Tag: Tri Retno Prayudati

  • Metro Sepekan: SPBU di Bogor Curangi Takaran, Setahun Raup Untung Rp3,4 Miliar – Page 3

    Metro Sepekan: SPBU di Bogor Curangi Takaran, Setahun Raup Untung Rp3,4 Miliar – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Mabes Polri mengungkap kasus manipulasi takaran BBM kepada konsumen di SPBU 34-16712 Jalan Alternatif Sentul, Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Direktur Dittipidter Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan Husni Zaini Harun selaku pengawas SPBU masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

    Ditanya soal keterlibatan pemilik SPBU dalam kasus manipulasi takaran BBM ini, Syaifuddin mengungkapkan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Sampai saat ini, pihaknya telah memeriksa 8 orang saksi, baik dari saksi ahli, pengawas, hingga operator di SPBU itu.

    Sementara itu, unjuk rasa penolakan terhadap revisi Undang-Undang TNI diwarnai kericuhan. Kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat diserang petasan dan dilempari batu oleh massa dari sejumlah elemen.

    Pantauan Liputan6.com, Kamis 20 Maret 2025, massa dari elemen mahasiswa merusak sejumlah fasilitas yang ada di kawasan Gedung DPR/MPR. Aksi mahasiswa itu menyulut keberanian mahasiswa lain.

    Beberapa dari mereka lantas melemparkan batu ke arah kawasan Gedung DPR/MPR Jakpus, yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Tak cuma itu, bunyi petasan juga terdengar nyaring sesahutan menyemarakan aksi unjuk rasa.

    Berita lain yang terpopuler dalam sepekan terakhir dalam sub kanal Megapolitan, News Liputan6.com adalah terkait Kantor Media Tempo mendapat kiriman kepala babi pada 19 Maret 2025. Kiriman itu dibungkus kotak kardus yang dilapisi styrofoam.

    Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra, kotak itu berisi kepala babi tersebut ditujukan kepada salah satu wartawatinya yang bernama Francisca Christy Rosana alias Cica.

    Merespons hal itu, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengatakan pihaknya mengutuk keras segala bentuk teror terhadap jurnalis. Tindakan tersebut merupakan bentuk nyata teror dan ancaman terhadap independensi serta kemerdekaan pers.

    Berikut deretan berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com dalam sepekan terakhir:

    Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Bareskrim Polri menyegel salah satu SPBU di Sentul, Bogor, Jawa Barat. SPBU tersebut disegel lantaran ditemukan adanya kecurangan dalam penjualan bahan bakar.

  • Sambut Libur Lebaran, 4 Film KlikFilm Rilis Bersamaan di 28 Maret

    Sambut Libur Lebaran, 4 Film KlikFilm Rilis Bersamaan di 28 Maret

    3. Misteri Bilik Korek Api

    Ketiga, ada film Misteri Bilik Korek Api. Film karya sutradara Ludy Oji Prastama ini mengusung genre horor.

    Misteri Bilik Korek Api mengisahkan para penghuni panti asuhan yang harus menempati bangunan lama yang baru direnovasi. Hal ini karena kondisi keuangan yang semakin tak mendukung.

    Saat berada di tempat baru, mulai muncul berbagai keanehan, terutama saat Dina menemukan sebuah bilik dengan tempelan bungkus korek api di dindingnya. Luna yang memiliki kemampuan indigo pun mengatakan bahwa keanehan di panti terjadi karena ulah Dina dan adik-adiknya yang mengganggu Santi.

    Konon, Santi adalah arwah anak perempuan yang mendiami bilik korek api. Tak disangka, muncul sosok lain yang lebih keji dan menyeramkan dari Santi.

    Hal itu membuat teror panti asuhan semakin menggila. Film Misteri Bilik Korek Api dibintangi oleh Maisha Kanna, Nafiza Fatia Rani, Nunung Deni Puspitasari, dan masih banyak lagi.

    4. Surga di Telapak Kaki Bapak

    Terakhir ada Surga di Telapak Kaki Bapak karya Eman Pradipta. Film drama keluarga ini dibintangi oleh Surya Saputra, Muzakki Ramdhan, Claresta Taufan, Ully Triani, dan lainnya.

    Setelah sang istri, Imah, meninggal dunia secara tiba-tiba, Nawawi harus menggantikan peran istrinya. Ia berupaya mengisi kekosongan sosok ibu dengan mengurus dua anaknya, Dinar dan Adi.

