Tag: Vladimir Putin

  • Putin Meraih Suara Hampir 90 Persen dalam Pemilu Rusia

    Putin Meraih Suara Hampir 90 Persen dalam Pemilu Rusia

    Anda sedang membaca Dunia Hari Ini, yang telah merangkum laporan utama dari sejumlah negara dalam 24 jam terakhir.

    Edisi Senin, 18 Maret 2023 kami awali dari perkembangan terkini pemilu di Rusia.

    Vladimir Putin jadi presiden Rusia lagi

    Vladimir Putin memenangkan pemilihan presiden Rusia dengan merebut 87,97 persen suara, menurut hasil awal dari komisi pemilihan umum di Rusia.

    Putin, yang sudah menjabat sebagai perdana menteri atau presiden sejak tahun 1999, merupakan salah satu dari empat kandidat yang tercantum dalam surat suara.

    Meninggalnya Alexei Navalny di penjara menjadi salah satu pukulan Putin menjelang pemilu, karena salah satu tokoh oposisi yang sering mengkritik Putin.

    Banyak pengamat internasional menggambarkan pemilu di Rusia sebagai pemilu palsu, dengan alasan hasilnya sudah dimanipulasi, sementara media pemerintah hanya menyebarkan propaganda mendukung Putin, dan tokoh-tokoh oposisi yang paling terkenal dilarang mencalonkan diri.

    Israel akan serang kota Rafah

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk terus melancarkan serangan terhadap kota Rafah.

    Ia menentang kritik yang semakin banyak disampaikan sekutu utamanya, termasuk Amerika Serikat, soal sikap kepemimpinannya di tengah perang di Gaza.

    Dalam beberapa hari terakhir, Chuck Schumer, pejabat tertinggi Yahudi di Amerika Serikat, meminta Israel mengadakan pemilu baru meski ia mendukung Israel.

    Tapi PM Netanyahu mengatakan kepada Fox News kalau Israel tidak pernah menyerukan pemilihan umum baru di Amerika setelah serangan 11 September 2001, dan mengatakan komentar Chuck adalah hal yang tidak pantas.

    Uber akan bayar AU$272 juta karena gugatan ‘class action’

    Uber sudah setuju untuk membayar kompensasi sebesar AU$272 juta kepada para pengemudi taksi dan mobil sewaan di Australia atas hilangnya pendapatan mereka dan nilai lisensi.

    Kompensasi ini yang yang terbesar kelima dalam sejarah Australia dan salah satu gugatan kelompok atau ‘class action’ paling sukses terhadap perusahaan Uber, menurut pernyataan pengacara di balik kasus tersebut, Senin pagi.

    Michael Donelly, pengacara dari Maurice Blackburn, mengatakan sebelum penyelesaian tercapai ada pertarungan hukum selama lima tahun saat Uber “berjuang mati-matian di setiap titik sepanjang prosesnya”.

    Dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada ABC, Uber mengatakan peraturan ridesharing “belum ada di mana pun di dunia, apalagi di Australia”, ketika perusahaan tersebut pertama kali berdiri.

    “Hari ini berbeda, dan Uber kini diatur di setiap negara bagian di seluruh Australia, dan pemerintah mengakui kami sebagai bagian penting dari sebaran transportasi negara ini,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

    Foto sampah laut meraih penghargaan bergengsi

    Penyelenggara British Wildlife Photography Awards mengumumkan pemenang kompetisi foto tahun ini.

    Pemenang utamanya adalah foto dengan judul Ocean Drifter, gambar bola sepak yang mengapung di air dengan puluhan hewan Gooseneck barnacle di bawahnya.

    Foto ini diambil oleh Ryan Stalker, yang mengatakan di atas permukaan air yang terlihatnya hanya bola.

    “Tetapi di bawah permukaan air ada koloni makhluk hidup.”

    Anda bisa melihat foto-foto lainnya dalam liputan berikut ini.

