Tag: Vladimir Putin

  • Rusia Tetap Patuhi Perjanjian Kemitraan Strategis dengan Venezuela

    Rusia Tetap Patuhi Perjanjian Kemitraan Strategis dengan Venezuela

    JAKARTA – Duta Besar Rusia untuk Venezuela, Sergey Melik-Bagdasarov, menegaskan perjanjian kemitraan dan kerja sama strategis antara Rusia dan Venezuela tetap menjadi satu-satunya tolok ukur untuk pengembangan hubungan bilateral lebih lanjut.

    Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil pada Jumat, 10 Januari, mengatakan ia telah bertemu dengan Sergey Melik-Bagdasarov dan menerima jaminan dukungan dan solidaritas dari Moskow setelah serangan AS terhadap Venezuela.

    “Perjanjian antar pemerintah tentang kemitraan dan kerja sama strategis, yang telah mulai berlaku, adalah satu-satunya prinsip panduan untuk penguatan hubungan kita secara komprehensif lebih lanjut,” kata Dubes Rusia tersebut kepada RIA Novosti setelah pertemuannya dengan Yvan Gil dilansir ANTARA dari Sputnik.

    “Implementasi tugas-tugas yang diidentifikasi selama kontak bilateral di tingkat tertinggi dan luas, termasuk menindaklanjuti hasil pertemuan ke-19 komisi antar pemerintah tingkat tinggi Rusia-Venezuela yang baru saja diadakan, tentu akan terus berlanjut,” imbuhnya.

    Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan komitmen Rusia untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Venezuela selama percakapan telepon dengan Delcy Rodriguez, menyusul serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

    Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang meratifikasi Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama Strategis dengan Venezuela pada akhir Oktober.

    Pada 7 Mei 2025, Putin dan Maduro mengadakan pembicaraan di Moskow dan menandatangani perjanjian tentang kemitraan dan kerja sama strategis, yang mendorong peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, energi, pertambangan, dan sektor strategis lainnya.

    Perjanjian tersebut menyatakan kedua pihak sangat menentang tindakan koersif dan restriktif sepihak, termasuk yang bersifat ekstrateritorial, yang merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan norma serta prinsip hukum internasional lainnya yang diakui secara universal.

    Kedua pihak juga sepakat untuk berkontribusi pada pembentukan infrastruktur keuangan Rusia-Venezuela yang independen.

    Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua pihak akan bekerja sama dalam isu-isu pengendalian senjata, perlucutan senjata, dan non-proliferasi, yang diharapkan dapat memastikan stabilitas internasional dan keamanan yang setara dan tidak terpecah bagi semua negara tanpa kecuali.

  • Zelensky Minta AS Culik Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov seperti Maduro

    Zelensky Minta AS Culik Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov seperti Maduro

    GELORA.CO – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menculik pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov. 

    Dalam pernyataannya pada Rabu, 7 Januari 2206, Zelensky mengatakan langkah ekstrem tersebut akan memberi tekanan besar kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan bisa mempercepat berakhirnya konflik Ukraina. Ia mencontohkan tindakan AS di Venezuela sebagai model yang bisa diterapkan terhadap Kadyrov.

    “Seluruh dunia dapat melihat hasilnya. Mereka melakukannya dengan cepat. Baiklah, biarkan mereka melakukan semacam operasi terhadap Kadyrov. Mungkin setelah itu Putin akan melihat ini dan memikirkannya,” ujar Zelensky, dikutip dari RT, Kamis 8 Januari 2026.

    Zelensky secara khusus memuji operasi penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang menurutnya menunjukkan ketegasan Washington dalam menghadapi musuh politiknya.

    Maduro dan istrinya, Cilia Flores telah menjalani sidang perdana di AS awal pekan ini. Keduanya dituduh bekerja sama dengan kartel narkoba untuk menyelundupkan ribuan ton kokain ke Amerika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

  • Koalisi Negara Barat Bahas Jaminan Keamanan Ukraina di Paris

    Koalisi Negara Barat Bahas Jaminan Keamanan Ukraina di Paris

    Jakarta

    Pemimpin negara dan pejabat tinggi dari sekitar 35 negara yang tergabung dalam Coalition of the Willing menghadiri pertemuan di Paris. Koalisi ini dibentuk negara-negara Eropa demi memperkuat keamanan, tanpa melibatkan NATO menyusul perubahan kebijakan di Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

    Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Paris ini berlangsung hampir empat tahun setelah invasi Rusia pada Februari 2022 dan menjadi upaya terbaru untuk menyepakati jaminan keamanan bagi Kyiv jika tercapai gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina.