    Namun, ia harus memerima kenyataan bahwa bukan hanya anak-anaknya yang kehilangan sosok Imah, melainkan dirinya juga. Mereka yang terbiasa bergantung pada Imah pun kesulitan menjalani hari-hari mereka.

    Penulis: Resla

  • Top 3 News: SPBU di Bogor Curangi Takaran, Setahun Raup Untung Rp3,4 Miliar – Page 3

    Top 3 News: SPBU di Bogor Curangi Takaran, Setahun Raup Untung Rp3,4 Miliar – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Mabes Polri mengungkap kasus manipulasi takaran BBM kepada konsumen di SPBU 34-16712 Jalan Alternatif Sentul, Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Itulah top 3 news hari ini.

    Direktur Dittipidter Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan Husni Zaini Harun selaku pengawas SPBU masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

    Ditanya soal keterlibatan pemilik SPBU dalam kasus manipulasi takaran BBM ini, Syaifuddin mengungkapkan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Sampai saat ini, pihaknya telah memeriksa 8 orang saksi, baik dari saksi ahli, pengawas, hingga operator di SPBU itu.

    Sementara itu, Menteri Hukum atau Menkum Supratman Andi Agtas seusai bertemu pimpinan DPR mendatangi mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasi. Mahasiswa melakukan demonstrasi sejak siang dan telah membubarkan diri.

    Adapun, dialog tersebut dilakukan di area gerbang Pancasila gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu sore 19 Maret 2025. Dalam dialog yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut, Andi Agtas duduk dikelilingi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi mereka terkait RUU TNI yang sedang dalam proses pembahasan ini.

    Para mahasiswa mengatakan mereka menolak RUU TNI dan menegaskan amanat reformasi untuk memperkuat supremasi sipil. Supratman, yang berada di lokasi bersama anggota Komisi XIII DPR Vita Ervina, mengatakan akan menjembatani komunikasi antara mahasiswa dengan pemerintah dan pimpinan DPR.

    Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Satgas Humas Operasi Ketupat 2025 menggelar apel pasukan kesiapsiagaan di halaman Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu 19 Maret 2025. Karopenmas Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko memimpin upacara mewakili Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho.

    Trunoyudo menyampaikan, seluruh personel harus menjalankan tugas sesuai SOP yang telah ditentukan, serta memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pemudik lebaran Idulfitri 1446 Hijriah. Satgas Humas Operasi Ketupat 2025 menurunkan sebanyak 43 personel.

    Truyudo menyebut, jumlah pemudik diperkirakan mencapai kurang lebih 146,47 juta orang atau sebesar 52 persen dari populasi masyarakat Indonesia. Kemudian, terdapat 126.736 objek yang menjadi fokus pengamanan.

    Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Rabu 19 Maret 2025:

    Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Bareskrim Polri menyegel salah satu SPBU di Sentul, Bogor, Jawa Barat. SPBU tersebut disegel lantaran ditemukan adanya kecurangan dalam penjualan bahan bakar.

  • 10
                    
                        SPBU Pertamina di Sentul Curangi Takaran Pertalite dan Pertamax, Raup Rp 3,4 Miliar Per Tahun
                        Bandung

