Tag: Taylor Swift

  • Apple Music Rilis Daftar Hits 2024: Lagu Teratas di Indonesia dan Global Terungkap, Siapa Saja? – Page 3

    Apple Music Rilis Daftar Hits 2024: Lagu Teratas di Indonesia dan Global Terungkap, Siapa Saja? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Hari ini, Apple Music merilis laporan tentang Tangga Lagu Akhir Tahun untuk merayakan musik terbaik tahun 2024.

    Menggunakan data streaming, tag Shazam, pemutaran radio, dan lirik, tahun ini mencatat pencapaian penting. Apa itu?

    Mengutip laporan Apple Music, Rabu (4/12/2024), tangga lagu global Apple Music tahun ini didominasi oleh banyak artis perempuan ketimbang dari tahun sebelumnya.

    Disebutkan, lagu “Not Like Us” dari Kendrick Lamar menempati puncak sebagai lagu paling banyak diputar di Apple Music tahun ini.

    Selain itu, lagu ini juga menjadi hit terbesar Kendrick Lamar hingga saat ini. Artis pendatang baru Benson Boone juga mencetak sejarah.

    Penyanyi kelahiran Monroe, Washington, Amerika Serikat, ini juga mencetak sejarah lewat lagu balada pop berjudul “Beautiful Things” di posisi kedua.

    Setelah itu, ada Sabrina Carpenter “Espresso” dan lagu “A Bar Song (Tipsy)” dinyanyikan oleh Shaboozey.

    Lagu Teratas di Indonesia

    Di Indonesia, lagu lokal dan K-Pop mendominasi. “Sialan” dari Adrian Khalif dan Juicy Luicy menjadi lagi paling banyak diputar, sementara “Seven” dari Jung Kook mendominasi K-Pop.

    Sialan oleh Adrian Khalif, Juicy Luicy
    Birds of a Feather oleh Billie Eilish
    Penjaga Hati oleh Nadhif Basalamah
    We can’t be friends (wait for your love) oleh Ariana Grande
    Die With A Smile oleh Lady Gaga, Bruno Mars
    Satu Bulan oleh Bernadya

    Cruel Summer oleh Taylor Swift
    Drunk Text oleh Henry Moodie
    Tak Segampang Itu oleh Anggi Marito
    Gala Bunga Matahari oleh Sal Priadi
    One Of The Girls oleh The Weeknd, Lily Rose Depp, JENNIE
    Bawa Dia Kembali oleh Mahalini
    Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan oleh Bernadya
    Backburner oleh NIKI

    Take A Chance With Me oleh NIKI
    Mati-Matian oleh Mahalini
    End of Beginning oleh Djo
    Espresso oleh Sabrina Carpenter
    Tanpa Rasa Bersalah oleh Fabio Asher
    Bunga Hati oleh Salma Salsabil

     

  • Billboard Menobatkan Taylor Swift sebagai Bintang Pop Nomor 2 Abad ke-21

    Billboard Menobatkan Taylor Swift sebagai Bintang Pop Nomor 2 Abad ke-21

    Jakarta, Beritasatu.com – Musisi asal Amerika Serikat (AS), Taylor Swift akan dinobatkan oleh Billboard Magazine sebagai bintang pop terbesar kedua pada abad ke-21.

    Billboard menyebut daftar ini sebagai kumpulan artis yang paling berpengaruh dalam dunia pop selama 25 tahun terakhir, seperti yang dilansir oleh USA Today pada Kamis (28/11/2024).

    Swift menempati posisi kedua, mengungguli Rihanna, Drake, Lady Gaga, dan Britney Spears. Dia juga lebih unggul dari Kanye West serta sejumlah artis besar lainnya seperti Justin Bieber, Ariana Grande, Adele, dan Usher.

    Pada 2023, Taylor Swift sebelumnya menduduki posisi teratas dalam daftar artis terbaik versi Billboard. Menurut Hannah Dailey dari Billboard, Swift pantas meraih posisi tersebut berkat kemampuannya untuk merayakan segala hal yang membedakannya dari yang lain.

    “Taylor Swift mampu dengan kuat mempengaruhi budaya pop sesuai dengan keinginannya dan menjadi salah satu bintang pop terbesar yang tak terbantahkan, meskipun dia memulai kariernya di musik country delapan tahun lebih lambat dari kebanyakan artis lainnya,” tutur Dailey.

    Dailey juga memperkirakan adanya protes dari para penggemar karena Swift hanya menempati posisi kedua untuk gelar tersebut. Hal itu karena pengaruh Taylor Swift cukup kuat di kalangan musisi internasional.

    “Namun, meskipun begitu, posisi ini seharusnya tidak terlalu mengecewakan Swifties (sapaan fan Taylor Swift), mengingat bagaimana kariernya yang dimulai terlambat, baik dalam genre maupun industri musik secara keseluruhan,” lanjut Dailey..

    Pada Februari 2024, Taylor Swift mencatatkan sejarah baru dengan meraih Grammy untuk kategori album terbaik pada 2024 ini untuk keempat kalinya.

    Pada Oktober 2023, Forbes memperkirakan kekayaan bersih Taylor Swift mencapai US$ 1,6 miliar (Rp 25,4 triliun), menjadikannya musisi perempuan terkaya. Selain itu, dia juga dianugerahi gelar person of the year, oleh majalah Time untuk pada 2023.

    Swift baru saja menyelesaikan Eras Tour-nya yang sukses besar, yang disebut-sebut sebagai tur konser terlaris sepanjang masa. Album terbarunya, The Tortured Poets Department, yang dirilis pada April 2024, juga berhasil mencatatkan rekor dengan lebih dari 300 juta streaming di Spotify dalam satu hari.

    Peringkat pertama menjadikan Taylor Swift sebagai bintang pop terbesar abad ke-21 versi Billboard masih belum diumumkan. Namun, banyak yang memperkirakan, Beyonce kemungkinan akan meraih posisi teratas, mengingat namanya tidak muncul dalam daftar tersebut.

  • Taylor Swift Akhiri ‘Eras Tour’ di AS dengan Cinta dan Kegembiraan

    Taylor Swift Akhiri ‘Eras Tour’ di AS dengan Cinta dan Kegembiraan

    Jakarta, Beritasatu.com – Konser “Eras Tour” milik Taylor Swift hampir mencapai akhir setelah sang penyanyi menyelesaikan pertunjukan terakhirnya di Indianapolis, Indiana, pada akhir pekan lalu di Amerika Serikat (AS).

    Dilansir dari Billboard pada Senin (5/11/2024), Swift mengunggah foto di Instagram untuk merayakan momen spesial tersebut.

    “Tidak ada cara yang lebih magis untuk mengakhiri konser kami di Amerika Serikat dalam ‘Eras Tour’,” tulisnya, menyertakan beberapa foto dari konser yang digelar di Lucas Oil Stadium.

    Swift mengatakan, dirinya menghabiskan waktu yang luar biasa bersama 207.000 orang di Indianapolis. Ia merasakan  penggemarnya tersebut memberikan banyak cinta, kegembiraan, dan kebahagiaan. 

    “Saya tahu, saya akan selalu mengingat akhir pekan ini dan tersenyum karena semuanya terasa seperti mimpi. Terima kasih kepada semua yang datang ke 3 pertunjukan terakhir kami di AS,” tuturnya.

    Sebelum melanjutkan tur ke Kanada pada November 2024 ini, Swift mengungkapkan kegembiraannya untuk bertemu para penggemarnya di sana. Ia juga menyampaikan pesan penting kepada para penggemar pada malam sebelum pemilihan presiden AS.

    “Ini adalah pengingat yang ramah, tetapi sangat penting bahwa besok adalah pemilihan umum AS, dan ini adalah kesempatan terakhir Anda untuk memilih,” kata Swift.

    Diketahui, Swift akan melanjutkan tur ke Toronto dari 14-16 November 2024, dilanjutkan dengan penampilan di sana pada 21-23 November 2024. Ia akan mengakhiri “Eras Tour” di Vancouver pada 6-8 Desember 2024.

  • Elon Musk Sebarkan Kebohongan soal Pemilu AS

    Elon Musk Sebarkan Kebohongan soal Pemilu AS

    Jakarta

    Keterlibatan orang terkaya di dunia, Elon Musk, dalam politik Amerika Serikat (AS), menunjukkan bahwa seorang miliarder yang memiliki kendali atas media sosial dapat mempengaruhi opini publik yang kemudian berpotensi mempengaruhi pemilihan umum.

    “Sejak Elon Musk mengambil alih X, platform ini telah berubah menjadi neraka kebencian dan disinformasi – yang sebagian besar berasal dari Mr. Musk sendiri,” kata Imran Ahmed, Kepala Pusat Penanggulangan Kebencian Digital (CCDH), kepada DW.

    Tidak seperti kebanyakan miliarder teknologi dan donatur politik lainnya, keterlibatan politik Musk sangat terlihat dan semakin meningkat menjelang pemilihan Presiden AS pada 5 November 2024. Laporan CCDH baru-baru ini menemukan bahwa klaim Musk yang salah atau menyesatkan tentang pemilu AS telah ditonton sebanyak 1,2 miliar kali antara Januari dan Juli 2024 di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), yang ia miliki.

    Peran Musk sebagai sumber misinformasi dan disinformasi tidak hanya terbatas pada unggahannya sendiri. Dia sering me-retweet atau terlibat dengan klaim dan teori konspirasi yang salah dan menyesatkan, yang kemudian membuat unggahan-unggahan tersebut memiliki jangkauan yang sangat luas.

    Berikut adalah tiga contoh bagaimana Musk menyebarkan klaim palsu menjelang pemilu AS.

    1: Narasi palsu tentang hak pilih para migran

    Klaim: Pada bulan Juli, Ketua DPR AS dari Partai Republik Mike Johnson mengatakan bahwa Partai Demokrat “ingin mengubah orang asing ilegal menjadi pemilih.” Musk me-retweet klaim ini, menambahkan bahwa “tujuannya selama ini adalah untuk mengimpor sebanyak mungkin pemilih ilegal,” menyiratkan bahwa para imigran dibawa masuk ke AS untuk mendukung Partai Demokrat. Unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 45 juta kali.

    Cek fakta DW: Salah.

    “Non-warga negara, termasuk penduduk tetap yang sah, tidak dapat memberikan suara dalam pemilu federal, negara bagian, dan sebagian besar pemilu lokal,” menurut pernyataan di USA.gov, situs web resmi pemerintah AS.

    Hukum federal secara tegas melarang warga negara asing untuk memberikan suara dalam pemilihan Presiden AS.

    Musk juga menyatakan bahwa hanya dibutuhkan “kurang dari lima menit dan tanpa dokumentasi” dengan bantuan sebuah aplikasi untuk disetujui sebagai imigran ilegal dan diterbangkan ke AS dengan biaya dari para pembayar pajak Amerika. Musk mengunggah ulang sebuah video yang menuding bahwa dengan menggunakan aplikasi CBP One, orang asing dalam jumlah yang tidak terbatas dapat masuk ke AS. Aplikasi ini dikembangkan oleh badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS dan digunakan untuk menjadwalkan janji temu untuk pemrosesan suaka. Namun, hanya dengan mendaftar di aplikasi ini tidak menjamin Anda bisa masuk ke AS.

    Meski begitu, unggahan Musk telah dilihat hampir 20 juta kali dan dibagikan puluhan ribu kali.

    2: Mengunggah gambar palsu Kamala Harris

    Klaim: Pada awal September, Musk mengunggah sebuah gambar yang menunjukkan calon presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris mengenakan pakaian komunis berwarna merah dengan palu dan arit di topinya, dengan keterangan: “Kamala bersumpah untuk menjadi diktator komunis pada hari pertama. Bisakah Anda percaya dia memakai pakaian itu!?” Unggahan ini dengan cepat menjadi viral, mencapai lebih dari 80 juta tampilan.

    Cek fakta DW: Palsu.

    Ini bukan foto asli Harris. Foto tersebut dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), seperti yang terlihat dari ketajaman gambar Harris dengan latar belakang yang kabur dan warna-warna yang sangat cerah. Alat pendeteksi gambar AI yang canggih seperti truemedia.org menemukan “bukti substansial manipulasi.”

    Sander van der Linden, seorang profesor di University of Cambridge di Inggris dan penulis “Foolproof: Mengapa Misinformasi Menginfeksi Pikiran Kita dan Bagaimana Membangun Kekebalan” mengatakan kepada DW bahwa informasi yang salah mengikis kualitas wacana demokratis, menurunkan kepercayaan pada proses dan hasil pemilu, dan bagi sebagian orang bahkan dapat mengubah cara mereka memilih.

    Dengan kekayaan bersih lebih dari $263 miliar atau setara Rp4,1 kuadriliun per November (menurut Forbes), Musk adalah orang terkaya di dunia, dan menjadikannya influencer yang unik. Dia punya lebih dari 200 juta pengikut di media sosial. Sebagai perbandingan, Taylor Swift memiliki lebih dari 500 juta pengikut.

    Sejak mengakuisisi Twitter dua tahun lalu dan mengubah namanya menjadi X, Musk telah melakukan berbagai hal seperti mengembalikan akun mantan Presiden Donald Trump, yang sempat ditangguhkan akibat unggahan kontroversial Trump setelah pemilihan presiden terakhir di tahun 2020, yang akhirnya ia kalah. Trump memiliki lebih dari 92 juta pengikut di X, dan kurang dari 8 juta pengikut di platform media sosialnya sendiri, Truth Social.

    3: Mempertanyakan proses pemilihan umum

    Musk telah memperkuat klaim bahwa ada sesuatu yang salah dengan daftar pemilih di negara bagian Michigan. Klaim awal – bahwa Michigan memiliki lebih banyak pemilih daripada penduduk yang memenuhi syarat untuk memilih – telah dibantah oleh Pusat Fakta Pemilu Michigan.

    Klaim: Musk menggandakan klaimnya pada pertengahan Oktober dan menuduh Sekretaris Negara Bagian Michigan Jocelyn Benson tidak jujur, dengan menulis, “Anda hanya berencana untuk menghapus pemilih yang tidak memenuhi syarat SETELAH pemilihan. Itu berarti ada lebih banyak orang yang terdaftar untuk memilih daripada jumlah pemilih yang memenuhi syarat.”

    Cek fakta DW: Menyesatkan.

    Berdasarkan hukum negara bagian dan federal di AS, pemilih hanya akan dihapus dari daftar pemilih setelah mereka menerima pemberitahuan bahwa pendaftaran mereka dapat dibatalkan dan dua siklus pemilu federal berikutnya telah berlalu tanpa ada tanggapan atau aktivitas pemungutan suara.

    “Michigan telah melakukan lebih banyak hal dalam lima tahun terakhir untuk meningkatkan akurasi daftar pemilih kami dibandingkan dengan dua dekade sebelumnya,” kata negara bagian tersebut di situs web informasi pemilihannya.

    “Sejak 2019, petugas pemilu telah membatalkan lebih dari 800.000 pendaftaran pemilih dan mengidentifikasi lebih dari 600.000 yang dijadwalkan untuk dibatalkan pada tahun 2025 dan 2027 setelah periode dua siklus pemilu federal yang diwajibkan secara hukum telah berlalu.”

    Apa yang memotivasi Musk?

    Musk dan Trump memiliki hubungan yang kompleks. Selama kampanye Trump tahun 2016, Musk secara terbuka mempertanyakan kelayakan Trump untuk menjabat. Trump kemudian menunjuk Musk sebagai dewan penasihatnya, peran yang akhirnya ditinggalkan Musk karena tak ada kesepakatan kebijakan.

    Van der Linden, dari University of Cambridge, berpendapat bahwa Musk yakin kemenangan Trump akan menjadi kepentingan terbaik bagi bisnisnya. Hal ini mungkin termasuk “kemungkinan lebih banyak kontrak dari NASA untuk SpaceX, lebih banyak kontrak federal untuk Starlink, dan kebebasan untuk menjalankan X sesuka hatinya tanpa pengawasan pemerintah terhadap perusahaan media sosial,” katanya.

    Diadaptasi dari artikel DW berbahasa Inggris

    (ita/ita)

  • Jerman dan Eropa Kembali Jadi Target Serangan Teror ISIS

    Jerman dan Eropa Kembali Jadi Target Serangan Teror ISIS

    Jakarta

    Milisi teroris Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan pisau di Solingen. Menurut Amak, corong ISIS, serangan tersebut dilakukan sebagai “balas dendam untuk umat Islam di Palestina dan di tempat lain” dan menargetkan “sekelompok umat Kristiani.”

    “Ekstremis menggunakan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah sebagai cara untuk mendapatkan momentum,” kata Thomas Mücke kepada DW. Dia bekerja untuk Violence Prevention Network (VPN), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mencegah ekstremisme dan melakukan deradikalisasi terhadap pelaku kekerasan.

    Sejak 7 Oktober 2023, ketika Hamas membunuh banyak warga sipil Israel, dan Israel merespons dengan serangan balasan di Jalur Gaza, Mücke telah melihat “peningkatan empat kali lipat” dalam jumlah serangan dan percobaan serangan di Eropa Barat dibanding tahun 2022.

    Serangan di Solingen, Jerman, menjadi salah satu serangan terbaru dari serangkaian serangan dan percobaan serangan ISIS yang terjadi di seluruh Eropa dalam beberapa minggu terakhir, meskipun tidak selalu jelas apakah kelompok radikal itu yang menjadi dalang di baliknya.

    Pada hari yang sama dengan serangan di Solingen, dua mobil meledak di luar sebuah sinagoga di La Grande-Motte, Prancis selatan.

    Di Austria, rangkaian konser penyanyi AS Taylor Swift yang awalnya dijadwalkan berlangsung di Wina pada awal Agustus akhirnya dibatalkan, menyusul penangkapan dua tersangka simpatisan ISIS. Menurut otoritas keamanan Austria, tersangka utama yang merupakan seorang warga Austria berusia 19 tahun dengan latar belakang Makedonia Utara itu, mengaku pada saat penangkapannya bahwa ia ingin “membunuh dirinya sendiri dan sekelompok besar orang.”

    Pada akhir Mei, seorang warga Afganistan yang tinggal di Jerman secara fatal melukai seorang petugas polisi dan melukai lima orang lainnya di Mannheim. Serangan itu ditujukan kepada ketua Pax Europa, sebuah gerakan yang kritis terhadap Islam. Meskipun tidak ditemukan hubungan langsung dengan ISIS dalam kasus ini, penyidik mengklasifikasikan serangan tersebut “bermotif agama.”

    Otoritas di Eropa telah mendokumentasikan tujuh serangan dan 21 percobaan atau rencana serangan di Eropa Barat sejak 7 Oktober 2023. Mücke menganggap peningkatan ini tidak mengejutkan: “ISIS mengidentifikasi Eropa Barat sebagai target serangan, jelas dengan niat untuk menyebarkan kengerian dan ketakutan serta memecah belah masyarakat sehingga mereka dapat merekrut lebih banyak orang untuk tujuan mereka.”

    Meski begitu, serangan paling serius yang diklaim oleh ISIS baru-baru ini terjadi bukan di Eropa Barat, melainkan di Moskow pada Maret 2024, ketika lebih dari 140 orang tewas dalam serangan teroris di sebuah gedung konser. “Tentara Negara Islam menyerang pertemuan besar umat Kristiani, menewaskan dan melukai ratusan orang,” lapor Amak.

    Radikalisasi melalui internet

    Organisasi teroris ISIS dikenal secara global sekitar 10 tahun silam ketika pemimpinnya saat itu, Abu Bakr al-Baghdadi, mengumumkan pendirian “kekhalifahan” di Timur Dekat dan Timur Tengah. ISIS kemudian mencapai puncak kekuasaannya pada tahun berikutnya, karena berhasil menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak. Video pembunuhan brutal dan pemenggalan kepala khususnya, diunggah secara online.

    “ISIS terus menyerukan serangan semacam itu dengan propaganda internetnya,” kata Mücke, “dan ada juga instruksi rinci tentang cara melakukan serangan, seperti menggunakan mobil untuk membunuh orang kafir di mana-mana.”

    Dalam satu kasus yang sangat mengerikan, seorang simpatisan ISIS mengendarai sebuah truk ke pasar Natal Berlin pada tahun 2016, yang kemudian menewaskan dua belas orang.

    Pada 2019, banyak yang percaya ISIS telah dikalahkan secara militer di Timur Tengah. Serangan ISIS di Eropa juga menurun untuk sementara waktu. Namun, dengan gelombang serangan baru ini, jihadisme tampaknya telah kembali.

    Mücke mengatakan bahwa para pelaku kini semakin muda, dengan dua pertiga dari mereka yang ditangkap di Eropa Barat adalah remaja. Dan metode yang digunakan untuk menarik mereka juga disesuaikan dengan usia mereka. “Internet memainkan peran besar dalam radikalisasi dan mobilisasi, serta dalam perekrutan.”

    Secercah harapan: deteksi dini radikalisasi

    Para ahli pesimis tentang prospek perbaikan dalam waktu dekat. Eskalasi konflik di Timur Tengah sejak 7 Oktober 2023 “akan terus mempengaruhi dinamika terorisme selama bertahun-tahun yang akan datang.”

    Di mata banyak ahli, menciptakan zona bebas pisau, seperti yang direncanakan oleh Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser, tidak banyak berguna. Menurut mereka, seseorang yang berniat membunuh orang dengan pisau tidak mungkin terhalang oleh larangan semacam itu.

    Namun, Thomas Mücke dari Violence Prevention Network memiliki secercah harapan untuk dibagikan. “Sejak 7 Oktober, jumlah panggilan ke hotline konseling telah meningkat berkali-kali lipat. Dan itu memberi kami informasi yang kami butuhkan untuk mencoba mencegah radikalisasi pada tahap yang relatif awal.”

    Fakta bahwa para pelaku sekarang semakin muda juga merupakan kesempatan, katanya. “Pertama-tama, saya mengandalkan fakta bahwa orang yang menjadi radikal akan mengalami perubahan signifikan dalam karakter mereka dan ini akan diperhatikan oleh orang-orang di sekitar mereka,” katanya.

    “Dan penting bahwa perubahan ini dilaporkan secepat mungkin, bahwa bantuan dan dukungan perlu dicari, karena setiap kelompok ekstremis mencoba untuk menarik dan merekrut generasi muda khususnya; mereka adalah generasi berikutnya. Dan di sinilah kita masih memiliki kesempatan terbaik untuk membendung ekstremisme dan terorisme.” (rs/gtp/hp)

    (ita/ita)

  • Konser Taylor Swift di Austria Batal Usai 2 Simpatisan ISIS Ditangkap

    Konser Taylor Swift di Austria Batal Usai 2 Simpatisan ISIS Ditangkap

    Jakarta

    Konser Taylor Swift batal digelar di Wina, Austria. Pembatalan konser ini dilakukan setelah pihak berwenang Austria menangkap simpatisan ISIS yang diduga merencanakan serangan di konser Taylor Swift tersebut.

    “Dengan konfirmasi dari pejabat pemerintah mengenai rencana serangan teroris di Stadion Ernst Happel, kami tidak punya pilihan selain membatalkan tiga jadwal konser demi keselamatan semua orang,” kata Barracuda Music dilansir AFP, Kamis (8/8/2024).

    Penyelenggara konser mengatakan semua pemegang tiket akan menerima pengembalian uang. Diketahui, ada sekitar 65.000 penonton yang sudah membeli konser Taylor Swift selama tiga hari itu.

    Sebelumnya, pihak berwenang Austria menangkap seorang remaja berusia 19 tahun yang merupakan kelompok simpatisan ISIS. Pria tersebut diduga merencanakan serangan di Wina dan menargetkan konser Taylor Swift yang akan diselenggarakan selama tiga hari.

    Kepala Keamanan Austria Franz Ruf mengatakan pria tersebut baru-baru ini berbaiat ISIS. Saat ini pria tersebut ditahan.

    “Kami telah menetapkan tindakan persiapan yang sesuai dan juga ada fokus pelaku berusia 19 tahun pada konser Taylor Swift di Wina,” kata Ruf.

    Dia mengatakan ada bahan kimia disita di rumah tersangka. Selain menangkap pria tersebut, orang yang diyakini telah melakukan kontak dengan tersangka juga ditangkap di Wina.

    Diketahui, Austria pernah mengalami serangan kelompok ISIS pada November 2020, ketika seorang terpidana simpatisan ISIS melakukan penembakan di pusat kota Wina. Peristiwa itu menewaskan empat orang dan melukai 23 lainnya sebelum polisi menembaknya hingga tewas.

    (zap/fas)

  • 2 Simpatisan ISIS Rencanakan Teror Konser Taylor Swift di Austria Ditangkap

    2 Simpatisan ISIS Rencanakan Teror Konser Taylor Swift di Austria Ditangkap

    Vienna

    Pihak berwenang Austria menangkap seorang pria berusia 19 tahun karena diduga merencanakan serangan dalam konser bintang Amerika Serikat (AS) Taylor Swift di Wina akhir pekan ini. Pria itu disebut simpatisan ISIS.

    Kepala Keamanan Austria Franz Ruf menyebut pria itu telah berjanji setia kepada kelompok ISIS dalam beberapa pekan terakhir. Pria itu pun ditahan.

    “Kami telah menetapkan tindakan persiapan yang sesuai dan juga ada fokus pelaku berusia 19 tahun pada konser Taylor Swift di Wina,” kata Ruf dilansir AFP, Kamis (8/8/2024).

    Dia mengatakan, bahan kimia disita di rumah tersangka.

    Polisi Austria juga menangkap orang kedua yang diyakini telah melakukan kontak dengan tersangka yang ditangkap di Wina.

    Berdasarkan temuan penyelidikan awal, kedua tersangka melakukan radikalisasi di internet.

    Tindakan polisi akan ditingkatkan di wilayah Wina dalam beberapa hari mendatang, khususnya di pintu masuk konser Taylor Swift yang tampil pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu di Wina. Sekitar 65.000 penonton diharapkan hadir dalam setiap pertunjukan.

    (fas/fas)

  • Kerusuhan Meluas, Inggris Selidiki Peran Negara Asing Sebar Disinformasi

    Kerusuhan Meluas, Inggris Selidiki Peran Negara Asing Sebar Disinformasi

    London

    Pemerintah Inggris sedang menyelidiki peran negara asing dalam menyebarkan dan memperkuat disinformasi atau informasi keliru via online, yang menghasut kerusuhan yang kini meluas. London memperingatkan perusahaan media sosial untuk melakukan lebih banyak hal untuk menghentikan penyebaran informasi keliru.

    Seperti dilansir Sky News dan Politico, Selasa (6/8/2024), Inggris dilanda berbagai tindak kekerasan anti-imigran dan anti-Muslim dalam beberapa hari terakhir, dengan para demonstran sayap kanan terlibat bentrok dengan polisi, menargetkan masjid, dan menyerbu hotel-hotel yang menampung para pencari suaka.

    Situasi memanas sejak pekan lalu setelah terjadi penikaman yang menewaskan tiga bocah perempuan di sebuah kelas dansa bertema Taylor Swift yang digelar di Southport, kota tepi laut di Inggris bagian utara.

    Menyusul pembunuhan itu, beredar informasi palsu di media sosial yang mengidentifikasi pelaku penikaman sebagai seorang migran Muslim dan pencari suaka.

    Unjuk rasa pun digelar oleh kelompok anti-Islam dan anti-imigrasi dan meluas ke beberapa kota lainnya di Inggris. Dalam aksinya, para demonstran menyerbu masjid dan hotel yang menampung para migran, hingga memicu bentrokan sengit dengan polisi setempat.

    Laporan Politico menyebut outlet berita yang pertama mendorong klaim palsu itu, menyebut diri sebagai “Channel3 Now”, yang memposting informasi bahwa tersangka “ada dalam daftar pengawasan (dinas keamanan) MI6” dan “telah dikenal dalam layanan kesehatan mental”.

    Klaim palsu itu, menurut Politico, semakin dikobarkan oleh beberapa influencer sayap kanan terkenal di Inggris, termasuk Andrew Tate dan Tommy Robinson.

    Laporan media Inggris, Daily Mail, dalam beberapa hari terakhir menyebut Channel3 Now mulai aktif sejak 11 tahun lalu sebagai saluran YouTube Rusia. Disebutkan juga bahwa postingan Channel3 Now yang memuat klaim palsu itu ditonton lebih dari 2 juta orang sebelum dihapus, yang diikuti dengan permintaan maaf.

    Direktur Kebijakan dan Penelitian di Institut Dialog Strategis (ISD), Jacob Davey, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa membanjirnya informasi keliru via online dan peran perusahaan media sosial menjadi faktor kunci.

    “Saya rasa kita tidak bisa meremehkan betapa pentingnya penyebaran informasi ini terhadap peristiwa mengerikan pada akhir pekan,” ucapnya kepada Reuters.

    Pemerintah Inggris, yang selama bertahun-tahun menuduh negara-negara seperti Rusia berupaya mengobarkan perselisihan, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki seberapa besar dampak yang diberikan negara-negara asing dalam mempromosikan klaim palsu semacam itu.

    Badan Kejahatan Nasional dan Departemen Ilmu Pengetahuan, Inovasi dan Teknologi Inggris sedang menyelidiki masalah tersebut, ketika pemerintah London berupaya menindak bot online otomatis.

    “Jelas kita telah melihat aktivitas bot online, yang sebagian besar mungkin diperkuat, dengan keterlibatan aktor negara, yang menguatkan beberapa disinformasi dan misinformasi yang telah kita lihat,” ucap juru bicara Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dalam pernyataannya.

    Juru bicara Starmer menolak untuk menyebut negara mana saja yang mungkin terlibat. Dia hanya mengatakan bahwa: “Ini jelas merupakan sesuatu yang sedang diselidiki”.

    Dia menambahkan bahwa hal semacam itu sedang dikaji oleh Badan Kejahatan Nasional (NCA) dan Departemen Sains, Inovasi dan Teknologi (DSIT).

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Ratusan Orang Ditangkap Usai Kerusuhan di Inggris, WNI Diminta Waspada

    Ratusan Orang Ditangkap Usai Kerusuhan di Inggris, WNI Diminta Waspada

    Jakarta

    Hampir 400 orang telah ditangkap setelah kerusuhan yang meluas di sejumlah wilayah di Inggris dan Irlandia Utara enam hari terakhir, kata polisi. Warga negara Indonesia (WNI) di Inggris diimbau untuk “meningkatkan kewaspadaan”.

    Dirjen perlindungan WNI di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Judha Nugraha, mengungkapkan bahwa KBRI London telah menyampaikan imbauan kepada WNI di Inggris, menyusul kerusuhan yang terjadi di beberapa kota di Inggris yang dipicu penikaman dalam sebuah kelas tari di Southport pada Senin (29/07).

    “Masyarakat WNI diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, mempertimbangkan urgensi jika beraktivitas di luar rumah, hindari kerumunan massa dan lokasi-lokasi yang berpotensi jadi tempat berkumpulnya demonstran,” ujar Judha Nugraha dalam keterangan tertulis yang diterima BBC News Indonesia, Selasa (06/08).

    Merujuk data Kementerian Luar Negeri, tercatat ada ribuan WNI di Inggris, di antaranya 3.279 orang di London, 134 orang di Liverpool, 228 orang di Bristol, 290 orang di Nottingham, 467 orang di Leeds, 532 orang di Manchester, dan 18 orang di Sunderland.

    Pada Senin (05/08) malam, polisi diserang oleh massa di Plymouth ketika mereka berupaya memisahkan pengunjuk rasa, sementara bom molotov dilemparkan ke petugas polisi di Belfast dan polisi menghadapi demonstrasi di Birmingham.

    Selama sepekan terakhir puluhan aparat polisi terluka, sedangkan toko-toko dan rumah rusak parah di Inggris.

    Kerusuhan ini terjadi pada malam setelah tiga anak terbunuh di Southport dalam serangan penikaman Senin (29/08) silam. Kerusuhan ini menyusul rumor yang menyebar secara online bahwa tersangka penikaman seorang pencari suaka muslim.

    Anjing polisi dikerahkan untuk menghalau massa di Plymouth. (Getty Images)

    Akhir pekan silam, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengutuk kerusuhan tersebut dengan menyebut kerusuhan itu sebagai “premanisme sayap kanan” dan pada Senin (05/08) dia berjanji “meningkatkan” undang-undang untuk menangani kekerasan seksual.

    Pada Senin (05/08) polisi di Plymouth mengatakan telah terjadi “peningkatan kekerasan” terhadap petugas dan sebuah mobil polisi telah dirusak.

    “Kami mengambil tindakan terhadap individu yang berniat melakukan kriminalitas,” ujar Inspektur Polisi Devon dan Cornwall, Russ Dawe.

    Dawe menambahkan “beberapa” petugas terluka dan sejumlah penangkapan telah dilakukan karena “berbagai pelanggaran ketertiban umum dan penyerangan”.

    Getty ImagesDemonstrasi di Plymouth pada Senin, 5 Agustus 2024.

    Berbicara dalam konferensi pers, Dawes mengatakan dia ingin meyakinkan masyarakat bahwa pasukannya “bersumber daya penuh saat ini, dengan kehadiran polisi yang kuat”.

    Dawe kemudian menambahkan bahwa mereka yang berniat melakukan kejahatan dan melanggar ketertiban umum akan “ditangani dengan tegas”.

    Dia melanjutkan sejumlah penangkapan telah dilakukan karena “berbagai pelanggaran dan penyerangan ketertiban umum”.

    Sementara itu, pada Senin (05/08) malam di Birmingham terjadi keributan setelah ratusan orang berkumpul di kawasan Bordesley Green, menyusul laporan palsu bahwa demonstrasi sayap kanan telah direncanakan digelar di sana.

    Bendera Palestina dikibarkan dan nyanyian anti-Liga Pertahanan Inggris terdengar.

    Sekelompok pemuda kemudian memisahkan diri dari kerumunan dan melakukan serangan terhadap beberapa kendaraan dan sebuah pub.

    Aktivis sayap kanan mengadakan demonstrasi “Enough is Enough” pada 2 Agustus 2024 di Sunderland, Inggris. Setelah pembunuhan tiga gadis di Southport, misinformasi menyebar melalui media sosial dan memicu aksi kerusuhan yang dilakukan oleh kelompok sayap kanan di seluruh Inggris. (Getty Images).

    Kepolisian West Midlands merilis pernyataan pada Senin (05/08) malam yang menyatakan petugas sedang menyelidiki laporan penyerangan dan kerusakan pada sebuah pub.

    Kepolisian mengatakan: “Belum ada penangkapan yang dilakukan pada tahap ini tapi ada sejumlah insiden yang sporadis dan kami sedang menyelidiki laporan penyerangan, tindakan kriminal yang merusak sebuah pub di Stoney Lane, sebuah mobil yang jendelanya pecah di Alcombe Grove, Stechford, dan kerusakan akitab tindakan kriminal pada kendaraan yang bannya rusak di Belchers Lane, Bordesley Green.

    “Kami juga menyelidiki laporan tentang seorang pria yang memiliki senjata ofensif.”

    Kepala Inspektur Richard North menambahkan: “Untungnya rumor tentang aktivitas demonstrasi di kota tidak menjadi kenyataan.

    “Ada beberapa insiden kriminalitas yang sporadis pada malam hari dan kami akan bekerja keras untuk menangkap mereka yang bertanggung jawab.”

    Di Belfast Selatan, petugas petugas kepolisian Irlandia Utara diserang saat tim anti huru hara dikerahkan di Sandy Row.

    Hal ini menyusul kericuhan yang terjadi pada akhir pekan silam yang menyebabkan tempat usaha rusak setelah demonstrasi anti-imigrasi di kota tersebut pada Sabtu (03/08).

    Pada Senin (05/08), sedikitnya satu bom molotov dan batu dilemparkan ke arah petugas.

    Polisi kemudian membubarkan diri tepat setelah tengah malam.

    Pada Senin (05/08), sepekan setelah serangan di Southport di Merseyside, massa berkumpul untuk memperingati kematian tiga anak perempuan yang tewas terbunuh.

    Bebe King, Elsie Dot Stancombe, dan Alice Dasilva Aguiar masing-masing berusia 6,7 dan 9 tahun diserang saat mereka menghadiri kelas tari bertema Taylor Swift. Sebanyak 10 orang lainnya terluka parah.

    Chris Rimmer, sepupu Leanne Lucas guru yoga yang menggelar kelas dansa tersebut mengatakan kepada BBC bahwa kerusuhan harus dihentikan dan hal itu “menjijikkan”.

    Dia mengatakan kepada BBC: “Mengapa terjadi kerusuhan, itu tidak akan membantu,” seraya menambahkan bahwa dia akan meminta para perusuh untuk “menghentikannya. Menyedihkan Pulang saja”.

    Sebaliknya dia mengatakan bahwa penghormatan, bunga, peringatan dan dukungan telah memberikan “kekuatan” kepada keluarganya dan telah membuat dia “tersenyum”.

    Kerusuhan di Belfast, Plymouth dan Birmingham pada Senin (05/08) terjadi satu hari setelah sejumlah orang yang didakwa terkait kerusuhan tersebut muncul di pengadilan.

    Di antara mereka adalah Leanne Hodgson, 43, dari Holborn Road, Sunderland, dan Josh Kellett, 29, dari Southcroft, Washington, yang mengaku bersalah atas kekacauan kekerasan di Sunderland dalam sidang di Pengadilan Magistrat South Tyneside.

    Andrew Smith, 41, dari High Street East di Sunderland, juga mengakui pelanggaran yang sama di Pengadilan Newcastle Crown. Ketiganya akan dijatuhi vonis bulan depan.

    Menyusul kekacauan di Liverpool pada Sabtu (04/08), seorang anak laki-laki berusia 14 tahun termasuk di antara mereka yang juga hadir di pengadilan pada Senin (05/08).

    Dia mengaku bersalah atas kekacauan kekerasan di pengadilan pemuda di Liverpool.

    Sebanyak 378 penangkapan sejauh ini telah dilakukan secara nasional sejak kerusuhan bermula pada Selasa (30/08), menurut Dewan Kepolisian Nasional Inggris.

    Polisi mengatakan mereka bekerja “sepanjang waktu” untuk mengidentifikasi dan menangkap lebih banyak orang. Berikut ini adalah sejumlah penangkapan yang dilakukan di sejumlah wilayah di Inggris:

    Southport: Sepuluh tersangka telah hadir di Pengadilan Magistrat Liverpool sehubungan dengan kekacauan di Southport pada 30 Juli dan di Liverpool selama akhir pekan.London: Polisi Metropolitan mengatakan 111 orang ditangkap di pusat kota London pada Rabu malam selama demonstrasi di Whitehall. Pelanggaran yang dilakukan termasuk kekacauan akibat kekerasan, penyerangan terhadap petugas, kepemilikan pisau dan senjata ofensif, dan pelanggaran ketentuan protes.Middlesbrough: Polisi Cleveland mengonfirmasi pada Senin (05/08) bahwa total 43 penangkapan telah dilakukan sejauh ini sehubungan dengan kekacauan di daerah tersebut.Sunderland: Polisi mengatakan 14 orang telah ditangkap. Enam orang telah hadir di Pengadilan Hakim Tyneside Selatan.Manchester: Polisi Greater Manchester mengonfirmasi bahwa 19 orang ditangkap dan delapan orang, termasuk remaja, telah didakwa, setelah demonstrasi saingan diadakan pada akhir pekan. Dakwaan tersebut termasuk kepemilikan senjata dan penyerangan.Bristol: Polisi mengatakan sedikitnya 16 orang telah ditangkap. Dua pria telah didakwa dengan pelanggaran ketertiban umum Bagian 4 , satu orang didakwa tambahan atas kepemilikan obat kokain Kelas A.Hartlepool: Setidaknya 11 orang dilaporkan telah ditangkap. Seorang pria telah mengaku bersalah atas kekacauan kekerasan di Pengadilan Magistrat Teeside, sementara seorang perempuan yang didakwa melakukan pelanggaran yang sama tidak mengajukan pembelaan.Rotherham: Setidaknya enam orang telah ditangkap. Satu orang telah didakwa, dan enam orang masih ditahan.Hull: Polisi Humberside mengkonfirmasi pada Senin (05/08) bahwa 29 orang telah ditangkap sejauh ini. Seorang pria telah hadir di pengadilan dengan dakwaan kekerasan, tiga dakwaan perampokan, dua dakwaan perampokan dan tindak pidana pengrusakan.Hampshire: Polisi mengatakan pada akhir pekan bahwa lima pria ditangkap karena kekacauan selama protes di sebuah hotel yang menampung pencari suaka di Aldershot pada Rabu (31/07).Belfast: Empat pria telah ditangkap dan didakwa dengan serangkaian pelanggaran.

    Getty ImagesSebuah mobil polisi dibakar saat aktivis sayap kanan menggelar demonstrasi pada 2 Agustus 2024 di Sunderland, Inggris.

    Perdana Menteri Keir Starmer telah mengumumkan pada Senin bahwa “pasukan tetap” yang terdiri dari petugas polisi spesialis akan siap dikerahkan jika terjadi kerusuhan lebih lanjut.

    Berbicara setelah rapat kabinet darurat, Starmer mengatakan dia ingin nama tersangka diungkap “sedini mungkin”, dan sistem peradilan pidana akan “ditingkatkan”.

    “Apapun motivasinya, ini bukan demonstrasi, ini murni kekerasan dan kami tidak akan mentolerir serangan terhadap masjid atau komunitas Muslim kami,” katanya.

    Sir Keir tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan pasukan tetap.

    Juru bicara pemerintah Inggris kemudian mengatakan tidak ada rencana untuk melibatkan militer dalam perisitiwa ini.

    Pemerintah bekerja sama dengan perusahaan media sosial untuk memastikan misinformasi dan disinformasi dihilangkan, kata juru bicara tersebut.

    Neil Basu mantan kepala kontra-terorisme di Kepolisian Metropolitan mengatakan kepada BBC bahwa menurutnya sebagian dari kerusuhan tersebut merupakan “tindakan kekerasan serius yang dirancang untuk menimbulkan teror pada sebagian komunitas”.

    Basu menambahkan bahwa dia merasa beberapa tindakan telah “melewati batas dan menjadi teror”.

    (ita/ita)

  • Asyik, Lagu Taylor Swift Kembali Hadir di TikTok

    Asyik, Lagu Taylor Swift Kembali Hadir di TikTok

    Jakarta

    Universal Studio Group (UMG) akan kembali menghadirkan lagu-lagu para artisnya seperti Taylor Swift, Drake, dan Olivia Rodrigo ke platform TikTok.

    Sebelumnya, pada bulan Februari lalu, UMG dan TikTok tidak menemukan kesepakatan untuk melanjutkan kontrak. Hingga akhirnya UMG menarik semua lagu-lagu artisnya dan TikTok pun membisukan konten video yang menggunakan lagu dari UMG.

    UMG beralasan bahwa TikTok dibanjiri dengan rekaman buatan artificial intelligence (AI) yang mengurangi royalti musisi aslinya. TikTok kemudian menuduh perusahaan rekaman tersebut serakah di atas kepentingan artis dan penulis lagu mereka.

    Tapi kini setelah melalui menjalin kesepakatan baru keduanya saling bekerjasama untuk melakukan perlindungan artis dari AI generatif.

    “TikTok dan UMG akan bekerja sama untuk memastikan pengembangan AI di seluruh industri musik akan melindungi kesenian manusia dan ekonomi yang mengalir ke para artis dan penulis lagu,” tulis kedua perusahaan yang dikutip detikINET The Verge.

    “TikTok juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan UMG untuk menghapus musik yang dihasilkan oleh AI yang tidak sah dari platform, serta alat untuk meningkatkan atribusi artis dan penulis lagu,” lanjutnya.

    Global Head of Music Business Development Ole Oberman mengungkapkan perusahaan sangat senang menyambung kembali UMG dan UMPG (Universal Music Publishing Group) kembali ke TikTok.

    “Secara khusus, kami akan bekerja sama untuk memastikan bahwa perangkat AI dikembangkan secara bertanggung jawab untuk memungkinkan era baru kreativitas musik dan keterlibatan penggemar sekaligus melindungi kreativitas manusia,” ujarnya.

    Kesepakatan ini juga mencakup peluang monetisasi baru yang berasal dari kemampuan e-commerce TikTok yang terus berkembang. TikTok juga berkomitmen untuk terus membangun alat untuk membantu para artis memanfaatkan platform dengan lebih baik di berbagai bidang seperti analitik dan tiket terintegrasi.

    Kedua perusahaan mengatakan bahwa mereka bekerja dengan cepat untuk mengembalikan para artisnya ke platform ini.

    (jsn/jsn)