Tag: Vladimir Putin

  • Tak Ada Gencatan Senjata, Trump Desak Zelenskyy Buat Kesepakatan dengan Rusia

    Tak Ada Gencatan Senjata, Trump Desak Zelenskyy Buat Kesepakatan dengan Rusia

    JAKARTA – Presiden AS Donald Trump mengatakan Ukraina harus menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

    “Rusia adalah kekuatan yang sangat besar, sementara mereka tidak,” kata Trump setelah mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden Vladimir Putin yang gagal menghasilkan gencatan senjata dilansir Reuters, Sabtu, 16 Agustus.

    Dalam perubahan besar, Trump juga mengatakan ia telah sepakat dengan Putin soal cara terbaik untuk mengakhiri perang adalah dengan langsung menuju penyelesaian damai – bukan melalui gencatan senjata, seperti yang dituntut oleh Ukraina dan sekutu-sekutunya di Eropa, yang hingga saat ini didukung oleh AS.

    Pernyataan Trump muncul setelah ia bertemu Putin selama hampir tiga jam di Alaska pada hari Jumat dalam pertemuan puncak AS-Rusia pertama sejak Moskow melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.

    “Semua pihak sepakat bahwa cara terbaik untuk mengakhiri perang yang mengerikan antara Rusia dan Ukraina adalah dengan langsung mencapai Perjanjian Damai, yang akan mengakhiri perang, dan bukan sekadar Perjanjian Gencatan Senjata, yang seringkali tidak dapat dipertahankan,” tulis Trump di Truth Social dilansir Reuters, Sabtu, 16 Agustus.

    Perang tersebut—yang paling mematikan di Eropa selama 80 tahun—telah menewaskan atau melukai lebih dari satu juta orang dari kedua belah pihak, termasuk ribuan warga sipil yang sebagian besar berasal dari Ukraina, menurut para analis.

    Trump mengatakan akan mengadakan pembicaraan di Gedung Putih dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin pekan depan.

    “Jika semuanya berjalan lancar, kami akan menjadwalkan pertemuan dengan Presiden Putin. Berpotensi, jutaan nyawa orang akan terselamatkan,” tuturnya.

    Setelah percakapan panjang dengan Trump pasca-KTT Alaska, Zelenskyy mengatakan Ukraina siap untuk kerja sama yang konstruktif, dan ia mendukung gagasan pertemuan trilateral.

    “Ukraina menegaskan kembali kesiapannya untuk bekerja dengan upaya maksimal demi mencapai perdamaian,” tulisnya di media sosial.

    Namun, Putin tidak menyebutkan pertemuan dengan Zelenskyy ketika berbicara kepada wartawan sebelumnya.

    Kantor berita pemerintah Rusia TASS mengutip penasihat kebijakan luar negeri Putin, Yuri Ushakov, yang mengatakan bahwa kemungkinan pertemuan puncak tiga pihak yang melibatkan Zelenskyy belum dibahas.

  • Usai Bertemu Putin, Ini Ucapan Trump & Respons Zelensky-Pemimpin Dunia

    Usai Bertemu Putin, Ini Ucapan Trump & Respons Zelensky-Pemimpin Dunia

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska, Jumat (15/8/2025) ditanggapi sejumlah pemimpin dunia. Hal ini dikarenakan pertemuan ini terjadi saat hubungan kedua negara dalam titik nyala yang krusial lantaran perang di Ukraina.

    Trump mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan perdamaian antara Moskow dan Kyiv yang telah berperang selama tiga setengah tahun terakhir.

    Reuters dalam laporan terbarunya, Sabtu (16/8/2025) menyebutkan, Trump mengaku pertemuan itu menghasilkan kesepakatan dengan Putin, menyangkut upaya perdamaian. Namun tak merinci kesepakatan yang dimaksud. Tapi, Trump juga mengimbau Ukraina membuat kesepakatan mengakhiri perang dengan Rusia.

    “Rusia adalah kekuatan yang sangat besar, dan mereka tidak,” katanya, seperti dilansir Reuters.

