Tag: Thamrin

  • Rayakan Tahun Baru 2026, Naik Transjakarta, MRT, LRT Jakarta Gratis Hari Ini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        31 Desember 2025

    Rayakan Tahun Baru 2026, Naik Transjakarta, MRT, LRT Jakarta Gratis Hari Ini Megapolitan 31 Desember 2025

    Rayakan Tahun Baru 2026, Naik Transjakarta, MRT, LRT Jakarta Gratis Hari Ini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggratiskan layanan transportasi umum untuk mendukung mobilitas warga yang merayakan pergantian tahun baru, Rabu (31/12/2025) hingga Kamis (1/1/2026) dini hari.
    Transportasi umum yang digratiskan yakni
    Transjakarta
    ,
    MRT Jakarta
    , dan
    LRT Jakarta
    .
    “Pokoknya besok digratiskan, yang dikelola oleh pemerintah DKI Jakarta,” ucap Gubernur Jakarta Pramono Anung dikutip Selasa (30/12/2025).
    Pramono menjelaskan, kebijakan tersebut diambil agar seluruh masyarakat dapat menikmati malam pergantian tahun dengan rasa bahagia.
    “Karena kami ingin bahwa semua menikmati dengan rasa bahagia. Tetapi yang paling penting adalah kita message-nya besok melewati tahun baru dengan kebahagiaan.” ungkap Pramono.
    DIa meminta warga ang hendak merayakan
    malam tahun baru
    di Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk menggunakan transportasi umum.
    Jam operasional transportasi umum juga diperpanjang guna memastikan masyarakat dapat pulang dengan aman setelah perayaan.
    “Untuk MRT dan TransJakarta, serta LRT juga, pada hari itu akan kami operasikan sampai dengan jam 02.00 pagi. Sehingga siapapun yang melalui pergantian tahun baru, mereka masih pulang bisa dengan aman dan baik,” kata Pramono
    Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menerapkan rekayasa lalu lintas di Sudirman–Thamrin saat perayaan malam
    Tahun Baru 2026
    , Rabu.
    Penutupan jalan dilakukan mulai pukul 18.00 WIB hingga 01.00 WIB untuk mendukung kelancaran dan keamanan acara.
    Warga perlu mengantisipasi kemacetan di Jakarta seiring penutupan sejumlah ruas jalan pada malam Tahun Baru 2026.
    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penutupan dilakukan secara situasional pada 33 ruas jalan di Jakarta Pusat dan sekitarnya.
    “Rekayasa lalu lintas berupa penutupan 33 ruas jalan akan diberlakukan secara situasional mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 01.00 WIB,” ujar Syafrin dalam keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).
    Penutupan jalan difokuskan di sekitar lokasi panggung hiburan malam tahun baru.
    Pemprov DKI menyiapkan delapan titik panggung, antara lain di Jalan MH Thamrin, Bundaran HI, Sarinah, Lapangan Banteng, Dukuh Atas BNI 46, Semanggi, kawasan SCBD, dan FX Sudirman.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Awas Macet Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta, Ini Jalur Alternatifnya
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        31 Desember 2025

    Awas Macet Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta, Ini Jalur Alternatifnya Megapolitan 31 Desember 2025

    Awas Macet Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta, Ini Jalur Alternatifnya
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Sudirman–Thamrin saat perayaan malam Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025).
    Penutupan jalan dilakukan mulai pukul 18.00 WIB hingga 01.00 WIB untuk mendukung kelancaran dan keamanan acara.
    Warga perlu mengantisipasi kemacetan di Jakarta seiring penutupan sejumlah ruas jalan pada
    malam Tahun Baru 2026
    .
    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penutupan dilakukan secara situasional pada 33 ruas jalan di Jakarta Pusat dan sekitarnya.

    Rekayasa lalu lintas
    berupa penutupan 33 ruas jalan akan diberlakukan secara situasional mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 01.00 WIB,” ujar Syafrin dalam keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).
    Penutupan jalan difokuskan di sekitar lokasi panggung hiburan malam tahun baru.
    Pemprov DKI menyiapkan delapan titik panggung, antara lain di Jalan MH Thamrin, Bundaran HI, Sarinah, Lapangan Banteng, Dukuh Atas BNI 46, Semanggi, kawasan SCBD, dan FX Sudirman.
    Sejumlah ruas utama yang ditutup antara lain:
    – Selatan (Blok M) ke Utara (Harmoni)
    Jalan Melawai – Jalan Iskandarsyah Raya – Jalan Pattimura – Jalan Hang Lekir I – Jalan Hang Tuah – Jalan Hang Lekir IV – Jalan Hang Lekir II – Jalan Hang Lekir I – Jalan Asia Afrika – Jalan Gerbang Pemuda – Jalan Gatot Subroto – Jalan KS Tubun – Jalan KH Mas Mansyur – Jalan Cideng, dan seterusnya.
    Alternatif: Jalan Kyai Maja – Jalan Pakubuwono VI – Jalan Hang Lekir II – Jalan Hang Lekir I – Jalan Asia Afrika – Jalan Gerbang Pemuda – Jalan Gatot Subroto – Jalan KS Tubun – Jalan KH Mas Mansyur – Jalan Cideng, dan seterusnya.
    – Timur (Pancoran) ke Barat (Slipi)
    Jalan Gatot Subroto – Jalan S. Parman.
    – Barat (Slipi) ke Timur (Pancoran)
    Jalan S. Parman – Jalan Gatot Subroto.
    – Timur (Kampung Melayu) ke Barat (Tanah Abang)
    Jalan HR Rasuna Said – Jalan Prof. Dr. Satrio – Jalan KH Mas Mansyur, dan seterusnya.
    – Barat (Tanah Abang) ke Timur (Kampung Melayu)
    Jalan KH Mas Mansyur – Jalan Prof. Dr. Satrio – Jalan HR Rasuna Said.
    -Timur (Manggarai) ke Barat (Karet)
    Jalan Sultan Agung – Jalan Galunggung – Jalan R.M Margono Djojohadikoesoemo – Jalan Pasar Baru Karet Timur 3 – Jalan Karet Pasar Baru Timur 2 – Jalan Karet Pasar Baru Timur 1, dan seterusnya.
    – Barat (Karet) ke Timur (Manggarai)
    Jalan R.M Margono Djojohadikoesoemo – Jalan Galunggung – Jalan Sultan Agung.
    – Selatan (Tanah Abang) ke Utara (Harmoni)
    Jalan Jati Baru Raya – Jalan Abdul Muis – Jalan Majapahit.
    – Utara (Harmoni/Gunung Sahari) ke Selatan (Rasuna Said/Pancoran)
    Jalan Ir. H. Juanda – Jalan Pos – Jalan Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Lapangan Banteng Barat – Jalan Pejambon – Jalan M.I Ridwan Rais menuju Rasuna Said.
    Alternatif: Jalan Gunung Sahari – Jalan Kramat Raya – Jalan Salemba – Jalan Proklamasi – Jalan Tambak – Jalan Prof. Dr. Sahardjo, dan seterusnya.
    – Timur (Pasar Senen) ke Barat (Harmoni)
    Jalan Senen Raya – Jalan Kwini I – Jalan Abdul Rahman Saleh – Jalan Kramat Kwitang – putar balik – Jalan Arief Rahman Hakim – Tugu Tani – Jalan M.I Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Perwira – Jalan Katedral – Jalan Veteran, dan seterusnya.
    Alternatif: Jalan Gunung Sahari – Jalan Budi Utomo – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Katedral – Jalan Veteran, dan seterusnya.
    – Selatan (Cikini) ke Utara (Jalan Veteran)
    Jalan Menteng Raya – Jalan Arief Rahman Hakim – Tugu Tani – Jalan M.I Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Perwira – Jalan Katedral, dan seterusnya.
    – Utara (Jalan Gunung Sahari) ke Selatan (Tugu Tani)
    Jalan Dr. Sutomo – Jalan Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Lapangan Banteng Barat – Jalan Taman Pejambon – Jalan Pejambon – Jalan Medan Merdeka Timur, dan seterusnya.
    – Jalan Batu III ke Utara (Harmoni)
    Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan M.I Ridwan Rais – putar balik di Tugu Tani – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Perwira – Jalan Katedral – Jalan Veteran, dan seterusnya.
    – Barat (Tomang) ke Timur (Pasar Senen)
    Jalan Tomang Raya – Jalan Kyai Caringin – Jalan Balikpapan – Jalan Suryopranoto – Jalan Ir. H. Juanda – Jalan Pos – Jalan Dr. Sutomo – Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya.
    – Selatan (Fatmawati) ke Utara (Bundaran Senayan)
    Jalan Bulungan – Jalan Mahakam – Jalan Panglima Polim (sisi barat) – Jalan Sisingamangaraja, dan seterusnya.
    Alternatif: Jalan Melawai Raya – Jalan Iskandarsyah Raya – Jalan Sultan Hasanuddin – Jalan Pattimura, dan seterusnya.
    – Selatan (Antasari) ke Utara (Bundaran Senayan)
    Jalan Iskandarsyah Raya – Jalan Sultan Hasanuddin – Jalan Pattimura.
    Alternatif: Jalan Iskandarsyah Raya – Jalan Trunojoyo – Jalan Sisingamangaraja, dan seterusnya (beserta arah sebaliknya).
    – Utara (Bundaran Senayan) ke Selatan (Fatmawati)

