Tag: Tri Retno Prayudati

  • Bareskrim Ungkap Modus LPG 3 Kg Oplosan di Semarang, 4 Orang jadi Tersangka

    Bareskrim Ungkap Modus LPG 3 Kg Oplosan di Semarang, 4 Orang jadi Tersangka

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) mengungkap pengoplosan tabung gas bersubsidi 3 kg di Semarang dan Karawang disamarkan dengan modus operasional pangkalan.

    Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Nunung Syaifuddin mengatakan melalui modus tersebut, pelaku dapat menyamarkan tindakannya untuk mengumpulkan gas bersubsidi.

    “Tersangka [di Karawang] mendirikan pangkalan gas LPG yang digunakan sebagai kamuflase serta media dalam pengumpulan LPG 3 Kg subsidi pemerintah,” ujar Nunung, Senin (5/5/2025).

    Kemudian, untuk di Semarang, pelaku sekaligus tersangka FZSW memiliki gudang yang sebelumnya digunakan sebagai pangkalan gas. Hanya saja, pangkalan gas itu dicabut izinnya lantaran menjual gas di atas harga eceran tertinggi (HET) pada 2020.

    Namun, usut punya usut, gudang tersebut masih beroperasi dengan disamarkan melalui plang pangkalan gas tersebut masih menempel di TKP.

    “Sehingga masyarakat taunya itu masih berizin pangkalan sehingga gas 3 kg, maupun non subsidi yang banyak masuk dan keluar dari gudang tidak dicurigai,” imbuhnya.

    Adapun, dari keduannya memiliki modus yang sama dalam memindahkan gas dari tabung LPG 3 kg bersubsidi ke tabung 12 kg non-subsidi. Total, butuh empat gas 3 kg untuk memenuhi tabung 12 kg.

    “Setelah tabung 3 kg terkumpul kemudian disuntikkan ke tabung non subsidi 12 kg dengan menggunakan alat regulator modifikasi dan batu es,” pungkasnya.

    Sekadar informasi, di TKP Karawang Bareskrim telah menetapkan satu berinisial TN. Sementara itu, di Semarang terdapat tiga tersangka yakni DS, KKI dan FZSW.

    Adapun, para tersangka dipersangkakan Pasal 40 angka 9 UU No.6/2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.2/2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU atas perubahan ketentuan Pasal 55 UU No.22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan hukuman maksimal pidana 6 tahun dan denda Rp60 miliar.

  • Bareskrim Janji Tumpas Penyimpangan Barang Subsidi, Tak Takut Bekingan

    Bareskrim Janji Tumpas Penyimpangan Barang Subsidi, Tak Takut Bekingan

    Bareskrim Janji Tumpas Penyimpangan Barang Subsidi, Tak Takut Bekingan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Direktur Tindak Pidana Tertentu
    Bareskrim Polri
    Brigjen (Pol) Nunung Syaifuddin menyatakan, pihaknya akan menindak tegas kasus-kasus penyalahgunaan barang bersubsidi meski dibekingi oleh pihak-pihak yang berwenang.
    “Siapapun di belakangnya dari kegiatan penyimpangan barang-barang subsidi, tolong melaporkan ke kami, kami akan tindak tegas. Sekali lagi, siapapun yang membekingi kegiatan ini, kita tidak peduli, kita luruskan. Ini komitmen kita seperti itu,” ujar Nunung dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (5/5/2025).
    Nunung menegaskan, orang-orang yang menyalahgunakan barang-barang bersubsidi ini merupakan pengkhianat negara karena perbuatan mereka berdampak kepada kesejahteraan masyarakat, tak sekadar merugikan negara.
    Oleh karena itu, ia tidak takut mengusut kasus penyalahgunaan barang-barang bersubsidi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat kecil.
    Nunung juga mengungkapkan bahwa para pelaku kerap mencatut nama-nama para petinggi negara untuk melancarkan aksi mereka.
    Namun, ia enggan menyebut siapa saja tokoh yang dicatut oleh para oknum penyalahguna subsidi tersebut.
    “Pelaku ini biasa jual nama juga. Jual nama, sehingga kesannya bahwa kita ini jadi takut-takuti,” kata Nunung.
    “Ini sebetulnya saya enggak perlu ngajarin itik berenang, sampeyan sudah tahu. Orang kalau kegiatan ilegal itu kalau mau nakutin kita biasanya jual-jual nama. Itu jual-jual nama, orang yang ada atau yang lebih tinggi di atas kita,” ujar dia.
    Diberitakan sebelumnya, Bareskrim mengungkap dua kasus penyalahgunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) atau elpiji subsidi tiga kilogram di dua lokasi, yaitu di Karawang, Jawa Barat, dan Semarang, Jawa Tengah.
    Dua kasus ini tidak saling berkaitan satu sama lain, meski memiliki modus yang sama, yaitu penyuntikan atau pemindahan isi elpiji 3 kg subsidi ke dalam tabung gas non-subsidi.
    Total ada empat orang tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus tersebut.
    Bareskrim menaksir
    kerugian negara
    dalam kasus tersebut setidaknya mencapai Rp 6 miliar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Bongkar Kasus Oplos Gas 3 Kg di Karawang-Semarang, Pelaku Cuan Miliaran