    Namun, upaya diplomatik di Paris ini berlangsung di tengah dinamika terbaru di kalangan Eropa setelah penangkapan Pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat. Maduro dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, dan langkah Washington tersebut menambah elemen ketidakpastian dalam hubungan transatlantik, meski para pemimpin Eropa berupaya tidak secara terbuka mengecam operasi militer AS itu.

    Siapa saja yang hadir di Paris?

    Sebanyak 35 negara terwakili dalam pertemuan Paris, termasuk 27 kepala negara. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut Zelenskyy di Istana Elysee untuk pertemuan satu lawan satu sebelum makan siang kerja dengan para peserta lain.

    Di antara para pemimpin yang hadir adalah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Washington diwakili oleh Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner, menantu Trump. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte juga dijadwalkan hadir. Namun, Rusia tidak termasuk dalam agenda pertemuan ini.

    Jaminan keamanan dan pasukan multinasional di Ukraina

    Menurut laporan media yang mengutip diplomat, pembicaraan akan berfokus pada dokumen rancangan jaminan keamanan untuk Ukraina jika terjadi gencatan senjata.

    Sebagian anggota koalisi mendorong gagasan pengiriman pasukan multinasional ke Ukraina untuk mencegah agresi Rusia di masa depan jika gencatan senjata tercapai. Gagasan ini menjadi salah satu pokok bahasan utama, meskipun Moskow secara konsisten menentang kehadiran pasukan NATO di Ukraina.

    Langkah “penyelarasan kembali”

    Pihak kepresidenan Prancis menyatakan tujuan utama pertemuan adalah menunjukkan “penyelarasan” antara Washington, Kyiv, dan sekutu Eropa terkait jaminan keamanan bagi Ukraina.

    Sebelum berangkat ke Paris, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk “memperketat dan menyelaraskan posisi Eropa dan Amerika”, seperti dikutip AFP.

    Menurutnya, hanya tekanan bersama semacam itu yang berpeluang memaksa Rusia menanggapi isu gencatan senjata dan perdamaian secara serius, meski ia mengingatkan agar tidak mengharapkan keputusan final di Paris.

    Seorang penasihat Presiden Macron menyebut pertemuan ini sebagai puncak dari serangkaian upaya sejak kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, yang bertujuan mencegah Amerika Serikat “meninggalkan Ukraina”.

    Fondasi yang disiapkan dari Kyiv

    Sebagai landasan KTT Paris, para penasihat keamanan dari 15 negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, serta perwakilan NATO dan Uni Eropa telah berkumpul di Kyiv sepanjang akhir pekan. Sementara perwakilan AS Steve Witkoff mengikuti pembahasan tersebut secara virtual.

    Kyiv dalam beberapa hari terakhir menyatakan bahwa kerangka kesepakatan gencatan senjata sudah “90 persen” siap. Namun, perbedaan mendasar soal wilayah dan mekanisme jaminan keamanan masih menjadi ganjalan utama.

    Sementara, Kanselir Jerman Friedrich Merz menempatkan dukungan bagi Ukraina sebagai salah satu prioritas utama Berlin pada 2026. Dalam surat kepada anggota parlemen, Merz menulis bahwa upaya diplomatik dilakukan “dalam kondisi sulit”.

    “Rusia menunjukkan sedikit kemauan untuk bernegosiasi, Presiden Zelenskyy berjuang untuk menjaga persatuan di antara warga Ukraina, dan kerja sama transatlantik telah berubah secara mendalam,” tulis Merz. Ia menegaskan keinginan Jerman akan gencatan senjata yang mempertahankan kedaulatan Ukraina dan didukung oleh jaminan keamanan dari Amerika Serikat dan Eropa.

    Tekanan di lapangan dan serangan terbaru

    Pertemuan Paris berlangsung hanya sehari setelah Rusia meluncurkan serangan mematikan ke ibu kota Ukraina. Perkembangan ini menegaskan kondisi yang kontras antara intensitas pertempuran di lapangan dan dorongan diplomatik yang terus berlanjut.

    Kyiv menyatakan bahwa menyerahkan wilayah akan menguntungkan Moskow dan menegaskan tidak akan menandatangani kesepakatan perdamaian karena hal itu menjadi kegagalan dalam mencegah Rusia menyerang lagi. Di sisi lain, tekanan Rusia untuk menguasai penuh wilayah Donbas menunjukkan betapa sulitnya menemukan titik temu.