    Berikut adalah reaksi dari para pemimpin dunia terhadap pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang tidak menyelesaikan perang Moskow di Ukraina.

    PRESIDEN UKRAINA VOLODYMYR ZELENSKIY DI X:

    “Kami mendukung proposal Presiden Trump untuk pertemuan trilateral antara Ukraina, AS, dan Rusia. Ukraina menekankan bahwa isu-isu utama dapat dibahas di tingkat pemimpin, dan format trilateral cocok untuk ini.

    “Pada hari Senin, saya akan bertemu dengan Presiden Trump di Washington, D.C., untuk membahas semua detail mengenai penghentian pembunuhan dan perang.

    “Penting agar Eropa dilibatkan di setiap tahap untuk memastikan jaminan keamanan yang andal bersama dengan Amerika. Kami juga membahas sinyal positif dari pihak Amerika mengenai partisipasi dalam menjamin keamanan Ukraina.”

    PERNYATAAN BERSAMA OLEH PARA PEMIMPIN EROPA:

    “Kami jelas, bahwa Ukraina harus memiliki jaminan keamanan yang kuat untuk secara efektif mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya.

    Kami menyambut pernyataan Presiden Trump bahwa AS siap memberikan jaminan keamanan. Koalisi yang Bersedia siap memainkan peran aktif. Tidak ada batasan yang harus ditempatkan pada angkatan bersenjata Ukraina atau pada kerja samanya dengan negara-negara ketiga. Rusia tidak dapat memiliki hak veto terhadap jalan Ukraina menuju UE dan NATO.

    “Terserah Ukraina untuk membuat keputusan tentang wilayahnya. Perbatasan internasional tidak boleh diubah dengan paksa.

    “Kami bertekad untuk berbuat lebih banyak untuk menjaga Ukraina tetap kuat guna mencapai penghentian pertempuran dan perdamaian yang adil dan abadi… Kami akan terus memperkuat sanksi dan langkah-langkah ekonomi yang lebih luas untuk menekan ekonomi perang Rusia.”

    PERDANA MENTERI INGGRIS KEIR STARMER

    “Upaya Presiden Trump telah membawa kita lebih dekat dari sebelumnya untuk mengakhiri perang ilegal Rusia di Ukraina. Kepemimpinannya dalam upaya menghentikan pembunuhan harus dipuji.

    “Saya menyambut baik keterbukaan Amerika Serikat, bersama dengan Eropa, untuk memberikan jaminan keamanan yang kuat kepada Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan apa pun. Ini adalah kemajuan penting dan akan sangat krusial dalam mencegah Putin kembali dan meminta lebih banyak lagi.

    “Sementara itu, sampai dia menghentikan serangan biadabnya, kami akan terus memperketat tekanan pada mesin perangnya dengan sanksi yang lebih banyak lagi… Dukungan tak tergoyahkan kami untuk Ukraina akan terus berlanjut selama diperlukan.”

    PRESIDEN PRANCIS EMMANUEL MACRON DI X:

    “Juga akan sangat penting untuk mengambil semua pelajaran dari 30 tahun terakhir, dan khususnya kecenderungan Rusia yang sudah jelas untuk gagal menepati komitmennya sendiri.

    “Kami akan terus bekerja sama secara erat dengan Presiden Trump dan Presiden Zelenskiy untuk memastikan bahwa kepentingan kami terjaga dalam semangat persatuan dan tanggung jawab.

    “Prancis terus berdiri teguh di sisi Ukraina.”

    PERDANA MENTERI ITALIA GIORGIA MELONI:

    “Seberkas harapan akhirnya terbuka untuk membahas perdamaian di Ukraina… Italia melakukan bagiannya, bersama dengan sekutu-sekutu Baratnya.”

    KANSELIR JERMAN FRIEDRICH MERZ DI X:

    “Ukraina dapat mengandalkan solidaritas kami yang tak tergoyahkan saat kami berupaya mencapai perdamaian yang menjaga kepentingan keamanan vital Ukraina dan Eropa.”

