-10 Lebaran

    Jakarta

    Jasa Marga melaporkan pergerakan kendaraan H-10 Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Tercatat, sebanyak 111.272 kendaraan meninggalkan Jakarta.

    “Total kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 111.272 kendaraan atau lebih rendah 1.20% dibanding volume lalu lintas harian normal sebanyak 112.620 kendaraan,” kata Senior General Manager Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division Plaza Tol Cililitan Jakarta Widiyatmiko Nursejati dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/3/2025).

    Adapun lalu lintas terdistribusi melalui dua Gerbang Tol (GT). Rinciannya, pantauan volume lalu lintas transaksi di GT Cengkareng sebanyak 80.816 kendaraan. Angka tersebut lebih rendah 2.37% terhadap lalu lintas transaksi normal 82.775 kendaraan.

    Kemudian, volume lalu lintas transaksi di GT Benda Utama sebanyak 30.456 kendaraan atau meningkat sebesar 2.05% dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 29.845 kendaraan.

    Sementara itu, di wilayah Jawa Barat, terpantau peningkatan volume lalu lintas menuju Jakarta dan Rancaekek sekitarnya. Tercatat, 134.724 kendaraan melintas. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 1.98% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 132.113 kendaraan.

    Sedangkan volume lalu lintas menuju Bandung dari Jakarta, tercatat ada penurunan dibandingkan lalu lintas harian normal, lalu lintas terdistribusi melalui dua gerbang tol. Rinciannya, volume lalu lintas transaksi yang menuju Bandung atau Jakarta melalui GT Cileunyi tercatat 31.314 kendaraan atau naik sebesar 8.93% dibanding lalu lintas normal sebanyak 28.747 kendaraan.

    Volume lalu lintas transaksi yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 38.142 kendaraan atau lebih rendah 0.96% dibanding lalu lintas normal sebanyak 38.510 kendaraan. Sementara, volume lalu lintas transaksi GT Pasteur (masuk) meninggalkan Kota Bandung menuju Jakarta tercatat 31.294 kendaraan atau naik sebesar 0.24% dari lalin normal sebanyak 31.220 kendaraan.

    “Jasa Marga mengimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan dengan memastikan kondisi kendaraan siap jalan, kondisi pengemudi yang prima, memperhatikan kecukupan BBM dan saldo e-toll untuk kenyamanan perjalanan,” ujarnya.

    “Lakukan pembaharuan informasi rekayasa lalu lintas seperti contra flow di jalan tol dengan mengakses kanal informasi resmi milik Jasa Marga, aplikasi Travoy, Website www.jasamarga.com atau one call center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080,” imbuhnya.

    (taa/taa)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Sebanyak 111.272 Kendaraan Menuju Bandara Soekarno-Hatta pada H-10 Lebaran 2025

    Sebanyak 111.272 Kendaraan Menuju Bandara Soekarno-Hatta pada H-10 Lebaran 2025

    JAKARTA – Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat volume lalu lintas (lalin) dari Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebanyak 111.272 kendaraan pada H-10 Hari Raya Idulfitri 1446H/2025 atau Jumat 21 Maret.

    “Total kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 111.272 kendaraan atau lebih rendah 1,20 persen dibanding volume lalu lintas harian normal sebanyak 112.620 kendaraan,” ujar Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati di Jakarta, dikutip Antara, Sabtu, 22 Maret.

    Adapun lalu lintas terdistribusi melalui dua Gerbang Tol (GT). Pantauan volume lalu lintas transaksi di GT Cengkareng sebanyak 80.816 kendaraan atau lebih rendah 2,37 persen terhadap lalu lintas transaksi normal 82.775 kendaraan.

    Sedangkan volume lalu lintas transaksi di GT Benda Utama sebanyak 30.456 kendaraan atau meningkat sebesar 2,05 persen dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 29.845 kendaraan.

    Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division juga mencatat pergerakan lalu lintas kendaraan di sejumlah ruas tol wilayah Jawa Barat.