    Meski belum menghasilkan keputusan final, KTT Paris ini memperlihatkan upaya berkelanjutan sekutu Ukraina untuk menyelaraskan posisi, memperkuat jaminan keamanan, dan menjaga Ukraina tetap berada di pusat perhatian strategis Barat.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Tezar Aditya

    Editor:

    (ita/ita)

  • Maduro Ditangkap AS, Rusia Dukung Hak Venezuela Tentukan Pemerintahan Baru

    Maduro Ditangkap AS, Rusia Dukung Hak Venezuela Tentukan Pemerintahan Baru

    Jakarta

    Rusia menyambut baik pengangkatan Wakil Presiden Delcy Rodriguez yang kini menjadi presiden sementara Venezuela. Rusia menganggap langkah itu sebagai upaya memastikan perdamaian dan stabilitas usai penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

    Dilansir Reuters, Selasa (6/1/2025), pemerintah Rusia menyebut Venezuela tengah menghadapi ancaman neokolonial yang terang-terangan dan agresi bersenjata asing. Pernyataan itu tidak menyebut Amerika Serikat secara langsung.

    “Kami dengan tegas menegaskan bahwa Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang merusak,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

    Pemerintah Rusia menegaskan solidaritas kepada pemerintah Venezuela. Ditegaskan pula dalam pernyataan itu bahwa Moskow akan terus memberikan dukungan yang diperlukan.

    “Kami menyambut baik upaya yang dilakukan oleh otoritas resmi negara ini untuk melindungi kedaulatan negara dan kepentingan nasional. Kami menegaskan kembali solidaritas Rusia yang tak tergoyahkan dengan rakyat dan pemerintah Venezuela,” kata pernyataan Rusia.

    Maduro adalah sekutu dekat Rusia kedua yang digulingkan dalam waktu kurang lebih setahun, setelah penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024.

    Presiden Vladimir Putin, yang telah berhati-hati untuk tidak mengkritik Trump sejak kembali ke Gedung Putih setahun yang lalu, ingin memperbaiki hubungan bilateral dan menghidupkan kembali hubungan ekonomi antara kedua negara mereka. Putin belum berkomentar tentang penggulingan Maduro oleh Trump.

    (fca/ygs)

  • Trump Tak Percaya Klaim Rusia soal Ukraina Serang Kediaman Putin

    Trump Tak Percaya Klaim Rusia soal Ukraina Serang Kediaman Putin

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang sempat marah, kini tidak mempercayai jika Ukraina mengerahkan drone untuk menyerang kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, seperti yang diklaim oleh Kremlin.

    “Saya tidak percaya serangan itu terjadi,” kata Trump dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026).

    Dia menanggapi pertanyaan soal serangan tersebut saat melakukan sesi tanya-jawab dengan wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS Air Force One pada Minggu (4/1) waktu setempat.

    Serangan drone Ukraina itu sebelumnya disebut terjadi antara Minggu (28/12) tengah malam hingga Senin (29/12) dini hari. Rusia pada saat itu menuduh Ukraina mengerahkan “91 drone jarak jauh” dalam serangan terhadap salah satu kediaman Putin yang ada di area Novgorod.

    Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia merilis sebuah video yang menunjukkan sebuah drone ditembak jatuh, yang menurut Moskow, diluncurkan oleh Ukraina ke kediaman Putin tersebut. Kremlin mengatakan properti itu tidak mengalami kerusakan, dan Putin sedang berada di tempat lain ketika serangan terjadi.

    Trump, dalam pernyataannya, menekankan bahwa “tidak ada yang tahu pada saat itu” apakah tuduhan yang disampaikan Rusia itu benar.

    Tuduhan tersebut muncul pada saat yang genting, ketika upaya diplomasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang berkecamuk selama hampir empat tahun terakhir itu semakin intensif. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini terbang ke Florida, AS, untuk bertemu langsung dengan Trump.

    Para pejabat Rusia mengkritik Ukraina, yang disebut tidak tulus dalam upaya diplomatiknya. Sedangkan Kyiv dan sekutu-sekutu Eropa membantah serangan yang dituduhkan Kremlin itu telah terjadi.

    Trump, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa “sesuatu” terjadi di dekat kediaman Putin, namun setelah meninjau bukti, para pejabat AS tidak meyakini bahwa kediaman pemimpin Kremlin itu menjadi target serangan Ukraina.

    Saat berbicara kepada kediamannya di Mar-a-Lago di Florida pada akhir Desember lalu, Trump mengatakan dirinya diberitahu secara langsung oleh Putin soal upaya Ukraina menyerang kediaman pemimpin Kremlin itu. Trump pada saat itu mengaku “sangat marah” atas upaya Kyiv untuk menyerang kediaman Putin.

    “Ini adalah periode waktu yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat. Bersikap ofensif itu satu hal, karena mereka memang ofensif. Menyerang rumahnya adalah hal lainnya. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal-hal semacam itu,” tegas Trump pada saat itu.

