Tag: Thamrin

  • Butuh Uang Pecahan Rp 10.000? Cek Lokasi ATM Terdekat di Sini

    Butuh Uang Pecahan Rp 10.000? Cek Lokasi ATM Terdekat di Sini

    Jakarta

    H-1 jelang Lebaran, kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil kian meningkat, terutama untuk bagi-bagi angpau kepada sanak saudara. Nah buat yang belum sempat lakukan penukaran uang, ATM pecahan kecil bisa menjadi pilihan.

    Sebab sejumlah perbankan Tanah Air seperti Bank Mandiri dan BNI sudah menyediakan mesin ATM dengan uang pecahan Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu dalam kondisi bersih. Selama uang masih tersedia, detikers dapat menarik pecahan ini via ATM.

    Lantas di mana saja lokasi ATM Pecahan 10 ribu terdekat?

    Melansir dari situs resmi Bank Mandiri, ketentuan limit tarik tunai di ATM per hari sebetulnya mengikuti limit dari kartu yang digunakan. Namun di saat yang bersamaan Mandiri juga sudah menetapkan jumlah maksimal 1 kali transaksi tarik tunai berdasarkan denominasi/pecahan.

    Dalam hal ini Mandiri menetapkan untuk setiap transaksi hanya bisa menarik uang maksimal 25 lembar. Dengan begitu jumlah maksimal 1 kali transaksi tarik tunai di ATM pecahan Rp 10 ribu terdekat adalah Rp 250 ribu.

    Daftar Lokasi ATM Pecahan 10 Ribu Terdekat:
    – Jl. Gatot Subroto Kav.36-38, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12190

    – Jl. Pd. Klp. Indah No.22-23, Pd. Klp., Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450

    – Jl. Bulungan No.76, R Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12130

    – Jl. Kebon Kacang Raya Kb Melati, Pooling Cb Thamrin City Mall Lt. D

    – Jl. Bendungan Hilir No.82, RW.3, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10210

    – Jl. Kh. Ahmad Dahlan No.67, Ramanuju, Kec. Purwakarta, Kota Cilegon, Banten 42431

    – Jl. Sunda No.1, RW.4, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10350

    – Jl. Moch Kahfi No. 1, RT. 06 / RW. 06, Ciganjur, Jagakarsa, RT.8/RW.1, RT.8/RW.1, Ciganjur, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12630

    – Jl. Raya Anyer-Sirih, Anyar, Serang, Kabupaten Serang, Banten 42166

    – Jl. Raya Taman Safari, Cibeureum, Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750

    – Jl. RP. Soeroso No.2 RT.10/RW.5, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330

    – Jl. Raya Galaxy Blok H /19, Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat

    – Jl. Insinyur H. Juanda No.155, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat 17112

    Selain Bank Mandiri, berdasarkan informasi dari layanan call center Bank BNI di akun resmi X-nya (@BNI), bank pelat merah ini juga menyediakan ATM pecahan kecil. Namun hanya menyediakan pecahan Rp 20.000 di wilayah Jakarta, Tangerang, Depok.

    – Lobby Selatan Gedung KB 3
    Jl. Jend.Sudirman Kav 1, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10220

    – KCU Harmoni 2
    Komp. Duta Merlin Blok A 1-2-3, Jl. Gajah Mada No. 3-5

    – Direktorat Anggaran Ged L Kemenkeu,
    Jl. Lapangan Banteng Timur Jakarta Pusat

    – KC Pecenongan
    Jl. Pecenongan Raya No. 52 – Jakarta Pusat

    – KCP Krekot
    Jl. H. Samanhudi No. 15-A Jakarta Pusat

    – KCP Mercu Buana
    Jl. Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat

    – Trisakti Kampus B
    Jl. Kyai Tapa No. 260, Jakarta Barat

    – KCP UNTAR 1
    Gd. Untar I, Jl. Letjen. S. Parman No. 1 Jakarta Barat

    – Universitas Trisakti (GEMA)
    Univ. Trisakti kampus A, Jl. Kyai Tapa Jakarta Barat

    – Universitas Pertamina
    JL.Teuku Nyak Arief RT 07 / RW 08 Simprug Kebayoran

    – Alfamart Sepatan 2
    Jl. Raya Mauk Sepatan KM 11, RT 002/02 Tangerang

    – KCP UIN 1
    Jl. Raya Ciputat, Tangerang Selatan

    – Kantor Cabang BNI UI, Komplek Kampus UI Depok (Gedung Perpustakaan Pusat UI Depok)

    – FIK UI, Kampus UI Depok, Gedung FIK UI, Jl. Prof. DR. Bahder Djohan

    – Balairung UI Depok, Komplek Kampus UI Depok (Gedung Balairung UI Depok)

    Demikian informasi seputar ATM pecahan Rp 10 ribu terdekat. Buat kamu yang tak kebagian penukaran uang baru, ATM ini patut dicoba.

