Tag: Tri Retno Prayudati

  • Tidak Mau Kalah dari Kejagung, Bareskrim Tangani Kasus Penyelewengan BBM

    Tidak Mau Kalah dari Kejagung, Bareskrim Tangani Kasus Penyelewengan BBM

    Bisnis.com, JAKARTA – Bareskrim Polri mulai menangani perkara tindak pidana penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau solar subsidi (bio solar) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

    Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin mengatakan modus kegiatan ilegal tersebut melibatkan pemindahan solar subsidi biosolar dari truk tangki pengangkut BBM yang seharusnya didistribusikan ke SPBU dan SPBU-Nelayan, tetapi malah ke tempat gudang penimbunan tanpa izin. 

    Kemudian, kata dia, solar bersubsidi itu dipindahkan ke tangki industri untuk dijual dengan harga non-subsidi ke masyarakat.

    “Kami juga menemukan ada pengelabuan [alat] GPS pada truk pengangkut, sehingga keberadaan truk yang mengangkut BBM subsidi bisa dimanipulasi,” tuturnya di Jakarta, Senin (3/3).

    Dia menjelaskan bahwa pihaknya juga telah melakukan upaya sita sebanyak 10.957 liter yang merupakan sisa penyalahgunaan BBM sebelumnya.

    Menurutnya, potensi kerugian negara terkait perkara tersebut mencapai Rp105 miliar dalam dua tahun terakhir.

    “Kami berkomitmen untuk mengembangkan penyidikan ini dan mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam penyelewengan BBM bersubsidi,” katanya.

  • Bareskrim Polri Usut Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Sulawesi Tenggara – Halaman all

    Bareskrim Polri Usut Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Sulawesi Tenggara – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengusut dugaan penyelewengan BBM Subsidi di Sulawesi Tenggara. 

    Penyelewengan tersebut melalui solar bersubsidi ditampung secara ilegal kemudian dijual dengan harga nonsubsidi.

    “Jumlah volume BBM yang disita dari hasil penyalahgunaan ini memang hanya 10.957 liter, kenapa? Karena BBM subsidi yang bersifat habis dipakai yang disita merupakan barang bukti biosolar sisa hasil sehari sebelumnya,” kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (3/3/2025).

    Penyelewengan diduga berjalan dua tahun itu kata Nunung, ditemukan di gudang penampungan BBM subsidi ilegal. 

    Beralamat di Lorong Teppoe, Kelurahan Balandete, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. 

    Sejumlah barang bukti ditemukan di tempat kejadian perkara di antaranya berupa 3 truk tangki berwarna biru. Kemudian 3 tandon atau kempu berisi minyak solar subsidi dengan total kurang lebih 3000 liter. 

    Saat ini proses pengusutan masih dilakukan sejumlah orang diduga bertanggungjawab. 

    “Untuk dugaan pihak yang terlibat pertama adalah Saudara BK sebagai pihak yang mengelola lokasi. Saudara A sebagai pemilik SPBU Nelayan. Saudara T selaku penyedia armada atau pemilik truk tanki, mobil tanki,” kata Nunung. 

    “Dan oknum Pegawai PT PPN atau Pertamina Patra Niaga yang diduga memberikan perbantuan untuk melakukan penembusan kepada PT Pertamina untuk BBM jenis solar,” terangnya. 

    Peristiwa tersebut ditegaskannya merupakan dugaan tindak pidana. 

    “Bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar Bahan bakar gas dan atau liquid petroleum gas yang disubsidi dan atau penyediaan pendistribusiannya, diberikan penugasan pemerintah. Dipidana dengan penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 60 miliar,” tandasnya. 

     

  • Bareskrim Bongkar Penyelewengan Penjualan BBM di Sulawesi Tenggara

    Bareskrim Bongkar Penyelewengan Penjualan BBM di Sulawesi Tenggara

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri membongkar kasus penyelewengan penjualan BBM bersubsidi jenis solar ke nonsubsidi di Kolaka, Sulawesi Tenggara. 

    Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifudin mengatakan, pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan polisi nomor: LP/A/109/XI/2024/SPKT.DITTIPIDTER/BARESKRIM POLRI, tanggal 14 November 2024 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/636/XI/RES.5.5./2024/Tipidter, tanggal 14 November 2024. 