    Zelensky sejak awal membantah tuduhan Rusia itu, yang disebutnya sebagai kebohongan dan “rekayasa sepenuhnya” yang dirancang untuk melemahkan proses perundingan perdamaian yang dicetuskan AS.

    Lihat juga Video: Rumah Putin Diserang Puluhan Drone, Trump Sangat Marah

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Drone di Kediaman Putin Bawa Bahan Peledak Berdaya Tinggi

    Drone di Kediaman Putin Bawa Bahan Peledak Berdaya Tinggi

    JAKARTA – Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan salah satudroneUkraina yang diarahkan ke kediaman Presiden Vladimir Putin membawa bahan peledak berkekuatan tinggi seberat enam kilogram, berdasarkan analisis puing-puingdroneyang ditembak jatuh.

    Dalam video yang dirilis kementerian tersebut pada Rabu, 31 Desember, seorang personel militer Rusia mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkandronetersebut merupakan varian Chaklun-V dengan hulu ledak bahan peledak berkekuatan tinggi seberat enam kilogram atau sekitar 13 pon.

    rDilansir ANTARA dari Sputnik/RIA Novosti, pernyataan itu menyusul klaim Moskow Ukraina melancarkan serangandronebesar-besaran ke wilayah Rusia dalam beberapa hari terakhir, termasuk yang menargetkan kawasan sensitif tempat kediaman presiden berada.

    Sebelumnya pada Senin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Ukraina telah melancarkan serangan menggunakan 91dronedalam semalam, dari 28 hingga 29 Desember, dengan sasaran kediaman presiden Rusia di wilayah Novgorod.

    Lavrov menegaskan seluruhdronetersebut berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Rusia, tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan signifikan di lokasi sasaran.

    “Sebagai hasil analisis terhadapdroneUkraina yang berhasil dijatuhkan, ditemukan salah satu modifikasi Chaklun-V dengan hulu ledak bahan peledak tinggi seberat enam kilogram,” ujar seorang tentara dalam video yang dirilis kementerian.

  • Dukun Peru Ramalkan Trump Sakit Parah Tahun 2026

    Dukun Peru Ramalkan Trump Sakit Parah Tahun 2026

    GELORA.CO – Para dukun di Peru menggelar ritual ramalan menyambut Tahun Baru 2026. Ritual tersebut digelar pada Selasa, 30 Desember 2025 di Pantai Selatan Lima.

    Mereka melontarkan ramalan soal nasib pemimpin dunia. Para dukun mengenakan ponco berwarna-warni, menaburkan bunga di atas pasir, serta membawa poster tokoh-tokoh dunia dalam prosesi ramalan.

    “Amerika Serikat harus bersiap-siap karena Donald Trump akan jatuh sakit parah.” ujar salah satu dukun, Juan de Dios Garcia, dikutip Rabu, 31 Desember 2025.

    Selain Trump, poster Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga ikut dibawa, disilangkan dengan pedang, dibakar kemenyan, hingga diinjak-injak sebagai bagian dari simbol ritual.

    Garcia juga menyampaikan prediksi terkait situasi politik Venezuela.

    “Kami melihat Nicolas Maduro dikalahkan. Nicolas Maduro akan melarikan diri dari Venezuela. Dia tidak akan ditangkap.” jelasnya.

    Meski begitu, ritual tahunan ini bukan kali pertama dilakukan dan tidak selalu tepat.

    Pada gelaran 2023 lalu, para dukun Peru meramalkan perang Rusia-Ukraina akan berakhir pada 2024. Kenyataannya, hingga penghujung 2025, konflik yang dimulai sejak 2022 itu masih berlangsung.

  • Pidato Malam Tahun Baru, Putin Ngaku Yakin Bakal Menang Perang di Ukraina

    Pidato Malam Tahun Baru, Putin Ngaku Yakin Bakal Menang Perang di Ukraina

    Moskow

    Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku yakin akan menang dalam perang di Ukraina. Dia meminta warga Rusia terus mendukung operasi militer itu.

    Dilansir AFP, Rabu (31/12/2025), hal itu disampaikan Putin dalam pidato Malam Tahun Baru. Perang di Ukraina sendiri telah berlangsung hampir 4 tahun.

    Pidato tradisional Putin pertama kali disiarkan di semenanjung Kamchatka di timur jauh. Kamchatka menjadi wilayah Rusia pertama yang memasuki tahun 2026.

    Dia menyerukan kepada warga Rusia untuk ‘mendukung para pahlawan kita’ yang berjuang di Ukraina. Dia mengaku yakin kemenangan akan dicapai oleh Rusia.

    “Kami percaya pada Anda dan kemenangan kita,” ujarnya.

