Tag: Tubagus Ace Hasan Syadzily

  • Megawati dan Surya Paloh Dipastikan Absen pada HUT Ke-60 Partai Golkar

    Megawati dan Surya Paloh Dipastikan Absen pada HUT Ke-60 Partai Golkar

    Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily memastikan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh tak akan hadir pada puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-60 Partai Golkar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Kamis (12/12/2024).

    “Beberapa ketua umum sudah menyatakan tidak hadir, yaitu Ibu Megawati, ketum PDIP. Kemudian pak Surya Paloh nanti juga akan diwakilkan,” ujarnya kepada awak media di sela-sela acara HUT ke-60 Golkar.

    Ace mengatakan, Golkar telah mengundang seluruh ketua umum partai politik pada perayaan HUT ke-60 partai berlambang pohon beringin itu. Namun, baru Megawati dan Surya Paloh yang terkomnfirmasi absen pada acara tersebut.

    “Selain itu, kami masih mendapatkan kabar bahwa mereka (ketum parpol yang lain) belum ada perubahan untuk hadir,” paparnya.

    Ace mengungkapkan, ketidakhadiran Megawati dan Surya Paloh dalam HUT Ke-60 Partai Golkar bukan berarti hubungan partainya dengan PDIP dan Nasdem dalam kondisi yang tidak baik.

    Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) itu memaklumi absennya kedua tokoh tersebut dan menganggap hal tersebut sebagai situasi yang biasa. “Tentu hubungan kami sangat baik dengan para partai-partai tersebut karena mereka juga bagian dari mitra kita untuk membangun bangsa ini,” ungkap Ace.

    Diketahui, acara puncak HUT ke-60 Partai Golkar digelar di SICC, Bogor, Kamis (12/12/2024). Acara ini dihadiri oleh kader dan fungsionaris Golkar seluruh Indonesia.

    Meski tidak dihadiri Megawati dan Surya Paloh, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dipastikan menghadiri HUT ke-60 Golkar. Selain itu, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) juga diundang, tetapi kehadirannya belum terkonfirmasi.

  • Ace Hasan Respons Pernyataan Megawati: Hubungan Golkar Dengan PDIP Baik, Tidak Ada Permusuhan – Halaman all

    Ace Hasan Respons Pernyataan Megawati: Hubungan Golkar Dengan PDIP Baik, Tidak Ada Permusuhan – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

    TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan hubungan partainya dengan PDIP baik-baik saja.

    Hal itu disampaikannya menanggapi pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang diundang dalam perayaan puncak HUT ke-60 Tahun Partai Golkar.

    Megawati merasa saat ini dimusuhi Parpol lain, terutama Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

    “Selama ini kan hubungan kami dengan PDIPerjuangan kan juga baik. Tidak ada rasa permusuhan dari Partai Golkar,” kata Ace di sela-sela perayaan puncak HUT ke-60 Tahun Partai Golkar di SICC Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12/2024).

    Ace menegaskan bahwa KIM Plus menghormati PDIP.

    Menurutnya tidak ada merasa memusuhi PDIP.

    “Dan juga saya kira Koalisi Indonesia Maju terhadap PDI Perjuangan,” ucapnya.

    Sebab itu dia berharap semua partai politik bisa saling bersinergi membangun bangsa Indonesia.

    “Kami tidak ada sedikit pun perasaan atau pandangan yang memusuhi. Apalagi kita sama-sama pernah menjadi satu koalisi di era pemerintahan sebelumnya,” ucapnya.

    Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan dia tidak hadir ke acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Partai Golkar.

    Megawati mengatakan, ia sejatinya diundang untuk hadir dalam acara tersebut oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

    “Hari ini saya diundang tumben sama si Bahlil, karena HUT-nya Golkar,” kata Megawati, dalam acara Peluncuran dan Diskusi Buku “Pilpres 2024 Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis”, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (12/12/2024).

    Namun, Presiden RI Kelima itu memilih untuk tidak hadir secara langsung.

    Melainkan didelegasikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Utut Adianto.

    Pilihan tersebut, menurutnya, berdasarkan hasil diskusinya dengan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menimbang posisi partainya sebagai oposisi pemerintah saat ini.