    (igo/rrd)

  • Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Jakarta dan Bekasi

    Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Jakarta dan Bekasi

    PIKIRAN RAKYAT – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan akan uang pecahan kecil, terutama Rp10.000 dan Rp20.000, meningkat signifikan.

    Bagi masyarakat yang belum sempat menukarkan uang baru di bank atau melalui layanan penukaran uang BI, ATM menjadi alternatif yang praktis.

    Bank Mandiri menyediakan layanan ATM dengan pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 di beberapa lokasi strategis di Jakarta dan Bekasi.

    Lokasi ATM Mandiri dengan Pecahan Rp10.000 dan Rp20.000

    Berikut adalah daftar lokasi ATM Mandiri yang menyediakan uang pecahan Rp10.000 dan Rp20.000:

    Jakarta:

    Plaza Mandiri Gatot Subroto:

    1. GD PLZMDRLBYSELATN 03 CRM (S1RH0GJY), Jl. Gatot Subroto Kav.36-38, Senayan
    SB PLZMDR CRM04 (S1RK0GJZ), Jl. Gatot Subroto Kav.36-38, Senayan

    2. SB PLZMANDIRI CRM (S1RK0GT1), Jl. Gatot Subroto Kav.36-38, Senayan, Kec. Kby. Baru, Jakarta Selatan

    3. GD PLZMDRLBYSELATN 02 (S1AW0G0A) – Denom Rp20.000,-

    Pondok Kelapa:

    1. SB PONDOKKELAPA 02 CRM (S1RK16ZP), Jl. Pd. Klp. Indah No.22-23, Duren Sawit

    2. SB PONDOKKELAPA 01 (S1RKK29C), Jl. Pd. Klp. Indah No.22-23, Duren Sawit

    Blok M Plaza:

    1. MP BLOK M CRM (S1RK1BF8), Jl. Bulungan No.76, Kramat Pela, Kebayoran Baru

    Thamrin City:

    1. CB THAMCIT LT DSR-1 (S1RK1BK2), Jl. Kebon Kacang Raya, Kb. Melati, Thamrin City Mall Lt. D

    Bendungan Hilir:

    1. SB BENDUNGAN HILIR 02 CRM (S1RK1BKI), Jl. Bendungan Hilir No.82, Tanah Abang

    Ilustrasi ATM. 3 Langkah Mudah Aktifkan Kembali Kartu ATM yang Terblokir, Ini Cara Cepat Mengurusnya

    Jalan Sunda:

    1. SB JALANSUNDA 01 (S1RK1JC4), Jl. Sunda No.1, Gondangdia, Menteng

    SPBU Kahfi Jagakarsa:

    1. PB KAFHI CRM (S1RK1LQ7), Jl. Moch Kahfi No. 1, Ciganjur, Jagakarsa

    Sentra Mandiri Menteng:

    1. GD SENTRAMANDIRI 07 (S1RO1BBU), Jl. RP. Soeroso No.2, Cikini, Menteng

    2. GD SENTRAMANDIRI 01 (S1AW12MH) – Denom Rp 20.000

    Wisma Mandiri Jakarta Pusat:

    1. GD WISMAMANDIRI 01 (S1ANAJ3F), Jl. Kebon Sirih No. 83, Menteng

    Bekasi:

    Jatiwaringin Area Bekasi:

    1. Jatiwaringin (S1RO1FQG), Jl. Raya Galaxy Blok H/19 – Denom Rp 20.000

    Juanda Bekasi Area Bekasi:

    1. Juanda (S1RO1Y61), Jl. Insinyur H. Juanda No.155, Bekasi Timur – Denom Rp 20.000

    Tips Penarikan Uang Pecahan Kecil di ATM Mandiri

    – Pastikan ATM Mandiri yang Anda tuju menyediakan pecahan Rp10.000 dan Rp20.000.

    – Perhatikan ketersediaan uang di ATM tersebut.

    – Lakukan penarikan di ATM yang aman dan terpercaya.

    Manfaatkan fasilitas ATM untuk mendapatkan uang pecahan kecil dengan bijak. Selalu perhatikan keamanan saat melakukan transaksi di ATM.

    Disclaimer: Ketersediaan uang pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 di ATM dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi lokasi ATM dapat berubah sewaktu-waktu.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Langit Biru Jakarta Kala Sisa ‘Pemain Inti’ di Ibukota

    Langit Biru Jakarta Kala Sisa ‘Pemain Inti’ di Ibukota

    Jakarta

    Para pemudik sudah meninggalkan Jakarta untuk pulang ke kampung. Kini, di Jakarta hanya tersisa ‘pemain inti’. Langit Jakarta pun tampak begitu biru karena kualitas udara membaik.