    10 SPBU Pertamina di Sentul Curangi Takaran Pertalite dan Pertamax, Raup Rp 3,4 Miliar Per Tahun Bandung

    SPBU Pertamina di Sentul Curangi Takaran Pertalite dan Pertamax, Raup Rp 3,4 Miliar Per Tahun
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri mengungkap dugaan kecurangan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-16712, Jalan Alternatif Sentul, Bogor, Jawa Barat.
    Pengelola SPBU diduga mengurangi takaran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax menggunakan perangkat elektronik yang dioperasikan dengan
    remote control
    dan sakelar otomatis.
    “Keuntungan dari kecurangan ini, tiap tahun mereka mendapat keuntungan Rp 3,4 miliar,” kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung, Rabu (5/3/2025).
    Saat ini, pengawas SPBU, Husni Zainun Arun, telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pemilik SPBU.
    “Tinggal nanti kita gali, lakukan pendalaman, berapa tahun dia sudah beroperasional SPBU ini sehingga kita tahu keuntungan total mereka selama ini. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah,” ujar Nunung.
    Dugaan kecurangan ini pertama kali terendus pada Rabu (5/3/2025) siang. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa takaran BBM dikurangi antara 650 hingga 840 mililiter per 20 liter.
    Modus yang digunakan adalah pemasangan kabel tersembunyi dalam blok arus di bawah dispenser, yang terhubung ke panel listrik dan perangkat modul tambahan.
    “Penyembunyian alat tambahan berupa komponen elektronik terbukti mencurangi atau mengurangi takaran BBM yang dibeli oleh konsumen, pada pompa BBM tersebut menyebabkan tidak terdeteksinya oleh petugas metrologi legal ketika melakukan kegiatan tera ulang tiap tahun,” jelas Nunung.
    Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku kecurangan ini baru berjalan dua bulan. Namun, penyidik menemukan bahwa kabel yang tersambung ke mesin pompa sudah terpasang lama tanpa bekas bongkaran baru.
    “Kecurangan ini memang sudah diniati sejak SPBU ini dioperasionalkan atau berdiri. Walaupun pengakuannya baru dua bulan,” tambahnya.
    Polisi masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan pemilik SPBU. Hingga saat ini, delapan orang saksi telah diperiksa.
    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 62 ayat 1 huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.
    Selain itu, tersangka juga dikenakan Pasal 27 ayat 1 dan Pasal 32 ayat 1 UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, dengan ancaman pidana maksimal 1 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pertamina Tegas Tindak SPBU Nakal, Utamakan Layanan Masyarakat

    Pertamina Tegas Tindak SPBU Nakal, Utamakan Layanan Masyarakat


    PIKIRAN RAKYAT
    – Penyegelan dispenser SPBU 34.431.11 di Jalan Alternatif Sentul, Kabupaten Bogor pada Rabu (19/03) menandai langkah tegas Pertamina Patra Niaga, Kementerian Perdagangan, dan Polri dalam meningkatkan pengawasan BBM menjelang Arus Mudik Idul Fitri 2025.

    Menteri Perdagangan Budi Santoso, bersama Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Polisi Nunung Syaifuddin dan Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, hadir dalam aksi penyegelan sebagai komitmen melindungi hak-hak konsumen atas BBM yang tepat dan berkualitas.

    Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama antara Kemendag, Pertamina Patra Niaga, dan Polri dalam menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan kecurangan di SPBU.

    Budi juga menyampaikan komitmen Kementerian Perdagangan untuk mengawasi alat ukur, alat takar, alat timbang, dan alat perlengkapan (UTTP) metrologi legal di seluruh Indonesia.

    ”Kami mengimbau kepada pengusaha SPBU yang berkaitan dengan takaran, ukuran, dan alat timbangan agar tidak melakukan praktik seperti ini lagi, karena ini merugikan masyarakat. Pemerintah akan bertindak tegas untuk melakukan tindakan setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha,” tegasnya.

    Sementara, Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Nunung Syaifuddin, mengungkapkan hasil penelusuran timnya yang menemukan praktik pengurangan volume BBM yang melampaui batas toleransi.

    ”Penyembunyian alat tambahan berupa komponen elektronik pada PCB yang terbukti berfungsi mencurangi atau mengurangi takaran BBM yang dibeli oleh konsumen pengguna BBM,” jelas Nunung.

    Nunung juga menambahkan kepolisian akan terus mengawasi dan menindak tegas setiap praktik ilegal yang merugikan konsumen.

    “Terhadap penggunaan alat tambahan secara ilegal yang dipasang pada dispenser BBM secara melanggar hukum, pemilik SPBU diduga telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Semoga ini bisa menjadi shock therapy bagi pengusaha SPBU untuk tidak melakukan kecurangan – kecurangan lagi karena cepat atau lambat kami pasti akan menemukan kecurangan itu dan akan kita tindak tegas,” pungkasnya.

    Terpisah, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari tegaskan bahwa penyegelan SPBU 34.167.12 bentuk keseriusan Pertamina Patra Niaga bersama Bareskrim Polri dan Kementerian Perdagangan menjaga hak konsumen atas jumlah dan kualitas BBM yang diterima masyarakat.

    “Kami tidak mentolerir segala bentuk kecurangan dan menindak secara hukum kepada SPBU yang melanggar ketentuan dan mengapresiasi kerja sama kepolisian serta Kementerian Perdagangan yang membantu mengungkap kasus ini,” ujar Heppy.

    Heppy juga menambahkan bahwa sebagai bukti keseriusan Pertamina benahi layanan operasional SPBU, pengelolaan SPBU 34.167.12 akan di alih kelola oleh Pertamina Retail, anak perusahaan Pertamina Patra Niaga.