  • Menang Telak di Pilpres Rusia, Putin Ejek Sistem Politik AS

    Menang Telak di Pilpres Rusia, Putin Ejek Sistem Politik AS

    Moskow

    Presiden Rusia Vladimir Putin menang telak dalam pilpres yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (17/3) kemarin. Kemenangan Putin dalam mengalahkan tiga kandidat lainnya ini, akan memperkuat cengkeraman atas kekuasaan yang dipegangnya selama beberapa dekade terakhir.

    Ketika ditanya oleh media Amerika Serikat (AS) mengenai kemenangannya tersebut, Putin melontarkan kritikan terhadap sistem politik AS.

    Dalam pidato kemenangannya, seperti dilansir Reuters, Senin (18/3/2024), Putin menyebut kemenangannya dalam pilpres menunjukkan bahwa Rusia sudah benar dalam menentang Barat dan mengirimkan pasukan ke Ukraina.

    Putin juga mengatakan kepada para pendukungnya bahwa dirinya akan memprioritaskan penyelesaian tugas-tugas yang terkait dengan apa yang dia sebut sebagai “operasi militer khusus” Rusia di Ukraina dan akan memperkuat militer Rusia.

    “Kita mempunyai banyak tugas ke depan. Namun ketika kita melakukan konsolidasi — tidak peduli siapa yang ingin mengintimidasi kita, menindas kita — tidak ada seorang pun yang pernah berhasil dalam sejarah, mereka belum berhasil saat ini, dan mereka tidak akan pernah berhasil di masa depan,” tegas Putin.

    Para pendukung kemudian meneriakkan “Putin, Putin, Putin” ketika dia muncul di panggung, dan berteriak “Rusia, Rusia, Rusia” setelah dia menyelesaikan pidato kemenangannya pada Minggu (17/3) waktu setempat.

    Menurut exit poll yang dilakukan lembaga survei Public Opinion Foundation (FOM), Putin meraup 87, 8 persen suara dalam pilpres tahun ini. Angka tersebut mencetak rekor sebagai hasil tertinggi dalam pilpres Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet.

    Tingkat partisipasi pemilih secara nasional, menurut para pejabat otoritas pemilu Rusia, mencapai 74,22 persen ketika pemungutan suara diakhiri pada Minggu (17/3) waktu setempat. Angka itu melampaui angka tahun 2018 ketika tingkat partisipasi mencapai 67,5 persen.

    Lihat juga Video: Putin Jawab Macron soal Permintaan Gencatan Senjata Selama Olimpiade Paris

    Amerika Serikat (AS), Jerman, Inggris, dan beberapa negara lainnya menuduh pemungutan suara dalam pilpres Rusia tidak bebas dan tidak adil karena adanya pemenjaraan terhadap lawan politik dan pemberlakuan sensor yang ketat.

    Kandidat capres dari Partai Komunis Federasi Rusia (CPRF) Nikolai Kharitonov menempati peringkat kedua dengan perolehan suara di bawah 4 persen. Sedangkan capres Vladislav Davankov dari Partai Rakyat Baru menempati peringkat ketiga, dan capres Leonid Slutsky dai Partai Demokrat Liberal Rusia (LDPR) ada di peringkat empat.

    Dengan hasil itu berarti Putin, yang kini berusia 71 tahun, akan kembali menjabat selama enam tahun ke depan sebagai Presiden Rusia. Hal tersebut akan membuatnya menggeser Josef Stalin dan menjadi pemimpin terlama di Rusia selama lebih dari 200 tahun terakhir, jika dia menyelesaikan masa jabatannya.

    Sementara itu, saat ditanya oleh jaringan televisi AS, NBC, soal apakah terpilihnya kembali dirinya sebagai presiden Rusia sudah demokratis, Putin melontarkan kritikan terhadap sistem politik dan peradilan AS.

    “Seluruh dunia menertawakan apa yang terjadi (di Amerika Serikat). Ini sebuah bencana, bukan demokrasi,” sebutnya.