    Polisi Bongkar Kasus Oplos Gas 3 Kg di Karawang-Semarang, Pelaku Cuan Miliaran

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan 4 tersangka dalam kasus penyalahgunaan gas LPG 3 kg di Karawang dan Semarang.

    Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Nunung Syaifuddin mengatakan untuk di Karawang ada satu tersangka berinisial TN. Sementara di Semarang terdapat tiga tersangka yakni DS, KKI dan FZSW.

    “[Di kasus TKP Semarang, penyidik] meningkatkan status 3 orang terlapor dengan inisial FZSW alias A, DS, dan KKI menjadi tersangka,” ujarnya di Bareskrim, Senin (5/5/2025).

    Dia menambahkan, kasus pada dua TKP ini memiliki modus yang sama yakni menyuntikan gas LPG bersubsidi 3 Kg ke tabung non-subsidi 12 Kg. Total, empat tabung gas yang diperlukan untuk mengisi tabung 12 kg.

    Dari para pelaku, Bareskrim telah menyita 4.495 tabung gas dengan varian 50 Kg, 12 Kg hingga 5,5 Kg. Selain itu, alat penyuntikan, mobil pikap hingga barang bukti elektronik juga turut disita.

    Di samping itu, untuk TKP Semarang, para pelaku diduga menerima keuntungan sebesar Rp3 miliar selama enam bulan. 

    Sementara itu, pelaku di Karawang mendapatkan untung Rp1,2 miliar setelah beroperasi satu tahun. Alhasil, total keuntungan tersangka dalam dua pengungkapan ini mencapai Rp4,2 miliar.

    “Selama kurun waktu 1 tahun selama tersangka bekerja tersebut [pangkalan di Karawang] mendapat keuntungan kurang lebih Rp1.276.272.000,” imbuhnya.

    Adapun, para tersangka dipersangkakan Pasal 40 angka 9 UU No.6/2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.2/2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU atas perubahan ketentuan Pasal 55 UU No.22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

    “Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan pidana denda paling banyak Rp60.000.000.000,” pungkas Nunung.

  • Dedi Mulyadi Tembak Mardigu dan Helmy Yahya: Mau Jadi Komisaris BJB?

    Dedi Mulyadi Tembak Mardigu dan Helmy Yahya: Mau Jadi Komisaris BJB?

    Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penunjukan komisaris baru Bank BJB dilakukan murni atas dasar profesionalitas. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Tahunan 2024 yang berlangsung di gedung Bank BJB, Bandung, Rabu (16/4/2025), Mardigu Wowiek Prasantyo dan Helmy Yahya resmi ditunjuk sebagai anggota dewan komisaris.

    RUPS yang dihadiri oleh Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, serta 27 kepala daerah dan para pemegang saham lainnya, juga menetapkan Yusuf Saadudin sebagai direktur utama Bank BJB. Yusuf sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) dirut.

    Dalam keterangannya seusai rapat, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa ia tidak pernah sebelumnya mendiskusikan penunjukan Mardigu maupun Helmy secara personal.

    Namun, setelah mengetahui rekam jejak dan pengalaman profesional keduanya, ia langsung menghubungi mereka yang saat itu sedang berada di luar negeri.

    “Saya tidak pernah bertemu atau ngobrol secara langsung dengan keduanya. Saya hanya menghubungi lewat telepon, dan mereka saat itu sedang di Eropa. Saya tawarkan untuk menjadi komisaris Bank Jabar,” jelas Dedi.