    PRESIDEN KOMISI EROPA URSULA VON DER LEYEN DI X:

    “UE bekerja sama erat dengan Presiden Zelenskiy dan Amerika Serikat untuk mencapai perdamaian yang adil dan langgeng. Jaminan keamanan yang kuat yang melindungi kepentingan keamanan vital Ukraina dan Eropa sangatlah penting.”

    DIPLOMAT UTAMA UE KAJA KALLAS:

    “AS memiliki kekuatan untuk memaksa Rusia bernegosiasi dengan serius. UE akan bekerja sama dengan Ukraina dan AS agar agresi Rusia tidak berhasil dan perdamaian apa pun bisa berkelanjutan. Moskow tidak akan mengakhiri perang sampai menyadari bahwa mereka tidak bisa melanjutkannya.
    Jadi, Eropa akan terus mendukung Ukraina, termasuk dengan mengerjakan paket sanksi Rusia yang ke-19.”

    JURU BICARA KEMENTERIAN LUAR NEGERI INDIA RANDHIR JAISWAL:

    “India menyambut baik pertemuan KTT di Alaska antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin dari Rusia. Kepemimpinan mereka dalam upaya perdamaian sangatlah terpuji.

    “India menghargai kemajuan yang dicapai dalam KTT. Jalan ke depan hanya bisa melalui dialog dan diplomasi. Dunia ingin melihat akhir yang cepat untuk konflik di Ukraina.”

    PERDANA MENTERI REPUBLIK CEKO PETR FIALA:

    “Hasil KTT Alaska mengonfirmasi bahwa sementara AS dan sekutunya mencari jalan menuju perdamaian, (Presiden Rusia Vladimir) Putin masih hanya tertarik pada keuntungan teritorial sebesar mungkin dan pemulihan kekaisaran Soviet.”

    PERDANA MENTERI HUNGARIA VIKTOR ORBAN DI FACEBOOK:

    “Selama bertahun-tahun kita telah menyaksikan dua kekuatan nuklir terbesar membongkar kerangka kerja sama mereka dan saling melempar pesan yang tidak bersahabat. Itu kini telah berakhir. Hari ini dunia adalah tempat yang lebih aman daripada kemarin.”

    Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dalam konferensi pers setelah pertemuan mereka untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)
    Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dalam konferensi pers setelah pertemuan mereka untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)

    PERDANA MENTERI POLANDIA DONALD TUSK DI X:

    “Barat harus tetap bersatu saat memasuki momen yang menentukan untuk masa depan Ukraina dan keamanan Eropa.”

    “Permainan untuk masa depan Ukraina, keamanan Polandia, dan seluruh Eropa telah memasuki fase yang menentukan.”

    “Hari ini, semakin jelas bahwa Rusia hanya menghormati yang kuat, dan Putin sekali lagi membuktikan diri sebagai pemain yang licik dan kejam. Oleh karena itu, menjaga persatuan seluruh Barat sangatlah penting.”

    PERDANA MENTERI SLOVAKIA ROBERT FICO, DALAM REKAMAN DI FACEBOOK:

    “Para presiden meluncurkan proses vital di Alaska.

    “Hari-hari mendatang akan menunjukkan apakah pemain besar di Uni akan mendukung proses ini… atau apakah strategi Eropa yang tidak berhasil dalam mencoba melemahkan Rusia melalui konflik ini dengan segala macam bantuan finansial, politik, atau militer yang secara harfiah luar biasa kepada Kyiv akan berlanjut.”

    “Saya tahu banyak orang Swedia khawatir tentang apa arti pembicaraan semalam antara Putin dan Trump,” katanya dalam komentar tertulis.

    “Perdamaian yang buruk, dengan syarat-syarat Rusia, akan berarti bahwa Rusia dapat mengancam lebih banyak negara Eropa. Oleh karena itu, sangat penting bahwa Eropa yang bersatu terus memberikan semua dukungan yang dibutuhkan Ukraina untuk menghindari kekalahan dalam perang.”

    “Pemerintah sekarang akan terus terlibat dalam dialog erat dengan Ukraina, dengan negara-negara Eropa lainnya, dan dengan Amerika Serikat. Tekanan pada Rusia harus terus berlanjut untuk mencapai gencatan senjata dan mengakhiri perang dengan jaminan keamanan yang kuat untuk masa depan.”