    “Fakta peristiwa yang terjadi yaitu setelah melalui serangkaian penyelidikan oleh unit 5 Subdit 1 Dittipidter Bareskrim Polri, telah ditemukan kegiatan di gudang penampungan BBM subsidi ilegal yang beralamat di Lorong Teppoe, Kelurahan Balandete, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara,” kata Nunung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (3/3/2025). 

    Dikatakan Nunung, bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi atau B35 yang berasal dari fuel terminal BBM Kolaka bagian dari PT Pertamina Patraniaga Operasional Region 7 Makassar yang seharusnya dikirim ke stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU dan SPBN stasiun pengisian bahan bakar nelayan dan diselewengkan. 

    Oleh agen penyaluran minyak dan solar atau APMS disalahgunakan dengan cara BBM itu dibelokkan ke gudang penimbunan tanpa perizinan. Oleh pelaku, isi muatan biosolar tersebut dipindahkan langsung ke mobil tangki solar industri atau mobil tangki kepala biru.

    Selanjutnya, BBM itu dijual kembali dengan harga solar industri atau nonsubsidi kepada para penambang atau yang melakukan usaha penambangan atau dijual kepada kapal penarik tongkang dengan harga solar industri.

    Nunung juga memerinci ada empat orang yang diduga terlibat dalam kasus penyelewengan penjualan BBM ini dan saat ini masih berstatus saksi. 

    Keempatnya, yaitu BK merupakan pengelola lokasi atau pemilik tempat gedung gudang penimbunan tanpa perizinan yang terletak di daerah Balan DT Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka. 

    “Saudara A sebagai pemilik SPBU nelayan, Kecamatan Kuleng, Tenggara, Kabupaten Bumbana. Selain itu kita juga menduga ada keterlibatan Saudara T selaku penyedia armada atau pemilik truk atau mobil tangki,” ucapnya. 

    Kemudian ada dugaan oknum pegawai PT Pertamina Patra Niaga yang diduga membantu menebus BBM jenis solar itu kepada PT Pertamina.

    Atas perbuatannya penyelewengan pembelian BBM itu, mereka bisa dikenakan Pasal 40 ayat (9) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 dan Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja atas perubahan ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 

  • Sembuh dari Kanker, Nunung Srimulat: Masih Ada Diabetes dan Asam Lambung

    Sembuh dari Kanker, Nunung Srimulat: Masih Ada Diabetes dan Asam Lambung

    Jakarta, Beritasatu.com – Meski mengaku telah sembuh dari kanker, pelawak Tri Retno Prayudati atau Nunung Srimulat masih harus berjuang melawan penyakit lainnya.

    “Saya juga didiagnosis oleh dokter terdapat penyakit asam lambung kronis, serta penyakit gula (diabetes),” kata pelawak Nunung Srimulat kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

    Nunung Srimulat mengaku tetap optimistis bisa menyembuhkan penyakit diabetes dan asam lambung seperti penyakit kanker yang diidapnya.

    “Namanya orang sudah sepuh, pasti banyak penyakitnya, makanya saya jalani saja,” ucapnya.

    “Saya selalu optimistis bahwa saya bisa sembuh, makanya saya terus berusaha yang terbaik,” tuturnya.

    Nunung Srimulat merasa tidak ingin terlena atas kesembuhannya dari penyakit kanker payudara yang diidapnya sejak 2023.

    Meski dinyatakan sembuh, Nunung Srimulat tetap rutin memeriksakan kesehatannya untuk memastikan tidak ada lagi sel kanker di tubuhnya.

    “Meski kankernya sudah selesai, sampai saat ini saya masih harus rutin kontrol untuk mencegah ada lagi sisa kankernya,” tutup Nunung Srimulat yang masih berjuang menyembuhkan penyakitnya

  • Nunung Srimulat Klaim Bebas dari Kanker Payudara yang Diidap sejak 2023

    Nunung Srimulat Klaim Bebas dari Kanker Payudara yang Diidap sejak 2023

    Jakarta, Beritasatu.com – Pelawak Tri Retno Prayudati atau Nunung Srimulat mengaku, telah bebas dari kanker payudara yang dideritanya sejak 2023.