    “Tujuan alih kelola ini untuk memastikan bahwa konsumen mendapat layanan prima dari SPBU dan operasional SPBU berjalan lancar sesuai dengan SOP yang telah diatur perusahaan,” tambahnya.

    Kegiatan penyegelan ini diharapkan dapat memberikan rasa percaya dan aman pada konsumen untuk bertransaksi di SPBU, terutama jelang perjalanan mudik Lebaran.

    VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan Pertamina akan menindak tegas lembaga penyalur yang terbukti melakukan pelanggaran dan merugikan masyarakat.

    “Pertamina terus mendorong pengecekan kualitas produk dan pembenahan layanan. Fokus saat ini adalah memberikan jaminan pasokan energi dan layanan terbaik untuk masyarakat selama Ramadan dan jelang Hari Raya Idulfitri,” jelas Fadjar.

    Untuk mencegah adanya praktik penggunaan alat manipulatif di dispenser SPBU, Pertamina Patra Niaga bersama Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan membekali pengetahuan tim di lapangan guna memastikan keakuratan dispenser SPBU dan mempertebal pengawasan kualitas di lapangan.

    Jika masyarakat menemukan adanya indikasi praktik pelayanan yang tidak sesuai di SPBU, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat penegak hukum atau menghubungi Pertamina Call Center 135. ***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Terungkap Modus SPBU Nakal di Bogor: Akali Takaran dari HP

    Terungkap Modus SPBU Nakal di Bogor: Akali Takaran dari HP

    Jakarta

    Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkap modus curang pengusaha SPBU dalam mengurangi takaran Bahan Bakar Minyak (BBM). Modus ini dilakukan dengan menambahkan perangkat elektronik pada dispenser SPBU di mana melalui perangkat itu takaran BBM bisa dikendalikan melalui handphone.

    Hal tersebut diungkapkan Budi saat melakukan penyegelan SPBU 34.167.12 di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pada Rabu (19/3/2025). Hadir dalam penyegelan tersebut, Direktur Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigadir Jenderal Polisi Nunung Syaifuddin, Pelaksana Tugas Harian (PTH) Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.

    “Ditemukan ada kecurangan yang dilakukan oleh pengusaha SPBU ini dengan memasang perangkat elektronik, yang saya pikir ini bentuknya baru. Jadi perangkat elektronik dipasang pada kabel, disambungkan di pompa ukur, kemudian dibawa ke ruangan yang jauh. Jadi pengurangan atau pengoperasionalannya bisa difungsikan dengan handphone,” katanya.

    Ia mengatakan, ada 4 dispenser SPBU yang digunakan untuk mengakali takaran BBM Pertalite dan Pertamax. BBM yang dikurangi sebesar 750 ml per 20 liter. Dari hitungannya, kerugian per tahun yang dialami masyarakat yang membeli BBM di SPBU mencapai Rp 3,4 miliar.

    “Jadi dengan perangkat elektronik ini maka takaran bensin itu berkurang rata-rata -4% atau setiap 20 liter itu berkurang 750 ml. Sehingga konsumen atau masyarakat dirugikan kira-kira Rp 3,4 miliar dalam setahun,” katanya.

    Lebih lanjut, Budi meminta kepada para pengusaha SPBU agar tidak melakukan praktik-praktik curang yang dapat merugikan masyarakat. Budi mengatakan, pemerintah akan menindak tegas setiap pelanggaran tersebut. Ia juga mengajak peran aktif masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya praktik curang di SPBU.

    “SPBU ini melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Meteorologi Ilegal dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Pemerintah akan tegas untuk melakukan tindakan setiap pelanggaran oleh pengusaha khususnya berkaitan dengan SPBU,” katanya.

    Ditempat yang sama,Direktur Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigadir Jenderal Polisi Nunung Syaifuddinmenyampaikan, dari hasil pemeriksaan awal terhadap terduga pelaku kecurangan pada kasus ini diketahui praktik ini berjalan selama dua bulan. Namun, berdasarkan pengecekan lebih lanjut, ia menduga praktik ini memang sengaja direncanakan sejak awal SPBU berdiri.

    “Dari pengecekan dengan Pak Menteri beserta tim, kalau melihat kabel yang tersambung dari mesin pompa ke dalam gudang, tidak mungkin baru dua bulan. Kenapa? Karena tidak ada bekas bongkaran baru untuk penyambungan kabel,” katanya.

