Tag: Valentino Rossi

  • Dirahasiakan 10 Tahun, Borok Valentino Rossi Akhirnya Terbongkar!

    Dirahasiakan 10 Tahun, Borok Valentino Rossi Akhirnya Terbongkar!

    Jakarta

    Legenda balap asal Spanyol, Sete Gibernau mengungkap aksi tak terpuji Valentino Rossi selama masih aktif membalap di MotoGP. Menurutnya, The Doctor rela melakukan cara-cara curang dan tak sportif untuk memenangkan perlombaan.

    Disitat dari siniar Gypsy Tales, Gibernau berkisah soal rivalitasnya dengan Rossi di musim 2003 dan 2004. Ketika itu, Gibernau dua kali berturut-turut meraih peringkat kedua atau runner up di klasemen akhir.

    Gibernau mulanya ingin menyimpan rapat-rapat cerita tersebut. Namun, lama-lama, dia merasa gerah. Dia menganggap, inilah saat tepat mengungkap semuanya ke publik.

    “Saya belum pernah membicarakan fakta ini sebelumnya. Tapi, saya merasa, mungkin inilah saat yang tepat untuk mengungkapnya,” demikian ujar Gibernau saat membuka ceritanya, dikutip Sabtu (10/1).

    Valentino Rossi dan Sete Gibernau. Foto: Robert Cianflone/Getty Images

    Meski rivalitas inti mereka terjadi di musim 2003-2004, namun sejumlah insiden banyak terjadi di musim 2005. Salah satunya, ketika perlombaan di Jerez, Spanyol. Ketika itu, Rossi dituding menabraknya di tikungan akhir.

    “Ya, dia menabrak saya di tikungan terakhir. Saya sampai keluar lintasan. Dia tidak mendapat penalti apa pun. Sejak saat itu, saya mulai kehilangan kepercayaan pada olahraga ini,” ungkapnya.

    “Selalu seperti itu. Tahun 2003, Vale dan saya. 2004, Vale dan saya. Lalu 2005 lagi. Dan saya tidak bisa memahami bagaimana ini tidak dianggap sebagai olahraga non-kontak,” tambahnya.

    Menurutnya, Rossi merupakan pebalap hebat dengan penggemar terbanyak di dunia. Sehingga, menurutnya, mantan pebalap asal Italia itu tak perlu melakukan cara-cara kotor untuk menang.

    “Saya sudah memaksa diri saya sejauh mungkin untuk melawan iblis dalam diri saya dan melawan salah satu pebalap terbaik sepanjang sejarah. Dan saya berpikir: Valentino bahkan tidak perlu melakukan hal-hal seperti itu untuk menang, dan tidak ada seorang pun yang mengatakan apa-apa,” tuturnya.

    Gibernau menduga, hukuman hanya berlaku untuk pebalap biasa-biasa saja. Sementara tokoh utama seperti Rossi bisa melakukan apapun tanpa khawatir dihukum.

    “Dari sosok seperti Valentino, seorang superstar, kenapa hal seperti itu diterima? Menurut saya itu salah. Dia tidak perlu melakukannya,” kata dia.

    (sfn/lth)

  • Dirahasiakan 10 Tahun, Borok Valentino Rossi Akhirnya Terbongkar!

    Dirahasiakan 20 Tahun, Borok Valentino Rossi Akhirnya Terbongkar!

    Jakarta

    Legenda balap asal Spanyol, Sete Gibernau mengungkap aksi tak terpuji Valentino Rossi selama masih aktif membalap di MotoGP. Menurutnya, The Doctor rela melakukan cara-cara curang dan tak sportif untuk memenangkan perlombaan.

    Disitat dari siniar Gypsy Tales, Gibernau berkisah soal rivalitasnya dengan Rossi di musim 2003 dan 2004. Ketika itu, Gibernau dua kali berturut-turut meraih peringkat kedua atau runner up di klasemen akhir.

    Gibernau mulanya ingin menyimpan rapat-rapat cerita tersebut. Namun, lama-lama, dia merasa gerah. Dia menganggap, inilah saat tepat mengungkap semuanya ke publik.

