Tag: Taylor Swift

  • Taylor Swift di Tengah Kerancuan Hak Atas Lagu-Lagu Lamanya

    Taylor Swift di Tengah Kerancuan Hak Atas Lagu-Lagu Lamanya

    JAKARTA – Setelah tulisan yang diunggah oleh Taylor Swift pada 15 November lalu jadi viral, hari ini, Selasa, 19 November, Big Machine Records, label yang menaungi seluruh album Taylor Swift menyatakan penyanyi pop itu bisa membawakan lagu-lagu hit lamanya pada acara penghargaan bulan ini. Pernyataan ini membawa sebuah babak baru setelah konflik publik atas hak enam album pertama Swift.

    Tapi, pernyataan Big Machine soal hak ini membawa kebingungan. Karena, meski mereka mengatakan telah mencapai perjanjian dengan Dick Clark Productions (DCP), produser acara American Music Awards (AMA) sehingga Swift sudah diizinkan untuk membawa lagu-lagu lamanya, DCP justru menyatakan tidak.

    “Tidak pernah ada waktu untuk DCP setuju untuk membuat atau mendistribusikan pernyataan dengan Big Machine Records terkait penampilan Taylor Swift di AMA. Setiap perjanjian tentang masalah ini harus dilakukan dengan tim manajemen Taylor Swift. Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut,” kata mereka. 

    Padahal, Big Machine Label Group (BMLG) sempat mengeluarkan pernyataan berbunyi; “Big Machine Label Group dan Dick Clark Productions mengumumkan bahwa mereka telah menyetujui lisensi yang memperbolehkan pertunjukan artis mereka. Ini termasuk pertunjukan American Music Awards yang akan datang. Perlu dicatat bahwa artis rekaman tidak perlu persetujuan label untuk pertunjukan langsung di televisi atau media lainnya. Persetujuan label hanya diperlukan untuk rekaman audio dan visual untuk artis yang dikontrak dan menentukan bagaimana karya itu didistribusikan.” Dikutip dari Variety.

    Big Machine kemudian menyatakan, mereka menerima keputusan Swift meninggalkan Big Machine dan menghormati permintaannya untuk melisensikan katalognya, walaupun belum dijelaskan secara spesifik entah itu untuk AMA atau dokumen pribadi. Big Machine juga tidak menyangkal hal yang disebutkan Swift dalam unggahannya. Keanehan bertambah kala ayah Swift, Scott Kingsley Swift disebut sebagai pemegang saham dalam Big Machine. Kemungkinan besar keluarga menutup mata dengan sengaja atas kejadian ini.

    Sebelumnya, Swift menuliskan kicauan panjang di Twitter yang menyatakan dirinya tidak diperbolehkan menyanyikan lagu-lagu lamanya di acara penghargaan AMA. Swift juga menulis bagaimana ia dipersulit untuk menyisipkan penampilan lamanya dalam dokumenter Netflix yang sedang ia garap. 

    Don’t know what else to do pic.twitter.com/1uBrXwviTS

    — Taylor Swift (@taylorswift13) 14 November 2019

    “Saya hanya ingin bisa menampilkan musik MILIK SAYA. Hanya itu. Saya sudah mencoba ini secara privat melalui tim saya tetapi tidak menyelesaikan apa pun. Sekarang, penampilan saya di AMAs, dokumenter Netflix dan acara rekaman yang rencananya saya mainkan hingga November 2020 menjadi tanda tanya. Saya mencintai kalian dan saya pikir kalian harus tahu apa yang sedang terjadi. – Taylor.”

    Baik humas maupun Swift belum bereaksi atas pernyataan Big Machine ini.

  • Tradisi Pacu Jalur Mendunia Akibat Tren Aura Farming, Apa Itu?

    Tradisi Pacu Jalur Mendunia Akibat Tren Aura Farming, Apa Itu?

    Jakarta, Beritasatu.com – Fenomena aura farming tengah menjadi sorotan global, terutama di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Uniknya, istilah ini mulai populer justru karena terinspirasi dari tradisi Pacu Jalur, olahraga perahu tradisional asal Riau, Indonesia.

    Dalam berbagai video viral, bocah-bocah penari di ujung perahu terlihat begitu percaya diri dan penuh gaya, menciptakan momen ikonik yang dinilai “memancarkan aura keren”. Inilah cikal bakal tren digital bernama aura farming.

    Dari Tradisi Lokal ke Panggung Global

    Tradisi Pacu Jalur awalnya hanya dikenal di wilayah Riau dan sekitarnya sebagai perlombaan perahu panjang yang digerakkan oleh puluhan pendayung. Namun, belakangan ini, daya tarik dari gerakan tarian khas anak-anak di ujung perahu itu menarik perhatian dunia.

