Tag: Tri Adhianto

  • Walkot Bekasi Ungkap Isi Obrolan dengan Pramono Saat Bahas Banjir

    Walkot Bekasi Ungkap Isi Obrolan dengan Pramono Saat Bahas Banjir

    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sudah berkomunikasi dengan kepala daerah di wilayah penyangga membahas masalah banjir. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkap isi pembahasan dengan Pramono.

    “Sementara ini (isi bahasan) adalah apa yang bisa didukung oleh pemerintah DKI Jakarta dalam rangka untuk mempercepat recovery. Karena kan hari ini memang baru bicaranya, adalah karena ini masa tanggap darurat adalah memberikan apa yang dibutuhkan warga masyarakat Kota Bekasi,” kata Tri saat dihubungi, Kamis (6/3/2025).

    Tri mengatakan dirinya dan Pramono juga membahas soal peningkatan kapasitas sungai-sungai yang mengalir melintasi Jakarta dan Bekasi. Dia mengatakan peningkatan kapasitas tak cukup dengan membuat tanggul karena berpotensi jebol dan membahayakan warga.

    “Bagaimana sekarang meningkatkan kapasitas dari sungainya tadi. Berarti kan ada dua hal, apakah melakukan normalisasi atau menambah tanggul. Kalau tanggul itu akan sangat lebih berbahaya kalau kemudian terjadi roboh. Pasti daya rusaknya menjadi sangat berat. Nah yang diperlukan mungkin normalisasi, menormalisasi sungai yang ada,” kata dia.

    Dia mengatakan dirinya dan Pramono juga membahas solusi untuk mempertahankan kondisi lahan di kawasan Puncak sebagai hulu dari sungai-sungai di Bekasi dan Jakarta. Dia berharap ada embung yang dibangun di sekitar sungai.

    ADVERTISEMENT

    `;
    var mgScript = document.createElement(“script”);
    mgScript.innerHTML = `(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);`;
    adSlot.appendChild(mgScript);
    },
    function loadCreativeA() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    adSlot.innerHTML = “;

    console.log(“🔍 Checking googletag:”, typeof googletag !== “undefined” ? “✅ Defined” : “❌ Undefined”);

    if (typeof googletag !== “undefined” && googletag.apiReady) {
    console.log(“✅ Googletag ready. Displaying ad…”);
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    } else {
    console.log(“⚠️ Googletag not loaded. Loading GPT script…”);
    var gptScript = document.createElement(“script”);
    gptScript.src = “https://securepubads.g.doubleclick.net/tag/js/gpt.js”;
    gptScript.async = true;
    gptScript.onload = function () {
    console.log(“✅ GPT script loaded!”);
    window.googletag = window.googletag || { cmd: [] };
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.defineSlot(‘/4905536/detik_desktop/news/static_detail’, [[400, 250], [1, 1], [300, 250]], ‘div-gpt-ad-1708418866690-0’).addService(googletag.pubads());
    googletag.enableServices();
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    };
    document.body.appendChild(gptScript);
    }
    }
    ];

    var currentAdIndex = 0;
    var refreshInterval = null;
    var visibilityStartTime = null;
    var viewTimeThreshold = 30000;

    function refreshAd() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;

    currentAdIndex = (currentAdIndex + 1) % ads.length;
    adSlot.innerHTML = “”; // Clear previous ad content
    ads[currentAdIndex](); // Load the appropriate ad

    console.log(“🔄 Ad refreshed:”, currentAdIndex === 0 ? “Creative B” : “Creative A”);
    }

    var observer = new IntersectionObserver(function(entries) {
    entries.forEach(function(entry) {
    if (entry.isIntersecting) {
    if (!visibilityStartTime) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    console.log(“👀 Iklan mulai terlihat, menunggu 30 detik…”);

    setTimeout(function () {
    if (visibilityStartTime && (new Date().getTime() – visibilityStartTime >= viewTimeThreshold)) {
    console.log(“✅ Iklan terlihat 30 detik! Memulai refresh…”);
    refreshAd();
    if (!refreshInterval) {
    refreshInterval = setInterval(refreshAd, 30000);
    }
    }
    }, viewTimeThreshold);
    }
    } else {
    console.log(“❌ Iklan keluar dari layar, reset timer.”);
    visibilityStartTime = null;
    if (refreshInterval) {
    clearInterval(refreshInterval);
    refreshInterval = null;
    }
    }
    });
    }, { threshold: 0.5 });

    document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (adSlot) {
    ads[currentAdIndex](); // Load the first ad
    observer.observe(adSlot);
    }
    });

    “Kedua, ya itu tadi bagaimana mempertahankan hulunya. Termasuk kita meminta membangun embung-embung di sepanjang kali Bekasi sebagai tangkapan,” ujarnya.

