Setuju JPO Sarinah Dibangun Lagi, Warga: Lebih Gampang Nyeberangnya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sejumlah warga yang berkantor di sekitar Jalan MH Thamrin dan Gambir setuju dengan pembangunan kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Alfi (33) mengaku setuju dengan adanya JPO yang diadakan kembali agar warga tidak terlalu lama menunggu lampu hijau saat menyeberang di perempatan
Sarinah
“Setuju sih saya kalau ada JPO lagi. Warga kantoran yang sering di situ supaya lebih gampang aksesnya daripada harus nunggu lampu merah dulu baru nyeberang,” ujar Alfi kepada
Kompas.com,
Minggu (11/1/2025).
“Kemudian, supaya keselamatan warga lebih terjamin, menghindari kecelakaan lalu lintas. Apalagi akses JPO biasanya juga memudahkan warga untuk koneksi ke halte Transjakarta,” imbuh dia.
Namun, Alfi juga berharap pembangunan kembali
JPO Sarinah
nantinya benar-benar memberikan kemudahan akses bagi warga disabilitas.
Selain itu menurut dia material bahan pembangunan harus lebih baik dari sebelumnya.
Mengingat JPO Sarinah sebelumnya selalu ramai warga yang menyeberang dari dua arah.
“Supaya memakai material yang tahan lama dan tahan cuaca, tidak mudah rusak, bolong dan sebagainya,” tambah Alfi.
Sementara itu, Dimas (29) yang berkantor di Gambir juga setuju jika JPO Sarinah kembali diadakan.
Ia merasa adanya JPO akan membuat warga lebih aman menyeberang.
Khususnya saat turun dari Transjakarta menuju kantor masing-masing.
“Dulu sempat dibongkar, jadi sekarang harapannya fasilitas yang dibangun ulang ini lebih tertata, lebih ramah pejalan kaki, dan benar-benar memudahkan arus orang yang setiap hari lewat di kawasan ini,” ujar Dimas saat ditemui di mal Sarinah, Minggu.
Warga lain, Tegar (35) menilai pembangunan kembali JPO Sarinah sebaiknya diutamakan kepada fungsi.
Ia menyarankan agar JPO yang baru tidak hanya sekedar bagus dipandang tetapi juga lebih aman untuk warga.
“Saya sangat setuju sih dengan adanya JPO itu. Harapannya nanti bukan estetika saja tapi buat fungsi. Karena banyak orang nyeberang di situ setiap hari kan,” ujar Tegar.
“Kalau bisa JPO-nya diperlebar dibandingkan sebelumnya. Supaya lebih aman dan nyaman,” imbuh dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Thamrin
-
/data/photo/2026/01/11/69635e993671c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Setuju JPO Sarinah Dibangun Lagi, Warga: Lebih Gampang Nyeberangnya Megapolitan 11 Januari 2026
-

Pramono-Foke Ziarah ke Makam MH Thamrin, Serukan Persatuan Majelis Betawi
Jakarta –
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo (Foke) melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Mohammad Husni (MH) Thamrin, TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ziarah ini dalam peringatan haul ke-85 MH Thamrin.
“Saya berterima kasih hari ini diundang oleh Majelis Kaum Betawi untuk hadir di acara Haul ke-85 Husni Thamrin. Saya adalah orang yang membaca ketika mahasiswa tentang peran dan juga kontribusi MH Thamrin bagi bangsa dan negara,” ujar Pramono kepada wartawan di lokasi, Minggu (11/1/2026).
Pramono menceritakan terkait hubungan MH Thamrin dengan Presiden ke-1 Sukarno. Dia mengatakan hubungan keduanya terjalin erat.
“Dan hubungan MH Thamrin dengan Bung Karno.Ketika Bung Karno dalam pembuangan, salah satu sahabat yang secara rutin berkomunikasi adalah MH Thamrin. Dan karena pada waktu itu MH Thamrin adalah tokoh yang bisa berbahasa Inggris, berbahasa Belanda, maka berbagi peranlah dengan Bung Karno,” jelasnya.
Pramono mengatakan MH Thamrin sangat berjasa sebagai penyambung bahasa Indonesia dengan penjajah. MH Thamrin, lanjut Pramono, tak hanya milik kaum betawi namun bangsa Indonesia.
“Apalagi sejak bulan Juli tahun 1960 ya, MH Thamrin termasuk adalah tokoh yang awal yang diberikan Pahlawan Nasional oleh Bung Karno. Karena hubungan mereka memang sangat dekat,” tambahnya.