    “Untuk wilayah Jawa Barat, terpantau peningkatan volume lalu lintas menuju Jakarta dan Rancaekek sekitarnya, tercatat total sebanyak 134.724 kendaraan melintas, atau meningkat sebesar 1,98 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 132.113 kendaraan,” kata Widiyatmiko Nursejati.

    Sedangkan volume lalu lintas menuju Bandung dari Jakarta, tercatat ada penurunan dibandingkan lalu lintas harian normal, lalu lintas terdistribusi melalui dua Gerbang Tol.

    Volume lalu lintas transaksi yang menuju Bandung atau Jakarta melalui GT Cileunyi tercatat 31.314 kendaraan atau naik sebesar 8,93 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 28.747 kendaraan.

    Sedangkan, arah sebaliknya, sebanyak 33.974 kendaraan menuju wilayah Rancaekek, Garut dan sekitarnya melalui GT Cileunyi. Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut naik 1,00 persen dari lalin normal yaitu sebanyak 33.636 kendaraan.

    Sementara itu, volume lalu lintas transaksi yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 38.142 kendaraan atau lebih rendah 0,96 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 38.510 kendaraan dan volume lalu lintas transaksi GT Pasteur (masuk) meninggalkan Kota Bandung menuju Jakarta tercatat 31.294 kendaraan atau naik sebesar 0,24 persen dari lalin normal sebanyak 31.220 kendaraan.

    Jasa Marga mengimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan dengan memastikan kondisi kendaraan siap jalan, kondisi pengemudi yang prima, memperhatikan kecukupan BBM dan saldo e-toll untuk kenyamanan perjalanan.

    Jasa Marga juga mengimbau kepada pengguna jalan hanya menggunakan 1 e-toll yang sama untuk pembayaran di jalan tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi serta Jalan Tol JORR II, 1 e-toll untuk bertransaksi ketika tapping di gerbang tol masuk dan menggunakan e-toll yang sama juga untuk tapping di gerbang tol keluar.

  • Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran, Jasa Marga: KM 100 – 90 Cipularang Rawan Kecelakaan

    Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran, Jasa Marga: KM 100 – 90 Cipularang Rawan Kecelakaan

    JABAR EKSPRES – PT Jasa Marga Tollroad, melaporkan Kilometer atau KM 100 – 90 ruas Tol Cipularang menjadi salah satu titik rawan kecelakaan saat arus mudik dan balik lebaran 2025 berlangsung.

    Hal ini diungkapkan langsung oleh Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional, Widiyatmiko Nursejati, saat konferensi pers arus mudik dan balik lebaran 2025 di Office 3 Jasa Marga Tollroad, Pasteur, Kota Bandung, Jum’at (21/3) kemarin.

    Menurut Widiyatmoko, untuk mengantisipasi hal tersebut, selama arus mudik dan balik lebaran 2025, pihaknya kini telah menyediakan jalur penyelamat darurat yang ditempatkan di KM 91 – 92.

    Selain itu, untuk meminimalisir potensi kecelakaan tersebut, pihaknya juga telah memasang dan melakukan penambangan rambu-rambu mulai dari papan pemberitahuan hingga pembatasan jalan.

    BACA JUGA: Kecelakaan di Flyover Pasupati Bandung, Honda Brio Terbalik Usai Ditabrak Suzuki Pick Up

    “Jadi untuk penanganan kecelakaan di ruas (Tol) Cipularang ini kemarin sudah kami tambahkan penanganan parlening sepanjang KM 100 sampai dengan 90. Lalu diluar itu juga ada beberapa pembatas jalan yang saat ini menggunakan cone di bahu jalan, itu sudah kami ganti menjadi water barrier guna bisa meminimalisir potensi kecelakaan tersebut,”  ungkapnya.

    Dengan adanya pembatasan kendaraan khususnya kepada sumbu tiga selama arus mudik dan balik berlangsung, Widyatmoko juga berharap dapat meminimalisir atau mengantisipasi kecelakaan yang sering terjadi di KM 100 – 90 ruas Tol Cipularang tersebut.