    “Artinya kegiatan ini sudah dipersiapkan dari awal. Kecurangan ini memang sudah diniati sejak SPBU ini dioperasionalkan atau berdiri. Walaupun pengakuan calon tersangka ini baru dua bulan Pak Menteri,” tambahnya.

    (acd/acd)

  • Nasib Usaha Kuliner Nunung Dulu Ramai Kini Sepi, Singgung Kejadian Aneh, Tetiba Muncul 2 Benda

    Nasib Usaha Kuliner Nunung Dulu Ramai Kini Sepi, Singgung Kejadian Aneh, Tetiba Muncul 2 Benda

    TRIBUNJATIM.COM – Kehidupan Nunung menjadi sorotan belakangan ini.

    Dulu harta kekayaan, kini usaha kuliner sang komedian diperbincangkan.

    Menurut Nunung, usaha tersebut dulu ramai namun kini sepi pembeli.

    Kejadian aneh pun sempat melanda usaha kulinernya.

    Salah satunya adalah kemunculan dua benda secara tiba-tiba.

    Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

    Nunung tengah menjadi sorotan publik, lantaran kisahnya yang membuat publik bersimpati lantaran perekonomiannya yang sedang terpuruk.

    Hal  ini diketahui karena Nunung terpaksa harus menjual asetnya mulai dari mobil hingga rumah demi membiayaki kebutuhan hidupnya, keluarga maupun pengobatannya.

    Bahkan kini Nunung terpaksa harus tinggal di sebuah kos-kosan yang kecil bersama sang suami Iyan Sambiran.

    Wanita kelahiran Surakarta, 5 April 1963 tersebut mengungkapkan jika penghasilannya kini tak menentu.

    Nunung hanya mengandalkan bayaran dari undangan sebagai bintang tamu di sejumlah acara yang mengundangnya.

    Hingga pembayarannya baru cair dalam dua hingga tiga bulan kemudian.

    Dikutip dari Podcast Deddy Corbuzier pada Jumat (14/3/2025) Nunung tampak mengungkapkan keterpurukan ekonominya itu.

    “Saya ini ya cuma menunggu (undangan), kan kadang menjadi bintang tamu. Tapi kan (turunnya) tiga bulan, dua bulan,” jelas Nunung.

    Sebelumnya Nunung mengungkapkan bahwa dirinya telah memiliki sumber penghasilan lain dari usahanya menjalankan kuliner bersama keluarga.

    Usaha kuliner tersebut diketahui menjual makanan khas Solo dan diberi nama Warung Songoseng by Mami Nunung.

    Usaha kuliner tersebut diketahui telah berjalan sejak bulan November tahun 2024 lalu.

    Nunung mengungkapkan jika usaha tersebut bisa berjalan berkat bantuan dari Raffi Ahmad.

    Nunung mulai menceritakan, jika pada awal usahanya buka ia bisa menghasilkan ratusan juta.

    Namun, kini usaha kuliner tersebut sedang sepi pembeli dan tak ramai seperti sebelumnya.

    Diduga jika sepinya usaha kuliner Nunung tersebut lantaran ada beragam kejadian tak biasa.

    Diduga ada orang yang tak menyukainya dan dengan sengaja ingin menghancurkan bisnis  kuliner Nunung.

    “Katanya dicek ada tanah kuburan. Iya, pocongan, ga tahu ada orang (ganggu). Tadinya ku gak percaya gitu-gitu, didiemin aja, dibuang. Cuma kalau dihajar gitu terus menerus, sugesti kita jadi kena,” beber Nunung dalam YouTube Rans Entertainment.

    Nunung hanya berpasrah, ia berdoa agar bisnis kulinernya tersebut masih bisa eksis seperti sebelumnya.

    “Iya setiap aku salat, ya doa buat anak, keluargaku. Biar aku gak stres ambil obat dari duit Songoseng ya dadal (bubar),” pungkasnya.

    Jual aset selama berobat kanker payudara

    terkenal dalam grup lawak ‘Srimulat’ ini belakangan ramai jadi perbincangan publik karena jual aset-asetnya. 

    Kini Nunung pun tinggal di kos-kosan, bersama suaminya, Iyan Sambiran.

    Hal itu dilakukan Nunung untuk biaya berobat dan menafkahi keluarganya di kampung halaman. 

    Diketahui, Nunung pernah mengidap kanker payudara.

    Dalam acara Pagi Pagi Ambyar TransTV, Senin (24/2/2025), Nunung ceritakan nasibnya kini.