    “Terus aku mikir bilang sama Pak hasto, ‘eh aku diundang (Golkar) terus nanti aku muram apa cengar-cengir ya’. Lah iya dong kan aku dimusuhin sak jagat dewa betara. Sekarang aku diundang, bingung aku. Jadi kata Hasto begitu, ‘udah deh delegasikan saja’,” ungkapnya.

    Kemudian, Megawati berkelakar, jika kader yang mewakili Megawati adalah sosok yang menduduki jabatan tinggi di DPP PDI Perjuangan, maka akan menimbulkan pemaknaan bahwa partai berlambang banteng tersebut akan bergabung ke koalisi partai pemerintah.

    “Terus siapa yang mau delegasikan. ‘Terus siapa Ibu mau delegasikan?’ nanti kalau terlalu bawah dibilang enggak ini, kayak sebagai tamu enggak hormat, kalau ketinggian dipikir udah mau gabung lagi. Keren gak?” ujar Megawati tersenyum.

    Lebih lanjut, Ketua Umum PDI Perjuangan itu mengatakan, banyak yang menyarankan PDI Perjuangan untuk bergabung ke jajaran partai koalisi pemerintah.

    Namun, Megawati memiliki alasan tersendiri terkait hal tersebut.

    “Banyak kan yang bilang, ‘ibu gabunglah ke sana’. Kalau gabung gua dapatnya apa. Presiden lho masa gabung, aku bilang. Ya pilihnya nanti,” ucap Mega.

  • Ace Hasan soal Jokowi Tak Hadir di HUT Golkar: Memang Tak Mengundang Secara Khusus – Page 3

    Ace Hasan soal Jokowi Tak Hadir di HUT Golkar: Memang Tak Mengundang Secara Khusus – Page 3

    Meski begitu, Jokowi perlu meyakinkan faksi-faksi kuat di Golkar. Vishnu menilai dukungan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, akan menjadi kunci untuk memastikan Jokowi mendapatkan tempat yang signifikan di partai tersebut.

    Selain bergabung dengan partai politik yang sudah ada, Jokowi juga memiliki opsi mendirikan partai politik baru. Namun, Vishnu menilai langkah ini penuh tantangan, mengingat besarnya modal dan infrastruktur yang dibutuhkan.

    “Membangun partai baru tidak mudah. Meski relawan seperti Projo memiliki jaringan yang kuat, pertanyaan besarnya adalah apakah magnet elektoral Jokowi akan tetap kuat atau justru meredup seiring waktu. Apalagi, panggung politik saat ini akan didominasi oleh Prabowo sebagai presiden berkuasa,” kata Vishnu.

    Alternatif lain adalah memanfaatkan PSI, di mana putra Jokowi, Kaesang Pangarep, menjabat sebagai ketua umum. Vishnu melihat PSI sebagai opsi yang lebih realistis untuk Jokowi dibandingkan mendirikan partai dari nol. “PSI lebih potensial untuk dikontrol Jokowi, karena struktur partainya sudah ada. Itu lebih efisien,” tambahnya.

    Terkait Projo yang telah menyatakan kesiapan untuk berubah menjadi partai politik, Vishnu menilai ini masih belum cukup menjanjikan. “Membangun partai membutuhkan modal besar, jaringan yang luas, dan basis suara yang kuat. Di tengah dominasi politik Prabowo sebagai presiden, sulit bagi investor politik untuk memilih partai baru seperti Projo,” tutupnya.

  • Elite Golkar Sebut Jokowi Tak Hadiri HUT ke-60 Partai Golkar

    Elite Golkar Sebut Jokowi Tak Hadiri HUT ke-60 Partai Golkar

    ERA.id – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tak hadir dalam puncak perayaan HUT ke-60 Partai Golkar.

    “Pak Jokowi memang beliau tidak hadir dalam acara ini,” kata Ace di SICC, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12/2024).

    Selain Jokowi, sejumlah ketua umum partai politik juga terkonfirmasi tidak hadir, diantaranya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Keduanya mengutus kader masing-masing untuk mewakili.

    “Sejauh ini yang sudah kami dapatkan informasi dan semua ketum partai akan kami telah undang ya, dan beberapa ketum sudah menyatakan tidak hadir yaitu ibu Mega Ketum PDIP, kemudian pak SP nanti juga akan diwakilkan,” kata Ace.

    Meski begitu, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dipastikan hadir di HUT ke-60 Partai Golkar.

    “Tapi yang sudah confirmed untuk hadir adalah tentu pak presiden RI pak Prabowo dan juga wapres Pak Gibran Rakabumimg Raka,” pungkas Ace.

