Tag: Vladimir Putin

  • Hasil Prabowo ke Rusia: Putin Janji ke Indonesia hingga Kerja Sama yang Luas

    Hasil Prabowo ke Rusia: Putin Janji ke Indonesia hingga Kerja Sama yang Luas

    Hasil Prabowo ke Rusia: Putin Janji ke Indonesia hingga Kerja Sama yang Luas
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Federasi Rusia, pada Rabu (10/12/2025).
    Lawatan Prabowo ke Rusia digelar setelah Kepala Negara menggelar kunjungan kenegaraan ke Islamabad, Pakistan.
    Selepas kegiatan di Pakistan selesai, Prabowo langsung bertolak ke Rusia untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.
    Berdasarkan situs resmi Kremlin atau pemerintah Rusia, pertemuan antara Prabowo dan Putin akan berfokus pada isu yang berkaitan dengan
    kemitraan strategis

    Rusia-Indonesia
    .
    Selain itu, kedua tokoh tersebut juga akan membahas masalah internasional.
    “Pembicaraan akan berfokus pada isu-isu yang berkaitan dengan pengembangan lebih lanjut kemitraan strategis antara Rusia dan Indonesia, serta beberapa masalah internasional dan regional terkini,” tulis Kremlin, dalam situs resminya.
    Prabowo datang ke Rusia didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
    Dari tayangan Kompas TV, Prabowo turun dari pesawat kepresidenan Garuda Indonesia dengan mengenakan mantel dan peci hitam.
    Prabowo tampak disambut oleh sejumlah delegasi dari Rusia.
    Mereka pun berbincang-bincang sejenak di bawah pesawat.
    Setelahnya, Prabowo menaiki mobil sedan gelap untuk menuju Kompleks Kremlin dan menggelar pertemuan dengan Putin.
    Di pertemuan itu, keduanya tampak duduk berdampingan dengan didampingi delegasi masing-masing.
    Sesaat sebelum pembicaraan resmi dimulai, Putin menyambut Prabowo dengan jabat tangan hangat.
    Kedua pemimpin berbincang ringan sebelum melanjutkan sesi foto bersama yang dilanjutkan dengan pertemuan tête-à-tête antara kedua kepala negara.
    Dalam pertemuan, Prabowo mengucap terima kasih kepada Putin karena telah diterima di Istana Kremlin.
    “Terima kasih, yang saya hormati Yang Mulia Presiden Putin dan para pimpinan dari pemerintah Rusia, terima kasih atas penerimaan saya,” ujar Prabowo, Rabu, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.
    Prabowo menyatakan, dirinya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Putin karena hubungan Indonesia dan Rusia dalam kondisi yang sangat baik.
    Di hadapan Prabowo, Presiden Rusia menyampaikan ucapan duka cita atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
    “Saya mau menyampaikan kata-kata belasungkawa terkait dengan banjir yang menimpa Indonesia dan menimpa bangsa Indonesia,” ujar Putin.
    Mendengar ucapan belasungkawa dari Putin, Prabowo pun berterima kasih.
    “Saya terima kasih beliau ucapkan belasungkawa terhadap korban banjir,” ucap Prabowo.
    Di kesempatan yang sama, Presiden RI juga mengajak Presiden Rusia untuk berkunjung ke Indonesia.
    “Dan juga kesempatan ini saya juga ingin mengundang Yang Mulia (Presiden Putin) untuk ke Indonesia,” ujar Prabowo.
    Prabowo menyatakan dirinya tidak masalah jika Putin baru datang ke Indonesia pada 2026 atau 2027.
    Ia juga berseloroh, Putin jangan hanya mengunjungi India saja, tetapi juga harus berkunjung ke Indonesia.
    “Jangan ke India saja. Kami sangat berharap sekali beliau datang,” ucap Prabowo.
    Mendengar ajakan Prabowo tersebut, Putin menyatakan bersedia mengunjungi Indonesia.
    Meski begitu, Putin tidak menjelaskan kapan ia akan mendatangi Indonesia.
    “Terima kasih, saya akan datang,” imbuh Putin.
    Pertemuan yang berlangsung intens ini membahas isu-isu strategis hingga stabilitas kawasan.
    Kunjungan Prabowo ke Rusia ini menjadi salah satu agenda diplomasi paling penting Indonesia menjelang akhir tahun.
    Pertemuan di Kremlin diharapkan menghasilkan penguatan koordinasi bilateral serta membuka ruang kerja sama strategis yang lebih luas, baik dalam menghadapi tantangan regional di Indo-Pasifik maupun dinamika global yang kian kompleks.
    Selepas pertemuan, Putin menggelar jamuan makan siang sebagai bentuk penghormatan terhadap Presiden Prabowo dan delegasi Indonesia.
    Jamuan berlangsung hangat dan akrab, memperlihatkan keseriusan Rusia dalam memperdalam kemitraan dengan Indonesia di berbagai bidang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Putin: Hubungan perdagangan RI-Rusia meningkat 17 persen

