Tag: Thamrin

  • Begini rekayasa lalu lintas sekitar Monas di Malam Muhasabah dan Doa

    Begini rekayasa lalu lintas sekitar Monas di Malam Muhasabah dan Doa

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas dan menyiapkan lokasi parkir saat Malam Muhasabah, Doa dan Dzikir di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Senin (30/12) malam.

    “Sehubungan dengan kegiatan Malam Muhasabah, Doa dan Dzikir di kawasan Monas pada Senin, 30 Desember 2024 pukul 19.00-22.00 WIB, Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar serta menyiapkan kantong parkir,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

    Syafrin menyebutkan, pengalihan arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara akan diberlakukan pada Senin (30/12) pukul 18.00-23.00 WIB.

    Rute Alternatif yang dapat dilalui untuk menuju Stasiun Gambir pada saat dilakukan pengalihan arus di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara sebagai berikut:

    1. Arus lalu lintas dari Simpang Harmoni yang akan menuju Stasiun Gambir dapat melalui Jalan Majapahit-Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan MH Thamrin-Jalan Kebon Sirih-Tugu Tani-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur dan seterusnya

    2. Arus lalu lintas dari Bundaran Hl yang akan menuju Stasiun Gambir dapat melalui Jalan MH Thamrin-putar arah selatan-selatan di Simpang Patung Kuda-Jalan MH Thamrin-Jalan Kebon Sirih-Tugu Tani-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur dan seterusnya.

    Adapun sembilan lokasi parkir untuk kegiatan Malam Muhasabah, Doa dan Dzikir di sekitar Monas dengan Satuan Ruang Parkir (SRP) sebanyak 3.380 sepeda motor dan 2.140 mobil.

    Lokasi parkir tersebut berada di pelataran parkir Irti Monas dengan kapasitas 350 mobil dan 600 motor, Stasiun Gambir sebanyak 315 mobil dan 630 motor. Lembaga Ketahanan Nasional (250 mobil dan 300 motor) serta Perpustakaan Nasional (250 mobil dan 300 motor).

    Gedung Telkom STO Gambir (25 mobil dan 50 motor), Kementerian BUMN (90 mobil dan 900 motor), Menara Danareksa (500 mobil dan 200 motor) serta Gedung Indosat sebanyak 60 mobil dan 200 motor.

    Selain itu, Syafrin menjelaskan, Transjakarta yang bersinggungan dengan lokasi kegiatan akan dilakukan perubahan pola operasi dan modifikasi lintasan selama pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas.

    Beberapa rute yang mengalami modifikasi lintasan waktu operasinya 19.00-22.00 WIB dan lintasan normalnya pukul 05.00-19.00 WIB dan 22.00-05.00 WIB. Lalu ada juga beberapa rute yang dilakukan waktu penyesuaian operasional.

    Berikut rute Transjakarta yang terdampak pada 30 Desember 2024:

    1. Pulogadung-Monas (2): Pengoperasian trip pengalihan arah Pulo Gadung via Pecenonangan dengan titik penghentian tidak melayani di Balai Kota dan Gambir

    2. Pantai Maju-Balai Kota (1A): Pengoperasian rute pengalihan Pantai Maju-Juanda dengan titik penghentian tidak melayani di Balai Kota dan Monas

    3. Pulo Gadung-Rawa Buaya via Balai Kota (2A): Pengoperasian trip pengalihan arah Pulo Gadung via Juanda dengan titik penghentian tidak melayani di Balai Kota dan Monas

    4. Monas-Jakarta lnternational Stadium (14A): Perpendekan lintasan sampai Pecenongan dengan titik penghentian tidak melayani di Monas

    5. Ragunan-Balai Kota via Kuningan (6A): Armada yang direnopskan akan beroperasi di Koridor 6

    6. Ragunan-Balai Kota via Semanggi (6B): Armada yang direnopskan akan beroperasi di Koridor 6

    7. Tanah Abang-Blok M (1N): Selesai beroperasi pukul 18.00 WIB

    8. Senen-Blok M (1P): Selesai beroperasi pukul 18.00 WIB

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • 12 Panggung Hiburan Didirikan di Sepanjang Sudirman-Thamrin saat Malam Tahun Baru

    12 Panggung Hiburan Didirikan di Sepanjang Sudirman-Thamrin saat Malam Tahun Baru

    loading…

    Sebanyak 12 panggung hiburan Semarak Jakarta Mendunia didirikan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin pada malam Tahun Baru 2025. Foto/SINDOnews

    JAKARTA – Sebanyak 12 panggung hiburan Semarak Jakarta Mendunia didirikan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin pada Selasa, 31 Desember 2024 malam. Panggung hiburan tersebut didirikan dalam rangka menyambut perayaan malam Tahun Baru 2025.

    Lantas dimana saja lokasi panggung hiburan yang dapat dinikmati masyarakat?

    Panggung hiburan pertama berlokasi di Taman Lapangan Banteng, Bundaran Patung Kuda, Depan Hotel Sari Pan Pasific, Depan Kedubes Jepang, UOB, Dukuh Atas JXB River, Depan Wisma Nugra Santana, Depan Hotel Orient, FX Sudirman dan Depan Panin Bank, Jakarta Pusat. Tersedia pula panggung hiburan di Depan Gedung WTC dan kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan, Pemprov DKI Jakarta juga akan menggelar bazaar UMKM dan late night shopping di sepanjang Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

    Nantinya di bazar ini akan disajikan berbagai aneka kuliner dan snack untuk masyarakat yang menikmati dan menyaksikan hiburan perayaan Tahun Baru di Jakarta. Sedangkan untuk hiburan di perayaan malam Tahun Baru akan disediakan 23 panggung hiburan.

    “Tiga panggung di antaranya dihelat pihak swasta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, serta City Vision dan 20 panggung lainnya dihadirkan Pemprov DKI Jakarta. Semua genre hiburan akan kami hadirkan di Semarak Jakarta Mendunia,” ucap Andhika di Jakarta, Sabtu (28/12/2024).

    Sejumlah panggung hiburan tengah dalam tahap pembangunan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sekitarnya.

    Andhika menyebut Pemprov DKI mengusung konsep ‘Semarak Jakarta Mendunia dalam rangka Menyongsong 5 Abad Jakarta’ untuk menyambut Tahun Baru 2025. “Event malam Tahun Baru filosofinya menyongsong 5 abad Jakarta, Semarak Jakarta Mendunia,” ucapnya.

    (cip)

  • Spesial Tahun Baru 2025, Keliling Jakarta dengan TransJakarta, MRT dan LRT Hanya Rp 1 – Halaman all

    Spesial Tahun Baru 2025, Keliling Jakarta dengan TransJakarta, MRT dan LRT Hanya Rp 1 – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Menyambut pergantian Tahun Baru 2025, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya. 

    Dalam upaya memeriahkan momen spesial ini, Pemprov DKI mengadakan program tarif khusus bagi pengguna transportasi umum di ibu kota.

    Dikutip dari Instagram @dishubdkijakarta, mulai dari tanggal 31 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025, masyarakat dapat menikmati perjalanan menggunakan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta hanya dengan tarif Rp 1.

    Program ini diharapkan dapat mendukung mobilitas warga yang ingin berkeliling menikmati suasana malam pergantian tahun di Jakarta.

    Sementara itu, layanan transportasi lainnya yang sudah memiliki tarif Rp 0, seperti Mikrotrans, Transjakarta Cares, dan beberapa layanan lainnya, tetap berlaku dengan tarif normalnya, yaitu tanpa biaya.

    Jam Operasional MRT Jakarta Diperpanjang pada Malam Tahun Baru 2025

    Diberitakan Tribunnews sebelumnya, dalam rangka menyambut perayaan Tahun Baru 2025, jam operasional Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan diperpanjang hingga pukul 02.00 WIB pada malam pergantian tahun.

    Kebijakan ini berlaku pada Rabu, 1 Januari 2025, untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat yang ingin merayakan malam Tahun Baru di berbagai titik di ibu kota.

    “Untuk operasional, khususnya MRT ya, ini juga akan berlangsung sampai dengan pukul 02.00 WIB,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman, dalam konferensi pers yang berlangsung di Polda Metro Jaya pada Jumat (27/12/2024).

    Mengingat diadakannya malam bebas kendaraan bermotor atau car free night bakal diberlakukan di Jalan Jenderal Sudirman – Muhammad Husni Thamrin, Jakarta mulai Selasa (31/12/2024) pukul 18.00 WIB hingga Rabu (1/1/2025) pukul 01.00 WIB. 

    Pemerintah dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas transportasi umum, seperti MRT Jakarta, selama perayaan Tahun Baru. 

    Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan menciptakan suasana yang lebih tertib di jalanan ibu kota.

    “Nah diharapkan masyarakat yang akan merayakan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin untuk menggunakan angkutan umum,” kata Latif.

    (Tribunnews.com/Farrah)

    Artikel Lain Terkait Tahun Baru 2025

     

  • Kisah Zaini dan Kunjungan Nostalgianya ke Bundaran HI Setelah 40 Tahun…
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 Desember 2024

    Kisah Zaini dan Kunjungan Nostalgianya ke Bundaran HI Setelah 40 Tahun… Megapolitan 28 Desember 2024

    Kisah Zaini dan Kunjungan Nostalgianya ke Bundaran HI Setelah 40 Tahun…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Dengan langkah perlahan, Zaini (75) menyusuri trotoar Jalan MH Thamrin menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/12/2024).
    Pada momen ini, Zaini mengenakan kaus polo berlengan pendek berwarna abu-abu, celana panjang bahan cokelat, sandal jepit cokelat, dan peci berwarna putih.
    Dia menghampiri Kompas.com yang tengah duduk bersila di bawah tenda posko berwarna hijau tua, lalu bertanya di mana keberadaan air mancur
    Bundaran HI
    .
    “Air mancurnya di mana?” tanya Zaini sambil memandang sekeliling.
    Memang pada saat kehadiran Zaini, air mancur di Bundaran HI tidak terlihat.
    Hanya tampak kerangka videotron dan panggung untuk malam pergantian tahun baru 2025.
    Rupanya, Zaini baru satu pekan di Jakarta setelah menempuh perjalanan panjang dari kampung halamannya di Sampang, Madura.
    Dia memang baru memiliki waktu untuk ke Bundaran HI pada Sabtu ini dengan berjalan kaki dari tempat temannya berjualan warung sembako di kawasan Gondangdia.
    Rasa lelah tak menyurutkan rasa penasaran Zaini pada potret Bundaran HI terkini.
    “Biar bisa lihat-lihat. Dekat kok, kalau capek ya duduk dulu,” katanya santai.

    Bagi Zaini, kunjungannya kali ini bukanlah yang pertama, tetapi ada rasa penasaran yang membawanya kembali ke tempat ini setelah lebih dari empat dekade.
    Ingatannya terlempar ke tahun 1980-an, masa ketika ia sempat berkunjung ke Bundaran HI.
    Kala itu, ia datang untuk berniaga kayu dari Kalimantan ke Jawa.
    “Kalau dulu gedungnya belum tinggi-tinggi begini. Sekarang, melihat ke atas saja bikin pusing,” ujarnya seraya tersenyum.
    “Kalau dulu saya dagang kayu, keliling ke Cirebon, Tegal, sampai Jakarta. Dari Madura bawa sapi ke Kalimantan, terus dari Kalimantan bawa kayu ke Jawa,” kenangnya.
    Terlepas dari hal tersebut, Zaini juga penasaran dengan persiapan perayaan tahun baru di Bundaran HI.
    “Panggungnya buat malam tahun baru di mana? Oh di sini ya,” tanyanya sambil menunjuk area sekitar.
    Ia mengamati setiap sudut dengan saksama, seolah ingin merekam semuanya dalam ingatan.
    Menurut rencana, dia memang akan menghadiri perayaan malam tahun baru di Bundaran HI.
    Meskipun usia telah menggerus energinya, semangat Zaini untuk mengenang masa lalu dan menikmati momen sederhana tetap menyala.
    Kenangan Zaini membawanya kembali ke Bundaran HI, tempat yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • MRT Jakarta Beroperasi Sampai Pukul 02.00 WIB di Malam Tahun Baru – Halaman all

    MRT Jakarta Beroperasi Sampai Pukul 02.00 WIB di Malam Tahun Baru – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Jam operasional Mass Rapid Transit (MRT) akan berlangsung hingga pukul 02.00 WIB pada malam tahun baru yakni pada Rabu, 1 Januari 2025.

    “Untuk operasional, khususnya MRT ya, ini juga akan berlangsung sampai dengan pukul 02.00 WIB,”  kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman, di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12/2024). 

    Untuk jam operasional bus Transjakarta masih situasional mengingat Jalan Sudirman-Thamrin bakal ditutup untuk perayaan malam pergantian tahun 2025. 

    Malam bebas kendaraan bermotor atau car free night bakal diberlakukan di Jalan Jenderal Sudirman – Muhammad Husni Thamrin, Jakarta mulai Selasa (31/12/2024) pukul 18.00 WIB hingga Rabu (1/1/2025) pukul 01.00 WIB. 

    Kebijakan ini diterapkan karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengadakan sejumlah kegiatan untuk menyambut tahun baru 2025.

    “Nah diharapkan masyarakat yang akan merayakan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin untuk menggunakan angkutan umum,” ucap Latif. 

    Hanya saja, sejumlah kantong parkir juga akan tersedia untuk masyarakat yang datang menggunakan kendaraan pribadi. 

    “Seperti di Partik Timur (Senayan), IRTI (Monas), dan beberapa lokasi tempat hotel maupun tempat seperti mal Plaza Indonesia atau Grand Indonesia, akan disediakan untuk tempat parkir,” pungkasnya.

    Sumber: Kontan

     

  • Kaleidoskop 2024: Jejak Harun Masiku Hingga Sekjen PDIP Hasto Jadi Tersangka KPK, Ada Perintangan – Halaman all

    Kaleidoskop 2024: Jejak Harun Masiku Hingga Sekjen PDIP Hasto Jadi Tersangka KPK, Ada Perintangan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sepanjang 2024, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya memburu buronan kasus suap Harun Masiku.

    Keberadaan mantan politikus PDIP tersebut terus ditelusuri dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk mendatangi tempat-tempat yang diduga menjadi persembunyian Harun Masiku.

    Bahkan, KPK pun mendalami keberadaan buronan yang telah berstatus tersangka sejak 2020 silam tersebut di luar negeri.

    Harun Masiku merupakan tersangka dugaan suap penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

    Kasus tersebut terbongkar melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada awal Januari 2020 lalu.

    Ada 3 orang yang sudah divonis dan menjalani hukuman dalam kasus tersebut di antaranya eks Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan.

    Saat ini, Wahyu telah menjalani proses hukum.

    Ia divonis pidana tujuh tahun penjara dan telah mendapat Pembebasan Bersyarat sejak 6 Oktober 2023.

    Selanjutnya, Agustiani Tio Fridelina juga telah menjalani proses hukum.

    Mantan anggota Bawaslu RI tersebut divonis dengan pidana empat tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider empat bulan kurungan.

    Selanjutnya, Saeful Bahri yang merupakan eks kader PDIP yang merupakan anak buah dan orang kepercayaan Hasto sebelumnya.

    Saeful pun sudah menjalani hukuman setelah divonis pidana 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider empat bulan kurungan.

    Di akhir 2024 ini, tepatnya Selasa 24 Desember 2024, KPK pun mengumumkan dua tersangka baru dalam kasus tersebut yakni Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan orang kepercayaan Hasto, Donny Tri Istiqomah.

    Hasto ditetapkan menjadi tersangka suap dan perintangan penyidikan terkait kasus Harun Masiku.

    Bagaimana jejak kasus Harun Masiku di 2024 hingga Hasto Kristiyanto menjadi tersangka, berikut ulasannya:

    KPK Cium Adanya Perintangan Penyidikan Kasus Harun Masiku

    Sejak Mei 2024, KPK mulai getol mencari keberadaan Harun Masiku lewat pemeriksaan saksi.

    KPK mulai mengendus adanya obstruction of justice atau perintangan penyidikan dalam mengusut kasus Harun Masiku.

    Pada akhir Mei 2024, diketahui KPK memeriksa 2 saksi yakni seorang mahasiswa bernama Hugo Ganda dan seorang pengacara bernama Simoen Petrus.

    Pemeriksaan keduanya dilakukan pada Jumat, 31 Mei 2024.

    Ali Fikri selaku Kabag Pemberitaan KPK saat itu mengungkap pemeriksaan terhadap kedua saksi dalam rangka mengulik soal adanya dugaan pihak-pihak yang melindungi Harun Masiku.

    “Juga soal dugaan adanya pihak tertentu yang melindungi tersangka dimaksud sehingga menghambat proses pencarian dari tim penyidik,” kata Ali saat itu.

    Kemudian pada awal 10 Juni 2024, KPK pun menjadwalkan memeriksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

    Tim penyidik KPK memanggil Hasto untuk mengonfirmasi informasi baru mengenai dugaan keberadaan Harun Masiku.

    Hasto datang memenuhi panggilan KPK saat itu. Ia diperiksa selama 1,5 jam di Gedung Merah Putih KPK.

    Handphone Hasto dan Kusnadi Disita KPK

    Ketika Hasto menjalani pemeriksaan, penyidik KPK pun menyita handphone, catatan, dan agenda milik Hasto Kristiyanto.

    Ketiga barang itu disita KPK melalui staf Hasto bernama Kusnadi yang dipanggil penyidik KPK ke lantai 2 ruang pemeriksaan.

    Bukan hanya itu, buku tabungan serta ponsel milik Kusnadi pun turut disita.

    Staf Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Kusnadi.

    “Dalam pemeriksaannya, penyidik menanyakan keberadaan alat komunikasi milik saksi H (Hasto). Saksi menjawab bahwa alat komunikasi ada di stafnya,” kata Tim Juru Bicara KPK saat itu, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2024).

    “Penyidik meminta staf dari saksi H dipanggil, dan setelan dipanggil, penyidik menyita barang bukti berupa elektronik (HP), catatan dan agenda milik saksi H,” imbuhnya.

    Budi menjelaskan, penyitaan terhadap ponsel dan dua barang lainnya milik Hasto merupakan kebutuhan penyidikan.

    Barang itu akan menjadi alat bukti dalam pembuktian perkara tindak pidana korupsi.

    “Penyitaan HP milik Saudara H adalah bagian dari kewenangan penyidik dalam rangka mencari bukti-bukti terjadinya peristiwa tipikor dimaksud,” jelas Budi.

    Setelah penyitaan handphone tersebut, Hasto pun melaporkan 3 penyidik KPK, Rossa Purbo Bekti, Rahmat Prasetyo, dan M Denny Arief ke Dewan Pengawas (Dewas KPK) dan Komnas HAM.

    Di tengah polemik penyitaan barang milik Hasto, KPK pun memanggil Kusnadi, untuk diperiksa sebagai saksi pada Kamis, 13 Juni 2024.

    Bukannya datang ke KPK, Kusnadi justru menyambangi Bareskrim Polri untuk membuat laporan terhadap penyidik KPK.

    Namun, laporan tersebut ditolak Bareskrim Polri.

    Bahkan Kusnadi pun meminta perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

    Geledah Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah

    KPK pun semakin kencang mengusut kasus Harun Masiku dengan melakukan penggeledahan di rumah Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Rabu 3 Juli 2024.

    Tim penyidik KPK disebut menyita empat handphone dari penggeledahan di rumah Donny Tri Istiqomah.

    Donny Tri Istiqomah (Tribunnews.com/Ilham)

    Dua handphone di antaranya milik istri Donny.

    Tak tinggal diam, tim hukum DPP PDIP pun kembali melaporkan Penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK pada Selasa 9 Juli 2024.

    Tak hanya itu, pihak staf Hasto, Kusnadi pun melaporkan AKBP Rossa Purbo Bekti ke Propam Polri.

    Dugaan Perintangan Penyidikan Makin Menguat

    Tak patah arang, penyidik KPK pun kembali melakukan pemeriksaan saksi terkait Harun Masiku.

    Penyidik KPK memeriksa Dona Berisa (DB), istri dari Saeful Bahri, eks terpidana kasus harun Masiku.

    Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis 18 Juli 2024.

    Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan penyidik memeriksa Dona untuk diselisik soal pengetahuannya tentang keberadaan Harun Masiku dan dugaan obstruction of justice (OOJ).

    “Terkait OOJ sebagaimana yang sudah disampaikan, jadi penyidik membuka kemungkinan tersebut diduga dari hasil pemeriksaan saksi terakhir ada upaya-upaya tersebut (perintangan penyidikan),” kata Tessa. Jumat (19/7/2024).

    “Saksi terakhir atas nama dengan inisial DB,” sambungnya.

    Pada 23 Juli 2024, KPK pun mengumumkan pencegahan terhadap 5 orang dalam kasus tersebut.

    Lima orang yang dicegah KPK bepergian ke luar negeri tersebut di antaranya yaitu Kusnadi, staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto; Dona Berisa, istri eks kader PDIP Saeful Bahri; serta tiga Tim Advokat PDIP, Simeon Petrus, Yanuar Prawira Wasesa, dan Donny Tri Istiqomah.

    Pada 29 Juli 2024, KPK pun memeriksa eks Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan sebagai saksi kasus Harun Masiku.

    Selanjutnya, pada 30 Juli 2024, KPK memeriksa mantan kader PDIP Saeful Bahri dan pada 5 Agustus 2024 KPK memeriksa caleg DPR RI 2019 Dapil Kalimantan Barat, Alexius Akim.

    Kasus Alexius Akim mirip dengan Harun Masiku.

    Pada tahun 2019, Alexius Akim maju sebagai caleg DPR dari PDIP.

    Alexius diketahui harusnya menjadi anggota DPR dari PDIP untuk daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat I.

    Namun, posisinya tergeser politikus PDIP lainnya, Maria Lestari.

    Hal itu serupa dengan perkara Harun Masiku yang melibatkan Riezky Amalia untuk dapil Sumatera Selatan I.

    Jejak Harun Masiku Dari Mobil Hingga Foto Terbaru

    KPK menemukan mobil Harun Masiku terparkir di Thamrin Residence, Jakarta pada 25 Juni 2024.

    Namun, temuan tersebut baru ramai diberitakan media pada awal September 2024.

    Mobil Toyota Camry tipe V bermesin 2.400 cc diduga milik Harun Masiku bernomor polisi B 8351 WB dengan masa pakai yang sudah habis di tahun 2021.

    Ketua KPK saat itu, Nawawi mengungkapkan tim penyidik KPK menemukan mobil yang digunakan Harun Masiku terparkir selama bertahun-tahun.

    Mobil Toyota Camry diduga milik buronan Harun Masiku yang ditemukan KPK pada 25 Juni 2024 di Thamrin Residence, Jakarta. (istimewa)

    “Apa yang kita temukan yang di apa tadi, kemarin dapat mobil-mobil yang dia parkir bertahun-tahun. Itu saja mungkin yang didapat,” kata Nawawi.

    Sementara, Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu menyebut, mobil yang dipergunakan Harun Masiku ditemukan di Thamrin Residence, Jakarta pada 25 Juni 2024 lalu.

    Mobil tersebut terparkir di lokasi itu sekira dua tahun.

    “Sudah terparkir selama dua tahun,” kata dia.

    Asep menambahkan bahwa di dalam mobil tersebut juga ditemukan dokumen penting terkait Harun Masiku.

    “Di mobil tersebut ditemukan dokumen terkait HM (Harun Masiku),” ujar Asep.

    Dalam rangka memburu Harun Masiku, KPK pun melakukan penyadapan terhadap sejumlah nomor telepon.

    Sayangnya komisi antikorupsi enggan mengungkap nomor telepon yang sudah disadap.

    “Aduh nanti kalau saya kasih tahu nanti keburu ganti nomor orangnya. Adalah pokoknya kita melakukan segala, apa namanya, upaya untuk segera menemukan saudara Harun Masiku,” kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu kepada wartawan dikutip Kamis (19/9/2024).

    Di sisi lain, Asep mengimbau Harun Masiku agar segera menyerahkan diri.

    Selain itu apabila ada masyarakat yang mengetahui keberadaan Harun Masiku, supaya bisa melaporkannya ke KPK.

    “Supaya kami bisa selesai. Ngapain juga Harun Masiku itu harus apa namanya, melambat -lambatkan juga, mungkin kalau dulu masuk ya sudah selesai, sekarang itu sudah menjadi bebas. manusia bebas lagi,” kata Asep.

    Selain itu, KPK pun membarui informasi mengenai Daftar Pencarian Orang (DPO) Harun Masiku.

    Dalam informasi terdahulu, KPK hanya memajang satu foto Harun Masiku dalam warna monokrom. 

    KPK merilis informasi terbaru mengenai DPO eks caleg PDIP Harun Masiku. (ist)

    Kini KPK memasang empat foto Harun Masiku dan semuanya berwarna.

    “DPO tersebut merupakan update atas DPO yang diterbitkan awal tahun 2020,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto dalam keterangannya, Jumat (6/12/2024).

    Dalam lampiran terbaru DPO Harun Masiku, tertulis Harun lahir di Ujung Pandang, 21 Maret 1971, berjenis kelamin laki-laki, dan berkewarganegaraan Indonesia.

    Harun Masiku disebut beralamat di JI. Limo Komp. Aneka Tambang IVi8, RT. 8 RW. 2, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pekerjaan tertulis sebagai wiraswasta.

    Selain beralamat di Jakarta, Harun Masiku juga memiliki tempat tinggal di Sulawesi Selatan.

    Di rumah itu tinggal istrinya.

    Istrinya tinggal di Perumahan Bajeng Permai, Kecamatan Bajeng. Jaraknya 21 kilometer dari Kota Makassar.

    Yasonna Laoly Diperiksa KPK 

    KPK diketahui memeriksa mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly pada Rabu 18 Desember 2024.

    Mantan Menkumham Yasonna H Laoly telah diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (18/12/2024). 

    Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) yang melibatkan mantan kader PDIP, Harun Masiku. 

    Yasonna H Laoly saat hendak menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/12/2024).

    Yasonna menyatakan bahwa kehadirannya di KPK adalah dalam peran atau kapasitasnya sebagai Ketua DPP PDIP dan mantan Menteri Hukum dan HAM.

    Kapasitasnya sebagai Ketua DPP, ia mengaku menerima sejumlah pertanyaan dari penyidik mengenai permintaan fatwa yang diajukan kepada Mahkamah Agung (MA).

    “Kapasitas saya sebagai Ketua DPP. Ada surat saya kirim ke Mahkamah Agung untuk permintaan fatwa. Fatwa tentang Putusan Mahkamah Agung Nomor 57 P/HUM/2019,” ungkapnya. 

    Ia menjelaskan bahwa surat dari DPP PDIP yang dikirimkan kepada MA bertujuan untuk menyelesaikan perbedaan tafsiran terkait penetapan calon legislatif yang telah meninggal pada Pemilu 2019.

    Menurutnya, MA telah membalas surat tersebut dengan memberikan pertimbangan hukum terkait diskresi partai dalam menetapkan calon terpilih. 

    “Mahkamah Agung membalas fatwa tersebut sesuai dengan pertimbangan hukum supaya ada pertimbangan hukum tentang diskresi partai dalam menetapkan calon terpilih,” ujarnya.

    Sementara itu, dalam perannya sebagai mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna mengaku dicecar KPK soal perlintasan Harun Masiku selama jadi buron. 

    “Kedua, kapasitas saya sebagai seorang menteri. Saya menyerahkan tentang perlintasan Harun Masiku.” 

    “Penyidik sangat profesional menanyakan posisi saya sebagai Ketua DPP, posisi saya sebagai Menteri Hukum dan HAM mengenai perlintasan Harun Masiku,” ucap Yasonna.

    KPK Umumkan Hasto Kristiyanto Tersangka

    KPK pun mengumumkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka kasus suap dan perintangan penyidikan perkara Harun Masiku.

    Hasto dijerat dengan Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Selain dijerat dengan pasal perintangan penyidikan, Hasto juga dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b dan Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

    Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkap peran Hasto kristiyanto dalam kasus suap penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

    Ketua KPK Setyo Budiyanto saat mengumumkan penetapan tersangka Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/12/2024). (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

    Menurut Setyo, uang suap yang diberikan Harun Masiku kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, sebagian duitnya berasal dari Hasto.

    “Dari proses pengembangan penyidikan, ditemukan bukti petunjuk bahwa sebagian uang yang digunakan untuk menyuap Saudara Wahyu berasal dari Saudara HK (Hasto),” kata Setyo dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2024).

    Sementara itu, dalam kasus perintangan penyidikan, Hasto meminta Harun untuk merendam handphone (HP) dan melarikan diri. Peristiwa itu terjadi pada 8 Januari 2020. 

    Di hari itu, KPK sedang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan dua orang lainnya.

    “Pada tanggal 8 Januari 2020 pada saat proses tangkap tangan KPK, Saudara HK memerintahkan Nur Hasan (penjaga rumah aspirasi JI. Sutan Syahrir Nomor 12 A yang biasa digunakan sebagai kantor oleh Saudara HK) untuk menelepon Harun Masiku supaya merendam HP-nya dalam air dan segera melarikan diri,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto

    Empat tahun kemudian, tepatnya pada 6 Juni 2024, kata Setyo, sebelum Hasto diperiksa sebagai saksi dalam kasus Harun Masiku, Hasto memerintahkan Kusnadi selaku stafnya untuk menenggelamkan HP yang dalam penguasaan Kusnadi agar tidak ditemukan KPK.

    Selain itu, Hasto juga disebut KPK mengumpulkan beberapa saksi terkait dengan perkara Harun Masiku dan mengarahkan agar saksi tidak memberikan keterangan yang sebenarnya.
     
    “Atas perbuatan Saudara HK tersebut KPK mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin.Dik/ 152/DIK.00/01/12/2024, tanggal 23 Desember 2024 dengan uraian penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka Hasto Kristiyanto dan kawan kawan yaitu dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penetapan anggota DPR RI terpilih 2019–2024 yang dilakukan oleh tersangka Harun Masiku,” kata Setyo.

    Tak sendiri, Hasto ditetapkan menjadi tersangka bersama orang kepercayaan Hasto, Donny Tri Istiqomah.

    Kini KPK pun telah mencegah Hasto dan Donny bepergian ke luar negeri.

    Bukan hanya Hasto dan Donny, KPk pun turut mencegah eks Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly.

    “Tindakan larangan bepergian ke luar negeri tersebut dilakukan penyidik karena keberadaan yang bersangkutan di wilayah Indonesia dibutuhkan dalam rangka proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi sebagaimana tersebut. Keputusan ini berlaku untuk enam bulan,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto dalam keterangannya, Rabu (25/12/2024).

    (Tribunnews.com/ ilham/ abdi)

  • DKI sepekan, pengamanan Nataru hingga penetapan cagub-cawagub DKI

    DKI sepekan, pengamanan Nataru hingga penetapan cagub-cawagub DKI

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa penting dan menarik terjadi selama sepekan di wilayah DKI Jakarta mulai dari Pemprov DKI Jakarta siap bersinergi mengamankan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 hingga pemberlakuan “Car Free Night” atau Malam Bebas Kendaraan Bermotor di sejumlah ruas jalan di Jakarta saat malam Tahun Baru 2025.

    Berikut rangkuman beritanya:

    1. Pemprov DKI siap bersinergi amankan Natal dan Tahun Baru 2025

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan para pihak, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) guna mengantisipasi lonjakan kunjungan wisata saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

    “Kami, tadi juga sudah rapim (Rapat Pimpinan) OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemprov DKI Jakarta. Kami sudah menyiapkan dan mensinergikan semuanya terkait bagaimana dari sisi pengamanan,” kata Penjabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta Teguh Setyabudi di Jakarta, Senin (23/12).

    Baca selengkapnya di sini

    2. Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Jakarta awal Januari

    Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menyatakan penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Pilkada Serentak 2024 akan dilaksanakan pada awal Januari 2025 setelah menerima Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi.

    “Sesuai jadwal MK akan menyampaikan BRPK pada 3 Januari 2025,” kata Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi DKI Jakarta Fahmi Zikrillah di Jakarta, Selasa (24/12).

    Baca selengkapnya di sini

    3. Teguh nyatakan perayaan Natal di Jakarta berlangsung kondusif

    Jakarta (ANTARA) – Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menyatakan perayaan Natal 2024 di Jakarta berlangsung kondusif seiring terjaganya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    “Insyaallah suasananya kondusif, kamtibmas terjaga, mudah-mudahan seterusnya,” ujar Teguh di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/12).

    Baca selengkapnya di sini

    4. Libur Nataru, Wakapolda Metro Jaya tinjau pengamanan di TMII

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy bersama Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly meninjau pengamanan liburan Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di objek wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Kamis.

    Wakapolda Metro Jaya dan Kapolres Metro Jaktim yang didampingi oleh Direktur Operasional TMII Arie Prasetyo meninjau lokasi pos pengamanan bersama yang berada di TMII.

    Baca selengkapnya di sini

    5. Malam Tahun Baru 2025, Polda Metro Jaya berlakukan “Car Free Night”

    Jakarta (ANTARA) – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bakal memberlakukan “Car Free Night” atau Malam Bebas Kendaraan Bermotor di sejumlah ruas jalan di Jakarta saat malam Tahun Baru 2025.

    “Nanti pada tanggal 31 Desember dan malam tanggal 1 Januari khususnya jalur Sudirman-Thamrin kita akan lakukan ‘Car Free Night’ (CFN), yaitu penutupan seperti pada saat ‘Car Free Day’ (CFD),” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Latif Usman saat ditemui di Jakarta, Jumat.

    Baca selengkapnya di sini

    Pewarta: Syaiful Hakim
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2024

  • Ini Jalan Tol Pertama di Indonesia, Begini Asal-usulnya

    Ini Jalan Tol Pertama di Indonesia, Begini Asal-usulnya

    Jakarta

    Siapa yang tak tahu jalan tol Jagorawi? Buat yang suka bolak balik Jakarta, Cibubur, Citeureup, Bogor hingga Ciawi pasti pernah melewati jalan tol tersebut. Tapi, tahukah kamu, jalan tol Jagorawi ternyata adalah jalan tol yang pertama dibangun di Indonesia?

    Jalan tol Jagorawi diresmikan sejak 9 Maret 1978 lalu oleh Presiden Soeharto. Pembangunan jalan tol sepanjang lebih kurang 50 kilometer ini memakan waktu lima tahun dengan biaya sebesar Rp 16 miliar. Lalu, seperti apa sejarah pembangunan jalan tol pertama di Indonesia tersebut?

    Wacana pembangunan jalan tol ini sebenarnya bukan murni ide dari Soeharto maupun rezim Orde Baru. Melainkan, digagas oleh Wali Kota (setingkat Gubernur) Jakarta Periode 1953-1960, Raden Soediro. Soediro waktu itu mengusulkan adanya jalan berbayar agar pemerintah daerah Kotapraja Jakarta mendapatkan dana tambahan. Lantaran saat itu, anggaran pemerintah daerah Kotapraja Jakarta mulai menipis pasca pembangunan Jalan Soedirman dan M.H. Thamrin.

    Akhirnya, pada 1955, Soediro bersama Badan Pemerintah Harian Kotapraja Jakarta mengusulkan pembangunan jalan tol ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara (DPRDS). Namun, usulan Sudiro ditolak oleh anggota dewan. Alasannya beragam, ada yang menganggap jalan tol justru bisa menghambat kelancaran lalu lintas, yang lainnya menilai penarikan tarif tol merupakan kebijakan yang berpotensi menimbulkan konflik, sebab pola itu dianggap kuno seperti yang pernah diterapkan di masa kolonial Belanda.

    Pada 1970, kondisi lalu lintas di Jakarta macet karena semakin bertambahnya jumlah kendaraan. Pada tahun itu, tercatat ada 222.000 kendaraan. Akhirnya, usulan Sudiro untuk membangun jalan tol akhirnya dipertimbangkan.

    Menteri PUT Sutami, pada 9 Januari 1970, mengusulkan pembangunan Djakarta By Pass dari Cililitan-Ciawi sepanjang 50 kilometer kepada Presiden Soeharto di Istana Merdeka. Pada 1973, tak lama setelah Soeharto ditetapkan MPR sebagai Presiden RI untuk periode keduanya, mega proyek jalan tol pertama ini pun dimulai pembangunannya.

    Awalnya, jalan ini sebenarnya direncanakan memiliki dua fungsi, yakni untuk sipil dan militer. Selain dimanfaatkan sebagai jalan raya pada umumnya, jalan ini juga akan digunakan sebagai landing-strip darurat bagi pesawat-pesawat tempur jika sewaktu-waktu terjadi perang. Maka, dilihat dari fungsi awalnya, pembangunan jalan Jakarta-Bogor ini bukan dimaksudkan sebagai jalan bebas hambatan dan tidak dikenakan biaya sama sekali (pada masa uji coba).

    Namun, setelah pembangunan jalan selesai, Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) saat itu, Sutami mengusulkan agar jalan ini dijadikan tol berbayar dengan tujuan yang serupa dengan Soediro. Tujuannya untuk membiayai pengoperasian dan pemeliharaan tanpa membebani anggaran pemerintah pusat. Usulan itu pun diterima Soeharto.

    Selanjutnya, Presiden Soeharto meresmikan jalan tol Jagorawi pada 1978. Untuk pengelolaannya, per 25 Februari 1978, pemerintah mengeluarkan PP Nomor 4/1978 tentang Penyertaan Modal Negara RI untuk pendirian persero yang mengurusi dan mengelola infrastruktur jalan raya. Tak lama setelah itu, tepatnya per 1 Maret 1978, terbentuklah PT Jasa Marga untuk mengelola tol pertama Indonesia tersebut. Saat itu, Jasa Marga langsung menerima guyuran dana kurang lebih Rp 2 miliar.

    Setelah diresmikan, tarif jalan tol mulai berlaku. Tarifnya, Rp 13/km untuk mobil sedan dan sejenisnya. Sementara, untuk truk dan sejenisnya Jasa Marga menerapkan tarif Rp 20/km.