    Semua bermula ketika akun resmi TikTok Paris Saint-Germain (PSG) mengunggah video kompilasi pemain mereka seperti Bradley Barcola dan Neymar, disandingkan dengan gaya anak-anak Pacu Jalur yang menari dengan percaya diri.

    “Auranya tiba sampai ke Paris,” tulis PSG dalam unggahannya.

    Tak lama berselang, AC Milan menyusul dengan memposting maskot mereka, Milanello, menirukan gerakan ikonik tersebut dan memberi label “aura”.

    Tak hanya klub bola Eropa, bintang NFL dan kekasih Taylor Swift, Travis Kelce, juga ikut mempopulerkan tren ini. Ia menyebut tarian anak Pacu Jalur sebagai “auranya keren” sembari menyematkan tagar #AuraFarming dan #Indonesia.

    Apa Itu Aura Farming Sebenarnya?

    Seiring pesatnya perkembangan dunia digital, istilah dan tren baru pun bermunculan. Salah satu yang paling banyak dibicarakan saat ini adalah aura farming. Tapi, apa arti sebenarnya?

    Secara harfiah, aura merujuk pada pancaran energi atau karisma seseorang. Sementara farming dalam istilah gaul diambil dari dunia video gim yang berarti melakukan sesuatu secara berulang-ulang untuk meningkatkan level, pengalaman, atau item.

    Gabungan dua kata ini menghasilkan makna baru, yakni tindakan sadar dan berulang untuk meningkatkan daya tarik atau karisma diri di depan publik atau media sosial.

    Menurut situs Ilearnlot, aura farming adalah tindakan untuk memperkuat pancaran karisma melalui gaya, gerakan, atau konten yang menonjol.

    Biasanya dilakukan lewat video TikTok, selebrasi di dunia nyata, atau bahkan dalam gim. Situs Toxigon menambahkan bahwa fenomena ini kini sudah melampaui ranah anime dan gim, merambah budaya pop, film, hingga musik.

    Anak-anak penari di ujung perahu Pacu Jalur dianggap telah menciptakan momen aura farming yang sempurna, yakni gerakan penuh percaya diri, keseimbangan luar biasa, dan energi positif yang menginspirasi banyak orang untuk menirukannya.

    Lagu Young Black & Rich milik Melly Mike pun menjadi soundtrack wajib dalam video-video aura farming.

    Aura Farming dan Budaya Pop

    Tak bisa dimungkiri, tren aura farming mengaburkan batas antara budaya tradisional dan modern. Istilah yang lahir dari dunia gim dan anime ini kini justru menyoroti nilai artistik dan ekspresi dari tradisi Indonesia.

    Dalam dunia gim seperti Elden Ring atau Fortnite, farming dilakukan untuk mengumpulkan aura points melalui aksi keren atau performa maksimal. Di dunia nyata, TikTokers melakukan hal serupa—berusaha tampil keren dan ikonik demi mendapatkan pengakuan, likes, dan views.

    Tren ini menunjukkan bahwa gaya, percaya diri, dan keunikan lokal bisa menjadi komoditas digital yang powerful. Pacu Jalur bukan lagi sekadar tradisi lokal, tapi kini menjadi ikon global yang mengilhami berbagai bentuk aura farming di seluruh dunia.

    Fenomena aura farming bukan hanya sekadar tren digital biasa. Ia telah menjadi jembatan antara budaya lokal Indonesia dan apresiasi global. Lewat gerakan sederhana tetapi penuh karisma dari bocah penari Pacu Jalur, dunia kini mengenal tradisi Riau dengan cara yang segar dan menghibur.

  • Taylor Swift Minta Bantuan Fans untuk Melawan Scooter Braun

    Taylor Swift Minta Bantuan Fans untuk Melawan Scooter Braun

    JAKARTA – Langkah Taylor Swift untuk menampilkan lagu-lagu lamanya tampaknya semakin sulit. Scooter Braun dan presiden label Big Machine menolak memberikan hak dan master album-album tersebut kepada Taylor.

    Setelah lepas dari label Big Machine Records pada tahun 2018, Taylor bergabung dengan Republic Records. Big Machine Records adalah label pertama Taylor sampai album Reputation yang dirilis pada 2017.

    Kemudian, di bulan Juni lalu, Scooter Braun, seorang produser yang dikenal berhasil mengorbitkan penyanyi-penyanyi sukses mengakuisisi label Big Machine yang di-back up oleh Carlyle Group, sebuah perusahaan yang menerima suntikan dana dari keluarga Bin Laden. Taylor yang menerima pengumuman itu menceritakan lewat unggahan di Tumblr bahwa Braun pernah menggertaknya di masa lalu ketika ia mengalami kekerasan seksual.

    Presiden label Big Machine juga menolak memberikan hak dan master album-album kepada Taylor. Penolakan ini berujung kepada rencana Taylor yang akan merekam ulang semua albumnya di tahun 2020. Keputusan ini didukung penuh oleh Swifties (sebutan penggemar Taylor Swift) yang meyayangkan penolakan oleh label yang membesarkan nama Taylor.