    Sebagaimana diketahui, istilah ‘pemain inti’ merupakan istilah yang menjadi trend di TikTok. Pemain inti merujuk kepada orang-orang tidak pulang kampung.

    Mereka adalah orang-orang tidak mudik untuk berbagai alasan, dari urusan pekerjaan hingga tak ada ongkos pulang kampung. Saat musim mudik, para pemain inti inilah yang tersisa di Jakarta.

    Adapun Jakarta sendiri kita sudah tampak lengang. Hal ini salah satunya terpantau dari kondisi di stasiun KRL.

    Seperti misalnya, pantauan di Stasiun Sudirman pada 27 Maret 2025. Stasiun Sudirman yang biasa padat di hari kerja, sudah mulai lengang.

    Kemudian antauan detikcom pukul 08.15 WIB, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2025), hingga Jalan Jenderal Sudirman tampak lengang. Mobil dan motor melaju dengan kecepatan normal tanpa hambatan sedikit pun.

    Tidak terlihat kepadatan kendaraan di Jalan Sudirman ataupun Jalan MH Thamrin. Bahkan jalanan cenderung sepi kendaraan yang berlalu lintas.

    Di sepanjang trotoar Jalan Sudirman-Thamrin juga tidak tampak pejalan kaki yang berjubel. Beberapa pejalan kaki terlihat berjalan santai tanpa kerumunan.

    Terlihat juga ojek online yang berhenti menurunkan penumpang kemudian berhenti sejenak menunggu pesanan dari penumpang berikutnya. Beberapa orang juga memanfaatkan lengangnya jalan dan trotoar untuk berolahraga.

    Selain itu, ribuan kendaraan juga telah meninggalkan Jakarta.

    Bagaimana kondisi di Jakarta saat ini? Baca halaman selanjutnya.

    Ratusan Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

    Foto: Stasiun Sudirman, Jakarta tampak lengang pada sore ini. Kondisi ini berbanding terbalik ketika jam pulang kerja biasanya. (Maulani M/detikcom)

    Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan kemungkinan puncak arus mudik lebaran 2025 terjadi di H-3 atau pada Jumat (28/3). Berdasarkan data yang ada, tercatat kendaraan keluar Jakarta mencapai 258.383.

    “Untuk puncak arus mudik lebaran 2025 paling tinggi terjadi pada hari Jumat, 28 Maret 2025 yaitu 258.383 kendaraan keluar dari Jakarta ,dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 224.074 kendaraan,” kata Irjen Agus kepada detikcom, Sabtu (29/3/2025).

    Irjen Agus mengatakan saat rekayasa lalu lintas contraflow di Tol Jakarta-Cikampek masih diberlakukan. Contraflow dilakukan dari Km 47-Km 55 dan dilanjutkan dari Km 55-Km 70.

    “Hari ini update traffic rekayasa lalu lintas H-2 melakukan contraflow satu lajur dari Km 47-Km 55. Kami lanjutkan lagi contraflow yang kedua Km 55-70 Tol Jakarta-Cikampek,” ujarnya.

    Selain itu, one way nasional dari Km 70-Km 414 Kalikangkung masih berlangsung. Irjen Agus menegaskan arus lalu lintas saat momen mudik lebaran masih terkendali.

    “One way nasional dari Km 70 Cikampek sampai dengan KM 414 Kalikangkung Semarang mulai Jumat, 28 Maret 2025 pukul 09.00 WIB masih diberlakukan dengan memperhatikan traffic counting dan bangkitan arus. Situasi arus lalu lintas secara umum terkendali dan kondusif,” jelasnya.

    Adapula Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo yang mengungkap 17.047 orang berangkat mudik dari empat terminal bus resmi di Jakarta pada Jumat, 28 Maret atau H-3 Lebaran 2025. Jumlah itu meningkat empat kali lipat dibanding hari-hari normal, misal periode 14-20 Februari 2025.

    “Jumlah tertinggi selama mudik Lebaran 2025 tercapai kemarin atau Jumat (28/3),” kata Syafrin di Jakarta, dilansir Antara, Sabtu (29/3/2025).

    Adapun empat terminal dimaksud adalah Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, dan Terminal Lebak Bulus. Selain penumpang berangkat, penumpang yang tiba di terminal-terminal itu juga mengalami peningkatan.

    “Tertinggi penumpang tiba pada Jumat (28/3) sebanyak 4,475 penumpang atau naik 12.15 persen dibanding hari biasa,” ucapnya.