    “(Akhirnya putuskan ngekos) enggak lama, ya sudah lah kost aja, yang penting urusan keluarga beres,” kata Nunung.

    “Sudah hampir 7-8 bulan,” kata Nunung. 

    Ia pun mengaku sudah jual sebagian besar aset yang ia kumpulkan susah payah selama bekerja puluhan tahun.

    Rupanya, selain demi bisa tetap membiayai keluarga, Nunung tetap harus membiayai pengobatannya sendiri.

    “Karena kebutuhan semakin banyak, saya berobat terus, saya berobat gak boleh putus,” kata Nunung sambil berkaca-kaca.

    “Kan saya ada beberapa penyakit, berobat mahal banget, butuh obat, butuh hidup buat keluarga juga,” kata Nunung sambil menangis.

    Sudah nyaris satu tahun, Nunung tinggal di rumah kost yang jauh lebih sederhana dari rumah yang pernah ia tinggali selama 9 tahun lamanya di Jakarta.

    Luas areanya pun tak seberapa, Nunung menyebut jika aktifitasnya di rumah kost sangat terbatas, hanya seputar di kamar tidur dan kamar mandi.

    “Satu bulan Rp3,2 juta,” kata Nunung.

    “Suasana kost emang gak bagus kalau untuk tinggal bertahun-tahun, boring ya, karena cuma ke kamar mandi dan tempat tidur aja, kadang sedih, tapi mau gimana lagi, keadaan,” kata Nunung pasrah.

    Rumah kost sederhana ini tentu saja amat berbanding terbalik dengan nama besar Nunung di panggung hiburan.

    Namun, Nunung sudah memutuskan untuk menjual semua aset demi bisa memenuhi kebutuhan berobat dan membiayai kebutuhan keluarganya di kampung halaman.

    Nunung ungkap alasannya blokir kontak keluarga. Satu permintaan sederhana untuk anak-anaknya. (YouTube Melaney Ricardo)

    “Semua (dijual), tinggal 1 rumah di Solo, buat mereka tinggal.”

    “Semua (aset) di Solo itu kan yang banyak, tinggal satu.”

    “Rumah di Jakarta (dijual) tinggal di rumah itu 9 tahun, pasti berat, tapi kan sudah cukup banyak ngobrol sama suami, yang penting sama suami,” kata Nunung.

    “Saya ada BPJS, kadang ada yang gak bisa dicover BPJS, obat-obatan cancer, gak bisa dicover BPJS,” ujar Nunung.

    “Sebulan ambil obat itu 4 jenis, itu harganya fantastis, mahal semua,” katanya.

    Diberitakan Tribun Jatim sebelumnya, Nunung Srimulat mengakui bahwa kini perannya di dunia hiburan mulai tergeser setelah berpuluh -puluh tahun berkarier.

    —– 

    Berita Jatim dan berita viral lainnya.

  • Teror Mistis di Tempat Usaha Artis: Dari Kain Kafan hingga Kesurupan

    Teror Mistis di Tempat Usaha Artis: Dari Kain Kafan hingga Kesurupan

    Jakarta, Beritasatu.com – Fenomena teror mistis di tempat usaha bukanlah hal baru di Indonesia. Sejumlah artis pemilik bisnis mengaku mengalami kejadian tak masuk akal yang berdampak pada operasional mereka.

    Bahkan, beberapa artis Tanah Air juga menghadapi teror mistis di tempat usaha mereka, mulai dari benda-benda aneh yang ditemukan hingga kesurupan massal yang menggemparkan. Pengakuan terbaru datang dari komedian Nunung yang mengeluh warung makan miliknya mengalami penurunan omzet. Ia menduga penurunan itu terjadi karena teror mistis. 

    Selain Nunung, berikut beberapa artis yang menghadapi kejadian mistis di bisnis mereka dan fenomenanya. 

    Ashanty: Kain Kafan dan Ritual MisteriusAshanty – (Beritasatu.com/Instagram)

    Ashanty, istri Anang Hermansyah, mengungkapkan bahwa salah satu cabang restoran miliknya, Warunk Asix di Jakarta, pernah diteror dengan benda-benda yang diduga berkaitan dengan praktik mistis. Restoran tersebut ditemukan ditaburi kemenyan dan dupa, yang menimbulkan kekhawatiran di antara para karyawannya.