    Setelah rencana itu diumumkan, Jumat, 15 November, Taylor mengunggah sebuah tulisan panjang lewat akun Twitter-nya. Ia menulis: “Guys — belakangan ini diumumkan American Music Awards akan memberi saya penghargaan Artist of the Decade pada perayaan tahun ini. Saya sudah berencana untuk menampilkan sebuah medley lagu-lagu hits saya selama dekade untuk acara ini. Sekarang Scott Borchetta dan Scooter Braun berkata saya tidak diperbolehkan menyanyikan lagu-lagu lama di televisi karena mereka mengklaim itu akan merekam ulang musik saya sebelum diizinkan mulai tahun depan.

    Selain itu – ini bukan cara yang saya rencanakan untuk memberi tahu kalian – Netflix telah membuat dokumenter tentang hidup saya untuk beberapa tahun belakangan. Scott dan Scooter menolak untuk menggunakan lagu-lagu lama saya atau rekaman penampilan untuk proyek ini, meskipun tidak ada penyebutan Big Machine Records atau apa pun di dalam film.

    Scott Borchetta memberitahu tim saya bahwa mereka diperbolehkan menggunakan musik saya jika saya melakukan hal ini: Jika saya setuju tidak merekam kembali versi copycat lagu-lagu saya tahun depan (yang ini adalah sesuatu yang bisa saya lakukan secara legal dan diizinkan) dan juga memberitahu tim saya bahwa saya berhenti membicarakan tentang dia (Scott) dan Scooter Braun. Saya merasa berbagi apa yang saya alami bisa mengubah tingkat kesadaran untuk artis lain dan secara potensial membantu mereka menghindari perlakuan yang sama. Pesan yang dikirimkan kepada saya sudah jelas. Pada dasarnya, jadilah anak perempuan yang baik dan diam. Atau anda akan dihukum.

    Ini SALAH. Para pria ini tidak turun tangan saat menulis lagu-lagu tersebut. Mereka tidak melakukan apapun untuk membangun hubungan yang saya miliki dengan penggemar. Jadi inilah dimana saya meminta pertolongan anda.

    Tolong beritahu Scott Borchetta dan Scooter Braun memberitahu apa yang anda rasakan tentang ini. Scooter juga memanage beberapa artis yang saya betul-betul percaya tentang artis dan pekerjaan mereka. Tolong minta mereka membantu hal ini – Saya berharap mereka bisa berbicara sebagai laki-laki yang melakukan kontrol tirani atas seseorang yang hanya ingin memainkan musik yang ditulisnya. Saya meminta secara khusus untuk pertolongan dari The Carlyle Group, yang memberi uang untuk menjual musik saya kepada orang-orang ini.

    Saya hanya ingin bisa menampilkan musik MILIK SAYA. Hanya itu. Saya sudah mencoba ini secara privat melalui tim saya tetapi tidak menyelesaikan apapun. Sekarang, penampilan saya di AMAs, dokumenter Netflix dan acara rekaman yang saya rencana untuk mainkan hingga November 2020 menjadi tanda tanya. Saya mencintai kalian dan saya pikir kalian harus tahu apa yang sedang terjadi. – Taylor. ”

    Don’t know what else to do pic.twitter.com/1uBrXwviTS

    — Taylor Swift (@taylorswift13) November 14, 2019

    Unggahan Taylor ini menerima dukungan dari berbagai publik figur. Halsey, menjadi yang pertama berbicara soal ini. Lewat Instagram Story-nya, ia mengatakan; “Ini jahat. Ini hukuman. Ini berusaha mendiamkan Taylor untuk berbicara apa yang Ia pikirkan.”

    Band indie pop Amerika, Echosmith menuliskan “Kami bersama denganmu & mencintaimu @taylorswift13”. Model Gigi Hadid juga menuliskan “Scott dan Scooter, kalian tahu hal benar apa yang harus dilakukan. Taylor dan penggemarnya layak untuk merayakan musik!!”.

    Album terbaru Taylor, Lover menjadi album yang memiliki hak penuh atas dirinya. Album ini laris manis dan semua lagu yang ada dalam album masuk ke tangga lagu musik Billboard. Tagar #IStandWithTaylor dan #JusticeForTaylor langsung menjadi nomor pertama sesaat setelah unggahan Taylor ini beredar.

    Hari ini, Taylor baru melepas sebuah lagu bertajuk Beautiful Ghosts sebagai bagian dari soundtrack film Cats. Bersama Andrew Lloyd Webber, Taylor memproduksi lagu ini. Ia juga direncanakan membuat penampilan dalam film Cats sebagai Bombalurina.

    Cats akan dirilis pada 12 Desember mendatang, satu hari sebelum hari ulang tahun Taylor Swift. 