    Ia menekankan bahwa pemilihan jajaran komisaris dan direksi dilakukan berdasarkan pertimbangan profesional, bukan politik. “Saya hanya membaca profil dan rekam jejak di sektor perbankan. Tidak ada aspek politik dalam keputusan ini,” tegasnya.

    Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank BJB Hasil RUPS 2024:

    Komisaris Utama Independen: Wowiek PrasantyoKomisaris: Herman SuryatmanKomisaris: Rudie KusmayadiKomisaris: Tomsi TohirKomisaris Independen: Helmy YahyaKomisaris Independen: Novian HerodwijantoDirektur Utama: Yusuf SaadudinDirektur Kepatuhan: Joko Hartono KalismanDirektur Korporasi dan UMKM: MulyanaDirektur Konsumer dan Ritel: Nunung SuhartiniDirektur Operasional dan Teknologi Informasi: Ayi SubarnaDirektur Keuangan: Hana Dartiwan

    Dengan penegasan dari Dedi Mulyadi terkait proses seleksi yang bersih dari intervensi politik dan berbasis profesionalitas, diharapkan jajaran baru Bank BJB dapat membawa kinerja perusahaan ke arah yang lebih baik dan berdaya saing tinggi di industri perbankan nasional.

  • Bossman Mardigu dan Helmy Yahya Diangkat Jadi Komisaris

    Bossman Mardigu dan Helmy Yahya Diangkat Jadi Komisaris

    PIKIRAN RAKYAT – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) resmi menetapkan susunan baru komisaris dan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 yang digelar pada Rabu, 16 April 2025.

    RUPS ini menghasilkan keputusan penting, termasuk pengangkatan dua tokoh publik kenamaan, yakni Mardigu Wowiek Prasantyo alias Bossman Mardigu sebagai Komisaris Utama Independen dan Helmy Yahya sebagai Komisaris Independen.

    RUPS digelar di kantor pusat Bank BJB di Jalan Naripan, Kota Bandung, dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, serta 27 kepala daerah dan pemegang saham lainnya.

    Rapat ini juga sekaligus menandai dimulainya restrukturisasi besar-besaran di tubuh Bank BJB dengan perampingan jabatan serta penekanan pada profesionalisme.

    Penunjukan Tokoh Profesional, Bukan Politik

    Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemilihan jajaran komisaris dan direksi baru dilakukan murni atas dasar profesionalisme. Dia bahkan mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan Mardigu maupun Helmy Yahya sebelumnya, dan hanya berkomunikasi via telepon ketika keduanya tengah berada di Eropa.

    “Saya tidak pernah bertemu, tidak pernah ngobrol bisnis dengan mereka. Saya hanya membaca pengalaman mereka, kredibilitas, dan sejauh mana mereka dipercaya publik,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyebut alasan penunjukan Bossman Mardigu dan Helmy Yahya adalah karena keduanya memiliki pemahaman mendalam di bidang ekonomi dan keuangan serta punya integritas tinggi yang dipercaya publik.

    Daftar Lengkap Komisaris dan Direksi Bank BJB

    Berikut adalah susunan lengkap komisaris dan direksi Bank BJB yang ditetapkan dalam RUPS 16 April 2025:

    Dewan Komisaris

    Komisaris Utama Independen: Mardigu Wowiek Prasantyo Komisaris: Herman Suryatman Komisaris: Rudie Kusmayadi Komisaris: Tomsi Tohir Komisaris Independen: Helmy Yahya Komisaris Independen: Novian Herodwijanto

    Direksi

    Direktur Utama: Yusuf Saadudin Direktur Kepatuhan: Joko Hartono Kalisman Direktur Korporasi dan UMKM: Mulyana Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini Direktur Operasional dan Teknologi Informasi: Ayi Subarna Direktur Keuangan: Hana Dartiwan RUPS Penuh Catatan Kritis dan Restrukturisasi

    Menurut Dedi Mulyadi, RUPS kali ini merupakan salah satu yang paling kritis. Banyak catatan dan evaluasi disampaikan langsung oleh pemegang saham mayoritas, terutama terkait kebutuhan untuk melakukan restrukturisasi kelembagaan dan personalia.

    “Hari ini sudah diputuskan, hanya enam jabatan direktur utama dan lima direktur serta enam komisaris. Ini efisiensi yang berdampak langsung pada kondisi keuangan perusahaan,” ujarnya.

    Efisiensi ini diyakini akan menjadi modal penting untuk memperkuat struktur perbankan dan menciptakan iklim bisnis yang lebih sehat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi regional dan nasional.