    Tak berhenti di situ, Warunk Asix kembali mendapat teror ketika seorang perempuan misterius meninggalkan kain putih di meja kasir. Meski sudah dipanggil oleh pegawai restoran, perempuan itu hanya menoleh sebentar lalu pergi begitu saja, meninggalkan kain yang ternyata berisi bawang putih tunggal.

    “Jadi pas dia bayar makanan ke kasir, gelagatnya sudah aneh. Dipanggil, ‘Bu, ini barangnya ketinggalan,’ tapi dia cuma noleh sebentar dan pergi. Itu aja udah bikin merinding,” ujar Ashanty.

    Ruben Onsu: Kesurupan Massal di Geprek BensuPresenter, Ruben Onsu – (Istimewa/Istimewa)

    Presenter Ruben Onsu juga mengalami kejadian mistis di salah satu gerai Geprek Bensu miliknya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Kejadian itu terjadi pada Rabu (24/07) ketika beberapa karyawan tiba-tiba mengalami kesurupan massal.

    “Awalnya satu orang, lalu merembet ke yang lain,” ungkap Ruben.

    Beruntung, insiden ini bisa ditangani dengan baik. Meski begitu, Ruben berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di tempat usahanya yang lain.

    Juragan 99: Kiriman Benda Aneh dan Kesurupan KaryawanPresiden Arema FC Gilang Widya Pramana atau Juragan 99 (kiri) usai diperiksa penyidik Polda Jatim terkait Tragedi Kanjuruhan, Kamis 27 Oktober 2022. – (BeritasatuPhoto/Fredericus Hardiyanto)

    Pengusaha sekaligus pemilik MS Glow, Gilang Widya Pramana alias Juragan 99, bersama istrinya, Shandy Purnamasari, mengaku mengalami teror mistis di salah satu klinik kecantikan mereka. Bahkan, salah satu karyawan mereka mengalami kesurupan setelah menemukan benda aneh yang dikirimkan ke klinik.

    Lewat unggahan Instagram pada Kamis (1/6/2023), Shandy membagikan video seorang karyawannya yang berteriak histeris dan berguling di lantai. Diketahui bahwa karyawan bernama Hery itu mengalami kesurupan setelah membuka kain putih yang ternyata berisi beras, jerami, dan tiga jarum.

    “Hari gini, masih ada aja yang kirim ginian,” tulis Shandy di Instagram.

    Nunung: Warung Sepi Diduga karena Pocong dan Tanah KuburanNunung Srimulat – (Beritasatu.com/Instagram)

    Komedian Nunung juga mengalami kejadian mistis yang diduga memengaruhi bisnis kulinernya, Warung Songoseng by Mami Nunung. Awalnya, warung yang dibuka sejak November 2024 dengan bantuan Raffi Ahmad ini sukses besar dan menghasilkan ratusan juta rupiah. Namun, belakangan usaha tersebut mendadak sepi tanpa alasan yang jelas.

    Dalam wawancara di YouTube Rans Entertainment yang dikutip Beritasatu.com, Jumat (14/3/2025), Nunung mengungkapkan bahwa usahanya diduga diganggu oleh hal-hal mistis.

    “Katanya dicek ada tanah kuburan. Iya, pocongan, nggak tahu ada orang (ganggu). Tadinya aku nggak percaya, didiemin aja, dibuang. Cuma kalau dihajar terus-menerus, sugesti kita jadi kena,” ungkap Nunung.

    Meskipun mengalami kesulitan, Nunung tetap berusaha berpikir positif dan tidak mau menyerah. Ia hanya bisa berharap dan berdoa agar bisnisnya bisa kembali normal seperti sebelumnya.

    Teror  mistis yang dialami para artis ini menambah daftar panjang kejadian serupa di dunia usaha. Beberapa orang percaya bahwa fenomena ini bisa disebabkan oleh persaingan bisnis yang tidak sehat, sementara yang lain menganggapnya sebagai ujian mental bagi para pengusaha.

  • Teror Mistis di Tempat Usaha Artis: Dari Kain Kafan hingga Kesurupan

    Warung Makan Sepi, Nunung Ungkap Dugaan Gangguan Mistis

    Jakarta, Beritasatu.com – Gangguan mistis diduga menjadi penyebab menurunnya omzet usaha kuliner milik komedian Nunung. Di tengah kondisi keuangan yang sulit, ia mengandalkan warung makan sebagai salah satu sumber penghasilan.