    Jalan Sisingamangaraja – Jalan Kyai Maja – Jalan Bulungan – Jalan Panglima Polim, dan seterusnya.
    Alternatif: Jalan Sisingamangaraja – Jalan Kyai Maja – Jalan Barito I – Jalan Panglima Polim, dan seterusnya.
    – Timur ke Barat
    Jalan Trunojoyo – Jalan Kyai Maja, dan seterusnya.
    – Barat ke Timur
    Jalan Kyai Maja – Jalan Trunojoyo, dan seterusnya.
    – Blok M ke Selatan
    Jalan Sultan Hasanuddin Dalam – Jalan Panglima Polim, dan seterusnya.
    – Blok M ke Utara
    Jalan Sultan Hasanuddin Dalam – Jalan Melawai 6 – Jalan Melawai 8/Jalan Melawai 5/Jalan Melawai 4 – Jalan Melawai Raya – Jalan Iskandarsyah Raya – Jalan Sultan Hasanuddin – Jalan Pattimura, dan seterusnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Catat, Rekayasa Lalin di Tempat Wisata Jakarta Saat Malam Tahun Baru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        31 Desember 2025

    Catat, Rekayasa Lalin di Tempat Wisata Jakarta Saat Malam Tahun Baru Megapolitan 31 Desember 2025

    Catat, Rekayasa Lalin di Tempat Wisata Jakarta Saat Malam Tahun Baru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempersiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) menuju sejumlah tempat wisata di Jakarta.
    Sejumlah tempat wisata yang akan diterapkan rekayasa lalu lintas antara lain kawasan wisata Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Margasatwa Ragunan hingga Kota Tua.
    Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, rekayasa lalin dipersiapkan dalam rangka menyambut malam pergantian tahun.
    “Diimbau kepada masyarakat yang akan menghadiri kegiatan Perayaan Malam
    Tahun Baru 2026
    , baik di Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Lapangan Banteng, maupun di Jalan Panglima Polim, atau di destinasi wisata, agar menggunakan moda transportasi umum (Bus Transjakarta, LRT, MRT, dan Commuter Line) guna meminimalkan kepadatan lalu lintas di sekitar area kegiatan,” ucap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, melalui keterangan, Selasa (30/12/2025).
    – Arus lalu lintas dari Arah Pluit/Exit Tol Ancol Barat yang akan menuju Gerbang Barat Ancol dapat melalui Jalan Lodan Raya dan seterusnya.
    –  Arus lalu lintas dari Arah Jalan Gunung. Sahari yang akan menuju Gerbang Barat Ancol dapat melalui Jalan Gunung Sahari-Jalan Lodan Raya dan seterusnya.
    – Arus lalu lintas dari arah Jalan Benyamin Sueb yang akan menuju Gerbang Timur Ancol dapat melalui Jalan Benyamin Sueb-Kupingan Kemayoran-Jalan Lodan Raya-Jalan Pasir Putih Raya-Jalan Pasir Putih I dan seterusnya.
    – Arus lalu lintas dari arah Exit Tol PRJ/Mangga Dua yang akan menuju Gerbang Timur Ancol dapat melalui Jalan R.E Martadinata-Traffic Light Stasiun Ancol-Jalan Lodan Raya-Jalan Pasir Putih Raya-Jalan Pasir Putih I dan seterusnya.
    – Dari arah Tanjung Priok yang akan menuju Gerbang Carnaval Ancol dapat melalui Jalan RE Martadinata-Simpang Ketel-Jalan Ketel-Simpang Carnaval-Jalan Alwan Ancol Raya dan seterusnya.
    Rekayasa lalu lintas di kawasan Kota Tua untuk menunjang perayaan malam tahun baru, sehingga pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan:
    Jalan Pintu Besar Selatan
    Jalan Pintu Besar Utara
    Jalan Kali Besar Barat dan Timur
    Jalan Kunir sisi Selatan
    Jalan Kemukus
    Jalan Lada Dalam
    – Dari Pluit ke Harmoni: Jembatan Tiga Raya–Jembatan Dua Raya–Pangeran Tubagus Angke–Pasar Pagi
    Flyover
    –Jembatan Batu.
    – Dari Pluit ke Tanjung Priok: Gedong Panjang–Pakin–Krapu–Lodan Raya–TL Ancol Bintang Mas.
    – Dari Timur/Utara ke Asemka/Harmoni: Jalan Kunir–Jalan Kopi–Pejagalan Raya–Pasar Pagi Lama–Perniagaan Raya–Toko Tiga–Pintu Kecil–Asemka.
    – Dari Kalibesar Barat arah Utara: Jalan Teh–Jalan Cengkeh–Jalan Kunir sisi Utara–Kampung Bandan–R.E. Martadinata–Lodan Raya.
    – Dari arah Selatan: Pancoran–Pintu Kecil–Malaka–Kopi–Bandengan Selatan–Bandengan Utara–Gedong Panjang.
    – Arus Lalu Lintas dari Arah Utara PGC Cawang menuju Arah Selatan (Ceger, Cipayung, Bambu Apus) dapa melalui simpang TL PGC–Jalan Raya Bogor–simpang TL Hek–Jalan Raya Bogor–simpang TL Pasar Rebo–Jalan TB. Simatupang–Jalan Raya Mabes Hankam–Putar Balik depan Polsek Cipayung–Jalan Raya Mabes Hankam, atau simpang TL PGC–Jalan Raya Bogor–simpang TL Hek–Jalan H. Bokir Bin Dji’un–simpang TL Keramik–Jembatan Jalan H. Bokir Bin Dji’un–simpang TL Garuda–Jalan Raya Pondok Gede–simpang depan RS. Haji–Jalan Taman Mini II–Jalan Manunggal XVII–Jalan Albaidho–Jalan Rawa Binong–Jalan Pagelarang–Jalan Raya Hankam–Jalan Raya Setu–Jalan H. Karim–Jalan Raya Mabes Hankam.
    – Arus Lalu Lintas dari Arah Utara Halim Perdana Kusuma menuju Arah Selatan (Ceger, Cipayung, Bambu Apus) dapat melalui Jalan Raya Pondok Gede–simpang Jalan Lubang Buaya–Jalan Lubang Buaya–Jalan Rawa Binong–Jalan Pagelarang–Jalan Raya Hankam–Jalan Raya Setu–Jalan H. Karim–Jalan Raya Mabes Hankam, atau Jalan Raya Pondok Gede–simpang TL Garuda–Jembatan Jalan H. Bokir Bin Dji’un–simpang TL Keramik–Jalan H. Bokir Bin Dji’un–simpang TL Hek–Jalan Raya Bogor–simpang TL Pasar Rebo–Jalan TB. Simatupang–Jalan Raya Mabes Hankam–Putar Balik depan Polsek Cipayung–Jalan Raya Mabes Hankam.
    – Arus Lalu Lintas dari Arah Timur Pondok Gede menuju Arah Selatan (Ceger, Cipayung, dan Bambu Apus) dapat melalui Jalan Raya Pondok Gede–simpang TL Lubang Buaya–Jalan Lubang Buaya–Jalan Rawa Binong–Jalan Pagelarang–Jalan Raya Setu–Jalan Raya Mabes Hankam.
    – Arus Lalu Lintas dari Arah Selatan Ceger menuju Arah Utara Cawang PGC dan Arah Halim Perdana Kusuma dapat melalui simpang TL Ceger–Jalan Raya Mabes Hankam–Jalan Lingkar Luar Selatan–Jalan TB. Simatupang–simpang TL Pasar Rebo–Jalan Raya Bogor.
    – Arus Lalu Lintas dari Arah Selatan Cipayung menuju Arah Utara Cawang PGC dan Arah Halim Perdana Kusuma dapat melalui Jalan Raya Mabes Hankam–Jalan Lingkar Luar Selatan–Jalan TB. Simatupang–simpang TL Pasar Rebo–Jalan Raya Bogor.
    – Arus Lalu Lintas dari Arah Selatan Bambu Apus menuju Arah Timur Pondok Gede dapat melalui Jalan Raya Mabes Hankam–Jalan Raya Bambu Apus–Jalan Raya Setu–Jalan Raya Hankam–Jalan Pagelarang–Jalan Rawa Binong–Jalan Lubang Buaya–Jalan Raya Pondok Gede.
    – Pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan RM Harsono pada hari pukul 06.00–10.00 WIB (arah masuk). Sore hari pukul 16.00–18.00 WIB (arah keluar).
    – Akan dilakukan sterilisasi jalur dari hambatan samping (parkir liar) serta penempatan petugas.
    – Akan dilakukan penutupan (bersifat situasional) Simpang Jalan TB Simatupang– Jalan Warung Jati Barat–Jalan RM Harsono dengan water barrier Kecuali Transjakarta
    – Akan dilakukan pengalihan Pintu Masuk Taman Margasatwa Ragunan menggunakan ke Pintu Barat, apabila terjadi kepadatan lalu lintas di Jalan Harsono RM
    – Arus lalu lintas dari Arah Timur (Pasar Minggu) yang akan menuju Pintu Barat dapat melalui Jalan TB Simatupang-Jalan Kebagusan-Jalan Sagu-Jalan PasoJalan Moh. Kahfi 1-Jalan Magasatwa Barat dan seterusnya.
    – Arus lalu lintas dari Arah Utara (Jalan Warung Jati Barat) atau dari Arah Barat (Cilandak) yang akan menuju Pintu Barat Taman Margasatwa Ragunan dapat melalui Jalan Cilandak KKO-Jalan Margasatwa Barat dan seterusnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4 Hal yang Perlu Diketahui saat Malam Tahun Baru di Jakarta

    4 Hal yang Perlu Diketahui saat Malam Tahun Baru di Jakarta

    Jakarta

    Menjelang perayaan malam Tahun Baru 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah pengaturan dan imbauan bagi masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun di Ibu Kota. Mulai dari rekayasa lalu lintas, pengamanan, hingga lokasi perayaan, ini beberapa hal yang perlu diketahui.

    detikcom, Rabu (31/12/2025), merangkum informasi mengenai perayaan malam tahun baru di Jakarta. Berikut informasinya:

    1. 8 Panggung Perayaan

    Pemprov DKI Jakarta menyiapkan delapan panggung yang tersebar di sejumlah titik. Perayaan malam tahun baru kali ini bertemakan ‘Rangkul Keragaman, Rawat Harapan’.

    Adapun daftar lokasi panggung hiburan malam Tahun Baru 2026 sebagai berikut:

    1. Lapangan Banteng
    2. MH Thamrin
    3. Sarinah
    4. Bundaran HI
    5. Dukuh Atas BNI 46
    6. Semanggi
    7. BEI/SCBD
    8. FX Sudirman

    2. 33 Jalan Jakarta Ditutup Mulai Pukul 18.00

    Dengan adanya delapan panggung ini, Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan ada 33 ruas jalan yang akan ditutup secara situasional. Dia mengatakan arus lalu lintas akan dialihkan mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan 01.00 WIB.