    MENTERI LUAR NEGERI RUMANIA TOIU OANA DI X:

    “Kami tetap yakin bahwa, melalui persatuan transatlantik dan solidaritas Eropa, kita dapat membangun kembali masa depan di mana perdamaian dan keamanan yang langgeng menjadi fondasi kemakmuran di kawasan ini.

    Rumania akan terus menjadi bagian aktif dari upaya bersama ini. Demi perdamaian dan pertumbuhan ekonomi, stabilitas dan keamanan di kawasan Laut Hitam sangatlah penting.

    Uni Eropa memiliki peran yang kuat untuk dimainkan, dan keterlibatan para pemimpin Eropa telah membentuk format negosiasi. Namun, berbagai format diskusi perlu diperkuat, begitu juga dengan kerangka dialog di sayap timur.”

    (dce)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Bukan Gencatan Senjata, Trump Dorong Perjanjian Damai untuk Perang Ukraina

    Bukan Gencatan Senjata, Trump Dorong Perjanjian Damai untuk Perang Ukraina

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengesampingkan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia setelah pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin. Trump menegaskan bahwa perjanjian damai secara langsung yang akan mengakhiri perang antara Kyiv dan Moskow.

    Kedua pemimpin sama-sama menyinggung beberapa poin kesepakatan selama pembicaraan tiga jam di Alaska pada Jumat (15/8) waktu setempat, namun tidak menawarkan terobosan apa pun terkait gencatan senjata dalam konflik yang menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan kerusakan luas di Ukraina.

    “Hari yang hebat dan sangat sukses di Alaska!” kata Trump dalam pernyataan terbaru via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Sabtu (16/8/2025).

    “Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia berjalan sangat baik, begitu pula percakapan telepon larut malam dengan Presiden (Volodymyr) Zelensky dari Ukraina, dan berbagai pemimpin Eropa, termasuk Sekretaris Jenderal NATO yang sangat dihormati,” sebutnya.

    “Semua pihak sepakat bahwa cara terbaik untuk mengakhiri perang mengerikan antara Rusia dan Ukraina adalah secara langsung mencapai Perjanjian Damai, yang akan mengakhiri perang, dan bukan sekadar Perjanjian Gencatan Senjata, yang seringkali tidak bertahan,” tegas Trump dalam pernyataan terbaru pada Sabtu (16/8) dini hari waktu AS, setelah dia mendarat di Washington DC.

    Pernyataan Trump ini disampaikan setelah Zelensky, dalam pengumumannya, mengatakan akan terbang ke Washington DC, ibu kota AS, untuk bertemu Trump pada Senin (18/8) mendatang. Trump mengonfirmasi pertemuan dengan Zelensky itu akan diadakan di Ruang Oval Gedung Putih.

    “Jika semuanya berjalan lancar, kami akan menjadwalkan pertemuan dengan Presiden Putin,” ucap Trump, tanpa menjelaskan apakah pertemuan itu merupakan pertemuan trilateral.

    “Sangat mungkin, jutaan nyawa orang akan terselamatkan,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Zelensky mengungkapkan bahwa dirinya melakukan “percakapan yang panjang dan substantif dengan Trump” via telepon, yang dimulai sebagai pembicaraan empat mata, sebelum kemudian melibatkan para pemimpin Eropa. Dalam percakapan telepon itu, Trump menyampaikan “poin-poin utama” pembicaraannya dengan Putin.

    Tidak dijelaskan lebih detail oleh Zelensky soal topik percakapan teleponnya dengan Trump.

    Namun dalam pernyataan via media sosial, Zelensky menyuarakan dukungan terhadap usulan Trump, yang disebutnya menyangkut soal pertemuan trilateral. Dia menegaskan kembali bahwa dirinya siap untuk pertemuan trilateral dengan Trump dan Putin — sesuatu yang didorong oleh Kyiv tetapi ditolak Kremlin.

    “Kami mendukung usulan Presiden Trump untuk pertemuan trilateral antara Ukraina, AS, dan Rusia. Ukraina menekankan bahwa isu-isu utama dapat dibahas di tingkat para pemimpin, dan format trilateral cocok untuk ini,” sebutnya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Zelensky Akan Terbang ke AS Usai Trump Bertemu Putin

    Zelensky Akan Terbang ke AS Usai Trump Bertemu Putin

    Kyiv

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan terbang ke Washington DC, ibu kota Amerika Serikat (AS), untuk bertemu Presiden Donald Trump. Hal ini setelah Zelensky mendapatkan penjelasan via telepon dari Trump soal isi pembicaraannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Alaska.

    Zelensky dalam pengumumannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (16/8/2025), mengatakan dirinya akan bertolak ke Washington DC pada Senin (18/8) mendatang, untuk membahas “penghentian pembunuhan dan perang” dengan Trump.

    Dikatakan Zelensky bahwa hal tersebut dilakukan setelah dia berbicara via telepon dengan Trump, di mana Presiden AS itu menyampaikan “poin-poin utama” pembicaraannya dengan Putin dalam pertemuan puncak pada Jumat (15/8) di Alaska. Pertemuan itu tidak menghasilkan kesepakatan apa pun soal Ukraina.

    “Pada Senin (18/8), saya akan bertemu dengan Presiden Trump di Washington DC untuk membahas semua detail terkait penghentian pembunuhan dan perang,” kata Zelensky dalam pernyataannya pada Sabtu (16/8).

    “Saya berterima kasih atas undangannya,” imbuhnya.

    Zelensky, dalam pernyataannya, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki “percakapan yang panjang dan substantif dengan Trump”, yang dimulai sebagai pembicaraan empat mata, sebelum kemudian melibatkan para pemimpin Eropa.

    Tidak dijelaskan lebih detail oleh Zelensky soal topik percakapan teleponnya dengan Trump tersebut.

    Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam pernyataan terpisah mengatakan bahwa Trump melakukan “panggilan telepon panjang” dengan Zelensky dalam penerbangan kembali ke Washington DC dari Anchorage, Alaska.

    Trump, sebut Leavitt, juga berbicara via telepon dengan para pemimpin NATO.

    Zelensky sendiri belum menanggapi langsung pertemuan puncak antara Trump dan Putin yang tidak menghasilkan gencatan senjata untuk Ukraina.

    Pertemuan antara Zelensky dan Trump di Washington DC dijadwalkan tiga hari setelah pembicaraan di Alaska, yang berakhir tanpa terobosan nyata untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

    Sehari setelah pertemuan Trump dan Putin itu, Zelensky meminta sekutu-sekutu Eropa untuk terlibat di “setiap tahap” perundingan. Dia juga menegaskan kembali bahwa dirinya siap untuk pertemuan trilateral dengan Trump dan Putin — sesuatu yang telah didorong oleh Kyiv tetapi ditolak oleh Kremlin.

    “Ukraina menekankan bahwa isu-isu kunci dapat dibahas di tingkat para pemimpin, dan format trilateral cocok untuk ini,” kata Zelensky.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Drone-Rudal Rusia Hujani Ukraina Usai Pertemuan Trump-Putin

    Drone-Rudal Rusia Hujani Ukraina Usai Pertemuan Trump-Putin

    Kyiv

    Puluhan drone dan rudal Rusia menghujani wilayah Ukraina pada Sabtu (16/8) dini hari waktu setempat, atau beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin melakukan pertemuan puncak di Alaska.

    Pertemuan kedua pemimpin yang sangat dinantikan itu berakhir tanpa terobosan, dengan tidak adanya kesepakatan apa pun mengenai Ukraina yang menjadi topik pembahasan utama.

    Beberapa jam usai pertemuan itu diakhiri pada Jumat (15/8) waktu Alaska, seperti dilansir AFP, Sabtu (16/8/2025), Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia telah “menyerang dengan rudal balistik Iskander-M dan 85 drone tipe Shahed”.

    Disebutkan juga bahwa Moskow juga menyerang “area-area garis depan” di empat wilayah Ukraina.

    Dalam laporan hariannya, Angkatan Udara Ukraina menyebut serangan-serangan itu terjadi “pada 16 Agustus dini hari” dan dimulai pada 15 Agustus malam hari — ketika Trump dan Putin menggelar negosiasi mereka.

    Kyiv mengatakan bahwa pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh 61 drone Rusia di antaranya.

    Pertemuan puncak antara Trump dan Putin berakhir tanpa pengumuman gencatan senjata, meskipun Barat telah mendesak Kremlin selama berbulan-bulan untuk berkomitmen dalam menghentikan pertempuran.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum memberikan reaksi publik atas pertemuan Trump dan Putin tersebut.

    Sebelumnya, dalam wawancara dengan Fox News setelah pertemuan dengan Putin, Trump mengatakan bahwa tanggung jawab kini berada di tangan Zelensky untuk memanfaatkan pertemuan puncak di Alaska dalam melanjutkan upaya dan mengamankan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

    “Sekarang, semuanya bergantung pada Presiden Zelensky untuk mewujudkannya,” kata Trump. “Dan saya juga ingin mengatakan negara-negara Eropa, mereka harus ikut terlibat sedikit, tetapi itu terserah pada Presiden Zelensky,” ucapnya.

    Lihat Video ‘Dihadapan Trump, Putin Akui Ingin Akhiri Perang dengan Ukraina’:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Putin Tawarkan Kunjungi Moskow Usai Pertemuan 3 Jam, Trump Bilang Menarik

    Putin Tawarkan Kunjungi Moskow Usai Pertemuan 3 Jam, Trump Bilang Menarik

    Anchorage

    Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk berkunjung ke Moskow, setelah keduanya melakukan pertemuan puncak di Alaska pada Jumat (15/8) waktu setempat untuk membahas perang Ukraina.

    Tawaran itu disampaikan Putin dalam konferensi bersama dengan Trump yang digelar setelah pertemuan di Joint Base Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska.

    “Lain kali di Moskow,” kata Putin kepada Trump dalam bahasa Inggris, seperti dilansir AFP, Sabtu (16/8/2025).

    Pernyataan itu disampaikan Putin setelah sang Presiden AS berterima kasih kepadanya dan mengatakan bahwa dia “mungkin akan segera bertemu lagi” dengan pemimpin Rusia tersebut.

    Trump membalas Putin dengan mengatakan: “Oh, itu menarik.”

    “Saya akan mendapat kritikan untuk hal itu, tetapi saya bisa melihat hal itu kemungkinan akan terjadi,” kata Trump.

    Putin dan Trump melakukan pertemuan yang sangat dinantikan di Alaska pada Jumat (15/8) waktu setempat, yang dimaksudkan untuk membahas perang di Ukraina dan langkah-langkah menuju perdamaian.

    Namun kedua pemimpin mengakhiri pertemuan tanpa ada kesepakatan apa pun soal Ukraina, setelah melakukan pembicaraan selama tiga jam.

    Kendati demikian, Trump menyebut pertemuan dengan Putin “sangat produktif” dengan “banyak poin” yang disepakati, meskipun dia tidak menyebutkannya lebih detail.

    Sedangkan Putin menyebut ada “kesepahaman” antara dirinya dan Trump mengenai Ukraina. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal “kesepahaman” yang dimaksudnya.

    “Kami berharap kesepahaman yang telah kami capai akan… membuka jalan bagi perdamaian di Ukraina,” kata Putin dalam konferensi pers bersama dengan Trump.

    Dalam wawancara dengan Fox News setelah pertemuan itu, Trump mengatakan bahwa tanggung jawab kini berada di tangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk memanfaatkan pertemuan puncak di Alaska dalam melanjutkan upaya dan mengamankan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

    “Sekarang, semuanya bergantung pada Presiden Zelensky untuk mewujudkannya,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News. “Dan saya juga ingin mengatakan negara-negara Eropa, mereka harus ikut terlibat sedikit, tetapi itu terserah pada Presiden Zelensky,” ucapnya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Harga Emas Antam 16 Agustus 2025 Lengser dari Level Rp 1.900.000, Cek Rinciannya – Page 3

    Harga Emas Antam 16 Agustus 2025 Lengser dari Level Rp 1.900.000, Cek Rinciannya – Page 3

    Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Jumat (15/8/2025), namun masih mencatatkan pelemahan mingguan seiring meredanya spekulasi penurunan suku bunga pasca rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan.