    “Saya belum pernah membicarakan fakta ini sebelumnya. Tapi, saya merasa, mungkin inilah saat yang tepat untuk mengungkapnya,” demikian ujar Gibernau saat membuka ceritanya, dikutip Sabtu (10/1).

    Valentino Rossi dan Sete Gibernau. Foto: Robert Cianflone/Getty Images

    Meski rivalitas inti mereka terjadi di musim 2003-2004, namun sejumlah insiden banyak terjadi di musim 2005. Salah satunya, ketika perlombaan di Jerez, Spanyol. Ketika itu, Rossi dituding menabraknya di tikungan akhir.

    “Ya, dia menabrak saya di tikungan terakhir. Saya sampai keluar lintasan. Dia tidak mendapat penalti apa pun. Sejak saat itu, saya mulai kehilangan kepercayaan pada olahraga ini,” ungkapnya.

    “Selalu seperti itu. Tahun 2003, Vale dan saya. 2004, Vale dan saya. Lalu 2005 lagi. Dan saya tidak bisa memahami bagaimana ini tidak dianggap sebagai olahraga non-kontak,” tambahnya.

    Menurutnya, Rossi merupakan pebalap hebat dengan penggemar terbanyak di dunia. Sehingga, menurutnya, mantan pebalap asal Italia itu tak perlu melakukan cara-cara kotor untuk menang.

    “Saya sudah memaksa diri saya sejauh mungkin untuk melawan iblis dalam diri saya dan melawan salah satu pebalap terbaik sepanjang sejarah. Dan saya berpikir: Valentino bahkan tidak perlu melakukan hal-hal seperti itu untuk menang, dan tidak ada seorang pun yang mengatakan apa-apa,” tuturnya.

    Gibernau menduga, hukuman hanya berlaku untuk pebalap biasa-biasa saja. Sementara tokoh utama seperti Rossi bisa melakukan apapun tanpa khawatir dihukum.

    “Dari sosok seperti Valentino, seorang superstar, kenapa hal seperti itu diterima? Menurut saya itu salah. Dia tidak perlu melakukannya,” kata dia.

    (sfn/lth)

  • Tumpul di MotoGP 2025, Ternyata Bagnaia Kehilangan Kemampuan Ini

    Tumpul di MotoGP 2025, Ternyata Bagnaia Kehilangan Kemampuan Ini

    Jakarta

    Francesco Bagnaia terpuruk di MotoGP 2025. Alih-alih bertarung dengan Marc Marquez untuk memperebutkan gelar juara dunia, pebalap berjuluk Pecco itu justru kesulitan sepanjang musim dan hanya bisa finis kelima di klasemen akhir MotoGP 2025. Faktor terpuruknya Bagnaia di 2025 ternyata karena dia kehilangan kemampuan ini.

    “Pengereman (di lintasan) lurus hampir sama (seperti musim 2024). Tapi perbedaan terbesar adalah, saat memasuki tikungan, (sebelumnya) saya punya kesempatan buat menghentikan motor dengan sudut kemiringan. Dan itulah yang saya rindukan sepanjang musim (kemarin),” ungkap Bagnaia dikutip dari Crash.

    Francesco Bagnaia Foto: Getty Images/Gold & Goose Photography

    Keterbatasan saat memasuki tikungan menjadi sangat merugikan dalam situasi balapan. Sebab pebalap Italia itu bakal kehilangan banyak waktu dan mudah disalip pebalap lain.

    Bagnaia menyoroti, bahwa dengan pengereman di lintasan lurus yang dilakukan di belakang pebalap lain, kemampuan untuk menghentikan motor saat memasuki tikungan menjadi semakin penting.

    “Saat Anda mengikuti pebalap lain, aliran udara di belakang pebalap tersebut tidak membantu Anda menghentikan motor. Dan (kemudian) jika Anda tidak mampu berhenti dengan sudut kemiringan yang tepat, Anda akan celaka, jadi itulah masalah saya,” kata Bagnaia lagi.

    “Tahun (2024) lalu saya bisa mengerem dengan sudut kemiringan yang lebih besar. Saya bisa mengendalikan selip dengan baik dan mampu mengerahkan banyak tenaga di bagian akhir untuk mengurangi kecepatan. Semua hal yang biasanya saya lakukan itu tidak bisa dilakukan musim (2025) ini,” timpal anak didik Valentino Rossi itu.