    Hasil yang didapatkan dari retribusi ini digunakan untuk biaya perawatan jalan tol. Setelah proyek tol Jagorawi, pemerintah melanjutkan pembangunan tol lainnya, yaitu Jakarta-Merak pada 1984. Hingga 2016, panjang tol yang sudah beroperasi di Indonesia tercatat mencapai 984 kilometer. Panjang itu belum termasuk ratusan kilometer lainnya untuk ruas-ruas jalan tol baru yang sedang digenjot pada masa pemerintahan Joko Widodo.

    (fdl/fdl)

  • DKI siapkan personel untuk tangani sampah di momen Tahun Baru 2025

    DKI siapkan personel untuk tangani sampah di momen Tahun Baru 2025

    Arsip foto – Warga duduk di atas rumput di Monas, Jakarta, pada Tahun Baru 2024, Senin (1/1/2024). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc

    DKI siapkan personel untuk tangani sampah di momen Tahun Baru 2025
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Jumat, 27 Desember 2024 – 16:13 WIB

    Elshinta.com – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah mempersiapkan ribuan personel guna melakukan penanganan sampah pada perayaan Tahun Baru 2025.

    Menurut data yang disampaikan Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan di Jakarta , Jumat, sebanyak 100 petugas kebersihan, 2 unit mobil penyapu jalan dan 3 unit truk organik disiapkan untuk menangani sampah di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

    Kemudian 100 petugas kebersihan, 3 unit mobil penyapu jalan, 4 truk organik dan 3 unit bus toilet disiapkan untuk “Jakarta Light Festival” (JLF) di Kota Tua, Jakarta Barat. Lalu di acara “Semarak Dekade” Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, disiapkan 100 petugas kebersihan, 2 unit mobil penyapu jalan, 3 unit truk anorganik dan 2 unit bus toilet.

    Sedangkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) disiapkan 100 orang petugas kebersihan, 2 unit mobil penyapu jalan, dan 3 unit truk anorganik. Tak hanya itu, DLH DKI Jakarta juga menyiapkan personel kebersihan di tiap-tiap wilayah. Di Jakarta Utara dan Jakarta Timur disiapkan 300 petugas kebersihan, 5 unit truk anorganik, 300 buah kantong plastik, 6 unit mobil penyapu jalan dan 2 unit bus toilet.

    Di Jakarta Selatan, disediakan 400 petugas kebersihan, 5 unit truk anorganik, 400 buah kantong plastik, 7 unit mobil penyapu jalan dan 4 unit bus toilet. Di Jakarta Pusat, disediakan 300 petugas kebersihan, 4 unit truk anorganik, 300 buah kantong plastik, 10 unit mobil penyapu jalan yang akan ditempatkan di Monas dan Jalan MH Thamrin serta 5 unit bus toilet.

    Lalu di Jakarta Barat disediakan 300 petugas kebersihan, 5 unit truk anorganik, 300 buah kantong plastik, 7 unit mobil penyapu jalan dan 3 unit bus toilet. Untuk Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPSBA), DLH DKI Jakarta menyiapkan 500 petugas kebersihan, 5 unit truk typer, 5 unit mobil lintas dan 500 kantong plastik.

    Sumber : Antara

  • KPK ungkap Alasan Periksa 2 Anggota Komisi XI DPR di Kasus CSR BI

    KPK ungkap Alasan Periksa 2 Anggota Komisi XI DPR di Kasus CSR BI

    Bisnis.com, JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 2 anggota Komisi XI DPR terkait kasus dana corporate social responsibility atau CSR Bank Indonesia (BI).

    Juru bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto mengungkapkan bahwa dua anggota Komisi XI DPR tersebut antara lain, HG dan ST. “Pemeriksaan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jalan Kuningan Persada Kav. 4, Setiabudi, Jakarta Selatan atas nama HG dan ST,” kata Tessa dilansir dari Antara.

    Menurut informasi yang dihimpun, kedua anggota DPR RI tersebut bernama Heri Gunawan (HG) dan Satori (ST). Sejauh ini pihak KPK belum memberikan keterangan soal mengapa kedua legislator tersebut diperiksa oleh penyidik terkait dengan penyidikan dugaan korupsi dana CSR BI.

    Kedua legislator tersebut juga telah hadir memenuhi panggilan penyidik KPK, Heri Gunawan mulai diperiksa pukul 12.56 WIB, sedangkan Satori mulai diperiksa pukul 13.19 WIB.

    Untuk diketahui, KPK saat ini tengah menggelar penyidikan soal dugaan korupsi dalam penyaluran dana CSR Bank Indonesia.

    Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di dua lokasi yang diduga menyimpan alat bukti terkait dengan perkara tersebut. Dua lokasi tersebut adalah Gedung Bank Indonesia (BI) di Thamrin, Jakarta Pusat pada hari Senin (16/12) dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang digeledah pada hari Kamis (19/12).

    “Dari dua kegiatan tersebut, penyidik telah menemukan dan menyita barang bukti elektronik serta beberapa dokumen dalam bentuk surat,” ujar Tessa.

    Tessa menerangkan bahwa penyidik selanjutnya akan memanggil pihak-pihak yang terkait untuk dimintai keterangan sebagai saksi dan dikonfirmasi soal berbagai barang bukti yang ditemukan penyidik.

    “Jadi, akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk mengklarifikasi barang bukti yang sudah dilakukan penyitaan tersebut maupun keterangan-keterangan lain yang perlu diperdalam,” ujarnya.