    Sebelumnya, Pramono mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan kepala daerah di sekitar Jakarta. Dia menyebut banyak keluhan dari para pemimpin daerah penyangga Jakarta terkait masalah banjir.

    “Saya sudah berkomunikasi informal dengan Bupati Bekasi, Wali Kota Bekasi, Depok, terutama yang secara langsung terdampak dari banjir ini,” kata Pramono di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/3).

    “Sebenarnya, begitu berkomunikasi dengan saya, mereka lebih banyak ngeluhnya,” lanjutnya.

    Meski begitu, dia tak memerinci keluhan apa saja yang disampaikan pemimpin daerah penyangga Jakarta itu. Dia menjelaskan Pemprov Jakarta akan memberikan bantuan, terutama untuk wilayah Babelan, Bekasi, yang saat ini masih terendam banjir.

    Pemprov Jakarta juga akan mengirimkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) pasukan oranye untuk membantu korban banjir. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan bantuan lain, seperti mobil damkar, toilet darurat, dan truk pengangkut sampah.

    (wnv/haf)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Istri Wali Kota Bekasi Minta Maaf Usai Viral Menginap di Hotel saat Warga Kebanjiran – Page 3

    Istri Wali Kota Bekasi Minta Maaf Usai Viral Menginap di Hotel saat Warga Kebanjiran – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Istri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wiwiek Hargono, akhirnya buka suara terkait video viral dirinya mengungsi ke hotel mewah saat bencana banjir terjadi, Selasa, 4 Maret 2025. Ia meminta maaf karena videonya tersebut membuat gaduh dan banyak dikritik.

    Wiwiek Hargono mengklaim niatan di balik keputusannya mengungsi di hotel adalah demi melakukan tugas mengawasi dan membantu warga terdampak. Namun ia juga tak bisa melarang opini masyarakat jika hal tersebut disalahtafsirkan.

    “Terima kasih untuk masyarakat Kota Bekasi. Apa yang kami lakukan mungkin bisa ditafsirkan dengan berbagai narasi berbeda. Namun, saya dan Mas Tri selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk warga Bekasi,” ujar Wiwiek, Kamis (6/3/2025).

    Ia menjelaskan jika malam itu Tri baru pulang meninjau banjir sekira pukul 02.00 WIB. Selanjutnya mereka bersantap sahur sambil memantau kondisi banjir yang terus naik.

    Merasa kondisinya semakin mengkhawatirkan, Tri Adhianto lalu menyuruh Wiwiek untuk segera mengevakuasi diri. Hal ini diakui untuk mencegah sang istri terjebak banjir yang akan mempersulit pergerakannya membantu warga terdampak.

    “Jika saya terjebak banjir, maka saya tidak akan bisa turun langsung membantu masyarakat,” ucapnya.

    Istri Wali Kota Bekasi juga mengaku saat itu ia dan suami hanya membawa pakaian yang dikenakan. Namun di mobilnya ternyata ada beberapa baju yang bisa digunakan untuk ganti.

    Kemudian sepanjang hari berikutnya, ia mengklaim sibuk mencari lokasi posko untuk menerima bantuan. Namun ternyata lokasi yang biasa dipakai, seluruhnya terendam banjir.

    “Sehingga saya tidak mungkin menaruh bantuan di lokasi-lokasi yang banjir. Sehingga memang ada beberapa yang saya dorong ke tempat saya menginap,” jelasnya.

    “Saat itu, saya tidak ingin merepotkan siapa pun. Maka saya memilih masuk ke hotel agar tetap bisa menjaga kesehatan dan berpikir dengan jernih dalam menghadapi situasi ini,” ucapnya.

    Di hotel mewah tersebut, Wiwiek bertemu dengan rekannya yang sudah lama tidak berjumpa. Kemudian sang rekan memvideokan momen pertemuan mereka, yang kemudian menjadi viral di media sosial.

    “Namun karena mungkin sudah lama tidak bertemu, saya dengan Bu Harti, sehingga mungkin ada hal-hal yang dalam tanda kutip sebagian orang tidak menghendaki. Dan saya mohon maaf kalau memang di luar batas kemampuan. Saya tidak bisa menolak orang lain yang ingin berfoto atau merekam, sehingga terjadilah hal-hal yang dinarasikan dalam tanda kutip,” ucap Wiwiek.