    Bagnaia yang memenangkan dua balapan sprint serta dua balapan grand prix 2025 harus merosot ke posisi kelima klasemen MotoGP 2025 karena delapan kali gagal meraih poin dalam sepuluh balapan terakhir.

    (lua/lth)

  • Fans Marc Marquez Harus Dengar Hal Ini Nih…

    Fans Marc Marquez Harus Dengar Hal Ini Nih…

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez, meminta seluruh penggemarnya tak membenci atau menyimpan dendam ke musuh terberatnya di MotoGP, Valentino Rossi. Sebab, menurut dia, rivalitas merupakan hal biasa dan tak perlu dibawa emosi.

    Dalam suatu talkshow, pembawa acara meminta izin ke Marquez untuk bertanya sesuatu terkait rivalitasnya dengan Rossi. Ketika itu, The Baby Alien mengiyakan dan menganggap pertanyaan tersebut bukan perkara sensitif.

    “Tanyakan saja apa yang kamu mau. Itu (pertanyaan soal Rossi) merupakan sesuatu yang normal,” demikian respons Marc Marquez, dikutip dari Motosan, Jumat (9/1) kemarin.

    Rossi diduga tendang Marquez di MotoGP Malaysia 2015. Foto: Motogp.com

    Pembawa acara itu lantas bertanya mengenai rivalitas mereka yang mengakar ke para penggemar di era modern. Marquez kemudian menjawab: rivalitas seharusnya tak menurun ke para penggemar, dia meminta seluruh fansnya di dunia agar tak menyimpan dendam pribadi ke The Doctor

    “Saya rasa hidup dengan rasa dendam itu sangat sulit. Saya tidak ingin penggemar saya menyimpan dendam (ke Rossi). Saya ingin mereka menyimpan energi mereka untuk memberikan tepuk tangan kepada saya dan bukan untuk hal lain,” tuturnya.

    Marquez sekali lagi mengingatkan, gesekan di lintasan merupakan insiden biasa. Dia juga sering menjadi korban ‘kegilaan’ pebalap lain. Itulah mengapa, kata dia, penting untuk saling memahami dan memaafkan.

    “Ketika saya cedera, pebalap lain menabrak saya, tetapi itu kecelakaan karena kami sedang memacu diri hingga batas kemampuan kami, tetapi terkadang orang lain tidak mengerti itu,” kata dia.

    Sebagai catatan, retaknya hubungan Marquez dan Rossi bermula di musim 2015. Ketika itu, keduanya beberapa kali terlibat gesekan. Situasinya memburuk saat MotoGP Sepang 11 tahun lalu. Rossi diduga sengaja mengayunkan kaki ke arah motor Marquez.

    (sfn/lth)

  • Pecco Bagnaia Dinilai Terlalu Remehkan Marquez

    Pecco Bagnaia Dinilai Terlalu Remehkan Marquez

    Jakarta

    Penurunan performa Francesco Bagnaia pada musim MotoGP 2025 mendapat sorotan tajam. Paolo Simoncelli, pemilik tim SIC58 Moto3, menilai Bagnaia terlalu meremehkan kekuatan Marc Marquez.

    Bagnaia sebelumnya tampil dominan dengan meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023, serta nyaris mencatatkan hattrick gelar pada 2024 meski mengoleksi 11 kemenangan grand prix. Namun situasi berubah drastis pada 2025. Pebalap pabrikan Ducati itu justru terpuruk dan hanya finis di posisi kelima klasemen akhir musim.

    Sepanjang musim 2025, Bagnaia cuma mampu meraih dua kemenangan grand prix dengan performa yang dinilai sangat tak konsisten. Di sisi lain rekan setim barunya, Marc Marquez, tampil superior dan dengan relatif mudah mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya lewat 11 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint.

    Bagnaia memang kerap disebut kesulitan beradaptasi dengan motor GP25. Banyak pula yang menilai tekanan mental karena satu tim dengan Marquez menjadi faktor utama. Namun anggapan tersebut berulang kali dibantah oleh Bagnaia maupun Ducati.

    Dalam wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera, Paolo Simoncelli punya pandangan berbeda. Ia menilai Bagnaia justru salah langkah sejak awal. “Dia tak siap menghadapi rekan satu tim sekuat itu,” kata Simoncelli dikutip dari Crash.

    “Pecco berasal dari grup Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di grup itu, dia meremehkan Marquez. Tahun sebelumnya, dia kehilangan gelar juara dunia meskipun memenangkan 11 balapan,” tambah dia.

    “Dia berpikir: ‘Yang harus saya lakukan hanyalah mengurangi kecelakaan’. Tapi Marc adalah pebalap yang hebat di lintasan, dan itu membuatnya mengalami krisis,” sambung Simoncelli.

    Ketika Ducati mengontrak Marquez buat tim pabrikan pada 2025, langkah tersebut memang disebut-sebut membuat kubu Valentino Rossi di sekitar Bagnaia gerah. Rossi dan Marquez sendiri dikenal memiliki rivalitas panjang sejak insiden panas di akhir musim 2015.

    (lua/rgr)

  • FBI Sita Koleksi Rp 667 M Bandar Narkoba, Ada Eks Motor Rossi-Lorenzo

    FBI Sita Koleksi Rp 667 M Bandar Narkoba, Ada Eks Motor Rossi-Lorenzo

    Los Angeles

    FBI bersama sejumlah otoritas lain menyita aset mantan atlet seluncur salju Olimpiade yang kini menjadi tersangka perdagangan narkoba, Ryan James Wedding. Koleksi yang disita itu termasuk motor MotoGP yang diduga pernah digunakan Valentino Rossi hingga Marc Marquez.

    Dilansir CNBC News, Rabu (31/12/2025), FBI Los Angeles menyebut pihak berwenang Meksiko mengamankan puluhan sepeda motor mahal dan bertenaga tinggi senilai sekitar USD 40 juta atau sekitar RP 667 miliar yang diyakini dimiliki oleh Wedding.

    FBI mengatakan penyitaan tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan yang juga melibatkan polisi Los Angeles dan Kepolisian Kerajaan Kanada (Royal Canadian Mounted Police). FBI Los Angeles juga merilis foto-foto sepeda motor yang disita meski tidak menyebut secara pasti di mana sepeda motor tersebut ditemukan.

    Dalam foto-foto yang dirilis FBI dan dilansir Toronto Star, tampak beberapa motor MotoGP atau replikanya. Koleksi motor tersebut termasuk motor MotoGP Ducati 2018 yang dikendarai Jorge Lorenzo, serta Desmosedici 2019 milik Andrea Dovizioso.

    Ada juga dua unit Ducati tunggangan Valentino Rossi pada 2011 dan 2012. Ada juga motor Moto2 milik Marc Marquez musim 2011 dan 2012.

    Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko menyebut mereka juga menyita dua kendaraan, karya seni, dua medali Olimpiade, narkoba, dan barang-barang lainnya di empat lokasi di Mexico City. Belum jelas medali siapa yang ditemukan oleh pihak Meksiko.

    Wedding mewakili Kanada pada Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City tetapi tidak memenangkan medali apa pun. Dia menempati peringkat ke-24 dalam slalom paralel raksasa putra.

    Wedding masuk dalam daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari FBI karena dicurigai menjalankan jaringan narkoba internasional. Dia diyakini bersembunyi di Meksiko di bawah perlindungan kartel Sinaloa.

    Departemen Kehakiman AS meningkatkan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman Wedding menjadi USD 15 juta atau Rp 250 miliar. Direktur FBI Kash Patel menyamakan Wedding dengan gembong narkoba terkenal seperti Pablo Escobar dan Joaquín ‘El Chapo’ Guzmán.

    Wedding telah didakwa di pengadilan federal Los Angeles atas beberapa tuduhan terkait narkoba. Bulan lalu, dia dikenai tuduhan baru yang menuduhnya memerintahkan pembunuhan terhadap seorang saksi dalam kasus pemerintah AS terhadapnya dan merekrut pembunuh bayaran untuk membunuh para pengedar narkoba saingannya.

    Organisasi Wedding, kata Jaksa Agung Pam Bondi saat itu, bertanggung jawab atas impor sekitar 60 metrik ton kokain per tahun ke Los Angeles.

    “Dia mengendalikan salah satu organisasi perdagangan narkoba paling produktif dan kejam di dunia ini. Saat ini dia adalah distributor kokain terbesar di Kanada,” kata Bondi.

    Menurut jaksa federal, Wedding memulai kariernya sebagai pengedar narkoba sekitar tahun 2008 ketika dia pergi ke San Diego bersama dua pria lain untuk membeli kokain. Setelah dihukum karena konspirasi untuk mendistribusikan kokain, Wedding dibebaskan dari penjara pada Desember 2011 dan dengan cepat memantapkan dirinya sebagai distributor narkoba ilegal internasional kelas kakap.

    Halaman 2 dari 2

    (haf/whn)

  • Motor MotoGP Senilai Rp 600 M Disita dari Buronan, Ada Punya Rossi-Lorenzo

    Motor MotoGP Senilai Rp 600 M Disita dari Buronan, Ada Punya Rossi-Lorenzo

    Jakarta

    Sejumlah koleksi sepeda motor, termasuk motor balap MotoGP yang diduga milik seorang gembong narkoba disita oleh pihak berwenang Meksiko. FBI merilis foto-foto yang menunjukkan koleksi motor yang diyakini milik gembong narkoba Ryan Wedding.

    Dikutip Crash, Ryan Wedding yang merupakan mantan atlet snowboarder Olimpiade asal Kanada berusia 44 tahun. Dia masuk dalam daftar 10 buronan paling dicari FBI. Dia diyakini sedang tinggal di Meksiko.

    Wedding didakwa dengan berbagai pelanggaran narkoba pada tahun 2024. Kini, Wedding masih buron, Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah 15 juta dolar untuk informasi yang dapat mengarah pada penangkapannya.

    Mantan atlet Kanada itu menjalani hukuman penjara pada tahun 2009 setelah dihukum karena konspirasi untuk mendistribusikan kokain.

    Ia dibebaskan pada akhir tahun 2010. Setelah itu, ia diyakini telah mendirikan kerajaan perdagangan narkoba, Wedding diduga bertanggung jawab atas pengiriman rutin ratusan kilogram kokain ke Kanada dan beberapa bagian AS. Pihak berwenang menganggapnya bersenjata dan berbahaya.

    Pada Senin malam (29/12/2025), FBI Los Angeles merilis sejumlah foto koleksi sepeda motor senilai 40 juta dolar atau setara Rp 668 miliar yang diyakini dimiliki oleh Wedding. Di antara koleksi motor tersebut, ada beberapa motor MotoGP.

    Koleksi motor tersebut termasuk motor MotoGP Ducati 2018 yang dikendarai Jorge Lorenzo, serta Desmosedici 2019 milik Andrea Dovizioso.

    Ada juga dua unit Ducati tunggangan Valentino Rossi yang mengalami masa sulitnya pada 2011 dan 2012. Tak ketinggalan motor Moto2 milik Marc Marquez musim 2011 dan 2012.

    Berbagai macam sepeda motor tersebut juga mencakup beberapa motor Honda 500cc yang digunakan dalam balapan Grand Prix dan beberapa motor Kawasaki Superbike.

    Belum jelas apa yang akan terjadi pada sepeda motor-sepeda motor ini setelah disita.

    “Bulan ini, pihak berwenang Meksiko melaksanakan beberapa surat perintah penggeledahan dan menyita sejumlah besar sepeda motor dengan perkiraan nilai sekitar $40 juta USD yang diyakini dimiliki oleh buronan FBI Top Ten, Ryan James Wedding. Penyitaan yang sukses ini merupakan hasil upaya kolaboratif antara pihak berwenang Meksiko, FBI, RCMP, dan LAPD,” demikian pernyataan singkat dari FBI.

    (rgr/dry)

  • Lorenzo Bongkar Rahasia Kalahkan Prime Rossi di MotoGP

    Lorenzo Bongkar Rahasia Kalahkan Prime Rossi di MotoGP

    Jakarta

    Legenda balap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, kerap kali mengalahkan Valentino Rossi di era prime-nya. Padahal, ketika itu, The Doctor merupakan pebalap terkuat di lintasan dan sulit sekali dikalahkan. Apa rahasianya?

    Disitat dari Motosan, Lorenzo bukan mengungkap rahasia teknis atau strategis untuk mengalahkan prime Rossi di MotoGP. Dia justru bicara faktor lain yang berkaitan dengan fisik dan kesiapan mental selama membalap.

    Ketika itu, Lorenzo membeli motorhome mutakhir yang bisa dibongkar-pasang. Menariknya, di dalam fasilitas tersebut, ada cryosauna yang bisa didinginkan hingga suhu -180 derajat celcius. Dia menggunakan itu untuk relaksasi tubuh menjelang perlombaan.

    “Saya membeli sebuah motorhome yang dapat dibongkar sepenuhnya. Itu bukan motorhome Amerika yang bentuknya seperti cetakan dan tak dapat dimodifikasi; saya membangun motorhome sesuai keinginan saya,” ujar Lorenzo, dikutip Selasa (30/12).

    “Saya memasang cryosauna di dalamnya, tempat saya masuk ke ruangan bersuhu minus 180 derajat selama tiga menit untuk memulihkan diri setelah latihan. Ya, pada suhu minus 180 derajat,” tambahnya.

    Jorge Lorenzo. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

    Motorhome tersebut, ketika itu, selalu terparkir di samping motorhome Rossi. Namun, menurutnya, fasilitas itu memiliki satu masalah logistik yang cukup menantang. Lorenzo dan timnya harus mencari tempat untuk memproduksi hidrogen.

    “Saya punya sesuatu yang tidak diketahui siapa pun, saya ingin merahasiakannya. Saya menyuruh asisten saya untuk menaruh hidrogen di belakang motorhome. Tidak ada yang bisa melihatnya, bahkan asisten Valentino sekalipun. Saya tidak ingin siapa pun tahu, manajer saya pun tak tahu,” tuturnya.

    “Saya melakukan ini pada musim 2015, dan pada akhirnya saya memenangkan gelar juara,” lanjutnya.

    Selain fasilitas untuk relaksasi tubuh, Lorenzo juga mengaku punya dokter pribadi yang memiliki sejumlah metode khusus. Hal tersebut, kata dia, sangat berpengaruh ke performanya saat masih muda.

    “Saya punya dokter khusus yang memiliki metode untuk membuat saya lebih kuat, fisioterapis, semuanya. Saya melakukan semuanya dan menginvestasikan segalanya untuk menjadi lebih kuat. Cristiano Ronaldo juga sama; dia menginvestasikan 12 jam sehari untuk menjadi lebih baik, dia mendedikasikan lebih banyak waktu untuk bekerja daripada orang lain, dan akhirnya dia membuat perbedaan,” kata Lorenzo.

    (sfn/rgr)

  • Begini Rasanya Setim Bareng Valentino Rossi di MotoGP

    Begini Rasanya Setim Bareng Valentino Rossi di MotoGP

    Jakarta

    Pernahkah kalian bertanya-tanya: bagaimana rasanya setim dengan pebalap kenamaan seperti Valentino Rossi? Benarkah penuh tekanan seperti yang dibicarakan banyak orang?

    Maverick Vinales merupakan salah satu pebalap yang pernah setim dengan Valentino Rossi. Keduanya sama-sama membela tim pabrikan Yamaha selama dua musim.

    “Rasanya menyenangkan dan mengejutkan,” demikian respons Vinales saat ditanya perasaan setim dengan Rossi, dikutip dari Crash, Sabtu (27/12).

    “Menyadari bahwa Anda melaju lebih cepat daripada idola Anda itu aneh. Tapi Valentino sangat karismatik. Dia membuat semua orang merasa nyaman,” tambahnya.

    Vinales dan Rossi setim di Yamaha. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

    Menurut Vinales, Rossi punya pengaruh besar di Yamaha. The Doctor, menurutnya, sosok yang sangat dihormati. Sehingga, banyak orang yang mau mendengar kritik dan masukannya.

    “Saya banyak belajar darinya, tetapi itu juga sulit,” ungkapnya.

    Di luar dari itu, Vinales mengaku sangat menikmati kariernya bersama Yamaha. Bahkan, dia menyesal telah meninggalkan pabrikan Iwata untuk berlabuh ke Aprilia di musim 2021.

    “Pada tahun 2018, mereka mengikuti arah yang berlawanan dengan saya; mesin dan sasis,” tuturnya.

    “Di Phillip Island, saya menjalani balapan yang bagus karena cengkeramannya bagus. Tapi sisanya sulit. Saya agak menyesal tidak bertahan di Yamaha pada tahun 2021 dan memilih Aprilia,” tambahnya.

    Vinales kemudian mengenang musim 2017 saat dirinya nyaris menjuarai MotoGP. Ketika itu, dia sudah dekat dengan gelar pertamanya di kejuaraan kelas tertinggi. Hanya saja, kata dia, Yamaha mengabaikan permintaannya tak mengubah motor yang diuji di pramusim.

    “Saya merasa itu adalah kesempatan saya. Dalam uji coba Valencia dengan motor Lorenzo, identik, hanya tanpa sayap, saya mencatatkan waktu yang bagus, bahkan tanpa berusaha mencetak lap tercepat,” kata dia.

    (sfn/lua)

  • Fans Marc Marquez Harus Dengar Hal Ini Nih…

    Rossi-Marquez Damai? Ah, Cuma Mimpi Siang Bolong!

    Jakarta

    Di MotoGP, ada rivalitas yang selesai di lintasan. Namun, Marc Marquez dan Valentino Rossi bukan salah satunya. Sejak memanas 10 tahun lalu, hubungan mereka tak pernah membaik. Waktu berjalan, karier berubah, tapi bara konflik tetap menyala–damai terasa nyaris mustahil.

    Dokter yang biasa menangani cedera pebalap, Dr Costa merupakan sosok yang tak percaya Marquez dan Rossi bisa benar-benar berdamai. Bahkan, menurutnya, kemungkinan tersebut seperti mimpi ‘siang bolong’.

    “Apakah akan ada perdamaian antara Marc dan Valentino? Sejujurnya, itu adalah impian setiap orang, termasuk saya, karena memaafkan merupakan latihan tertinggi jiwa manusia,” ujar Dr Costa, dikutip dari Motosan, Jumat (19/12).

    “Pengalaman saya sendiri mengatakan, saya percaya pada mukjizat, tetapi dalam hal ini, saya ragu. Saya berharap Marc dan Valentino sebagai dua legenda luar biasa dan tak tersentuh, suatu hari nanti dapat menyelesaikan masalah dan berdamai, namun saat ini itu hanyalah mimpi,” tambahnya.

    Marc Marquez vs Valentino Rossi. Foto: Capture Youtube MotoGP.

    Dr Acosta secara tak langsung menyimpulkan, Marquez dan Rossi sama-sama berwatak keras. Itulah mengapa, ada kemungkinan keduanya akan bermusuhan selamanya. Dia, sejujurnya, tak mau hal itu terjadi.

    “Saya rasa itu (berdamai) tak akan terjadi, atau setidaknya bukan dalam waktu dekat. Mereka memiliki waktu mereka sendiri, cara berpikir mereka sendiri, keunikan mereka sendiri dalam segala hal,” tuturnya.

    “Itu (Marquez-Rossi damai) adalah impian setiap orang, termasuk saya. Tapi untuk saat ini, itu hanyalah mimpi,” kata dia mengulang pernyataan pertama.

    Sebagai catatan, retaknya hubungan Marquez dan Rossi bermula di musim 2015. Ketika itu, keduanya beberapa kali terlibat gesekan. Situasinya memburuk saat MotoGP Sepang 10 tahun lalu. Ketika itu, Rossi diduga sengaja mengayunkan tendangan ke Motor Marquez.

    Namun, baru-baru ini, Marquez memberikan kode sudah memaafkan Rossi. The Baby Alien mengaku tak mau menyimpan dendam ke rival-rivalnya di masa lalu.

    “Salah satu hal yang saya pelajari selama karier olahraga saya adalah untuk menghormati para rival. Di lintasan, semua orang berusaha memberikan yang terbaik dan semua kecelakaan yang dialami pebalap pasti tak disengaja, karena kami semua berusaha sampai batas maksimal,” kata Marquez.

    (sfn/dry)