    Helmy Yahya dan Bossman Mardigu: Siapa Mereka?

    Helmy Yahya, selain dikenal sebagai presenter dan produser legendaris di dunia hiburan, juga memiliki latar belakang kuat dalam manajemen bisnis. Dia pernah memimpin TVRI dan dikenal dengan sentuhan inovatif dalam tata kelola organisasi publik.

    Meski sempat aktif dalam politik melalui PSI, ia kini ditunjuk sebagai komisaris independen Bank BJB dengan peran strategis yang bebas dari afiliasi politik.

    Sementara itu, Mardigu Wowiek Prasantyo, atau lebih dikenal sebagai Bossman Mardigu, adalah pengusaha dan ekonom yang aktif menyuarakan berbagai ide reformasi ekonomi. Dia dikenal luas sebagai tokoh publik dengan pemikiran tajam seputar ekonomi digital, blockchain, dan kebijakan moneter alternatif.

    Pengangkatannya sebagai Komisaris Utama Independen menandai pendekatan baru Bank BJB dalam merespons tantangan ekonomi masa depan.

    Penyesuaian Jabatan dan Efisiensi untuk Kinerja Lebih Baik

    Dengan susunan baru ini, Bank BJB berharap dapat mempercepat transformasi kelembagaan dan menciptakan efisiensi struktural demi memperkuat daya saing di tengah kompetisi perbankan nasional.

    Efisiensi struktur yang dilakukan akan mengurangi biaya operasional, yang pada akhirnya diharapkan dapat menjadi sumber tambahan modal dan memperkuat kinerja keuangan bank.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Nelayan Muara Angke minta pemerintah batalkan zonasi penangkapan ikan

    Nelayan Muara Angke minta pemerintah batalkan zonasi penangkapan ikan

    Jakarta (ANTARA) – Nelayan Muara Angke Jakarta Utara meminta agar Presiden RI Prabowo Subianto turun tangan untuk membatalkan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) soal pembatasan zona penangkapan ikan yang mempersulit nelayan dalam mencari ikan di laut.

    “Kami mohon dengan hormat Bapak Presiden Prabowo agar kami jangan di sekat-sekat, tapi diberikan kebebasan dalam mencari ikan,” kata pengurus DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DKI Jakarta, Nunung di Jakarta, Senin.

    Menurut dia, nelayan di Muara Angke sudah menaati kewajiban mereka kepada pemerintah dengan selalu membayar pajak.

    Para nelayan khawatir jika ada pembatasan zona penangkapan ikan, mereka tidak lagi mampu membayar pajak tersebut.

    Nunung mengatakan, usai diberlakukan pembatasan tersebut hasil tangkapan nelayan sedikit dan pendapatan yang dibawa pulang cenderung menurun.

    “Kami tidak diberi kebebasan mencari ikan, bagaimana kami membayar itu. Kami mohon kepada Bapak Presiden dan Menteri Perikanan mencabut kebijakan tersebut,” kata dia.

    Sementara itu, pengurus HNSI DKI lainnya, Tri Sutisno berharap Presiden Prabowo Subianto juga membatalkan kebijakan pemberlakuan kapal nelayan yang harus menggunakan Vessel Monitoring System (VMS) atau mesin pendeteksi keberadaan kapal karena harganya yang mencapai Rp16 juta.

    “Kami memohon kepada presiden melihat nelayan GT-5 dan GT-30 khususnya untuk pemasangan VMS dihentikan dulu agar mempermudah para nelayan mencari ikan,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Nelayan Muara Angke Minta Prabowo dan Menteri Cek Lapangan Sebelum Buat Kebijakan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 April 2025

    Nelayan Muara Angke Minta Prabowo dan Menteri Cek Lapangan Sebelum Buat Kebijakan Megapolitan 14 April 2025

