Tag: Ursula von der Leyen

  • Geger, TikTok Diduga Cawe-cawe dalam Pemilu di Berbagai Negara

    Geger, TikTok Diduga Cawe-cawe dalam Pemilu di Berbagai Negara

    Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi sosial media TikTok diduga ikut cawe-cawe dalam Pemilu Rumania dan pemilu di berbagai negara. Kini, aplikasi buatan China tersebut sedang diselidiki oleh pihak berwajib.

    Dilansir dari TechRadar, regulator dari Uni Eropa telah mengungkapkan bahwa mereka sedang menyelidiki apakah TikTok melanggar Undang-Undang Layanan Digital di negara tersebut atau tidak.

    Aspek yang diselidiki yakni soal potensi peran TikTok dalam integritas pemilu, khususnya terkait pemilu Rumania.

    Investigasi akan fokus pada sistem pemberi rekomendasi atau FYP TikTok, dan risiko yang terkait dengan “manipulasi tidak autentik terkoordinasi atau eksploitasi otomatis atas layanan”.

    Selain itu, pihak terkait juga sedang menyelidiki kebijakan TikTok seputar konten dan iklan politik berbayar.

    Sebagaimana diketahui, Pemilu Rumania baru-baru ini dibatalkan menyusul serangkaian serangan siber yang menargetkan sistem pemilu.

    Menjelang putaran pertama pemilu, sistem pemilu mengalami lebih dari 85.000 serangan, yang mana kredensial akses ke situs pemilu dicuri oleh orang tak bertanggung jawab.

    Bukan hanya Rumania namun juga seluruh dunia?

    Meski demikian, ada dugaan lain yang menyebut TikTok juga ikut cawe-cawe dalam Pemilu di berbagai negara lainnya.

    Menurut Tech Radar, campur tangan asing dalam pemilu telah terlihat di seluruh dunia tahun ini, di mana media sosial telah menjadi katalisator penyebaran propaganda dan informasi yang salah.

    Investigasi UE ini berpotensi mengarah pada tindakan terhadap platform tersebut dan menjadi preseden bagi organisasi teknologi lainnya.

    “Kita harus melindungi demokrasi kita dari segala bentuk campur tangan asing. Kapan pun kami mencurigai adanya campur tangan semacam itu, terutama selama pemilu, kami harus bertindak cepat dan tegas,” kata Ursula von der Leyen, Presiden Komisi UE.

    “Menyusul adanya indikasi serius bahwa aktor asing ikut campur dalam pemilu presiden Rumania dengan menggunakan TikTok, kami mencurigai adanya campur tangan tersebut. saat ini sedang menyelidiki secara menyeluruh apakah TikTok telah melanggar Undang-Undang Layanan Digital karena gagal mengatasi risiko-risiko tersebut. Harus jelas bahwa di UE, semua platform online, termasuk TikTok, harus bertanggung jawab,” imbuhnya.

  • Turki dan Lebanon Akan Kerja Sama usai Penggulingan Assad, Erdogan: Era Baru Telah Dimulai di Suriah – Halaman all

    Turki dan Lebanon Akan Kerja Sama usai Penggulingan Assad, Erdogan: Era Baru Telah Dimulai di Suriah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya dan Lebanon akan bekerja sama mengenai Suriah.

    Kerja sama itu dilakukan setelah penggulingan mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad awal bulan ini.

    “Era baru kini telah dimulai di Suriah. Kami sepakat bahwa kami harus bertindak bersama sebagai dua tetangga penting Suriah,” ungkap Erdogan dalam konferensi pers, bersama Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Mikati, Rabu (18/12/2024), dilansir The Guardian.

    “Stabilitas Suriah berarti stabilitas kawasan,” jelas Erdogan.

    Ia menambahkan, pembangunan kembali Suriah di perbatasan akan menjadi prioritas mereka, karena kepemimpinan sementara Suriah berupaya membangun kembali infrastruktur setelah 14 tahun konflik dan sanksi yang melumpuhkan.

    Erdogan berharap Uni Eropa akan mendukung pemulangan warga Suriah yang meninggalkan negara itu selama perang saudara.

    Diketahui, jutaan warga Suriah melarikan diri ke Turki untuk mencari perlindungan, dengan mayoritas tinggal di Istanbul, Gaziantep atau Sanliurfa.

    Lebanon juga merupakan rumah bagi sejumlah besar pengungsi Suriah.

    “Ini adalah periode kritis di mana kita perlu bertindak dengan persatuan, solidaritas, dan rekonsiliasi bersama,” tambah Erdogan.

    Pemerintahan yang ‘Inklusif’ Diperlukan di Suriah

    Pada Selasa (17/12/2024), Erdogan mengatakan bahwa pemerintahan yang inklusif diperlukan di Suriah.

    Erdogan juga meminta Uni Eropa untuk mendukung pemulangan warga Suriah yang melarikan diri selama perang saudara selama 13 tahun di negara itu.

    “Kami telah melihat bahwa kami sepakat tentang pembentukan pemerintahan yang inklusif di Suriah,” kata Erdogan pada konferensi pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Ankara, dikutip dari Arab News.

    Negara-negara Barat secara bertahap membuka saluran bagi otoritas baru di Damaskus yang dipimpin oleh kelompok Hayat Tahrir Al-Sham (HTS), meskipun mereka terus menunjuknya sebagai kelompok teroris.

    Erdogan mengatakan tidak ada tempat bagi organisasi teroris di wilayah tersebut, merujuk secara khusus pada kelompok militan Daesh dan Kurdi.

    Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan sebelumnya telah menyoroti pentingnya proses transisi yang inklusif di Suriah.

    PBB: Satu Juta Warga Suriah Mungkin Kembali

    Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa mereka memperkirakan sekitar satu juta orang akan kembali ke Suriah pada paruh pertama tahun 2025, setelah runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.