     

    Viral di media sosial, istri Wali Kota Bekasi, Wiwik Hargono menginap di sebuah hotel karena rumahnya terendam banjir. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun langsung menegur sang istri Wali Kota.

  • Ditegur Dedi Mulyadi Menginap di Hotel Saat Banjir, Istri Walkot Bekasi: Saya Mohon Maaf Pak Gubernur
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 Maret 2025

    Ditegur Dedi Mulyadi Menginap di Hotel Saat Banjir, Istri Walkot Bekasi: Saya Mohon Maaf Pak Gubernur Megapolitan 6 Maret 2025

    Ditegur Dedi Mulyadi Menginap di Hotel Saat Banjir, Istri Walkot Bekasi: Saya Mohon Maaf Pak Gubernur
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com –
    Istri
    Wali Kota Bekasi
    Tri Adhianto
    ,
    Wiwiek Hargono
    , meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat,
    Dedi Mulyadi
    .
    Permintaan maaf disampaikan Wiwiek setelah Dedi menegur dirinya yang memilih menginap di hotel saat masyarakat Kota Bekasi menderita karena bencana banjir.
    “Saya mohon maaf kepada Pak Gubernur atas merebaknya ini,” kata Wiwiek saat ditemui di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (6/3/2025).
    Wiwiek mengaku, keputusannya menginap di hotel bukan berarti dirinya tidak mempunyai empati terhadap penderitaan masyarakat.
    Selain itu, Wiwiek juga menegaskan bahwa tidak ada niatan sama sekali untuk mencoreng nama Kota Bekasi atas keputusannya tersebut.
    Wiwiek menyatakan, dirinya memilih menginap di hotel karena kediamannya di Kemang Pratama turut terdampak banjir pada Selasa (3/3/2025).
    “Saat itu kejadiannya, saya hanya sebentar saja di hotel tersebut, karena memang harus evakuasi diri, karena rumah saya juga kena banjir,” jelas dia.
    Ia pun berjanji akan mengevaluasi diri atas tindakannya yang memilih menginap di hotel ketika masyarakat dihadapi bencana banjir.
    “Saya berharap ini menjadi evaluasi buat saya,” imbuh dia.
    Sebelumnya diberitakan, Dedi menegur istri Wali Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, yang memilih menginap di hotel setelah rumahnya terdampak banjir akibat luapan Sungai Bekasi.
    Menurut Dedi, sebagai pejabat publik, pasangan kepala daerah seharusnya menunjukkan empati dengan merasakan langsung penderitaan warga yang terdampak.
    “Kepada seluruh pejabat di mana pun berada, ya hari ini istri pejabat, mari kita sama-sama merasakan apa yang diderita oleh masyarakat,” kata Dedi di Kantor BPK Jabar, Rabu (5/3/2025).
    “Pada saat masyarakat mendapat musibah, pejabat dan istri pejabat ada di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.
    Dedi menegaskan bahwa meskipun Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi terhadap istri Wali Kota Bekasi, pihaknya tetap dapat melakukan pembinaan bagi pejabat maupun pasangan pejabat yang dinilai kurang menunjukkan empati.
    “Sebagai Gubernur, saya bisa melakukan pembinaan berupa teguran. Melalui media ini, saya menyampaikan teguran kepada istri Wali Kota Bekasi untuk mengubah sikapnya karena dipilih oleh masyarakat,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Video: Tata Ruang Buruk Jadi Penyebab Banjir, Ini Kata Wali Kota Bekas

    Video: Tata Ruang Buruk Jadi Penyebab Banjir, Ini Kata Wali Kota Bekas

    Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti salah satu tantangan di Kawasan Bekasi adalah pembangunan besar-besaran yang menyebabkan berkurangnya area resapan dan banjir. Lantas seperti apa tanggapan Wali Kota Bekasi?

    Selengkapnya saksikan dialog Dina Gurning bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di Program Nation Hub CNBC Indonesia, Kamis (06/03/2025).

  • Ditegur Dedi Mulyadi Menginap di Hotel Saat Banjir, Istri Walkot Bekasi: Saya Mohon Maaf Pak Gubernur
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 Maret 2025

    Istri Wali Kota Bekasi Minta Maaf Menginap di Hotel Saat Banjir Megapolitan 6 Maret 2025

    Istri Wali Kota Bekasi Minta Maaf Menginap di Hotel Saat Banjir
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com –
    Istri
    Wali Kota Bekasi

    Tri Adhianto
    ,
    Wiwiek Hargono
    meminta maaf apabila menginap di salah satu hotel berbintang saat banjir membuat masyarakat kecewa.
    “Kalau di dalam praktiknya ada narasi-narasi yang konotasinya negatif, mohon dimaafkan,” kata Wiwiek di Bekasi, Kamis (6/3/2025).
    Wiwieks mengaku terpaksa mengevakuasi diri di hotel karena kediamannya di Kemang Pratama terendam banjir.
    Atas saran suaminya, ia akhirnya memutuskan menginap di hotel setelah berkeliling meninjau lokasi banjir pada Selasa (3/3/2025) malam. Ia pun bermalam di hotel hingga Rabu (4/3/2024) pagi.
    “Bapak meminta saya untuk mengevakuasi diri, saya masuklah ke hotel,” ujar Wiwiek
    Dia mengaku menginap di hotel berbintang saat banjir menggunakan uang pribadinya.
    Ia juga mengakui selama ini tidak pernah menggunakan dana Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, sekalipun ketika dirinya berkeliling membantu masyarakat terdampak banjir.
    “Pasti biaya pribadi. Saya turun ke masyarakat pun saya tidak pernah minta biaya Pemerintah Kota Bekasi,” kata Wiwiek.
    Bahkan, ia mengeklaim tidak pernah meminta fasilitas kepada pejabat setiap dirinya turun ke masyarakat.
    “Boleh ditanyakan, boleh dibuktikan pada Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Barat, Bekasi Selatan, gitu ya. Tidak ada sepersen pun saya meminta fasilitas untuk saya bergerak ke masyarakat,” tegas dia.
    Sebelumnya, video yang menampilkan istri Tri Adhianto sedang berada di suatu hotel beredar di media sosial.
    Dalam video yang beredar menunjukkan bahwa Tri beserta istri dan keluarganya sedang berada di sebuah hotel.
    “Wali kota kita rumahnya kebanjiran gaes. Jadi nginepnya di hotel,” kata seorang perempuan yang merekam momen ketika istri Tri baru tiba di sebuah hotel di Bekasi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ditegur Dedi Mulyadi Menginap di Hotel Saat Banjir, Istri Walkot Bekasi: Saya Mohon Maaf Pak Gubernur
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 Maret 2025

    Wiwiek Istri Wali Kota Bekasi Menginap di Hotel Saat Banjir: Saya Pakai Uang Pribadi Megapolitan 6 Maret 2025

    Wiwiek Istri Wali Kota Bekasi Menginap di Hotel Saat Banjir: Saya Pakai Uang Pribadi
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com –
    Istri Wali Kota Bekasi
    Tri Adhianto
    ,
    Wiwiek Hargono
    mengatakan dirinya bersama suami menginap di salah satu hotel berbintang saat banjir menggunakan uang pribadi.
    Wiwiek mengaku tidak pernah menggunakan dana Pemerintah Kota Bekasi, sekalipun ketika berkeliling membantu masyarakat terdampak banjir.
    “Pasti biaya pribadi. Saya turun ke masyarakat pun saya tidak pernah minta biaya Pemerintah Kota Bekasi,” kata Wiwiek di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (6/3/2025).
    Dia mengeklaim tidak pernah meminta fasilitas kepada pejabat setiap dirinya turun ke masyarakat.
    “Boleh ditanyakan, boleh dibuktikan pada Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Barat, Bekasi Selatan, gitu ya. Tidak ada sepersen pun saya meminta fasilitas untuk saya bergerak ke masyarakat,” tegas dia.
    Wiwiek menjelaskan, sebelum menginap, ia dan suaminya seharian berkeliling menemui masyarakat terdampak banjir pada Selasa (3/3/2025).
    Ia juga mendatangi sejumlah posko untuk menerima bantuan sebelum disalurkan langsung ke masyarakat.
    Namun, karena kediamannya di Kemang Pratama turut terendam banjir, ia disarankan suaminya untuk mengevakuasi menginap di hotel.
    Wiwiek akhirnya menginap di hotel pada Selasa malam hingga Rabu (4/3/2025) pagi.
    Wiwiek menyampaikan permintaan maaf apabila tindakannya membuat masyarakat kecewa.
    “Kalau di dalam praktiknya ada narasi-narasi yang konotasinya negatif, mohon dimaafkan,” kata Wiwiek 
    Sebelumnya, video yang menampilkan istri Tri Adhianto sedang berada di suatu hotel beredar di media sosial. 
    Dalam video yang beredar menunjukkan bahwa Tri beserta istri dan keluarganya sedang berada di sebuah hotel.
    “Wali kota kita rumahnya kebanjiran, gaes. Jadi nginepnya di hotel,” kata seorang perempuan yang merekam momen ketika istri Tri baru tiba di sebuah hotel di Bekasi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ditegur Dedi Mulyadi Menginap di Hotel Saat Banjir, Istri Walkot Bekasi: Saya Mohon Maaf Pak Gubernur
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 Maret 2025