    “Mudah-mudahan dengan adanya pembatasan kendaraan golongan 3 (sumbu tiga)  selama libur lebaran ini dan  kesiapsiagaan dari masyarakat, itu sangat membantu baik dari sisi kamu layanan jalan tol maupun masyarakat untuk meminimalisir potensi kecelakaan yang ada,” pungkasnya.

    Sebelumnya, untuk meminimalisir kecelakaan dan kepadatan arus lalu lintas selama mudik dan balik lebaran 2025 berlangsung, Kepolisian Daerah Jawa Barat atau Polda Jabar melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) melarang kendaraan sumbu tiga beroperasi.

    BACA JUGA: Polisi Usut Dugaan Pembakaran Kantor Bank Hana oleh Demonstran di Bandung

    Hal ini diungkapkan Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Doni Darjanto saat ditemui di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (20/3) kemarin.

    “Untuk kendaraan angkutan barang, pemerintah pusat telah menghimbau dan melarang semua kendaraan sumbu tiga mulai dari tanggal 24 Maret sampai tanggal 8 April (2025) untuk tidak memasuki jalan alteri maupun tol,” ucapnya.(San)

  • Hadapi Arus Mudik 2025, Ini Beberapa Potensi Kepadatan di Tol Cipularang – Padaleunyi

    Hadapi Arus Mudik 2025, Ini Beberapa Potensi Kepadatan di Tol Cipularang – Padaleunyi

    JABAR EKSPRES – PT Jasa Marga Tollroad, mengaku saat ini telah melakukan pemetaan terhadap titik atau lokasi rawan kepadatan di ruas Tol Cipularang – Padaleunyi saat arus mudik maupun balik 2025 berlangsung.

    Seperti halnya di ruas Tol Cipularang, Senior General Manager PT Jasa Marga Tollroad, Widiyatmiko Nursejati menyebut bahwa kepadatan arus kendaraan diprediksi akan terjadi di Rest Area Kilometer (KM) 72 dan 88 menuju Bandung dari arah Gerbang Tol (GT) Kalitama saat arus mudik maupun balik tersebut berlangsung.

    “Kemudian yang ke arah Jakarta lebih banyak lagi kepadatannya pada arus balik,  itu dari arah Pasteur akan bertemu di KM 125, dan bertemu di rest area antara kendaraan yang dari arah Bandung, dari Cileunyi menuju Jakarta itu potensi terjadi kepadatan di interchange Pasteur,” katanya di Office 3 Jasa Marga Tollroad, Pasteur, Kota Bandung, Jum’at (21/3).

    BACA JUGA: Mudik Lebaran, Pemkot Bandung Siapkan Bus Gratis hingga Larang ASN Pakai Mobil Dinas

    Tak hanya di titik tersebut, Widiyatmoko memprediksi kepadatan kendaraan juga berpotensi terjadi di lokasi lain yakni seperti di Rest Area KM 97 dan 88.

    Widyatmoko menjelaskan, dilokasi atau Rest Area KM 97 dan 88 ini biasanya banyak pemudik yang memanfaatkan waktu untuk beristirahat.

    “Lalu ada juga potensi di (GT) Kalihurip Utama KM 66, itu akibat terjadinya emarging ruas tol Jakarta Cikampek bilamana pada periode arus balik bertemu bersamaan dengan Dawuan tersebut,” ujarnya.

    BACA JUGA: Jumlah Pemudik Lebaran 2025 Diprediksi Meningkat, Dishub KBB Siapkan Hal Ini

    Maka dari itu, untuk mengantisipasi terjadinya potensi kepadatan tersebut, Widyatmoko menuturkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk menerapkan kebijakan penguraian arus, salah satunya pengaturan buka tutup.

    “Rekayasanya nanti dilakukan pengaturan buka tutup di sadang dapat dialihkan ke Japek 2 selatan atau dialihkan keluar Sadang. Tapi kami berusaha untuk tetap menjaga kelancaran di KM 66,” pungkasnya.(San).