Tag: Volodymyr Zelensky

  • Zelensky Bakal Bertemu Trump Bahas Proposal Akhiri Konflik dengan Rusia

    Zelensky Bakal Bertemu Trump Bahas Proposal Akhiri Konflik dengan Rusia

    Jakarta

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan itu dalam rangka mendapatkan persetujuan presiden AS mengenai proposal baru untuk mengakhiri konflik yang hampir empat tahun berlangsung dengan Rusia.

    Dilansir AFP, Minggu (28/12/2025), terdapat rencana 20 poin, yang muncul dari negosiasi intensif AS-Ukraina selama beberapa minggu. Namun draft rencana 20 poin itu belum mendapat persetujuan Moskow.

    Zelensky dan Trump akan melakukan pertemuan tatap muka di kediaman mewah Trump di Mar-a-Lago, Florida pada Minggu. Pertemuan tersebut dilakukan usai Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran di Kyiv.

    Pertemuan itu akan menjadi pertemuan tatap muka pertama mereka sejak Oktober, ketika presiden AS menolak permintaan Zelensky untuk rudal Tomahawk jarak jauh.

    Selama singgah di Kanada, Zelensky mengatakan dia berharap pembicaraan tersebut akan sangat konstruktif. Zelensky mengatakan pemimpin Rusia Vladimir Putin telah menunjukkan niatnya dengan serangan terbaru di ibu kota Ukraina.

    “Serangan ini sekali lagi merupakan jawaban Rusia atas upaya perdamaian kita. Dan ini benar-benar menunjukkan bahwa Putin tidak menginginkan perdamaian,” katanya.

    Negara Eropa Janji Dukung Ukraina

    Saat berada di Kanada, Zelensky sempat mengadakan konferensi telepon dengan para pemimpin Eropa. Kanselir Jerman Friedrich Merz, mengatakan pihaknya berjanji akan memberikan dukungan penuh untuk upaya perdamaian.

    Rusia menuduh Ukraina dan para pendukungnya di Eropa mencoba untuk “menggagalkan” rencana sebelumnya yang ditengahi AS untuk menghentikan pertempuran.

    Para pemimpin Uni Eropa, Ursula von der Leyen dan Antonio Costa, yang berpartisipasi dalam konferensi telepon tersebut, mengatakan dukungan Uni Eropa untuk Ukraina tidak akan pernah goyah dan berjanji untuk terus menekan Kremlin agar mencapai kesepakatan.

    Trump sejauh ini belum memberikan komitmen terhadap proposal perdamaian baru tersebut.

    Zelensky “tidak memiliki apa pun sampai saya menyetujuinya,” kata presiden dalam sebuah wawancara dengan Politico pada hari Jumat.

    “Jadi kita akan lihat apa yang dia miliki,” lanjutnya.

    Pembicaraan tersebut akan membahas rencana yang akan menghentikan perang di sepanjang garis depan saat ini. Selain itu pembahasan itu dapat memungkinkan mengharuskan Ukraina untuk menarik pasukan dari timur, memungkinkan pembentukan zona penyangga demiliterisasi.

    Dengan demikian, rencana tersebut berisi pengakuan paling eksplisit Kyiv hingga saat ini tentang kemungkinan konsesi teritorial.

    Halaman 2 dari 2

    (yld/gbr)

  • Rusia Tak Ingin Akhiri Perang!

    Rusia Tak Ingin Akhiri Perang!

    Jakarta

    Rusia menghujani ibu kota Ukraina, Kyiv, dengan drone dan rudal pada hari Sabtu (27/12), menewaskan seorang wanita dan memutus aliran listrik ke ratusan ribu orang.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa serangan drone dan rudal Rusia tersebut menunjukkan Rusia “tidak ingin mengakhiri perang”.

    Zelensky menyampaikan komentar tersebut menjelang keberangkatannya ke Amerika Serikat untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Donald Trump tentang rencana untuk menghentikan invasi Rusia.

    Zelensky mengatakan sekitar 500 drone dan 40 rudal menghantam ibu kota dan wilayah sekitarnya. Ia pun mempertanyakan niat Rusia untuk mengakhiri perang.

    “Perwakilan Rusia terlibat dalam pembicaraan panjang, tetapi pada kenyataannya, Kinzhal dan ‘Shahed’ yang berbicara untuk mereka,” katanya, merujuk pada rudal balistik Kinzhal dan drone Shahed yang digunakan dalam serangan-serangan Rusia.

    “Mereka tidak ingin mengakhiri perang dan berusaha menggunakan setiap kesempatan untuk menyebabkan Ukraina menderita lebih banyak lagi dan meningkatkan tekanan mereka pada negara lain di seluruh dunia,” tambahnya.