    Assad melarikan diri dari Suriah, saat pasukannya meninggalkan tank dan peralatan lainnya dalam menghadapi serangan kilat yang dipelopori oleh Hayat Tahrir Al-Sham (HTS), yang mengakhiri lima dekade pemerintahan represif oleh keluarga Assad.

    Pemerintahan tersebut ditandai dengan pemenjaraan dan pembunuhan massal terhadap para tersangka pembangkang, dan hampir 14 tahun perang saudara yang menyebabkan lebih dari 500.000 orang meninggal dan memaksa setengah dari populasi tersebut meninggalkan rumah mereka.

    Penggulingan Assad memicu perayaan di seluruh Suriah dan sekitarnya, dan telah mendorong banyak orang untuk mulai kembali ke negara mereka yang dilanda perang.

    “Kami telah meramalkan bahwa kami berharap dapat melihat sekitar satu juta warga Suriah kembali antara Januari dan Juni tahun depan,” kata Rema Jamous Imseis, direktur Timur Tengah dan Afrika Utara untuk badan pengungsi PBB UNHCR, seperti diberitakan Arab News.

    Ia mengatakan perkembangan terkini telah membawa “sejumlah besar harapan bahwa krisis pengungsian terbesar yang kita alami di planet Bumi akhirnya akan terselesaikan.”

    Namun, ia menekankan bahwa “kita juga harus mengakui bahwa perubahan rezim tidak berarti bahwa krisis kemanusiaan yang sudah ada di sana telah berakhir.”

    Menunjuk pada “tantangan besar,” ia meminta negara-negara yang telah menampung jutaan pengungsi Suriah untuk menahan diri dari memulangkan mereka dengan tergesa-gesa.

    “Tidak seorang pun boleh dipulangkan secara paksa ke Suriah dan hak warga Suriah untuk mempertahankan akses ke suaka harus dipertahankan,” papar Imseis.

    Pejuang pemberontak Suriah merayakan di Menara Jam di jantung kota Homs pada 8 Desember 2024, setelah pasukan pemberontak memasuki kota ketiga Suriah. (AFP/AAREF WATAD)

    Hampir segera setelah jatuhnya Assad, sejumlah negara Eropa mengatakan mereka akan membekukan permintaan suaka yang tertunda dari warga Suriah.

    Sementara, partai-partai sayap kanan telah mendesak deportasi pengungsi kembali ke Suriah.

    “Apa yang kami katakan kepada pemerintah yang telah menangguhkan proses suaka adalah harap terus hormati hak untuk mengakses wilayah, untuk mengajukan klaim suaka,” kata Jamous Imseis.

    “Orang-orang tidak bisa begitu saja, setelah 14 tahun mengungsi, mengemasi tas dalam semalam dan kembali ke negara yang telah hancur karena konflik.”

    “Beri kami dan para pengungsi Suriah waktu untuk menilai apakah aman untuk kembali. Masih terlalu dini untuk melihat seberapa aman nantinya,” terang Jamous Imseis.

    Pada saat yang sama ketika banyak orang kembali ke Suriah, Jamous Imseis menunjukkan bahwa lebih dari satu juta orang telah menjadi pengungsi baru di Suriah dalam tiga minggu terakhir.

    “Sebagian besar adalah wanita dan anak-anak,” ungkapnya.

    Ia pun menyoroti bahwa ada juga kebutuhan untuk mengevaluasi ulang siapa yang berisiko di Suriah yang telah berubah secara radikal.

    “Profil risiko yang ada sebelum 8 Desember mungkin tidak lagi memerlukan tingkat perlindungan yang sama, atau tidak memiliki ancaman atau ketakutan yang sama terhadap pelanggaran hak-hak mereka, sedangkan sekarang dengan perubahan rezim ini, kita memiliki kelompok rentan lain yang muncul dalam proses tersebut,” imbuh dia.

    (Tribunnews.com/Nuryanti)

    Berita lain terkait Konflik Suriah

  • Uni Eropa Mulai Investigasi TikTok, Ada Apa?

    Uni Eropa Mulai Investigasi TikTok, Ada Apa?

    Jakarta, CNN Indonesia

    Komisi Eropa membuka proses investigasi formal terhadap perusahaan media sosial TikTok. Apa alasannya?

    Uni Eropa menilai TikTok gagal membatasi campur tangan dalam pemilihan umum, terutama dalam pemungutan suara presiden Rumania bulan lalu.

    Badan eksekutif Uni Eropa mengatakan mereka akan meminta informasi dan menyelidiki kebijakan TikTok mengenai iklan politik dan konten politik berbayar serta sistem TikTok untuk menghasilkan rekomendasi dan risiko manipulasi.

    Pada 5 Desember, Komisi Eropa juga memerintahkan TikTok untuk membekukan data yang terkait dengan pemilihan presiden Rumania di bawah Undang-Undang Layanan Digital (DSA) yang mengatur bagaimana perusahaan-perusahaan media sosial terbesar di dunia beroperasi di Eropa.

    Pengadilan tinggi Rumania kemudian membatalkan pemilihan presiden setelah mencuat tuduhan campur tangan Rusia dan kemenangan Calin Georgescu, seorang ultranasionalis pro-Rusia, pada putaran pertama.

    Pembukaan proses investigasi formal pada Selasa (17/12) memberi wewenang kepada Komisi Uni Eropa untuk mengambil langkah penegakan hukum lebih lanjut dan menerima komitmen yang dibuat oleh TikTok. Tidak ada tenggat waktu khusus untuk menyelesaikan proses ini.

    TikTok yang dimiliki oleh Bytedance dari China mengatakan bahwa mereka telah melindungi integritas platformnya melalui lebih dari 150 pemilihan umum di seluruh dunia dan telah memberikan informasi yang luas kepada Komisi Eropa mengenai upayanya.

    Mereka menambahkan bahwa mereka tidak menerima iklan politik berbayar dan secara proaktif menghapus konten yang melanggar kebijakan mereka tentang informasi yang salah dan ujaran kebencian.

    Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan investigasi baru ini dilakukan setelah adanya indikasi serius bahwa aktor-aktor asing ikut campur dalam pemilihan presiden Rumania.

    “Kita harus melindungi demokrasi kita dari segala bentuk campur tangan asing. Setiap kali kami mencurigai adanya campur tangan seperti itu, terutama selama pemilihan umum, kami harus bertindak cepat dan tegas,” katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN.

    Komisi juga menyadari adanya risiko campur tangan dalam pemilihan parlemen Jerman pada Februari dan pemilihan presiden di Kroasia yang akan dimulai pada tanggal 29 Desember.

    (lom/dmi)

    [Gambas:Video CNN]

  • HTS Umumkan Rencana Pembubaran Sayap Bersenjata dan Integrasi dengan Militer Nasional Suriah – Halaman all

    HTS Umumkan Rencana Pembubaran Sayap Bersenjata dan Integrasi dengan Militer Nasional Suriah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Panglima militer Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Suriah menyatakan bahwa mereka akan menjadi kelompok pertama yang membubarkan sayap bersenjatanya dan bergabung dengan militer nasional.

    Murhaf Abu Qasra, yang juga dikenal dengan nama samaran Abu Hassan al-Hamawi, mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP bahwa semua unit militer harus diintegrasikan menjadi satu institusi.

    “HTS akan menjadi, jika Tuhan berkehendak, salah satu kelompok pertama yang mengambil inisiatif ini,” ujarnya.

    Abu Qasra juga menambahkan bahwa para pemimpin wilayah Suriah yang dikuasai oleh Kurdi, juga harus diintegrasikan ke dalam pemerintahan baru negara tersebut.

    “Orang-orang Kurdi adalah salah satu komponen rakyat Suriah. Suriah tidak akan terpecah,” kata Qasra.

    Ia turut meminta masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan udara di wilayah Suriah, terutama ketika pemerintahan baru sedang dalam proses pembentukan.

    “Kami menganggap serangan Israel di instalasi militer dan wilayah selatan Suriah sebagai tindakan yang tidak adil,” tegasnya.

    Panglima militer Hayat Tahrir al-Sham Abu Hassan al-Hamwi difoto saat wawancara di kota pelabuhan Latakia, Suriah barat, pada 17 Desember 2024. (AFP)

    Israel menyatakan bahwa mereka hanya menargetkan instalasi militer yang digunakan oleh kelompok militan Hizbullah, dengan izin dari pemerintahan Bashar al-Assad.

    Namun, Israel juga dituduh melakukan perampasan tanah setelah tentaranya mengambil alih zona penyangga demiliterisasi di wilayah Suriah.

    Abu Qasra menambahkan bahwa HTS menyerukan kepada Amerika Serikat dan negara-negara lainnya untuk mencabut status HTS sebagai kelompok teroris.

    HTS memiliki akar sejarah dengan al-Qaeda di Suriah.

    Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, HTS telah berusaha memperbaiki reputasinya dan berulang kali berjanji untuk menghormati hak-hak minoritas di negara tersebut.

    Jerman Ikuti Langkah Negara-Negara Lain untuk Membahas Masa Depan Suriah

    Diplomat Jerman baru saja mengadakan pembicaraan di Damaskus dengan pemerintahan transisi baru Suriah, yang dipimpin oleh kelompok HTS, pada Selasa (17/12/2024), dilansir DW.

    Jerman mengikuti langkah sejumlah negara lainnya yang berupaya membangun kembali hubungan dengan Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad.

    “Pembicaraan difokuskan pada proses transisi politik dan harapan kami mengenai perlindungan kaum minoritas serta hak-hak perempuan, demi mendukung pembangunan damai di Suriah,” kata Kantor Luar Negeri Jerman di Berlin.

    Selain pembicaraan tersebut, delegasi Jerman juga melakukan inspeksi awal terhadap gedung Kedutaan Besar Jerman di Damaskus, menurut pernyataan kementerian luar negeri negara tersebut.

    Dalam unggahan di media sosial X, kementerian itu menyatakan, “Assad telah berulang kali menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri di Suriah.”

    “Sekarang ada peluang untuk penyelidikan penuh dan penghancuran senjata kimia Suriah.”

    “Kami menyediakan dana tambahan untuk Organisasi Pelarangan Senjata Kimia dan juga membahas hal ini hari ini dalam pembicaraan di Damaskus.”

    Tobias Tunkel di Damaskus (X Tobias Tunkel)

    Kunjungan ini dipimpin oleh utusan Jerman untuk Timur Tengah, Tobias Tunkel, dan perwakilan dari Kementerian Pembangunan Jerman.

    Pada Senin (16/12/2024), diplomat Inggris juga mengadakan pembicaraan dengan pemimpin HTS, Ahmad al-Sharaa, yang sebelumnya dikenal sebagai Mohammed al-Jolani.

    Uni Eropa juga mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan membuka kembali perwakilan diplomatiknya di Damaskus, setelah melakukan kontak dengan kepemimpinan baru Suriah.

    “Kita harus melangkah maju dan melanjutkan keterlibatan langsung kita dengan HTS dan faksi-faksi lainnya,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam pembicaraannya di Ankara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

    Namun, Iran masih menutup kedutaannya di Damaskus untuk sementara, dengan alasan persiapan terkait politik dan keamanan, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang dikutip oleh kantor berita ISNA.

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

  • Di KTT G20 Brasil, Olaf Scholz Mencari Sekutu Dagang

    Di KTT G20 Brasil, Olaf Scholz Mencari Sekutu Dagang

    Jakarta

    Ketika Olaf Scholz kembali ke Jerman dari KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, pada hari Rabu (20/11) mendatang, Kanselir yang sedang menghadapi krisis itu diharapkan membawa sesuatu yang benar-benar bersejarah, seperti perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa (UE) dan negara-negara Mercosur yakni Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, dan Uruguay. Namun, “oleh-oleh” itu baru bisa tercapai jika Scholz dapat merampungkan kesepakatan.

