Tag: Syafrin

  • Gibran Jamin Tak Ada Kemacetan di Libur Panjang Nataru

    Gibran Jamin Tak Ada Kemacetan di Libur Panjang Nataru

    Jakarta, CNN Indonesia

    Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memastikan takkan ada kemacetan lalu lintas dan penumpukan kendaraan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

    Ia menyatakan pemerintah akan berupaya memastikan libur Nataru akan berjalan kondusif.

    “Liburan Nataru juga kita pastikan aman, tidak ada kemacetan, penumpukan,” kata Gibran di GPIB Paulus, Jakarta, Minggu (22/12) pagi.

    Gibran mengatakan ia juga telah melakukan kunjungan ke salah satu jalur tol serta proyek Stasiun KCIC di Karawang guna memastikan mobilitas masyarakat berjalan lancar selama libur Nataru.

    Selain itu, menyampaikan juga akan berkunjung ke luar Pulau Jawa untuk meninjau kesiapan menghadapi libur panjang Nataru 2025.

    “Intinya sesuai dengan arahan beliau [Prabowo] di ratas kemarin, kita ingin perayaan Natal tahun ini berjalan dengan lancar, aman, nyaman,” ucapnya.

    Puncak gelombang keberangkatan pemudik di libur Nataru ini diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Desember. Sekitar 18,4 juta warga diperkirakan akan meninggalkan Jakarta.

    Angka ini meningkat sebesar 12 persen dibandingkan pada 2023, yang mencatat sekitar 16,4 juta warga Jabodetabek melakukan perjalanan ke luar kota.

    Sejauh ini, hingga 20 Desember volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta baru mengalami kenaikan sekitar 4,6 persen.

    “Perkiraan kami akan ada sekitar 18,4 juta masyarakat yang akan ke luar Jakarta untuk melakukan libur Natal atau tahun baru pada tahun ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (21/12).

    (mnf/gil)

    [Gambas:Video CNN]

  • Transjakarta Koridor 1 dan 2 Akan Dihapus, Pelanggan Dikhawatirkan Pindah ke Kendaraan Pribadi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        22 Desember 2024

    Transjakarta Koridor 1 dan 2 Akan Dihapus, Pelanggan Dikhawatirkan Pindah ke Kendaraan Pribadi Megapolitan 22 Desember 2024

    Transjakarta Koridor 1 dan 2 Akan Dihapus, Pelanggan Dikhawatirkan Pindah ke Kendaraan Pribadi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Rencana penghapusan koridor satu dan dua Transjakarta (TJ) karena bersinggungan dengan jalur MRT dikhawatirkan mengalihkan pelanggan transportasi umum ke kendaraan pribadi seperti sepeda motor.
    Hal itu dinilai berpotensi menambah kemacetan Jakarta yang setiap hari sudah padat.
    “Begitu mereka dipaksa pindah ke MRT karena layanan TJ Koridor 1 dan 2 dihapuskan, maka mereka akan pindah ke sepeda motor, dan ini jelas suatu kekonyolan yang tidak terampuni,” kata pengamat transportasi sekaligus Ketua Inisiatif Strategis untuk Transportasi (Instran) Darmaningtyas dalam keterangan tertulis, Minggu (22/12/2024).
    Darma menilai, MRT tak bisa menggantikan Transjakarta. Pasalnya, karakteristik pelanggan dan tarif kedua moda transportasi tersebut berbeda.
    Dari aspek sosial ekonomi misalnya, pelanggan MRT memiliki kelas sosial ekonomi yang lebih tinggi. Ini terlihat dari penampilan fisik, jenis pakaian pelanggan MRT yang rata-rata bermerek, parfum yang digunakan, hingga tas yang dibawa.
    Selain itu, menurutnya, sangat jarang pengguna MRT menenteng tas plastik atau kardus. Sementara, pemandangan demikian lumrah terlihat di KRL.
    “Jadi dari aspek sosial ekonomi ini saja, sangat tidak realistis memindahkan pelanggan TJ ke MRT,” ujarnya.
    Kedua, dari segi tarif, MRT jauh lebih mahal karena dihitung berdasarkan jarak tempuh. Untuk menaiki rute MRT Lebak Bulus–Bundaran HI, tarifnya mencapai Rp 14.000. Sementara, tarif Transjakarta hanya Rp 3.500.
    “Dengan tarif sebesar itu, jelas tidak mungkin terjangkau oleh pengguna TJ. Tarif itu terjangkau bagi pengguna mobil pribadi,” kata Darma.
    Darma pun menilai, rencana penghapusan koridor satu dan dua Transjakarta membuktikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) tak memahami kondisi lapangan.
    “Jadi semestinya cara berfikir insan Dinas Perhubungan Daerah Khusus Jakarta (DKJ) itu bukan menghapus layanan TJ Koridor 1 dan 2, tapi bagaimana memindahkan pengguna mobil pribadi ke angkutan umum, khususnya MRT,” kata dia.
    Sebelumnya diberitakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta mengungkapkan rencana penghapusan rute Transjakarta yang bersinggungan dengan MRT.
    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan, langkah itu diambil supaya tidak terjadi tumpang tindih antarmoda transportasi umum.
    “Contohnya untuk MRT Lebak Bulus sampai Kota (jika sudah) terbangun, maka untuk koridor satu Transjakarta dari Blok M sampai Kota itu nanti ditiadakan,” kata Syafrin saat dikonfirmasi, Jumat (20/12/2024).
    Syafrin menyebut, penghapusan bakal dilakukan setelah pengerjaan jalur MRT rute Lebak Bulus sampai Kota rampung.
    “Memang sudah masuk dalam rencana induk transportasi Jakarta,” ucapnya.
    Selain itu, Dishub juga berencana menghapus rute Transjakarta koridor dua Pulo Gadung-Harmoni jika seluruh jaringan MRT sudah terbangun.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dishub DKI catat kenaikan pergerakan penumpang di tujuh terminal AKAP