    Nelayan Muara Angke Minta Prabowo dan Menteri Cek Lapangan Sebelum Buat Kebijakan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Nelayan Muara Angke
    meminta Presiden RI Prabowo Subianto dan para menteri mengecek langsung ke lapangan sebelum membuat kebijakan.
    Hal ini disampaikan para nelayan yang menggelar demonstrasi mengkritik sejumlah kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dianggap merugikan nelayan, salah satunya terkait zona penangkapan ikan. 
    “Cobalah Pak Presiden, Pak Menteri, turun ke lapangan lihat kondisi keadaan nelayan ini bagaimana, baru dibuat aturan, jangan cuma katanya, katanya. Itu yang enggak baik untuk para nelayan,” ucap Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) sekaligus Ketua RW 21, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Nunung (60) saat diwawancarai di Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (14/4/2025).
    Nunung mengatakan, setiap kebijakan seharusnya dibuat sesuai suara hati para nelayan. Jangan sampai pemerintah membuat kebijakan yang justru menyengsarakan nelayan.
    Dia bilang, para nelayan akan terus menggelar demonstrasi mengkritik kebijakan yang dinilai merugikan, sampai didengar Prabowo.
    Para nelayan mengaku lelah menyampaikan aspirasinya ke Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono berulang kali, namun tak kunjung menemukan solusi.
    “Kami akan langsung ke Pak Presiden Prabowo. Percuma kami ke Pak Menteri, dialog-dialog, kita bersurat tetap kami tidak pernah ditanggapi,” kata Nunung. 
    Adapun tiga peraturan yang diprotes para nelayan, pertama, kewajiban agar seluruh kapal memiliki Vessel Monitoring System (VMS) atau mesin pemantau kapal.
    Jika tidak memiliki VMS, kapal nelayan dilarang berlayar. Padahal, harga VMS mencapai Rp 16 juta untuk satu kapal.
    Kebijakan kedua terkait pembatasan zona penangkapan ikan. Para
    nelayan Muara Angke
    hanya diperbolehkan mencari ikan di satu wilayah saja, antara wilayah 711 atau wilayah 712.
    Wilayah 711 meliputi Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan; sedangkan wilayah 712 yang mencakup Laut Jawa.
    Apabila ada yang melewati zona yang sudah ditetapkan, nelayan akan disanksi dan wajib membayar denda ratusan juta rupiah.
    Pembatasan zona itu dinilai membatasi tangkapan para nelayan.
    “Nelayan itu ke luar pakai biaya, pakai ongkos, sekarang cost kami mencapai Rp 300-500 juta, dapat cuma Rp 300 juta, itu rugi. Bagaimana kami bisa menghidupi ABK (anak buah kapal) kami,” tutur salah satu nelayan bernama Saepudin.
    Kebijakan ketiga yang dikritik ialah terkait penghapusan izin penggunaan rumpon untuk menangkap ikan.
    Padahal, kata Saepudin, sejak lama nelayan mengandalkan rumpon sebagai alat bantu untuk menangkap ikan.
    Saepudin menyebut, rumpon bukan alat ilegal dan aman untuk kehidupan ekosistem di laut.
    Jika penggunaan rumpon dibatasi, akan banyak nelayan yang kesulitan menangkap ikan.
    “Kasihan nasib kawan-kawan kami di Kepulauan Seribu, yang penghasilamnya pas-pasan. Kalau dilarang pakai rumpon, bagaimana mereka mencari ikan,” pungkas Saepudin.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Nelayan di Muara Angke Jakut Demo Tolak Pasang Alat Monitoring Kapal, Dianggap Hambat Cari Ikan

    Nelayan di Muara Angke Jakut Demo Tolak Pasang Alat Monitoring Kapal, Dianggap Hambat Cari Ikan

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

    TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN – Puluhan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menggelar aksi unjuk rasa di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (14/4/2025).

    Unjuk rasa ini berisi penolakan dari para nelayan terkait kebijakan pemasangan Vessel Monitoring System (VMS) atau perangkat monitoring kapal yang belakangan diminta sebagai syarat wajib untuk melaut.

    Pengurus HSNI, Nunung mengatakan, VMS merupakan alat tambahan yang harganya cenderung mahal untuk para nelayan.

    Selain itu, dengan melaut menggunakan VMS, pergerakan para nelayan seakan dibatasi.

    “Itulah kami kenapa menolak VMS, ruang gerak kami mencari ikan diawasin. Itu yang jadi permasalahannya. Kalau umpamanya VMS itu bebas-bebas saja, ya kami juga tidak menolak. Tapi kalau umpamanya kami lari ke kiri diawasin, ke kanan diawasin, kami mau cari makan apa di laut,” ungkap Nunung.

    Sementara soal harga, VMS disebutkannya bisa mencapai Rp 16 juta.

    Para nelayan lantas menolak tegas kebijakan VMS karena dianggap dapat sangat merugikan ke depannya.

    Terlebih ketika perjuangan nelayan mencari ikan di laut penuh ketidakpastian, tidak selalu mendapatkan untung.

    Nunung lantas meminta keluhan para nelayan ini didengarkan oleh pemerintah, terutama Kementerian Kelautan dan Perikanan.

    Ia juga memohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menindaklanjuti keluhan para nelayan soal VMS ini.

    “Kami mohon Pak Presiden, Pak Menteri, berikanlah ke kami leluasa untuk mencari ikan biar bisa mendukung program-program pemerintah Indonesia,” pungkasnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Serambi MyPertamina Hadir di KM 43, Pemudik Bisa Cukur dan Pijat Gratis

    Serambi MyPertamina Hadir di KM 43, Pemudik Bisa Cukur dan Pijat Gratis

    Tangerang:: PT Pertamina Patra Niaga ingin terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan-Idulfitri 1446 Hijriah atau 2025. Upaya tersebut diwujudkan dengan menghadirkan layanan dan fasilitas yang bisa dinikmati secara gratis, yaitu Serambi MyPertamina. Salah satu lokasi Serambi MyPertamina dapat ditemui di Rest Area KM 43, Tol Merak-Jakarta, Kabupaten Tangerang, Banten.
     
    Pemudik yang ingin menikmati fasilitas ini hanya perlu menunjukkan aplikasi MyPertamina. Bagi yang belum memiliki aplikasi, petugas akan membantu mengunduh di smartphone.
     
    Selain fasilitas yang nyaman, Serambi MyPertamina juga dapat dimanfaatkan oleh pemudik untuk menukarkan poin MyPertamina dengan berbagai merchandise eksklusif, di antaranya Button Scarf.
     

     

    Cukur Gratis dan Kursi Pijat jadi Favorit Pemudik
    Sejumlah pengunjung mengungkapkan kepuasan mereka terhadap fasilitas Serambi MyPertamina. Salah satunya, Abdul Rohim, pemudik dari Jakarta menuju Palembang. Dia kedapatan memanfaatkan layanan Bright Barber.
     
    “Langsung cukur rambut begitu sampai di sini. Gratis. Tinggal tunjukkan aplikasi MyPertamina saha. Bisa request gaya juga, lho. Pelayanan tukang cukurnya mantap,” katanya memuji.
     
    Abdul Rohim juga berharap layanan Serambi MyPertamina dapat diperluas ke lebih banyak rest area pada masa mendatang. 
     
    “Jangan hanya di KM 43. Kalau bisa ada juga di rest area lainnya supaya lebih banyak pemudik yang bisa menikmati fasilitas ini,” tuturnya.
     
    Pengunjung lain, Ifan Hermawan, turut menikmati fasilitas Bright Barber dan mengaku terkesan dengan layanan yang diberikan.

    “Pelayanannya oke, tempatnya nyaman, sejuk, dan kursinya empuk. Unik juga sih, nggak kepikiran ada event seperti ini di rest area,” ujarnya.
     
    Ungkapan gembira juga dilontarkan pengunjung lain, Nunung Hayati. Pemudik asal Jakarta Timur ini mengapresiasi fasilitas Kidzone dan pembagian THR untuk anak-anak.
     
    “Anak saya langsung antusias main mobil-mobilan. Selain itu, ada THR snack dan souvenir. Sangat membantu menghilangkankejenuhan selama perjalanan,” ucap Nunung.
     
    Pemudik lainnya, Debi Eka Saputri yang sedang dalam perjalanan dari Solo menuju Lampung, pun merasa terbantu dengan ketersediaan kursi pijat gratis di Serambi MyPertamina.
     
    “Sangat membantu mengurangi pegal setelah perjalanan jauh. Mudik tahun ini berkesan karena ada fasilitas seperti ini,” ungkapnya.
     

     

    10 Layanan Utama Serambi MyPertamina
    Serambi MyPertamina pada momen Ramadan-Idulfitri 2025 hadir lebih lengkap dan interaktif dengan menghadirkan 10 layanan utama yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemudik, sebagai berikut.
     
    1. Layanan kesehatan gratis, berupa pengecekan tekanan darahdan gula darah yang dilakukan langsung oleh petugas medis dari RS Otak dan Jantung (RSOJ).
     
    2. Aktivasi MyPertamina, yaitu panduan dan bantuan registrasi serta aktivasi aplikasi MyPertamina bagi pemudik yang belum memiliki akun.
     
    3. Fasilitas playground anak, lengkap dengan mini playground, permainan lego, dan playdoh untuk menghibur anak-anakselama istirahat.
     
    4. Layanan WiFi gratis, agar pengunjung tetap terkoneksi selama beristirahat.
     
    5. Produk UMKM binaan Pertamina, tersedia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal, sekaligus memberi pilihan oleh-oleh bagi pemudik.

    6. Permainan PlayStation gratis, sebagai hiburan ringan bagi pengunjung dewasa maupun remaja.
     
    7. Free snack atau takjil, disediakan bagi pengunjung untuk berbuka puasa selama Ramadan dan tetap tersedia setelah Ramadan sebagai camilan di perjalanan.
     
    8. Layanan kursi pijat gratis, membantu mengurangi kelelahan pemudik sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
     
    9. Free merchandise & Show Your Point. Pengunjung bisa mendapatkan hadiah langsung, THR anak berupa es krim/snack gratis, serta undian sistem fishbowl. Pengunjung juga bisa menukarkan poin MyPertamina dengan merchandise menarik seperti kaos MotoGP, tumbler, payung, topi, dan produk lainnya.
     
    10. Free e-voucher Pertamax & Dex Series, yaitu layanan panduan pembelian BBM nonsubsidi (Pertamax dan Dex Series) melalui aplikasi MyPertamina. Konsumen yang melakukan pembelian akan mendapatkan e-voucher gratis sebagai bentuk apresiasi dan dorongan penggunaan BBM berkualitas.
     
    Serambi MyPertamina menjadi salah satu inovasi Pertamina dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan mudik. Serambi MyPertamina tersedia di 145 SPBU Pertamina se-Indonesia.
    Dengan berbagai fasilitas yang diberikan secara gratis, diharapkan para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman dan aman.

    Tangerang:: PT Pertamina Patra Niaga ingin terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan-Idulfitri 1446 Hijriah atau 2025. Upaya tersebut diwujudkan dengan menghadirkan layanan dan fasilitas yang bisa dinikmati secara gratis, yaitu Serambi MyPertamina. Salah satu lokasi Serambi MyPertamina dapat ditemui di Rest Area KM 43, Tol Merak-Jakarta, Kabupaten Tangerang, Banten.
     
    Pemudik yang ingin menikmati fasilitas ini hanya perlu menunjukkan aplikasi MyPertamina. Bagi yang belum memiliki aplikasi, petugas akan membantu mengunduh di smartphone.
     
    Selain fasilitas yang nyaman, Serambi MyPertamina juga dapat dimanfaatkan oleh pemudik untuk menukarkan poin MyPertamina dengan berbagai merchandise eksklusif, di antaranya Button Scarf.
     

     

    Cukur Gratis dan Kursi Pijat jadi Favorit Pemudik

    Sejumlah pengunjung mengungkapkan kepuasan mereka terhadap fasilitas Serambi MyPertamina. Salah satunya, Abdul Rohim, pemudik dari Jakarta menuju Palembang. Dia kedapatan memanfaatkan layanan Bright Barber.
     
    “Langsung cukur rambut begitu sampai di sini. Gratis. Tinggal tunjukkan aplikasi MyPertamina saha. Bisa request gaya juga, lho. Pelayanan tukang cukurnya mantap,” katanya memuji.
     
    Abdul Rohim juga berharap layanan Serambi MyPertamina dapat diperluas ke lebih banyak rest area pada masa mendatang. 
     
    “Jangan hanya di KM 43. Kalau bisa ada juga di rest area lainnya supaya lebih banyak pemudik yang bisa menikmati fasilitas ini,” tuturnya.
     
    Pengunjung lain, Ifan Hermawan, turut menikmati fasilitas Bright Barber dan mengaku terkesan dengan layanan yang diberikan.
     

     
    “Pelayanannya oke, tempatnya nyaman, sejuk, dan kursinya empuk. Unik juga sih, nggak kepikiran ada event seperti ini di rest area,” ujarnya.
     
    Ungkapan gembira juga dilontarkan pengunjung lain, Nunung Hayati. Pemudik asal Jakarta Timur ini mengapresiasi fasilitas Kidzone dan pembagian THR untuk anak-anak.
     
    “Anak saya langsung antusias main mobil-mobilan. Selain itu, ada THR snack dan souvenir. Sangat membantu menghilangkankejenuhan selama perjalanan,” ucap Nunung.
     
    Pemudik lainnya, Debi Eka Saputri yang sedang dalam perjalanan dari Solo menuju Lampung, pun merasa terbantu dengan ketersediaan kursi pijat gratis di Serambi MyPertamina.
     
    “Sangat membantu mengurangi pegal setelah perjalanan jauh. Mudik tahun ini berkesan karena ada fasilitas seperti ini,” ungkapnya.
     

     

    10 Layanan Utama Serambi MyPertamina

    Serambi MyPertamina pada momen Ramadan-Idulfitri 2025 hadir lebih lengkap dan interaktif dengan menghadirkan 10 layanan utama yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemudik, sebagai berikut.
     
    1. Layanan kesehatan gratis, berupa pengecekan tekanan darahdan gula darah yang dilakukan langsung oleh petugas medis dari RS Otak dan Jantung (RSOJ).
     
    2. Aktivasi MyPertamina, yaitu panduan dan bantuan registrasi serta aktivasi aplikasi MyPertamina bagi pemudik yang belum memiliki akun.
     
    3. Fasilitas playground anak, lengkap dengan mini playground, permainan lego, dan playdoh untuk menghibur anak-anakselama istirahat.
     
    4. Layanan WiFi gratis, agar pengunjung tetap terkoneksi selama beristirahat.
     
    5. Produk UMKM binaan Pertamina, tersedia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal, sekaligus memberi pilihan oleh-oleh bagi pemudik.

     
    6. Permainan PlayStation gratis, sebagai hiburan ringan bagi pengunjung dewasa maupun remaja.
     
    7. Free snack atau takjil, disediakan bagi pengunjung untuk berbuka puasa selama Ramadan dan tetap tersedia setelah Ramadan sebagai camilan di perjalanan.
     
    8. Layanan kursi pijat gratis, membantu mengurangi kelelahan pemudik sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
     
    9. Free merchandise & Show Your Point. Pengunjung bisa mendapatkan hadiah langsung, THR anak berupa es krim/snack gratis, serta undian sistem fishbowl. Pengunjung juga bisa menukarkan poin MyPertamina dengan merchandise menarik seperti kaos MotoGP, tumbler, payung, topi, dan produk lainnya.
     
    10. Free e-voucher Pertamax & Dex Series, yaitu layanan panduan pembelian BBM nonsubsidi (Pertamax dan Dex Series) melalui aplikasi MyPertamina. Konsumen yang melakukan pembelian akan mendapatkan e-voucher gratis sebagai bentuk apresiasi dan dorongan penggunaan BBM berkualitas.
     
    Serambi MyPertamina menjadi salah satu inovasi Pertamina dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan mudik. Serambi MyPertamina tersedia di 145 SPBU Pertamina se-Indonesia.
    Dengan berbagai fasilitas yang diberikan secara gratis, diharapkan para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman dan aman.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ROS)

  • Perankan Mertua di Film Norma, Wulan Guritno: Sakitnya Luar Biasa

    Perankan Mertua di Film Norma, Wulan Guritno: Sakitnya Luar Biasa

    Jakarta, Beritasatu.com – Aktris cantik Wulan Guritno mendapat banyak pelajaran dalam perannya di sebuah film bergenre drama berjudul Norma: Antara Mertua dan Menantu. Film ini diangkat dari kisah viral tentang perselingkuhan mertua dan menantu yang terjadi di Serang, Banten. 

    “Saya banyak sekali mendapat pelajaran dari peran yang saya mainkan kali ini. Apa yang dialami dan dirasakan Norma yang diselingkuhi oleh suami dan ibunya sangat di luar nalar dan akal sehat. Aku paham itu sakitnya luar biasa. Dari peran ini saya banyak mendapat pelajaran tentang arti keikhlasan dan memaafkan,” ungkap Wulan saat menggelar Gala Premier film Norma di Kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Senin (24/3/2025) malam.  

    “Kita berharap film ini akan jadi contoh selain dari kisahnya sendiri, bagaimana tentang arti hidup. Lewat film ini kita bisa belajar tentang keikhlasan dan memaafkan dari tokoh Norma, bagaimana sakitnya dia diselingkuhi oleh suaminya dan ternyata wanita selingkuhannya adalah ibunya sendiri, Semoga mendapat hikmah dari semuanya,” tandasnya. 

    Film Norma: Antara Mertua dan Menantu yang tayang mulai 31 Maret 2025 ini diperankan oleh Wulan Guritno, Tissa Biani, Yusuf Mahardika, Nunung Srimulat, dan beberapa pemain lainnya.