    Sebelumnya, Rusia mengatakan Kyiv dan para pendukungnya dari Uni Eropa mencoba untuk “menggagalkan” rencana yang dimediasi AS untuk menghentikan pertempuran.

    Selain korban jiwa, rentetan drone dan rudal Rusia ke Kyiv tersebut juga melukai puluhan orang dan memutus aliran listrik dan pemanas ke ratusan ribu penduduk wilayah Kyiv di tengah suhu udara yang sangat dingin, menurut otoritas Ukraina.

    Militer Rusia mengatakan mereka telah menargetkan infrastruktur dan fasilitas energi “yang digunakan untuk kepentingan Angkatan Bersenjata Ukraina”, serta situs militer dengan rudal hipersonik dan drone.

    Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko mengatakan serangan-serangan itu menyebabkan sekitar 600.000 “konsumen” tanpa listrik. Sementara pihak berwenang mengatakan bahwa apartemen, asrama universitas, dan pom bensin termasuk di antara bangunan-bangunan yang terkena serangan.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Drone-Rudal Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina, 1 Orang Tewas-Puluhan Luka

    Drone-Rudal Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina, 1 Orang Tewas-Puluhan Luka

    Jakarta

    Rentetan serangan drone dan rudal Rusia menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv dan pinggirannya pada hari Sabtu (27/12), menewaskan satu orang dan melukai puluhan orang lainnya. Serangan tersebut juga memutus aliran listrik dan pemanas bagi ratusan ribu orang di tengah suhu udara dingin.

    Peringatan udara berlangsung selama beberapa jam setelah ledakan keras semalaman, beberapa di antaranya disertai kilatan cahaya terang yang mengubah langit menjadi oranye, demikian menurut wartawan AFP di Kyiv.

    Serangan itu menewaskan seorang wanita berusia 47 tahun, kata gubernur wilayah Kyiv, Mykola Kalashnyk.

    “Sudah ada 19 orang yang terdampak di ibu kota. Sebelas orang telah dirawat di rumah sakit,” kata wali kota Kyiv, Vitaliy Klitschko. Ia menambahkan bahwa 2.600 bangunan tempat tinggal dan ratusan taman kanak-kanak, sekolah, dan bangunan sosial telah kehilangan pemanas.

    “Hingga pagi ini, bagian tepi kiri wilayah masih tanpa listrik. Saat ini, lebih dari 320.000 konsumen tanpa listrik,” tambah Kalashnyk.

    Angkatan udara Ukraina mengumumkan siaga udara di seluruh negeri pada Sabtu pagi, dan mengatakan bahwa drone dan rudal bergerak di atas beberapa wilayah Ukraina.

    Serangan itu terjadi menjelang pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Florida, AS pada hari Minggu besok. Pertemuan tersebut untuk membahas usulan rencana untuk mengakhiri pertempuran yang telah menewaskan puluhan ribu orang sejak 2022.

    Rusia menuduh Zelensky dan para pendukungnya dari Uni Eropa berusaha untuk “menggagalkan” rencana yang dimediasi AS tersebut.

    Rencana terbaru itu adalah proposal 20 poin yang akan menghentikan perang di garis depan saat ini, tetapi membuka pintu bagi Ukraina untuk menarik pasukan dari timur, di mana zona penyangga demiliterisasi dapat dibuat. Demikian menurut rincian yang diungkapkan oleh Zelensky minggu ini.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Zelensky Akan Bertemu Trump di Florida Minggu, Bahas Perdamaian Ukraina

    Zelensky Akan Bertemu Trump di Florida Minggu, Bahas Perdamaian Ukraina

    Jakarta

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan bertemu Presiden AS Donald Trump di Florida pada Minggu. Pertemuan itu untuk membahas cara mengakhiri invasi Rusia.

    Dilansir AFP, Sabtu (27/12/2025), pertemuan ini dilakukan di tengah upaya Trump yang semakin intensif untuk mengakhiri konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II. Sejak invasi Rusia Februari 2022, puluhan ribu orang tewas, jutaan mengungsi, dan banyak wilayah timur serta selatan Ukraina hancur.

    Rencana perdamaian terbaru berupa proposal 20 poin yang akan membekukan garis depan. Namun, memungkinkan bagi Ukraina menarik pasukan dari timur dan membentuk zona penyangga demiliterisasi.

    Ini adalah pengakuan paling jelas dari pemimpin Ukraina mengenai kemungkinan konsesi wilayah. Rencana ini lebih diterima Kyiv dibandingkan proposal awal 28 poin yang diajukan Washington pada bulan lalu yang memuat banyak tuntutan utama Rusia.

    Moskow belum menanggapi proposal terbaru. Namun, menunjukkan jika mereka tak akan mengurangi tuntutan luasnya.

    “Pada akhir pekan, saya kira pada hari Minggu, di Florida, kami akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Trump,” kata Zelensky.

    Sebagian dari rencana ini mencakup kesepakatan bilateral AS-Ukraina terkait jaminan keamanan, rekonstruksi, dan ekonomi. Zelensky mengatakan kesepakatan ini berubah setiap hari.

    “Kami akan membahas dokumen-dokumen ini, jaminan keamanan,” ujarnya.

    “Mengenai isu sensitif, kami akan membahas Donbas dan pembangkit nuklir Zaporizhzhia, dan tentu saja akan membahas isu-isu lainnya,” tambahnya.

    Meski begitu, Zelensky mengakui masih terdapat perbedaan antara Kyiv dan Washington terkait dua isu inti tersebut. Washington mendorong Ukraina untuk menarik pasukannya dari 20 persen wilayah timur Donetsk yang masih dikuasai, yang merupakan tuntutan utama Rusia terkait wilayah.

    Washington juga mengusulkan kontrol bersama AS-Ukraina-Rusia atas Zaporizhzhia, pembangkit nuklir terbesar di Eropa yang dikuasai Rusia selama invasi.

    Zelensky menegaskan, Ukraina hanya akan menyerahkan lebih banyak wilayah jika rakyat setuju melalui referendum, dan menolak keterlibatan Rusia dalam pengelolaan pembangkit nuklir tersebut.

    Meski begitu, Kyiv berhasil memperoleh beberapa konsesi, termasuk penghapusan persyaratan untuk secara hukum melepaskan upayanya bergabung dengan NATO serta menghapus klausul sebelumnya tentang pengakuan wilayah yang dikuasai Rusia sejak 2014 sebagai milik Moskow.

    Sementara itu, Kremlin mengatakan pada Jumat, penasihat kebijakan luar negeri Yuri Ushakov telah melakukan panggilan telepon dengan pejabat AS untuk membahas negosiasi. Namun, Kremlin tak merinci dan belum menyatakan posisi resmi terhadap rencana terbaru.

    Moskow menunjukkan sedikit kecenderungan untuk meninggalkan tuntutan kerasnya terkait wilayah, yaitu agar Ukraina sepenuhnya menarik diri dari wilayah timur Donbas dan menghentikan upaya bergabung dengan NATO.

    Moskow juga ingin melarang negara Barat menempatkan pasukan penjaga perdamaian di Ukraina, serta memberlakukan pembatasan politik dan militer yang luas, yang menurut Kyiv hampir setara dengan penyerahan.

    Zelensky mengatakan negosiator Ukraina tak berhubungan langsung dengan Moskow. Melainkan, Amerika Serikat berperan sebagai perantara dan masih menunggu tanggapan Rusia atas proposal terbaru.

    “Saya kira kita akan mengetahui respons resmi mereka dalam beberapa hari ke depan,” kata Zelensky.

    Zelensky menambahkan, ia skeptis terhadap niat Rusia untuk benar-benar menghentikan invasi. “Rusia selalu mencari alasan untuk tidak setuju,” ujarnya.

    (amw/amw)

  • Seruan Paus Leo XIV Agar Gencatan Senjata Global Saat Natal

    Seruan Paus Leo XIV Agar Gencatan Senjata Global Saat Natal

    Jakarta

    Paus Leo XIV menyampaikan seruan gencatan senjata global pada Hari Natal 2025. Dia menyatakan kesedihan mendalam karena tampaknya Rusia menolak permintaan untuk itu.

    “Saya memperbarui permintaan saya kepada semua orang yang berkehendak baik untuk menghormati hari perdamaian, setidaknya pada hari raya kelahiran Juru Selamat kita,” kata Leo kepada wartawan di kediamannya di Castel Gandolfo dekat Roma seperti dilansir AFP, Rabu (24/12/2025).

    Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 dan telah berulang kali menolak seruan untuk gencatan senjata. Rusia kerap berdalih hal itu hanya akan memberikan keuntungan militer kepada Ukraina.

    “Di antara hal-hal yang menyebabkan saya sangat sedih adalah kenyataan bahwa Rusia tampaknya telah menolak permintaan untuk gencatan senjata,” kata Paus.

    Merujuk pada konflik secara umum, Leo berharap mereka akan mendengarkan dan akan ada 24 jam perdamaian di seluruh dunia. Pada hari Selasa, Ukraina menarik pasukan dari sebuah kota di timur negara itu setelah pertempuran sengit dengan pasukan Rusia.

    Sementara, serangan tanpa henti oleh Moskow menewaskan tiga warga sipil dan memutus aliran listrik ke ribuan orang di tengah suhu musim dingin. Tidak ada tanda-tanda terobosan yang segera terjadi setelah para negosiator utama dari Rusia dan Ukraina berada di Miami akhir pekan lalu untuk pertemuan terpisah dengan para pejabat AS yang berupaya mengakhiri pertempuran itu.

    Paus Leo telah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky awal bulan ini. Ketika ditanya apakah dia akan menerima undangan Zelensky untuk mengunjungi Ukraina, Leo kemudian mengatakan ‘Saya harap begitu’ tetapi memperingatkan bahwa tidak mungkin untuk mengatakan kapan perjalanan tersebut akan memungkinkan.

    Dia juga mengatakan mencari perdamaian di Ukraina tanpa keterlibatan diplomatik Eropa adalah ‘tidak realistis’ dan memperingatkan bahwa rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump berisiko menyebabkan ‘perubahan besar’ dalam aliansi transatlantik.

    Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Gaza

    Paus Leo XIV juga menyerukan perdamaian ketika menyampaikan berkat Natal pertamanya di Basilika Santo Petrus. Dia juga berharap akan ada perdamaian di Gaza.

    Paus Leo XIV berbicara di depan Basilika Santo Petrus menyampaikan ucapan selamat Natal dan berterima kasih kepada mereka yang telah datang untuk mengikuti misa melalui layar meskipun cuaca hujan. Paus Leo menyapa seluruh jemaat.

    “Santo Petrus sangat besar, tetapi sayangnya tidak cukup besar untuk menampung kalian semua,” katanya Paus Leo XIV dilansir AFP, Kamis (25/12/2025).

    Paus Leo juga akan mengadakan misa lain pada Hari Natal, memperbarui tradisi dari masa mendiang Paus Yohanes Paulus II (1978-2005).

    Halaman 2 dari 2

    (kny/jbr)

  • Ada Jaminan Keamanan hingga Keanggotaan Uni Eropa di Rencana Perdamaian Ukraina

    Ada Jaminan Keamanan hingga Keanggotaan Uni Eropa di Rencana Perdamaian Ukraina

    JAKARTA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Hari Rabu mempresentasikan rencana perdamaian 20 poin untuk mengakhiri konflik dengan Rusia yang mencakup keanggotaan Uni Eropa, dan jaminan keamanan seperti Pasal 5 NATO.

    Berbicara pada konferensi pers di Kyiv, Presiden Zelensky mengatakan Ukraina berupaya mengakhiri perang melalui jaminan keamanan, pemulihan ekonomi, dan pengaturan teritorial.

    Setelah acara tersebut, kantor berita negara Ukraina Ukrinform menerbitkan semua 20 poin yang disebutkan oleh Presiden Zelensky.

    Poin-poin utama proposal tersebut termasuk menegaskan kembali kedaulatan Kyiv dan non-agresi antara Rusia dan Ukraina, yang didukung oleh mekanisme pemantauan yang tidak dimiliterisasi.

    “Dokumen tersebut merupakan perjanjian non-agresi penuh dan tanpa syarat antara Rusia dan Ukraina. Untuk menjaga perdamaian jangka panjang, mekanisme pemantauan akan dibentuk untuk mengawasi garis kontak menggunakan pemantauan tanpa awak berbasis ruang angkasa, sistem peringatan dini untuk pelanggaran, dan mekanisme penyelesaian konflik,” kata laporan tersebut, melansir Anadolu (24/12).

    Sementara itu, Ukraina akan mempertahankan militer berkekuatan 800.000 personel dan menerima jaminan keamanan seperti Pasal 5 NATO dari AS, Uni Eropa, dan negara-negara sekutu, dengan Rusia berkomitmen untuk membuat undang-undang non-agresi terhadap Eropa.

    Rencana tersebut juga membayangkan keanggotaan Ukraina di Uni Eropa dan akses perdagangan bebas AS, bersama dengan dana pemulihan sebesar 800 miliar dolar AS.

    “Beberapa dana akan dibentuk untuk mengatasi pemulihan ekonomi, rekonstruksi wilayah yang rusak, dan kebutuhan kemanusiaan. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan 800 miliar dolar AS melalui ekuitas, hibah, instrumen utang, dan kontribusi sektor swasta,” kata lembaga tersebut.

    Sementara itu, pengaturan teritorial masih belum pasti, dengan opsi termasuk mengakui garis depan saat ini atau membentuk zona ekonomi demiliterisasi di Donbas, yang tunduk pada referendum Ukraina.

    “Ukraina menentang penarikan pasukan bersenjatanya; namun, jika opsi ini diterapkan, hal itu akan membutuhkan penarikan timbal balik dari kedua belah pihak, termasuk pasukan Rusia. Pengadopsian opsi ini akan tunduk pada persetujuan melalui referendum nasional di Ukraina,” menurut rencana tersebut.

    Keputusan akhir tentang masalah teritorial dapat dibuat di tingkat pemimpin nasional, dan setelah pengaturan teritorial di masa depan disepakati, baik Rusia maupun Ukraina akan berkomitmen untuk tidak mengubahnya dengan kekerasan.

    Sedangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia akan dioperasikan bersama oleh Ukraina, AS dan Rusia.

    Ukraina akan tetap non-nuklir, dan pemilihan umum pasca-kesepakatan akan segera diadakan, yang akan diawasi oleh Dewan Perdamaian yang dipimpin AS; darurat militer tidak akan dicabut selama masa pemilihan.

    Berdasarkan rencana tersebut, Rusia dituntut untuk tidak menghalangi penggunaan Sungai Dnipro dan Laut Hitam oleh Ukraina untuk tujuan komersial.

    “Sebuah perjanjian maritim dan akses terpisah akan disepakati, yang mencakup kebebasan navigasi dan transportasi. Sebagai bagian dari perjanjian ini, Semenanjung Kinburn akan didemiliterisasi,” demikian bunyi proposal tersebut.

    Sebuah komite kemanusiaan akan dibentuk untuk menangani masalah-masalah yang belum terselesaikan, termasuk pemulangan tawanan perang dan warga sipil. Setelah semua pihak menyetujui dokumen tersebut, gencatan senjata penuh akan segera berlaku.

    Mengomentari rencana tersebut, Presiden Zelensky mengatakan pihak Ukraina gagal mencapai konsensus dengan AS mengenai masalah wilayah dan pengoperasian PLTN Zaporizhzhia.

    Menurutnya, Kyiv mengharapkan tanggapan dari Rusia pada Hari Rabu.

  • Ukraina Ungkap 20 Poin Proposal Damai Terbaru, Akankah Rusia Setuju?

    Ukraina Ungkap 20 Poin Proposal Damai Terbaru, Akankah Rusia Setuju?

    Kyiv

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan rincian rencana terbaru yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang di Ukraina. Dia mengatakan rencana tersebut telah disepakati antara para negosiator dari Kyiv dan Washington dan dikirim ke Moskow untuk mendapatkan respons.

    Dilansir AFP, Rabu (24/12/2025). dokumen tersebut akan dilengkapi dengan perjanjian bilateral tambahan antara Amerika Serikat dan Ukraina mengenai perjanjian keamanan dan rekonstruksi. Zelensky tidak mempublikasikan draf dokumen tersebut, tetapi menguraikan isi rencana tersebut poin demi poin dalam sebuah pengarahan kepada wartawan.

    Berikut 20 poin yang diucapkan Zelensky terkait proposal perdamaian itu:

    1. Kedaulatan Ukraina akan ditegaskan kembali. Kami menyatakan bahwa Ukraina adalah negara berdaulat, dan semua penandatangan perjanjian ini menegaskan hal ini melalui tanda tangan mereka.

    2. Dokumen ini merupakan perjanjian non-agresi penuh dan tanpa syarat antara Rusia dan Ukraina. Untuk mendukung perdamaian jangka panjang, mekanisme pemantauan akan dibentuk untuk mengawasi garis kontak melalui pemantauan tanpa awak berbasis ruang angkasa, untuk memastikan pemberitahuan dini tentang pelanggaran dan untuk menyelesaikan konflik. Tim teknis akan menyepakati semua detailnya.

    3. Ukraina akan menerima jaminan keamanan yang kuat.

    4. Kekuatan Angkatan Bersenjata Ukraina akan tetap 800.000 personel di masa damai.

    5. Amerika Serikat, NATO, dan negara-negara penandatangan Eropa akan memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina yang mencerminkan Pasal 5:

    a. Jika Rusia menyerang Ukraina, selain respons militer terkoordinasi, semua sanksi global terhadap Rusia akan diberlakukan kembali.

    b. Jika Ukraina menyerang Rusia atau melepaskan tembakan ke wilayah Rusia tanpa provokasi, jaminan keamanan akan dianggap batal dan tidak berlaku. Jika Rusia melepaskan tembakan ke Ukraina, jaminan keamanan akan berlaku.

    c. Jaminan keamanan bilateral tidak dikecualikan dalam perjanjian ini.