    Putin: Hubungan perdagangan RI-Rusia meningkat 17 persen

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral Indonesia-Rusia meningkat hingga 17 persen dalam sembilan bulan pertama dalam tahun 2025.

    Dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Rabu waktu setempat, Putin menyampaikan hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia menunjukkan perkembangan yang signifikan sepanjang 2025, seiring dengan penguatan kerja sama kedua negara menjelang peringatan hubungan diplomatik 75 tahun.

    “Hubungan ekonomi dan perdagangan juga berkembang selama 9 bulan pertama tahun ini. Nilai perdagangan kita naik 17 persen,” ujar Putin berdasarkan pantauan siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu.

    Putin mengatakan bahwa kedua negara telah berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk energi nuklir.

    Selain itu, pemerintah Rusia dan Indonesia juga tengah membahas kerja sama dengan Eurasian Economic Union (EAEU) terkait potensi perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA).

    “Ada banyak prospek dalam sektor energi, termasuk energi nuklir. Kami sangat senang bahwa Indonesia menjadi anggota penuh BRICS, dan kami sedang membahas dengan Eurasian Economic Union tentang perjanjian perdagangan bebas,” katanya.

    Putin mengaku senang menyambut kedatangan Presiden Prabowo dan delegasi Indonesia di Rusia.

    “Yang mulia bapak presiden dan teman-teman yang terhormat, kami sangat berbahagia melihat Anda semua berada di sini hari ini,” ucap Putin.

    Putin turut mengapresiasi partisipasi Presiden Prabowo dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 pada Juni lalu.

    Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia untuk mengucapkan terima kasih atas terjalinnya hubungan yang sangat baik antara Indonesia dan Rusia.

    Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo mengapresiasi Presiden Putin yang menerima kunjungannya di sela-sela kesibukan yang padat.

    “Yang saya hormati yang mulia Presiden Putin dan para pimpinan dari Pemerintah Rusia, terima kasih atas penerimaan saya. Saya paham bahwa Presiden Putin agendanya sangat sibuk, saya terima kasih diterima dengan pemberitaan yang sangat singkat,” kata Presiden.

    Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

    Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Putin: Rusia siap bantu Indonesia kembangkan industri nasional

    Putin: Rusia siap bantu Indonesia kembangkan industri nasional

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmennya untuk mendukung rencana Indonesia dalam memperkuat sektor industri nasional.

    Dalam pertemuan bilateral bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Moskow, Rabu waktu setempat, Putin menyatakan bahwa Rusia siap terlibat apabila Indonesia menginginkan kerja sama di berbagai proyek strategis.

    “Jika Indonesia memang memutuskan melibatkan Rusia, kami selalu siap untuk membantu,” kata Putin sebagaimana dipantau melalui Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu.

    Putin mengatakan Rusia memiliki banyak proyek potensial yang bisa dikerjasamakan dengan Indonesia, baik di sektor industri manufaktur maupun pertanian. Menurutnya, perdagangan Indonesia dan Rusia pun terus menunjukkan tren yang positif.

    Meski perdagangan antara Rusia dan Indonesia memiliki sejumlah tantangan, kedua negara siap untuk mencari solusi dalam memperkuat perluasan kerja sama ekonomi.

    “Kami menganggap itu bukan masalah, kami siap mencari jalan baru,” terangnya.

    Putin juga menyampaikan bahwa angka wisatawan dari Indonesia mengalami peningkatan, begitu pula sebaliknya. Menurutnya, hal ini didukung dengan adanya penerbangan langsung dan kebijakan bebas visa.