    “… Apakah demokratis jika menggunakan sumber daya administratif untuk menyerang salah satu calon Presiden Amerika Serikat, antara lain dengan menggunakan sistem peradilan?” tanya Putin, merujuk pada empat kasus kriminal yang menjerat capres Partai Republik Donald Trump yang menjadi rival Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat dalam pilpres AS pada November mendatang.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Hasil Penghitungan Suara Sementara Pemilu Rusia: Putin Menang Telak 87,8%

    Hasil Penghitungan Suara Sementara Pemilu Rusia: Putin Menang Telak 87,8%

    Jakarta

    Presiden Rusia Vladimir Putin menang telak dalam hasil penghitungan suara sementara kontestasi pemilu Rusia. Putin meraih 87,8% suara, hasil tertinggi dalam sejarah Rusia pasca-Soviet.

    Dilansir Reuters, Senin (18/3/2024), Putin meraih rekor kemenangan telak pasca-Soviet dalam pemilu Rusia pada Minggu (17/3) waktu setempat. Itu memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan dalam kemenangan yang menunjukkan bahwa Moskow benar dalam melawan Barat.

    Putin, mantan letnan kolonel KGB yang pertama kali naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 1999, menegaskan hasil pemilu tersebut harus memberikan pesan kepada Barat bahwa para pemimpinnya harus memperhitungkan keberanian Rusia. Hal itu baik dalam perang atau damai.

    Putin berarti akan memulai masa jabatan enam tahun baru yang akan membuatnya menyalip Josef Stalin dan menjadi pemimpin terlama di Rusia selama lebih dari 200 tahun. Putin meraih 87,8% suara, hasil tertinggi dalam sejarah Rusia pasca-Soviet, menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga jajak pendapat Public Opinion Foundation (FOM).

    Pusat Penelitian Opini Publik Rusia (VCIOM) menempatkan Putin pada 87%. Hasil resmi pertama menunjukkan bahwa jajak pendapat tersebut akurat. Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan negara-negara lain mengatakan pemungutan suara tersebut tidak bebas dan tidak adil karena pemenjaraan lawan politik dan sensor.

    Kandidat komunis Nikolai Kharitonov menempati posisi kedua dengan hanya di bawah 4%, pendatang baru Vladislav Davankov di posisi ketiga, dan ultra-nasionalis Leonid Slutsky di posisi keempat.

    Putin mengatakan kepada para pendukungnya dalam pidato kemenangan di Moskow bahwa ia akan memprioritaskan penyelesaian tugas-tugas yang terkait dengan apa yang ia sebut sebagai ‘operasi militer khusus’ Rusia di Ukraina. Putin mengatakan akan memperkuat militer Rusia.

    Pendukungnya meneriakkan ‘Putin, Putin, Putin’ ketika dia muncul di panggung dan ‘Rusia, Rusia, Rusia’ setelah dia menyampaikan pidato penerimaannya.

    Putin menganggap pemilu Rusia berlangsung demokratis. Putin mengatakan protes yang yang dilancarkan oposisi Navalny terhadap dirinya tidak berdampak pada hasil pemilu.

    Dalam komentar pertamanya mengenai kematian Navalny, Putin mengatakan meninggalnya Navalny merupakan ‘peristiwa menyedihkan’ dan menegaskan bahwa dia siap melakukan pertukaran tahanan yang melibatkan politisi oposisi tersebut.

    Lihat juga Video: Putin Jawab Macron soal Permintaan Gencatan Senjata Selama Olimpiade Paris

    (whn/zap)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Ukraina Minta Warga di Wilayah Dicaplok Rusia Abaikan ‘Pemilu Semu’ Putin

    Ukraina Minta Warga di Wilayah Dicaplok Rusia Abaikan ‘Pemilu Semu’ Putin

    Kyiv

    Pemerintah Ukraina meminta warganya yang tinggal di wilayah-wilayah yang dicaplok Rusia untuk mengabaikan apa yang mereka sebut ‘Pemilu semu’. Ukraina menyebut Pemilu itu hanya jalan untuk Vladimir Putin kembali menjabat sebagai Presiden Rusia selama 6 tahun lagi.