Pramono berharap dalam peringatan haul MH Thamrin bisa mempersatukan Majelis Kaum Betawi. Dia bahkan meminta saran dari Foke bagaimana cara menyatukan masyarakat Betawi.
“Dalam kesempatan ini secara terbuka saya ingin juga mengatakan, salah satu keunggulan masyarakat Betawi adalah egaliter. Karena nggak punya raja, nggak punya sultan, semuanya jadi raja, semuanya jadi sultan. Tetapi inilah kekuatan, dan ini harus dipersatukan. Sebab kalau ini bisa dipersatukan, menurut saya ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Fauzi Bowo mengucapkan terima kasih dengan kehadiran Pramono. Dia menegaskan MH Thamrin bukan hanya milik Betawi atau Kota Jakarta. Namun, jasa MH Thamrin akan dikenang bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Beliau tadi menyampaikan bahwa Mohammad Husni Thamrin ya jelas Pahlawan Nasional. Tidak hanya untuk Tanah Betawi dan Kota Jakarta, tapi jasanya itu akan tercatat dan tetap dikenang oleh seluruh Bangsa Indonesia. Itu pengantar dari saya,” ujar Foke.
“Saya yakin bahwa penghargaan kepada Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin ini tidak boleh berhenti pada acara atau seremoni semata-mata. Kami sangat menghargai, kaum Betawi sangat menghargai bahwa nama beliau terpampang sebagai nama jalan boulevard yang paling utama di Jakarta. Luar biasa. Kami bangga, kami berterima kasih,” ucapnya.
(idn/idn)
-
/data/photo/2022/03/21/62388fe6a409f.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta Megapolitan 10 Januari 2026
JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
JPO ini nantinya akan terhubung dengan layanan
Transjakarta
untuk memudahkan mobilitas warga.
“
JPO Sarinah
akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik,” ujar Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Welfizon, pembangunan kembali JPO Sarinah dilakukan untuk memberikan pilihan penyeberangan yang aman dan nyaman, terutama bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
Meskipun begitu, Welfizon memastikan pembangunan JPO tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada.
Pelican crossing di kawasan Sarinah tetap beroperasi seperti biasa.
Dengan begitu, masyarakat memiliki dua pilihan untuk menyeberang, yakni melalui JPO atau pelican crossing di permukaan jalan.
“Pelican crossing tetap beroperasi normal. JPO Sarinah menjadi pilihan tambahan yang terhubung dengan transportasi publik,” ujarnya.
Selain untuk meningkatkan keselamatan, pembangunan kembali JPO Sarinah juga bertujuan mengembalikan nilai sejarah JPO tersebut sebagai jembatan penyeberangan orang pertama di Indonesia.
Sebagai informasi, JPO Sarinah dibongkar pada 2022 saat Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan
sebagai bagian dari penataan kawasan Thamrin-Sudirman.
Saat itu, penyeberangan pejalan kaki dialihkan ke pelican crossing.
Kini, di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta
Pramono Anung
, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membangun JPO Sarinah dengan konsep yang lebih ramah bagi semua pengguna jalan dan terhubung dengan layanan Transjakarta.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5136015/original/099922000_1739819047-WhatsApp_Image_2025-02-18_at_01.57.01_bb79b10b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap Jakarta Berlaku Rabu 7 Januari 2026
Liputan6.com, Jakarta – Skema pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem ganjil genap kembali diterapkan pada Rabu (7/1/2026) karena bertepatan dengan tanggal ganjil.
Kebijakan ini menjadi bagian dari pengaturan lalu lintas harian yang rutin diberlakukan pada hari kerja guna mengendalikan kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat setelah aktivitas kembali normal usai libur panjang awal tahun.
Pada hari tersebut, aturan ganjil genap mulai berlaku sejak pagi hari pada pukul 06.00 WIB dan berakhir pada pukul 10.00 WIB. Setelah jeda pada siang hari, pembatasan kembali diterapkan pada sore hingga malam, yakni mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB. Di luar jam tersebut, pengendara dapat melintas tanpa terikat ketentuan ganjil genap, selama tetap mematuhi aturan lalu lintas lainnya yang berlaku.
Karena tanggal menunjukkan angka ganjil, kendaraan bermotor dengan pelat nomor berakhiran angka ganjil yakni 1, 3, 5, 7, dan 9 diperbolehkan melintas selama jam pemberlakuan.