    Dengan berkembangnya hubungan kedua negara di berbagai bidang, Indonesia dan Rusia dinilai memiliki potensi yang sangat besar untuk memperkuat kemitraan strategis.

    Presiden Prabowo tiba di Moskow, Rusia, pada Rabu sekitar pukul 10.50 waktu setempat usai merampungkan lawatannya di Islamabad, Pakistan, pada 8-9 Desember 2025

    Dalam pertemuan bilateral ini, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

    Kunjungannya itu adalah kali kedua pada tahun ini. Sebelumnya, dia mengunjungi St. Petersburg, Rusia, pada 18-20 Juni lalu dan ikut menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025.

    Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo lanjutkan lawatan luar negeri dengan kunjungan ke Rusia

    Prabowo lanjutkan lawatan luar negeri dengan kunjungan ke Rusia

    ANTARA – Usai merampungkan kunjungan resmi ke Islamabad, Pakistan, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatannya ke Moskow, Rusia dan melakukan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin. Sebelum kunjungan luar negerinya, Presiden berada di Aceh untuk meninjau langsung langkah penanganan dampak bencana.
    (Aria Cindyara/Suci Nurhaliza/Yovita Amalia/I Gusti Agung Ayu N)

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Putin Sampaikan Duka atas Banjir Sumatra Saat Bertemu Prabowo di Rusia

    Putin Sampaikan Duka atas Banjir Sumatra Saat Bertemu Prabowo di Rusia

    Bisnis.com, MEDAN — Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan rasa duka cita atas bencana banjir yang terjadi di Indonesia ketika menerima Presiden Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Moskow, Rabu (10/12/2025).

    “Tapi di awal saya mau menyampaikan kata-kata bela sungkawa terkait dengan banjir yang menimpa Indonesia dan menimpa bangsa Indonesia,” ujar Putin dalam pertemuan bilateral pada Rabu (10/12/2025).

    Sebelum memasuki agenda utama, Putin terlebih dahulu mengekspresikan kegembiraannya atas kehadiran Prabowo beserta rombongan.

    “Yang mulia bapak presiden dan teman-teman yang terhormat kami sangat berbahagia melihat anda semua berada di sini hari ini. Kami sudah bersepakat dulu tentang pertemuan ini, saya ingat ada rencana yang sangat besar,” katanya.

    Putin juga menyinggung kembali interaksinya dengan Prabowo di Cina, di mana keduanya sempat membahas kelanjutan hubungan kedua negara.

    “Di pertemuan di China yang berkaitan dengan selesainya perang dunia ke-2 kami sudah bertemu dan kami sudah bersepakat bahwa kami akan melanjutkan kontak dengan bapak,” tuturnya.

    Dalam pernyataannya, Putin turut menyoroti kontribusi Prabowo saat hadir di forum ekonomi St. Petersburg pada Juni lalu, sekaligus menekankan bahwa kerja sama Indonesia–Rusia terus mengalami kemajuan menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik.

    “Hubungan kami berkembang sangat konsisten pada tahun ini menyambut 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara negara kita. Komisi bersama ekonomi juga bekerja dengan bagus,” tandas Putin.

  • Putin Tawarkan Dukungan Nuklir kepada Prabowo di Kremlin, Ini Hasil Lengkap Pertemuan Bilateral

    Putin Tawarkan Dukungan Nuklir kepada Prabowo di Kremlin, Ini Hasil Lengkap Pertemuan Bilateral

    GELORA.CO – Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan Moskow siap membantu Indonesia mengembangkan energi nuklir.

    Itu sekaligus memuji hubungan pertahanan kedua negara yang disebutnya terus menguat.

    Pernyataan ini disampaikan saat menerima Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan di Kremlin, Rabu, 10 Desember 2025.

    Putin menyinggung adanya penurunan kecil ekspor gandum Rusia ke Indonesia tahun ini, dan menyatakan ingin membahasnya lebih lanjut.

    Pertemuan tersebut menjadi yang kedua kalinya antara Putin dan Prabowo di Rusia sepanjang tahun ini.

    Hal ini seiring upaya Moskow mempererat hubungan dengan negara-negara Global South di tengah isolasi Barat akibat perang Ukraina.

    Dalam percakapan yang disiarkan televisi, Prabowo menyebut hubungan kedua negara “sangat baik” dan mengundang Putin berkunjung ke Indonesia pada 2026 atau 2027.