    Kualitas Udara Membaik, Langit Membiru

    Foto: Potret langit Jakarta sore ini (Dwi Rahmawati/detikcom)

    Ramainya warga yang mulai mudik ke kampung halaman juga membuat udara Jakarta membaik. Kualitas udara di Jakarta masuk kategori baik menurut situs IQ Air. Warga direkomendasikan untuk melakukan aktivitas outdoor.

    Pantauan detikcom di situs web IQ Air pukul 14.54 WIB, Sabtu (29/3/2025), Jakarta memiliki skor 43. Skor ini masuk kategori baik atau sehat.

    Adapun konsentrasi PM 2,5 saat ini memenuhi nilai panduan kualitas udara tahunan organisasi kesehatan dunia atau WHO.

    Selain itu, IQ Air menyebutkan kelembapan udara di Jakarta mencapai 63 persen dengan kecepatan angin 27,8 km/jam dan mempunyai kadar polutan 80,4 µg/m³.

    Selain itu, IQ Air juga memberikan rekomendasi bagi warga. Warga direkomendasikan untuk melakukan kegiatan outdoor dan membuka jendela agar udara segar masuk ke dalam ruangan.

    Halaman 2 dari 3

    (rdp/rdp)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Top 5 News: Penetapan Lebaran 2025 hingga Skandal Lisa Mariana dan RK

    Top 5 News: Penetapan Lebaran 2025 hingga Skandal Lisa Mariana dan RK

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah resmi menetapkan Idulfitri atau Lebaran 2025 jatuh pada Senin (31/3/2025), informasi kendaraan mudik masuk ke Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), hingga aturan menggunakan vape di dalam pesawat terbang menjadi top 5 news Beritasatu.com pada Sabtu (29/3/2025).

    Artikel lainnya yang tidak kalah menarik adalah jumlah korban tewas akibat gempa di Myanmar serta Lisa Mariana menantang Ridwan Kamil (RK) tes DNA.

    Top 5 news Beritasatu.com:

    1. Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2025

    Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 jatuh pada Senin (31/3/2025). Penetapan tersebut berdasarkan sidang isbat di kantor pusat Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (29/3/2025).

    “1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin (31/3/2025). Jadi malam ini masih tetap melakukan salat tarawih,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi persnya. 

    2. H-2 Lebaran 2025, 1.836 Kendaraan Masuk dari Jateng ke Jatim

    Hingga H-2 Lebaran 2025 atau Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, arus kendaraan di jalur pantura Surabaya, Jawa Timur-Semarang, Jawa Tengah masih terpantau sepi. Berdasarkan data pada Sabtu (29/3/2025), tercatat 1.836 kendaraan masuk dari Jateng ke Jatim.

    Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban Iptu Eko Sulistiono menyampaikan, tren lalu lintas H-2 pada Lebaran 2025 mengalami kenaikan sekitar 15% dibandingkan hari biasa. Namun, apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, terjadi penurunan signifikan.

    3. Gunakan Vape Saat Pesawat Terbang dapat Terancam Denda Miliaran Rupiah 

    Top 5 news berikutnya, yaitu pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan larangan merokok, termasuk rokok elektrik atau vape di dalam pesawat udara guna menjaga keselamatan dan kenyamanan penerbangan.

    Ketentuan tersebut diatur dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan (SE Menhub) Nomor 29 Tahun 2014 tentang larangan merokok di dalam sarana angkutan umum. Surat edaran ini ditujukan kepada operator angkutan penumpang, baik darat, laut, udara, kereta api, dan penyeberangan. 

    4. Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Myanmar Jadi 1.644 Orang

    Junta Militer yang berkuasa di Myanmar melalui televisi pemerintah mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 meningkat menjadi 1.644 orang, Sabtu (29/3/2025).

    Pernyataan itu diungkapkan Pemerintah Myanmar setelah banyak jenazah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan sejumlah bangunan yang roboh saat gempa terjadi di dekat kota terbesar kedua di negara tersebut.

    5. Lisa Mariana Tantang Ridwan Kamil Tes DNA

    Selebgram sekaligus model majalah dewasa Lisa Mariana menantang Ridwan Kamil agar berani untuk melakukan tes DNA demi memperjuangkan anaknya hasil dari hubungan dengan mantan gubernur Jawa Barat itu. Tantangan dari Lisa tersebut dicurahkan kepada pengacara Sunan Kalijaga.

    “Lisa itu berkali-kali mengatakan sangat siap kalau ditantang untuk melakukan tes DNA. Dia sangat siap. Berarti Lisa, dia tidak main-main dengan hal ini,” jelas Sunan Kalijaga dikutip dari kanal YouTube, Sabtu (29/3/2025).