Sebaliknya, kendaraan dengan pelat nomor berakhiran genap yaitu 0, 2 4, 6, dan 8 tidak diizinkan beroperasi pada jam ganjil genap dan disarankan untuk menyesuaikan waktu perjalanan atau menggunakan alternatif moda transportasi. Penyesuaian ini penting agar aktivitas harian tetap berjalan tanpa risiko sanksi.
Jangan sampai lupa, peraturan ganjil genap Jakarta ini hanya berlaku saat hari kerja Senin sampai Jumat dan tidak berlaku akhir pekan Sabtu Minggu serta tanggal merah hari libur nasional.
Peraturan ganjil genap Jakarta ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Pergub Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.
Pelanggaran terhadap kebijakan ganjil genap Jakarta dapat dikenai sanksi berdasarkan Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Ancaman hukuman berupa denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan paling lama dua bulan tetap berlaku, termasuk bila pelanggaran terdeteksi oleh kamera pengawas yang tersebar di sejumlah titik.
Selain itu, juga terdapat acuan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 26 Tahun 2022 dan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 46 Tahun 2022, yang semuanya menjadi dasar hukum pelaksanaan pengendalian lalu lintas di wilayah Jakarta.
Penindakan terhadap pelanggar dengan sistem pemantauan berbasis kamera pengawas elektronik atau kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tilang elektronik saat ganjil genap Jakarta berlaku.
Penyesuaian aturan ganjil genap, kembali dibagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-22.00 WIB. Selain itu, per hari ini pesepeda diizinkan menggunakan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin.
-
/data/photo/2025/10/28/69007f563610a.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis Hari Ini, Berlaku Sampai Malam Megapolitan 1 Januari 2026
MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis Hari Ini, Berlaku Sampai Malam
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang kebijakan tarif angkutan umum gratis (Rp 1) hingga Kamis (1/1/2026) dari yang sebelumnya hanya berlaku pada Rabu.
Perpanjangan dilakukan untuk mendukung mobilitas warga yang masih merayakan malam pergantian tahun di
Jakarta
hingga dini hari.
“Kenapa sampai tanggal 1? Karena pengaturan lalu lintas untuk yang menikmati atau datang di acara tahun baru sampai dengan jam 02.00 masih diatur, sehingga kami perpanjang sampai dengan tanggal 1 jam 23.59 WIB. Setelah itu normal kembali,” kata Gubernur DKI Jakarta
Pramono Anung
di Balai Kota Jakarta, Rabu, dikutip dari
Antara
.
Moda transportasi yang digratiskan meliputi
Transjakarta
,
MRT Jakarta
, dan
LRT Jakarta
. Seluruh layanan tersebut berada di bawah pengelolaan
Pemprov DKI Jakarta
.
Pramono mengimbau warga untuk memanfaatkan transportasi publik saat merayakan tahun baru, ketimbang menggunakan kendaraan pribadi.
“Walaupun sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta juga menyiapkan kantong-kantong parkir, tetapi karena semua transportasi sudah kami gratiskan, kami mengimbau dan berharap semuanya bisa menikmati transportasi umum yang dikelola Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono.
Pemprov Jakarta sebelumnya menggelar perayaan
malam tahun baru
di sejumlah titik, antara lain Lapangan Banteng, Sarinah, BNI Dukuh Atas, Semanggi, Bursa Efek Indonesia, FX Sudirman, dan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
“Selain itu, ada 12 tempat di level kota yaitu di Kota Tua, Ancol, Taman Literasi, M Bloc Space, Setu Babakan, JIS, Taman Mini Indonesia Indah dan di Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu,” kata Pramono.
Untuk mendukung mobilitas warga yang membawa kendaraan pribadi, Pemprov DKI Jakarta menyediakan 36 titik kantong parkir di sekitar lokasi acara, khususnya di sepanjang Jalan Sudirman–MH Thamrin dan Jalan Panglima Polim.
Sejumlah lokasi kantong parkir tersebut antara lain Pelataran Parkir IRTI Monas, Stasiun Gambir, Lemhanas, Perpustakaan Nasional, Gedung Telkom STO Gambir, dan Kementerian BUMN.
Selain itu, parkir yang disediakan juga berada di Menara Dana Reksa, Gedung Indosat, Kementerian Pariwisata, Lapangan Banteng sisi selatan dan timur, Gereja Katedral, Wisma Mandiri, Taman Menteng, Wisma Nusantara, serta Plaza Blok M.
Total kapasitas parkir mencapai 22.306 mobil, 21.132 sepeda motor, dan 182 bus.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/01/6955bb585c540.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Usai Malam Tahun Baru, Belum Semua Panggung dan Tenda di Bundaran HI Dibersihkan Megapolitan 1 Januari 2026
Usai Malam Tahun Baru, Belum Semua Panggung dan Tenda di Bundaran HI Dibersihkan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sejumlah panggung dan tenda untuk perayaan pergantian malam tahun baru di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, belum seluruhnya dibongkar pada Kamis (1/1/2026) pagi.
Padahal, detik-detik perayaan malam pergantian tahun sudah selesai selepas pukul 00.00 WIB, Kamis dinihari.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi pada pukul 06.14 WIB, masih ada panggung besar yang terpasang di dekat monumen Selamat Datang
Bundaran HI
di Jalan MH Thamrin.
Selain itu, sebuah panggung yang berada di trotoar sebelah timur Bundaran HI juga masih terpasang.
Di sepanjang trotoar Jalan MH Thamrin yang berdekatan dengan halte Transjakarta Bundaran HI, masih berjajar lebih dari lima tenda yang belum dibongkar.
Tenda-tenda tersebut digunakan untuk tempat para pengisi acara perayaan pergantian tahun di Bundaran HI.
Hal itu terlihat dari keterangan pada masing-masing tenda yang mencatat nama-nama biduan alumni ajang pencarian bakat di stasiun televisi nasional.
Tak jauh dari deretan tenda, satu plastik berisi sampah.
Sampah-sampah lain berupa bungkus makanan dan minuman terlihat berserakan di trotoar sebelah timur Bundaran HI.
Sekitar pukul 06.30 WIB, tampak belasan orang berdatangan untuk merapikan tenda.
Beberapa dari mereka mendekat ke arah panggung yang belum dibongkar untuk melakukan pembersihan.
Sementara itu, sejumlah petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) melakukan pembersihan sampah yang masih berserakan.
Salah seorang petugas PPSU, Amin (28), mengatakan pembersihan sampah sudah dilakukan sejak pukul 05.30 WIB.
Menurutnya, sampah-sampah yang menumpuk dibersihkan dan diangkut bertahap.
“Sudah sejak tadi pagi-pagi. Ini kami selesaikan yang yang masih belum selesai,” kata Amin.
Ia bilang, sejumlah petugas masih sambil menunggu seluruh panggung yang ada dibongkar dari kawasan Bundaran HI.
“Karena pasti ada yang (sampah) di bawah-bawah panggung, atau terselip. Tetap ditunggu sampai panggung dirapikan,” tutur Amin.
Warga Jalan Gajahmada,
Jakarta
Pusat, Irwan (54) dan istrinya, Siti (50) merasa cukup terganggu dengan kondisi panggung yang belum dibongkar di kawasan Bundaran HI.
Irwan dan Siti sengaja datang pagi-pagi ke halte Bundaran HI karena ingin berfoto di lantai 2 halte.
“Tadi naik bus (bus Transjakarta) ke sini. Kebetulan kan dekat ya. Kami datang pagi-pagi mau foto di tempat yang kelihatan Bundaran HI. Ternyata masih ada panggung,” tutur Irwan.
“Jadi di belakang foto terlihat ada panggung kosong, baru Bundaran HI-nya. Tapi tidak apa-apa, hitung-hitung sekalian olahraga untuk lansia di tahun baru,” katanya.
Akhirnya Irwan dan Siti tetap mengambil foto dengan angle lain, yakni kawasan Bundaran HI dengan latar belakang Plaza Indonesia.
Meski tak mendapat foto persis seperti yang diinginkan, Irwan dan Siti tetap senang karena bisa bangun pagi di tahun baru.
“Tetap senang karena tadi jalan kaki ke halte, naik bus, naik ke lantai 2 halte sini. Hari pertama tahun baru harus produktif,” kata Siti.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/01/69557a185187f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Perayaan Tahun Baru Selesai, Jalan Sudirman–Thamrin Kembali Dibuka Megapolitan 1 Januari 2026
Perayaan Tahun Baru Selesai, Jalan Sudirman–Thamrin Kembali Dibuka
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Ruas Jalan Sudirman–Thamrin, Jakarta Pusat, kembali dibuka dan dapat dilalui kendaraan setelah rangkaian perayaan malam Tahun Baru 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI) berakhir, Kamis (1/1/2026).
Pantauan
Kompas.com
sekitar pukul 02.15 WIB, arus lalu lintas di koridor utama Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman mulai berangsur lancar.
Kendaraan roda dua maupun roda empat kembali melintas normal setelah penutupan sementara yang diberlakukan sejak pukul 18.00 WIB dicabut.
Pembukaan kembali jalur tersebut dilakukan setelah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menyelesaikan proses pembersihan di area
Bundaran HI
.
Sebelum kendaraan pribadi diperbolehkan melintas sepenuhnya, operasional TransJakarta terlebih dahulu dijalankan.
Setelah jalur bus kembali aktif, barulah pengendara motor dan mobil diperbolehkan melintas.
“Sudah, sudah
full
dibuka, dimulai dengan Transjakarta terlebih dahulu, baru kemudian kendaraan motor dan mobil,” ujar salah seorang petugas polisi saat ditemui, Kamis.
Hingga kini, sejumlah petugas kepolisian masih tampak mengatur jalannya arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Malam Pergantian Tahun Usai, Stasiun MRT HI Dipadati Penumpang Saat Dini Hari
Jakarta –
Masyarakat mulai berangsur meninggalkan kawasan Jakarta Pusat (Jakpus) usai perayaan tahun baru 2026. Stasiun MRT di Bundaran HI sontak dipadati penumpang pada dini hari.
Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (1/1/2026), pukul 00.30 WIB, terjadi penumpukan masyarakat yang selesai merayakan tahun baru. Antrean mengular panjang terjadi di sejumlah pintu masuk.
Suasana Stasiun MRT HI dipadati warga usai perayaan malam tahun baru di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Adrial/detikcom)
Para petugas terlihat sibuk mengatur antrean masyarakat yang ada. Petugas sesekali mengarahkan tumpukan penumpang ke titik pintu masuk lain yang lebih sepi.
Sementara di luar stasiun MRT, terlihat masyarakat mulai meninggalkan kawasan Jalan M.H Thamrin. Petugas kebersihan juga terlihat membersihkan sampah yang ada.
Pemprov DKI juga membuka donasi untuk korban bencana. Pemerintah dan pihak swasta meniadakan perayaan kembang api pada perayaan tahun baru kali ini.
(ial/fca)
-

FX Sudirman, Panggung Hiburan “Alternatif” Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta
Bisnis.com, JAKARTA — Jalanan Sudirman menuju Thamrin atau Semanggi tak lagi dilintasi kendaraan bermotor pada malam perayaan tahun baru 2026.
Kendati demikian, jalanan kini justru dipenuhi warga yang hendak merayakan malam tahun baru. Sebab, Pemprov Jakarta telah menyediakan delapan panggung untuk memeriahkan perayaan tahun baru kali ini.
Salah satu panggung itu berlokasi di FX Sudirman. Nampak dua pembawa acara bercuap memandu jalannya acara agar terus ramai. Keduanya juga mengajak interaksi penonton untuk mencairkan suasana.
Adapun, panggung itu diisi oleh sejumlah musisi baik itu band maupun DJ seperti The Freshcut, Economy Class, Young Tiger, OBK, Mental Baja, Luminoute hingga Happy Asmara.
Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi pada pukul 22.30 WIB, kegiatan di FX Sudirman ini diiringi hujan rintik. Namun, cuaca tak mempengaruhi keberlangsungan acara. Sebagian penonton pun terlihat memakai jas hujan.
Kebanyakan, penonton menganggap panggung terakhir di Jalan Sudirman ini menjadi alternatif untuk merayakan tahun baru yang tidak terlalu padat. Misalnya Wahyu (42) asal Bintaro. Dia lebih memilih merayakan tahun baru di panggung FX karena kepadatannya dinilai masih “manusiawi”.
“Saya emang pengen di sini. Kalau di HI terlalu padat ya,” ujarnya saat ditemui Bisnis, Rabu (31/12/2025).
Dia menambahkan, salah satu yang menjadi magnet hiburan di panggung FX Sudirman karena dirinya sempat mendengar lantunan musik dari kantornya di sekitar lokasi.
Kemudian, salah satu warga lainnya yang menikmati panggung di FX Sudirman adalah Raeni (32). Perempuan kelahiran Brebes ini memiliki alasan sama dengan kebanyakan warga lainnya yang menonton di panggung ini.
Terlebih, kata Raeni, indekosnya lebih dekat dengan area FX Sudirman. Selain itu, dia juga merupakan salah satu penggemar bintang tamu di panggung ini yaitu Happy Asmara.
“Selain keramaiannya tidak terlalu padat. Di sini ada Happy Asmara ya. Kebetulan saya fansnya,” tutur Raeni.
/data/photo/2026/01/01/6955621ea6ea0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)