    Fokus pasar kini beralih pada pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska.

    Mengutip CNBC, Sabtu (16/8/2025), harga emas spot tercatat di level USD 3.336,66 per ons, nyaris tidak berubah dari hari sebelumnya, tetapi turun 1,8% sepanjang pekan. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS ditutup mendatar di USD 3.382,6 per ons.

    Melemahnya dolar AS pada perdagangan Jumat membuat emas — yang berdenominasi dolar AS — menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

    Sentimen pasar sempat tertekan setelah data Kamis (14/8/2025) menunjukkan Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada Juli melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun.

    Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar kini menilai peluang 92,6% The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Peluang penurunan 50 basis poin yang semula diantisipasi sebagian investor kini nyaris hilang.

  • Trump Tetapkan Tarif Impor Baja dan Semikonduktor Mulai Minggu Depan

    Trump Tetapkan Tarif Impor Baja dan Semikonduktor Mulai Minggu Depan

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya akan mengumumkan tarif impor baja dan chip semikonduktor dalam beberapa minggu ke depan. Namun ia tidak memberitahukan besaran tarif yang akan dikenakan secara pasti.

    Melansir Reuters, Sabtu (16/8/2025), dalam perjalanan menuju Alaska Jumat (15/8) kemarin Trump mengatakan besaran tarif yang dikenakan akan lebih rendah di awal, sehingga perusahaan-perusahaan terkait dapat membangun manufaktur domestik di AS. Selang beberapa waktu besaran tarif ini kemudian akan meningkat tajam.

    “Saya akan menetapkan tarif minggu depan dan minggu berikutnya untuk baja dan, menurut saya, chip,” kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One saat ia menuju pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska.

    Trump mengaku sangat yakin bahwa perusahaan-perusahaan sektor baja dan semikonduktor akan memilih untuk membangun fasilitas produksi mereka di Amerika saat besaran tarif yang ditetapkan masih rendah, daripada kelak menghadapi tarif tinggi.

    “Saya akan menetapkan tarif yang lebih rendah di awal, yang memberi mereka kesempatan untuk masuk dan membangun, dan sangat tinggi setelah jangka waktu tertentu,” ujarnya.

    Sebagai informasi, pada Februari lalu Trump menetapkan tarif untuk impor baja dan aluminium sebesar 25%. Namun pada Mei kemarin ia kembali mengumumkan akan menggandakan besaran tarif tersebut jadi 50% untuk meningkatkan produsen dalam negeri.

    Saat itu Trump juga tidak mengatakan dengan tegas apakah kenaikan tarif pada impor logam tersebut akan segera berlaku.

    Di luar itu, pada pekan lalu lalu Trump juga mengatakan segera mengenakan tarif 100% pada impor semikonduktor. Namun perusahaan-perusahaan yang berkomitmen untuk membangun manufaktur mereka di Amerika akan dikecualikan.

    (igo/eds)

  • Hasil Pertemuan Trump & Putin Datar-datar Aja, Para Ekonom Langsung Buka Suara

    Hasil Pertemuan Trump & Putin Datar-datar Aja, Para Ekonom Langsung Buka Suara

    Jakarta

    Pertemuan yang sangat dinanti antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (15/8/2025) waktu setempat, ternyata tidak menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri atau bahkan menghentikan sementara perang Rusia di Ukraina.

    Padahal, kedua pemimpin menggambarkan pembicaraan di Alaska itu sebagai pertemuan yang produktif. Dalam penampilan singkat di hadapan media setelah hampir tiga jam berdiskusi, keduanya menyatakan telah membuat kemajuan dalam beberapa isu tanpa memberikan penjelasan detail.