  • Lemhannas gandeng BPK perkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan

    Lemhannas gandeng BPK perkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan

    Jakarta (ANTARA) – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhhannas) menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi tata kelola keuangan di lingkungan Lemhannas.

    Hal tersebut dikatakan Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily ketika berkunjung ke kantor BPK RI dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, Rabu.

    “Kami berharap dukungan dan kerjasamanya dalam upaya mendukung program kerja untuk mewujudkan akuntabilitas tata kelola keuangan Lemhannas,” kata Ace dalam siaran pers tersebut.

    Menurut Ace, pengelolaan dana yang baik sangat diperlukan agar seluruh anggaran dapat digunakan dengan tepat sasaran. Dengan demikian, seluruh program strategis Lemhannas dapat berjalan dengan maksimal.

    Dalam kunjungan tersebut, Ace juga menjabarkan soal program kerja Lemhannas selama 100 hari pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

    Ace mengatakan yang menjadi salah satu program utama Lemhannas yakni Lemhannas Goes to Campus”, yang diharapkan dapat menjadi sarana untuk membangun kanal komunikasi antara akademisi, mahasiswa dan Lemhannas.

    Program tersebut sesuai dengan cita-cita pendiri Lemhannas yakni Presiden Soekarno yakni menjadikan Lemhannas sebagai sarana pendidikan yang dapat menciptakan calon pemimpin bangsa.

    Ketua AKN-1 BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana selaku pihak yang menyambut rombongan Lemhannas pun menyambut baik program “Lemhannas Goes to Campus” tersebut.

    “Kami mendukung penuh atas program pendidikan kader kepemimpinan nasional yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI,” kata Nyoman.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Budi Suyanto
    Copyright © ANTARA 2024

  • Lemhanas Sebut Makan Bergizi Gratis Kebijakan Positif, Bakal Beri Masukan

    Lemhanas Sebut Makan Bergizi Gratis Kebijakan Positif, Bakal Beri Masukan

    Jakarta

    Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, mengungkap pihaknya masih melakukan kajian terhadap implementasi program makan siang gratis. Ace menyebut pihaknya akan melihat bagaimana implementasi program itu di berbagai daerah.

    “Lemhannas sendiri sedang mengkaji soal implementasi dari kebijakan makan bergizi,” ungkap Ace di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, pada Senin (2/12/2024).

    Ace mengatakan kajian tersebut dilakukan berdasarkan tugas pokok dan fungsi Lemhannas. Menurutnya, program ini merupakan kebijakan yang positif untuk meningkatkan kualitas SDM.

    “Kebijakan ini kan sesungguhnya sangat positif dalam rangka memastikan agar kualitas sumber daya manusia Indonesia memenuhi unsur gizi dan nutrisi,” kata Ace.

    Ace menyebut pihaknya masih akan melihat implementasi makan siang gratis sebelum memberikan masukan kepada Presiden Prabowo. Ace juga akan melihat pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini.

    “Soal implementasi di lapangan atau di daerah-daerah tentu kami ingin lihat implementasinya dulu di lapangan. Pihak mana yang terlibat dalam proses berlangsungnya kebijakan tersebut bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar Ace.

    Selain itu, Ace memandang implementasi program makan siang gratis akan memiliki karakteristik yang berbeda di setiap daerah. Misalnya, kata dia, dari unsur biaya, ketersediaan bahan pokok, hingga proses distribusi.

    “Tentu antara satu daerah dengan daerah yang lain itu memiliki karakteristik berbeda-beda. Termasuk dari aspek misalnya biayanya, ketersediaan bahan pokoknya hingga proses distribusi dari makan bergizi tersebut,” kata Ace.

    (ygs/ygs)

  • Ace Hasan: Prabowo tunjukkan komitmen dalam benahi lingkungan

    Ace Hasan: Prabowo tunjukkan komitmen dalam benahi lingkungan

    “Saya kira sesuatu yang sangat positif karena political will pak Prabowo sudah menunjukkan satu komitmen yang kuat bahwa isu lingkungan dikelola kementerian khusus,”

    Jakarta (ANTARA) – Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily menilai Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmennya dalam membenahi lingkungan dengan cara membentuk kementerian khusus.