    Demikian top 5 news Beritasatu.com pada Sabtu (29/3/2025) yang menarik perhatian pembaca. Namun, terdapat update berita lainnya yang tak kalah menarik, informatif, serta menghibur yang bisa pembaca simak lebih lanjut.

  • Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 H Serentak dengan Muhammadiyah 31 Maret 2025

    Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 H Serentak dengan Muhammadiyah 31 Maret 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menetapkan Idulfitri atau 1 Syawal 1446H/2025 M jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

    Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Sabtu (29/3/2025).

    “Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H, dikutip Sabtu (29/3/2025).

    Menurut Menag, umat Islam di Indonesia patut bersyukur karena dapat merayakan Ramadan dan Syawal berbarengan dengan Muhammadiyah.

    “Mudah-mudahan keputusan ini merupakan sarana untuk umat Islam di Indonesia agar tetap menjaga toleransi dan kebersamaan, baik dalam menjalankan ibadah maupun dalam bermasyarakat di dalam naungan tanah air yang sama,” pungkasnya.

    Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H ini digelar secara luring dan dihadiri perwakilan ormas Islam, perwakilan Duta Besar negara sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.

    Adapun diketahui, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1446 H pada 31 Maret 2025. Hal ini sesuai Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah. Maklumat ini dibacakan Sekretaris PP Muhammadiyah M Sayuti dalam konferensi pers pada Rabu (12/2/2025).

    Berdasarkan hasil hisab dalam maklumat tersebut, ijtimak jelang Syawal 1446 H terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 17:59:51 WIB. Pada hari yang sama, posisi bulan saat Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk.

    “Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48¢ LS dan l = 110° 21¢ BT) = -01° 59¢ 04² (hilal belum wujud). Pada saat Matahari terbenam, Sabtu, 29 Maret 2025 M, di seluruh wilayah Indonesia Bulan berada di bawah ufuk (hilal belum wujud),” bunyi penetapan Syawal 1446 H poin ke-2 dan 3.

    Ramadan disempurnakan (istikmal) 30 hari, dengan diputuskan 1 Syawal 1446 H jatuh pada 31 Maret 2025.

    “Di wilayah Indonesia tanggal 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin Pahing, 31 Maret 2025 M,” bunyi maklumat tersebut.

  • Idul Fitri 2025 Tanggal Berapa? NU dan Kemenag Rilis Prediksi dari Perhitungan Hilal

    Idul Fitri 2025 Tanggal Berapa? NU dan Kemenag Rilis Prediksi dari Perhitungan Hilal

    PIKIRAN RAKYAT – Menjelang akhir Ramadhan, muncul pertanyaan mengenai kapan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025. Penetapan hari raya ini sangat bergantung pada hasil pemantauan hilal, yang menjadi salah satu momen penting dalam menentukan tanggal 1 Syawal.

    Untuk tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat hari ini, Sabtu, 29 Maret 2025. Namun, baik Kemenag maupun Nahdlatul Ulama (NU), sudah punya prediksi, berikut penjelasannya:

    Prediksi NU

    Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah mengumumkan data posisi hilal menjelang akhir Ramadan 1446 H. Data ini dirilis pada 27 Maret 2025 melalui informasi tentang hilal awal Syawal 1446 H, yang berlaku untuk tanggal 29 Ramadan 1446 H/29 Maret 2025 di Indonesia.

    Perhitungan hilal dilakukan dengan menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) oleh LF PBNU untuk tanggal 29 Maret 2025 di Gedung PBNU Jakarta, dengan koordinat 6º 11′ 25″ LS dan 106º 50′ 50″ BT. Perhitungan mengikuti metode ilmu falak yang khas dari Nahdlatul Ulama.

    Data tersebut menunjukkan bahwa ketinggian hilal saat matahari terbenam pada 29 Maret 2025 adalah sekitar -1 derajat 59 menit 16 detik, yang berarti hilal masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria untuk dapat terlihat (imkanur rukyah). Ijtimak (konjungsi) diperkirakan terjadi pada pukul 17:58:27 WIB.

    Selain itu, LF PBNU juga merilis data hilal di beberapa kota lainnya di Indonesia, termasuk posisi hilal terkecil dan terbesar. Hilal terkecil terjadi di Kota Merauke, Papua Selatan, dengan ketinggian -3 derajat 24 menit, sementara yang terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Aceh, dengan ketinggian -0 derajat 59 menit.