    “Perjanjian perdagangan bebas ini akan menjadi ‘angin segar’ bagi ekonomi Jerman. Hampir tidak terbayangkan situasi geopolitik yang lebih sulit dari ini. Kita harus memanfaatkan peluang ini,” kata Volker Treier, pemimpin kebijakan luar negeri Kamar Dagang dan Industri Jerman.

    “Saat ini, jendela peluang sedang terbuka. Anda tidak bisa bernegosiasi selama 25 tahun tanpa kesepakatan, dan tetap percaya bahwa Anda bisa terus memperpanjangnya seperti permen karet. Jika bukan saat ini, kapan lagi?” tambahnya.

    Perekonomian Jerman berharap ada terobosan

    Treier berbicara kepada DW tentang survei bisnis terbaru dari Asosiasi Kamar Dagang dan Industri Eropa di Brussel. Katanya, hasilnya “cukup suram.”

    Menghadapi ancaman proteksionisme Amerika Serikat (AS) yang makin menguat di bawah pemerintahan Donald Trump di masa depan, Treier mengatakan perjanjian UE-Mercosur ini akan menjadi sinyal penting bagi bisnis di blok Eropa dan Jerman tentunya. Dalam hal baterai, panel surya, energi angin, dan hidrogen hijau, Treier menyebut Eropa bisa mencapai transformasi hijau dengan lebih cepat dan berkelanjutan dengan bantuan bahan baku mentah dari Amerika Selatan.

    Sebagai imbalannya, bisnis Eropa tidak lagi harus membayar tarif sebesar €4 miliar (sekitar Rp67,2 triliun) untuk mengekspor barang mereka ke negara-negara Mercosur, menurut Treier. “Kami sudah memiliki hubungan yang baik dengan Mercosur, tetapi tidak ada dinamika yang nyata. Sebagian itu karena negara-negara Mercosur mengenakan tarif 25-30% pada produk ekspor klasik Jerman seperti mobil, serta barang elektronik dan mesin,” ujarnya.

    Kaja Kallas, Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa yang baru, menggemakan sentimen-sentimen tersebut. “Jika kami tidak melakukan perjanjian perdagangan dengan mereka, maka kekosongan ini akan diisi oleh Cina,” katanya dalam sidang konfirmasi di hadapan Parlemen Eropa. Cina telah meningkatkan investasinya di kawasan tersebut sebanyak 34 kali lipat antara tahun 2020 dan 2022, dan pelabuhan besar pertama yang dikendalikan oleh Cina di Amerika Selatan baru saja dibuka untuk bisnis di Chancay, Peru.

    Penentang kesepakatan UE-Amerika Selatan semakin menguat

    Pada saat yang sama, oposisi terhadap kesepakatan ini juga makin berkembang di Eropa dan Amerika Selatan, dan bukan hanya datang dari para aktivis lingkungan. Petani Eropa sangat marah, mengkritik standar ganda dan persaingan itu tidak adil dengan rekan-rekan mereka di Amerika Selatan.

    Dalam sebuah seruan yang dicetak di surat kabar harian Prancis Le Monde, sekitar 600 anggota parlemen Prancis meminta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk menahan diri dari menandatangani perjanjian tersebut. Selain itu, yang mungkin lebih mengkhawatirkan, Perdana Menteri (PM) Prancis Michel Barnier mengatakan Paris tidak akan setuju dengan kesepakatan itu jika masih dalam bentuknya saat ini.

    “Kesepakatan antara Mercosur dan UE itu jauh lebih menguntungkan bagi Eropa daripada Amerika Selatan,” kata Raul Montenegro, seorang ahli biologi Argentina dan penerima Right Livelihood Award 2004, kepada DW. “Pihak yang paling dirugikan dalam kesepakatan yang mungkin tercapai ini adalah keanekaragaman hayati di Amerika Selatan, serta usaha kecil dan menengah serta masyarakat miskin di kedua wilayah.”

    Brasil menuju peran global yang lebih besar

    Tuan rumah KTT G20, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, berharap mampu menegaskan perjuangan melawan kelaparan dan perubahan iklim dalam komunike akhir KTT Rio, serta menghadapi tugas berat terkait pembahasan yang tiada habisnya tentang perjanjian perdagangan bebas, tetapi ia tetap optimis.

    “Saya belum pernah seoptimis ini tentang UE-Mercosur,” kata Presiden Brasil itu di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pada September lalu. Lula bertekad untuk membawa Brasil ke peran pemain global pada masa jabatan ketiganya, yang mungkin juga merupakan peluang terakhirnya.

    Itulah salah satu alasan lain mengapa Treier dari Kamar Dagang dan Industri Jerman mengatakan waktu terus berjalan dengan cepat.

    “Kepercayaan diri meningkat di antara negara-negara Mercosur, sama halnya dengan negara-negara di belahan dunia Selatan. Kami berada di India dua setengah minggu yang lalu untuk konferensi Asia dan hal yang sama juga terjadi di sana: Mereka masih bersedia untuk menjangkau kami, tetapi keadaan tidak akan selamanya seperti itu,” kata Treier.

    Artikel ini diadaptasi dari bahasa Jerman

    (ita/ita)

  • Para Kepala Negara Absen di KTT Iklim COP29, Ada yang Undur Diri

    Para Kepala Negara Absen di KTT Iklim COP29, Ada yang Undur Diri

    Jakarta

    Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) terkait perubahan iklim COP29 sedang berlangsung di Baku, Azerbaijan. Para pemimpin dunia, negosiator, pelobi dan LSM bertemu di sini, membahas perubahan iklim dan lingkungan hidup.

    Lebih dari 100 kepala negara dan pemerintahan telah mengonfirmasi kehadiran mereka di COP29, menurut sumber PBB. Namun, sejumlah pemimpin dunia dan pejabat pemerintah telah menyatakan tidak akan menghadiri acara yang berlangsung 11-22 November 2024 ini. Siapa saja? Berikut daftar negara yang tidak hadir beserta alasannya, dikutip dari Euro News.

    Presiden Komisi Eropa

    Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen tidak hadir. Alasannya, Komisi Eropa sedang dalam fase transisi. “Presiden akan fokus pada tugas kelembagaannya. Von der Leyen saat ini tengah mempersiapkan masa jabatan keduanya yang akan dimulai pada 1 Desember,” kata juru bicara Komisi Eropa.

    Sementara itu, Uni Eropa diwakili oleh Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Kepala Kebijakan Iklim Wopke Hoekstra, dan Komisaris Bidang Energi Kadri Simson.

    Presiden Prancis Emmanuel Macron

    Presiden Prancis Emmanuel Macron juga absen dari KTT ini. Kabarnya, alasannya karena pertemuan tersebut diadakan di Azerbaijan dan Prancis menolak menginjakkan kaki di negara itu.

    Hubungan antara kedua negara menegang sejak tahun lalu ketika Paris mengutuk serangan militer Azerbaijan terhadap separatis Armenia di wilayah Karabakh yang memisahkan diri.

    Kanselir Jerman Ola Scholz

    Pemimpin negara adikuasa Eropa lainnya juga tidak hadir, yakni Kanselir Jerman Olaf Scholz. Jauh hari sebelumnya, ia telah mengumumkan tidak akan menghadiri COP29 setelah koalisi yang berkuasa bubar.

    Semula, ia berencana menghadiri COP29, tetapi kemudian membatalkan keputusan itu setelah runtuhnya pemerintahan koalisi tiga partai Jerman.

    Presiden AS ke-46 Joe Biden

    COP29 digelar beberapa hari setelah pemilihan umum di Amerika Serikat (AS), sehingga Joe Biden tidak hadir. Ini adalah tahun kedua berturut-turut ia tidak hadir dalam perundingan iklim global. Sebagai gantinya, delegasi AS dipimpin oleh John Podesta, penasihat senior presiden AS untuk kebijakan iklim internasional.

    Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva

    Setelah mengalami cedera kepala bulan lalu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva membatalkan perjalanannya ke Baku. Negaranya akan menjadi tuan rumah COP30 di Belem tahun depan.

    Raja Charles III

    Raja Charles juga tidak menghadiri COP29 dikarenakan pemerintah Inggris memutuskan untuk tidak mengutusnya mewakili rakyat mengingat ia masih dalam masa pemulihan dari kanker. Namun Raja Charles III memiliki sejarah panjang dalam advokasi perubahan iklim dan telah menghadiri konferensi-konferensi PBB sebelumnya.

    Presiden Rusia Vladimir Putin

    Presiden Rusia Vladimir Putin juga tidak hadir, dan delegasi negaranya di COP29 akan dipimpin oleh Perdana Menteri Mikhail Mishustin. Ironisnya, Oktober lalu, duta besar Ukraina untuk Uni Eropa, Vsevolod Chentsov mengatakan bahwa masyarakat internasional harus menghindari perundingan tersebut jika Putin hadir.

    Pemimpin Kanada, India, China, Afrika Selatan, dan Australia

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden China Xi Jinping, Cyril Ramaphosa dari Afrika Selatan, dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese juga melewatkan konferensi iklim tahun ini. Namun alasan mereka absen tidak diketahui.

    Papua Nugini Protes dan Menarik Diri

    Pada Agustus tahun ini, Perdana Menteri Papua Nugini James Marape mengumumkan bahwa negara tersebut tidak akan menghadiri COP29 sebagai protes terhadap negara-negara besar karena kurangnya dukungan cepat bagi para korban perubahan iklim.

    Marape mengatakan, hal ini dilakukan demi kepentingan semua negara kepulauan kecil. Dikelilingi oleh lautan dan merupakan rumah bagi hamparan hutan hujan terbesar ketiga di planet ini, Papua Nugini sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Wilayah ini dirusak oleh berbagai dampak seperti naiknya permukaan air laut dan bencana alam.

    (rns/fay)

  • Presiden Prabowo Ucapkan Selamat ke Donald Trump, Harap Kerja Sama Makin Erat

    Presiden Prabowo Ucapkan Selamat ke Donald Trump, Harap Kerja Sama Makin Erat

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Donald Trump karena terpilih sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat.

    Ucapan selamat disampaikan Prabowo dalam bahasa Inggris, melalui akun media sosial X @prabowo, Rabu (6/11/2024) malam.

    “Saya mengucapkan selamat yang tulus kepada @realDonaldTrump karena telah terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-47,” tulis Prabowo dalam akun X miliknya.

    Presiden Prabowo mengatakan Indonesia dan Amerika Serikat merupakan mitra strategis yang memiliki hubungan yang kuat dan beragam.

    Menurut Kepala Negara, kemitraan strategis RI-AS mempunyai potensi yang sangat besar untuk saling menguntungkan.

    “Dan saya berharap dapat bekerja sama erat dengan anda dan pemerintahan anda untuk lebih meningkatkan kemitraan ini dan demi perdamaian dan stabilitas global,” tulis Prabowo.

    Berikut cuitan asli dalam akun X @prabowo yang ditulis dalam bahasa Inggris:

    “My heartfelt congratulations to Mr. @realDonaldTrump for being elected as the 47th President of the United States of America. Indonesia and the United States are strategic partners who share a robust and multifaceted relationship.

    Our strategic partnership holds immense potential for mutual benefit, and I look forward to collaborating closely with you and your administration to further enhance this partnership and for global peace and stability.”

    Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump diproyeksikan memenangi Pemilihan Presiden AS 2024 melawan pesaingnya dari Partai Demokrat yang juga petahana wakil presiden, Kamala Harris.

    Mengutip Fox News pada Rabu (6/11/2024), Fox News Decision Desk memproyeksikan Trump telah mengalahkan Kamala Harris dalam kemenangan yang menakjubkan. Menurut hasil hitung cepat Fox News, Trump telah memperoleh 277 suara elektoral berbanding 226 suara milik Harris.

    Jumlah suara Trump sudah melewati batas minimal perolehan suara electoral college yang diperlukan untuk mengamankan kursi Presiden, yakni sebanyak 270 suara.

    Kemenangan Trump tersebut telah disambut dengan ucapan selamat dari beberapa pemimpin negara lain. Mengutip Reuters, beberapa diantaranya adalah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri India, Narendra Modi, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dan lainnya.

    “Selamat atas comeback terhebat dalam sejarah! Kembalinya Anda yang bersejarah ke Gedung Putih menawarkan awal baru bagi Amerika dan komitmen kembali yang kuat terhadap aliansi besar antara Israel dan Amerika. Ini adalah kemenangan besar! Dalam persahabatan sejati,” tulis Netanyahu di media sosial X.

    Sementara itu, Modi melalui akun X nya menyebut kemenangan Trump pada pemilu kali ini bersejarah. Modi berharap keduanya dapat memperbarui kolaborasi India-AS untuk lebih memperkuat Kemitraan Global dan Strategis Komprehensif kedua negara.

    Bersama-sama, mari kita bekerja demi kemajuan masyarakat kita dan mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran global,” kata Modi.

    Berikut adalah rangkuman ucapan dari para pemimpin dunia kepada Trump dikutip dari X dan Reuters:

    Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy

    “Saya menghargai komitmen Presiden Trump terhadap pendekatan ‘perdamaian melalui kekuatan’ dalam urusan global. Ini adalah prinsip yang secara praktis dapat mendekatkan perdamaian di Ukraina,” kata Zelenskiy di X.

    Presiden Perancis, Emmanuel Macron

    “Selamat, Presiden Donald Trump. Siap bekerja sama seperti yang kita tahu bagaimana melakukannya selama empat tahun. Dengan keyakinan Anda dan keyakinan saya. Dengan rasa hormat dan ambisi. Untuk perdamaian dan kemakmuran yang lebih besar,” tulis Macron di X.

    PM Inggris, Keir Starmer

    “Selamat kepada Presiden terpilih Trump atas kemenangan bersejarah Anda dalam pemilu. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda di tahun-tahun mendatang. Sebagai sekutu terdekat, kami berdiri bahu-membahu dalam membela nilai-nilai bersama yaitu kebebasan, dan demokrasi,”

    Mark Rutte, Sekjen NATO

    “Saya baru saja mengucapkan selamat kepada Donald Trump atas terpilihnya dia sebagai Presiden Amerika Serikat. Kepemimpinannya akan kembali menjadi kunci untuk menjaga kekuatan Aliansi kita. Saya berharap dapat bekerja sama lagi dengannya untuk memajukan perdamaian melalui kekuatan melalui NATO,” ujarnya dalam sebuah postingan di X.

    Giorgia Melloni, PM Italia

    Dalam sebuah postingan di X, Meloni menyampaikan “ucapan selamat yang paling tulus” kepada Trump, dan mengatakan Italia dan Amerika Serikat memiliki “aliansi yang tak tergoyahkan”. “Ini adalah ikatan strategis, yang saya yakin akan kita perkuat lebih jauh lagi,” katanya.

    Pedro Sanchez, PM Spanyol

    “Selamat @realDonaldTrump atas kemenangan Anda dan terpilihnya Anda sebagai Presiden AS ke-47. Kami akan mengupayakan hubungan bilateral strategis kami dan kemitraan transatlantik yang kuat,” kata Sanchez pada X.

    Ursula Von Der Leyen, Presiden Komisi Uni Eropa 

    “Saya dengan hangat mengucapkan selamat kepada Donald J. Trump atas terpilihnya dia sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47. Saya berharap dapat bekerja sama lagi dengan Presiden Trump untuk memajukan agenda transatlantik yang kuat.

    “Mari kita bekerja sama dalam kemitraan transatlantik yang terus memberikan manfaat bagi warga kita. Jutaan lapangan kerja dan miliaran perdagangan dan investasi di kedua sisi Atlantik bergantung pada dinamisme dan stabilitas hubungan ekonomi kita.”

  • Dihantam Banjir Mematikan, Spanyol Tetapkan Masa Berkabung 3 Hari

    Dihantam Banjir Mematikan, Spanyol Tetapkan Masa Berkabung 3 Hari

    Madrid

    Hingga Rabu (30/10) waktu setempat, sebanyak 95 orang telah dilaporkan meninggal dunia akibat banjir besar yang melanda Spanyol.

    Jumlah korban tewas sementara sebanyak 92 orang dilaporkan oleh badan koordinasi layanan darurat di Valencia, yang juga memperingatkan bahwa jasad para korban masih dalam proses pencarian dan identifikasi. Lalu, disusul laporan dua kematian lainnya di wilayah Castilla-La-Mancha dan satu lagi di Andalusia, yang diumumkan oleh para pemimpin daerah tersebut.

    Menteri Urusan Wilayah Spanyol, Angel Victor Torres, mengatakan kepada para wartawan bahwa pihak berwenang masih belum dapat memberikan angka pasti jumlah korban hilang, tetapi ia mengatakan “ada banyak orang yang hilang.”

    “Itu menunjukkan betapa besarnya bencana ini,” kata Torres.

    Spanyol tetapkan masa berkabung tiga hari

    Spanyol menetapkan masa berkabung selama tiga hari ke depan, kata seorang menteri pemerintah pada Rabu (30/10) sore, seiring dengan meningkatnya laporan mengenai jumlah korban tewas.

    Menteri Torres mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez telah berbicara dengan Raja Spanyol Felipe VI pada Rabu (30/10) dan memberitahukan kepada Raja Felipe VI mengenai hari berkabung resmi tersebut.

    PM Sanchez: ‘Spanyol merasakan penderitaan kalian’

    PM Sanchez mendesak warga Spanyol untuk selalu waspada di tengah keadaan darurat ini dan mengatakan bahwa ia tidak akan pernah “meninggalkan” para korban.

    Dia juga menyampaikan pesan khusus kepada para anggota keluarga korban, sesaat setelah banjir bandang dahsyat akibat hujan badai melanda negara itu pada Selasa (29/10).

    “Prioritas kami adalah membantu Anda. Kami mengerahkan semua sumber daya yang diperlukan agar kita dapat pulih dari bencana ini.”

    Raja Felipe VI juga mengatakan telah melakukan kontak dengan para pemimpin daerah, serta menteri dalam negeri Spanyol. “Hal utama adalah menyampaikan rasa belasungkawa dan kesedihan atas banyaknya nyawa manusia yang hilang. Banyak pula kerusakan besar pada infrastruktur dan fasilitas umum masyarakat,” kata sang raja.

    “Masih ada kesulitan untuk mengakses beberapa tempat, oleh karena itu masih belum ada informasi lengkap soal dampaknya, mengenai cakupan efeknya, termasuk jumlah kemungkinan korban.”

    Negara-negara Uni Eropa siap berikan bantuan

    Jerman telah menawarkan bantuan kepada Spanyol, kata juru bicara pemerintah Steffen Hebestreit.

    “Kami berbicara langsung dengan pemerintah Spanyol untuk melihat apakah dukungan dari Jerman diperlukan untuk bencana yang mengerikan ini,” ungkapnya.

    Hebestreit mengatakan, pemerintah dan Kanselir Jerman Olaf Scholz “begitu terkejut” dengan kabar bencana ini.

    PM Portugal Luis Montenegro juga mengungkapkan “belasungkawa terbesar” negaranya dan menyampaikan “solidaritas untuk seluruh rakyat Spanyol.” Dalam sebuah unggahan di X/Twitter, ia menawarkan “bantuan apa pun yang diperlukan.”

    Sementara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, Brussel “siap membantu” Spanyol menghadapi masa krisisnya.

    “Apa yang kita lihat ini begitu menyakitkan,” kata von der Leyen dalam sebuah konferensi pers. “Kami telah mengaktifkan sistem satelit Copernicus untuk membantu mengoordinasikan tim penyelamat, dan kami juga telah menawarkan untuk mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil kami.”

    Sistem tanggap darurat dan peringatan banjir dipertanyakan

    Banyaknya korban jiwa akibat banjir besar di Spanyol ini telah menimbulkan pertanyaan mengenai sistem peringatan negara untuk rakyatnya, khususnya peringatan badai ekstrem yang akan menghantam wilayah tersebut.

    Awal pekan ini, hujan deras sudah mulai turun dan badan cuaca nasional Spanyol, AEMET, telah meluncurkan peringatan merah untuk wilayah Valencia timur yang diprediksi terkena dampak paling parah pada Selasa (29/10) pagi.

    Kondisi itu kian memburuk sepanjang hari, tetapi pada sore harinya, badan regional yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan layanan darurat itu baru dibentuk.

    Peringatan yang dikirim oleh layanan perlindungan sipil untuk mendesak warga kota pesisir Mediterania, Valencia, tidak meninggalkan rumah mereka, baru dikeluarkan setelah pukul 20:00 waktu setempat.

    Namun, pada saat itu sudah terlambat. Para pengendara yang mencoba melarikan diri telah terjebak di jalanan, di mana air sudah naik cukup tinggi.

    Pihak berwenang setempat belum mau memberikan komentar mengenai waktu peringatan atau pun keterlambatan dalam siap tanggap darurat bencana.

    kp/gtp (AFP, AP, dpa, Reuters)

    (nvc/nvc)

  • PM Denmark Diserang di Alun-alun Kopenhagen, Pelaku Ditangkap

    PM Denmark Diserang di Alun-alun Kopenhagen, Pelaku Ditangkap

    Kopenhagen

    Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen diserang oleh seorang pria tak dikenal saat dia berada di alun-alun Kopenhagen. Untungnya, Frederiksen tidak mengalami luka-luka dan hanya merasa shock dengan insiden tersebut.

    Pelaku penyerangan itu langsung diamankan oleh para pengawal Frederiksen dan ditangkap di lokasi kejadian.

    Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (8/6/2024), kantor PM Denmark dalam pernyataannya menyebut Frederiksen “terkejut dengan insiden itu”, namun tidak memberikan informasi lebih detail soal aksi penyerangan yang terjadi pada Jumat (7/6) waktu setempat.

    “Perdana Menteri Mette Frederiksen dipukul oleh seorang pria pada Jumat (7/6) malam di area Kultorvet di Kopenhagen. Pria itu kemudian ditangkap,” demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor PM Denmark.

    “Perdana Menteri terkejut dengan kejadian tersebut,” imbuh pernyataan itu.

    Motif di balik aksi penyerangan terhadap Frederiksen itu belum diketahui secara jelas.

    Kepolisian Kopenhagen maupun dinas keamanan dan intelijen nasional Denmark telah mengonfirmasi kejadian yang menimpa sang PM Denmark, namun menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

    “Kami memiliki satu orang yang ditangkap dalam kasus ini, yang sekarang sedang kami selidiki. Saat ini, kami tidak memiliki komentar lebih lanjut soal kasus tersebut,” demikian pernyataan Kepolisian Kopenhagen via media sosial X.

    Aksi penyerangan terhadap Frederiksen terjadi di depan umum. Keterangan dua saksi mata bernama Marie Adrian dan Anna Ravn kepada surat kabar BT menyebut bahwa sang PM Denmark tiba-tiba diserang seorang pria sesaat setelah tiba di alun-alun Kopenhagen sebelum pukul 18.00 waktu setempat.

    “Seorang pria datang dari arah berlawanan dan mendorong bahunya (Frederiksen-red) dengan keras, menyebabkan dia terjatuh ke samping,” tutur kedua saksi mata tersebut.

    Mereka menambahkan bahwa meskipun pria itu memberikan “dorongan kuat”, Frederiksen tidak tumbang ke atas tanah. Menurut para saksi mata, sang PM Denmark kemudian duduk di kafe terdekat usai serangan terjadi.

    Pelaku yang menyerang Frederiksen itu digambarkan oleh para saksi mata sebagai seorang pria yang berperawakan tinggi dan langsing. Disebutkan bahwa pelaku sempat berusaha kabur dari lokasi kejadian, namun berhasil ditangkap dan didorong hingga ke atas tanah oleh pria-pria berjas yang diduga pengawal Frederiksen.

    Seorang saksi mata lainnya bernama Kasper Jorgensen mengatakan kepada surat kabar Ekstra Bladet bahwa dirinya melihat pria pelaku penyerangan telungkup di atas tanah usai diamankan pria-pria berjas. Jorgensen menambahkan bahwa salah satu pengawal PM Denmark meletakkan lututnya di atas punggung pelaku.

    “Mereka mengamankannya, dan saat dia telungkup di sana, dia terlihat bingsung dan sedikit linglung,” tuturnya.

    Insiden ini menuai kecaman dari pejabat Denmark dan Uni Eropa. “Mette tentu saja terkejut dengan serangan itu. Saya harus mengatakan bahwa hal itu mengejutkan kita semua yang dekat dengannya,” ucap Menteri Lingkungan Denmark Magnus Heunicke dalam tanggapannya.

    “Hal seperti ini tidak boleh terjadi di negara kita yang indah, aman dan bebas,” cetusnya.

    Presiden Dewan Eropa Charles Michel menyatakan dirinya “marah atas penyerangan itu”, sedangkan Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola menyampaikan “kecaman keras atas aksi pengecut ini”. Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengutuk apa yang disebutnya sebagai “tindakan tercela yang bertentangan dengan apa yang kami yakini dan perjuangkan di Eropa”.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Sahkan UU Pengaruh Asing, Kenapa Georgia Tuai Kecaman?

    Sahkan UU Pengaruh Asing, Kenapa Georgia Tuai Kecaman?

    Jakarta

    Para pejabat senior di PBB, Uni Eropa(UE), dan Amerika Serikat mengecam upaya Georgia untuk meloloskan undang-undang “pengaruh asing” yang menurut para kritikus akan memberangus media independen dan kelompok hak asasi manusia.

    “Saya mendesak pihak berwenang Georgia untuk mencabut rancangan undang-undang ini, dan melakukan dialog, termasuk dengan masyarakat sipil dan organisasi media,” kata ketua hak asasi manusia PBB Volker Trk pada Kamis (02/5).

    “Melabel LSM dan media yang menerima dana asing sebagai ‘organisasi yang bertindak demi kepentingan kekuatan asing’ merupakan ancaman serius terhadap hak kebebasan berekspresi dan berserikat.”

    Protes yang diikuti puluhan ribu orang terjadi di beberapa lokasi di ibu kota Georgia, Tbilisi, pada Kamis (02/5).

    Aksi ini menyusul protes serupa di luar gedung parlemen pada Selasa dan Rabu yang ditanggapi dengan tindakan keras oleh polisi.

    Undang-undang yang diusulkan akan mengharuskan organisasi yang memiliki lebih dari 20% pendanaan asing untuk mengungkapkan sumber mereka. Namun para kritikus mengatakan undang-undang ini mirip dengan undang-undang “agen asing” Rusia yang digunakan untuk menindak kebebasan pers dan masyarakat sipil.

    Ambisi Georgia di Eropa dalam bahaya

    Georgia adalah kandidat resmi untuk bergabung dengan UE, tetapi Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan negaranya kini berada di persimpangan jalan.

    “Rakyat Georgia menginginkan masa depan Eropa untuk negara mereka. Georgia berada di persimpangan jalan. Georgia harus tetap berada di jalur menuju Eropa”.

    Kepala direktorat perluasan Komisi Eropa, Gert Jan Koopman, mengatakan rancangan undang-undang tersebut akan merugikan aspirasi Georgia untuk suatu hari nanti bergabung dengan blok tersebut.

    “Ada perkembangan yang memprihatinkan dalam hal legislasi. Undang-undang tersebut … sebagaimana berlaku saat ini tidak dapat diterima dan akan menimbulkan hambatan serius bagi jalur aksesi UE,” katanya pada konferensi pers di Tbilisi.

    Duta Besar AS untuk Georgia, Robin Dunnigan, juga mengatakan pilihan pemerintah Georgia “telah menjauhkan negara ini dari masa depan Euro-Atlantik,” sementara juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan AS “sangat prihatin” terhadap undang-undang baru tersebut.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan rancangan undang-undang tersebut “bertentangan dengan nilai-nilai yang menjadi dasar berdirinya Uni Eropa dan yang sangat melekat pada masyarakat Georgia.”

    Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan RUU ‘pengaruh asing’ di Georgia?

    RUU tersebut telah lolos pembahasan pertama dan kedua di parlemen Georgia, tetapi masih harus lolos pembahasan ketiga dan ditandatangani menjadi undang-undang oleh presiden.

    Presiden Georgia yang pro-Uni Eropa, Salome Zurabishvili, berselisih dengan partai berkuasa Georgian Dream dan berjanji akan memveto RUU tersebut.

    Namun, partai tersebut memiliki cukup kursi di parlemen untuk berpotensi mengesampingkan hal ini.

    rs/pkp (AFP, Reuters, AP)

    Lihat juga Video ‘Adu Jotos Legislator Georgia di Tengah Rapat’:

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini