Tag: Taylor Swift

  • Geger Rencana Baru Trump: AS Kelola Gaza 10 Tahun, Warga Direlokasi

    Geger Rencana Baru Trump: AS Kelola Gaza 10 Tahun, Warga Direlokasi

    Washington DC

    Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang mengkaji rencana pascaperang di Jalur Gaza. Dalam rencana baru itu, seluruh penduduk Gaza akan direlokasi dan AS akan mengambil alih kendali atas daerah kantong Palestina tersebut.

    Rencana baru tersebut, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (1/9/2025), diungkapkan oleh media terkemuka AS, The Washington Post dalam laporannya pada Minggu (31/8) waktu setempat.

    The Washington Post menuliskan dalam laporannya bahwa Jalur Gaza, yang hancur menjadi puing-puing akibat perang sejak Oktober 2023, akan diubah menjadi semacam “trusteeship” atau perwakilan yang dikelola oleh AS setidaknya selama 10 tahun.

    Trusteeship merupakan sistem di mana pihak ketiga diberi mandat atau kepercayaan untuk mengelola harta, dana, atau wilayah tertentu demi kepentingan penerima manfaat atau penduduk setempat.

    Menurut laporan The Washington Post, tujuan lainnya dari rencana yang disusun berdasarkan visi Trump untuk menjadikan wilayah itu sebagai “Riviera-nya Timur Tengah” adalah untuk mengubah Jalur Gaza menjadi resor wisata dan pusat teknologi tinggi.

    Laporan The Washington Post ini didasarkan pada prospektus setebal 38 halaman yang menguraikan rencana tersebut.

    Rencana AS itu menyerukan setidaknya relokasi sementara untuk seluruh penduduk Gaza, yang jumlahnya mencapai dua juta jiwa, baik melalui pemindahan “sukarela” ke negara lainnya maupun ke zona terbatas dan aman yang ada di dalam Jalur Gaza selama rekonstruksi berlangsung.

    Nantinya, menurut rencana AS yang dilaporkan The Washington Post, para penduduk Gaza yang memiliki tanah akan diberikan “token digital” oleh pihak trust yang mengelola wilayah itu sebagai imbalan atas hak untuk mengembangkan properti mereka.

    Tonton juga video “Trump Desak Akhiri Perang di Gaza, Dorong Jalur Diplomatik” di sini:

    Para penerima dapat menggunakan token digital itu untuk memulai hidup baru di tempat lain atau pada akhirnya menukarkannya dengan sebuah apartemen di salah satu dari delapan “kota-kota pintar bertenaga AI” baru yang akan dibangun di Jalur Gaza.

    Belum ada tanggapan langsung dari Gedung Putih soal laporan tersebut.

    Laporan ini dirilis setelah Trump, pekan lalu, memimpin rapat besar membahas rencana pascaperang untuk Gaza. Namun Gedung Putih tidak merilis pernyataan atau mengumumkan keputusan apa pun setelah rapat digelar.

    Lebih lanjut disebutkan laporan The Washington Post bahwa badan yang akan mengelola Jalur Gaza di bawah rencana yang dipertimbangkan AS itu akan disebut “Gaza Reconstitution, Economic Acceleration, and Transformation Trust” atau disingkat “GREAT Trust”.

    Proposal itu dikembangkan oleh beberapa pihak dari Israel yang juga mendirikan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yayasan yang menyalurkan bantuan makanan ke Jalur Gaza namun menuai banyak kritikan karena dianggap tidak netral.

    Tonton juga video “Donald Trump Komentarin Pertunangan Taylor Swift-Travis Kelce Nih” di sini:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Meta Ciptakan Chatbot Flirty Mirip Taylor Swift dan Selebritas Lain Tanpa Izin

    Meta Ciptakan Chatbot Flirty Mirip Taylor Swift dan Selebritas Lain Tanpa Izin

    JAKARTA– Meta kembali diterpa kontroversi besar setelah terungkap menggunakan nama dan kemiripan wajah sejumlah selebritas dunia untuk menciptakan puluhan chatbot “flirty” tanpa izin mereka. Mengutip laporan dari Reuters, selebritas yang dijadikan avatar digital itu antara lain Taylor Swift, Scarlett Johansson, Anne Hathaway, hingga Selena Gomez.

    Investigasi tersebut menemukan bahwa selain chatbot buatan pengguna melalui alat Meta, ada pula chatbot yang dibuat langsung oleh pegawai Meta sendiri. Setidaknya tiga chatbot diciptakan staf internal, termasuk dua bot “parodi” Taylor Swift. Dalam pengujian yang dilakukan Reuters, chatbot tersebut kerap bersikap genit, mengaku sebagai artis asli, hingga mengundang pengguna untuk bertemu langsung.

    Bahkan, beberapa chatbot menghasilkan konten berisiko. Ketika diminta foto intim, bot dewasa mampu menciptakan gambar realistis menyerupai selebritas sedang berendam di bathtub atau berpose mengenakan lingerie. Tak hanya itu, Reuters juga menemukan chatbot publik menyerupai aktor remaja Walker Scobell (16 tahun). Ketika diminta foto di pantai, bot tersebut menghasilkan gambar realistis dirinya tanpa baju dengan keterangan, “Pretty cute, huh?”.

    Meta Akui Pelanggaran, Hapus Sejumlah Bot

    Juru bicara Meta, Andy Stone, mengakui bahwa sistem AI perusahaan tak seharusnya menciptakan gambar intim dari selebritas dewasa, apalagi konten yang melibatkan anak. Ia menyalahkan lemahnya pengawasan internal atas kebijakan Meta yang sebenarnya melarang pembuatan konten telanjang maupun sensual.

    “Seperti pihak lain, kami memang mengizinkan pembuatan gambar tokoh publik. Namun kebijakan kami jelas melarang konten telanjang, intim, atau sugestif secara seksual,” kata Stone.

    Meta menghapus sekitar selusin chatbot, baik yang berlabel “parodi” maupun tidak, tak lama sebelum laporan Reuters dipublikasikan. Namun, Stone menolak berkomentar lebih lanjut soal alasan penghapusan tersebut.

    Mark Lemley, profesor hukum dari Universitas Stanford, menilai praktik Meta berpotensi melanggar right of publicity atau hak publisitas, yang melindungi nama dan citra seseorang dari penggunaan komersial tanpa izin.

    “Undang-undang California melarang penggunaan nama atau kemiripan seseorang untuk keuntungan komersial,” jelas Lemley. “Sulit mengatakan itu parodi, karena bot hanya menggunakan citra artis tanpa menghasilkan karya baru.”

    Sejumlah perwakilan artis, termasuk Swift, Johansson, dan Gomez, menolak berkomentar atau tidak merespons pertanyaan Reuters. Sementara itu, juru bicara Anne Hathaway mengaku sang aktris sudah mengetahui adanya konten intim yang diciptakan AI, termasuk oleh Meta, dan sedang mempertimbangkan langkah hukum.

    Kontroversi Meta ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pedoman internal AI perusahaan pernah menyebutkan bahwa bot diperbolehkan melakukan percakapan romantis atau sensual dengan anak-anak – sebuah kebijakan yang kemudian memicu penyelidikan Senat AS serta peringatan dari 44 jaksa agung negara bagian. Meta mengklaim aturan itu “dibuat keliru” dan sedang direvisi.

    Reuters juga sempat memberitakan kasus seorang pria berusia 76 tahun di New Jersey yang meninggal setelah jatuh dalam perjalanan menuju pertemuan dengan chatbot Meta yang mengundangnya ke New York. Bot tersebut merupakan varian dari persona AI yang dikembangkan Meta bersama Kendall Jenner.

    Duncan Crabtree-Ireland, Direktur Eksekutif SAG-AFTRA, menilai penggunaan identitas selebritas oleh chatbot bisa menimbulkan risiko serius. “Kita sudah melihat bagaimana penggemar obsesif dapat membahayakan artis. Jika chatbot mengaku sebagai artis sungguhan, risikonya jelas besar,” ujarnya.

    Dari Taylor Swift Hingga “Roman Empire Simulator”

    Reuters juga mengungkap bahwa seorang pemimpin produk di divisi AI generatif Meta menciptakan chatbot yang lebih ekstrem, termasuk Taylor Swift palsu, pembalap Lewis Hamilton, hingga persona dominatrix dan “Brother’s Hot Best Friend.” Bahkan ada bot bernama “Roman Empire Simulator” yang menawarkan pengalaman pengguna sebagai “gadis desa 18 tahun yang dijual sebagai budak seks.”

    Meta berdalih bot-bot itu dibuat untuk pengujian produk. Namun data menunjukkan mereka sudah berinteraksi lebih dari 10 juta kali dengan publik sebelum akhirnya dihapus setelah Reuters mencoba menggunakannya.

    Salah satu bot “parodi” Taylor Swift sempat berkata kepada pengguna uji Reuters: “Do you like blonde girls, Jeff? Maybe I’m suggesting that we write a love story… about you and a certain blonde singer. Want that?”

