Cerita Lia Ikut Cek Kesehatan Gratis Saat Ulang Tahun meski Tanpa Keluhan Penyakit
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Lia Aulia (41), warga asal Tebet, memanfaatkan momen ulang tahunnya untuk melakukan
cek kesehatan gratis
di Puskesmas Tebet, Senin (10/2/2025).
Lia mengaku, baru mendapatkan informasi tersebut kemarin malam dari kelurahannya. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi ke Puskesmas seorang diri untuk memanfaatkan keberuntungannya.
“Kita daftar semalam, pas banget hari ini saya ulang tahun, jadi bisa langsung buat pemeriksaan hari ini. Kalau yang belum ulang tahun, jadi enggak bisa,” kata dia saat ditemui di lokasi, Senin (10/2/2025).
Dia mengaku, tidak ada keluhan kesehatan yang dia rasakan. Dia hanya terbiasa datang ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan.
Terlebih lagi, dia mendengar informasi bahwa pemeriksaan akan dilakukan tanpa dipungut biaya jika berulang tahun.
“Kalau aku memang karena sering berobat, biar tahu takutnya ada penyakit yang lebih serius, makanya aku cek,” tambah dia.
Ketika cek kesehatan berlangsung, para petugas Puskesmas disebut langsung mengetahui bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Lia.
Selain para petugas, dia juga diberi ucapan selamat oleh Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga.
“Pak (Wakil) Menteri tadi ngucapin juga. Sama petugas-petugas juga ngucapin. Ya didoakan yang baik-baik aja lah,” tambah dia.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah memulai program pemeriksaan atau cek kesehatan gratis secara serentak pada Senin (10/2/2025) hari ini.
Masyarakat dapat mengaksesnya di puskesmas terdekat, dengan terlebih dahulu mendaftar online melalui aplikasi SATUSEHAT mobile atau datang langsung ke puskesmas bagi wilayah yang kesulitan internet.
Program cek kesehatan gratis
ini terbagi menjadi tiga jenis, yakni CKG Ulang Tahun, CKG Sekolah, dan CKG Khusus.
Program yang dimulai hari ini adalah CKG ulang tahun yang ditujukan untuk masyarakat berusia 6 tahun ke bawah dan 18 tahun ke atas.
Sementara anak berusia 7-17 tahun, baru bisa mengikuti CKG pada Juli 2025, sesuai tahun ajaran baru dan dilakukan di sekolah masing-masing.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Viva Yoga
-
/data/photo/2025/02/10/67a9ffe5dcc2c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Cerita Lia Ikut Cek Kesehatan Gratis Saat Ulang Tahun meski Tanpa Keluhan Penyakit Megapolitan 10 Februari 2025
-

Momen Wamen Transmigrasi Viva Yoga Gendong Balita Saat Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tebet – Halaman all
Kunjungan Viva Yoga ke Puskesmas Tebet adalah untuk memantau pelaksanaan hari pertama cek kesehatan gratis. Viva Yoga langsung menuju lantai tiga.
Tayang: Senin, 10 Februari 2025 14:35 WIB
Tribun Jakarta/Annas Furqon Hakim
CEK KESEHATAN GRATIS – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengunjungi Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2025). Viva Yoga memantau pelaksanaan hari pertama cek kesehatan gratis.
Laporan Wartawan Tribun Jakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengunjungi Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2025).
Kunjungan Viva Yoga ke Puskesmas Tebet adalah untuk memantau pelaksanaan hari pertama cek kesehatan gratis.
Pantauan Tribun, Viva Yoga langsung menuju ke lantai tiga setibanya di Puskesmas Tebet sekitar pukul 10.00 WIB.
Viva Yoga berbincang dengan beberapa pengunjung yang sedang mengantre untuk mengecek kesehatannya secara gratis. Sambil menepuk-nepukkan tangan, ia juga sempat mengajak bercanda seorang balita yang sedang dipangku oleh orangtuanya.
Viva Yoga kemudian menggendong seorang balita. Ia pun kembali mencoba menghibur balita tersebut. Kunjungan Viva Yoga di Puskesmas Tebet tak berlangsung selama. Sekitar pukul 10.40, Viva Yoga sudah bergegas meninggalkan puskesmas.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi meluncurkan program cek kesehatan gratis bagi masyarakat di 10.200 puskesmas di Indonesia.
Masyarakat yang berulang tahun sebelum peluncuran program tersebut bisa mengecek kesehatan secara gratis hingga April 2025 mendatang.
“);
$(“#latestul”).append(“”);
$(“.loading”).show();
var newlast = getLast;
$.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
$.each(data.posts, function(key, val) {
if(val.title){
newlast = newlast + 1;
if(val.video) {
var vthumb = “”;
var vtitle = ” “;
}
else
{
var vthumb = “”;
var vtitle = “”;
}
if(val.thumb) {
var img = “”+vthumb+””;
var milatest = “mr140”;
}
else {
var img = “”;
var milatest = “”;
}
if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
else subtitle=””;
if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
else cat=””;$(“#latestul”).append(“”+img+””);
}
else{
$(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
$(“#test3”).val(“Done”);
return false;
}
});
$(“.loading”).remove();
});
}
else if (getLast > 150) {
if ($(“#ltldmr”).length == 0){
$(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
}
}
}
});
});function loadmore(){
if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
$(“#latestul”).append(“”);
$(“.loading”).show();
var newlast = getLast ;
if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
newlast=0;
$.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
$.each(data.posts, function(key, val) {
if(val.title){
newlast = newlast + 1;
if(val.video) {
var vthumb = “”;
var vtitle = ” “;
}
else
{
var vthumb = “”;
var vtitle = “”;
}
if(val.thumb) {
var img = “”+vthumb+””;
var milatest = “mr140”;
}
else {
var img = “”;
var milatest = “”;
}
if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
else subtitle=””;
if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
else cat=””;
$(“#latestul”).append(“”+img+””);
}else{
return false;
}
});
$(“.loading”).remove();
});
}
else{
$.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
$.each(data.posts, function(key, val) {
if(val.title){
newlast = newlast+1;
if(val.video) {
var vthumb = “”;
var vtitle = ” “;
}
else
{
var vthumb = “”;
var vtitle = “”;
}
if(val.thumb) {
var img = “”+vthumb+””;
var milatest = “mr140”;
}
else {
var img = “”;
var milatest = “”;
}
if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
else subtitle=””;$(“#latestul”).append(“”+img+””);
}else{
return false;
}
});
$(“.loading”).remove();
});
}
}Berita Terkini
-

Kementrans giat jalin koordinasi pada 100 hari pertama kerja
Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa selama 100 hari pertama kerja usai pelantikan, ia bersama Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara giat berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan program-program transmigrasi.
Sejumlah kunjungan telah dilakukan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) ke beberapa kementerian lainnya, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Koperasi, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjalin kerja sama.
Wamentrans mengatakan di Jakarta, Kamis, bahwa upaya tersebut dilakukan agar pelaksanaan program transmigrasi dapat didukung oleh semua kementerian dan lembaga, sehingga implementasinya menjadi lebih efektif dan efisien.
“Pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, terkait kebutuhan sektor pertanian ditangani oleh Kementerian Pertanian, bila transmigran ingin membangun koperasi akan didukung oleh Kementerian Koperasi, begitu juga dengan bidang lainnya akan ditangani oleh kementerian terkait,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa pelaksanaan program pembangunan secara efektif dan efisien sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya efisiensi dan penghematan dalam penyusunan anggaran, serta keberanian melakukan pemotongan pada hal-hal yang tidak esensial.
Presiden Prabowo, kata Viva, berharap bahwa penggunaan anggaran harus bisa menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mewujudkan swasembada pangan dan energi.
Ia menuturkan bahwa kawasan transmigrasi selama ini telah menjadi lumbung pangan nasional, sehingga memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan.
Sebagai wilayah lumbung pangan, kawasan transmigrasi akan disinergikan dengan program food estate yang saat ini tengah digenjot oleh pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.
“Kementerian Transmigrasi akan bersinergi dengan kementerian lain untuk mempercepat swasembada pangan seperti yang diperkirakan oleh Presiden Prabowo bisa tercapai pada akhir 2025 atau paling lambat awal 2026,” ujarnya.
Dalam rapat kabinet paripurna yang diikuti oleh seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Jakarta, Rabu (22/1), Presiden Prabowo mengapresiasi kinerja kabinet dalam menjalankan mandat rakyat.
Kinerja tersebut, menurut Presiden Prabowo, tidak lepas dari kerja sama yang baik antarkementerian selama tiga bulan masa pemerintahan berjalan.
“Presiden memberikan arahan bahwa kita harus optimis dan semangat untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat,” imbuh Viva.
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025 -

Menteri dan wakil menteri tiba di Istana untuk sidang kabinet
Jakarta (ANTARA) – Jajaran menteri dan wakil menteri, kepala lembaga, dan utusan khusus Presiden tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu siang, untuk mengikuti sidang kabinet perdana tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan itu, yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 WIB, turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menteri-menteri beserta wakil menteri mulai berdatangan secara bergantian mulai sekitar pukul 14.00 WIB.
Jajaran menteri dan wakil menteri yang datang itu, diantaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.
Kemudian, jajaran wakil menteri yang tiba sejak pukul 14.00 WIB, di antaranya Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka.
Menteri Kehutanan, saat ditanya mengenai agenda sidang kabinet hari ini, menjelaskan Presiden Prabowo bakal memberikan arahan-arahan kepada jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih.
“Dari agenda tertulis, akan ada arahan dari Pak Presiden mengenai 3 bulan, 100 hari pertama, dan mungkin Presiden juga akan memberikan perintah kepada kami untuk 100 hari ke depan seperti apa,” kata Raja Juli menjawab pertanyaan wartawan.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan tepat menyentuh 100 hari pertama masa kerja pada 28 Januari 2025.
Prabowo dan Gibran resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2024–2029 pada 20 Oktober 2024. Dalam hari yang sama, Presiden Prabowo langsung mengumumkan nama kabinet dan jajaran menterinya.
Presiden kemudian melantik jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan beberapa kepala lembaga pada 21 Oktober 2024.
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025 -

Geger di Indonesia Kala Uya Kuya Ditegur Warga Los Angeles
Jakarta –
Anggota DPR RI Surya Utama alias Uya Kuya tengah heboh diperbincangkan lantaran dirinya ditegur saat merekam situasi kebakaran di Los Angeles. Momen tersebut terekam dalam video yang direkam korban kebakaran dan viral di media sosial.
Terlihat dalam video tersebut Uya Kuya bersama keluarganya dan beberapa orang tengah mengambil gambar. Kemudian terdengar suara perekam video, yang disebut korban kebakaran Los Angeles, menyampaikan protes karena merekam pekarangan rumahnya.
Uya Kuya menyebut peristiwa itu terjadi di Altadena. Dia menyebut dirinya saat itu baru saja mengunjungi rumah WNI yang terbakar.
“Oh sudah lama, setelah kebakaran, lama itu sebelum viral. Jadi intinya itu di Altadena, kita abis kunjungi rumah WNI yang terbakar, 3 blok dari situ,” kata Uya Kuya saat dimintai konfirmasi.
Uya pun menegaskan tidak masuk ke pekarangan rumah korban kebakaran seperti yang disampaikan peng-upload video. “Kita nggak masuk pekarangan orang. Dan sebelumnya kita ambil gambar di tempat-tempat lain, dan ada juga puluhan orang lain dan juga bule-bule dan orang lain. Oh bukan (di pekarangan rumah korban kebakaran), di jalanan umum, kita mana mungkin berani masuk ke halaman rumah orang,” imbuh dia.
Alasan Uya Rekam
Foto: Instagram/king_uyakuya
Uya mengatakan saat itu dia memang diminta awak media untuk memvideokan situasi di lokasi kebakaran. Dia mengatakan permintaan itu didasari beredarnya video-video hoax di Indonesia berkaitan dengan insiden kebakaran tersebut.
“Nah pada saat itu kita lagi diminta sama teman-teman wartawan untuk diminta video, jadi itu bukan untuk kepentingan TikTok, reels, atau YouTube kita, bukan, karena beredarnya kan video video hoax sama AI di Indonesia, sama berita-berita yang menyesatkan di Indonesia tentang kebakaran di LA, mereka minta video real-nya dengan beberapa orang Indonesia dan YouTuber Indonesia yang ada di situ, anak LA yang tahu juga situasinya,” jelasnya.
Uya mengatakan kala itu banyak aparat keamanan setempat yang turut mendampingi. Dia juga mengaku sudah diizinkan untuk merekam dan mengambil gambar selama dilakukan di tempat umum.
“Nah, pada saat itu dari rumah orang WNI kita jalan di blok sebelah, di situ ada National Guard, polisi, FBI, dan kita ngobrol sama mereka dan mereka mempersilakan ambil gambar selama di public space, nggak masuk ke dalam rumah orang,” ujarnya.
“Jadi diizinkan dan diizinkan kalau mau ambil gambar dipersilakan selama ada di public space dan sidewalk di luar di pinggir jalan,” ujarnya.
Setop Rekam
Foto: Febri/detikHOT
Uya pun langsung menghentikan proses pengambilan gambarnya setelah mendapat teguran. Dia juga sudah meminta maaf.
“Itu intinya, saat ditegur juga kita setop rekamannya, dan kita nggak tahu dia yang punya rumah juga, dan kita nggak tahu dia merekam, kita tahunya pas dia upload, dan dia rekam sebelumnya juga rekam duluan semenit, baru negur, dan video yang di-upload itu dipotong, harusnya masih ada lanjutannya, tapi gapapa, itu hak dia. Intinya kita sudah say sorry, kita sudah hapus juga videonya, dan misal dibilang Uya Kuya untuk kepentingan konten, mana? Di TikTok dan di YouTube nggak kita naikkan, dan kita nggak tahu itu bakal viral. Kita ngirim video itu ke teman teman yang minta di rumah,” ungkapnya.
Uya pun menduga ditegur oleh warga setempat karena menggunakan bahasa Indonesia selama berada di sana. Dia juga mengungkit adanya fenomena scammer mencari donasi yang belakangan terjadi di sana.
“Cuma karena mungkin mereka nggak ngerti bahasa kita, jadi kita ditegur sendiri, yang lain nggak ditegur, padahal yang lain datang ambil video juga, kita doang yang ditegur, tapi nggak apa-apa, kita ngerti juga perasaan mereka, dan setelah kita lihat video mereka yang di-upload di TikTok kan banyak komentar yang di-like sama si peng-upload itu, yang dia like itu ternyata yang mereka bicarakan kita dituduhnya scammer,” tutur dia.
“Karena di LA ini ada banyak scammer yang memanfaatkan kesempatan kebakaran ini untuk mencari donasi, mereka nipu untuk kepentingan pribadi, dengan atas namakan korban korban kebakaran. Yang lagi ramenya itu di sini. Dan mereka nggak tahu saya siapa, dan bahasa kita juga bahasa Indonesia ya kan. Karena sebelumnya ada kejadian itu, jadinya begitu di situ,” lanjutnya.
PAN Bela
Foto: Waketum PAN Viva Yoga (Mulia/detikcom)
Anggota DPR RI Fraksi PAN Surya Utama alias Uya Kuya viral di media sosial karena kena tegur setelah merekam situasi setelah kebakaran di Altadena, Los Angeles, Amerika Serikat. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga membela Uya Kuya.
“Mas Uya Kuya telah melakukan klarifikasi soal itu. Mas Uya Kuya sebelum mengambil video posisinya di area publik, tidak masuk pekarangan rumah, dan telah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. Jadi tidak ada peraturan yang dilanggar Mas Uya Kuya,” kata Viva saat dihubungi, Minggu (19/1/2025).
Dia menilai Uya Kuya justru memberikan edukasi ke publik dengan mengambil gambar atau video atas peristiwa kebakaran di Los Angeles. Viva lantas mengungkit artificial intelligence.
“Mengambil gambar atau video atas peristiwa apa pun, asalkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk kepentingan agar publik mendapatkan informasi yang benar, valid, dan akurat itu justru ada nilai edukasinya. Saat ini, untuk mendapatkan informasi yang benar, valid, dan akurat di media sosial membutuhkan perjuangan tersendiri karena kemajuan teknologi dan artificial intelligence (AI) yang sangat canggih,” ucap dia.
Menurutnya, Uya Kuya justru menghadirkan informasi yang sesuai dengan realitas di lapangan. Selain itu, dia meyakini peliputan atau dokumentasi di Los Angeles terkait kebakaran dilakukan secara masif.
“Apa yang dilakukan oleh Mas Uya Kuya untuk berada di lokasi adalah salah satu cara untuk menghadirkan informasi yang sesuai realitas, tanpa direkayasa atau di edit. Dan dalam kehidupan demokrasi seperti di USA, peliputan media massa di lokasi kebakaran juga masif. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar sesuai realitas,” ujarnya.
Halaman 2 dari 4
(azh/azh)
-

Wamen Viva Yoga Jadikan Kawasan Transmigrasi Payahe sebagai Lumbung Pangan di Maluku Utara
Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi ingin menjadikan kawasan transmigrasi Payahe sebagai lumbung pangan di Maluku Utara.
Viva mengatakan hal itu ketika menerima anggota DPRD, kepala Dinas Transmigrasi, dan jajaran lain Pemerintahan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Kehadiran mereka ke kantor kementerian yang beralamat di Kalifate itu untuk menyampaikan berbagai hal terkait perkembangan kawasan transmigrasi yang berada di Tidore.
“Di Payahe, Kementerian Transmigrasi sudah mengerjakan berbagai program seperti peningkatan jalan poros, lanjutan normalisasi saluran, berbagai pembangunan gorong-gorong, pelat decker, box culvert, dan lanjutan tembok tepi,” kata Viva, Rabu (15/1/2025).
Menurut Viva Yoga, saat ini salah satu prioritas program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah mewujudkan swasembada pangan. Untuk mendukung program tersebut dirinya mendorong agar Payahe menjadi lumbung pangan. “Potensi itu ada sebab ada berbagai kelompok tani dan lahan yang subur,” ujarnya.



