Tag: Thamrin

  • Ini Titik Kemacetan Arteri, Tol dan Pasar Tumpah di Jatim Selama Libur Nataru 2026

    Ini Titik Kemacetan Arteri, Tol dan Pasar Tumpah di Jatim Selama Libur Nataru 2026

    Surabaya (beritajatim.com) – Dishub Provinsi Jatim memberikan peringatan kepada masyarakat yang akan menikmati libur Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dan sedang melakukan perjalanan ke luar kota di Jatim.

    Dishub menampilkan sejumlah titik rawan kemacetan baik di jalur arteri maupun di jalur tol dan pasar tumpah. Ada puluhan potensi titik kemacetan di Jawa Timur.

    “Kami harap masyarakat pengguna jalan lebih berhati-hati. Titik kemacetan sudah kami petakan, ada yang di jalur arteri maupun di jalur tol. Termasuk kemacetan akibat pasar tumpah,” kata Kabid Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jatim, Ainur Rofiq di kantornya, Selasa (23/12/2025).

    Berikut Titik kemacetan di Jalan Arteri

    – Kota Surabaya
    1. Exit Tol Warugunung
    2. Jalan Ir Soekarno MERR
    3. Jalan Rolak Gunungsari

    – Sidoarjo
    1. By Pass Krian
    2. Jalan Raya Sepanjang
    3. Simpang 3 Medaeng

    – Gresik
    1. Exit Manyar-Gresik-Tuban (jalur Pantura)
    2. Ruas Duduk Sampeyan
    3. Jalan Pegaden (Tugu Manyar sampai dengan Sp3 Tol Manyar)

    – Kabupaten Mojokerto
    1. Simpang 4 Kenanten
    2. Jalan Raya Mojoagung

    – Jombang
    1. Exit Tol Bandar
    2. Perlintasan Sebidang Bandar

    – Kabupaten Madiun
    1. Jalan Raya Madiun-Surabaya

    Kabid Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jatim, Ainur Rofiq

    – Kota Batu
    1. Jalan Ir Soekarno
    2. Jalan Pattimura
    3. Simpang Pendem

    – Kota Malang
    1. Jalan Raya Tlogomas
    2. Jalan Panji Suroso
    3. Jalan Kolonel Sugiono

    – Kabupaten Malang
    1. Pasar Lawang
    2. Simpang 3 Karang Ploso
    3. Jalan Raya Karanglo
    4. Jalan Raya Bululawang

    – Lumajang
    1. Ruas Probolinggo-Lumajang

    – Banyuwangi
    1. Pasar Ketapang

    – Sampang
    1. Batas Kota Sampang-Batas Pamekasan

    Lokasi Rawan Kemacetan di Jalan Tol

    1. Exit Tol Bandar
    2. Exit Tol Pandaan
    3. Gate Tol Singosari
    4. KM 12/Jembatan Gunung Sari Tol Surabaya-Gempol
    5. Gate Tol Sidoarjo II
    6. Gate Tol Japanan Utama
    7. KM 763 Tol Porong-Sidoarjo

    Lokasi Rawan Kemacetan Akibat Pasar Tumpah

    1. Pasar Tanah Merah, Jalan Tanah Merah Bangkalan
    2. Pasar Blega, Jalan Raya Desa Blega Bangkalan
    3. Pasar Galis, Jalan Raya Galis Bangkalan
    4. Pasar Ikan Camplong, Jalan Raya Tanjung, Kecamatan Camplong Sampang
    5. Pasar Wonokromo, Jalan Stasiun Wonokromo Surabaya
    6. Jalan Pasar Kembang, Surabaya
    7. Jalan Genteng Besar, Surabaya
    8. Jalan Pasar Krian, Sidoarjo
    9. Jalan Pasar Duduk Sampeyan, Gresik
    10. Pasar Babat, Jalan Raya Banaran Lamongan
    11. Pasar Bagor, Jalan Raya Nganjuk KM 5-7 Kecamatan Bagor, Nganjuk
    12. Pasar Lawang, Jalan Raya Thamrin, Kabupaten Malang
    13. Pasar Singosari, Jalan Raya Singosari, Kabupaten Malang
    14. Pasar Ranuyoso, Jalan Raya Ranuyoso Kecamatan Ranuyoso Lumajang
    15. Pasar Klakah, Kecamatan Klakah, Lumajang. (tok)

  • Pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota Dikebut, Cek Progresnya

    Pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota Dikebut, Cek Progresnya

    Bisnis.com, JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah mengakselerasi pembangunan MRT Fase 2A yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota.

    Presiden Direktur PT MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan, MRT Fase 2A membentang sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

    “Secara keseluruhan, progres yang sudah kami lakukan sekarang itu mencapai 55%, dan untuk Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas akan kami selesaikan di tahun 2026,” ujar Tuhiyat di acara Transit-Oriented Development Forum di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

    Adapun, proyek MRT Jakarta Fase 2A terbagi ke dalam dua segmen. Segmen pertama Bundaran HI–Harmoni ditargetkan rampung pada 2027, sedangkan segmen kedua Harmoni–Kota ditargetkan selesai pada 2029. 

    Pembangunan MRT Fase 2A tersebut menelan biaya sekitar Rp25,3 triliun yang bersumber dari pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

    Sementara itu, proyek MRT Jakarta Fase 2B yang direncanakan melanjutkan jalur dari Kota hingga Depo Ancol Barat masih berada dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).

    Perlu diketahui, Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2 membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari Bundaran HI hingga Ancol Barat. Fase ini merupakan kelanjutan koridor utara–selatan fase 1 yang telah beroperasi sejak 2019, menghubungkan Lebak Bulus dengan Bundaran HI.

    Dengan beroperasinya MRT fase 2, total panjang jalur utara–selatan MRT Jakarta akan mencapai sekitar 27,8 kilometer. Adapun waktu tempuh perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus Grab hingga Stasiun Kota diperkirakan sekitar 45 menit.

    Tuhiyat mengatakan, jumlah penumpang MRT fase 1 terus mengalami kenaikan dari sekitar 70.000 penumpang per hari pada 2019, hingga mencapai 126.000 per hari pada 2025.

    “Kami akan coba upayakan untuk mendorong terus ridership [angka keterangkutan] mencapai 137.000 sampai 140.000 penumpang per hari pada tahun 2026,” pungkasnya.

  • Pramono Larang Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru, Sarinah Thamrin: Kami Ikuti Aturan

    Pramono Larang Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru, Sarinah Thamrin: Kami Ikuti Aturan

    JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang melarang pesta kembang api pada malam perayaan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini berlaku untuk semua kegiatan yang memerlukan perizinan baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta.

    Merespons SE tersebut, PT Sarinah memastikan akan menaati ketentuan perayaan malam tahun baru yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

    Direktur Utama Sarinah, Raisha Syarfuan mengatakan Sarinah tidak ada merayakan malam pergantian tahun menuju 2026 dengan megah. Termasuk dengan tidak mengadakan pesta kembang api.

    Langkah ini diambil Sarinah, sambung Raisha, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) yang tengah menghadapi musibah bencana alam.

    “Kami mempunyai acara yang jauh lebih hikmat, acara yang jauh lebih inklusif. Makanya dari perayaan kami nanti sudah dipastikan kami mengikuti aturan, karena juga ada dari holding untuk tidak merayakannya secara berlebihan,” kata Raisha dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 22 Desember.

    Raisha mengatakan pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) kali ini, Sarinah mengusung tema ‘Hadiah Penuh Rasa dari Karya Penuh Cinta’, Sarinah menghadirkan Ulos sebagai elemen visual utama Natal 2025.

    Dimana dalam tradisi masyarakat Sumatera Utara, Ulos merepresentasikan doa, restu, dan harapan baik, selaras dengan semangat Natal yang mengedepankan nilai kasih dan kebersamaan.

    “Kalau teman-teman boleh lihat di belakang kita ini ada pohon natal menggunakan ulos. Jadi vocal point kami di Sarinah di tahun ini merayakan Natal dan Tahun Baru adalah hadiah penuh rasa dari karya penuh cinta,” kata Raisha.

    Raisha bilang pada 31 Desember 2025 mal Sarinah Thamrin akan dibuka mulai pukul 10.00 WIB, dengan toko beroperasi hingga pukul 22.00 WIB, sementara area mal tetap terbuka hingga tengah malam.

    “Pada malam pergantian tahun, pusat perbelanjaan Sarinah Thamrin akan beroperasi dari pukul 10.00 hingga pukul 00.00 WIB,” ujar Raisha.

    Raisha bilang periode libur Nataru ini menjadi momentum strategis bagi Sarinah. Perusahaan juga menargetkan 300.000 pengunjung sepanjang 24 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

    “Atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

    Adapun puncak rangkaian program akhir tahun di Sarinah ialah Festiloka Panggung Nusantara 2026, yang digelar bertepatan dengan Car Free Night. Acara ini akan menghadirkan pertunjukan musik dan seni etnik Indonesia, sekaligus menjadi ruang perayaan bersama masyarakat menyambut tahun yang baru.

    Tiara Andini dan Moluccan Soul merupakan pengisi acara utama dalam Festiloka Panggung Nusantara 2026. Selain itu, Sarinah juga akan mempersembahkan Tari Jaranan dari Kediri dan Tari Burung Enggang dari Kalimantan sebagai bagian dari upaya Sarinah menghadirkan ragam ekspresi budaya Nusantara kepada publik.

    Sebagai wujud kepedulian sosial, Festiloka Panggung Nusantara 2026 akan diawali dengan doa bersama dan penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatera, bekerja sama dengan Disparekraf Jakarta dan BAZNAS BAZIS Jakarta.

    Salah satu pengisi acara, Manager Moluccan Soul Neo Robby Subarjo menyampaikan antusiasmenya terlibat dalam perayaan akhir tahun di Sarinah. Dia bilang musik bagi kami adalah ruang pertemuan budaya dan kebersamaan.

    “Tampil di Sarinah, sekaligus berdoa bersama dan berdonasi untuk saudara-saudara kita di Sumatera, memberi makna yang lebih dalam menyambut tahun baru,” tutur Robby.

    Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan melarang adanya pesta kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta. Larangan ini ditujukan secara khusus untuk pihak-pihak swasta yang memerlukan perizinan, seperti di hotel, pusat perbelanjaan, hingga kawasan hiburan.

    Hal tersebut diungkapkan Pramono usai menggelar rapat bersama jajaran Pemprov DKI mengenai persiapan perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta yang mengalami perubahan dari penyusunan konsep awal.

    “Konsentrasi untuk pergantian tahun, yang semula kami merencanakan memang ada kembang api dan sebagainya, tadi dalam rapat saya sudah memutuskan untuk wilayah seluruh Jakarta, yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta, kami meminta untuk tidak ada kembang api,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 22 Desember.

    Larangan ini akan ditetapkan melalui surat edaran Sekretaris Daerah DKI Jakarta. Pramono menegaskan, peniadaan pesta kembang api saat perayaan malam pergantian tahun diperlukan sebagai bentuk empati Jakarta terhadap daerah-daerah yang kini tengah dihadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

    Pramono berharap pihak-pihak swasta untuk menahan perayaan malam tahun Baru dengan meriah dan euforia berlebihan. Meskipun, tak ada sanksi yang akan diterapkan kepada mereka yang nantiya melanggar surat edaran ini.

    “Tentunya kalau SE Sekda sudah keluar, orang-orang akan menaatinya. Tapi mohon maaf, kali ini saya tidak mengadakan razia untuk itu. Karena kita sedang menyambut tahun baru, jangan kemudian membuat orang tidak bahagia,” ujar Pramono.

  • 8 Titik Perayaan Tahun Baru di Jakarta, Monas Ditiadakan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        22 Desember 2025