    Dishub DKI catat kenaikan pergerakan penumpang di tujuh terminal AKAP

    Jakarta (ANTARA) – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat kenaikan signifikan pergerakan penumpang di tujuh terminal layanan antar kota antar provinsi (AKAP) pada momentum musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

    Ke tujuh terminal AKAP itu meliputi Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, Terminal Lebak Bulus, Terminal Angke dan Terminal Grogol.

    “Terjadi kenaikan jumlah penumpang berangkat sebesar 51,60 persen dengan total 5.637 penumpang. Penumpang datang total 2.882 penumpang,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Minggu.

    Di Terminal Kampung Rambutan, tercatat ada 1.508 penumpang yang berangkat dan sebanyak 3.319 penumpang yang datang dengan total kenaikan penumpang sebesar 90,56 persen.

    Di Terminal Kalideres, ada 1.842 penumpang yang berangkat dan sebanyak 545 penumpang yang datang dengan total kenaikan penumpang 77,27 persen.

    Berikutnya, di Terminal Tanjung Priok, tercatat 643 penumpang berangkat dan 342 penumpang datang dengan total penumpang mengalami kenaikan 30,69 persen.

    Di Terminal Lebak Bulus, tercatat ada 632 penumpang yang berangkat dan 115 penumpang yang tiba.
    Dibandingkan periode 12-18 Desember 2024, kenaikan penumpang lewat terminal di Jakarta bagian selatan ini mencapai 469,57 persen.

    Di Terminal Grogol, tercatat ada 302 penumpang yang berangkat dan 58 penumpang yang tiba dengan persentase kenaikan penumpang mencapai 15,07 persen.

    Secara akumulasi, dari tujuh terminal, total ada 5.637 penumpang yang berangkat, naik 51,60 persen dibandingkan periode sebelum masa angkutan Nataru pada 12-18 Desember 2024 yang mencapai 3.718 penumpang.

    Sementara itu, total penumpang yang tiba di Jakarta melalui tujuh terminal mencapai 2.882 penumpang, turun 38,59 persen dibandingkan sebelum masa angkutan Nataru yang mencapai 4.693 penumpang.

    Pewarta: Ade irma Junida
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2024

  • MRT Dinilai Tak Bisa Gantikan Transjakarta, Karakteristik Pelanggan dan Tarif Berbeda
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        22 Desember 2024

    MRT Dinilai Tak Bisa Gantikan Transjakarta, Karakteristik Pelanggan dan Tarif Berbeda Megapolitan 22 Desember 2024

    MRT Dinilai Tak Bisa Gantikan Transjakarta, Karakteristik Pelanggan dan Tarif Berbeda
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pengamat transportasi sekaligus Ketua Inisiatif Strategis untuk Transportasi (Instran) Darmaningtyas menilai, Moda Raya Terpadu (MRT) tak bisa gantikan Transjakarta.
    Pasalnya, karakteristik pelanggan kedua moda transportasi tersebut berbeda. Tarif MRT pun tak sama dengan Transjakarta.
    “Karakter pelanggan Transjakarta (TJ) itu berbeda dengan karakter pelanggan MRT, baik dari aspek sosial ekonomi, tarif, maupun pola perjalanannya, sehingga tidak bisa keberadaan MRT itu menggantikan layanan TJ, meskipun satu rute,” kata Darma dalam keterangan tertulis, Minggu (22/12/2024).
    Dari aspek sosial ekonomi misalnya, pelanggan MRT memiliki kelas sosial ekonomi yang lebih tinggi. Ini terlihat dari penampilan fisik, jenis pakaian pengguna MRT yang rata-rata bermerek, parfum yang digunakan, hingga tas yang dibawa.
    Menurutnya, sangat jarang pengguna MRT menenteng tas plastik atau kardus. Sementara, pemandangan demikian lumrah terlihat di KRL.
    “Jadi dari aspek sosial ekonomi ini saja, sangat tidak realistis memindahkan pelanggan TJ ke MRT,” ujarnya.
    Kedua, dari segi tarif, MRT jauh lebih mahal karena dihitung berdasarkan jarak tempuh. Untuk menaiki rute MRT Lebak Bulus–Bundaran HI, tarifnya mencapai Rp 14.000. Sementara, tarif Transjakarta
    flat 
    hanya Rp 3.500.
    “Dengan tarif sebesar itu, jelas tidak mungkin terjangkau oleh pengguna TJ. Tarif itu terjangkau bagi pengguna mobil pribadi,” kata Darma.
    Darma pun mengaku terkejut dengan rencana penghapusan koridor 1 Transjakarta (Blok M-Kota) dan koridor 2 Transjakarta (Pulogadung-Monas) karena bakal bersinggungan dengan jalur MRT.
    Menurutnya, rencana ini membuktikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) tak memahami kondisi lapangan, termasuk pelanggan MRT dan Transjakarta.
    Dia khawatir, dengan dihapusnya koridor 1 Transjakarta, masyarakat yang semula menggunakan transportasi umum justru beralih pakai sepeda motor. Sehingga, hal ini berpotensi meningkatkan angka kemacetan.
    “Begitu mereka dipaksa pindah ke MRT karena layanan TJ Koridor 1 dihapuskan, maka mereka akan pindah ke sepeda motor. Dan ini jelas suatu kekonyolan yang tidak terampuni,” tutur dia.
    Sebelumnya diberitakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta mengungkapkan rencana penghapusan rute Transjakarta yang bersinggungan dengan MRT.
    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan, langkah itu diambil supaya tidak terjadi tumpang tindih antarmoda transportasi umum.
    “Contohnya untuk MRT Lebak Bulus sampai Kota (jika sudah) terbangun, maka untuk koridor satu Transjakarta dari Blok M sampai Kota itu nanti ditiadakan,” kata Syafrin saat dikonfirmasi, Jumat (20/12/2024).
    Syafrin menyebut, penghapusan bakal dilakukan setelah pengerjaan jalur MRT rute Lebak Bulus sampai Kota rampung.
    “Memang sudah masuk dalam rencana induk transportasi Jakarta,” ucapnya.
    Selain itu, Dishub juga berencana menghapus rute Transjakarta koridor dua Pulo Gadung-Harmoni jika seluruh jaringan MRT sudah terbangun.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • MRT Dinilai Tak Bisa Gantikan Transjakarta, Karakteristik Pelanggan dan Tarif Berbeda
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        22 Desember 2024

    Ingin Hapus Rute Transjakarta Blok M-Kota, Kadishub Dianggap Tak Pahami Penumpang Megapolitan 22 Desember 2024

    Ingin Hapus Rute Transjakarta Blok M-Kota, Kadishub Dianggap Tak Pahami Penumpang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pengamat transportasi sekaligus Ketua Instran (Inisiatif Strategis untuk Transportasi) Darmaningtyas menolak keras rencana penghapusan rute Transjakarta koridor 1 Blok M-Kota.
    Ia pun mengaku terkejut ketika pertama kali mendengar rencana itu.
    “Saya kaget membaca pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Lupito melalui akun Insgagramnya yang menjelaskan bahwa kelak ketika MRT tahap II sudah selesai (diperkirakan tahun 2027), maka layanan Transjakarta Koridor 1 (Blok M – Kota) akan ditiadakan,” kata  melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (22/12/2024).
    Penghapusan Transjakarta koridor 1, menurut Darmaningtyas, bukan langkah yang tepat.
    “Ini jelas langkah yang tidak tepat, untuk tidak menyebut konyol. Kadishub dipastikan tidak tahu kondisi lapangan, termasuk kondisi pelanggan MRT dan Transjakarta (TJ),” tambah Darmaningtyas.
    Darmaningtyas mengungkapkan, jika Kadishub Jakarta memahami karakteristik penumpang MRT dan Transjakarta, tentu tidak akan mengeluarkan rencana penghapusan koridor 1.
    Pasalnya, karakteristik pelanggan Transjakarta berbeda dengan MRT.
    Perbedaan pertama, bisa dilihat dari aspek sosial ekonominya. Pelanggan MRT dinilai memiliki kelas sosial yang lebih tinggi.
    “Terlihat dari penampilan fisiknya yang lebih glowing, jenis pakaiannya yang rata-rata bermerek, parfum yang digunakan, maupun tentengan tasnya,” ungkap Darmaningtyas.
    Bahkan, pelanggan MRT sangat jarang terlihat menenteng tas plastik atau kresek.
    Sedangkan para pelanggan Transjakarta masih banyak yang membawa tentengan kresek atau kardus.
    “Jadi, dari aspek social ekonomi ini saja, sangat tidak realistis memindahkan pelanggan TJ ke MRT,” ucap Darmaningtyas.
    Jika koridor 1 tetap dihapuskan maka para pelanggan Transjakarta bukan pindah ke MRT tapi berpotensi memilih menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor.
    Kedua, dari segi tarif, di mana MRT jelas jauh lebih mahal karena berdasarkan jarak tempuh.
    “Saat ini saja, jarak Lebak Bulus – Bunderan HI tarifnya mencapai Rp. 14.000, Naik Transjakarta hanya Rp. 3.500,” tutur Darmaningtyas.
    Seandainya, kata Darmaningtyas, di tahun 2027 tarif Transjakarta naik menjadi Rp 5000 tetap jauh lebih murah dibandingkan MRT.
    Jadi, keberadaan MRT jurusan Lebak Bulus-Kota dinilai tidak dapat menggantikan Transjakarta koridor 1.
    “Tidak bisa keberadaan MRT itu menggantikan layanan TJ, meskipun satu rute,” tegas Darmaningtyas.
    Sebelumnya, Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo beralasan, salah satu penyebab penghapusan rute Blok M-Kota karena bersinggungan dengan MRT jurusan Lebak Bulus-Kota.
    Nantinya, Transjakarta yang tadinya beroperasi di rute Blok M-Kota akan dirubah rutenya agar tidak bersinggungan langsung dengan jalur MRT.
    Penyebab lain munculnya rencana penghapusan Transjakarta rute Blok M-Kota karena adanya efisiensi pengelolaan dana Public Service Obligation (PSO).
    Jika tidak dihapus, Syafrin menilai, subsidi untuk angkutan umum jurusan Blok M-Kota menjadi double karena ada Transjakarta dan juga MRT.
    “Otomatis ada dua subsidi, contohnya Blok M-Kota itu kemudian pada saat MRT Fase 2A selesai, layanan MRT jadi full Lebak Bulus-Kota,” ungkap Syafrin. 
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Soal Nasib Transjakarta Koridor 1 Blok M-Kota, Ini Penjelasan Dishub

    Soal Nasib Transjakarta Koridor 1 Blok M-Kota, Ini Penjelasan Dishub

    loading…

    Halte Karet, salah satu halte yang dilalui Bus Transjakarta Koridor 1 Blok M-Kota. Foto/Dok SINDOnews

    JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jakarta Syafrin Liputo menegaskan tidak ada penghapusan layanan Transjakarta setelah pembangunan MRT Fase 2A selesai. Menurutnya, yang akan ada adalah penyesuaian rute.

    Menurut Syafrin, setelah pembangunan MRT Fase 2A selesai, yakni sekitar tahun 2029, akan ada penyesuaian rute atau re-routing untuk memastikan efisiensi dan integrasi layanan transportasi publik.

    “Jakarta memiliki rencana induk transportasi yang mengedepankan efisiensi pengelolaan subsidi, termasuk Dana Public Service Obligation (PSO). Oleh karena itu, ketika MRT Fase 2A selesai dan beroperasi penuh dari Lebak Bulus hingga Kota, layanan Transjakarta yang berhimpitan 100 persen dengan jalur MRT, seperti Koridor 1 Blok M-Kota, akan di-reroute,” jelas Syafrin dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/12/2024).

    Dengan demikian, menurutnya, tidak ada penghentian layanan di koridor tersebut. “Ini tidak berarti layanan dihentikan, tetapi diarahkan ulang agar lebih optimal,” ujarnya.

    Syafrin juga menekankan, layanan Transjakarta akan tetap berperan sebagai penghubung atau feeder untuk angkutan rel, termasuk MRT dan LRT. Hal ini sesuai dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menjadikan transportasi berbasis rel sebagai tulang punggung sistem transportasi massal.

    “Prinsipnya, Transjakarta akan menjadi pelengkap untuk transportasi rel, bukan digantikan. Sebagai contoh, layanan di Bundaran HI tidak akan dihilangkan. Rute Transjakarta akan tetap termanfaatkan dengan pola integrasi, misalnya dari Semanggi, Kebun Sirih, hingga Tanah Abang, untuk mendukung konektivitas,” jelasnya.

    Syafrin mengatakan mengenai tarif MRT yang dianggap mahal oleh sebagian masyarakat, bakal ada evaluasi tarif yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keterjangkauan tanpa mengorbankan kualitas layanan. “Kita akan melakukan penyesuaian tarif agar tetap terjangkau dan mendukung integrasi transportasi massal di Jakarta,” ucapnya.

    Menurutnya, penyesuaian ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi publik yang efisien, terintegrasi, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. “Kami pastikan tidak ada fasilitas yang menjadi mubazir. Semua rute dan halte akan tetap dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung mobilitas warga Jakarta,” pungkasnya.

    (zik)

  • 18,4 Juta Warga Diprediksi Tinggalkan Jakarta Saat Libur Nataru

    18,4 Juta Warga Diprediksi Tinggalkan Jakarta Saat Libur Nataru

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sekitar 18,4 juta warga diperkirakan akan meninggalkan Jakarta pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

    Angka ini meningkat sebesar 12 persen dibandingkan pada 2023, yang mencatat sekitar 16,4 juta warga Jabodetabek melakukan perjalanan ke luar kota.

    “Perkiraan kami akan ada sekitar 18,4 juta masyarakat yang akan ke luar Jakarta untuk melakukan libur Natal atau tahun baru pada tahun ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (21/12).

    Menurutnya, berdasarkan pemantauan di empat terminal utama dan tiga terminal bantuan di Jakarta, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan menunjukkan lonjakan signifikan.

    “Jika dilihat dari data, untuk di Terminal Kalideres ini terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 52,27 persen,” ujarnya.

    “Kemudian secara keseluruhan, dari 7 terminal yang kami pantau, keberangkatan ke luar kota itu terjadi peningkatan penumpang sebesar 88,77 persen sampai posisi kemarin tanggal 20 Desember,” lanjutnya.

    Ia memprediksi puncak gelombang keberangkatan pemudik berikutnya akan terjadi pada Selasa, 24 Desember. Sementara itu, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta hingga 20 Desember baru mengalami kenaikan sekitar 4,6 persen.

    “Jika kita mencermati volume lalu lintas yang ke luar Jakarta sampai posisi kemarin Itu peningkatannya baru sekitar 4,6 persen. Artinya, masih ada masyarakat yang menunggu untuk hari kejepit Jumat, minggu depan,” imbuhnya.

    Baca selengkapnya di sini.

    (tim/isn)

    [Gambas:Video CNN]

  • Dishub Sebut Rute TransJ Koridor 1 Akan Diubah untuk Efisiensi Subsidi

    Dishub Sebut Rute TransJ Koridor 1 Akan Diubah untuk Efisiensi Subsidi

    Jakarta

    Kadishub Provinsi Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, rute TransJakarta Koridor 1 Blok M-Kota yang bersinggungan dengan rute MRT Lebak Bulus-Kota akan dihapus pada 2029. Penghapusan rute tersebut dilakukan untuk efisiensi pengelolaan dana public service obligation (PSO) atau subsidi.

    Syafrin menjelaskan dana subsidi tersebut nantinya akan menjadi ganda karena ada rute TransJakarta koridor Blok M-Kota dan MRT Lebak Bulus-Kota.

    “Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memiliki rencana induk transportasi Jakarta sehingga harus ada efisiensi pengelolaan dana PSO (public service obligation),” kata Syafrin kepada wartawan di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (21/12/2024).

    “Otomatis nantinya layanan MRT itu jadi full Lebak Bulus-Kota sehingga akan ada layanan TransJakarta yang berhimpitan 100% dengan layanan MRT yaitu Blok M-Kota,”sambungnya.

    Oleh karenanya, keputusan rerouting atau mengubah rute jadi pilihan agar Transjakarta dan MRT tidak saling bersinggungan. Proyek MRT Fase 2 A masih dalam tahap pengerjaan.

    “Koridor Blok M-Kota ini akan dilakukan rerouting, tetapi menunggu setelah selesai pembangunan MRT Fase 2A dan MRT operasional full sampai dengan ke Kota,” ungkapnya.

    (bel/rfs)

  • Rute Transjakarta Koridor Blok M-Kota Dihapus untuk Efisiensi Subsidi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2024

    Rute Transjakarta Koridor Blok M-Kota Dihapus untuk Efisiensi Subsidi Megapolitan 21 Desember 2024

    Rute Transjakarta Koridor Blok M-Kota Dihapus untuk Efisiensi Subsidi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah berencana menghapus rute ransjakarta koridor Blok M-Kota karena alasan efisiensi pengelolaan dana
    Public Service Obligation
     (PSO).
    Sebab, rute Transjakarta koridor Blok M-Kota bersinggungan dengan moda transportasi MRT Lebak Bulus-Kota.
    “Otomatis ada dua subsidi, contohnya Blok M-Kota itu kemudian pada saat MRT Fase 2A selesai, layanan MRT jadi
    full
    Lebak Bulus-Kota,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Syafrin, saat ditemui di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (21/12/2024).
    Dana subsidi tersebut nantinya akan menjadi
    double
    karena ada rute Transjakarta Koridor 1 Blok M-Kota dan MRT Lebak Bulus-Kota.
    “Sehingga akan ada layanan Transjakarta yang berhimpitan 100 persen dengan layanan MRT yaitu Blok M-Kota,” ujar Syafrin.
    Untuk itu, Koridor 1 Blok M-Kota akan dihapus agar rute Transjakarta dan MRT tidak saling bersinggungan dan menyebabkan pemborosan subsidi.
    Saat ini proyek MRT Fase 2A masih dalam tahap pengerjaan. Rute MRT yang telah beroperasi saat ini baru dari Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.
    “Nah karena itu Koridor 1 Blok M-Kota akan dilakukan rerouting, menunggu setelah selesai pembangunan MRT Fase 2A,” ucapnya.
    Rute Transjakarta koridor Blok M-Kota akan dihapus pada tahun 2029 setelah MRT Lebak Bulus-Kota beroperasi.
    Meski tak ada lagi rute Blok M-Kota, Syafrin memastikan, halte yang dilewati rute tersebut tidak akan dibongkar dan tetap terpakai karena saling terintegrasi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mudik Nataru, Pj Gubernur Jakarta Cek Kesiapan Bus dan Sopir di Terminal Kalideres

    Mudik Nataru, Pj Gubernur Jakarta Cek Kesiapan Bus dan Sopir di Terminal Kalideres

    loading…

    Penjabat (Pj) Gubernur Daerah Khusus Jakarta Teguh Setyabudi mengecek kesiapan bus dan sopir di Terminal Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Pengecekan ini dilakukan dalam rangka menyambut libur perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Foto/Irfan Maruf

    JAKARTA – Penjabat (Pj) Gubernur Daerah Khusus Jakarta Teguh Setyabudi mengecek kesiapan bus dan sopir di Terminal Kalideres , Jakarta Barat (Jakbar). Pengecekan ini dilakukan dalam rangka menyambut libur perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

    Dalam peninjauan tersebut, Teguh didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Syafrin Liputo, Kepala Satpol PP Satriadi Gunawan, dan Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto. Teguh masuk terminal untuk mengecek jumlah personel keamanan pengecekan ke posko kesehatan yang disediakan untuk calon penumpang.

    “Kami melakukan monitoring terkait dengan arus mudik, dalam rangka Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Kami pastikan kelancaran warga yang akan mudik ke kampung halamannya masing-masing,” kata Teguh, Sabtu (21/12/2024).

    Teguh menyebut Terminal Kalideres menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai wilayah seperti Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Monitoring dilakukan mulai 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

    “Untuk terminal tipe A, kita telah menyiapkan kurang lebih 2.846 unit bus, untuk Terminal Kalideres 567 bus, Pulogebang 1.010, Kampung Rambutan 1.175, dan Terminal Tanjung Priok ada 94 unit bus,” jelasnya.

    (zik)