    Wiwiek Istri Wali Kota Bekasi Klarifikasi soal Menginap di Hotel Saat Banjir Megapolitan 6 Maret 2025

    Wiwiek Istri Wali Kota Bekasi Klarifikasi soal Menginap di Hotel Saat Banjir
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com –
    Istri Wali Kota Bekasi
    Tri Adhianto
    ,
    Wiwiek Nugroho
    , mengklarifikasi terkait beredarnya video dirinya yang menginap di salah satu hotel berbintang saat banjir.
    Wiwieks mengaku terpaksa mengevakuasi diri di hotel karena kediamannya di Kemang Pratama terendam banjir.
    Atas saran suaminya, ia akhirnya memutuskan menginap di hotel setelah berkeliling meninjau lokasi banjir pada Selasa (3/3/2025) malam. Ia pun bermalam di hotel hingga Rabu (4/3/2024) pagi.
    “Bapak meminta saya untuk mengevakuasi diri, saya masuklah ke hotel,” ujar Wiwiek di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (6/3/2025).
    Sebelum menginap, ia dan suaminya seharian berkeliling menemui masyarakat terdampak banjir.
    Ia juga mendatangi sejumlah posko untuk menerima bantuan sebelum disalurkan langsung ke masyarakat.
    Meski demikian, ia tetap meminta maaf apabila tindakannya ternyata membuat masyarakat kecewa.
    “Kalau di dalam praktiknya ada narasi-narasi yang konotasinya negatif, mohon dimaafkan,” jelas Wiwiek.
    Sebelumnya, video yang menampilkan istri Tri Adhianto sedang berada di suatu hotel beredar di media sosial. Video itu diunggah akun TikTok @rakyatbekasi.com.
    Dalam video yang beredar menunjukkan bahwa Tri beserta istri dan keluarganya sedang berada di sebuah hotel.
    “Wali kota kita rumahnya kebanjiran, gaes. Jadi nginepnya di hotel,” kata seorang perempuan yang merekam momen ketika istri Tri baru tiba di sebuah hotel di Bekasi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kata Istri Wali Kota Bekasi soal Viral Menginap di Hotel saat Banjir: Agar Bisa Turun Bantu Warga – Halaman all

    Kata Istri Wali Kota Bekasi soal Viral Menginap di Hotel saat Banjir: Agar Bisa Turun Bantu Warga – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Istri Wali Kota Bekasi, Wiwiek Hargono memberikan klarifikasinya terkait video dirinya yang viral saat akan menginap di sebuah hotel ketika banjir parah tengah melanda Kota Bekasi.

    Wiwiek mengungkap apapun yang ia dan suaminya  Tri Adhianto lakukan, bisa saja menimbulkan narasi yang berbeda di masyarakat.

    Namun Wiwiek menegaskan bahwa ia dan Tri Adhianto akan berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat kota Bekasi.

    “Terima kasih untuk masyarakat kota Bekasi. Apa yang kita buat bisa saja ada narasi beda. Tapi saya dan Mas Tri selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Bekasi,” kata Wiwiek dilansir Kompas TV, Kamis (6/3/2025).

    Lebih lanjut Wiwiek menjelaskan, saat itu suaminya Tri Adhianto pulang tengah malam setelah meninjau wilayah banjir di Bekasi.

    Kemudian Wiwiek masih bersama dengan Tri Adhianto saat sahur, dan saat itu kondisi air semakin tinggi.

    Sehingga Tri Adhianto meminta Wiwiek untuk mengevakuasi diri.

    Karena jika Wiwiek terjebak banjir, maka Wiwiek nantinya tidak bisa ikut turun membantu masyarakat yang menjadi korban banjir.

    “Pada hari itu malam, Mas Tri pulang jam 02.00 WIB karena habis meninjau di wilayah. Kemudian saya bersama, masih sahur jam 03.30 WIB dan masih memantau lokasi.”

    “Ternyata memang sudah semakin tinggi, maka Mas Tri meminta saya untuk mengevakuasi diri. Karena apa, saya tidak boleh terjebak dalam kepungan air, sehingga saya tidak bisa turun membantu masyarakat. “

    “Saya hanya membawa pakaian yang melekat di saya, termasuk Mas Tri. Kebetulan di mobil ada baju-baju kerja jadi Alhamdulillah masih bisa ada yang terselamatkan,” jelas Wiwiek.

    Wiwiek menyebut, ia sudah seharian mencari lokasi untuk mendirikan posko bantuan bagi korban banjir Bekasi.

    Karena ia tak ingin mengganggu orang lain atau masyarakat, maka ia memilih untuk menginap di hotel terlebih dulu agar ia bisa tetap sehat dan berpikir dengan baik untuk mengatasi banjir ini.

    “Seharian kemarin saya mencari lokasi untuk mendirikan posko kami untuk menerima bantuan. Karena saya minta teman-teman saya untuk kirim bantuan, enggak  mungkin bergerak sendiri.”

    “Alhamdulillah Mereka bertanya di mana lokasinya gitu dan pada saat dini hari saya tidak mungkin mengganggu pihak-pihak warga maka saya masuklah ke hotel dalam artian supaya saya sehat dan bisa berpikir baik,” ungkap Wiwiek.

    Kemudian di hotel ia bertemu rekannya, karena lama tak bertemu sehingga terjadilah rekaman video yang beredar luas di media sosial itu.

    Wiwiek menyebut, ia tak bisa menolak orang lain yang ingin berfoto atau merekam dirinya.

    Sehingga kemudian muncul narasi negatif terkait video tersebut yang kini jadi ramai diperbincangkan masyarakat.

    “Lama kami tidak bertemu dan bahagianya Bu Harti bertemu dengan saya, begitu juga saya dengan Bu Harti. Sehingga ada hal-hal yang mungkin dalam tanda kutip sebagian orang tidak menghendaki dan saya mohon maaf.”

    “Karena memang diluar batas kemampuan saya dan saya tidak bisa menolak orang lain yang ingin berfoto ataupun merekam setiap kegiatan-kegiatan yang ada saya. Sehingga terjadilah hal-hal yang dinarasikan dalam tanda kutip,” tutur Wiwiek.

    Terakhir Wiwiek berharap agar kejadian ini bisa menjadi pembelajaran baginya dan rekan-rekannya.

    Agar nantinya ia bisa berhati-hati dalam bersikap dan menarasikan segala sesuatu yang ada.

    “Saya berterimakasih, mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran buat saya pribadi, juga menjadi pembelajaran buat rekan-rekan saya, teman-teman saya.”

    “Sehingga ke depan kita akan jauh lebih hati-hati dalam bersikap maupun menarasikan segala sesuatunya,” imbuh Wiwiek.

    Pembelaan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto

    Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto pasang badan untuk sang istri, Wiwiek Hargono yang viral karena nginap di hotel saat banjir melanda kota yang dipimpinnya.

    Tri Adhianto sudah angkat bicara menjelaskan alasannya menginap di hotel ketika banjir menerjang Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025).

    Diketahui, rumah Tri Adhianto yang berada di Kemang Pratama turut terendam banjir.

    Tri Adhianto bersama istri dan keluarga akhirnya mengungsi ke sebuah hotel berbintang di Kota Bekasi.

    “Iya benar menginap di hotel karena lokasi strategis,” kata Tri Adhianto, Rabu (5/3/2025).

    Tri Adhianto Sebut Istrinya Turun Tangan Sedari Subuh Masak untuk Korban Banjir

    Tri Adhianto menyampaikan lokasi hotel yang ditempatinya memudahkan meninjau korban banjir.

    Namun, Tri menyampaikan tidak lama menetap di hotel.

    “Karena istri saya saja jam 04.00 WIB sudah bantu-bantu masak buat makanan korban banjir. Jadi, saya enggak stay selamanya di hotel,” tutur dia.

    Tri Adhianto mengaku, dia dan istrinya sudah meninggalkan hotel sejak pagi tadi guna meninjau korban banjir.

    “Lalu, saya dan istri jam 06.00 WIB sudah meninggalkan hotel,” ungkap dia.

    Tri mengaku menginap di hotel hanya untuk beristirahat.

    “Hotel cuma sementara, buat tidur doang,” tegas dia.

    Istri Wali Kota Bekasi Viral 

    Sebelumnya, video yang menampilkan istri Tri Adhianto sedang berada di suatu hotel beredar di media sosial.

    Video itu diunggah akun TikTok @rakyatbekasi.com.

    Dalam video yang beredar menunjukkan bahwa Tri beserta istri dan keluarganya sedang berada di sebuah hotel. 

    “Wali kota kita rumahnya kebanjiran gaes. Jadi nginepnya di Horison,” kata seorang perempuan yang merekam momen ketika istri Tri baru tiba di sebuah hotel di Bekasi.

    Video tersebut juga diunggah akun TikTok Bekasi Update dan akun X @Gojekmilitan.

    “Cara terhindar dari banjir versi walkot,” tulis @Gojekmilitan.

    Hal tersebut, membuat Wiwiek Hargono mendapat sorotan, termasuk sang suami Tri Adhianto.

    Akun @wiwiekhargono pun mendapat banyak kritikan dari warganet.

    “Mau juga dong bu tidur di hotelnya….lumayan bs sahur di skylounge.”

    “Rakyatnya diajak ngungsi ke hotel juga boleh dongggg.”

    “Udah Bu gausah pikirin banjir, kan udah ngungsi di horison, sekeluarga. Keluarga ibuk mah aman ye kan.”

    (Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Theresia Felisiani)

    Baca berita lainnya terkait Banjir di Jabodetabek.

  • Klarifikasi Wali Kota Bekasi usai Istrinya Viral, Terpaksa Tidur di Hotel karena Rumah Banjir – Halaman all

    Klarifikasi Wali Kota Bekasi usai Istrinya Viral, Terpaksa Tidur di Hotel karena Rumah Banjir – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Wiwiek Hargono, istri Wali Kota Bekasi menjadi sorotan setelah video mengungsi ke hotel viral di media sosial.

    Dalam video terlihat Wiwiek memindahkan barang dari mobil ke hotel ketika warga Bekasi terdampak banjir.

    Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengaku tak ada maksud untuk memamerkan gaya hidup mewah.

    Keluarganya menginap di hotel karena rumah di Perumahan Kemang Pratama, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi kebanjiran.

    “Saya selamatkan dulu anak dan istri saya, kemudian pagi-pagi jam 06.00 pagi saya juga harus sudah bergabung dengan warga.”

    “Saya harus bisa memastikan bahwa pada pagi hari itu logistik harus sudah siap, karena memang sejak jam 10.00 malam saya berada di lapangan, jam 02.00 (dini hari) pulang dan saya hanya mengambil istri dan anak saya,” ungkapnya, Rabu (5/3/2025).

    Tri Adhianto menambahkan debit air terus bertambah sehingga ia sudah memperkirakan rumahnya akan tergenang banjir.

    “Karena pada saat jam 02.00 WIB pagi itu memang ketinggian air sudah 600, dan saya perkirakan bahwa Kemang itu pasti akan tenggelam, nah kalau saya bertahan di dalam (rumah) berarti saya nggak bisa keluar,” imbuhnya.

    Hotel bintang empat tersebut dipilih karena lokasinya stategis dan memudahkan untuk meninjau korban banjir.

    “Tentu ada hal-hal yang lebih baik lagi, supaya ini saja, supaya prosesnya (kebutuhan logistik warga terdampak banjir) bisa dipastikan lebih aman, tidak ada pengin kesan bermewah-mewahan,” jelasnya.

    Ia mengaku hanya istirahat sebentar di hotel dan istrinya sudah membantu ibu-ibu memasak pada pagi hari.

    “Karena istri saya saja jam 04.00 WIB sudah bantu-bantu masak buat makanan korban banjir. Jadi, saya enggak stay selamanya di hotel,” terangnya.

    Tri Adhianto meminta maaf ke warga karena Kota Bekasi terendam banjir sejak Selasa (4/3/2025).

    “Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Kota Bekasi atas dampak dari situasi musibah  banjir ini, saya memahami betapa sulitnya situasi ini bagi banyak keluarga,” terangnya.

    Ditegur Dedi Mulyadi

    Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, meminta kepala daerah membersamai masyarakat yang terkena musibah banjir.

    Tri Adhianto mendapat teguran dari Dedi Mulyadi karena memilih menginap di hotel bersama keluarga saat banjir belum surut.

    “Pada seluruh pejabat di manapun berada, mari kita sama-sama merasakan apa yang diderita masyarakat.”

    “Saat masyarakat mendapatkan musibah, pejabat dan istri pejabat ada di tengah masyarakat,” paparnya, Rabu (5/3/2025), dikutip dari TribunJabar.id.

    Dedi mengaku tak berwenang memberikan sanksi lantaran berada di ranah Kemendagri sehingga hanya memberikan teguran.

    “Sanksi tidak ada, itu kan SK nya Mendagri. Sebagai Gubernur bisa melakukan pembinaan berupa teguran.”

    “Melalui media ini saya sampaikan teguran pada istri Wali Kota Bekasi untuk mengubah sikapnya karena dipilih oleh masyarakat untuk melayani,” sambungnya.