    Dilansir CNN, Minggu (17/3/2024), Kyiv dan sekutunya menuding pemungutan suara tersebut merupakan upaya lebih lanjut oleh Rusia untuk memberikan kesan legitimasi atas kendalinya di wilayah Ukraina yang dicaplok selama invasi.

    “Warga Ukraina harus menghindari partisipasi dalam lelucon ini dengan segala cara,” kata Menteri Pemerintahan Ukraina Iryna Vereshchuk.

    Dia mengatakan warga Ukraina tidak boleh membantu mengatur pemungutan suara, berkampanye, memberikan suara atau bertindak sebagai pemantau pemilu. Dia memperingatkan bahwa mereka yang melakukan hal tersebut dengan sukarela melanggar hukum Ukraina meskipun partisipasi paksa tidak melanggar hukum.

    “Jangan terlibat dalam kolaborasi, jangan membantu penjajah untuk mengadakan pemilu palsu,” tambah Vereshchuk.

    Anggota Komisi Pemilihan Lokal yang didampingi tentara mendatangi pemilih saat Pemilu Rusia digelar di Donetsk pada 14 Maret 2024 (Photo by STRINGER / AFP)

    Pemungutan suara tatap muka telah berlangsung sejak Jumat (15/3). Pada hari Minggu, diperkirakan akan ada jumlah TPS terbesar yang dibuka di Krimea serta wilayah Kherson, Zaporizhzhia, Donetsk, dan Luhansk yang juga berada di bawah pendudukan Rusia.

    Kantor berita pemerintah Rusia RIA Novosti telah memuat laporan di saluran Telegram-nya yang menunjukkan tim pemilu keliling di Avdiivka, sebuah kota yang direbut oleh pasukan Rusia bulan lalu.

    Saat beberapa orang terlihat memberikan suara mereka, seorang wanita, yang mengatakan bahwa dia adalah seorang Kristen Ortodoks dari Gereja Rusia mengungkapkan rasa terima kasihnya.

    “Kami sudah menunggu ini. Saya sangat senang. Terima kasih banyak telah datang kepada kami,” katanya.

    Saluran Telegram Rusia telah menunjukkan tim Pemilu keliling lainnya di seluruh wilayah pendudukan, termasuk beberapa yang tampak jelas menunjukkan tentara Rusia menemani petugas pemilu saat mereka pergi dari rumah ke rumah.

    Sebuah video dari Luhansk memperlihatkan seorang wanita tua di dalam apartemennya mengisi surat pemilu dan memasukkannya ke dalam kotak suara, sementara seorang pria berseragam tentara berdiri di dekatnya dengan senapan tersandang di dadanya. Para pejabat Ukraina mengatakan taktik intimidasi seperti itu adalah hal biasa dan bertujuan untuk memaksa masyarakat memberikan suara mereka kepada Putin.

    Anggota Komisi Pemilihan Lokal yang didampingi tentara mendatangi pemilih saat Pemilu Rusia digelar di Donetsk pada 14 Maret 2024 (Photo by STRINGER / AFP)

    Sementara itu, para pejabat yang dilantik oleh Rusia di wilayah-wilayah pendudukan melaporkan beberapa ledakan di dekat tempat pemungutan suara pada hari Sabtu (16/3). Vladimir Rogov, seorang anggota pemerintahan sipil-militer di Zaporizhzhia, mengatakan sebuah alat peledak rakitan telah diledakkan di luar sebuah gedung yang akan digunakan untuk pemungutan suara di kota pelabuhan Berdiansk. Sebuah tembok rusak tetapi tidak ada korban jiwa.

    Seorang pejabat Ukraina menulis dengan ironis di media sosial ‘Suaranya berisik di Berdiansk…sepertinya ada insiden yang tidak menyenangkan’. Belakangan, pejabat Ukraina yang sama melaporkan penduduk setempat mendengar ledakan kedua di kota tersebut, juga di luar gedung yang dijadwalkan dijadikan sebagai tempat pemungutan suara.