    Elongasi hilal di Indonesia pada tanggal 29 Ramadan 1446 H berkisar antara 2º 58′ hingga 3º 01′. Seluruh Indonesia mengalami durasi hilal di atas ufuk selama 0 detik, karena posisi hilal berada di bawah ufuk dan tidak memenuhi kriteria imkan rukyah menurut Nahdlatul Ulama, yang menjadikannya mustahil terlihat.

    Informasi posisi hilal ini sejalan dengan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perhitungan hilal untuk penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1446 H.

    Karena hilal di seluruh Indonesia berada di zona yang mustahil terlihat, LF PBNU memprediksi bahwa Idul Fitri 1 Syawal 1446 H kemungkinan besar akan jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025 (mulai malam hari).

    Namun, keputusan resmi mengenai hari pertama Idul Fitri, 1 Syawal 1446 H, akan diumumkan oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, pada malam Sabtu, 29 Maret 2025 sekitar pukul 19:00 WIB, setelah adanya keputusan sidang isbat pemerintah.

    Prediksi Kemenag RI

    Kementerian Agama (Kemenag) juga memperkirakan Idul Fitri 1446 H/2025 akan dirayakan serentak pada Senin, 31 Maret 2025.

    Perkiraan Idul Fitri bakal jatuh pada Senin, 31 Maret 2025 diperkuat data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) soal ketinggian hilal serta elongasi geosentris pada 29 Maret 2025.

    Hal ini diungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat, 21 Maret 2025.

    “Kalau menurut hitung-hitungan hisab, kemungkinan Insya Allah (Idul Fitri 2025) akan sama (dengan Muhammadiyah),” kata dia, dikutip Sabtu, 29 Maret 2025.

    Abu Rokhmad menjelaskan, puasa Ramadhan 2025 bakal dilakukan selama 30 hari sejak Sabtu, 1 Maret 2025 karena hilal tidak dapat dilihat pada tanggal Sabtu, 29 Maret 2025.

    “Maka umur Ramadhan itu kan ada dua, 29 atau 30 hari. Kalau tidak bisa melihat hilal di tanggal 29 maka Ramadhan digenapkan 30 hari. Jadi, Insya Allah, awal Syawal Idul Fitri kita kompak bareng-bareng,” ucap Abu Rokhmad.

    Meskipun prediksi mengenai Lebaran 2025 sudah diumumkan, Kemenag tetap akan melaksanakan Sidang Isbat untuk menentukan 1 Syawal 1446 Hijriah.

    Sidang Isbat tersebut akan digelar di kantor pusat Kemenag yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada 29 Ramadan, yang jatuh pada Sabtu, 29 Maret 2025. ***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Idul Fitri 2025 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Penjelasan Lengkap Sidang Isbat Lebaran 2025

    Idul Fitri 2025 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Penjelasan Lengkap Sidang Isbat Lebaran 2025

    PIKIRAN RAKYAT – Pertanyaan seputar pelaksanaan Sidang Isbat Idul Fitri 2025 kerap muncul menjelang akhir Ramadhan, karena sidang isbat memiliki peran penting dalam menentukan tanggal 1 Syawal 1446 H.

    Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia akan mengadakan sidang isbat untuk menetapkan Hari Raya Idul Fitri berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

    Lantas, kapan pelaksanaan sidang tersebut dan bagaimana proses penentuannya? Berikut adalah informasi lengkapnya:

    Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2025 Akan Dilaksanakan hari ini, simak jadwal lengkapnya!

    Sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1446 H atau Lebaran 2025 akan dilaksanakan hari ini, yang bertepatan dengan tanggal 29 Ramadhan.

    Jam Berapa Sidang Isbat Idul Fitri 2025 Akan Digelar?

    Berikut adalah informasi mengenai waktu dimulainya sidang isbat Lebaran 2025:

    Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2025

    Sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1446 H atau Lebaran 2025 akan diadakan pada hari Sabtu, 29 Maret 2025.

    Berdasarkan informasi resmi dari Bimas Islam Kementerian Agama, sidang ini dijadwalkan mulai pukul 18.30 WIB dan akan berlangsung secara tertutup.

    Berikut tahapan pelaksanaan sidang isbat:

    Hari, Tanggal: Sabtu, 29 Maret 2025 Lokasi: Auditorium HM. Rasjidi Kemenag RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat

    Rangkaian Kegiatan Sidang Isbat:

    Pukul 16.30 WIB – Seminar Posisi Hilal (Terbuka untuk umum dan disiarkan secara live streaming di YouTube Bimas Islam TV) Pukul 18.30 WIB – Pelaksanaan Sidang Isbat (Bersifat tertutup untuk umum) Pukul 19.05 WIB – Konferensi Pers Penetapan 1 Syawal 1446 H (Disiarkan secara langsung di YouTube Kemenag RI dan Bimas Islam TV) Pemantauan Hilal di Berbagai Lokasi di Indonesia

    Berdasarkan informasi dari laman resmi Bimas Islam Kemenag, pemantauan hilal untuk awal Syawal 1446 H akan dilakukan di berbagai lokasi di Indonesia, antara lain:

    Aceh: Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga Sumatra Utara: Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumatra Utara, Medan Sumatra Barat: Rooftop Hotel Rangkayo Basa Syofyan Inn, Padang Riau: Rooftop Premier Hotel, Pekanbaru Kepulauan Riau: Pantai Setumu Dompak, Kota Tanjungpinang Jambi: Rooftop Hotel Odua Weston, Kota Jambi Sumatra Selatan: Helipad Hotel Aryaduta, Palembang Bangka Belitung: Pantai Tanjung Raya, Bangka Bengkulu: Jalan Pariwisata No. 1, Kota Bengkulu Lampung: POB Pantai Canti, Kalianda, Lampung Selatan DKI Jakarta: Gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta Jawa Barat: POB Gunung Putri, Kota Banjar Banten: Pantai Anyer. ****

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Top 5 News: Penetapan Lebaran 2025 hingga Skandal Lisa Mariana dan RK

    Pemerintah Tetapkan Lebaran 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 jatuh pada Senin 31 Maret. Penetapan tersebut berdasarkan sidang isbat di kantor pusat Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (29/3/2025).

    “1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin 31 Maret 2025. Jadi malam ini masih tetap melakukan tarawih,” Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers.

    Dengan penetapan tersebut, dipastikan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah kali ini bersamaan dengan Muhammadiyah. Sebelumnya, Muhammadiyah terlebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin (31/3/2025).

    Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal Syawal sebagaimana anjuran dalam Islam.

    Menurutnya, penetapan Lebaran 2025, juga sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Dalam fatwa itu disebutkan, penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode hisab dan rukyah oleh Pemerintah RI cq Menteri Agama dan berlaku secara nasional.

    Secara hisab atau perhitungan astronomi, lanjut Abu Rokhmad, ijtimak atau konjungsi terjadi pada 29 Maret 2025 pukul 17.57.58 WIB. Karenanya, berdasarkan data astronomi, saat terbenam matahari, posisi hilal berkisar antara minus tiga di Papua dan minus satu di Aceh.

    “Data-data astronomi ini kemudian kita verifikasi melalui mekanisme rukyat,” tegas Abu Rokhmad terkait sidang isbat Lebaran 2025.

    Proses rukyatul hilal atau pemantauan hilal untuk rencana akan dilakukan di 33 titik lokasi. Ada satu titik rukyatul hilal di setiap provinsi, kecuali Bali.

    “Di Provinsi Bali dalam suasana Nyepi, sehingga rukyatul hilal tidak kita gelar di sana. Kita saling menghormati,” tegasnya terkait Lebaran 2025.

  • Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

    Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

    Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah mengumumkan bahwa 1 Syawal 1446 Hijriyah atau hari raya
    Idul Fitri 2025
    jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.
    Pengumuman itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar usai menggelar
    sidang isbat
    di Auditorium HM Rasjidi Kantor
    Kemenag
    RI Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (29/3/2025).
    “Berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang tidak memenuhi kriteria MABIMS, serta tidak adanya laporan hilal terlihat, maka disepakati bahwa tanggal 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025 Masehi” kata Nasaruddin Umar saat konferensi pers, Sabtu.
    Menurut Nasaruddin, berdasarkan laporan rukyat dari seluruh Indonesia, dipastikan hilal masih di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar minus 3 derajat 15 menit 47 detik sampai dengan minus 1 derajat 4 menit 57 detik.
    Demikian juga, sudut elongasi berkisar 1 derajat 12 menit 89 detik hingga 1 derajat 36 menit 38 detik.
    “Dengan demikian secara hisab data hilal pada hari ini belum memenuhi kriteria fisibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat,” ujar Nasaruddin.
    Oleh karenanya, Menag mengatakan, puasa disempurnakan menjadi 30 hari. Sehingga, Lebaran jatuh pada 31 Maret 2025.
    Sebelumnya, dalam seminar posisi hilal, Tim Falak Kemenag, Cecep Nurwendaya menjelaskan bahwa posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia tidak memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) untuk menentukan awal bulan Syawal 1446 Hijriah.
    “Berdasarkan kriteria Mabims, pada tanggal 29 Maret posisi hilal di seluruh wilayah NKRI tidak ada memenuhi kriteria tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat

    Sehingga tanggal 1 syawal secara hisab bertepatan dengan hari senin tanggal 31 Maret 2025,” kata Cecep.
    Dia menjelaskan bahwa pada 29 Maret 2025, tinggi hilal di Indonesia antara -3,26 di Jayapura, dan -1,08 di Banda Aceh.
    Demikian juga dengan sudut elongasi, seluruh wilayah Indonesia berada di wilayah yang jauh dari kriteria MABIMS, yakni 1,61 derajat paling timur dan 1,21 derajat di paling barat.
    Dengan keputusan tersebut, tidak ada perbedaan lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah antara organisasi masyarakat Islam, baik Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab, maupun Nahdlatul Ulama (NU) yang menggunakan metode rukyat.