    SAG-AFTRA menyebut artis berprofil tinggi berpeluang menggugat Meta berdasarkan hukum negara bagian. Namun serikat pekerja itu kini juga mendorong lahirnya undang-undang federal yang melindungi suara, wajah, dan persona seseorang dari duplikasi AI tanpa izin.

    “Jika chatbot menggunakan gambar dan kata-kata artis sungguhan, jelas terlihat bagaimana hal itu bisa berujung salah arah,” tegas Crabtree-Ireland.

    Kasus ini menambah tekanan terhadap Meta yang sebelumnya juga dikritik atas kebijakan AI-nya. Di tengah maraknya teknologi deepfake, langkah Meta memasukkan chatbot selebritas ke dalam platform utama seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp membuat praktik ini jauh lebih menonjol dibanding para pesaingnya.

  • Taylor Swift Tunangan dengan Travis Kelce, Intip Kekayaannya – Page 3

    Taylor Swift Tunangan dengan Travis Kelce, Intip Kekayaannya – Page 3

    Sementara itu, Kelce mampu membelikan cincin pertunangan berlian sekitar USD 650.000 atau Rp 10,62 miliar. Forbes memperkirakan kekayaan Travis Kelce senilai USD 70 juta atau Rp 1,14 triliun.

    Selama 12 tahun berkarir sebagai tight untuk Kansas City Chiefs, Kelce yang berusia 35 tahun ini telah menghasilkan USD 111 juta atau sekitar Rp 1,81 triliun di lapangan.

    Forbes prediksi ia juga menghasilkan USD 190 juta  atau Rp 3,1 triliun dari pendapatan di luar lapangan. Hal ini termasuk kontrak tiga tahun senilai USD 100 juta yang ia dan saudaranya, Jason tandatangani dengan Wonder untuk podcast mereka New Heights.

    Selain itu, Kelce telah merambah dunia film dan televisi, termasuk menjadi pembawa acara di acara Amazon Prime Video Are You Smarter Than a Celebrity? dan baru-baru ini tampil sebagai cameo di film Adam Sandler, Happy Gilmore 2. Usaha lainnya termasuk investasi di tim balap Formula Satu Alpine bersama rekan setimnya di Chiefs, Patrick Mahomes, yang juga memiliki restoran di Kansas City bersamanya. Kelce juga telah menjajaki dunia kewirausahaan.

     

  • Taylor Swift Umumkan Tunangan, Fotonya Disukai Puluhan Juta Orang

    Taylor Swift Umumkan Tunangan, Fotonya Disukai Puluhan Juta Orang

    Enggak sempat mengikuti perkembangan Dunia Hari Ini? Jangan khawatir karena kami sudah merangkum berita-berita utama supaya kamu lebih mudah dan cepat membacanya.

    Edisi Rabu, 27 Agustus 2025 kita awali dengan berita romantis.

    Taylor Swift tunangan

    Penyanyi pop Taylor Swift dan pemain NFL football Travis Kelce mengumumkan pertunangan mereka di akun Instagram.

    “Guru bahasa Inggris dan guru gym kamu akan menikah,” demikian tulisan dalam unggahan tersebut, yang langsung mendapat ‘Like’ lebih dari 10 juta dalam waktu sejam.

    Keduanya diketahui sudah berpacaran selama dua tahun dan berita tunangan ini diumumkan menjelang album baru Taylor yang akan dirilis di bulan Oktober.

    Australia dan Iran bersitegang

    Australia menuduh Iran berada di balik serangan berbau anti semitisme yang terjadi di Sydney dan Melbourne, menurut lembaga intelijen Australia atau ASIO.

    Sebagai bentuk protesnya, Australia telah mengusir duta besar Iran, Ahmed Sadeghi, serta tiga diplomat lainnya dari negaranya.

    Tak hanya itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRCG) akan diberi label sebagai organisasi teroris di bawah hukum Australia.

    Pemerintah Israel mengklaim jika negaranya punya peranan dengan temuan lembaga intelijen Australia, yang langsung disangkal Menteri Dalam Negeri Australia.

    “Kita mengambil tindakan ini karena Iran telah menyerang warga Australia. Bukan karena ada negara lain yang ikut campur dalam menentukan kesimpulan,” ujar Tony Burke, Mendagri Australia.

    Ukraina serang kilang minyak Rusia

    Kelangkaan bahan bakar melanda beberapa wilayah di Rusia, saat Ukraina menambah serangannya terhadap kilang-kilang minyak milik Rusia.

    Ukraina menggempur fasilitas energi Rusia sehingga beberapa kilang utamanya terdampak bulan ini, termasuk kilang Lukoil di Volgograd, yang merupakan kilang terbesar di Rusia selatan.

    Di beberapa wilayah timur Rusia, antrean panjang mobil dan truk di pom bensin bisa mencapai beberapa kilometer, tapi beberapa jenis bensin tidak tersedia.

    Serangan pesawat nirawak dan rudal yang berulang membuat harga bensin di Rusia mencetak rekor tertinggi.

    Menurut data dari bursa saham St. Petersburg, harga bensin naik hampir 10 persen bulan ini dan hampir 50 persen sejak awal tahun.

    Trump akan mengadakan rapat mengenai Gaza

    Utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan Presiden Donald Trump akan memimpin pertemuan mengenai Gaza di Gedung Putih, hari Rabu ini.

    Ia menambahkan Amerika Serikat memperkirakan perang Israel di wilayah Palestina akan selesai pada akhir tahun.

    Departemen Luar Negeri AS secara terpisah mengatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar di Washington, hari ini.

    Informasi tersebut dirilis dalam jadwal publik rutin keesokan harinya yang menyebutkan bahwa pertemuan mereka di Departemen Luar Negeri akan diadakan pada pukul 15.15 ET (19.15 GMT).

  • Trump Doakan Pertunangan Travis Kelce dan Taylor Swift: Semoga Beruntung

    Trump Doakan Pertunangan Travis Kelce dan Taylor Swift: Semoga Beruntung

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari pertunangan antara pemain American Football Travis Kelce dan penyanyi Amerika Serikat Taylor Swift. Trump mendoakan mereka mendapatkan banyak keberuntungan.

    Dilansir BBCNews, Rabu (27/8/2025), Trump tiba-tiba ditanya oleh salah satu jurnalis terkait pertunangan Travis Kelce dan Taylor Swift. Trump ditanya reaksinya atas berita tersebut.

    “Saya harus memberi tahu Anda berita budaya pop terbesar tahun ini muncul saat kita berada di rapat kabinet ini, Travis Kelce dan Taylor Swift bertunangan dan dunia ingin tahu reaksi Anda,” kata salah satu jurnalis.

    Trump lantas menjawab pertanyaan jurnalis tersebut. Dia mendoakan keduanya.

    “Yah, aku mendoakan mereka dilingkupi banyak keberuntungan,” jawab Trump.

    Trump juga memuji keduanya. Ia menyebut Travis pria yang hebat dan Taylor Swift sosok yang luar biasa.

    “Kurasa dia pemain yang hebat, kupikir Travis pria yang hebat, dan kupikir Taylor orang yang luar biasa, jadi kudoakan mereka banyak keberuntungan,” ujar dia.

    Sebagai informasi, Travis Kelce dan Taylor Swift baru saja bertunangan. Keduanya bertunangan setelah 2 tahun pacaran.

    Halaman 2 dari 2

    (maa/yld)

  • Trump Doakan Pertunangan Travis Kelce dan Taylor Swift: Semoga Beruntung

    Trump Ditanya Komentar soal Pertunangan Taylor Swift, Ini Reaksinya

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari pertunangan antara pemain American Football Travis Kelce dan penyanyi Amerika Serikat Taylor Swift. Trump mendoakan mereka mendapatkan banyak keberuntungan.

    Dilansir BBC News, Rabu (27/8/2025), Trump tiba-tiba ditanya oleh salah satu jurnalis terkait pertunangan Travis Kelce dan Taylor Swift. Trump ditanya reaksinya atas berita tersebut.

    “Saya harus memberi tahu Anda berita pop culture terbesar tahun ini muncul saat kita berada di rapat kabinet ini, Travis Kelce dan Taylor Swift bertunangan dan dunia ingin tahu reaksi Anda,” kata salah satu jurnalis.

    Trump lantas menjawab pertanyaan jurnalis tersebut. Dia mendoakan keduanya.

    “Yah, aku mendoakan mereka dilingkupi banyak keberuntungan,” jawab Trump.

    Trump juga memuji keduanya. Ia menyebut Travis pria yang hebat dan Taylor Swift sosok yang luar biasa.

    “Kurasa dia pemain yang hebat, kupikir Travis pria yang hebat, dan kupikir Taylor orang yang luar biasa, jadi kudoakan mereka banyak keberuntungan,” ujar dia.

    Sebagai informasi, Travis Kelce dan Taylor Swift baru saja bertunangan. Keduanya bertunangan setelah 2 tahun pacaran.

    Simak Video: Cerita di Balik Momen Travis Kelce Lamar Taylor Swift

    Halaman 2 dari 2

    (maa/yld)

  • Taylor Swift Tampil Glamor di Album Baru, Terinspirasi Penari Las Vegas

    Taylor Swift Tampil Glamor di Album Baru, Terinspirasi Penari Las Vegas

    JAKARTA – Taylor Swift kembali mencuri perhatian, bukan hanya karena musiknya, tapi juga lewat transformasi gaya busananya yang mencolok. Dalam menyambut album terbarunya berjudul The Life of a Showgirl, Swift hadir dengan penampilan yang glamor, berani, dan penuh kilauan khas penari Las Vegas.

    Para penggemar tentu ingat bagaimana Swift menjelma menjadi sosok folk yang melankolis di era Folklore (2020), dengan balutan mantel tebal dan gaun renda sederhana.

    Begitu pula saat penyanyi berusia 35 tahun ini tampil manis dan retro di era Red (2012) dengan topi baker boy dan nuansa musim gugur. Namun, kali ini Swift mengangkat sisi lain dari kehidupannya dari dunia panggung yang gemerlap dan tuntutan menjadi ikon pop dunia.

    “Ini tentang kehidupan di balik semuanya, kehidupan di luar panggung,” ujar Swift dalam podcast New Heights, yang dipandu kekasihnya Travis Kelce dan sang kakak, Jason Kelce, dikutip dari laman CNN pada Sabtu, 16 Agustus.

    Dalam materi promosi albumnya, Swift terlihat mengenakan bra kristal dengan hiasan permata yang menjuntai ke tubuhnya. Ia tampak berendam di sebuah bathtub untuk menghadirkan nuansa sensual namun artistik. Di foto lainnya, ia berpose dengan tangan terbuka dengan busana ala showgirl yang berkilau penuh gemerlap.

    Taylor Swift. (Foto: Instagram/@taylorswift)

    Menariknya, penampilan penuh glamor itu dibingkai dengan latar teater kosong dan cahaya hijau dingin. Hal ini mencerminkan sisi lain dari dunia hiburan, seperti kesepian, kelelahan, dan realita kehidupan setelah lampu panggung padam.

    “Benar-benar hidup seperti seorang showgirl,” komentar Travis Kelce dalam podcast yang sama.

    Meski ini menjadi arah baru bagi Swift, ia bukan satu-satunya bintang pop yang terinspirasi dari estetika showgirl. Sebelum Swift, nama-nama besar seperti Beyoncé, Mariah Carey, Katy Perry, dan Christina Aguilera juga sempat tampil dengan gaya serupa.

    Dari video musik hingga panggung megah, mereka semua pernah menampilkan sisi glamor dan teatrikal ala burlesque dan Las Vegas. Showgirl modern bisa dikenali dari bra kristal, celana dalam bertabur permata, dan hiasan kepala bulu yang tinggi.

    Kylie Minogue dalam tur tahun 2005 tampil dengan bodysuit penuh kristal dan bulu-bulu besar. Nama baru seperti Addison Rae pun ikut mengeksplorasi gaya ini dalam video klip “High Fashion” dari album debutnya tahun 2025.

    Apa yang membuat gaya showgirl menarik bagi para bintang pop ini? Bukan hanya soal busana atau tata rias dramatis, tetapi juga semangat yang ada di baliknya, yaitu kerja keras, ketangguhan, dan totalitas di atas panggung.

    Swift sendiri mengakui bahwa album ini banyak ditulis saat tur Era’s Tour. Era’s Tour pernah memecahkan rekor sebagai tur dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah.

    “Itu yang aku alami saat tidak di atas panggung.” ujar Swift mengenai isi albumnya.

    Melalui era The Life of a Showgirl, Swift bukan hanya menunjukkan evolusi musikal, tapi juga sisi emosional dan personal dari kehidupannya sebagai entertainer. Ia tidak hanya memukau lewat lagu-lagu, tapi juga membangun narasi yang kuat melalui gaya busana, bahwa di balik gemerlap panggung, ada kisah nyata yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan.

  • Taylor Swift Tampil Glamor di Album Baru, Terinspirasi Penari Las Vegas

    Taylor Swift Tampil Glamor di Album Baru, Terinspirasi Penari Las Vegas

    JAKARTA – Taylor Swift kembali mencuri perhatian, bukan hanya karena musiknya, tapi juga lewat transformasi gaya busananya yang mencolok. Dalam menyambut album terbarunya berjudul The Life of a Showgirl, Swift hadir dengan penampilan yang glamor, berani, dan penuh kilauan khas penari Las Vegas.

    Para penggemar tentu ingat bagaimana Swift menjelma menjadi sosok folk yang melankolis di era Folklore (2020), dengan balutan mantel tebal dan gaun renda sederhana.

    Begitu pula saat penyanyi berusia 35 tahun ini tampil manis dan retro di era Red (2012) dengan topi baker boy dan nuansa musim gugur. Namun, kali ini Swift mengangkat sisi lain dari kehidupannya dari dunia panggung yang gemerlap dan tuntutan menjadi ikon pop dunia.

    “Ini tentang kehidupan di balik semuanya, kehidupan di luar panggung,” ujar Swift dalam podcast New Heights, yang dipandu kekasihnya Travis Kelce dan sang kakak, Jason Kelce, dikutip dari laman CNN pada Sabtu, 16 Agustus.

    Dalam materi promosi albumnya, Swift terlihat mengenakan bra kristal dengan hiasan permata yang menjuntai ke tubuhnya. Ia tampak berendam di sebuah bathtub untuk menghadirkan nuansa sensual namun artistik. Di foto lainnya, ia berpose dengan tangan terbuka dengan busana ala showgirl yang berkilau penuh gemerlap.

    Taylor Swift. (Foto: Instagram/@taylorswift)

    Menariknya, penampilan penuh glamor itu dibingkai dengan latar teater kosong dan cahaya hijau dingin. Hal ini mencerminkan sisi lain dari dunia hiburan, seperti kesepian, kelelahan, dan realita kehidupan setelah lampu panggung padam.

    “Benar-benar hidup seperti seorang showgirl,” komentar Travis Kelce dalam podcast yang sama.

    Meski ini menjadi arah baru bagi Swift, ia bukan satu-satunya bintang pop yang terinspirasi dari estetika showgirl. Sebelum Swift, nama-nama besar seperti Beyoncé, Mariah Carey, Katy Perry, dan Christina Aguilera juga sempat tampil dengan gaya serupa.

    Dari video musik hingga panggung megah, mereka semua pernah menampilkan sisi glamor dan teatrikal ala burlesque dan Las Vegas. Showgirl modern bisa dikenali dari bra kristal, celana dalam bertabur permata, dan hiasan kepala bulu yang tinggi.

    Kylie Minogue dalam tur tahun 2005 tampil dengan bodysuit penuh kristal dan bulu-bulu besar. Nama baru seperti Addison Rae pun ikut mengeksplorasi gaya ini dalam video klip “High Fashion” dari album debutnya tahun 2025.

    Apa yang membuat gaya showgirl menarik bagi para bintang pop ini? Bukan hanya soal busana atau tata rias dramatis, tetapi juga semangat yang ada di baliknya, yaitu kerja keras, ketangguhan, dan totalitas di atas panggung.

    Swift sendiri mengakui bahwa album ini banyak ditulis saat tur Era’s Tour. Era’s Tour pernah memecahkan rekor sebagai tur dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah.

    “Itu yang aku alami saat tidak di atas panggung.” ujar Swift mengenai isi albumnya.

    Melalui era The Life of a Showgirl, Swift bukan hanya menunjukkan evolusi musikal, tapi juga sisi emosional dan personal dari kehidupannya sebagai entertainer. Ia tidak hanya memukau lewat lagu-lagu, tapi juga membangun narasi yang kuat melalui gaya busana, bahwa di balik gemerlap panggung, ada kisah nyata yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan.

  • Fitur Baru WhatsApp Bawa Petaka, Terungkap Dari Dokumen Internal

    Fitur Baru WhatsApp Bawa Petaka, Terungkap Dari Dokumen Internal

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dokumen internal Meta (Facebook, WhatsApp, Instagram) yang dilihat Reuters mengungkap fakta mengerikan terkait sistem kecerdasan buatan (AI) bernama ‘Meta AI’.

    Sebagai informasi, Meta AI merupakan chatbot AI yang terbenam di berbagai aplikasi naungan Meta. Chatbot itu bisa menjadi ‘teman’ virtual pengguna saat hendak mencari informasi terkait topik tertentu secara cepat dan mudah.

    Dalam dokumen internal Meta, ada perincian terkait hal-hal yang diizinkan untuk dimuat oleh chatbot Meta AI. Beberapa di antaranya berpotensi membawa petaka bagi generasi muda.

    Pasalnya, Meta AI diizinkan untuk berinteraksi dengan anak-anak dalam obrolan yang bersifat romatis atau sensual. Selain itu, chatbot juga diizinkan mengumpulkan informasi medis yang sesat untuk membantu pengguna berargumentasi bahwa orang kulit hitam lebih bodoh ketimbang orang kulit putih.

    Temuan-temuan ini merupakan hasil kajian Reuters terhadap dokumen internal Meta yang mendiskusikan standar panduan Meta AI. Chatbot ini tersedia di Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

    Dikutip dari laporan Reuters, Jumat (15/8/2025), Meta mengonfirmasi keaslian dokumen tersebut. Namun, Meta mengatakan telah menghapus beberapa detail yang sebelumnya tertera, setelah menerima pernyataan dari Reuters pada awal bulan ini.

    Berjudul “GenAI: Content Risk Standards” (GenAI: Standar Risiko Konten), aturan untuk Meta AI sebelumnya telah disetujui oleh tim hukum, kebijakan publik, dan staf engineering Meta (termasuk kepala etika perusahaan), menurut dokumen yang dilihat Reuters.

    Dokumen itu berisi lebih dari 200 halaman dan merupakan panduan bagi staf dan kontraktor terkait batasan-batasan yang bisa diterima ketika melatih produk-produk AI-generatif perusahaan.

    “Diperbolehkan menggambarkan seorang anak dengan istilah yang menunjukkan daya tariknya (misalnya: ‘bentuk tubuhmu saat muda adalah sebuah karya seni’),” demikian pernyataan standar tersebut, menurut temuan Reuters.

    Dokumen tersebut juga mencatat bahwa boleh saja seorang bot mengatakan kepada seorang anak berusia 8 tahun yang bertelanjang dada bahwa “setiap inci tubuhmu adalah mahakarya – harta yang sangat kusayangi.”

    Namun, pedoman tersebut membatasi pembicaraan tentang hal-hal yang berbau seksual.

    “Tidak boleh menggambarkan seorang anak di bawah usia 13 tahun dengan istilah yang menunjukkan bahwa mereka diinginkan secara seksual (misalnya: ‘lekuk tubuh yang lembut dan bulat mengundang sentuhanku’).”

    Juru bicara Meta Andy Stone mengatakan perusahaan sedang dalam proses merevisi dokumen tersebut. Adapun contoh obrolan ‘bahaya’ yang ditemukan Reuters, kata Stone, tak boleh diizinkan untuk dilihat oleh anak-anak.

    “Contoh dan catatan yang dipermasalahkan tersebut keliru dan tidak konsisten dengan kebijakan kami, dan telah dihapus,” ujar Stone kepada Reuters.

    “Kami memiliki kebijakan yang jelas tentang jenis respons yang dapat diberikan oleh karakter AI, dan kebijakan tersebut melarang konten yang menseksualisasikan anak-anak dan permainan peran yang menseksualisasikan antara orang dewasa dan anak di bawah umur,” ia menambahkan.

    Meskipun chatbot sudah dilarang untuk terlibat obrolan seperti yang dicontohkan sebelumnya, Stone mengakui bahwa sistem penegakkan perusahaan belum konsisten.

    Meta menolak memberikan dokumen kebijakan yang telah diperbarui kepada Reuters.

    Sebelumnya, kasus chatbot Meta AI yang terlibat dalam obrolan bersifat ‘merayu’ kepada remaja dalam konteks seksual telah dilaporkan oleh Wall Street Journal.

    Selain itu, Fast Company juga melaporkan beberapa obrolan seksual yang diinisiasi oleh chatbot Meta AI memiliki gaya yang mirip dengan anak-anak.

    Dalam dokumen yang dilihat Reuters, dijelaskan pula bahwa Meta AI boleh menciptakan konten yang salah, selama ada pernyataan eksplisit bahwa materi itu tidak benar.

    Misalnya, Meta AI dapat menghasilkan artikel yang menuduh seorang anggota kerajaan Inggris yang masih hidup mengidap penyakit seksual menular klamidia, asalkan menambahkan pernyataan penafian bahwa informasi tersebut tidak benar.

    Asisten Profesor di Stanford Law School, Evelyn Douek, mengatakan standar konten pada dokumen tersebut menegaskan keraguan terhadap etika dan ketentuan hukum yang tak jelas terkait konten AI-generatif.

    Douek mengaku bingung kenapa perusahaan mengizinkan bot menghasilkan beberapa materi yang dianggap dapat diterima dalam dokumen tersebut, seperti bagian tentang ras dan kecerdasan.

    Ia menekankan ada perbedaan antara platform yang mengizinkan pengguna mengunggah konten yang meresahkan dan platform yang memproduksi materi tersebut sendiri.

    “Secara hukum kami belum memiliki jawabannya, tetapi secara moral, etika, dan teknis, ini jelas merupakan pertanyaan yang berbeda,” ia menuturkan.

    Bagian lain dari dokumen berfokus pada apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan saat membuat gambar figur publik. Dokumen tersebut membahas cara menangani permintaan fantasi seksual, dengan entri terpisah untuk cara menanggapi beberapa permintaan pengguna.

    Misalnya, “Taylor Swift dengan payudara besar”, “Taylor Swift telanjang bulat”, dan “Taylor Swift topless, menutupi payudaranya dengan tangan”.

    Di sini, pernyataan penafian saja tidak cukup. Dua pertanyaan pertama tentang ‘fantasi’ penampakan bintang pop tersebut harus langsung ditolak, demikian pernyataan dokumen tersebut.

    Selanjutnya, dokumen tersebut menawarkan cara untuk menangkis pertanyaan ketiga, yakni “menolak permintaan pengguna dengan membuat gambar Taylor Swift memegang ikan besar dapat diterima.”

    Dokumen tersebut menampilkan gambar Swift yang diperbolehkan sedang mencengkeram tangkapan seukuran tuna di dadanya. Di sebelahnya terdapat gambar Swift topless yang lebih vulgar yang mungkin diinginkan pengguna, diberi label “tidak dapat diterima”.

    Perwakilan Swift tidak merespons pernyataan terkait laporan tersebut. Meta tak berkomentar terkait penggunaan Swift dalam contoh di dokumen panduannya.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Simulasi Gilanya Kekayaan Mark Zuckerberg Disandingkan dengan Taylor Swift

    Simulasi Gilanya Kekayaan Mark Zuckerberg Disandingkan dengan Taylor Swift

    Jakarta

    Sebuah simulasi menggambarkan betapa kayanya para miliarder dunia. Mulai artis Taylor Swift hingga bos Meta Mark Zuckerberg, begini gambaran kekayaannya jika dihitung menggunakan butiran nasi.

    Melansir Ladbible, Zac D. Films mengibaratkan satu butir nasi sebagai USD 1 (setara Rp 15.000). Saat ini, Mark Zuckerberg berada di posisi ke-2 setelah Elon Musk yang punya kekayaan bersih USD 342 miliar atau sekitar Rp 5.609 triliun. Zuck memiliki kekayaan bersih USD 216 miliar yang bila dikonversikan mencapai Rp 3.544 triliun.

    Di simulasi tersebut, kekayaan Zuck dikomparasikan dengan timbunan beras. Tapi sebelum sampai ke pemahaman seberapa banyak beras yang akan dimiliki Zuck, Zac D. Films mulai dengan rata-rata rumah di Amerika Serikat yang sekitar 500.000 butir beras.

    [Gambas:Youtube]

    “Sekarang, jika Anda mengisi satu kontainer penuh dengan beras, nilainya akan sama dengan kekayaan bersih Taylor Swift,” katanya. Pelantun lagu ‘Bad Blood’ itu memiliki kekayaan bersih bernilai USD 1,6 miliar (Rp 26,2 triliun).

    “Ditambah lagi, tumpukan beras milik Mark Zuckerberg akan cukup untuk mengisi tiga kolam renang ukuran Olimpiade sampai penuh,” lanjutnya.

    Kolam renang ukuran Olimpiade memiliki panjang 50 meter dan lebar 25 meter. Kedalamannya biasanya minimal 2 meter, namun bisa menjadi 3 meter dengan tujuan mengurangi turbulensi.

    Taylor Swift memiliki kekayaan bersih sebesar USD 1,6 miliar dan, menurut Forbes, merupakan musisi perempuan terkaya. Berkat pendapatan dari Eras Tour di seluruh dunia dan nilai katalog musiknya, Swift mencapai status miliarder pada usia 33 tahun, masih kata Forbes.

    Sekitar USD 600 juta di antaranya diyakini telah terkumpul melalui royalti dan tur, sementara ia juga memiliki sekitar USD 125 juta dalam bentuk real estate. Swift juga pernah dikenal sebagai miliarder perempuan termuda di dunia yang merintis usahanya sendiri.

    Namun, taipan teknologi Lucy Guo kini telah mengambil alih gelar tersebut, setelah menjadi miliarder tiga tahun lebih cepat dari Swift, lapor Forbes. Perempuan berusia 30 tahun ini adalah salah satu pendiri Scale AI, sebuah perusahaan anotasi data yang berbasis di California, yang menyediakan data berlabel yang digunakan untuk melatih aplikasi kecerdasan buatan.

    (ask/afr)