    Dalam sebuah wawancara di YouTube Rans Entertainment yang dikutip Beritasatu.com, Jumat (14/3/2025), usaha yang sempat berjaya itu justru kini sepi pembeli. Kondisi itu yang membuat Nunung semakin terpuruk.

    Nunung sebelumnya diketahui menjual semua asetnya, termasuk rumah dan mobil, demi mencukupi kebutuhan hidup, keluarga, serta biaya pengobatan. Kini, ia tinggal di sebuah kos-kosan kecil bersama sang suami, Iyan Sambiran.

    Nunung Srimulat – (Beritasatu.com/Instagram)

    Perempuan kelahiran Surakarta ini sempat memiliki usaha kuliner bernama Warung Songoseng by Mami Nunung, yang dibuka sejak November 2024 dengan bantuan dari Raffi Ahmad. Pada awalnya, warung tersebut sukses besar dan mampu menghasilkan ratusan juta rupiah.

    Namun belakangan, bisnisnya merosot tajam. Nunung mengaku warungnya mendadak sepi pembeli, berbeda jauh dari saat pertama kali buka.

    Nunung mengungkapkan bahwa ada kejadian janggal yang diduga menjadi penyebab warungnya meredup. Ia menyebut adanya gangguan mistis yang membuat pelanggan enggan datang.

    “Katanya dicek ada tanah kuburan. Iya, pocongan, enggak tahu ada orang (ganggu). Tadinya aku enggak percaya gitu-gitu, didiemin aja, dibuang. Cuma kalau dihajar terus menerus, sugesti kita jadi kena,” ungkap Nunung.

    Meski begitu, ia tetap berusaha bersikap positif dan tidak mau menyerah begitu saja. Nunung hanya bisa pasrah dan terus berdoa agar usahanya bisa kembali berjalan lancar. Ia berharap gangguan mistis yang diduga menghambat bisnisnya bisa segera hilang agar warung makannya kembali ramai seperti dulu.

    “Iya, setiap aku salat, ya doa buat anak, keluargaku. Biar aku enggak stres, ambil obat dari duit Songoseng ya dadal (bubar),” pungkasnya terkait gangguan mistis di warung makan miliknya. 
     

  • Bareskrim Ungkap Kasus Oplos Gas LPG 3 Kg, Pelaku Untung Rp10 Miliar!

    Bareskrim Ungkap Kasus Oplos Gas LPG 3 Kg, Pelaku Untung Rp10 Miliar!

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap kasus penyalahgunaan LPG 3 Kg bersubsidi di Bogor, Bekasi, dan Tegal.

    Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Nunung mengatakan dalam kasus ini pihaknya telah menetapkan lima tersangka yang terdiri dari RJ dan K di Bogor, F als K di Bekasi.

    Selanjutnya, tersangka MT dan MK di Tegal. Kelima tersangka ini disebut telah meraup untung Rp10 miliar dari praktik culas tersebut.

    “Dari hasil penyelidikan yang dilakukan sejak awal Maret, kami berhasil menangkap lima tersangka yang terlibat dalam penyalahgunaan LPG subsidi ini,” ujarnya di Bareskrim, Kamis (13/3/2025).

    Dia menambahkan, ketiga kasus ini memiliki modus yang sama yaitu dengan cara memindahkan isi gas LPG bersubsidi ukuran 3 kg ke tabung 12 kg non-subsidi dengan menggunakan es batu.

    Setelah tabung 12 kg non-subsidi itu penuh, para pelaku kemudian menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Di samping itu, isi gas tersebut dinyatakan tidak sesuai standar.

    “Mereka memodifikasi regulator dan menggunakan es batu untuk menyuntikkan gas dari tabung 3 kg ke dalam tabung 12 kg. Kemudian, tabung yang telah disuntikkan ini dijual kepada masyarakat dengan harga yang tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” tuturnya.

    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat terancam dengan jeratan pasal mulai dari Pasal 40 angka 9 UU No. 6/2023 tentang Cipta Kerja serta Pasal 8 ayat (1) huruf b dan c Jo Pasal 62 ayat (1) UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

    Adapun, barang bukti yang berhasil diamankan di tiga lokasi itu yakni lebih dari seribu tabung gas, alat suntik, timbangan elektronik, dan kendaraan yang digunakan dalam kegiatan ilegal ini. 

    “Kami akan terus mengawasi dan menindak tegas setiap praktik penyalahgunaan barang subsidi, karena ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mempengaruhi keberlangsungan program subsidi yang seharusnya tepat sasaran,” pungkas Nunung.