    Ia berharap para kepala daerah mementingkan masyarakat karena dipilih langsung oleh mereka.

    “Termasuk istrinya harus melayani masyarakat apalagi istrinya yang juga ketua tim penggerak PKK yang harus jadi garda terdepan menyelesaikan problem masyarakat dari kekurangan gizi sampai kebanjiran,” imbuhnya.

    Sebagian artikel telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Mengaku Tak Bisa Beri Sanksi Istri Wali Kota Bekasi yang Ngungsi ke Hotel saat Banjir 

    (Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Nazmi) (TribunBekasi.com/Rendy Rutama)

  • Update Banjir Bekasi: Daftar Wilayah Terdampak dan Penanganan di Kota/Kabupaten Bekasi – Halaman all

    Update Banjir Bekasi: Daftar Wilayah Terdampak dan Penanganan di Kota/Kabupaten Bekasi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Berikut ini update bencana banjir di Kabupaten dan Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (6/3/2025) pada pukul 12.00 WIB

    Untuk diketahui, Bekasi dibagi menjadi dua kota/kabupaten, yaitu Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

    Kabupaten Bekasi

    Ini merupakan hari pertama pasca BPBD Kabupaten Bekasi menetapkan status tanggap darurat pada Rabu kemarin. 

    Status tanggap darurat bencana untuk banjir, longsor, angin kencang hingga puting beliung.

    Penetapan status tanggap darurat diumumkan Ade Kuswara dalam rapat koordinasi Gedung BPBD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu kemarin.

    “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti instruksi pihak berwenang,” kata Ade Kuswara, pada Rabu kemarin dalam keterangannya.

    Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengerahkan tim tanggap bencana dari BPBD dan berkoordinasi dengan instansi di tingkat provinsi dan nasional. Posko bantuan juga didirikan untuk memberikan bantuan darurat.

    Selama masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengerahkan tim tanggap bencana dari BPBD dan berkoordinasi dengan instansi di tingkat provinsi dan nasional.

    BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 61.648 jiwa terdampak banjir. 

    Puluhan ribu jiwa terdampak banjir tersebut tersebar di 16 kecamatan, antara lain Babelan, Sukawangi, Tambun Utara, Cibitung, Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Serang Baru, dan Sukatani. Kecamatan lainnya, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Kedungwaringin, Cikarang Timur, Bojongmangu, Cibarusah, Cikarang Pusat, dan Setu. 

    Hingga kini, terdapat 14 lokasi pengungsian untuk menampung warga terdampak banjir.

    Kota Bekasi

    Untuk di Kota Bekasi, dari 12 kecamatan, delapan di antaranya terdampak banjir yang terjadi pada Selasa (4/3/2025).

    Delapan kecamatan tersebut, yaitu Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Utara, Bekasi Barat. Kecamatan Jatiasih, Pondok Gede, Rawalumbu dan Kecamatan Bantargebang.

    Hal itu disampaikan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat rapat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Kamis (6/3/2025). 

    “Jadi dari 12 kecamatan, delapan kecamatan terdampak. Di antaranya adalah Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Selatan,” ujar Tri. 

    Banjir yang melanda Kota Bekasi diprediksi akan semakin parah setelah hujan lokal yang cukup tinggi terjadi sejak Senin (3/3/2025) pukul 10.00 WIB.

    Tri, seorang pejabat terkait, menyebutkan bahwa hujan juga terjadi di kawasan Puncak, yang turut mempengaruhi kondisi di wilayah Bekasi.

    “Kami terus memantau pergerakan air, termasuk melalui komunitas KP2C yang kami miliki,” ujar Tri.

    Menurut Tri, curah hujan yang terjadi pada pekan ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2020, yang dapat memicu luapan air yang tidak terkendali.

     “Curah hujan kali ini luar biasa, lebih tinggi dari tahun 2020. Ini hujan yang terjadi dalam siklus lima tahunan. Sungai dan kali yang biasanya mampu mengendalikan banjir satu tahunan, kini tidak bisa menampung debit air yang lebih besar akibat pengaruh cuaca dan perubahan iklim, terutama pada Kali Bekasi,” jelasnya.

    Pemerintah Kota Bekasi berusaha mengurangi dampak banjir dengan membuka pintu air di Prisdo. Namun, kendala teknis menghambat proses ini.

    “Dari tiga pintu air yang ada, dua dalam kondisi normal, namun satu lainnya rusak. Selain itu, normalisasi di pintu air belum dilakukan, sehingga proses evakuasi menjadi lebih lambat,” tambah Tri.