  • MICE-PNJ Sukses Selenggarakan Eupopria 2025 di MBloc Creative Hall

    MICE-PNJ Sukses Selenggarakan Eupopria 2025 di MBloc Creative Hall

    Jakarta: Program Studi MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sukses menggelar rangkaian acara Eupopria 2025 yang diadakan dua hari berturut-turut pada 14–15 Juni 2025 di Creative Hall, MBloc Space, Jakarta.
     
    Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Jurusan Administrasi Niaga, Dr. Dra. Iis Mariam, M.Si., yang menyampaikan harapan agar Eupopria sebagai hasil nyata pembelajaran praktik di Prodi MICE dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lain dalam berkarya dan mengembangkan diri di bidang MICE.
     
    Selanjutnya, Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Dr. Syamsurizal, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Eupopria 2025. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran langsung mengenai industri kreatif dan event.
     
    Direktur dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Romi Astuti, S.E., M.M., juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini, seraya menyampaikan bahwa kegiatan seperti Eupopria merupakan wujud dukungan nyata terhadap UMKM dan penguatan strategi bisnis di kalangan generasi muda
     
    “Kami sangat mendukung acara seperti Eupopria karena memperlihatkan bagaimana mahasiswa sudah mulai memahami seperti apa dunia industri nantinya. Ini adalah bentuk pembelajaran langsung yang berdampak nyata, khususnya dalam mendorong semangat wirausaha di sektor kreatif,” ujar Romi.
     
    Ia menambahkan harapan agar Eupopria dapat memberikan hasil yang baik bagi Politeknik Negeri Jakarta, serta terus berkembang menjadi ajang tahunan untuk mengembangkan bisnis dan inovasi mahasiswa di bidang kreatif.

     

     
    Rangkaian Kegiatan Eupopria 2025
    Eupopria 2025 dimulai pada 14 Juni dengan talkshow bertajuk “Menguatkan Identitas, Meningkatkan Daya Saing” yang mengangkat pentingnya strategi branding di tengah persaingan industri kreatif. Hadir sebagai pembicara adalah Akbar Moujahid (Brand Activist) dan Ify Bustami (Business Consultant) yang membagikan wawasan seputar membangun identitas merek yang kuat.
     
    Sepanjang hari, pengunjung dapat mengeksplorasi pameran “Local to Global” yang menampilkan berbagai produk dari UMKM lokal di bidang kuliner, kriya, dan fashion. Pameran ini menjadi wadah promosi sekaligus apresiasi bagi karya anak bangsa.
     
    Talkshow kedua, “From Inspired to Inspiring”, menghadirkan Shoofi A. Salsabila (Movie Post Producer, Galerien Films) dan Putri Hadya (Game Creative Manager, IOTA Kreatif Media), yang membahas proses kreatif dalam industri film dan gim. Malam harinya, Eupopria dimeriahkan oleh penampilan musik akustik Azka dan Ael Sungkhar, serta sesi karaoke BTS Noraebang. 
     
    Pada 15 Juni, suasana santai tercipta sejak pagi dengan sesi chit-chat dan aktivasi tenant. Berbagai program interaktif seperti Guess or Spin Games, talkshow dari tenant Canteen Negara, serta penampilan musik dari Rafi Ata & Newton mengisi waktu hingga sore hari.
     
    Malam harinya ditutup dengan karaoke party bertema “DIVAS UNITE!: Global Beats, Local Heat”, yang membawakan lagu-lagu dari diva internasional seperti Taylor Swift dan Olivia Rodrigo hingga musisi Indonesia yang mendunia seperti NIKI dan No Na. Kemeriahan Eupopria mencapai puncaknya lewat FRIDAY Noraebang.
     
    Selama dua hari, Eupopria juga menghadirkan booth interaktif dan berbagai ruang kreasi yang memperkuat partisipasi pengunjung. Perpaduan edukasi, hiburan, dan kolaborasi menjadikan acara ini sebagai contoh nyata penerapan pembelajaran berbasis praktik yang diusung Prodi MICE PNJ. 

    Jakarta: Program Studi MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sukses menggelar rangkaian acara Eupopria 2025 yang diadakan dua hari berturut-turut pada 14–15 Juni 2025 di Creative Hall, MBloc Space, Jakarta.
     
    Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Jurusan Administrasi Niaga, Dr. Dra. Iis Mariam, M.Si., yang menyampaikan harapan agar Eupopria sebagai hasil nyata pembelajaran praktik di Prodi MICE dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lain dalam berkarya dan mengembangkan diri di bidang MICE.
     
    Selanjutnya, Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Dr. Syamsurizal, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Eupopria 2025. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran langsung mengenai industri kreatif dan event.
     
    Direktur dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Romi Astuti, S.E., M.M., juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini, seraya menyampaikan bahwa kegiatan seperti Eupopria merupakan wujud dukungan nyata terhadap UMKM dan penguatan strategi bisnis di kalangan generasi muda
     
    “Kami sangat mendukung acara seperti Eupopria karena memperlihatkan bagaimana mahasiswa sudah mulai memahami seperti apa dunia industri nantinya. Ini adalah bentuk pembelajaran langsung yang berdampak nyata, khususnya dalam mendorong semangat wirausaha di sektor kreatif,” ujar Romi.
     
    Ia menambahkan harapan agar Eupopria dapat memberikan hasil yang baik bagi Politeknik Negeri Jakarta, serta terus berkembang menjadi ajang tahunan untuk mengembangkan bisnis dan inovasi mahasiswa di bidang kreatif.
     
     

     

    Rangkaian Kegiatan Eupopria 2025

    Eupopria 2025 dimulai pada 14 Juni dengan talkshow bertajuk “Menguatkan Identitas, Meningkatkan Daya Saing” yang mengangkat pentingnya strategi branding di tengah persaingan industri kreatif. Hadir sebagai pembicara adalah Akbar Moujahid (Brand Activist) dan Ify Bustami (Business Consultant) yang membagikan wawasan seputar membangun identitas merek yang kuat.
     
    Sepanjang hari, pengunjung dapat mengeksplorasi pameran “Local to Global” yang menampilkan berbagai produk dari UMKM lokal di bidang kuliner, kriya, dan fashion. Pameran ini menjadi wadah promosi sekaligus apresiasi bagi karya anak bangsa.
     
    Talkshow kedua, “From Inspired to Inspiring”, menghadirkan Shoofi A. Salsabila (Movie Post Producer, Galerien Films) dan Putri Hadya (Game Creative Manager, IOTA Kreatif Media), yang membahas proses kreatif dalam industri film dan gim. Malam harinya, Eupopria dimeriahkan oleh penampilan musik akustik Azka dan Ael Sungkhar, serta sesi karaoke BTS Noraebang. 
     
    Pada 15 Juni, suasana santai tercipta sejak pagi dengan sesi chit-chat dan aktivasi tenant. Berbagai program interaktif seperti Guess or Spin Games, talkshow dari tenant Canteen Negara, serta penampilan musik dari Rafi Ata & Newton mengisi waktu hingga sore hari.
     
    Malam harinya ditutup dengan karaoke party bertema “DIVAS UNITE!: Global Beats, Local Heat”, yang membawakan lagu-lagu dari diva internasional seperti Taylor Swift dan Olivia Rodrigo hingga musisi Indonesia yang mendunia seperti NIKI dan No Na. Kemeriahan Eupopria mencapai puncaknya lewat FRIDAY Noraebang.
     
    Selama dua hari, Eupopria juga menghadirkan booth interaktif dan berbagai ruang kreasi yang memperkuat partisipasi pengunjung. Perpaduan edukasi, hiburan, dan kolaborasi menjadikan acara ini sebagai contoh nyata penerapan pembelajaran berbasis praktik yang diusung Prodi MICE PNJ. 
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (PRI)

  • 5 Filter AI Paling Viral di Instagram dan TikTok Minggu Ini, Ada Mermaid

    5 Filter AI Paling Viral di Instagram dan TikTok Minggu Ini, Ada Mermaid

    Jakarta

    Instagram dan TikTok kembali diramaikan dengan tren filter AI yang unik dan menghibur. Teknologi kecerdasan buatan semakin canggih, memungkinkan pengguna mengubah wajah dan suasana foto hanya dalam hitungan detik.

    Minggu ini, setidaknya ada lima filter AI yang mencuri perhatian dan viral digunakan para pengguna, mulai dari selebgram hingga netizen biasa. Berikut deretan filter AI paling viral di Instagram minggu ini:

    1. Filter Mermaid

    Siapa sangka impian menjadi putri duyung kini bisa terwujud secara digital? Filter “AI Mermaid” menjadi tren terbesar minggu ini, memungkinkan pengguna mengubah foto mereka menjadi video animasi putri duyung yang anggun di dalam air.

    Filter ini menggunakan AI untuk menganalisis fotomu dan secara cerdas menghasilkan video transformasi lengkap dengan ekor berkilauan dan latar lautan yang indah. Diiringi lagu Messy milik Rose membuat video semakin epic.

    Tren ini begitu masif hingga banyak pengguna yang iseng mencoba filter ini pada foto idola mereka, dari Taylor Swift hingga Syifa Hadju.

    @detikinet Udah ada yang berhasil? Absen di kolom komentar ya! #detikinet #tipsandtricks #aimermaid #mermaidtiktok #mermaideffect #videoai ♬ original sound – detikINET2. Tutup Muka Kartun

    Filter ini membuat wajah pengguna tertutup oleh karakter kartun 2D yang mengikuti ekspresi wajah. Lucunya, karakter kartun ini bisa berubah-ubah-dari ekspresi senang, sedih, hingga kaget-sesuai gerakan wajah pengguna. Filter ini viral karena cocok untuk konten humor dan banyak digunakan di Reels berdurasi pendek.