    Di tempat lain, Vladimir Saldo, pemimpin Rusia di Kherson, melaporkan seorang wanita berusia 50 tahun tewas akibat serangan pesawat tak berawak di kota Kakhovka. Saldo menuding serangan itu sebagai ‘upaya untuk mengacaukan situasi di kota selama pemungutan suara’.

    Dia menuduh Ukraina menembaki sebuah bangunan di tempat lain di Kakhovka tempat pemungutan suara berlangsung. Tidak ada korban jiwa dalam serangan itu, katanya.

    Pejabat pemilu Rusia telah mengunggah informasi terbaru tentang apa yang mereka katakan sebagai jumlah pemilih di berbagai wilayah. Di Kherson yang diduduki, angka partisipasi pada hari Sabtu mencapai 77,7%, sedangkan di Donetsk yang diduduki angkanya mencapai 86,5%.

    Ukraina menuding Moskow akan mengarang hasil akhir Pemilu dan menegaskan bahwa mayoritas warga yang hidup di bawah pendudukan Rusia memilih untuk tidak ambil bagian dalam pemilu tersebut.

    (haf/imk)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Jelang Pemilu, Putin Serukan Warga Rusia untuk Memilih

    Jelang Pemilu, Putin Serukan Warga Rusia untuk Memilih

    Jakarta

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan warga Rusia untuk memberikan suara dalam pemilu yang akan digelar akhir pekan ini. Dalam pemilu ini, Putin yang sudah lama menjabat, berupaya untuk kembali memperkuat kekuasaannya.

    Putin bersiap untuk kembali memenangkan masa jabatan enam tahun lagi pada akhir pekan ini, dalam pemungutan suara yang menurut Kremlin akan menunjukkan bahwa masyarakat sepenuhnya mendukung invasi Rusia terhadap Ukraina.

    “Saya yakin: Anda menyadari betapa sulitnya masa yang dialami negara kita, betapa kompleksnya tantangan yang kita hadapi di hampir semua bidang,” kata Putin dalam pidatonya di hadapan warga Rusia menjelang pemilu.

    “Dan untuk terus menanggapinya dengan bermartabat dan berhasil mengatasi kesulitan, kita perlu terus bersatu dan percaya diri,” imbuh pemimpin Rusia itu, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Kamis (14/3/2024).

    Kemenangan dalam pemilu 15-17 Maret mendatang akan memungkinkan Putin untuk tetap berada di Kremlin setidaknya hingga tahun 2030, lebih lama dari pemimpin Rusia mana pun sejak Catherine the Great pada abad ke-18.

    “Biar saya terus terang: partisipasi dalam pemilu hari ini adalah perwujudan perasaan patriotik,” tambah Putin dalam pidatonya.

    Putin juga mengatakan bahwa pemungutan suara juga akan berlangsung di empat wilayah Ukraina yang baru diduduki serta semenanjung Krimea, yang dianeksasi oleh Moskow pada tahun 2014.

    “Para pejuang kita di garis depan juga akan memilih. Mereka, menunjukkan keberanian dan kepahlawanan, membela Tanah Air dan, dengan berpartisipasi dalam pemilu, memberikan contoh bagi kita semua,” ujar Putin.

    Pemilu ini akan digelar di saat tingginya kepercayaan publik terhadap mantan agen KGB tersebut.

    Pasukan Rusia di Ukraina telah meraih kemenangan pertama mereka di medan perang dalam beberapa bula,n dan pengkritik Putin yang paling keras, Alexei Navalny, meninggal di koloni penjara Arktik bulan lalu.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Gabung NATO, Swedia Unjuk Gigi Pesawat Canggih di Perbatasan Rusia

    Gabung NATO, Swedia Unjuk Gigi Pesawat Canggih di Perbatasan Rusia

    Swedia

    Usai resmi bergabung dengan NATO, Swedia langsung unjuk gigi. Angkatan Udara Swedia pekan lalu diketahui melakukan penerbangan pengintaian pertamanya di dekat perbatasan Rusia.