    Keduanya juga tidak membuka sesi tanya jawab, dan Trump yang biasanya vokal memilih diam saat wartawan berteriak melontarkan pertanyaan.

    “Ada banyak poin yang kami sepakati. Mungkin ada beberapa hal besar yang belum tuntas, tapi kami sudah mulai membuat kemajuan,” ujar Trump sambil berdiri di depan latar bertuliskan Pursuing Peace atau Menjemput Perdamaian, dilansir dari Reuters, Sabtu (16/8/2025).

    Helima Croft, Kepala Strategi Komoditas Global di RBC Capital Markets, New York, menilai hasil pertemuan ini sesuai prediksi. Ia menyebut hal itu hanya terdengar retorika diplomatik, tanpa isi konkret.

    “Kami akan memantau apakah hasil ‘to be continued’ ini cukup untuk menunda sanksi sekunder terhadap India yang masih mengimpor minyak dari Rusia. Tapi ini jelas tidak cukup untuk membuat Eropa mempertimbangkan mencabut sanksi energi terhadap Rusia,” katanya.

    Sementara itu, Carol Schleif, Kepala Strategi Pasar di BMO Private Wealth, menyebut hasilnya cenderung datar. Ia juga mengatakan isu geopolitik terkait pertemuan kedua pimpinan negara itu tidak akan terlalu menyita perhatian pasar.

    “Satu-satunya berita adalah tidak ada berita. Isu geopolitik seperti ini biasanya tidak terlalu menyita perhatian pasar dalam jangka panjang. Lagipula, pasar sudah mencetak rekor tertinggi meski perang ini sudah berlangsung tiga tahun. Pasar lebih peduli pada belanja konsumen, inflasi, dan komentar dari Wyoming minggu depan,” imbuhnya.

    Eric Teal, Chief Investment Officer di Comerica, berpendapat bahwa absennya sanksi ekonomi adalah kabar baik. Dalam hal ini, pasar bisa bernapas lega karena tidak ada eskalasi.

    “Bahkan, bisa jadi ini membuka peluang investasi di sektor energi. Harga minyak sekarang cukup rendah, dan potensi rally pemulihan ada di depan mata, terutama seiring permintaan musiman dan potensi pertumbuhan ekonomi.” sebut Eric.

    Eugene Epstein, Kepala Perdagangan dan Produk Terstruktur untuk wilayah Amerika Utara di Moneycorp, menganggap hasil pertemuan ini sudah sesuai ekspektasi.

    “Tidak ada yang berharap pembicaraan ini akan langsung melahirkan rencana damai yang konkret. Ini lebih soal simbolisme bahwa kedua pemimpin bersedia terus berbicara untuk mencari solusi bersama. Ini baru langkah awal,” tutupnya.

    (ily/hns)

  • Benarkah Harga BBM Turun per 15 Agustus 2025? Simak Rinciannya di Sini – Page 3

    Benarkah Harga BBM Turun per 15 Agustus 2025? Simak Rinciannya di Sini – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Di ramai di sejumlah media sosial bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) turun pada 15 Agustus 2025. Penurunan harga BBM baik di SPBU Pertamina atau milik swasta seperti Shell dan BP-AKR disebutkan karena penurunan harga minyak dunia. 

    Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin, harga minyak dunia memang ditutup melemah menjelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska. 

    Namun benarkah harga BBM di Indonesia turun pada 15 Agustus 2025?

    Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, harga BBM pada 15 Agustus tetap sama dengan harga BBM pada 1 Agustus. Penurunan harga BBM terjadi pada periode Juli memasukin agustus.

    Sebagai contoh, harga BBM RON 92 di Pertamina (Pertamax) masih di angka Rp 12.200 per liter untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya). 

    Sedangkan BP-AKR dengan produk BP Ultimate dibanderol Rp 12.550 per liter. Angka ini tidak berubah jika dibandingkan dengan periode 1 Agustus.  Hal yang sama juga terjadi di SPBU Shell untuk jenis Shell Super masih di angka Rp 12.580 per liter.

    Berikut ini rincian harga BBM di berbagai SPBU per 16 Agustus 2025: