Melihat Pasar Malam di Ciomas, Wahana Hiburan Warga Bogor Saat Libur Lebaran
Tim Redaksi
BOGOR, KOMPAS.com –
Hiburan
Pasar Malam
menjadi alternatif
wisata murah
bagi
warga Bogor
, Jawa Barat, dalam merayakan momen libur Lebaran 2025.
Pasar Malam yang berada di
Lapangan Sakura
, Jalan Kapten Yusuf, Kota Batu, Ciomas, Bogor, misalnya, bisa menjadi salah satu pilihan warga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
Bagi Risma (32), warga asal Cikaret, keberadaan Pasar Malam Lapangan Sakura layaknya wisata ala anti-mainstream.
Risma mengaku tak perlu merogoh kocek berlebih saat berkunjung ke Pasar Malam.
Dengan modal duit yang dibawanya Rp 200.000, Risma yang datang bersama anak dan suaminya itu sudah bisa memborong dua pasang celana, satu baju, dua pasang celana dalam, satu handuk, dan juga menjajal kuliner gurita bakar.
“Kalau di Pasar Malam kan harganya murah-murah. Lumayan buat beli baju baru Lebaran. Apalagi di sini juga banyak jajanan,” kata Risma, saat ditemui, Rabu (2/4/2025) malam.
“Niatnya datang ke sini kan emang mau beli baju buat anak sama keperluan lain,” tambahnya.
Selain banyak berdiri stand-stand kuliner dan juga kebutuhan perabot rumah tangga, Pasar Malam Lapangan Sakura Bogor juga menyuguhkan beragam wahana permainan seperti taman hiburan yang ada di Dufan Ancol Jakarta.
Beragam wahana seperti Kincir Angin, Komidi Putar, Kora-Kora, Ombak Banyu, Istana Hantu, dan Bianglala, menjadi daya pikat tersendiri bagi warga yang penasaran menjajal permainan-permainan tersebut.
Gemerlap lampu bercampur musik dangdut tentu saja menambah suasana
pasar malam
makin meriah.
Nurul (35), warga Ciapus, mengaku sudah merencanakan mengajak kedua anaknya pergi ke pasar malam sejak sepekan sebelum Lebaran.
Maklum, Pasar Malam Lapangan Sakura memang sudah ada sejak seminggu sebelum Lebaran dan terus beroperasi hingga momen liburan usai.
Nurul menuturkan, kedua anaknya terlihat antusias saat menaiki komidi putar.
“Senang bisa ajak anak-anak main ke sini. Kan setahun sekali ada pasar malam di sini. Dari pada harus ke Ancol, mending ke pasar malam, murah kan,” ujarnya, sambil tertawa.
Berbeda dengan Hafiz, Azka, dan Harsya. Ketiga pemuda warga sekitar ini sengaja datang ke pasar malam untuk menghabiskan waktu.
Ketiganya juga merasa terhibur dengan adanya pasar malam di daerah tempat tinggalnya.
“Seru aja sih nongkrong di sini sambil ketawa-ketawa ngeliat orang-orang pada teriak naik Bianglala,” kata Hafiz.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Tri Rismaharini
-

Bupati Pati Sudewo Janji Renovasi Masjid Agung dan Perbaikan 111 Km Jalan
TRIBUNJATENG.COM, PATI – Bupati Pati Sudewo menilai momentum Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah memberikan energi dan semangat baru untuk berikhtiar membangun Kabupaten Pati.
“Ini momentum membangun persepsi dan langkah yang sama dalam rangka kebangkitan dan kejayaan Kabupaten Pati, momentum berintrospeksi diri, menjalin silaturahmi, mempererat tali persaudaraan, tidak hanya sesama umat Islam, melainkan semua warga Kabupaten Pati,” kata dia saat memberikan sambutan sebelum pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Agung Baitunnur Pati, Senin (31/3/2025).
Dia menyinggung bahwa ini adalah pertama kali dirinya menyampaikan sambutan salat Idulfitri sebagai Bupati Pati.
Sudewo berterima kasih pada seluruh rakyat Pati yang telah memberikan amanah kepada dirinya dan Risma Ardhi Chandra untuk memimpin Kabupaten Pati lima tahun ke depan.
Dia berjanji, amanah tersebut akan digunakan sebesar-besarnya untuk melakukan pengabdian dan pelayanan kepada rakyat Pati.
“In syaa Allah saya akan istiqomah menjadi bupati yang amanah,” tegasnya.
Sudewo pun memaparkan dua proyek pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Satu di antaranya ialah renovasi Masjid Agung Baitunnur Pati.
“Masjid kebanggaan masyarakat Pati ini sebentar lagi akan dilakukan renovasi, perbaikan, yang diarsiteki arsitektur ternama, terbaik di Indonesia, yaitu PT Penta, dengan anggaran Rp 15 miliar, semuanya akan ditata, mulai kubah, tempat wudu, toilet, landscape, pencahayaan, in syaa Allah akan lebih modern dan lebih indah, memberi kebanggaan pada masyarakat Pati,” papar dia.
Sudewo juga mengatakan bakal memperbaiki jalan rusak dengan total panjang 111 kilometer.
Ratusan kilometer jalan tersebut akan diperbaiki menggunakan APBD 2025.
“Semua ditangani secara tuntas, cor beton, tambal sulam hanya di titik-titik tertentu,” kata dia.
Sudewo juga memohon doa kepada masyarakat agar ikhtiarnya dalam meminta dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam melakukan perbaikan jalan bisa membuahkan hasil.
“Kalau berhasil, upaya pembangunan infrastruktur jalan akan menjadi jauh lebih pesat pada 2025,” ucap dia.
Sudewo menambahkan, pihaknya juga tidak akan mengabaikan pembangunan sumber daya manusia.
Dia akan berusaha maksimal supaya seluruh warga Pati menjadi sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.
Untuk diketahui, Salat Idulfitri di Masjid Agung Baitunnur Pati diimami oleh KH Nur Faqih Fanani.
Adapun yang bertindak sebagai khatib adalah KH Ahmad Syaikhu, Kepala Kantor Kemenag Pati.
Ribuan masyarakat memadati area masjid dan meluber hingga lapangan Alun-Alun Pati untuk menunaikan salat Idulfitri.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291401/original/078749100_1604918022-jakob-owens-CiUR8zISX60-unsplash.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tayang Lebaran, 5 Film Indonesia Ini Bisa Jadi Pilihan Hiburan
Liputan6.com, Yogyakarta – Bioskop Tanah Air bakal diramaikan dengan sejumlah film karya sineas Indonesia selama Lebaran 2025. Mulai dari film animasi hingga film drama, akan menemani para pencinta film selama libur Lebaran.
Tak hanya bisa ditonton bersama pasangan, beberapa film juga bisa ditonton bersama keluarga besar, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Berikut film-film Indonesia yang tayang Lebaran 2025:
1. JUMBO
JUMBO adalah film animasi yang telah ditunggu selama lima tahun lamanya. Film produksi Visinema ini disutradarai oleh Ryan Adriandhy. Proses produksi film JUMBO melibatkan sekitar 200 kreator Tanah Air.
Film animasi asli Indonesia ini mengangkat cerita dengan unsur persahabatan, petualangan, dan sentuhan elemen magic. Sebagai pengisi suara, ada Ariel NOAH, Bunga Citra Lestari, Ratna Riantiarno, Den Bagus Satrio Sasono, Prince Poetiray, dan masih banyak lagi
2. Komang
Komang adalah film terbaru produksi Starvision yang disutradarai Naya Anindita. Film ini mengusung genre romantis yang mengangkat kisah Raim Laode dalam lagu Komang.
Mengisahkan kehidupan Raim Laode saat berjuang mendapatkan istrinya yang merupakan seorang gadis Bali bernama Komang. Film ini dibintangi oleh Kiesha Alvaro dan Aurora Ribero.
3. Norma: Antara Mertua dan Menantu
Lebaran juga akan diisi dengan tayangnya film yang diangkat dari kisah nyata viral pada 2022, Norma: Antara Mertua dan Menantu. Film ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto
Mengisahkan perjalanan rumah tangga Norma Risma dan Rozi. Pernikahan mereka yang baru seumur jagung harus hancur karena Rozi berselingkuh dengan ibu kandung Norma, Rihanah.
Konflik ini juga menghancurkan rumah tangga orang tua Norma. Film Norma: Antara Mertua dan Menantu dibintangi oleh Tissa Biani sebagai Norma, Wulan Guritno sebagai Rihanah, dan Yusuf Mahardika sebagai Rozi.
4. Pabrik Gula
Selanjutnya, ada film horor Pabrik Gula. Film ini diangkat dari thread viral yang ditulis SimpleMan.
Film garapan Awi Suryadi ini akan tayang di studio IMAX, sehingga penonton akan mendapatkan pengalaman menonton yang sinematik dengan dilengkapi visual dan audio yang maksimal. Film ini dibintangi oleh Erika Carlina, Arbani Yasiz, Ersya Aurelia, Bukie B. Mansyur, Wavi Zihan, Moch, dan masih banyak lagi.
5. Qodrat 2
Film kelima yang diumumkan bakal tayang Lebaran 2025 adalah Qodrat 2. Film garapan Charles Gozali ini merupakan sekuel dari film Qodrat (2022).
Menyajikan kisah perjalanan Ustaz Qodrat dalam mencari, menemukan, dan menyelamatkan istrinya yang bernama Azizah. Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa, Azizah kini bekerja di sebuah pabrik pemintalan.
Selama bekerja di tempat tersebut, muncul serangkaian kematian misterius yang terjadi pada para pekerjanya. Konon, hal itu akibat ritual iblis yang dilakukan pemilik pabrik yang diduga melakukan ritual pesugihan.
Film ini menampilkan adegan rukiah massal yang melibatkan sekitar 150 orang. Film Qodrat 2 dibintangi oleh Vino G Bastian, Acha Septriasa, Della Dartyan, Donny Alamsyah, dan masih banyak lagi.
Penulis: Resla
-

Sinopsis Film Komang, Kisah Cinta Raim Laode Diangkat ke Layar Lebar
Jakarta, Beritasatu.com – Setelah sukses merilis lagu Komang pada 17 Agustus 2022, Raim Laode kini menghadirkan film dengan judul yang sama.
Disutradarai oleh Naya Anindita, film ini terinspirasi dari kisah nyata perjalanan karier dan perjuangan cinta Raim Laode untuk Komang, yang kini telah menjadi istrinya.
Sinopsis Film Komang
Film Komang mengisahkan perjalanan cinta Ode, seorang pemuda asal Buton, Sulawesi Tenggara, yang jatuh cinta pada Ade, seorang wanita perantau dari Bali. Hubungan mereka awalnya berjalan dengan indah, penuh kebahagiaan seolah dunia hanya milik berdua.
Namun, perjalanan cinta mereka mulai menghadapi tantangan, terutama karena perbedaan status sosial dan kehadiran pria lain yang lebih seiman dengan Ade.
Meskipun menghadapi berbagai rintangan, Ode tetap teguh dalam membuktikan cintanya kepada Ade. Teaser film ini menampilkan perjuangan dan kegigihan Ode dalam mempertahankan cintanya, bahkan ketika ibunda Ade tidak memberikan restu.
Deretan Pemain Film Komang
Film ini akan diperankan oleh sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia, di antaranya Aurora Ribero sebagai Ade, Kiesha Alvaro sebagai Ode, Cut Mini, Arie Kriting, Mathias Muchus, Ayu Laksmi, Adzando Davema, Neneng Risma, Rhesa Putri, Arman Dewarti, Ciaxman, Raim Laode, Anggika Bolsterli, Pevita Pearce, Afgansyah Reza, Naya Anindita, Shabira Alula, Azkya Mahira, Najla Putri, Sulthan Hamonangan, Jonathan Alvaro, dan Oki DM.
Jadwal Tayang dan Ekspektasi Film Komang
Film Komang direncanakan tayang di bioskop pada Lebaran 2025, tepatnya pada 31 Maret 2025, momen yang sering dipilih untuk perilisan film besar. Dengan mengangkat kisah cinta yang menyentuh hati, film ini diharapkan menjadi salah satu tontonan yang dinantikan banyak orang.
Selain menghadirkan cerita yang emosional dan penuh makna, film Komang juga memadukan elemen musik dengan perjalanan cinta dua insan yang saling mencintai. Perpaduan ini menjanjikan pengalaman sinematik yang tak hanya menghibur, tetapi juga menggugah perasaan penonton.
-

Kronologis Pembunuhan Wanita Muda di Deli Serdang, Pelaku Sempat Bawa Keliling Mayat Pakai Motor – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN – Polisi mengungkap kasus pembunuhan berlatar belakang asmara terhadap wanita bernama Risma Yunita (31) di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Terungkapnya kasus pembunuhan tersebut berawal saat warga menemukan mayat Risma di pinggir jalan perkebunan tebu milik PTPN II di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang pada Jumat (21/3/2025) sekira pukul 09.00 WIB.
Kemudian temuan mayat tersebut pun dilaporkan ke polisi.
Polisi pun bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi.
Hingga akhirnya polisi pun mengantongi identitas pelaku pembunuhan tersebut.
Polisi langsung memburu pelaku hingga akhirnya berhasil ditangkap di di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Sabtu (22/3/2025) dini hari.
Pelaku diketahui bernama Edy Subayu (39) warga Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Kronologis Pembunuhan
Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengungkap kronologis pembunuhan terhadap Risma Yunita.