    Itu merujuk pada kunjungan sang presiden Rusia ke India pekan sebelumnya.

    Rusia saat ini membangun sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir di berbagai negara.

    Kepada Prabowo, Putin menyatakan kesediaannya mendukung rencana Indonesia membangun PLTN pertama pada 2032 dengan kapasitas 500 MW.

    “Jika Anda memerlukan keahlian kami, para spesialis kami selalu siap membantu,” ujarnya.

    Putin juga mencatat sektor pertanian menjadi salah satu area kerja sama yang cukup positif, saat Indonesia mencatat sedikit surplus perdagangan dengan Rusia.

    Namun ia mengakui adanya penurunan pasokan gandum dan menyebut isu tersebut akan menjadi bagian dari agenda pembicaraan.

    Rusia, sebagai eksportir gandum terbesar di dunia, kembali memasok gandum ke Indonesia pada Oktober setelah sempat terhenti sejak Januari karena negosiasi mengenai akses produk.

    Badan keamanan pangan Rusia mengungkap Badan Karantina Indonesia memperpanjang sertifikasi keamanan pada Agustus, membuka jalan bagi pengiriman 52 ribu ton gandum pada Oktober.

    Agroexport, lembaga ekspor pertanian Rusia, memperkirakan total pasokan biji-bijian ke Indonesia pada 2024 dapat mencapai 1,3 juta ton yang mayoritas berupa gandum.

    Sebelum adanya kesepakatan terbaru, pengiriman tahun ini baru mencapai 123.000 ton pada Januari.

    Rusia saat ini berupaya memperluas pasar gandumnya di Asia, tetapi harus bersaing ketat dengan Amerika Serikat yang diperkirakan meningkatkan pasokan setelah menjalin sejumlah kesepakatan perdagangan baru di kawasan.

    Prabowo tetap teguh mempertahankan kebijakan luar negeri bebas-aktif Indonesia dan menegaskan Jakarta tidak akan bergabung dengan blok militer mana pun.

    Rusia pun mengapresiasi sikap Indonesia yang mereka nilai “seimbang” terkait konflik Ukraina.

    Kedua negara menggelar latihan angkatan laut bersama untuk pertama kalinya di Laut Jawa pada November 2024.

    Menurut Putin, kerja sama militer kedua negara menunjukkan perkembangan yang baik.

    Ia menyebut para perwira dan spesialis Indonesia secara rutin mengikuti pendidikan di universitas dan akademi militer Rusia.***

  • Putin Siap Bantu RI di Bidang Energi, Pertahanan, hingga Perdagangan

    Putin Siap Bantu RI di Bidang Energi, Pertahanan, hingga Perdagangan

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan sambutan hangat kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral di Kremlin, Rabu (10/12/2025).

    Putin menegaskan bahwa Rusia sangat berbahagia dapat menerima Prabowo di Moskow dan siap memperkuat seluruh aspek kemitraan strategis kedua negara.

    Putin mengingat kembali pertemuan mereka sebelumnya di China dalam rangka peringatan berakhirnya Perang Dunia II dan menekankan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk melanjutkan komunikasi dan kerja sama intensif.

    “Kami berterima kasih, Bapak pernah ikut Forum Ekonomi di St. Petersburg pada Juni tahun ini,” kata Putin.

    Dia menambahkan bahwa hubungan Indonesia–Rusia berkembang secara konsisten, terutama pada tahun peringatan 75 tahun hubungan diplomatik.

    Menurut Putin, komisi bersama bidang ekonomi bekerja efektif dan mendorong peningkatan perdagangan bilateral. Dalam sembilan bulan pertama 2025, nilai perdagangan kedua negara naik 17 persen.

    Putin menyoroti besarnya peluang kerja sama energi, termasuk energi nuklir. Dia mengaku memahami rencana Indonesia terkait pengembangan energi tersebut.

    “Kalau Indonesia memutuskan melibatkan Rusia, kami selalu siap membantu,” tegasnya.

    Selain energi, Putin menyebut adanya banyak proyek potensial di bidang industri serta pertanian. Dia mencatat bahwa Indonesia bahkan mencatat kelebihan neraca dalam perdagangan pertanian dengan Rusia.