    Menurut pakar Intelijen Open Source intelligence, kedua penerbangan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan informasi intelijen tentang penempatan dan aktivitas pasukan dan senjata Rusia di wilayah tersebut.

    Satu penerbangan dilakukan oleh pesawat Gulfstream S102B Korpen GIV-SP Signal Intelligence (SIGINT) Swedia, yang terbang di atas Polandia dekat perbatasan daerah Kaliningrad Rusia dan Belarusia.

    S102B Korpen adalah pesawat Gulfstream IV yang banyak dimodifikasi. Pesawat ini dapat memindai spektrum elektromagnetik untuk menemukan, mengumpulkan, dan mengkategorikan sinyal dari radar, peralatan navigasi, dan sistem senjata.

    Penerbangan kedua dilakukan oleh pesawat radar Saab 340 di atas Laut Baltik. Saab 340 ini adalah pesawat peringatan dini dan kendali udara (AEW&C). Radar yang dipasang mampu melacak kapal, pesawat, dan rudal hingga jarak 190-250 mil saat berada di ketinggian 6 kilometer.

    [Gambas:Twitter]

    Setelah penyerahan dokumen di Washington, Swedia menjadi anggota NATO ke-32. Di tengah meningkatnya kecemasan akan meluasnya agresi Rusia ke negara-negara Baltik, keanggotaan Swedia memberikan cara baru bagi aliansi tersebut untuk menghalangi serangan Rusia.

    Nima Khorrami, analis di Arctic Institute, menilai bahwa keanggotaan Swedia memperluas jangkauan rudal NATO, sehingga lokasi-lokasi strategis di Kaliningrad dan St. Petersburg dapat dijangkau.

    “Hal ini menambah lapisan pencegahan terhadap potensi agresi Rusia, karena pasukan NATO dapat secara efektif merespons ancaman secara real time,” katanya yang dikutip detikINET dari Insider.

    Oscar Jonsson, peneliti di Universitas Pertahanan Swedia, sebelumnya mengatakan Swedia penting dalam hal menerima pasukan NATO jika diperlukan, sulit dibidik pasukan Rusia, dan cukup dekat dengan Kaliningrad untuk meluncurkan kemampuan rudal presisi jarak jauh.

    Rusia sendiri telah lama menuduh NATO berusaha mengepung negaranya. Presiden Rusia Vladimir Putin memanfaatkan klaim tersebut sebagai bagian dari pembenaran atas invasi Rusia ke Ukraina.

    (fyk/rns)

  • Rusia Larang Ekspor Bensin Mulai 1 Maret, Berlaku 6 Bulan

    Rusia Larang Ekspor Bensin Mulai 1 Maret, Berlaku 6 Bulan

    Jakarta, CNN Indonesia

    Rusia bakal melarang ekspor bensin selama enam bulan mulai Jumat (1/3) mendatang. Larangan itu dilakukan guna menjaga stabilitas harga di tengah tingginya permintaan dari konsumen dan petani.

    Melansir Reuters, larangan ekspor itu pertama kali dilaporkan oleh RBC Rusia. Kabar ini pun telah dikonfirmasi oleh juru bicara Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, orang yang ditunjuk Presiden Vladimir Putin untuk sektor energi Rusia, Selasa (27/2).

    Perdana Menteri Mikhail Mishustin telah menyetujui larangan tersebut setelah Novak mengusulkannya dalam surat tertanggal 21 Februari.

    “Untuk mengimbangi permintaan produk minyak bumi yang berlebihan, perlu diambil langkah-langkah untuk membantu menstabilkan harga di pasar domestik,” kata Novak dalam proposalnya.

    Harga bensin memang menjadi hal sensitif bagi warga dan petani di Negeri Beruang Merah itu. Terlebih, Rusia akan mengadakan pemilihan presiden pada 15-17 Maret mendatang.

    Di sisi lain, produksi minyak dalam negeri juga terganggu imbas beberapa kilang terkena serangan pesawat tanpa awak Ukraina beberapa waktu lalu.

    Rusia dan Ukraina saling menargetkan infrastruktur energi dalam serangannya. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengganggu jalur pasokan dan logistik serta melemahkan semangat lawan-lawan mereka.

    Minyak, produk minyak, dan gas sejauh ini merupakan produk ekspor terbesar Rusia. Ekspor tersebut juga merupakan sumber utama pendapatan mata uang asing bagi perekonomian negara eksportir gandum terbesar di dunia itu.

    Belakangan, Kremlin telah bekerja sama dengan eksportir minyak terbesar di dunia, yakni Arab Saudi. Kerja sama ini dijalin untuk menjaga harga tetap tinggi sebagai bagian dari kelompok OPEC+.

    Rusia sudah secara sukarela mengurangi ekspor minyak dan bahan bakarnya sebesar 500 ribu barel per hari pada kuartal pertama tahun ini. Hal ini juga merupakan bagian dari upaya OPEC+ untuk menjaga harga.

    (mrh/sfr)

  • Putin Beri Hadiah Mobil Mewah untuk Kim Jong Un

    Putin Beri Hadiah Mobil Mewah untuk Kim Jong Un

    Pyongyang

    Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiahkan sebuah mobil mewah buatan Rusia kepada pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Pemberian Moskow ini berpotensi melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dijatuhkan terhadap Pyongyang.

    Seperti dilansir AFP, Selasa (20/2/2024), pemberian mobil dari Putin kepada Kim Jong Un itu terjadi saat kedua negara memperkuat hubungan di berbagai bidang, mulai dari pariwisata hingga pertahanan. Korut diketahui semakin dekat dengan Rusia sejak Kim Jong Un mengunjungi Putin tahun lalu.

    Kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), menyebut hadiah mobil dari Putin itu dimaksudkan untuk “penggunaan pribadi” Kim Jong Un.

    “(Kim Jong Un) Diberi sebuah mobil buatan Rusia untuk penggunaan pribadinya oleh Vladimir Vladimirovich Putin, Presiden Federasi Rusia,” sebut KCNA dalam laporannya.

    Menurut KCNA, mobil buatan Rusia itu dikirimkan kepada ajudan top Kim Jong Un oleh pihak Rusia pada 18 Februari.

    Ucapan terima kasih, sebut KCNA, disampaikan kepada Putin oleh lewat Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un.

    “(Kim Yo Jong) Dengan sopan menyampaikan rasa terima kasih Kim Jong Un kepada Putin, kepada pihak Rusia, menyebut hadiah itu berfungsi sebagai demonstrasi yang jelas dari hubungan pribadi yang khusus antara para pemimpin tertinggi,” demikian laporan KCNA.

    Lihat juga Video: 2 Remaja Korut Dihukum Kerja Paksa 12 Tahun gegara Nonton Drakor

    Kim Jong Un diyakini sebagai penggemar berat otomotif dan memiliki banyak koleksi kendaraan mewah merek asing yang diduga diselundupkan ke Pyongyang. Pemimpin Korut itu juga beberapa kali terlihat menggunakan mobil mewah, seperti SUV Lexus dan Mercedes-Benz model S-Class.

    Laporan PBB tahun 2021 menyoroti upaya pengiriman kendaraan mewah senilai lebih dari US$ 1 juta, termasuk model-model yang tersebut di atas, yang diduga berasal dari Uni Emirat Arab menuju ke Ningbo, China, untuk selanjutnya dikirimkan ke Korut.

    Impor kendaraan apa pun akan melanggar serangkaian sanksi PBB terhadap Pyongyang terkait program senjata yang dilarang.

    Selama kunjungan ke Rusia tahun lalu, Putin mengundang Kim Jong Un duduk di kursi belakang limusin kepresidenan Aurus Senat miliknya. Kim Jong Un sendiri membawa limusin Maybach miliknya saat berkunjung ke Rusia, yang diangkut dengan kereta khusus yang ditumpanginya dari Pyongyang.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Alexei Navalny Mati di Tahanan, Prancis dan Norwegia Panggil Dubes Rusia

    Alexei Navalny Mati di Tahanan, Prancis dan Norwegia Panggil Dubes Rusia

    Jakarta

    Oposisi bernama Alexei Navalny meninggal di dalam tahanan Rusia. Prancis dan Norwegia pun memanggil Duta Besar (Dubes) Rusia untuk dua negara tersebut.