Awalnya Edy Subayu dan korban Risma Yunita saling mengenal melalui aplikasi kencan ‘Tantan’ yang diunduh handphone masing-masing.
Hingga akhirnya keduanya pun menjalin hubungan asmara.
Hampir satu tahun lamanya keduanya menjalin ikatan sebagai sepasang kekasih.
Hingga akhirnya muncul niat Edy Subayu menghabisi nyawa korban karena tergiur harta benda milik Risma.
Dalam melancarkan aksinya, Edy Subayu pun menjemput Risma di rumahnya.
Kemudian, pelaku membawa korban ke kamar indekos pelaku di Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Di kamar tersebut korban dicekik dari belakang hingga meninggal dunia.
Setelah tewas, pelaku menaikkan korban ke atas sepeda motor dengan cara dua tangannya diletakkan di perut pelaku, sambil dipegang menggunakan tangan kirinya.
Kemudian, pelaku membonceng mayat korban berkeliling wilayah Sunggal.
Namun, di perjalanan, kaki korban sempat terseret ke aspal dan mendapat sorotan pengendara lainnya.
Sampai akhirnya pelaku membuang mayat korban ke perkebunan tebu, kurang lebih 20 meter dari pinggir jalan.
“Jadi korban ini dibonceng menggunakan sepeda motor, posisi tangannya melingkar ke badan. Kemudian korban lunglai sampai kakinya terseret ke aspal. Sempat ditegur warga sesama pengguna jalan,” kata Kombes Gidion Arif Setyawan.
Kesal Korban Minta Dinikahi
Kombes Gidion mengatakan pelaku dan korban memiliki hubungan asmara sejak setahun belakangan.
Dugaan sementara, motif Edy membunuh korban karena menginginkan harta bendanya berupa cincin, anting, handphone, dan sepeda motor korban.
Namun demikian, ada dugaan motif lainnya yakni pelaku kesal korban kerap mendesak supaya dinikahi.
“Korban meminta kepada pelaku untuk dinikahi, namun pelaku belum bersedia,” ucap Gidion.
Kepada Polisi, pelaku mengaku sudah merencanakan pembunuhan Risma sejak 3 hari sebelumnya.
Setelah membunuh korban, ia mengambil harta benda korban berupa 2 handphone, cincin, anting, dan sepeda motornya.
Kemudian, pelaku kabur ke Kabupaten Aceh Tamiang menggunakan motor korban.
Atas perbuatannya, Edy Subayu dijerat dengan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan terancam kurungan penjara seumur hidup atau 20 tahun.
(Tribunmedan.com/ Fredy Santoso/ tribunnews.com/ adi)
Sebagian dari artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Pelaku Pembunuhan Wanita yang Mayatnya Dibuang ke Kebun Tebu Deli Serdang Ditangkap
-

PKB Jateng Kukuhkan Banom Pengentasan Kemiskinan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah mengukuhkan badan otonom (banom) yang fokus mengatasi pengentasan kemiskinan.
Banom itu dinamai Badan Percepatan Ekonomi dan Penanggulangan Kemiskinan (BPEK)
Selain itu, PKB Jateng juga mengukuhkan Lembaga Penangulangan Bencana (LPB).
Konsolidasi dan Pengukuhan ke-2 banom itu digelar di Kantor DPW PKB Jawa Tengah di Semarang, Selasa (18/3) sore.
Acara ini juga dihadiri gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Selain itu, para pengurus DPW PKB Jateng, pengurus kabupaten/kota se-Jateng, anggota FPKB DPRD Jateng, maupun kepala/wakil kepala daerah dari PKB.
Ketua DPW PKB Jateng K H M Yusuf Chudlori mengatakan, pengukuhan 2 badan otonom tersebut diniati sebagai ibadah. Apalagi dilakukan di bulan Ramadan.
“Selain _hablu minallah_, juga kita kukuhkan niat ibadah _hablu minannas_ dengan kukuhkan 2 banom ini,” ujarnya.
Arahan ketua umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar yang juga Menko Pemberdayaan Masyarakat, kata Gus Yusuf, prioritas pembangunan saat ini adalah percepatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
“Jadi badan ini dibentuk sebagai kontribusi nyata mendukung program pemerintah,” terangnya.
BPEK PKB Jateng diketuai oleh Arief Rohman yang juga Bupati Blora. Adapun Sekretaris diemban oleh Risma Ardhi Chandra, yang juga wakil bupati Pati.
Adapun pengurus lain adalah kepala daerah dan wakil kepala daerah yang merupakan kader PKB.