    8 Titik Perayaan Tahun Baru di Jakarta, Monas Ditiadakan Megapolitan 22 Desember 2025

    8 Titik Perayaan Tahun Baru di Jakarta, Monas Ditiadakan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan delapan titik perayaan Tahun Baru 2026 di Ibu Kota. Jumlah ini lebih sedikit dari rencana awal yang semula menyiapkan 14 lokasi.
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
    mengatakan, pengurangan titik dilakukan dengan tetap mempertahankan lokasi-lokasi utama yang selama ini menjadi tradisi perayaan tahun baru di Jakarta.
    “Dari segi titik lokasi yang sebelumnya dipersiapkan sebanyak 14 titik, akhirnya diputuskan menjadi 8 titik. Dari titik-titik utama yang selama ini menjadi tradisi yang ada di Jakarta, ada beberapa yang dikurangi, di antaranya adalah Monas,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (22/12/2025).
    Menurut Pramono, perayaan tahun baru akan dipusatkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Di lokasi ini, jajaran pimpinan Pemprov DKI akan hadir langsung.
    “Sehingga dengan demikian, titik utamanya nanti ada di Bundaran HI. Di sana akan hadir Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah,” tuturnya.
    Adapun delapan titik perayaan yang disiapkan meliputi Lapangan Banteng, kawasan M.H. Thamrin, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD, dan FX Sudirman.
    Pramono menyebut, perayaan di Bundaran HI akan menghadirkan grup band D’Masiv sebagai bintang tamu utama.
    Pemprov DKI secara khusus meminta lagu “Jangan Menyerah” dibawakan saat detik-detik pergantian tahun.
    “Kami sudah berpesan yang paling utama adalah pas pergantian itu di Bundaran HI kami minta untuk D’Masiv. Judul lagunya ‘Jangan Menyerah’,” tegas Pramono.
    “Karena untuk mesen lagu seperti ini kan enggak gampang, maka itulah yang kami pilih untuk pergantian tahun,” lanjutnya.
    Selain D’Masiv, sejumlah artis ibu kota lainnya juga dijadwalkan tampil mengisi rangkaian acara di Bundaran HI.
    Pramono menambahkan, perayaan tahun baru di Bundaran HI tidak akan menggunakan kembang api.
    Sebagai gantinya, Pemprov DKI menyiapkan pertunjukan video mapping menggunakan drone yang mengusung pesan empati untuk Sumatera.
    Selain itu, akan digelar doa bersama lintas agama dengan melibatkan para pemuka agama.
    “Jadi ada doa bersama semua agama. Yang jelas, semua agama akan ada di tempat itu, karena kan apa yang terjadi pada kita semua menyangkut kita semua,” tutur Pramono.
    Dalam kesempatan yang sama, Pramono menegaskan larangan penggunaan kembang api dalam perayaan tahun baru di seluruh wilayah Jakarta, baik yang digelar pemerintah maupun swasta.
    Keputusan tersebut diambil dalam rapat persiapan perayaan Tahun Baru 2026 di Balai Kota Jakarta, Senin (22/12/2025).
    “Dalam rapat saya sudah memutuskan untuk wilayah seluruh Jakarta, yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta, kami meminta untuk tidak ada kembang api,” ujar Pramono.
    Ia mengatakan, Pemprov DKI akan segera menerbitkan surat edaran (SE) untuk menegaskan larangan tersebut.
    Namun, Pramono menyebut pemerintah tidak bisa melarang perorangan yang menyalakan kembang api secara pribadi.
    “Tetapi yang semua yang memerlukan perizinan, perhotelan maupun di pusat perbelanjaan dan sebagainya, semuanya kita minta untuk tidak ada kembang apinya,” tegas Pramono.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Warga RI Sering Ketipu Konser Musik, Pemerintah Bilang Gini

    Warga RI Sering Ketipu Konser Musik, Pemerintah Bilang Gini

    Jakarta

    Kasus penipuan dalam penyelenggaraan konser musik di Tanah Air sering terjadi belakangan ini. Berdasarkan data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), kerugian konsumen pada tahun 2025 mencapai Rp 407 juta. Angka ini naik drastis jika dibandingkan pada 2024, yang hanya mencapai Rp 30 miliar.

    Menanggapi hap tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pada dasarnya, kasus konser musik bermasalah sudah masuk ke ranah hukum sehingga penanganannya dilakukan bersama aparat penegak hukum.

    Teuku mengatakan Kementerian Ekraf saat ini tengah berupaya memperbaiki dan menyehatkan ekosistem industri ekonomi kreatif dengan menggandeng asosiasi promotor musik dan juga berbagai pihak lainnya.