    Meski begitu, kata Putin, Rusia, tidak mempermasalahkan hal tersebut. Penurunan pasokan gandum dari Rusia ke Indonesia juga akan menjadi topik pembahasan dalam dialog hari itu.

    Putin menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra tradisional Rusia dalam kerja sama militer-teknis. Dia menyatakan bahwa hubungan antar–kementerian pertahanan berlangsung sangat aktif dan berada pada level profesional yang baik.

    Dia juga menyebutkan bahwa banyak personel militer Indonesia menjalani pendidikan di lembaga pendidikan tinggi militer Rusia. 

    “Kami siap untuk menaikkan jumlah ini,” ucapnya.

    Putin menyoroti peningkatan interaksi antar-masyarakat kedua negara, termasuk bertambahnya jumlah wisatawan dari Rusia dan Indonesia. Hal ini, kata Putin, didukung oleh rute penerbangan langsung dan kebijakan bebas visa.

    “Penerbangan langsung akan membantu kedua negara dan dala hal ini juga mengenai kebebasan visa,” kata Putin.

  • Putin terima undangan Prabowo ke Indonesia: Saya pasti akan datang

    Putin terima undangan Prabowo ke Indonesia: Saya pasti akan datang

    … Jangan ke India saja. Kami sangat berharap sekali beliau datang…

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menerima undangan Presiden Prabowo Subianto untuk berkunjung ke Indonesia saat keduanya melakukan pertemuan didampingi delegasi dua negara di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Rabu, yang ditanggapi dengan memastikan akan datang.

    “Terima kasih banyak. Saya pasti akan datang. Saya akan dengan senang hati, terima kasih banyak,” kata Putin, yang menerima undangan Prabowo, dengan sedikit anggukan dan tersenyum, demikian seperti dikutip dari Kantor Berita RIA Novosti.

    Prabowo melanjutkan lawatan kenegaraannya dari Islamabad, Pakistan, ke Moskow, Rusia untuk bertemu Putin yang kedua kalinya sebagai peesiden. Prabowo dan Putin terakhir kali bertemu di St Petersburg, Rusia, pada Juni 2025.

    Dalam pertemuan itu, Prabowo yang duduk berdampingan dengan Putin, mengundangnya untuk ke Indonesia, baik itu pada 2026 atau 2027, mengikuti jadwal Putin.

    “Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengundang Yang Mulia untuk ke Indonesia pada kesempatan yang beliau miliki apakah tahun 2026 atau 2027, tidak ada masalah. Kami berharap beliau akan berkunjung ke Indonesia,” kata Prabowo, sebagaimana disaksikan dari tayangan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.

    Prabowo pun kembali berkelakar kepada Putin dengan menyinggungnya agar tidak hanya mengunjungi India, tetapi juga ke Indonesia.

    “Jangan ke India saja. Kami sangat berharap sekali beliau datang,” kata Prabowo. Keduanya pun tertawa kecil.

    Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa dirinya menerima tokoh-tokoh Rusia, baik dari kalangan pemerintah, maupun dari pengusaha di Istana Merdeka, Jakarta dan menghasilkan tindak lanjut yang produktif.

    “Saya sudah pertemukan, hubungkan dengan entitas-entitas industri kami, entitas perusahaan-perusahaan kami juga, dan sepertinya sudah banyak sekali tindak lanjut yang positif,” kata Prabowo kepada Putin.

    Pada November lalu, Prabowo diketahui menerima kunjungan Grup Sistema Rusia yang didampingi Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, di Istana Kepresidenan, Jakarta, guna, membahas potensi kerja sama, mulai dari sektor farmasi hingga pengembangan kapal listrik.

    Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan ini merupakan kelanjutan dari kunjungan kerja pemerintah ke St. Petersburg, Rusia pada Juni lalu.

    Pewarta: Mentari Dwi Gayati
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo Temui Putin di Moskow, Undang Kunjungan Balasan ke RI 2026

    Prabowo Temui Putin di Moskow, Undang Kunjungan Balasan ke RI 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas sambutan yang diberikan selama kunjungan kerjanya ke Moskow pada Rabu (10/12/2025).

    Dalam pertemuan resmi di Kremlin, Prabowo menekankan bahwa hubungan Indonesia–Rusia berada pada tingkat yang sangat baik dan menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai sektor.