“Sebagai kepala daerah atau wakil, mereka bersentuhan dengan masyarakat. Semua bisa bekoordinasi membantu mendukung pak gubernur dalam mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah,” jelasnya.
Gus Yusuf pun menambahkan, fraksi di DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota juga harus memberi dukungan.
“Sekaligus penataan agar Jawa Tengah segera lepas landas untuk mengejar ketertinggalan dari sejumlah provinsi lain,” terangnya.
Adapun badan mengenai kebencanaan, kata Gus Yusuf, dibentuk dengan melihat kondisi Jawa Tengah yang rawan bencana di berbagai daerah. Badan ini diketaui Sugiarto, yang juga anggota DPRD Jateng.
“Maka PKB menghadirkan gerakan untuk selalu hadir di masyarakat saat suka maupun duka. Sebenarnya kita selalu hadir saat ada bencana, namun saat ini telah terbentuk badan sendiri,” jelasnya.
Sekretaris DPW PKB Jateng H Sukirman mengatakan, pembentukan 2 badan otonom ini merupakan mandat dari AD/ART, serta melengkapi yang sudah ada.
Sementara itu, gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pengentasan kemiskinan menjadi tujuan bersama.
“Sejak retreat saya sudah diskusi, bahwa angka kemiskinan kita 9,58 persen. Pertumbuhan ekonomi 4,5 % . Kita jabarkan bagaimana penanganannya,” katanya.
Luthfi juga mengaku sudah berdiskusi dengan para kepala daerah, termasuk yang menjadi pengurus di BPEK DPW PKB Jateng.
“Kemiskinan ini terkait layanan dan insfrastruktur dasar. Bahan pokok jadi acuan utama. Lewat koordinasi dengan kabupaten/kota, bagaimana kita infiltrasi program-program dalam penanganannya,” tandasnya. (*)
-

Demo Indonesia Gelap di DPRD Jatim, Fuad Anaknya Risma Disiram Air
Surabaya (beritajatim.com) – Langit Surabaya tampak mendung, seakan ikut menyaksikan ketegangan yang memuncak di depan Kantor DPRD Jawa Timur, Jumat (21/2/2025).
Dua anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Yordan M Batara Goa dan Fuad Bernardi, menjadi pusat perhatian. Bukan sambutan hangat yang mereka terima, melainkan siraman air doa dari massa aksi Indonesia Gelap.
Kisah bermula ketika keduanya berinisiatif menemui para demonstran, mencoba menjembatani tuntutan yang menggema di udara.
Namun, niat baik mereka berakhir dengan penolakan tegas. “Dari tadi kita mendengar sekadar ucapan saja, dan kalau memang beliau itu berjanji maka kita yang akan memastikan janji-janji tersebut,” ujar seorang peserta aksi, matanya menyiratkan ketidakpercayaan yang dalam.
Di tengah riuh rendah suara massa, seorang pendemo tiba-tiba berseru, mengajak semua untuk bermunajat dalam doa tawasul.
Dengan genggaman erat pada botol air mineral, ia mendekati M Batara Goa dan Fuad Bernardi, lalu tanpa ragu menyiramkan air ke tubuh mereka. Seketika, aksi itu disusul oleh lemparan botol-botol air mineral yang melayang dari berbagai arah, menciptakan suasana yang semakin panas.
“Polisi, polisi sebagai tonggak awal penindas rakyat, sepakat. Biar mereka-mereka itu percaya yang namanya barokah. Kalau mereka percaya yang namanya barokah, maka semua elemen masyarakat mendoakan agar bapak ini dan kroni-kroninya menepati janji-janjinya,” seru salah satu orator dengan lantang.
Lalu, dengan suara yang menggema, ia kembali memimpin doa. “Maka dari itu kita mendoakan, khususon ila ruhi kulhu Al-Fatihah,” ucapnya, sebelum kembali menyiramkan air sebagai simbol pengingat janji.
Suasana semakin tak terkendali. Massa yang terbakar emosi melanjutkan aksi dengan lemparan botol air mineral, menciptakan ketegangan di tengah kerumunan.
Melihat kondisi yang mulai berbahaya, aparat kepolisian bertindak cepat, mengawal M Batara Goa dan Fuad Bernardi keluar dari lokasi demo demi keselamatan mereka.
Aksi ini menjadi potret ketidakpuasan masyarakat terhadap janji-janji yang dianggap tak kunjung terealisasi. Ketika kata-kata tak lagi cukup, siraman air doa menjadi simbol peringatan—sebuah pesan bahwa rakyat tak akan diam ketika kepercayaan mereka dikhianati. (ted)
/data/photo/2025/04/03/67ee028fa74e1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)