    “Saya kira sesuatu yang sangat positif karena political will pak Prabowo sudah menunjukkan satu komitmen yang kuat bahwa isu lingkungan dikelola kementerian khusus,” kata Ace saat ditemui kantor DPP Partai Golkar, Senin.

    Menurut Ace, komitmen Prabowo dalam mengatasi permasalahan lingkung sudah terlihat sejak menyusun Asta Cita sebelum kampanye Pilpres 2024.

    Dalam Asta Cita itu, lanjut Ace, disebutkan dengan jelas komitmen Prabowo dan pasangannya Gibran Rakabuming Raka untuk membenahi lingkungan serta memajukan ekonomi hijau dan biru.

    Kini setelah Prabowo terpilih dan Kementerian Lingkungan Hidup terbentuk, masyarakat tinggal menunggu kerja konkret yang akan dilakukan dalam menangani permasalahan lingkungan.

    “Bagaimana mengimplementasikan atau memetakan isu isu prioritas lingkungan yang bisa menyelamatkan yang mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat terkait isu lingkungan. Misalnya pengurangan karbon emisi, yang termasuk di dalamnya soal polusi udara di Indonesia,” jelas Ace.

    Sebelumnya, Indonesia memiliki Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di era Presiden Joko Widodo. Kala itu kementerian tersebut dipimpin oleh Siti Nurbaya Bakar.

    Kini di era kepemimpinan Prabowo Subianto, kementerian tersebut dipecah menjadi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

    Kementerian Kehutanan dipimpin oleh Raja Juli Antoni dan Kementerian Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dipimpin oleh
    Hanif Faisol.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2024

  • Golkar pastikan siap berkontribusi tangani permasalahan lingkungan

    Golkar pastikan siap berkontribusi tangani permasalahan lingkungan

    Jakarta (ANTARA) – Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily memastikan pihaknya akan memberikan kontribusi kepada pemerintah dalam penanganan di bidang isu lingkungan.

    “Ini menjadi salah satu prioritas kita karena isu lingkungan merupakan salah satu yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pemerintahan karena isu lingkungan terkait dengan berbagai sektor kehidupan,” kata Ace saat ditemui usai membuka acara Opening Ceremony Executive Education Program for Young Political Leaders 17 | Rilis Survei Nasional dan Diskusi Publik: Persepsi Isu Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin.

    Menurut Ace, isu lingkungan merupakan hal yang paling berdekatan dengan masyarakat karena banyak memberikan dampak secara langsung.

    Beberapa diantaranya seperti polusi udara, pencemaran air, penggunaan energi terbarukan hingga ketahanan pangan. Hal tersebut membuat masyarakat semakin menaruh perhatian soal penanganan isu lingkungan yang dilakukan pemerintah.

    “Ada 54 persen masyarakat menganggap penting isu lingkungan berarti ini mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan menjadi concern anak-anak muda,” kata Ace yang juga menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

    Melihat hal tersebut, generasi muda Golkar yang tergabung dalam Golkar Institute akan mendukung pemerintah dalam mengatasi masalah lingkungan.

    Beberapa upaya yang dilakukan diantaranya mengadakan kampanye secara masif soal pemeliharaan lingkungan, memberikan masukan kepada pemerintah terkait dan membuat beragam kajian ilmiah soal isu lingkungan.

    “Kajian-kajian dari Golkar Institute itu akan diberikan, setidaknya kepada anggota fraksi yang terkait dengan lingkungan untuk dijadikan bahan untuk proses pengambilan keputusan,” kata dia.

    Dengan adanya kontribusi tersebut, Ace yakin Golkar dan pemerintah akan bersinergi dengan baik dalam menangani permasalahan lingkungan.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Guido Merung
    Copyright © ANTARA 2024

  • MenPAN-RB & Lemhannas Kolaborasi untuk Peningkatan Kompetensi ASN

    MenPAN-RB & Lemhannas Kolaborasi untuk Peningkatan Kompetensi ASN

    Jakarta

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini bertemu dengan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, hari ini. Pertemuan tersebut membahas potensi kolaborasi dalam peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

    “Saya bersama Gubernur Lemhanas hari ini banyak berdiskusi terkait perbaikan tata kelola di lingkup Lemhanas. Selain itu kami juga berdiskusi terkait penyesuaian untuk pendidikan dan pelatihan (diklat) di Lemhannas maupun diklat kepemimpinan (PIM) bagi ASN yang dilaksanakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN),” kata Rini dalam keterangan tertulis, Kamis (28/11/2024).

    Rini mengatakan Lemhanas sebagai salah satu institusi pendidikan dan kajian memiliki peran penting dalam mencetak pemimpin yang memiliki geopolitik nasional dan internasional. Dia mengaku mendukung upaya yang dilakukan dalam penyesuaian diklat yang dilakukan oleh Lemhannas maupun LAN dalam rangka peningkatan kompetensi ASN, TNI, dan Polri.

    “Tentu potensi kolaborasi ini harapannya bisa dilakukan, tinggal nanti bagaimana melakukan penyesuaian teknisnya. Para ASN yang sudah melaksanakan diklat di Lemhannas dan LAN ini akan diperhitungkan untuk jenjang karir ASN,” jelas Rini.

    Sementara itu, Ace Hasan Syadzily mengapresiasi respon positif Menteri PANRB terkait kolaborasi tersebut. Pihaknya akan melakukan kajian potensi kolaborasi peningkatan kompetensi ASN tersebut sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh Menteri PANRB.

    “Bu Menteri PANRB memberikan respon yang sangat baik terhadap apa yang akan dilakukan oleh Lemhannas dan ada arahan-arahan tertentu terkait dengan kajian tersebut. Tentu kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan solusi-solusi yang terbaik dari hasil kajian yang kami lakukan,” ujar Ace.

    “Oleh karena itu penting sekali ASN juga memiliki pemahaman terhadap konsep-konsep tersebut sehingga dari situlah kemudian kita bisa mengintegrasikan kepentingan nasional ini antara pemimpin-pemimpin nasional baik sipil maupun militer di Lemhannas ini,” tutupnya.

    (akd/akd)

  • PANRB-Lemhannas bahas penguatan kolaborasi peningkatan kompetensi ASN

    PANRB-Lemhannas bahas penguatan kolaborasi peningkatan kompetensi ASN

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini bertemu Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis, untuk membahas potensi kolaborasi dalam peningkatan kompetensi aparatur sipil negara.

    “Saya bersama Gubernur Lemhannas hari ini banyak berdiskusi terkait perbaikan tata kelola di lingkup Lemhannas. Selain itu, kami juga berdiskusi terkait penyesuaian untuk pendidikan dan pelatihan di Lemhannas maupun diklat kepemimpinan (PIM) bagi ASN yang dilaksanakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN),” kata Rini dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

    Dia mengatakan Lemhannas sebagai salah satu institusi pendidikan dan kajian memiliki peran penting dalam mencetak pemimpin yang memiliki geopolitik nasional dan internasional.

    Rini mendukung upaya dalam penyesuaian diklat yang dilakukan Lemhannas maupun LAN dalam rangka peningkatan kompetensi ASN, TNI, dan Polri.

    “Tentu potensi kolaborasi ini harapannya bisa dilakukan, tinggal nanti bagaimana melakukan penyesuaian teknisnya. Para ASN yang sudah melaksanakan diklat di Lemhannas dan LAN ini akan diperhitungkan untuk jenjang karir ASN,” jelasnya.

    Sementara itu, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengapresiasi respons positif Menteri PANRB terkait kolaborasi tersebut.

    Lemhannas akan melakukan kajian potensi kolaborasi peningkatan kompetensi ASN tersebut sesuai dengan arahan yang telah diberikan Menteri PANRB.

    “Bu Menteri PANRB memberikan respons yang sangat baik terhadap apa yang akan dilakukan Lemhannas dan ada arahan-arahan tertentu terkait dengan kajian tersebut. Tentu kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan solusi-solusi yang terbaik dari hasil kajian yang kami lakukan,” ujar Ace.

    Ia juga menjelaskan bahwa Lemhannas sebagai institusi pendidikan bagi calon-calon pemimpin nasional memberikan materi dan pemahaman tentang geopolitik, geostrategi, geoekonomi yang diarahkan untuk kepentingan nasional.

    “Oleh karena itu, penting sekali ASN juga memiliki pemahaman terhadap konsep-konsep tersebut sehingga dari situlah kemudian kita bisa mengintegrasikan kepentingan nasional ini antara pemimpin-pemimpin nasional baik sipil maupun militer di Lemhannas ini,” jelasnya.

    Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
    Editor: Didik Kusbiantoro
    Copyright © ANTARA 2024