    6. Rusia akan meresmikan kebijakan non-agresi terhadap Eropa dan Ukraina dalam semua undang-undang yang diperlukan dan semua dokumen ratifikasi yang dibutuhkan.

    7. Ukraina akan menjadi anggota Uni Eropa dalam jangka waktu yang ditentukan secara khusus, dan Ukraina akan menerima akses istimewa jangka pendek ke pasar Eropa.

    8. Paket pembangunan global yang kuat untuk Ukraina, yang akan ditentukan dalam perjanjian terpisah tentang investasi dan kemakmuran masa depan. Ini akan mencakup berbagai bidang ekonomi, termasuk tetapi tidak terbatas pada:

    a. Pembentukan Dana Pembangunan Ukraina untuk berinvestasi di sektor-sektor pertumbuhan tinggi, termasuk teknologi, pusat data, dan kecerdasan buatan.

    b. Amerika Serikat dan perusahaan-perusahaan AS akan bekerja sama dengan Ukraina dan bersama-sama berinvestasi dalam pemulihan, serta dalam pengembangan, modernisasi, dan pengoperasian infrastruktur gas Ukraina, termasuk jalur pipa dan fasilitas penyimpanannya.

    c. Upaya bersama akan dilakukan untuk merekonstruksi daerah-daerah yang terkena dampak perang, dengan tujuan memulihkan, membangun kembali, dan memodernisasi kota-kota dan lingkungan perumahan.

    d. Pengembangan infrastruktur.

    e. Ekstraksi mineral dan sumber daya alam.

    f. Bank Dunia akan menyediakan paket pembiayaan khusus untuk memastikan pendanaan guna mempercepat upaya-upaya ini.

    g. Sebuah kelompok kerja tingkat tinggi akan dibentuk, termasuk penunjukan seorang pemimpin keuangan global terkemuka sebagai administrator kemakmuran untuk mengatur implementasi rencana pemulihan strategis dan memaksimalkan peluang untuk kemakmuran di masa depan.

    9. Beberapa pendanaan akan dibentuk untuk menangani pemulihan ekonomi Ukraina, rekonstruksi daerah dan wilayah yang rusak, dan masalah kemanusiaan.

    a. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa akan membentuk dana modal dan hibah dengan target ukuran USD 200 miliar untuk investasi yang transparan dan efektif di Ukraina.

    b. Berbagai macam investasi modal dan instrumen keuangan lainnya akan dikerahkan untuk rekonstruksi pasca-perang Ukraina. Lembaga-lembaga rekonstruksi global akan menggunakan mekanisme untuk memperkuat dan memfasilitasi upaya-upaya ini.

    c. Ukraina akan menerapkan standar global terbaik untuk menarik investasi asing langsung.

    d. Ukraina berhak atas kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan.

    10. Setelah tercapainya kesepakatan ini, Ukraina akan mempercepat proses penyelesaian perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Serikat.

    11. Ukraina menegaskan tetap menjadi negara non-nuklir sesuai dengan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.

    12. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia akan dioperasikan bersama oleh tiga negara: Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia.

    13. Kedua negara berkomitmen untuk menerapkan program pendidikan di sekolah dan di seluruh masyarakat yang mendorong pemahaman dan toleransi terhadap budaya yang berbeda dan yang menghilangkan rasisme dan prasangka. Ukraina akan menerapkan aturan Uni Eropa tentang toleransi agama dan perlindungan bahasa minoritas.

    14. Di wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson, garis penempatan pasukan pada tanggal perjanjian ini secara de facto diakui sebagai garis kontak:

    a. Kami secara de facto menegaskan sebagai pihak-pihak yang terlibat bahwa ini adalah garis kontak di mana kami saat ini berada.

    b. Kelompok kerja akan berkumpul untuk menentukan penempatan kembali pasukan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik, serta untuk menetapkan parameter untuk potensi zona ekonomi khusus di masa mendatang.

    c. Setelah dasar yang setara untuk pergerakan pasukan, pasukan internasional akan ditempatkan di sepanjang garis kontak untuk memantau kepatuhan terhadap perjanjian ini. Jika keputusan dibuat untuk membentuk zona tersebut, hal itu akan memerlukan persetujuan khusus dari parlemen Ukraina atau referendum.

    d. Federasi Rusia harus menarik pasukannya dari wilayah Dnipropetrovsk, Mykolaiv, Sumy, dan Kharkiv agar perjanjian ini berlaku.

    e. Para pihak setuju untuk mematuhi aturan, jaminan, dan kewajiban Konvensi Jenewa 1949 dan protokol tambahannya, yang berlaku sepenuhnya di wilayah tersebut, termasuk hak asasi manusia yang diakui secara universal.

    15. Setelah mencapai kesepakatan tentang pengaturan teritorial di masa mendatang, baik Federasi Rusia maupun Ukraina berjanji untuk tidak mengubah perjanjian ini dengan kekerasan.

    16. Rusia tidak akan menghalangi Ukraina untuk menggunakan Sungai Dnipro dan Laut Hitam untuk tujuan komersial.

    17. Sebuah komite kemanusiaan akan dibentuk untuk menyelesaikan masalah-masalah yang belum terselesaikan.

    a. Semua tawanan perang yang tersisa, termasuk mereka yang dihukum oleh sistem Rusia dari tahun 2014 hingga saat ini, akan ditukar secara menyeluruh.

    b. Semua warga sipil dan sandera yang ditahan, termasuk anak-anak dan tahanan politik, akan dikembalikan.

    c. Langkah-langkah akan diambil untuk mengatasi masalah dan penderitaan para korban konflik.

    18. Ukraina harus mengadakan pemilihan sesegera mungkin setelah perjanjian ditandatangani.

    19. Perjanjian ini mengikat secara hukum. Pelaksanaannya akan dipantau dan dijamin oleh Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump. Ukraina, Eropa, NATO, Rusia, dan Amerika Serikat akan menjadi bagian dari mekanisme ini. Sanksi akan diterapkan jika terjadi pelanggaran.

    20. Setelah semua pihak menyetujui perjanjian ini, gencatan senjata penuh akan segera berlaku.

    Lihat juga Video ‘Trump: Kesepakatan Damai di Ukraina Semakin Dekat’:

    Halaman 2 dari 4

    (haf/dhn)

  • Zelensky Ragu Pertemuan AS-Rusia Bisa Setop Perang Ukraina, Minta Putin Ditekan

    Zelensky Ragu Pertemuan AS-Rusia Bisa Setop Perang Ukraina, Minta Putin Ditekan

    Jakarta

    Utusan Rusia kembali melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) di Miami untuk membahas terkait mengakhiri perang Ukraina. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyatakan skeptis mengenai pembicaraan antara beberapa negara itu untuk mengakhiri perang di negaranya.

    “Saya tidak yakin ada sesuatu yang baru yang bisa dihasilkan,” kata Zelensky dilansir kantor berita AFP, Minggu (21/12/2025).

    Zelensky meminta AS untuk memberikan lebih banyak tekanan pada Rusia untuk mengakhiri perang. Zelensky juga mengatakan bahwa AS telah mengusulkan negosiasi tatap muka pertama antara Ukraina dan Rusia dalam setengah tahun, tetapi dia skeptis bahwa hal itu akan membantu.

    Zelensky menyebut, hanya Amerika Serikat yang mampu membujuk Rusia untuk mengakhiri perang. Dia meminta Amerika untuk meningkatkan tekanan pada Moskow untuk mewujudkannya.

    “Amerika harus dengan jelas mengatakan jika bukan diplomasi, maka akan ada tekanan penuh… Putin belum merasakan tekanan yang seharusnya ada,” katanya.

    Sebagaimana diketahui, utusan Rusia, Kirill Dmitriev, tiba di Miami di mana tim Ukraina dan Eropa juga telah berkumpul untuk negosiasi. Pertemuan ini dimediasi oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.

    Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Jumat berjanji untuk tidak memaksa Ukraina untuk membuat kesepakatan apapun, tanpa persetujuan.

    (wnv/wnv)

  • Trump Desak Ukraina Cepat Setop Perang Sebelum Rusia Berubah Pikiran

    Trump Desak Ukraina Cepat Setop Perang Sebelum Rusia Berubah Pikiran

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Ukraina untuk bergerak “cepat” dalam kesepakatan guna mengakhiri invasi Rusia. Hal ini disampaikan Trump menjelang pembicaraan baru yang menurut rencana akan digelar di Miami, AS pada akhir pekan.

    “Yah, mereka hampir mencapai sesuatu, tetapi saya harap Ukraina bergerak cepat. Saya harap Ukraina bergerak cepat karena ada Rusia di sana,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih pada Kamis (18/12) waktu setempat.

    “Dan Anda tahu, setiap kali mereka terlalu lama, maka Rusia mengubah pikiran mereka,” cetusnya, dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/12/2025).

    Trump telah mendorong kesepakatan cepat untuk mengakhiri pertempuran, dan tim negosiasi telah mengusulkan rancangan rencana untuk mengakhiri perang yang dipicu oleh invasi Rusia tahun 2022 tersebut.

    Utusan khusus AS, Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, dijadwalkan bertemu dengan negosiator Ukraina, Rustem Umerov, di Florida akhir pekan ini, kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya mengatakan bahwa para pejabat Ukraina akan bertemu dengan para pejabat AS pada hari Jumat (19/12) dan Sabtu (20/12) waktu setempat.

    Witkoff dan Kushner juga akan bertemu secara terpisah dengan para pejabat Rusia di Miami, kata pejabat Gedung Putih itu. Utusan ekonomi Putin, Kirill Dmitriev, dijadwalkan akan ikut dalam delegasi Rusia ke Miami tersebut, lapor Politico.

    Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menegaskan bahwa Moskow bermaksud untuk mengejar tujuan akhir militernya di Ukraina.

    Ukraina dan Amerika Serikat mengatakan telah ada kemajuan dalam masalah jaminan keamanan masa depan untuk Kyiv, tetapi ada perbedaan pendapat tentang wilayah mana yang harus diserahkan Ukraina ke Rusia.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Zelensky Bakal Bertemu Trump Bahas Proposal Akhiri Konflik dengan Rusia

    Respons Putin, Zelensky Tuduh Rusia Akan Jadikan 2026 Sebagai Tahun Perang

    Kyiv

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merespons Presiden Rusia Vladimir Putin yang meyakini bahwa Moskow akan mencapai tujuannya dalam operasi militer di Ukraina. Zelensky menuding Rusia akan menjadikan tahun 2026 sebagai tahun perang.

    “Hari ini, kita mendengar sinyal lain dari Moskow bahwa mereka sedang bersiap untuk menjadikan tahun depan sebagai tahun perang,” kata Zelensky dalam pidatonya, dilansir AFP, Kamis (18/12/2025).

    Pernyataan itu merupakan reaksi Zelensky terhadap Putin, yang mengatakan Rusia akan mencapai tujuannya dalam serangan di Ukraina, termasuk merebut wilayah Ukraina yang diklaimnya sebagai milik Rusia.

    “Tujuan operasi militer khusus pasti akan tercapai,” kata Putin dalam pertemuan dengan para pejabat kementerian pertahanan di Moskow.

    “Kami lebih suka melakukan ini dan menghilangkan akar penyebab konflik melalui diplomasi,” sambungnya seraya berjanji untuk merebut tanah Ukraina yang diklaim Rusia telah dianeksasi dengan cara militer jika negara lawan dan para pendukung asingnya menolak untuk terlibat dalam diskusi substantif.

    Komentar kerasnya muncul ketika Ukraina memuji “kemajuan” yang telah dicapai mengenai masalah jaminan keamanan masa depan untuk Kyiv, setelah dua hari pembicaraan dengan utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Berlin, Jerman.

    Usulan awal Washington-yang disusun tanpa masukan dari sekutu Eropa Ukraina-akan membuat Kyiv menarik diri dari wilayah Donetsk timur dan Amerika Serikat secara de facto mengakui wilayah Donetsk, Krimea, dan Lugansk sebagai wilayah Rusia.

    Sebelumnya pada hari Rabu, Kremlin mengatakan Rusia sedang menunggu informasi dari AS tentang hasil pembicaraan di Berlin.

    “Kami berharap, segera setelah mereka siap, rekan-rekan Amerika kami akan memberi tahu kami tentang hasil kerja mereka dengan Ukraina dan Eropa,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

    Pada September 2022, Rusia mengklaim telah secara resmi mencaplok wilayah Zaporizhzhia, Donetsk, Lugansk, dan Kherson, meskipun mereka tidak memiliki kendali militer penuh atas semuanya.

    Zelensky diperkirakan akan menghadiri KTT di Brussels pada Kamis ini untuk melobi para pemimpin Uni Eropa agar mengadopsi rencana untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung pertahanan Ukraina.

    Zelensky mengatakan dalam pidatonya bahwa sinyal agresif Putin bukan hanya untuk Ukraina.

    “Penting bagi mitra kami untuk melihat ini, dan penting juga agar mereka tidak hanya melihatnya tetapi juga merespons, termasuk mitra kami di Amerika Serikat, yang sering mengatakan bahwa Rusia konon ingin mengakhiri perang,” katanya, seraya menuduh Moskow mencoba merusak diplomasi.

    (fas/fas)