    “Kami sebagai kementerian terus mendorong agar pegiat ekonomi kreatif kita semakin sehat ekosistemnya, dan berkembang industri-nya, dan kita mengimbau agar penipuan-penipuan seperti ini untuk ditindak dengan tegas,” katanya dalam acara Ekraf Annual Report (EAR) 2025 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Senin (22/12/2025).

    Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Agustini Rahayu menjelaskan bahwa banyaknya kasus ini akan menimbulkan citra yang kurang baik bagi industri musik RI.

    “Karena itu memengaruhi citra banget, jadinya orang mau ke sini, aman nggak ya? Tapi ya itu lah kita ada proses lah, kan nggak bisa kayak balik tangan. Tapi ya, we have to start somewhere. Jadi udah dilakukan sih kalau langkah-langkah kecilnya,” katanya.

    Dalam hal ini, Kementerian Ekraf berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata yang memiliki deputi khusus pengelolaan event untuk membahas perbaikan sistem penyelenggaraan acara. Meski begitu, upaya perbaikan sistem tersebut masih dalam proses.

    “Di (Kementerian) Pariwisata kan ada satu kedeputian khusus yang mengurusi event, ya kan? Nah itu kita juga back to back dengan mereka, gitu loh. Untuk kemudian ini perbaikan sistemnya mesti gimana? Nah itu lagi-lagi on progress sih semuanya,” katanya.

    (hrp/fdl)

  • PLTS Atap Makin Diminati, Total Ada 11.392 Pelanggan

    PLTS Atap Makin Diminati, Total Ada 11.392 Pelanggan

    Jakarta

    PT PLN (Persero) mencatat jumlah pelanggan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang terhubung ke jaringan PLN terus bertambah. PLN mencatat total pelanggan PLTS Atap mencapai 11.392 pelanggan dengan kapasitas terpasang sekitar 772,9 megawatt (MW).

    Hal tersebut diungkapkan oleh EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PT PLN (Persero) Joni dalam acara “AESI Solar Night 2025-9th Anniversary Celebration” di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

    “Total pelanggan PLTS Atap yang terhubung ke jaringan PLN telah mencapai 11.392 pelanggan, dengan total kapasitas 772,9 atau 773 megawatt,” katanya.

    Joni mengatakan jumlah tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pemanfaatan energi surya. Dari total pelanggan tersebut, sekitar 6.500 pelanggan berasal dari sektor rumah tangga.

    “Ini suatu angka yang fantastis, di mana ini juga mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap energi surya. Karena kalau kita lihat tadi ada 11.000, 6.500-nya itu pelanggan rumah tangga,” katanya.

    Joni menambahkan, peningkatan jumlah pelanggan terjadi karena PLN menyederhanakan proses bisnis layanan.

    Saat ini, pendaftaran hingga pengajuan perizinan PLTS Atap sudah dapat dilakukan secara end-to-end melalui aplikasi PLN Mobile, sehingga memberikan kemudahan, transparansi, dan kepastian layanan bagi pelanggan.

    “PLN juga menetapkan Service Level Agreement atau SLA selama 30 hari untuk proses layanan PLTS Atap On-Grid. Sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan juga para pelaku usaha,” katanya.

    Tonton juga video “Mahfud Tanya Insentif Ekonomi Hijau, Gibran Contohkan PLTS Cirata”

    (hrp/hns)

  • 1.692 personel Satpol PP siap amankan Tahun Baru 2026 di Jakarta

    1.692 personel Satpol PP siap amankan Tahun Baru 2026 di Jakarta

    Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 1.692 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) siap mengamankan Tahun Baru 2026 yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di berbagai lokasi termasuk di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

    Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Kamis, menjelaskan, terdapat 14 titik panggung hiburan di sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman dalam menyambut Tahun Baru 2026.

    Selain itu, ada 10 titik hiburan pada wilayah kota dan kabupaten termasuk Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Mall Artha Gading Jakarta Utara dan Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

    Lalu, Jakarta Selatan meliputi M-Blok, Blok M, M HUB dan Setu Babakan. Sedangkan di Jakarta Timur meliputi TMII dan Pintu Air Malaka Sari BKT serta untuk Kepulauan Seribu di Pulau Untung Jawa.