    “Insyaallah sembuh 100 persen. Itu yang saya syukuri sampai saat ini,” ungkap Nunung Srimulat di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

    Meski dinyatakan sembuh, Nunung Srimulat tetap rutin memeriksakan kesehatannya untuk memastikan tidak ada lagi sel kanker di tubuhnya.

    “Meski kankernya sudah selesai, sampai saat ini saya masih harus rutin kontrol untuk mencegah ada lagi sisa kankernya,” tambahnya.

    Nunung Srimulat mengungkapkan, meski telah sembuh dari kanker payudara. Ia masih menghadapi beberapa penyakit lainnya yang terus diupayakan untuk disembuhkan.

    “Selain kanker, saya juga didiagnosis penyakit asam lambung kronis, serta penyakit gula (diabetes). Jadi, saya masih terus berupaya disembuhkan. Ya, namanya orang sudah sepuh, pasti banyak penyakitnya, makanya saya jalani saja,” tutup Nunung Srimulat yang mengaku sembuh dari penyakit kanker payudara.

  • Terpaksa Jual Harta, Nunung Srimulat: Berawal dari Kasus Narkoba

    Terpaksa Jual Harta, Nunung Srimulat: Berawal dari Kasus Narkoba

    Jakarta, Beritasatu.com – Pelawak Tri Retno Prayudati atau Nunung Srimulat mengaku, keuangannya semakin terpuruk setelah tersandung kasus narkoba.

    “Saya memang harus menjual aset yang saya miliki demi bertahan hidup, karena sembilan bulan direhabilitasi dan enggak ada pemasukan sama sekali. Di situlah saya menjual aset untuk pertama kali,” jelas Nunung Srimulat kepada wartawan di  Jakarta, Rabu (26/2/2025).

    Nunung Srimulat mengatakan, menjual aset miliknya dilakukan untuk menyambung hidup di Jakarta akibat kasus narkoba.

    “Saat saya kena kasus itu (narkoba) sama suami ditambah Covid-19. Mau enggak mau menjual aset demi bertahan hidup,” ujarnya lagi.

    Besarnya biaya hidup yang harus ditanggung di pundaknya, membuat Nunung harus mengambil langkah untuk menjual hartanya yang ada di Jakarta dan Solo.

    “Saya hidup bukan cuma sama suami dan anakku, banyak yang harus dihidupi karena memang saya tulang punggung,” tuturnya.

    “Saat kemarin kena kasus itu (narkoba) enggak ada yang bisa bantu, untungnya saya punya aset yang bisa dijual untuk bertahan hidup,” tambahnya.

    Keputusannya untuk menjual rumah yang ada di Jakarta, telah dipikirkan dengan matang bersama suaminya.

    “Selama ini punya rumah di Jakarta untuk persinggahan saat ada pekerjaan atau diundang menjadi bintang tamu di televisi, awalnya mikir seperti itu ketimbang harus ngontrak. Namun, karena ada masalah akhirnya dijual dan milih ngekos,” tuturnya.

    Nunung Srimulat mengaku, kesalahan yang pernah diperbuatnya tidak ingin lagi terulang kembali. Pasalnya, dirinya ingin menghabiskan masa tua bersama suaminya, Iyan Sambiran dengan nyaman.

    “Kalau mikir suka sedih, tetapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi. Alhamdulillah semua sedikit demi sedikit kembali lagi, karena banyak teman yang bantu juga,” tandas Nunung Srimulat yang mengaku terpuruk saat terjerumus narkoba.

    Sebelumnya, Nunung Srimulat bersama suaminya, Iyan Sambiran sempat berurusan dengan narkoba pada 19 Juli 2019. Nunung Srimulat diamankan atas kepemilikan narkoba satu klip sabu seberat 0,36 gram.

    Nunung Srimulat diamankan di rumahnya di kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan bersama suami dan pengedar narkoba bernama Hadi Moheriyanto alias Hery alias Tabu.

    Nunung Srimulat mengaku membeli 1 gram sabu seharga Rp 1,3 juta. Sebelum melunasi pembayaran sabu kepada Hery, Nunung sempat berutang Rp 1,1 juta untuk membeli sabu.

  • Bongkar Biaya Kos Setiap Bulan, Nunung Srimulat: Rp 3,2 Juta

    Bongkar Biaya Kos Setiap Bulan, Nunung Srimulat: Rp 3,2 Juta

    Jakarta, Beritasatu.com – Pelawak Nunung Srimulat mengungkapkan biaya kos yang harus dikeluarkan setiap bulannya setelah hartanya dijual akibat mengidap kanker.

    “Kalau biaya kos yang harus saya keluarkan setiap bulan itu Rp 3,2 juta,” kata Nunung Srimulat dikutip dari channel YouTube, Selasa (25/2/2025).

    Nunung Srimulat mengaku, harta berharga miliknya yang berada di Jakarta dan Solo telah ludes terjual demi mengobati penyakit kankernya.

    “Saya sudah tujuh bulan ngekos. Kenapa saya jual semua harta di Jakarta dan Solo? Karena, saya harus berobat, berobat saya itu mahal banget. Saya ada beberapa penyakit yang butuh obat, butuh buat hidup dan buat keluarga,” ucapnya.

    Pemilik nama asli Tri Retno Prayudati mengaku berat ketika melepas semua harta berharga miliknya.

    “Jujur berat, tetapi sudah cukup banyak saya bicara sama suami. Suami itu yang penting ‘kamu bahagianya bagaimana?’,” bebernya.

    “Ya sudah akhirnya kita pilih ngekos, karena kalau kontrak harus beli prabotan tetapi kos hanya bawa baju dan orang saja. Kalau pindah juga enak, beda sama ngontrak. Tentu banyak yang dibeli, habis kontrakan harus pindah jadi repot,” tutup Nunung Srimulat yang menceritakan biaya kos setiap bulan yang harus dibayarnya.

  • Cerita Yadi Sembako dan Nunung Srimulat yang Dibantu Raffi Ahmad

    Cerita Yadi Sembako dan Nunung Srimulat yang Dibantu Raffi Ahmad

    Jakarta, Beritasatu.com – Pelawak Nunung Srimulat dan Yadi Sembako menceritakan kebaikan yang dilakukan selebritas Raffi Ahmad yang membantu keduanya saat mengalami kesulitan keuangan.

    “Terus terang, saat itu keadaan saya dan keluarga memang lagi sulit. Tepatnya saat Covid-19. Karena bingung, maka enggak ada jalan lain akhirnya saya yang menghubungi Raffi Ahmad,” jelas Yadi Sembako dikutip dari channel YouTube, Selasa (25/2/2025).

    Yadi Sembako menceritakan kesulitan keuangan kepada suami Nagita Slavina tersebut, yaitu terkait pembayaran rumah dan anak kuliah.

    “Saat itu lagi butuh untuk pembayaran kuliah sama rumah dan akhirnya saya memberanikan diri untuk menghubungi Raffi Ahmad,” lanjutnya.

    “Di situ saya menceritakan keadaan saya kepada dia. Ternyata, Raffi langsung bilang ‘sudah Aa kamu kirimkan saja nomor rekening karena saya lagi di luar negeri’ dan langsung dikirim tanpa banyak omongan,” ucapnya.

    Yadi Sembako merasa terkejut ketika mendapat respons cepat dari Raffi Ahmad yang langsung mau membantu dirinya dan keluarga.

    “Alhamdulillah, baru kali ini saya meminta bantuan kepada Raffi Ahmad langsung respons dan sudah ter-cover pada saat itu. Luar biasa, apalagi saya sering mendengar banyak artis yang dibantu sama Raffi Ahmad,” lanjutnya.

    Hal serupa juga diutarakan Nunung Srimulat yang dibantu Raffi Ahmad. Bantuan Raffi Ahmad pada Nunung lebih kepada warung makan yang sedang dibangunnya kala itu.

    “Kalau untuk warung memang pertama kali, dari cari tempat, ide dan ini itu ya Raffi Ahmad. Dia bilang ‘ayo mami cari tempat, mami enggak usah memikirkan apa pun. Semuanya nanti saya yang mengurusinya’,” ujar Nunung Srimulat menirukan ucapan Raffi Ahmad.

    “Memang kalau buat aku, Raffi itu selalu ada untuk saya. Bahkan, waktu saya sakit kena kanker dia orang yang pertama kali membantu saya. Walaupun banyak juga teman-teman artis yang bantu saya, perduli saya yang betul-betul membutuhkan,” tutup Nunung Srimulat dan Yadi Sembako yang mengaku pernah dibantu Raffi Ahmad.

  • Nunung Srimulat Akui Siap Tinggalkan Dunia Keartisan, tetapi…

    Nunung Srimulat Akui Siap Tinggalkan Dunia Keartisan, tetapi…

    Jakarta, Beritasatu.com – Pelawak Nunung Srimulat mengaku, sudah siap untuk meninggalkan dunia keartisan dan hidup bersama suaminya, Iyan Sambiran. Namun, hal itu tak bisa dilakukannya. Ada apa?

    “Jujur ya, saya itu sudah siap meninggalkan dunia selebritas. Saya siap meninggalkan karier saya dan hidup bersama suami serta menikmati masa tua,” ucap Nunung Srimulat dikutip dari channel YouTube, Selasa (25/2/2025).

    Namun, keinginannya itu tampaknya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Nunung menjelaskan alasannya.

    “Saya sudah siap tidak bekerja lagi, tetapi itu tidak bisa. Kenapa? Karena saya harus berobat, saya butuh berobat,” katanya lagi.

    Pemilik nama asli Tri Retno Prayudati ini mengaku, ada beberapa obat harus ditebus serta tidak bisa dilakukan dengan menggunakan BPJS Kesehatan.

    “Dalam sebulan itu, ada obat yang harus diambil sebanyak empat jenis obat dan itu tidak bisa dicover BPJS. Harganya fantastis,” ungkapnya.

    Nunung mengatakan, keberadaan keluarga yang bisa membuatnya bisa bertahan dalam menjalankan hidup bersama penyakit kankernya itu.

    “Saya kuat karena keluarga. Kenapa? Karena, hidup saya dari remaja itu sudah buat keluarga dan enggak ada putusnya. Memang terkadang menguatkan dan menjengkelkan, bahkan sampai saya blokir semua. Saya itu hanya rindu kabar,” ujarnya.

    “Saya paling enggak bisa sakit hati sama keluarga, mereka sudah minta maaf ya sudah. Apalagi, kalau saya lihat cucu. Saya paling enggak bisa,” tutup Nunung Srimulat yang mengaku harus tetap bekerja demi membeli obat untuk menyembuhkan penyakit kankernya.

  • Alasan Nunung Jual Habis Semua Asetnya hingga Tinggal di Kos-kosan, Suami: Gimana Enaknya Kamu Aja

    Alasan Nunung Jual Habis Semua Asetnya hingga Tinggal di Kos-kosan, Suami: Gimana Enaknya Kamu Aja

    TRIBUNJATIM.COM – Terungkap akhirnya alasan Nunung kini tinggal di kos-kosan bersama suaminya dan menjual seluruh asetnya.

    Komedian Nunung mengakui kini tinggal di kos-kosan bersama suami dan menjual semua yang ia miliki.

    Tanpa banyak orang tahu, sudah sekitar tujuh bulan belakangan ini Nunung dan suami tinggal di sebuah kos-kosan.

    “Kita ngekos, kalau kita ngontrak pasti beli perabotan-perabotan lagi, repot,” kata Nunung dikutip dari Pagi Pagi Ambyar Trans tv, Selasa (25/2/2025).

    “Sudah hampir 7 bulan- 8 bulan,” ungkap Nunung. 

    Bukan tanpa alasan Nunung kini aktivitasnya hanya berkutat di kamar tidur dan kamar mandi saja.

    Ternyata, Nunung memilih menjual semua asetnya itu karena dirinya harus membeli obat untuk penyembuhan penyakitnya.

    Keputusan menjual rumah yang sudah sembilan tahun menjadi tempatnya berteduh itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan yang terus bertambah banyak. 

    “Karena kebutuhan semakin banyak, saya harus berobat terus, berobatnya enggak boleh putus,” ujar Nunung.

    Karena itu, walaupun berat, Nunung mau tidak mau harus melepaskan rumah tersebut.

    Bahkan menurut Nunung, tak butuh waktu lama untuk mengambil keputusan itu.

    “Ya pasti berat ya, tapi kan udah cukup banyak ngobrol dulu sama suami,” ujar Nunung.

    “Saya putuskan ya udah lah (dijual) yang penting keluarga yang di Solo udah nyaman, kita di Jakarta ngekos aja,” ucapnya.

    Nunung mengakui, sebenarnya bukan hanya rumah yang dijual, tapi sudah hampir seluruh aset yang dimiliki.

    JUAL RUMAH – Foto dokumen pelawak Nunung Srimulat ditemani Iyan Sambiran, suami dan manajernya, di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2023). Nunung kini tinggal di kos-kosan bersama suami usai jual rumah demi keluarga. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

    Termasuk beberapa aset yang ada di kota Solo, Jawa Tengah.

    “Semua. Cuma tinggal ada rumah satu di Solo buat tinggal mereka-mereka semua,” ungkap Nunung.

    Selain kebutuhan berobat, Nunung mengatakan menjual rumah dan aset lain untuk kebutuhan keluarga.

    “Berobatnya enggak murah, sangat mahal,” tutur Nunung.

    “Ya butuh buat hidup, buat keluarga,” lanjutnya.

    Pelawak Nunung akui dirinya pernah dicerai mantan suami lewat HP akibat tak ada job (YouTube WENDI CAGUR)

    Nunung mengungkap respons suami, Iyan Sambiran, setelah mengajaknya tinggal di kos-kosan.

    Nunung mengatakan, suami yang mendampinginya sejak tahun 2012 itu tak banyak berkomentar.

    “Kalau suami sebetulnya ‘yang penting kamu bahagianya gimana,’ aja,” ujar Nunung dikutip dari Pagi Pagi Ambyar Trans tv, Selasa (25/2/2025), seperti dilansir TribunJatim.com via Kompas.com.

    “‘Gimana enaknya kamu aja,’ suamiku ngikut aja,” sambungnya.

    Walaupun mendapat kebebasan dari suami dengan keputusannya, Nunung tetap menjelaskan pertimbangan memilih kos dibanding mengontrak rumah.

    “Kalau kita ngontrak pasti beli perabotan-perabotan lagi, repot lagi pindah-pindahnya, pikiranku begitu,” ucap Nunung.

    “Kalau ngekos tinggal masuk orang sama baju udah. Enggak bawa apa-apa, kalau mau pindah-pindah kan enak, kalau bosen di sini kan enak,” lanjutnya memberikan alasan. 

    Komedian Nunung Srimulat memang diketahui kerap mengalami pasang surut kehidupan di dunia hiburan.

    Seperti diketahui, hubungan Nunung dan keluarga di Solo sempat bermasalah.

    Bahkan Nunung sempat mengalami masalah ekonomi.

    Dia mengaku sudah menjual semua aset miliknya, termasuk mobil dan rumah yang ia tempati di Jakarta.

    Ternyata, sudah beberapa waktu ini Nunung tinggal kos di kawasan Pancoran, bersama suaminya, Iyan Sambiran.

    “(Akhirnya putuskan ngekos) enggak lama, ya sudah lah kost aja, yang penting urusan keluarga beres,” kata Nunung.

    Bahkan sahabat Sule ini menyebut aktifitasnya di rumah kost sangat terbatas, hanya seputar di kamar tidur dan kamar mandi.

    “Satu bulan Rp3,2 juta,” kata Nunung.

    “Suasana kost emang gak bagus kalau untuk tinggal bertahun-tahun, boring ya, karena cuma ke kamar mandi dan tempat tidur aja, kadang sedih, tapi mau gimana lagi, keadaan,” kata Nunung pasrah.

    Rumah kost sederhana ini dia akui tak sebanding dengan nama besar Nunung di panggung hiburan.

    Namun, Nunung sudah memutuskan untuk menjual semua aset demi bisa memenuhi kebutuhan berobat dan membiayai kebutuhan keluarganya di kampung halaman.

    “Semua (dijual), tinggal 1 rumah di Solo, buat mereka tinggal.”

    “Semua (aset) di Solo itu kan yang banyak, tinggal satu.”

    “Rumah di Jakarta (dijual) tinggal di rumah itu 9 tahun, pasti berat, tapi kan sudah cukup banyak ngobrol sama suami, yang penting sama suami,” kata Nunung.

    “Saya ada BPJS, kadang ada yang gak bisa dicover BPJS, obat-obatan cancer, gak bisa dicover BPJS,” ujar Nunung.

    “Sebulan ambil obat itu 4 jenis, itu harganya fantastis, mahal semua,” katanya.

    Berita viral lainnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com