    3. Filter Gemoy

    Sesuai namanya, filter ini bikin wajah pengguna jadi super menggemaskan. Efek AI akan memperbesar mata, memuluskan kulit, dan memberi rona pipi pink ala karakter chibi anime. Filter ini jadi favorit Gen Z yang ingin tampil lucu tanpa harus repot makeup.

    4. Filter Auto Glowing

    Filter kecantikan bukanlah hal baru, namun AI telah membawanya ke level berikutnya. Kategori filter “Auto Glowing” kini lebih pintar dari sebelumnya.

    Bukan sekadar mencerahkan, AI pada filter ini mampu menghaluskan tekstur kulit secara natural, mempertajam sorot mata, dan menambahkan efek pencahayaan seolah-olah kamu sedang berada di golden hour. Hasilnya adalah tampilan “no makeup makeup look” yang sempurna dan tidak berlebihan. Filter ini menjadi andalan untuk selfie cepat dan selalu berhasil membuat penampilan terlihat segar.

    5. Filter Grayclay Mask

    Tren skincare juga ikut merambah dunia filter Instagram. Filter Grayclay Mask menampilkan efek seolah-olah wajahmu sedang memakai masker abu-abu dari clay.

    Meskipun terlihat sederhana, filter ini menjadi cara yang jenaka untuk menunjukkan aktivitas “me time” atau sekadar membuat konten lucu bersama teman-teman. Beberapa versi filter ini bahkan menambahkan efek kilau atau retakan pada masker saat pengguna berekspresi, membuatnya lebih interaktif dan seru untuk dibagikan di Instagram Stories.

    (afr/afr)

  • Jakarta Jadi Kota Pembuka BeautyFest Asia 2025, Rayakan Semangat SHE.E.Ο

    Jakarta Jadi Kota Pembuka BeautyFest Asia 2025, Rayakan Semangat SHE.E.Ο

    Jakarta, Beritasatu.com – Jakarta siap menjadi kota pembuka rangkaian BeautyFest Asia 2025. Sebagai kota pertama dari tur kecantikan terbesar di Indonesia, BeautyFest Asia 2025 by Popbela.com hadir dengan semangat baru bertajuk SHE.E.O-sebuah perayaan atas kekuatan, aspirasi, dan kepemimpinan perempuan di industri kecantikan dan gaya hidup. Acara ini akan berlangsung pada 6-8 Juni 2025 di Kota Kasablanka, Jakarta.

    Mengangkat tema “SHE.E.O”, BeautyFest Asia Jakarta 2025 siap menghadirkan rangkaian pengalaman inspiratif dan seru bagi para beauty enthusiast. Acara ini tidak hanya menyoroti tren kecantikan terbaru, tetapi juga memberdayakan perempuan melalui berbagai sesi inspiratif dan interaktif.

    Rangkaian acara akan dibuka dengan dua pre-event bertema self-love, yakni BFA SHE-E-O RUN dan SHE-E-O HUB, yang mengajak komunitas untuk merayakan keberanian dan kecintaan terhadap diri sendiri-nilai yang menjadi inti dari gerakan SHE.Ε.Ο.

    Selama acara utama, pengunjung dapat mengikuti beragam aktivitas menarik, mulai dari talkshow bersama sosok-sosok inspiratif seperti Park Nam, Jolene Marie, Shani Indira, Melody Laksani, Agatha Chelsea, Denira Wiraguna, dan masih banyak lagi.

    Tak hanya itu, panggung utama BeautyFest Asia Jakarta 2025 juga dipenuhi berbagai aktivitas seru-mulai dari sesi interaktif dan games bareng Marcel Chandrawinata, Silolox & Grace, serta Andre Panaga dalam segmen spesial “Dibikin Ngakak Dibikin Cantik”, hingga penampilan musik yang tak kalah menarik dari musisi perempuan Bernadya, karaoke session bersama Taylor Swift Indonesia, dan jedag-jedug bareng Pasming Based yang siap menghibur pengunjung sepanjang hari.

    Menambah antusiasme, BeautyFest Asia Jakarta 2025 juga bekerja sama dengan MRT Jakarta untuk menghadirkan pengalaman eksklusif bagi para pengunjung. Dengan membeli VIP Goodie Bag X MRTJ secara langsung di stasiun aplikasi GOERS, kamu akan mendapatkan keychain special edition ALLRIDE Charm. Hasil kolaborasi BeautyFest Asia 2025 x MRT Jakarta ini, turut berfungsi sebagai tiket MRT dengan kuota 2x perjalanan gratis dari dan menuju stasiun mana pun.

    Selain itu, setiap pembelian Keychain ALLRIDE juga akan mencakup goodie bag eksklusif BeautyFest Asia 2025, serta 5 raffle coupon untuk memenangkan hadiah menarik selama acara BeautyFest Asia Jakarta 2025 berlangsung.

    Setelah kuota perjalanan gratis terpakai, pengguna dapat melakukan isi ulang ALLRIDE Charm di beberapa titik, yaitu: Stasiun Bundaran HI – Bank DKI, Dukuh Atas – BNI, Marti Merch Market Stasiun Blok M – BCA, dan Stasiun Lebak Bulus.

    Keseruan para Bella di salah satu rangkaian BeautyFest Asia 2024. – (IDN/Istimewa)

    Sebagai bagian dari komitmen untuk memberdayakan perempuan-khususnya generasi Millennial dan Gen Z-BeautyFest Asia Jakarta 2025 bukan hanya menjadi ajang pameran kecantikan, tetapi juga ruang tumbuh bagi perempuan untuk membangun kepercayaan diri, jejaring, dan potensi kepemimpinan.

    Kunjungi Instagram @beautyfest.asia untuk informasi lebih lanjut. Sampai jumpa di perayaan kecantikan dan kepemimpinan ini.

  • Reuni Oasis Bisa Jadi Konser Terbesar di Inggris, Taylor Swift Kalah

    Reuni Oasis Bisa Jadi Konser Terbesar di Inggris, Taylor Swift Kalah

    Jakarta, Beritasatu.com – Oasis kembali menjadi pusat perhatian para penggemar musik di Inggris. Band legendaris asal Manchester ini sedang mempersiapkan tur reuni yang diprediksi akan menjadi konser terbesar dalam sejarah Inggris, bahkan bisa mengalahkan rekor Taylor Swift.

    Setelah 16 tahun berpisah, dua bersaudara Liam dan Noel Gallagher resmi mengumumkan konser reuni Oasis bertajuk Oasis Live ’25. Mereka akan tampil di berbagai stadion besar di Cardiff, Manchester, London, Dublin, dan Edinburgh sebelum melanjutkan tur keliling dunia.

    Dikutip Manchester Evening News, Jumat (30/5/2025), penelitian terbaru dari Wonderwallets, bagian dari laporan Barclays Consumer Spend, memperkirakan penggemar Oasis akan menghabiskan lebih dari 1 miliar pound sterling untuk tur ini. Angka ini melampaui pengeluaran yang diperkirakan sebesar 997 juta pound sterling pada tur Eras Taylor Swift tahun 2024. 

    “Rata-rata, setiap penonton diperkirakan mengeluarkan sekitar 766 pound sterling untuk tiket, perjalanan, akomodasi, dan merchandise,” tulis mereka. 

    Dari data tersebut juga terlihat bahwa sebagian besar penonton konser Oasis rela mengeluarkan uang lebih dari yang mereka perkirakan, bahkan untuk mendapatkan tempat duduk lebih baik atau paket VIP. Semangat penggemar Oasis begitu kuat, meskipun harga tiket konser naik drastis karena sistem “harga dinamis” yang menyebabkan tiket berdiri semula 148,50 pound sterling melambung menjadi lebih dari 350 pound sterling.

    Walaupun kenaikan harga ini sempat menuai protes, konser Oasis tetap dinanti-nantikan. Liam Gallagher, vokalis Oasis, bahkan terus memberikan update latihan konser yang disebutnya akan sangat “epik” dan bersejarah.

    Keistimewaan konser Oasis ini tak hanya soal skala besar dan biaya yang fantastis, tapi juga karena reuni ini menjadi momen yang sangat dinanti penggemar sejak penampilan terakhir mereka pada 2009. Diperkirakan lebih dari 1,3 juta orang di Inggris akan menyaksikan mereka tampil di stadion dan taman musim panas ini.

    Bagi para penggemar sejati Oasis, kesempatan menyaksikan band legendaris ini tampil secara langsung adalah pengalaman yang tak ternilai, meskipun harga tiket dan biaya lainnya cukup tinggi. Reuni Oasis bukan sekadar konser, tapi juga sebuah peristiwa budaya yang akan dikenang sepanjang masa.

    Oasis sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah ikon musik yang mampu menarik jutaan penggemar dan menciptakan gelombang antusiasme besar, bahkan mampu melampaui popularitas artis besar seperti Taylor Swift di Inggris.

  • DKI berencana bangun jembatan JIS-Ancol

    DKI berencana bangun jembatan JIS-Ancol

    Gubernur Jakarta Pramono Anung di sela Jakarta Marketing Week (JMW) 2025, kawasan Jakarta Selatan, Minggu (25/5/2025) ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

    DKI berencana bangun jembatan JIS-Ancol
    Dalam Negeri   
    Editor: Widodo   
    Senin, 26 Mei 2025 – 01:07 WIB

    Elshinta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun jembatan sepanjang 300 meter yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dan kawasan Ancol untuk mendukung perhelatan acara berskala internasional.

    “Bisa tidak JIS ini kita sempurnakan. Kita sambungkan JIS dengan Ancol, kita buatkan jembatan panjangnya kurang lebih 300 meter. Semua (kendaraan yang) parkirnya di JIS nanti di Ancol,” ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu.

    Menurut Pramono, rencana ini merupakan bentuk kolaborasi yang sama-sama menguntungkan di antara dua anak perusahaan yang dimiliki oleh Jakarta.

    Dia mengatakan sudah memanggil pengelola JIS dan Ancol untuk membahas rencana kolaborasi ini.

    Dengan demikian, saat nanti ada kegiatan internasional seperti konser grup idola K-pop Bangtan Sonyeondan (BTS), BLACKPINK atau penyanyi Barat semisal Taylor Swift di Jakarta tersedia tak lagi bergantung pada tempat di Gelora Bung Karno (GBK).

    BTS kali terakhir mengadakan konser di Indonesia yakni Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang pada tahun 2017. Sementara BLACKPINK dan Coldplay menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada tahun 2023.

    “Selama ini tidak ada tempatnya. semuanya harus ke GBK. Dan untuk itu saya yakin pasti bisa (JIS sebagai lokasi konser). Di Ancol, lokasi parkirnya bisa sampai dengan 10 ribu lebih,” jelas Pramono.

    Dia menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan memudahkan pelaksanaan konser atau acara berkala internasional alih-alih menjadi penghambat.

    Ini dilakukan untuk mewujudkan Jakarta masuk peringkat 20 besar kota global dunia pada tahun 2045.

    “Saya mengatakan ke internal, tugas Jakarta adalah membantu, memudahkan, bukan menjadi penghambat bagi acaranya. Tidak boleh lagi ada hambatan, kalau misalnya ada pertunjukan Coldplay, BLACKPINK, BTS, termasuk Taylor Swift,” demikian ujar Pramono.

    Sumber : Antara

  • Hakim Takut Pengganti Taylor Swift Dibunuh WhatsApp-Instagram

    Hakim Takut Pengganti Taylor Swift Dibunuh WhatsApp-Instagram

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sidang gugatan artis dan penulis melawan Meta berjalan panas. Bahkan, pengadilan soal teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif tersebut sampai membahas Taylor Swift. 

    Dalam persidangan, Hakim Vince Chhabria menyerang argumen pengacara Meta soal hak mereka menggunakan karya musisi dan penulis untuk “mengajarkan” platform Meta AI.

    Dia mempertanyakan nasib penulis lagu yang saat ini belum terkenal jika AI diajarkan untuk meniru gaya mereka untuk membuat miliaran lagu. Potensi karier mereka bisa hancur jika ada program komputer yang bisa memproduksi miliaran lagu yang serupa, padahal para penulis lagu dan artis itu belum pernah menikmati hasil dari proses kreatifnya. 

    “Apa yang akan terjadi dengan Taylor Swift berikutnya?” kata Chhabria. 

    Meta berpendapat bahwa platform AI buatan mereka berhak memanfaatkan hasil karya para penulis dan artis selama berdasarkan asas “fair use.” Pasalnya, menurut pengacara Meta, AI hanya belajar dari karya orang lain. Kemudian, mereka memproduksi konten baru yang berbeda (transformatif) dengan karya aslinya.

    Perusahaan teknologi raksasa seperti Meta, Google, dan OpenAI menyatakan bahwa paksaan untuk membayar para pemilik HAKI yang karyanya mereka gunakan untuk melatih AI, bisa menghancurkan industri AI.

    Menurut para artis dan penulis, perusahaan AI menggunakan karya mereka secara ilegal kemudian memproduksi konten yang “mengancam” sumber nafkah mereka.

    “Produk Anda menggunakan karya yang dilindungi hak cipta untuk memproduksi konten dalam jumlah tak terbatas. Anda mengubah total, bahkan menghancurkan, permintaan atas hasil karya orang itu. Anda bahkan menolak membayar hak penggunaan ke orang itu,” kata Chhabria.

    Pengacara Meta, Kannon Shanmugam, mengklaim para pemilik hak cipta “tidak berhak atas perlindungan dari pesaing di pasar ide kreatif.”

    “Namun, jika saya mencuri sesuai dari pasar ide itu untuk mengembangkan ide saya, itu pelanggaran hak cipta kan?” kata Chhabria.

    Platform kecerdasan Meta yang diberi nama Meta AI kini telah tersedia di Instagram, WhatsApp dan Facebook. Meta juga memiliki model bahasa besar Llama yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan lain untuk membangun produk AI.

    (dem/dem)

  • Not Angka Pianika Enchanted Taylor Swift

    Not Angka Pianika Enchanted Taylor Swift