    ​​​​​​Dia juga meminta jajarannya memprioritaskan langkah persuasif dan preventif tanpa mengesampingkan ketegasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    “Saya juga mengingatkan agar seluruh personel senantiasa menjaga kesehatan, keselamatan, dan kekompakan serta selalu mematuhi standar operasional prosedur dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan,” kata dia.

    Satriadi mengatakan, tugas Satpol PP bukan hanya pengawasan terhadap keramaian dan membantu mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah.

    Selain itu, juga diharapkan untuk bisa mendeteksi potensi gangguan keamanan, ketenteraman dan ketertiban serta mengantisipasi segala bentuk ancaman yang mungkin muncul.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kritik Rektor Didik Rachbini ke Wamen Stella soal Kuota PTN: Tidak Paham Kondisi Lapangan!

    Kritik Rektor Didik Rachbini ke Wamen Stella soal Kuota PTN: Tidak Paham Kondisi Lapangan!

    GELORA.CO -Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini mengkritik pernyataan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie yang menilai pembukaan kuota mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) tidak perlu dipersoalkan.

    Menurut Didik, respons Stella terhadap kritik publik menunjukkan ketidakpahaman terhadap kondisi riil pendidikan tinggi di Indonesia.

    “Prof Stella guru besar yang pintar tetapi tidak paham situasi sosial ekonomi dan sistem pendidikan di lapangan. Menjawab kritik publik asal bunyi,” kata Didik dalam keterangannya, Kamis, 18 Desember 2025.

    Didik menilai persoalan kuota mahasiswa tidak bisa dilepaskan dari kinerja PTN secara keseluruhan. Ia menyebut  PTN yang dibiayai dana rakyat lebih dari setengah abad gagal menembus jajaran kampus elite Asia dan dunia.

    “Yang jelas PTN kita sudah gagal masuk ke dalam elite kampus Asia dan global, hanya menjadi kampus kelas tiga. Ini tugas Prof Stella, dan setahun terakhir pun tidak ada hasil signifikan untuk mendekati rival di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” tegasnya.

    Ia mengingatkan bahwa PTN dibiayai penuh oleh anggaran negara, mulai dari gaji dosen, gedung, laboratorium hingga fasilitas lainnya. Namun di saat yang sama, PTN juga dibebaskan menarik dana besar dari masyarakat dengan menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya.

    “Sekarang dan selama ini mempraktekkan sistem tidak adil karena negara absen menjadi wasit yang adil. Ini masalah di lapangan yang tidak dimengerti Prof Stella. PTN sudah menerima dana dari pajak rakyat tetapi juga mengeruk dana masyarakat,” ujarnya. 

    Kondisi tersebut, lanjut Didik, berdampak langsung pada terpinggirkannya peran perguruan tinggi swasta (PTS) yang sejak lama berkontribusi mencerdaskan bangsa. Ia mencontohkan Universitas Islam Indonesia (UII) yang berdiri sebelum Indonesia merdeka dan Universitas Nasional (Unas) yang lahir pada 1948.

    Didik juga menyoroti membengkaknya birokrasi PTN yang tidak efisien, sehingga mendorong kampus negeri menyedot dana ganda dari negara dan masyarakat. Akibatnya, terjadi persaingan tidak sehat atau cutthroat competition antara PTN dan PTS.

    “Banyak PTS mati bergelimpangan, peran masyarakat dalam pendidikan tinggi dibunuh pelan-pelan. Sistem tidak adil seperti ini menekan dan menggerus peran ormas besar seperti NU, Muhammadiyah dan banyak yayasan-yayasan di daerah,” ungkapnya.

    Untuk menciptakan keadilan, Didik mengusulkan agar anggaran negara untuk PTN dipotong 50 persen dan dialihkan secara proporsional kepada PTS. Ia bahkan mendorong DPR agar kebijakan tersebut diputuskan melalui APBN Perubahan pada pertengahan 2026.

    Menurutnya, bagi PTN yang saat ini sudah memperoleh 70?”80 persen dana dari masyarakat, pemotongan anggaran negara tidak akan terlalu berat. Hanya berkurang sekitar 10?”15 persen. “Dana pajak rakyat harus dibagi adil antara PTN dan PTS. Negara tidak boleh terus mempraktikkan diskriminasi,” tegasnya.