    Dia mengucapkan selamat Tahun Baru kepada ‘para pejuang dan komandan’ di Ukraina. Dia mengatakan warga Rusia juga mendukung tentara yang berperang di Ukraina.

    31 Desember menandai peringatan ke-26 Putin berkuasa. Putin menjadi presiden Rusia pada Malam Tahun Baru 1999 atau tepat ketika Boris Yeltsin mengundurkan diri.

    Pidato Malam Tahun Baru yang disiarkan di televisi ini melanjutkan tradisi yang dimulai oleh pemimpin Soviet Leonid Brezhnev. Pidato ini menjadi tradisi liburan yang umum di Rusia dan ditonton di jutaan rumah tangga.

    Pidato tersebut ditayangkan di televisi pemerintah tepat sebelum tengah malam di setiap 11 zona waktu Rusia.

    Lihat juga Video ‘Rumah Putin Diserang Puluhan Drone, Trump Sangat Marah’:

    (haf/haf)

  • Rusia Ogah Rilis Bukti Serangan ke Kediaman Putin, Ukraina: Tuduhan Palsu!

    Rusia Ogah Rilis Bukti Serangan ke Kediaman Putin, Ukraina: Tuduhan Palsu!

    Moskow

    Kremlin menganggap serangan drone, yang diklaimnya didalangi oleh Ukraina, terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin di Novgorod sebagai “aksi teroris”, namun menolak untuk merilis bukti guna memperkuat tuduhannya.

    Otoritas Kyiv mengatakan tidak ada “bukti yang masuk akal” soal serangan drone terhadap salah satu kediaman Putin tersebut. Presiden Volodymyr Zelensky menyebut tuduhan Rusia itu sebagai “tuduhan palsu”, yang dilontarkan Moskow untuk mengganggu proses perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat (AS).

    Kremlin dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (31/12/2025), mengatakan bahwa pihaknya menganggap serangan drone Ukraina terhadap kediaman Putin sebagai “aksi teroris” dan “serangan personal terhadap Putin”.

    Namun Kremlin juga menyatakan bahwa mereka tidak akan merilis bukti atas serangan tersebut, dengan alasan semua drone itu telah ditembak jatuh. Dikatakan oleh Kremlin bahwa upaya Ukraina dan media Barat untuk menyangkal insiden tersebut adalah “gila”.

    “Saya rasa tidak perlu ada bukti jika serangan drone besar-besaran seperti itu terjadi, yang, berkat kerja sama yang baik dari sistem pertahanan udara, telah ditembak jatuh,” ucap juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan dalam panggilan telepon pada Selasa (30/12) waktu setempat.

    Dia menambahkan bahwa Rusia akan “memperkeras” sikap negosiasinya dalam perundingan untuk mengakhiri perang Ukraina setelah serangan drone yang dibantah oleh Kyiv tersebut. Moskow juga menyatakan bahwa militernya telah memilih “bagaimana, kapan, dan di mana” untuk membalas serangan Kyiv tersebut.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andriy Sybiga, dalam pernyataan terpisah, menuduh Rusia sengaja melemparkan tuduhan palsu untuk memanipulasi proses perdamaian yang sedang berlangsung.

    “Hampir sehari berlalu, dan Rusia masih belum memberikan bukti yang masuk akal atas tuduhan mereka tentang dugaan ‘serangan terhadap kediaman Putin’ oleh Ukraina. Dan mereka tidak melakukannya. Karena memang tidak ada. Tidak ada serangan seperti itu yang terjadi,” tegas Sybiga pada Selasa (30/12).

    Sementara Zelensky, saat berbicara kepada wartawan, mengatakan bahwa sekutu-sekutu Ukraina memiliki kemampuan untuk memverifikasi bahwa tuduhan Rusia soal serangan drone terhadap kediaman Putin merupakan tuduhan palsu.

    “Mengenai serangan di Valdai, tim negosiasi kami telah terhubung dengan tim Amerika, mereka telah membahas detailnya, dan kami memahami bahwa itu palsu. Dan, tentu saja, mitra-mitra kami selalu dapat memverifikasi berkat kemampuan teknis mereka bahwa itu adalah palsu,” tegas Zelensky.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Tutup 2025, Ini Daftar Kunjungan Kenegaraan Prabowo Subianto Selama Menjabat

    Tutup 2025, Ini Daftar Kunjungan Kenegaraan Prabowo Subianto Selama Menjabat

    Bisnis.com, JAKARTA – Tahun 2025 ditutup Presiden Prabowo Subianto dengan satu ciri yang menonjol: diplomasi bergerak. Dari Beijing hingga Moskow, dari Riyadh sampai Washington, dari forum ekonomi global hingga kunjungan kemanusiaan di Timur Tengah, langkah Prabowo sepanjang tahun ini memperlihatkan arah politik luar negeri Indonesia yang aktif, personal, dan sarat pesan geopolitik.

    Dalam tempo kurang dari satu tahun penuh masa pemerintahannya, Prabowo menjelma menjadi salah satu kepala negara dengan intensitas kunjungan luar negeri tertinggi di kawasan. Lawatan itu tidak semata seremoni, melainkan dirangkai dengan pertemuan bilateral, forum multilateral, penandatanganan perjanjian strategis, hingga diplomasi simbolik—dari parade militer hingga tabur bunga di makam korban perang.

    Diplomasi ini menandai gaya kepemimpinan Prabowo: keras dalam kepentingan nasional, lentur dalam pergaulan global, dan konsisten membawa satu narasi utama—Indonesia sebagai negara besar Global South yang mengusung prinsip seribu kawan, tanpa musuh.

    Babak Awal: Asia Timur dan Amerika Serikat

    Berdasarkan data yang dirangkum Bisnis, Prabowo mengawali lawatan internasionalnya ke Beijing, China pada 8 November 2024, hanya tiga pekan setelah dilantik. Setelah itu, rangkaian diplomasi berlanjut ke Amerika Serikat, Brasil, Uni Emirat Arab, hingga ke Eropa dan Timur Tengah.

    Langkah awal diplomasi Prabowo dibuka di Beijing pada November. Dalam kunjungan ke China, ia bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, dan Ketua Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji. Di balik protokoler kenegaraan, pembahasan mencakup isu konkret pendidikan, perdagangan, hingga program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu ikon kebijakan domestik Prabowo.

    Puncaknya adalah penandatanganan nota kesepahaman bisnis Indonesia–China senilai lebih dari US$10 miliar. Ini bukan hanya angka investasi, tetapi penegasan bahwa hubungan Jakarta–Beijing tetap menjadi salah satu poros ekonomi Asia.

    Dari Beijing, Prabowo terbang ke Washington, D.C. Di Gedung Putih, ia bertemu Presiden Joe Biden, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, hingga Direktur CIA William J. Burns. Isu Indo-Pasifik, transisi energi, rantai pasok global, serta konflik Gaza dan Laut China Selatan menjadi menu utama perbincangan. Kunjungan ini menegaskan keseimbangan politik luar negeri Indonesia: menjaga hubungan erat dengan China, tanpa menjauh dari Amerika Serikat.

    Ritme diplomasi Prabowo berlanjut ke forum-forum global. Dia hadir di KTT APEC di Lima, Peru, lalu melanjutkan ke KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil. Di dua forum ini, Prabowo menempatkan Indonesia sebagai suara negara berkembang yang menuntut keadilan ekonomi global dan reformasi tata kelola internasional.

    Desember 2024 ditutup dengan lawatan ke Kairo untuk menghadiri KTT Developing Eight (D-8). Mesir bukan hanya mitra ekonomi, tetapi juga simpul penting diplomasi dunia Islam. Di sana, Prabowo menegaskan posisi Indonesia dalam isu Palestina dan solidaritas kemanusiaan global.

    Salah satu lawatan paling disorot adalah kunjungan Prabowo ke Britania Raya. Bertemu Raja Charles III dan Perdana Menteri Keir Starmer, Prabowo membawa isu lingkungan dan pengelolaan hutan berkelanjutan ke jantung monarki Inggris. Lawatan ini juga menghasilkan komitmen investasi senilai US$8,5 miliar.

    Dari London, Prabowo terbang ke Abu Dhabi. Hubungan dengan Uni Emirat Arab menjadi salah satu pilar strategis diplomasi Prabowo. Bersama Presiden Mohammed bin Zayed, ia membahas perdamaian Timur Tengah, stabilitas kawasan, serta kerja sama ekonomi jangka panjang.

    Rangkaian kunjungan ke Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania pada April 2025 memperlihatkan diplomasi intensif Prabowo di kawasan konflik. Dari Ankara hingga Amman, isu Gaza, kemitraan strategis, dan solidaritas dunia Islam menjadi benang merah.

    Asean dan Asia Tenggara: Rumah Besar Diplomasi

    Asia Tenggara tetap menjadi halaman depan diplomasi Indonesia. Sepanjang 2025, Prabowo tercatat berulang kali mengunjungi Malaysia—baik dalam kapasitas pribadi, silaturahmi Idulfitri, hingga forum resmi Asean.

    Dia menghadiri KTT Asean ke-46 dan ke-47 di Kuala Lumpur, menyaksikan pengukuhan Timor Leste sebagai anggota penuh Asean, serta menegaskan komitmen Indonesia terhadap integrasi kawasan, ekonomi digital, dan keberlanjutan.

    Kunjungan ke Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina (melalui forum regional) menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai jangkar stabilitas Asean.

    Salah satu penanda penting diplomasi Prabowo adalah penguatan hubungan dengan Rusia dan negara-negara Eropa Timur. Di Saint Petersburg International Economic Forum, Prabowo tampil sebagai pembicara utama dan bertemu Presiden Vladimir Putin.

    Kesepakatan yang dibahas meliputi pertahanan, energi nuklir, perdagangan, teknologi, hingga pendidikan. Indonesia juga mendorong kemajuan kerja sama perdagangan bebas dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Prabowo juga menyempatkan diri menabur bunga di Piskaryovskoye Memorial Cemetery—gestur simbolik yang kuat dalam diplomasi Rusia.

    Di Belarus, dia bertemu Presiden Aleksandr Lukashenko untuk membahas pasokan pupuk, isu krusial bagi ketahanan pangan Indonesia.

    Sementara itu, kehadiran Prabowo di KTT BRICS di Brasil mempertegas posisi Indonesia di Global South. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya kerja sama Selatan-Selatan dan menolak politik blok.

    Simbol dan Pesan: Bastille Day, Expo Osaka, dan PBB

    Diplomasi Prabowo juga kaya simbol. Dia menjadi tamu kehormatan Presiden Emmanuel Macron dalam parade militer Hari Bastille di Paris. Kontingen gabungan TNI–Polri yang berparade di Champs-Élysées menjadi pesan kuat bahwa Indonesia adalah mitra strategis, bukan sekadar tamu.

    Di Osaka, Prabowo meninjau Paviliun Indonesia di Expo 2025, membawa wajah ekonomi kreatif dan inovasi nasional ke panggung dunia.

    Sementara di New York, dia tampil di Sidang Majelis Umum PBB ke-80, menyampaikan pidato tentang solusi dua negara untuk Palestina dan menegaskan komitmen Indonesia pada multilateralisme.

    Menjelang akhir tahun 2025, Prabowo mengunjungi Australia, Pakistan, dan Rusia. Di Sydney, ia bertemu PM Anthony Albanese dan mengumumkan substansi perjanjian keamanan bilateral baru. Di Islamabad, ia memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan.

    Tahun ditutup di Moskow, saat Prabowo kembali bertemu Vladimir Putin di Istana Kremlin—menjadi penanda bahwa hubungan Indonesia–Rusia tetap strategis di tengah dinamika global.

    Tabel: Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto

    No

    Tanggal (perkiraan)

    Negara

    Kota

    Jenis kunjungan / Agenda utama

    Hasil / catatan ringkas

    1

    8–10 Nov 2024

    China (RRC)

    Beijing

    Kunjungan kerja/kenegaraan: pertemuan bilateral dengan pimpinan RRT; agenda investasi & kerja sama

    Penandatanganan nota/kerja sama ekonomi — bagian dari lawatan pembukaan rangkaian kunjungan luar negeri perdana.

    2

    10–12 Nov 2024

    Amerika Serikat

    Washington, D.C.

    Pertemuan bilateral dengan pejabat AS (agenda: hubungan bilateral, investasi)

    Pertemuan tingkat tinggi; bagian dari lawatan multinegara.

    3

    12–16 Nov 2024

    Peru

    Lima

    Hadir pada rangkaian kegiatan APEC 2024

    Partisipasi pada forum APEC; pertemuan multilateral & bilateral.

    4

    16–20 Nov 2024

    Brasil

    Rio de Janeiro

    Hadir pada KTT G20 / forum bilateral Indonesia-Brasil

    Forum investasi dan business forum; agenda perdagangan.

    5

    20–23 Nov 2024

    Britania Raya

    London

    Kunjungan bilateral / pertemuan dengan pemimpin UK

    Agenda: pertemuan tingkat tinggi (termasuk pertemuan protokoler dengan tokoh UK).

    6

    23–24 Nov 2024

    Uni Emirat Arab

    Abu Dhabi

    Pertemuan bilateral tingkat tinggi

    Penguatan kerja sama ekonomi/strategis.

    7

    23–27 Jan 2025

    India

    New Delhi

    Kunjungan kenegaraan; Chief Guest peringatan Hari Republik India

    Penandatanganan serangkaian MoU kerja sama, perbincangan pertahanan, ekonomi, kesehatan.

    8

    19 May 2025

    Thailand

    Bangkok

    Kunjungan kenegaraan resmi — peningkatan hubungan jadi Strategic Partnership

    Pengumuman peningkatan hubungan menjadi Strategic Partnership dan beberapa MoU kerjasama.

    9

    18–20 Jun 2025

    Rusia

    St. Petersburg

    Kunjungan resmi / pertemuan bilateral (ikut forum/agenda ekonomi)

    Pertemuan dengan Presiden Putin; pernyataan kemitraan strategis dan beberapa nota kerja sama.

    10

    17–18 Jun 2025*

    Republik Ceko (transit)

    Praha

    Transit resmi / pertemuan transit dengan pejabat

    Catatan transit/protokoler (dilaporkan dalam ringkasan kunjungan Eropa).

    11

    1–3 Jul 2025

    Arab Saudi

    Jeddah / Riyadh

    Kunjungan kenegaraan awal lawatan luar negeri (agenda kerja sama, diplomasi haji/energi)

    Dialog strategis, pertemuan tingkat tinggi; rencana tindak lanjut kerja sama.

    12

    13–15 Jul 2025

    Prancis

    Paris

    Kunjungan kenegaraan / menghadiri peringatan Bastille Day (undangan) & pertemuan bilateral

    Penguatan kemitraan strategis; serangkaian pertemuan tingkat tinggi, penghargaan diplomatik (liputan luas).

    13

    (Juni–Jul 2025) — rangkaian Eropa

    Beberapa kota Eropa

    Paris, (kunjungan lain tercatat)

    Rangkaian pertemuan dengan pemimpin Uni Eropa dan negara Eropa

    Pertemuan multilater/ bilateral; penguatan kerja sama perdagangan dan pertahanan.

    14

    Sep 2025 (mid-Sep)

    Jepang

    Osaka

    Kunjungan/kunjungan resmi dan meninjau Paviliun Indonesia di Expo Osaka 2025

    Kunjungan pameran, promosi investasi dan budaya.

    15

    20–23 Sep 2025

    Amerika Serikat

    New York 

    Hadir di Sidang Umum PBB (debate general) → lanjut ke Ottawa (pertemuan bilateral)

    Pidato di Sidang Umum PBB; pertemuan bilateral di Ottawa dan pengumuman investasi/kerja sama.

    16

    24 Sep 2025

    Kanada

    Ottawa

    Melakukan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Mary Simon dan Perdana Menteri Mark Carney

    Menyaksikan penandatanganan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), serta membahas isu perdagangan, pertahanan, hubungan masyarakat, Indo-Pasifik, dan Palestina

    17

    25—26 Sep 2025

    Belanda

    Amsterdam

    Melakukan pertemuan resmi dengan Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch

    Membahas penguatan hubungan bilateral dan kerja sama strategis Indonesia–Belanda.

    18

    13 Okt 2025

    Mesir

    Sharm El-Sheikh

    Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Abdel Fattah El-Sisi di Istana Al Ittihadiyah,

    Membahas isu kemanusiaan dan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dalam rangka memperkuat diplomasi regional dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Mesir.

    19

    25—28 Okt 2025

    Malaysia

    Kuala Lumpur

    Melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 Asean

    Berpartisipasi dalam sesi pembukaan, penandatanganan pengukuhan Timor Leste sebagai anggota penuh Asean, sejumlah pertemuan pleno dan bilateral, serta menyampaikan komitmen Indonesia terhadap penguatan kerja sama kawasan, inklusivitas, keberlanjutan, dan pengembangan ekonomi digital

    20

    30 Okt—1 Nov 2025

    Korea Selatan

    Gyeongju

    Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Lee Jae-myung

    Membahas kerja sama ekonomi dan pertahanan termasuk proyek KF-21 Boramae, serta menghadiri jamuan kenegaraan

    21

    11-12 Nov 2025

    Australia

    Sydney

    Menghadiri upacara kenegaraan, bertemu Perdana Menteri Anthony Albanese untuk membahas penguatan kemitraan strategis serta kerja sama ekonomi, pendidikan, dan pertahanan, meninjau kapal HMAS Canberra

    Mengumumkan poin substantif perjanjian keamanan bilateral baru, dan menghadiri jamuan serta pertemuan dengan sejumlah tokoh Australia

    22

    8—9 Des 2025

    Pakistan

    Islamabad

    Memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Asif Ali Zardari, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dan pimpinan militer Pakistan,

    Menandatangani sejumlah nota kesepahaman yang mencakup bidang perdagangan, pertahanan, kesehatan, pendidikan, teknologi, dan kerja sama budaya

    23

    10 Des 2025

    Rusia

    Moskow

    Melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin

    Membahas penguatan kerja sama strategis Indonesia–Rusia di bidang politik, ekonomi, energi, dan perdagangan

    Sumber: berbagai sumber diolah penulis secara mandiri