    Diketahui, Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam, Abu Rokhmad sebelumnya menjelaskan bahwa ada beberapa rangkaian acara yang akan digelar selama sidang isbat.
    Sidang Isbat
    akan diawali dengan seminar terkait metode yang bisa digunakan untuk melihat posisi bulan, yakni metode hisab atau perhitungan astronomi, dan rukyat atau menggunakan pandangan mata.
    Setelah seminar hisab-rukyat, Kemenag akan menggelar sidang isbat secara tertutup dan hasilnya akan diumumkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada pukul 19.00 WIB.
    Sebagai informasi, untuk metode hisab, pemerintah Indonesia berpatokan pada kriteria MABIMS untuk menentukan awal bulan hijriah, yakni ketika ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

    Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret Nasional 29 Maret 2025

    Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan
    Idul Fitri
    1 Syawal 1446 Hirjiah bertepatan pada hari Senin, 31 Maret 2025.
    Keputusan tersebut dibacakan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar setelah sidang isbat digelar di Auditorium KH. M. Rasjidi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (29/3/2025).
    “Berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang tidak memenuhi kriteria MABIMS, serta tidak adanya laporan hilal terlihat, maka disepakati bahwa tanggal 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025 Masehi” kata Nasaruddin Umar saat konferensi pers, Sabtu.
    Menurut Nasaruddin, berdasarkan laporan rukyat dari seluruh Indonesia, dipastikan hilal masih di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar minus 3 derajat 15 menit 47 detik sampai dengan minus 1 derajat 4 menit 57 detik.
    Demikian juga, sudut elongasi berkisar 1 derajat 12 menit 89 detik hingga 1 derajat 36 menit 38 detik.
    “Dengan demikian secara hisab data hilal pada hari ini belum memenuhi kriteria fisibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat,” ujar Nasaruddin.
    Oleh karenanya, puasa disempurnakan menjadi 30 hari dan 1 Syawal 1446 H atau
    Lebaran
    jatuh pada 31 Maret 2025.
    Dengan keputusan tersebut, tidak ada perbedaan
    lebaran
    Idul Fitri 1446 Hijriah antara organisasi masyarakat Islam, baik Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab, maupun Nahdlatul Ulama (NU) yang menggunakan metode rukyat.
    Dalam perhitungan hisab yang dilakukan Tim Falak Kemenag dijelaskan bahwa kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yakni ketinggian hilal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
    Tim Falak Kemenag Cecep Nurwendaya menjelaskan bahwa seluruh wilayah Indonesia tidak memenuhi kriteria tersebut, sehingga 1 Syawal 1446 Hijriah bertepatan pada 31 Maret 2025.
    Pada sidang isbat tanggal 29 Maret 2025, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia antara minus 3,26 derajat sampai dengan minus 1,08 derajat.
    Kemudian, sudut elongasi 1,61 derajat sampai dengan 1,21 derajat.
    “Di seluruh wilayah NKRI tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal atau Imkan Rukyat MABIMS (3-6,4 derajat). Oleh karenanya, hilal menjelang awal Syawal 1446 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi mustahil dapat dirukyat, karena posisinya berada di bawah ufuk pada saat matahari terbenam,” kata Cecep.

    Namun demikian, kelaziman penentuan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah di Indonesia menggunakan metode rukyat dan hisab.
    “Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hisab,” ujar Cecep.
    Diketahui, Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam, Abu Rokhmad sebelumnya menjelaskan bahwa ada beberapa rangkaian acara yang akan digelar selama sidang isbat.
    Sidang Isbat akan diawali dengan seminar terkait metode yang bisa digunakan untuk melihat posisi bulan, yakni metode hisab atau perhitungan astronomi, dan rukyat atau menggunakan pandangan mata.
    Setelah seminar hisab-rukyat, Kemenag akan menggelar sidang isbat secara tertutup dan hasilnya akan diumumkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada pukul 19.00 WIB.
    Sebagai informasi, untuk metode hisab, pemerintah Indonesia berpatokan pada kriteria MABIMS untuk menentukan awal bulan hijriah, yakni ketika ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.