    Jika pembagian anggaran dinilai tidak mungkin dilakukan, Didik menawarkan opsi lain, yakni pembatasan penerimaan mahasiswa di PTN melalui skema beasiswa negara dan cross subsidy. “PTN harus fokus menerima mahasiswa tidak mampu yang dibiayai penuh negara, dan mahasiswa mampu membiayai mahasiswa tidak mampu. Ini asas proporsional,” katanya.

    Didik menegaskan, ke depan negara tidak boleh lagi menempatkan PTN lebih tinggi derajatnya dibanding PTS. “Anggaran dari pajak rakyat harus dibagi adil. Tanpa itu, praktik diskriminatif dalam pendidikan tinggi akan terus merusak sistem dan peran masyarakat,” pungkasnya.

    Diketahui, kebijakan PTN memperbesar kuota penerimaan mahasiswa baru menuai kritik karena dinilai tidak memperhatikan keberadaan PTS yang juga membutuhkan mahasiswa. Wamendiktisaintek Stella Christie menjawab kritik tersebut, bahwa kuota seharusnya tidak terlalu dipermasalahkan.

    “Yang kita pikirkan bukan kuota, tapi apa kita memberikan peluang yang paling banyak dan paling bagus untuk semua masyarakat Indonesia, mahasiswa kita untuk belajar,” tutur Stella kepada wartawan usai acara 2025 International Symposium on ECD di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Desember 2025.

    Menurut Stella jika PTN bisa memberikan kesempatan yang luas agar anak Indonesia bisa kuliah, perbanyak kuota bukan suatu hal yang salah dan akan didukung oleh Kemdiktisaintek. Langkah ini juga berlaku dengan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta (PTS).

    “Jadi ayo, kalau misalkan PTN, apakah PTN ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa kita agar mereka bisa kuliah? kalau jawaban iya itu selalu kita dukung. Sama juga dengan PTS, PTS memberikan kesempatan agar mahasiswa kita di Indonesia semuanya bisa kuliah, bisa belajar,” katanya.

  • Apresiasi Walkot Agung Nugroho, Warga Pekanbaru: Belum Setahun, Jalan Mulus

    Apresiasi Walkot Agung Nugroho, Warga Pekanbaru: Belum Setahun, Jalan Mulus

    Jakarta

    Warga Kota Pekanbaru merasa senang melihat jalan yang selama bertahun-tahun seperti kubangan kerbau sudah mulai mulus. Komitmen Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho untuk memperbaiki jalan dinilai nyata.

    Warga Jalan Thamrin, Kecamatan Sail, Widiarso menilai Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho belum menjabat setahun tapi sudah banyak jalan yang mulus. Ia mengapresiasi program perbaikan jalan itu.

    “Program Pak Wali yang memperbaiki jalan, program paten, masyarakat puas. Belum setahun beberapa ruas jalan sudah mulus,” sebut Widiarso, Kamis (18/12/2025).

    Widiarso menyebut sejumlah jalan yang diperbaiki seperti Jalan Utama, Jalan Pepaya, Jalan Mulyorejo, Jalan Kapling, Jalan Jenderal, Jalan Kulim, Jalan Samarinda, Jalan Cempaka, Jalan Melur, hingga Jalan Sekuntum. Belum lagi jalan berlubang yang sudah banyak ditambal.

    “Kondisinya sesuai harapan masyarakat, jalan mulus rakyat puas. Harapannya tentu di tahun depan semakin banyak jalan yang mulus. Di tengah efisiensi anggaran, Wali Kota Agung cerdas membuat program yang diinginkan warga. Jalan mulus ini hak dasar warga kota yang harus di penuhi oleh pemimpin,” ucapnya.

    Ada tiga poin yang dinilai menjadi permasalahan di Pekanbaru, yaitu sampah, jalan, dan banjir. Widiarso berharap Agung Nugroho juga dapat mengatasi permasalahan banjir ini.

    Salah satu warga Jalan Teladan, Kecamatan Tampan, Abdul Hadi, mengatakan jika jalan itu sudah mulai rusak parah sejak 5 tahun lalu. Bahkan kerusakan jalan dinilai seperti kubangan kerbau.

    “5 tahun rusak, mulai parah itu 2021 udah kayak kubangan kerbau,” sebut Abdul Hadi.

    Hadi menyebutkan jalan mulai diperbaiki sejak November lalu. Perbaikan terus dilakukan hingga saat ini.

    “Sejak November sudah diperbaiki, sekarang terus dilakukan perbaikan. Sekarang sudah mulus jalan kami,” ujarnya.

    Perubahan jalan pasca diperbaiki dinilai berubah drastis. Pemkot Pekanbaru juga memasang beton di pinggiran jalan hingga perbaikan drainase, seperti di Jalan Merpati Sakti dan Jalan Teladan.

    “Sekarang air tergenang di jalan nggak ada lagi,” ucapnya.

    Sementara Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edward Riansyah mencatat ada 30-an ruas jalan diperbaiki. Seluruhnya ditarget tuntas pada 2025.

    “Sekarang mulai perbaiki dan total sampai saat ini kita overlay sudah hampir semua paket. Ada sekitar 30-an ruas selesai tahun ini,” kata pria yang akrab disapa Edu itu, Rabu (3/12).

    Khusus Jalan Darma Bakti, Edu menyebut perbaikan dilakukan maksimal pada 2026 mendatang. Sebab, ruas jalan di Kecamatan Payung Sekaki itu butuh drainase agar aspal tak mudah rusak.

    “Di Sigunggung (Payung Sekaki) sementara kita tutup biar nyaman dilalui dan akan kita target drainase tahun depan. Maksimalnya tahun depan kita kerjakan,” kata Edu.

    (prf/ega)

  • Jalur kereta MRT makin dipertimbangkan oleh penyewa perkantoran

    Jalur kereta MRT makin dipertimbangkan oleh penyewa perkantoran

    Jakarta (ANTARA) – Konsultan properti Cushman & Wakefield mengungkapkan jalur kereta Moda Raya Terpadu (MRT) menjadi faktor yang semakin penting dipertimbangkan oleh penyewa perkantoran.

    “Kalau kita bicara kaitannya pasar perkantoran ini dengan koridor MRT fase 1, kita bisa lihat jalur MRT itu menjadi faktor yang semakin penting dipertimbangkan oleh para penyewa untuk mencari lokasi kantor dalam rangka relokasi maupun ekspansi di masa mendatang,” ujar Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu.

    Menurut Arief, tingkat hunian gedung-gedung perkantoran grade AS sepanjang jalur MRT fase 1 mengalami peningkatan lebih cepat dibandingkan gedung-gedung di luar jalur MRT. Dan perbedaan tingkat hunian semakin melebar dan telah berlipat ganda dalam 3 tahun terakhir.

    “Jadi kita lihat seiring dengan ekspansi MRT fase 2, lokasi yang paling dicari selanjutnya untuk permintaan dan pengembangan perkantoran dalam waktu dekat itu kemungkinan besar terjadi di koridor Thamrin dan juga Kota Tua,” katanya.

    Kendati demikian, karena kelangkaan dari lahan kosong yang ada di koridor tersebut, kemungkinan akan terjadi opsi redevelopment di koridor tersebut.

    “Prosedur perijinan dan negosiasi biaya interkoneksi dengan pihak MRT dan pihak swasta ini juga perlu dipertimbangkan lebih lanjut dalam proses ini,” ujar Arief.

    Sebagai informasi, PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatatkan 4.487.284 pelanggan menggunakan layanan transportasi publik mereka sepanjang Oktober 2025.

    Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo mengatakan, pada Oktober 2025 ini pula, pada hari kerja Senin-Jumat, angka keterangkutan (ridership) mencapai 157.977 pelanggan per hari dan pada akhir pekan (weekend) mencapai 106.727 pelanggan.

    Dari total angka keterangkutan, 771 ribu lebih pelanggan tercatat di Stasiun Dukuh Atas BNI, diikuti oleh Stasiun Lebak Bulus sebesar lebih dari 473 ribu pelanggan, Stasiun Blok M BCA sekitar 461 ribu pelanggan, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dengan 456 ribu pelanggan, dan Stasiun Istora Mandiri dengan 384 ribu pelanggan.

    Pewarta: Aji Cakti
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.