    Prabowo menyampaikan rasa hormat kepada Presiden Putin serta para pimpinan pemerintah Rusia. Dia juga menegaskan rasa terima kasihnya atas kesediaan Putin menerima kunjungan tersebut meskipun agenda Presiden Rusia sangat padat.

    “Terima kasih atas penerimaan saya. Saya paham Presiden Putin agendanya sangat sibuk. Saya sangat berterima kasih diterima dengan pemberitahuan yang sangat singkat,” ujar Prabowo.

    Prabowo menjelaskan bahwa tujuan awal kunjungannya sebenarnya hanya untuk berkonsultasi, tetapi dia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan rasa terima kasih atas kemajuan hubungan bilateral. 

    Dia menuturkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Jakarta menerima sejumlah delegasi dari Rusia, baik dari kalangan pemerintah maupun dunia usaha.

    Menurut Prabowo, rangkaian pertemuan tersebut berlangsung produktif dan telah menghasilkan tindak lanjut konkret.

    “Saya sudah mempertemukan dan menghubungkan mereka dengan entitas industri serta perusahaan-perusahaan kami. Sepertinya sudah banyak tindak lanjut yang positif,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Putin untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. 

    Dia menegaskan bahwa Indonesia siap menerima Putin kapan pun beliau memiliki kesempatan.

    “Saya ingin mengundang Yang Mulia untuk ke Indonesia, apakah 2026 atau 2027, tidak ada masalah. Kami sangat berharap Anda berkunjung ke Indonesia. Jangan ke India saja,” ujar Prabowo sambil berseloroh.

    Prabowo juga menyampaikan terima kasih atas ungkapan belasungkawa yang disampaikan Putin terkait musibah banjir yang melanda Indonesia. 

    Dia menegaskan bahwa simpati tersebut menjadi bentuk kedekatan hubungan kedua negara.

    Pertemuan kedua pemimpin berlangsung sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Rusia yang mencakup sektor perdagangan, energi, pertahanan, dan kerja sama antar-masyarakat.

  • Putin: Rusia siap bantu Indonesia kembangkan industri nasional

    Prabowo sampaikan ke Putin bencana banjir ditangani secara baik

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahwa Pemerintah Indonesia telah menangani bencana banjir yang melanda sejumlah daerah dengan baik.

    Hal itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan dengan Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Rabu waktu setempat.

    “Terima kasih, kami sudah bisa menghadapi ini dengan baik,” kata Prabowo sebagaimana dipantau dari tayangan langsung akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.

    Pada kesempatan itu, dia menyampaikan apresiasi atas ucapan belasungkawa yang diberikan Presiden Putin terkait bencana banjir di Indonesia.

    “Terima kasih tadi ucapan bela sungkawa korban kami banjir di beberapa daerah,” kata dia.

    Ia menyebut penanganan banjir telah dilakukan dengan baik, termasuk dengan dukungan penggunaan helikopter buatan Rusia.

    Sementara itu, Putin sebelumnya menyampaikan belasungkawa kepada Prabowo atas bencana banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Indonesia.

    “Di awal saya mau menyampaikan kata-kata bela sungkawa terkait dengan banjir yang menimpa Indonesia dan menimpa bangsa Indonesia,” kata Putin.

    Diketahui, Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di wilayah Sumatra yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat besar.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut hingga Rabu mencapai 969 jiwa.

    Adapun jumlah korban yang hilang sebanyak berjumlah 252 jiwa dan pengungsi berjumlah 894.501 orang.

    Sementara itu, skala kerusakan juga meluas di berbagai wilayah di tiga provinsi tersebut. Data BNPB menunjukkan lebih dari 156 ribu rumah terdampak, termasuk 143.427 unit yang rusak berat, 2.298 rusak sedang, dan 10.808 rusak ringan .

    Kerusakan fasilitas publik juga signifikan dengan total 1.200 fasilitas umum terdampak, ditambah 215 fasilitas kesehatan, 584 fasilitas pendidikan, 423 rumah ibadah, 287 gedung perkantoran, dan 498 jembatan. BNPB memperkirakan nilai kerugian bencana tersebut telah mencapai triliunan rupiah.

    Pewarta: Fathur Rochman
    Editor: Ade P Marboen
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.