    Berikut ini daftar 33 ruas jalan yang ditutup:

    1. Jalan Jenderal Sudirman (mulai dari Bundaran Senayan sampai dengan Bundaran HI);

    2. Jalan M.H. Thamrin (mulai dari Bundaran HI sampai dengan Bundaran Patung Kuda);

    3. Jalan Pintu 1 Senayan;

    4. Jalur Lambat Kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi barat;

    5. Jalan Bendungan Hilir;

    6. Jalan KH Mas Mansyur;

    7. Jalan Karet Pasar Baru Timur 5;

    8. Jalan Kupingan BNI 46;

    9. Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja;

    10. Jalan Teluk Betung;

    11. Jalan Kebon Kacang;

    12. Jalan Sunda;

    13. Jalan Imam Bonjol;

    14. Jalan Sumenep Tosari;

    15. Landmark (Indocement);

    16. Jalan Setiabudi;

    17. Jalan Prof Dr Satrio;

    18. Jalan Masjid (Sampoerna);

    19. Jalan Garnisun dan Kolong Semanggi;

    20. Jalur lambat kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi Timur;

    21. SCBD;

    22. Jalan Tulodong Atas 2/Samping CIMB;

    23. Simpang Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Selatan;

    24. Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat;

    25. Jalan K.H Wahid Hasyim;

    26. Jalan Majapahit;

    27. Jalan Veteran III;

    28. Jalan Veteran II;

    29. Simpang Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara;

    30. Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MI Ridwan Rais;

    31. Simpang Jalan Perwira-Jalan Lapangan Banteng Barat;

    32. Simpang Jalan Trunojoyo-Jalan Panglima Polim;

    33. Simpang Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai.

    3. Larangan Kembang Api

    Di momen pergantian tahun baru 2026, Pemprov DKI membuat kebijakan agar masyarakat tidak mengadakan pesta kembang api, termasuk di perayaan yang diadakan di Bundaran HI.

    Untuk di Bundaran HI, walaupun tidak ada kembang api, Pemprov DKI menyiapkan pertunjukan video mapping dan atraksi drone.

    “Di Bundaran HI nanti ada video mapping dari drone dengan tema ‘Sumatera’ sebagai bentuk perhatian dan empati kami terhadap musibah yang terjadi di sejumlah daerah,” tutur Gubernur Jakarta Pramono Anung.

    Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta juga akan segera menerbitkan surat edaran (SE) terkait larangan kembang api saat tahun baru. Pemprov juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan atau kembang api secara mandiri demi menjaga keamanan dan suasana yang kondusif.

    4. MRT hingga LRT Gratis

    Selain itu, bagi warga yang ingin merayakan pergantian malam tahun baru di Bundaran HI dan beberapa titik panggung lainnya, diimbau menggunakan transportasi umum. Sebab, Pemprov DKI Jakarta menggratiskan TransJakarta, MRT, hingga LRT mulai hari ini.

    “Untuk tanggal 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026 layanan angkutan umum Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta gratis ya,” kata Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan, Selasa (30/12).

    Syafrin menjelaskan, penumpang tetap wajib melakukan tap. Nantinya akan terpotong Rp 1 rupiah untuk pendataan.

    Selain itu, jam operasional TransJ hingga LRT ini juga ditambah. Operasional akan ditambah sampai pukul 02.00 WIB.

    “Jadi kami mengoperasikan tetap seperti ketika peak hours, tetapi kami sudah membahas secara khusus mengenai hal itu. Bahkan untuk MRT dan Transjakarta, LRT juga pada hari itu akan kami operasikan sampai jam 02.00 pagi,” kata Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (30/12).

    “Sehingga siapa pun yang melalui pergantian tahun baru mereka masih pulang bisa dengan aman dan baik,” lanjutnya.

    Halaman 2 dari 2

    (zap/yld)

  • ​36 Titik Kantong Parkir saat Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta

    ​36 Titik Kantong Parkir saat Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta

    Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyiapkan puluhan kantong parkir guna menunjang kelancaran perayaan malam Tahun Baru di sejumlah titik utama ibu kota.

    Fasilitas tersebut disediakan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pribadi yang diperkirakan memadati kawasan pusat perayaan.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, kantong parkir yang disiapkan tersebar di area gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan sebagai parkir luar badan jalan (off street), serta di beberapa ruas jalan tertentu sebagai parkir badan jalan (on street).

    “Total terdapat 36 lokasi kantong parkir yang disiapkan di sepanjang kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin hingga Panglima Polim,” ujar Syafrin. 

    Seluruh lokasi tersebut memiliki daya tampung puluhan ribu satuan ruang parkir (SRP) yang diperuntukkan bagi sepeda motor, mobil, hingga bus.
     

    Dishub DKI Jakarta juga memastikan kantong parkir tersebut terintegrasi dengan titik-titik utama perayaan malam Tahun Baru yang dilengkapi panggung hiburan. Lokasi panggung hiburan tersebar di kawasan MH Thamrin, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas, Semanggi, SCBD, FX Sudirman, hingga Lapangan Banteng. 

    Seiring dengan pelaksanaan perayaan, Dishub akan memberlakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi acara, termasuk penutupan dan pengalihan arus kendaraan. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama.

    Berikut ini daftar kantor parkir saat perayaan malam tahun tahun baru:

    Pelataran Parkir IRTI Monas
    Stasiun Gambir
    Lemhannas
    Perpustakaan Nasional
    Gedung Telkom STO Gambir
    Kementerian BUMN
    Menara Dana Reksa
    Gedung Indosat
    Kementerian Pariwisata
    Hotel Borobudur
    Lapangan Banteng Sisi Selatan
    Lapangan Banteng Sisi Timur
    Kantor Pos
    Gereja Katedral
    Jalan Veteran I
    Wisma Mandiri
    TPE Sabang
    Djakarta Theater
    Gedung Sarinah
    Plaza Indonesia
    Grand Indonesia
    Wisma Nusantara
    Hotel Mandarin Oriental
    The City Tower
    Taman Menteng
    Gedung BNI 46
    Wisma 46 Area Outdoor
    Gedung Wisma 46
    Intiland Tower
    Gelora Bung Karno (GBK)
    FX Sudirman
    Plaza Senayan
    STC Senayan
    Gedung Plaza Blok M
    Masjid Agung Al-Azhar
    Kementerian ATR/BPN

    Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyiapkan puluhan kantong parkir guna menunjang kelancaran perayaan malam Tahun Baru di sejumlah titik utama ibu kota.
     
    Fasilitas tersebut disediakan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pribadi yang diperkirakan memadati kawasan pusat perayaan.
     
    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, kantong parkir yang disiapkan tersebar di area gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan sebagai parkir luar badan jalan (off street), serta di beberapa ruas jalan tertentu sebagai parkir badan jalan (on street).

    “Total terdapat 36 lokasi kantong parkir yang disiapkan di sepanjang kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin hingga Panglima Polim,” ujar Syafrin. 
     
    Seluruh lokasi tersebut memiliki daya tampung puluhan ribu satuan ruang parkir (SRP) yang diperuntukkan bagi sepeda motor, mobil, hingga bus.
     

     
    Dishub DKI Jakarta juga memastikan kantong parkir tersebut terintegrasi dengan titik-titik utama perayaan malam Tahun Baru yang dilengkapi panggung hiburan. Lokasi panggung hiburan tersebar di kawasan MH Thamrin, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas, Semanggi, SCBD, FX Sudirman, hingga Lapangan Banteng. 
     
    Seiring dengan pelaksanaan perayaan, Dishub akan memberlakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi acara, termasuk penutupan dan pengalihan arus kendaraan. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama.
     
    Berikut ini daftar kantor parkir saat perayaan malam tahun tahun baru:

    Pelataran Parkir IRTI Monas
    Stasiun Gambir
    Lemhannas
    Perpustakaan Nasional
    Gedung Telkom STO Gambir
    Kementerian BUMN
    Menara Dana Reksa
    Gedung Indosat
    Kementerian Pariwisata
    Hotel Borobudur
    Lapangan Banteng Sisi Selatan
    Lapangan Banteng Sisi Timur
    Kantor Pos
    Gereja Katedral
    Jalan Veteran I
    Wisma Mandiri
    TPE Sabang
    Djakarta Theater
    Gedung Sarinah
    Plaza Indonesia
    Grand Indonesia
    Wisma Nusantara
    Hotel Mandarin Oriental
    The City Tower
    Taman Menteng
    Gedung BNI 46
    Wisma 46 Area Outdoor
    Gedung Wisma 46
    Intiland Tower
    Gelora Bung Karno (GBK)
    FX Sudirman
    Plaza Senayan
    STC Senayan
    Gedung Plaza Blok M
    Masjid Agung Al-Azhar
    Kementerian ATR/BPN

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • 33 Jalan di Jakarta Ditutup Sementara saat Malam Tahun Baru 2026

    33 Jalan di Jakarta Ditutup Sementara saat Malam Tahun Baru 2026

    Jakarta: Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas pada perayaan Malam Tahun Baru 2026.
     
    Sejumlah ruas jalan utama di Jakarta akan diberlakukan penutupan demi memastikan kelancaran peringatan Malam Tahun Baru 2026 dan keamanan masyarakat yang ingin merayakannya.
     
    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan penutupan dimulai pada pukul 18.00 WIB pada 31 Desember 2025 hingga pukul 01.00 WIB pada 1 Januari 2026. Dilaporkan ada 33 titik ruas jalan yang ditutup secara situasional.
     
    “Untuk menunjang kegiatan tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas penutupan ruas sebanyak 33 titik bersifat situasional,” ujar Syafrin.
     
    33 Ruas Jalan di Jakarta yang Ditutup saat Perayaan Malam Tahun Baru 2026
    1. Jalan Jenderal Sudirman (mulai dari Bundaran Senayan sampai dengan Bundaran HI);
     
    2. Jalan M.H. Thamrin (mulai dari Bundaran HI sampai dengan Bundaran Patung Kuda);
     
    3. Jalan Pintu 1 Senayan;
     
    4. Jalur Lambat Kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi barat;
     
    5. Jalan Bendungan Hilir;
     
    6. Jalan KH Mas Mansyur;
     
    7. Jalan Karet Pasar Baru Timur 5;
     
    8. Jalan Kupingan BNI 46;
     
    9. Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja;
     
    10. Jalan Teluk Betung;
     
    11. Jalan Kebon Kacang;
     
    12. Jalan Sunda;
     
    13. Jalan Imam Bonjol;
     
    14. Jalan Sumenep Tosari;
     
    15. Landmark (Indocement);
     
    16. Jalan Setiabudi;
     
    17. Jalan Prof Dr Satrio;
     
    18. Jalan Masjid (Sampoerna);
     
    19. Jalan Garnisun dan Kolong Semanggi;
     
    20. Jalur lambat kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi Timur;
     
    21. SCBD;
     
    22. Jalan Tulodong Atas 2/Samping CIMB;
     
    23. Simpang Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Selatan;
     
    24. Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat;
     
    25. Jalan K.H Wahid Hasyim;
     
    26. Jalan Majapahit;
     
    27. Jalan Veteran III;
     
    28. Jalan Veteran II;
     
    29. Simpang Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara;
     
    30. Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MI Ridwan Rais;
     
    31. Simpang Jalan Perwira-Jalan Lapangan Banteng Barat;
     
    32. Simpang Jalan Trunojoyo-Jalan Panglima Polim;
     
    33. Simpang Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai.

     

    Jakarta: Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas pada perayaan Malam Tahun Baru 2026.
     
    Sejumlah ruas jalan utama di Jakarta akan diberlakukan penutupan demi memastikan kelancaran peringatan Malam Tahun Baru 2026 dan keamanan masyarakat yang ingin merayakannya.
     
    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan penutupan dimulai pada pukul 18.00 WIB pada 31 Desember 2025 hingga pukul 01.00 WIB pada 1 Januari 2026. Dilaporkan ada 33 titik ruas jalan yang ditutup secara situasional.
     
    “Untuk menunjang kegiatan tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas penutupan ruas sebanyak 33 titik bersifat situasional,” ujar Syafrin.
     

    33 Ruas Jalan di Jakarta yang Ditutup saat Perayaan Malam Tahun Baru 2026

    1. Jalan Jenderal Sudirman (mulai dari Bundaran Senayan sampai dengan Bundaran HI);
     
    2. Jalan M.H. Thamrin (mulai dari Bundaran HI sampai dengan Bundaran Patung Kuda);
     
    3. Jalan Pintu 1 Senayan;
     
    4. Jalur Lambat Kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi barat;
     
    5. Jalan Bendungan Hilir;
     
    6. Jalan KH Mas Mansyur;
     
    7. Jalan Karet Pasar Baru Timur 5;
     
    8. Jalan Kupingan BNI 46;
     
    9. Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja;
     
    10. Jalan Teluk Betung;
     
    11. Jalan Kebon Kacang;
     
    12. Jalan Sunda;
     
    13. Jalan Imam Bonjol;
     
    14. Jalan Sumenep Tosari;
     
    15. Landmark (Indocement);
     
    16. Jalan Setiabudi;
     
    17. Jalan Prof Dr Satrio;
     
    18. Jalan Masjid (Sampoerna);
     
    19. Jalan Garnisun dan Kolong Semanggi;
     
    20. Jalur lambat kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi Timur;
     
    21. SCBD;
     
    22. Jalan Tulodong Atas 2/Samping CIMB;
     
    23. Simpang Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Selatan;
     
    24. Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat;
     
    25. Jalan K.H Wahid Hasyim;
     
    26. Jalan Majapahit;
     
    27. Jalan Veteran III;
     
    28. Jalan Veteran II;
     
    29. Simpang Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara;
     
    30. Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MI Ridwan Rais;
     
    31. Simpang Jalan Perwira-Jalan Lapangan Banteng Barat;
     
    32. Simpang Jalan Trunojoyo-Jalan Panglima Polim;
     
    33. Simpang Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai.
     
     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • 3.395 Petugas Kebersihan Jakarta Disiagakan Antisipasi Lonjakan Sampah Saat Perayaan Tahun Baru 2026

    3.395 Petugas Kebersihan Jakarta Disiagakan Antisipasi Lonjakan Sampah Saat Perayaan Tahun Baru 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 3.395 anggota kebersihan untuk mengantisipasi lonjakan sampah saat perayaan pergantian malam tahun baru 2026. 

    Opsi ini dipilih sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kestabilan lingkungan agar sampah cepat ditangani, dan keesokan harinya Jakarta kembali bersih, sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.

    Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, para petugas kebersihan akan ditempatkan pada lokasi-lokasi strategis.

    “Sebanyak 2.300 petugas kami siagakan di kawasan strategis seperti Monas, Bundaran HI, dan sepanjang koridor MH Thamrin-Sudirman,” ujar Asep dilansir Liputan6.com dari laman resmi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta www.lingkunganhidup.jakarta.go.id, Selasa (30/12/2025).

    “Sementara 1.095 petugas lainnya disebar di lima wilayah administrasi Jakarta dan Kepulauan Seribu. Kita memfasilitasi warga, namun dengan tetap menjaga empati dan solidaritas,” sambung dia.

    Ia memprakirakan timbulan sampah pada malam tahun baru akan menurun dibandingkan tahun lalu.

    Penurunan ini, kata Asep, dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang melarang adanya pesta kembang api kepada para instansi. Perayaan akan diganti oleh atraksi drone serta doa bersama dan penggalangan dana.

    “Untuk mengoptimalkan kegiatan ini, DLH DKI Jakarta telah menyiapkan 17 unit mobil lintas, 43 truk pengangkut sampah tipe typer, serta 29 unit road sweeper, 24 unit bus toilet, 135 dust bin, 3.395 kantong plastik, dan 3.395 sapu lidi pada titik ramai pengunjung,” papar Asep.

    Disaat sebagian orang tengah berkumpul dan bergembira dengan sanak
    saudara di hari lebaran Idul Fitri, hal ini tidak berlaku bagi petugas Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Mereka justru harus …

  • Pemprov DKI Tutup Jalan Sudirman dan Thamrin Mulai 31 Desember Pukul 18.00 WIB, Begini Skenarionya

    Pemprov DKI Tutup Jalan Sudirman dan Thamrin Mulai 31 Desember Pukul 18.00 WIB, Begini Skenarionya

    Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menutup Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman untuk kendaraan pribadi pada Rabu, 31 Desember 2025 mulai pukul 18.00 WIB hingga Kamis, 1 Januari 2026 pukul 02.00 WIB.

    Kebijakan tersebut diterapkan dalam rangka pengamanan dan pengaturan lalu lintas pada malam pergantian tahun.

    “Besok sebenarnya bukan Car Free Night, tetapi mulai jam 18.00 kami akan mengatur lalu lintas di beberapa titik, terutama jalan-jalan protokol utama yang ada kegiatan menyambut tahun baru, sudah tidak bisa lagi menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

    Dengan adanya penutupan tersebut, Pramono mengimbau masyarakat yang hendak melintas atau merayakan malam pergantian tahun di kawasan Sudirman–Thamrin untuk menggunakan transportasi publik.

    “Semuanya diharapkan menggunakan kendaraan umum,” kata Pramono.

    Penutupan arus kendaraan pribadi rencananya diberlakukan dari kawasan Patung Kuda hingga Bundaran Senayan.

    Di sepanjang jalur tersebut akan tersedia panggung hiburan bagi masyarakat untuk menyambut tahun baru.

    Sejumlah panggung hiburan disiapkan di beberapa titik, antara lain Lapangan Banteng, Bundaran HI, Thamrin, Sarinah, Dukuh Atas, FX Sudirman, Semanggi, dan kawasan SCBD.

    Bundaran HI menjadi lokasi panggung utama yang akan dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno, Sekretaris Daerah Jakarta Uus Kuswanto, serta jajaran pemerintah daerah.

    Sementara itu, layanan transportasi publik, termasuk Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, akan beroperasi hingga pukul 02.00 WIB untuk mendukung mobilitas masyarakat selama malam pergantian tahun.

     

    Gubernur Jakarta, Pramono Anung akan mengurangi titik pesta perayaan pergantian tahun baru 2025 – 2026 dari 14 titik menjadi 8 titik. Begitu juga dengan pesta kembang api, akan dilarang untuk kegiatan pemerintah dan swasta yang memerlukan izin kerama…

  • Demo Buruh UMP DKI 2026 Bubar, KSPI Ancam Aksi Lebih Besar Besok
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        29 Desember 2025

    Demo Buruh UMP DKI 2026 Bubar, KSPI Ancam Aksi Lebih Besar Besok Megapolitan 29 Desember 2025

    Demo Buruh UMP DKI 2026 Bubar, KSPI Ancam Aksi Lebih Besar Besok
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Demonstrasi buruh terkait penetapan
    Upah Minimum Provinsi
    (UMP) DKI Jakarta 2026 yang digelar di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, berakhir pada Senin (29/12/2025) sore.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, massa aksi dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (
    KSPI
    ) mulai membubarkan diri sekitar pukul 14.35 WIB.
    Pembubaran massa diawali dengan menyanyikan lagu
    Internasionale
    dan
    Mars Partai Buruh
    yang dipimpin koordinator aksi dari atas mobil komando.
    Setelah aksi diakhiri, buruh disebut akan melanjutkan perjuangan melalui jalur dialog dengan Dewan Pengupahan sebagai tindak lanjut dari unjuk rasa hari ini.
    Selain itu, KSPI juga menyampaikan rencana lanjutan berupa aksi lanjutan yang melibatkan buruh dari Jawa Barat.
    Aksi tersebut disiapkan sebagai respons atas penghapusan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di Jawa Barat oleh Gubernur Dedi Mulyadi.
    “Besok bersiap untuk kedatangan 10.000 kawan-kawan kita dari Jawa Barat, akan menggelar aksi di Jakarta menuntut kelayakan upah dan menolak upah murah,” seru orator dari atas mobil komando.
    Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, jika tuntutan negosiasi hari ini tidak mendapatkan respons yang memadai, mereka akan meningkatkan eskalasi aksi pada Selasa (30/12/2025).
    “Besok kalau kami menggunakan datang aksi lagi, rencana kami besok aksi lagi. 10.000 motor, bisa juga berjumlah 20.000 orang akan hadir,” ucapnya.
    Ia menjelaskan, massa buruh dari berbagai daerah penyangga di Jawa Barat akan bergerak menuju Jakarta untuk bergabung dalam aksi lanjutan tersebut.
    “Besok tanggal 30 Desember 10.000 motor dari Jawa Barat akan masuk Jakarta. Dari mulai Cirebon, dari mulai Cianjur, dari mulai Bandung Raya, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Sukabumi akan masuk ke Jakarta,” ucapnya.
    Sementara itu, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi aksi berangsur normal. Arus kendaraan di Jalan Medan Merdeka Selatan kembali lancar setelah barikade polisi dibuka secara bertahap, sehingga kendaraan dapat kembali melintas menuju Jalan MH Thamrin.
    Kemacetan di Jalan H. Agus Salim dan Jalan Kebon Sirih juga perlahan terurai seiring berkurangnya kepadatan kendaraan. Di lokasi aksi, petugas kebersihan terlihat membersihkan sisa-sisa sampah demonstrasi.
    Adapun kawasan Patung Kuda terpantau sudah steril dari aktivitas demonstrasi sejak sekitar pukul 15.15 WIB.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kampung Kebon Melati, Oase Hijau yang Bertahan di Tengah Pusat Bisnis Jakarta

    Kampung Kebon Melati, Oase Hijau yang Bertahan di Tengah Pusat Bisnis Jakarta

    Kampung Kebon Melati, Oase Hijau yang Bertahan di Tengah Pusat Bisnis Jakarta
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Di tengah kepungan gedung pencakar langit kawasan Thamrin, Jakarta Pusat,
    Kampung Kebon Melati
    , justru bertahan sebagai permukiman yang rapi, hijau, dan relatif nyaman.
    Di saat kawasan sekitarnya tumbuh menjadi pusat bisnis modern, kampung ini berkembang lewat cara yang berbeda:
    gotong royong warga
    yang konsisten selama bertahun-tahun.
    Bukan karena proyek besar pemerintah, melainkan berkat kesadaran kolektif warga yang menjaga lingkungannya dari hari ke hari.
    Minimnya bantuan dan empati dari pemerintah justru menjadi pemicu warga untuk berdiri di atas kaki sendiri.
    “Saya jujur merasa empati pemerintah itu kurang. Mereka kerja berdasarkan target,” ujar Ketua RW 06 Kebon Melati, Yudha Praja, saat ditemui
    Kompas.com
    , Rabu (24/12/2025).
    Menurut Yudha, selama lebih dari satu dekade mengurus RW 06, hampir tidak ada dukungan nyata yang benar-benar menyentuh upaya warga menjaga lingkungan.
    “Belum pernah ada sebenarnya, dan enggak perlu tahu juga. Kecamatan aja jarang turun, apalagi dari SDA atau kabupaten,” kata Yudha.
    Ketertiban Kampung Kebon Melati tidak terbentuk secara instan. Yudha menyebutkan, perubahan dimulai dari hal sederhana, yakni membangun kebiasaan.
    “Sosialisasi saja tidak cukup. Saya harus jadi contoh. Setiap pagi saya nyapu,” ujar Yudha.
    Ia meminta warga minimal menyapu halaman rumah masing-masing setiap hari.
    “Jam 09.00 WIB pagi biasanya sudah rapi semua,” tutur dia.
    Kebiasaan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Pada awal penerapannya, masih ada warga yang membuang sampah sembarangan atau enggan mengikuti aturan bersama.
    Anak-anak yang membuang sampah sembarangan ditegur. Namun, Yudha justru melihat anak-anak sebagai kunci perubahan jangka panjang.
    “Justru dari anak-anak ini kami harap kebiasaan baik itu tumbuh,” kata dia.
    Dari rutinitas menyapu pagi hari itu, tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungan. Gang-gang sempit menjadi bersih, tanaman terawat, dan ruang bersama hidup oleh aktivitas warga.
    Menjaga lingkungan di tengah tekanan pembangunan bukan perkara mudah. Menurut Yudha, tantangan terberat bukan hanya persoalan fisik, melainkan menjaga konsistensi warga.
    “Ini harus dijadikan
    habit
    . Kalau berhenti, ya kembali lagi ke kebiasaan lama,” ujar dia.
    Untuk menjaga kedekatan, Yudha kerap turun langsung ke rumah-rumah warga, sekadar ngopi dan berbincang.
    “Saya sering ngopi ke rumah warga. Satu rumah satu kopi, sampai tujuh gelas sehari. Tapi dari situ hubungan jadi cair,” kata Yudha.
    Kedekatan tersebut membuat warga tidak sungkan menyampaikan persoalan. Saat pandemi Covid-19, solidaritas warga terasa kuat.
    Warga yang sakit dibantu bersama, termasuk anak-anak kos yang tidak bisa pulang kampung.
    “Padahal mereka bukan warga asli sini,” ujar Yudha.
    Keamanan lingkungan pun relatif terjaga.
    “Motor parkir di luar tiap malam, jarang kejadian (pencurian),” katanya.
    Menurut Yudha, Tanah Abang bukan wilayah rawan kriminal, melainkan rawan keributan. Karena itu, peran pengurus lingkungan menjadi sangat penting.
    Meski berbagai inovasi berjalan, Yudha menilai peran pemerintah masih jauh dari ideal. Ia mengkritik
    pengelolaan sampah
    Jakarta yang dinilainya belum serius.
    “RW dipaksa ngelola sampah, padahal harusnya pengelolaan itu di tingkat kecamatan,” katanya.
    Menurut Yudha, jika setiap kecamatan memiliki fasilitas pengolahan sendiri, beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang bisa berkurang.
    Ia juga menyayangkan minimnya dukungan eksternal untuk memperluas dampak gerakan lingkungan RW 06.
    “Tanpa uang aja kami masih bisa menggerakkan masyarakat. Tapi kalau mau berkembang, tetap butuh dukungan,” ujar dia.
    Sebelumnya, Rabu (24/12/2025),
    Kompas.com
    menelusuri Kampung Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari Jalan KH Mas Mansyur menuju Dukuh Pinggir V, suasana kota berubah drastis.
    Jalan raya yang padat kendaraan berganti gang aspal sempit yang hanya cukup dilalui satu mobil. Rumah-rumah warga berdiri rapat, sebagian masih mempertahankan bentuk lama dengan teras kecil dan jemuran pakaian di lantai atas.
    Dari dalam gang, menara-menara kaca kawasan Thamrin tampak menjulang jelas. Kontras antara kampung dan pusat bisnis modern Jakarta seolah menjadi latar permanen kehidupan warga Kebon Melati.
    Meski berada di jantung kota, nuansa hijau masih terasa kuat. Pot-pot tanaman berjajar di sepanjang gang, dari tanaman hias hingga pohon pisang yang tumbuh subur di pekarangan warga.
    Rimbunnya pepohonan membuat udara lebih teduh. Di beberapa titik, sinar matahari terhalang dedaunan, menciptakan lorong-lorong sejuk di tengah terik Jakarta.
    Di salah satu sisi kampung, Waduk Melati mengalir tenang. Jalur setapak berpaving di sepanjang waduk dimanfaatkan sebagai ruang bersama.
    Bangku sederhana, taman kecil bertuliskan “Taman Dugar RW 06”, serta pagar warna-warni menandai upaya warga merawat ruang publik mereka.
    Salah satu pilar utama Kampung Kebon Melati adalah pengelolaan sampah. Di sejumlah sudut RW 06 terlihat tempat penampungan botol plastik yang dikunci.
    Spanduk larangan membakar dan membuang sampah sembarangan terpasang, lengkap dengan rujukan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2013.
    Ketua RT 008 RW 06, Andi (48), mengatakan inovasi pengelolaan sampah lahir dari kesadaran warga.
    “Sepanjang pengalaman saya keliling Jakarta, kebanyakan permukiman padat itu identik dengan kumuh. Tapi di sini tidak. Masuk ke wilayah ini rasanya seperti terapi,” ujar Andi.
    RW 06 memiliki bank sampah, pengolahan sampah organik menggunakan maggot, serta komposter. Sampah plastik disalurkan ke bank sampah, sementara sampah organik rumah tangga diolah menjadi pakan maggot.
    “Setiap hari bisa mengolah sekitar 40 kilogram sampah organik. Maggot ini sudah berjalan sekitar lima tahun,” kata Andi.
    Ia mengaku mengikuti pelatihan pengolahan maggot, lalu menularkannya kepada warga. Hasil maggot dijual ke pemancing atau dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ayam.
    “Lumayan buat nambah-nambah kebutuhan kecil,” ujarnya.
    Selain maggot, sampah yang sulit diolah dimasukkan ke komposter dan diubah menjadi pupuk.
    “Itu sebabnya tanah di sini bisa subur,” kata Andi.
    Seluruh sistem tersebut berjalan tanpa bantuan besar dari pihak luar.
    “Tidak ada CSR besar, tidak ada bantuan perusahaan. Semua murni dari warga dan pengurus RW,” ujarnya.
    Kampung Kebon Melati berada di lokasi strategis, sekitar satu kilometer dari Bundaran HI, serta dekat Stasiun Karet dan jalur MRT. Pembangunan besar-besaran di sekitarnya mulai terasa sejak sekitar 2004.
    “Gedung-gedung mulai naik, tapi masih ada warga yang bertahan,” kata Andi.
    Sebagian warga memilih bertahan karena harga tanah tidak sesuai, sementara lainnya karena sudah merasa nyaman tinggal di kampung.
    RW 06 memiliki delapan RT dengan sekitar 259 kepala keluarga. Mayoritas rumah di wilayah ini bersifat permanen, berbeda dengan sebagian wilayah RW 05 yang masih padat dan rawan genangan, terutama di dekat rel dan proyek pembangunan.
    “Soal rumah kosong yang hanya tinggal dinding, itu biasanya karena tanahnya sudah dibeli spekulan atau PT, tapi belum dibangun,” kata Andi.
    Meski diapit pembangunan, wilayah RW 06 relatif aman dari banjir.
    “Waktu banjir besar yang sampai ke Thamrin dan kawasan UOB, air justru mengalir ke sana, bukan ke sini,” ujar dia.
    Kondisi topografi yang lebih tinggi serta keberadaan waduk menjadi faktor penentu.
    Bagi Ria (32), ibu rumah tangga yang telah puluhan tahun tinggal di Kebon Melati, kampung ini menawarkan kualitas hidup yang jarang ditemukan di pusat kota.
    “Walaupun ini pusat kota, rasanya beda. Nggak kayak Jakarta yang panas banget. Di sini masih adem karena banyak pohon,” kata Ria saat ditemui di depan rumahnya.
    Ia menikmati suasana pagi yang sejuk, ketika warga menyapu sambil berbincang. Anak-anak bisa bermain di luar tanpa kepanasan.
    “Kalau pulang dari luar yang panas dan macet, masuk ke kampung ini rasanya langsung beda. Lebih tenang,” ujar Ria.
    Menurut dia, warga saling mengingatkan untuk menjaga lingkungan.
    “Kalau ada yang menebang pohon sembarangan, pasti ditegur. Karena kami tahu, pohon itu buat kesehatan kami sendiri,” kata dia.
    Pengamat perkotaan Universitas Indonesia, Muh Aziz Muslim, menilai keberadaan Kampung Kebon Melati tidak lepas dari sejarah pembangunan Jakarta.
    Menurut dia, masifnya pembangunan pusat bisnis sejak era 1990-an meninggalkan kampung-kampung yang “terjebak” di tengah kota.
    “Ini kondisi yang sudah
    existing
    . Kampung Kebon Melati seolah terjebak di tengah pembangunan yang sangat masif di pusat kota Jakarta,” ujar Aziz saat dihubungi.
    Aziz menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga kualitas hidup warga yang masih bertahan.
    Menurut dia, warga kampung berhak menikmati fasilitas publik dan layanan dasar sebagai warga kota yang sah. Ia menilai perencanaan kota ke depan harus lebih disiplin dan inklusif.
    “Pembangunan harus melibatkan partisipasi masyarakat tanpa mengorbankan kampung kota,” kata dia.
    Aziz juga menyoroti pentingnya kepastian hak atas tanah warga kampung. Tanpa perlindungan tersebut, kampung-kampung kota berisiko terus terpinggirkan oleh pembangunan vertikal.
    “Kota yang baik itu bukan hanya modern, tapi layak huni dan berkelanjutan,” ujar dia.
    Di balik gemerlap gedung pencakar langit Jakarta, Kampung Kebon Melati menjadi contoh bahwa kota bisa dirawat dari bawah.
    Minim bantuan pemerintah, warga justru menemukan kekuatannya dalam gotong royong—menyapu pukul sembilan pagi, mengolah sampah sendiri, dan menjaga hijau yang tersisa agar tetap hidup.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.