    Dilansir kantor berita AFP, Selasa (20/2/2024), Paris telah memanggil duta besar Rusia untuk Prancis setelah kematian pemimpin oposisi Alexei Navalny di penjara Arktik, kata Menteri Luar Negeri Prancis Stephane Sejourne pada Senin (19/2) saat berkunjung ke Argentina.

    “Saya telah meminta pertemuan duta besar Rusia hari ini,” katanya pada konferensi pers dengan mitranya dari Argentina di Buenos Aires, dan menambahkan bahwa “rezim Vladimir Putin sekali lagi menunjukkan sifat aslinya.”

    Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Norwegia pada Senin (19/2) mengatakan pihaknya telah memanggil duta besar Rusia atas kematian pemimpin oposisi Alexei Navalny.

    “Kementerian Luar Negeri hari ini memanggil duta besar Rusia untuk membicarakan kematian Alexei Navalny. Dalam percakapan tersebut, pandangan Norwegia akan disampaikan tentang tanggung jawab otoritas Rusia atas kematian tersebut dan untuk memfasilitasi penyelidikan yang transparan,” kata kementerian tersebut. dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa pertemuan itu belum terjadi tetapi akan segera terjadi.

    Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin belum juga memberikan komentarnya atas kematian tokoh oposisi Alexei Navalny, yang dikenal sebagai pengkritiknya yang paling vokal. Kematian Navalny di dalam penjara, pekan lalu, memicu duka sekaligus kecaman.

    Kabar meninggalnya Navalny muncul sebulan sebelum digelarnya pemilu yang akan memperpanjang kekuasaan Putin selama enam tahun ke depan.

    Putin masih bungkam dan belum mengomentari kematian Navalny, yang diumumkan otoritas Rusia sejak Jumat (16/2) pekan lalu.

    Kremlin juga belum merilis pernyataan terbaru sejak Jumat (16/2) malam ketika mereka mengkritik para pemimpin Barat yang ramai-ramai menuntut Putin bertanggung atas kematian Navalny.

    (aik/aik)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Spanyol Panggil Dubes Rusia usai Alexei Meninggal di Penjara

    Spanyol Panggil Dubes Rusia usai Alexei Meninggal di Penjara

    Jakarta

    Opisisi Rusia Alexei Navalny meninggal di dalam penjara. Spayol pun memanggil duta besar Rusia di Madrid.

    Dilansir dari AFP, Senin (19/2/2024), sumber dari kementerian luar negeri Spanyol menyampaikan hal tersebut.

    Sumber tersebut tidak merinci kapan duta besar Rusia, Yuri Klimenko, dipanggil, yang dilaporkan hanya dua jam setelah tindakan serupa diumumkan oleh Swedia dan Jerman.

    Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin belum juga memberikan komentarnya atas kematian tokoh oposisi Alexei Navalny, yang dikenal sebagai pengkritiknya yang paling vokal. Kematian Navalny di dalam penjara, pekan lalu, memicu duka sekaligus kecaman.

    Kabar meninggalnya Navalny muncul sebulan sebelum digelarnya pemilu yang akan memperpanjang kekuasaan Putin selama enam tahun ke depan.

    Otoritas Rusia juga dilaporkan belum memberikan akses pada ibu dan istri Navalnya ke jenazahnya. Hal itu memicu kemarahan di kalangan pendukung Navalny yang menuding Moskow sebagai “pembunuh” yang berusaha “menutupi jejak mereka”.

    Putin masih bungkam dan belum mengomentari kematian Navalny, yang diumumkan otoritas Rusia sejak Jumat (16/2) pekan lalu.

    (aik/aik)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini