Tag: Syafrin

  • 15 Ribu Lebih Pemudik Berangkat dari Terminal Pulo Gebang Saat Libur Natal

    15 Ribu Lebih Pemudik Berangkat dari Terminal Pulo Gebang Saat Libur Natal

    Jakarta

    Sejumlah pemudik mulai meninggalkan Kota Jakarta lewat Terminal Pulo Gebang saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebanyak 15.620 pemudik berangkat hingga hari ini.

    Dilansir kantor berita Antara, Rabu (24/12/2025), jumlah tersebut dihimpun sejak Jumat (19/12) hingga hari ini. Tercatat sudah 15.620 pemudik dengan menggunakan 2.187 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) berangkat dari Terminal Pulo Gebang,

    “Total sejak Jumat (19/12) hingga Rabu (24/12) tadi, tercatat sudah 15.620 pemudik dengan menggunakan 2.187 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang,” kata Komandan Regu (Danru) Terminal Terpadu Pulo Gebang, Badman Harahap di Jakarta Timur.

    Badman menyebut, tidak ada kenaikan harga tiket di terminal meski terjadi kenaikan jumlah penumpang “Semua masih normal tarifnya,” ujarnya.

    Dia mengungkap pemudik paling banyak berangkat ke beberapa kota di Sumatera, seperti Pekan Baru, Palembang, Bengkulu, dan Padang. Sedangkan di Pulau Jawa tujuan paling banyak ke Jawa Timur seperti Malang, Surabaya, Jember, Surabaya dan lainnya.

    Selain itu, ada juga yang berangkat dengan tujuan Bali, Madura, Bima dan Lombok. Tak hanya keberangkatan, arus kedatangan juga ramai tercatat hingga pukul 11.30 WIB tadi ada 11.891 penumpang tiba menggunakan 2.352 bus AKAP.

    Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyebut, Terminal Terpadu Pulo Gebang menyiapkan sebanyak 1.075 angkutan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) untuk menghadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    Menurut Syafrin, sebanyak 1.075 unit bus tersebut untuk melayani 59 trayek keberangkatan. Rute tersebut mencakup berbagai daerah tujuan di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, hingga wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Dalam kesempatan tersebut, Syafrin memastikan kesiapan Terminal Terpadu Pulo Gebang dalam menghadapi arus angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

    Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang, seluruh armada bus yang beroperasi selama periode Nataru telah melalui pemeriksaan persyaratan teknis dan uji kelayakan jalan.

    Tidak hanya kendaraan, seluruh pengemudi juga diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

    “Keseluruhan pengemudi dilakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan bebas narkoba dan minuman keras melalui tes urin. Ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan keselamatan perjalanan masyarakat,” ujar Syafrin.

    (whn/eva)

  • 15 ribu lebih pemudik berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang

    15 ribu lebih pemudik berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang

    Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 15.620 pemudik berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang selama periode Natal dan Tahun Baru sejak Jumat (19/12) hingga Rabu ini.

    “Total sejak Jumat (19/12) hingga Rabu (24/12) tadi, tercatat sudah 15.620 pemudik dengan menggunakan 2.187 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang,” kata Komandan Regu (Danru) Terminal Terpadu Pulo Gebang, Badman Harahap di Jakarta Timur, Rabu.

    Badman menyebut, walau terjadi kenaikan jumlah penumpang namun tidak ada kenaikan harga tiket di terminal ini. “Semua masih normal tarifnya,” ujarnya.

    Menurut dia, pemudik paling banyak berangkat ke beberapa kota di Sumatera, seperti Pekan Baru, Palembang, Bengkulu, dan Padang. Sedangkan di Pulau Jawa tujuan paling banyak ke Jawa Timur seperti Malang, Surabaya, Jember, Surabaya dan lainnya.

    “Lalu untuk Jawa Tengah di antaranya, Solo, Jepara, Pemalang, Purwokerto, Tegal, Brebes, Cilacap dan Yogyakarta,” ujar Badman.

    Selain itu, juga ada yang berangkat dengan tujuan Bali, Madura, Bima dan Lombok.

    Selain pemudik, kata Badman, selama periode yang sama arus kedatangan penumpang di terminal ini pun cukup ramai. Tercatat, hingga pukul 11.30 WIB tadi ada 11.891 penumpang tiba menggunakan 2.352 bus AKAP.

    Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyebut, Terminal Terpadu Pulo Gebang menyiapkan sebanyak 1.075 angkutan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) untuk menghadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Kesiapan Terminal Terpadu Pulo Gebang dalam melaksanakan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, secara keseluruhan untuk Terminal Terpadu Pulo Gebang telah disiapkan 1.075 bus,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo usai melakukan peninjauan langsung di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (23/12).

    Menurut Syafrin, sebanyak 1.075 unit bus tersebut untuk melayani 59 trayek keberangkatan. Rute tersebut mencakup berbagai daerah tujuan di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, hingga wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Dalam kesempatan tersebut, Syafrin memastikan kesiapan Terminal Terpadu Pulo Gebang dalam menghadapi arus angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

    Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang, seluruh armada bus yang beroperasi selama periode Nataru telah melalui pemeriksaan persyaratan teknis dan uji kelayakan jalan.

    Tidak hanya kendaraan, seluruh pengemudi juga diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

    “Keseluruhan pengemudi dilakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan bebas narkoba dan minuman keras melalui tes urin. Ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan keselamatan perjalanan masyarakat,” ujar Syafrin.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Daftar Lengkap Rekayasa Lalu Lintas Selama Natal 2025 di Sekitar Lokasi Wisata Jakarta

    Daftar Lengkap Rekayasa Lalu Lintas Selama Natal 2025 di Sekitar Lokasi Wisata Jakarta

    Liputan6.com, Jakarta – Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat di beberapa destinasi wisata selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    Sejumlah destinasi wisata utama di Jakarta menjadi perhatian khusus, seperti Taman Margasatwa Ragunan, Monumen Nasional (Monas), Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga kawasan Kota Tua.

    “Untuk pengaturan lalu lintas tentu karena ini terkait dengan Natal dan Tahun Baru, maka kami mengantisipasi pada kawasan-kawasan wisata di Jakarta,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur dilansir Antara, Rabu (24/12/2025).

    Pengaturan tersebut difokuskan pada kawasan-kawasan wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan melihat perkembangan kondisi di lapangan.

    “Pengaturannya bersifat situasional, termasuk kemungkinan penutupan atau pengalihan arus lalu lintas dengan melihat perkembangan di lapangan,” ujar Syafrin.

    Di kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Dishub DKI akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah apabila terjadi kepadatan kendaraan, khususnya pada pagi hari. Rekayasa tersebut dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan yang menuju lokasi wisata.

    “Misalnya untuk Ragunan, jika terjadi kepadatan pada pagi hari, biasanya kita tetapkan sistem satu arah masuk ke Taman Ragunan. Dari TB Simatupang akan diberlakukan satu arah menuju Ragunan,” katanya.

    Sementara itu, pada sore hari saat arus kepulangan pengunjung meningkat, Dishub DKI akan menerapkan sistem satu arah dari Taman Ragunan menuju arah utara.

    Dengan skema tersebut, kendaraan diarahkan masuk ke TB Simatupang agar arus lalu lintas tetap lebih lancar dan tidak terjadi penumpukan.

    “Pada saat sore hari, dari Taman Ragunan ke arah utara akan diberlakukan satu arah, sehingga masuk ke TB Simatupang itu lebih mudah dan lancar,” katanya.

    Pengaturan serupa juga akan diterapkan di kawasan wisata lainnya di Jakarta, menyesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kondisi kepadatan kendaraan.

  • Pramono: DKI terbuka untuk wisatawan dan pendatang saat Nataru

    Pramono: DKI terbuka untuk wisatawan dan pendatang saat Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan Jakarta akan terbuka menyambut wisatawan maupun pendatang saat momen Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Secara khusus sebagai Gubernur Jakarta, kami menerima siapa pun yang akan berkunjung ke Jakarta,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Jumat.

    Bahkan, dia mendoakan agar warga luar Jakarta yang datang bisa menetap di ibu kota. “Jangan hanya pulang kampung, mudah-mudahan kampungnya juga di Jakarta,” ujarnya.

    Pramono mengatakan puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru akan dimulai pada Sabtu (20/12).

    Di Terminal Pulo Gebang, Pramono memprakirakan pada hari tersebut akan terjadi lonjakan penumpang yang cukup tinggi, yakni sekitar hampir 5.000 penumpang per hari atau meningkat hampir 100 persen.

    Oleh karena itu, Pramono mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan mudik untuk berhati-hati dan menaati peraturan.

    “Sekali lagi bagi warga yang akan memanfaatkan liburan Natal dan Tahun Baru, yang pertama tentu harus berhati-hati, yang kedua menaati peraturan, yang ketiga menikmati perjalanan,” kata Pramono.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan 893 unit bus dari 439 Perusahaan Otobus Antar Kota Antar Provinsi (PO AKAP) disiapkan di empat terminal utama Jakarta untuk melayani masyarakat selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Syafrin merinci, empat terminal yang disiapkan yakni Pulo Gadung (1.057 unit bus), Kampung Rambutan (1.175 bus), Kalideres (567 bus), dan Tanjung Priok (94 bus).

    Selain empat terminal utama, sambung dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menyiapkan tiga terminal bantuan yakni Terminal Grogol, Lebak Bulus, dan Muara Angke untuk melayani masyarakat pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Syafrin menyampaikan, seluruh terminal akan dilengkapi dengan Posko Nataru dengan personel dari Dinas Kesehatan, Kepolisian, TNI.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ribuan penumpang padati Terminal Pulo Gebang pada puncak mudik Nataru

    Ribuan penumpang padati Terminal Pulo Gebang pada puncak mudik Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprakirakan jumlah penumpang di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, mencapai 5.000 orang pada puncak arus mudik libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Diprakirakan mungkin salah satu puncaknya besok (Sabtu). Diprediksi tanggal 20 Desember akan terjadi lonjakan penumpang yang cukup tinggi, diprakirakan hampir 5.000 penumpang per hari atau meningkat hampir 100 persen,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo usai meninjau Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat.

    Pramono menjelaskan untuk proyeksi puncak arus balik ke Jakarta diprakirakan pada 4 Januari 2026.

    Dia mengatakan untuk kenyamanan sopir bus dan penumpang, maka pengelola terminal menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk para sopir.

    “Semua sopir yang berangkat dilakukan pengecekan secara menyeluruh mulai dari darah, urine, dan sebagainya untuk menjaga keselamatan penumpang,” katanya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan 893 unit bus dari 439 Perusahaan Otobus Antar Kota Antar Provinsi (PO AKAP) disiapkan di empat terminal utama Jakarta untuk melayani masyarakat selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Syafrin merinci, empat terminal yang disiapkan yakni Pulo Gadung (1.057 unit bus), Kampung Rambutan (1.175 bus), Kalideres (567 bus), dan Tanjung Priok (94 bus).

    Selain empat terminal utama, sambung dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menyiapkan tiga terminal bantuan yakni Terminal Grogol, Lebak Bulus, dan Muara Angke untuk melayani masyarakat pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Syafrin menyampaikan, seluruh terminal akan dilengkapi dengan Posko Nataru dengan personel dari Dinas Kesehatan, Kepolisian, TNI.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI siapkan tempat doa bersama untuk Sumatera saat malam tahun baru

    DKI siapkan tempat doa bersama untuk Sumatera saat malam tahun baru

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo akan menyiapkan tempat untuk melakukan doa bersama bagi korban bencana di Pulau Sumatera saat malam pergantian tahun.

    “Pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Utara, Jumat.

    Sebagai wujud prihatin dan solidaritas untuk warga terdampak bencana di Sumatera, Jakarta juga tidak akan merayakan malam tahun baru dengan meriah dan mewah.

    “Jadi saya sudah memikirkan, yang paling utama adalah nggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat mewah-mewah, nggak, saya nggak mau,” tegas Pramono.

    Kendati demikian, Pramono belum memutuskan lokasi gelaran acara doa bersama tersebut.

    Meski tak merayakan tahun baru dengan meriah, namun Pemerintah Provinsi Jakarta tetap sudah melakukan berbagai persiapan dan antisipasi.

    Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menambah empat unit kapal untuk melayani masyarakat yang ingin berwisata ke Pulau Seribu pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan persiapan-persiapan menjelang masa angkutan Nataru 2026 termasuk pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check) pada kendaraan yang akan beroperasi dan kesiapan terminal-terminal keberangkatan bus.

    Selain empat terminal utama yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan, dan Tanjung Priok, Dishub DKI juga menyiapkan tiga terminal bantuan.

    Yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol, dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Sementara untuk petugas yang disiagakan, secara keseluruhannya jumlahnya mencapai 2.500 personel dinas perhubungan yang nantinya akan melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Nataru 2025/2026.

    Kemudian 80 mobil derek, 46 mobil patroli dan dua unit mobil “Variable Message Sign” (VMS) mobile akan disiagakan untuk menciptakan momen Natal dan Tahun Baru yang aman bagi masyarakat.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Terminal Kampung Rambutan siapkan posko pelayanan Natal-Tahun Baru

    Terminal Kampung Rambutan siapkan posko pelayanan Natal-Tahun Baru

    Jakarta (ANTARA) – Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur menyiapkan posko pelayanan terpadu untuk menghadapi arus penumpang selama masa angkutan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Di Terminal Kampung Rambutan, dalam rangka Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kami mempersiapkan berbagai kegiatan, terutama posko-posko pelayanan,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Posko pelayanan terpadu tersebut untuk memastikan kelancaran, keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi bus antar kota.

    Selain itu, fokus utama persiapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini, yakni pengoperasian posko pelayanan yang melibatkan berbagai unsur instansi.

    “Posko tersebut menjadi pusat koordinasi pengamanan dan pelayanan bagi penumpang maupun awak bus selama periode libur panjang,” ujar Revi.

    Revi menjelaskan, posko pelayanan tersebut didukung oleh aparat kepolisian dan TNI. Dari unsur kepolisian, pengamanan melibatkan Pospol Terminal Kampung Rambutan, Polsek Ciracas, Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jaya hingga Mabes Polri.

    Sementara dari unsur TNI, pengamanan diperkuat dengan bantuan bawah kendali operasi (BKO) dari Polisi Militer Angkatan Laut, Kodim Jakarta Timur serta Koramil di wilayah Jakarta Timur.

    Selain aparat keamanan, posko pelayanan juga didukung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta unsur masyarakat seperti Sentra Komunikasi (Senkom) yang turut membantu pengawasan dan pelayanan di lingkungan terminal.

    Revi berharap kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Semua unsur ini bersinergi di posko pelayanan yang ada di Terminal Kampung Rambutan,” katanya.

    Terkait waktu operasional, Revi menyebutkan bahwa posko pelayanan telah mulai dioperasikan sejak Kamis (18/12).

    Sementara untuk pengamanan dari pihak Kepolisian, pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

    “Untuk posko sendiri sudah kami operasikan, sedangkan kepolisian mulai tanggal 20 Desember 2025 sampai dengan 5 Januari 2026,” kata Revi.

    Dengan berbagai persiapan tersebut, pihak Terminal Kampung Rambutan berharap pelayanan angkutan bus selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi.

    Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memperkirakan puncak arus mudik masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 jatuh pada 19 dan 20 Desember 2025.

    “Karena libur sekolah itu sudah dimulai pada 22 Desember sehingga biasanya begitu mulai libur sekolah, maka hari Jumatnya akan terjadi lonjakan di terminal-terminal yang ada di Jakarta,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/12).

    Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan, Kepolisian dan TNI juga menyiapkan posko Natal dan Tahun Baru di terminal-terminal keberangkatan bus.

    Selain empat terminal utama, yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan dan Tanjung Priok, Dishub DKI menyiapkan tiga terminal bantuan.

    Yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru.

    Sementara terkait jumlah petugas yang disiagakan, secara keseluruhan mencapai 2.500 personel dari Dishub DKI, yang nantinya bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Nataru.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Puncak Arus Mudik Libur Nataru Diprediksi 19-20 Desember

    Puncak Arus Mudik Libur Nataru Diprediksi 19-20 Desember

    Jakarta: Puncak arus mudik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) diperkirakan terjadi pada 19 dan 20 Desember 2025.
     
    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan bahwa puncak arus mudik biasanya dimulai ketika sekolah sudah libur. Sementara itu, libur sekolah dimulai pada 22 Desember.
     
    “Biasanya begitu mulai libur sekolah, maka hari Jumatnya akan terjadi lonjakan di terminal-terminal yang ada di Jakarta,” ujar Syafrin, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 18 Desember 2025.
     

     
    Ia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan kelaikan jalan pada kendaraan yang akan beroperasi pada periode Natal dan Tahun Baru, serta mengecek kapasitas terminal keberangkatan bus.
     
    Syafrin mengungkapkan ada empat terminal utama yang akan menjadi titik keberangkatan bus, antara lain Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Tanjung Priok. Selain itu, Dishub DKI juga menyiapkan tiga terminal bantuan, yakni Terminal Muara Angke, Grogol, dan Lebak Bulus.
     
    “Harapannya, keseluruhan armada yang beroperasi pada empat terminal AKAP di Jakarata sudah memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan,” kata Syafrin.

     

     
    Lebih lanjut, Syafrin mengatakan Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan TNI juga menyiapkan posko Natal dan Tahun Baru di terminal-terminal keberangkatan bus yang disebutkan.
     
    Setidaknya 2.500 personel dari Dishub DKI nantinya akan disiagakan dan bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama arus mudik Natal dan Tahun Baru.
     
    “Kami menyiapkan petugas dan seluruh sarana prasarana agar penyelenggaraannya selamat, aman, nyaman, dan masyarakat dalam melakukan kegiatan itu lancar, dan tentu memenuhi aspek keselamatan di jalan,” tutup Syafrin.
     

    Jakarta: Puncak arus mudik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) diperkirakan terjadi pada 19 dan 20 Desember 2025.
     
    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan bahwa puncak arus mudik biasanya dimulai ketika sekolah sudah libur. Sementara itu, libur sekolah dimulai pada 22 Desember.
     
    “Biasanya begitu mulai libur sekolah, maka hari Jumatnya akan terjadi lonjakan di terminal-terminal yang ada di Jakarta,” ujar Syafrin, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 18 Desember 2025.
     

     
    Ia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan kelaikan jalan pada kendaraan yang akan beroperasi pada periode Natal dan Tahun Baru, serta mengecek kapasitas terminal keberangkatan bus.
     
    Syafrin mengungkapkan ada empat terminal utama yang akan menjadi titik keberangkatan bus, antara lain Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Tanjung Priok. Selain itu, Dishub DKI juga menyiapkan tiga terminal bantuan, yakni Terminal Muara Angke, Grogol, dan Lebak Bulus.
     
    “Harapannya, keseluruhan armada yang beroperasi pada empat terminal AKAP di Jakarata sudah memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan,” kata Syafrin.
     
     

     
    Lebih lanjut, Syafrin mengatakan Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan TNI juga menyiapkan posko Natal dan Tahun Baru di terminal-terminal keberangkatan bus yang disebutkan.
     
    Setidaknya 2.500 personel dari Dishub DKI nantinya akan disiagakan dan bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama arus mudik Natal dan Tahun Baru.
     
    “Kami menyiapkan petugas dan seluruh sarana prasarana agar penyelenggaraannya selamat, aman, nyaman, dan masyarakat dalam melakukan kegiatan itu lancar, dan tentu memenuhi aspek keselamatan di jalan,” tutup Syafrin.
     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Dishub DKI siapkan “one way” di Ragunan antisipasi kepadatan lalin

    Dishub DKI siapkan “one way” di Ragunan antisipasi kepadatan lalin

    Jakarta (ANTARA) – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas saat lonjakan wisatawan pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Seperti contoh di Ragunan, kita akan melihat situasinya. Bisa saja dalam sibuk pagi itu satu arah masuk ke kawasan Ragunan dan sorenya itu biasanya akan ditetapkan juga satu arah. Jadi ini terus kita lakukan pemantauan di lapangan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Rabu.

    Namun, kata dia, skema “one way” akan diterapkan secara situasional. Dishub DKI bersama kepolisian dan instansi terkait akan terus melakukan pemantauan arus lalu lintas selama masa libur Nataru.

    Jika terjadi kepadatan signifikan, lanjut Syafrin, rekayasa lalu lintas akan langsung diterapkan untuk menghindari kemacetan panjang.

    Selain Ragunan, Dishub DKI juga menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas di sejumlah destinasi wisata lainnya di Jakarta, diantaranya kawasan Monas, Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), Setu Babakan, Kota Tua, hingga Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

    “Jadi tentu kita sudah koordinasikan untuk bagaimana pengaturan lalu lintasnya. Apabila terjadi crowded terkait dengan kunjungan masyarakat ke lokasi-lokasi wisata ini, maka akan dilakukan rekayasa,” kata Syafrin.

    Untuk mendukung pengamanan Nataru, Dishub DKI mengerahkan 2.500 personel yang disiagakan di terminal angkutan umum, jalur utama, hingga kawasan wisata.

    Selain itu, Dishub juga menyiapkan 80 unit derek, 46 mobil patroli, serta dua unit kendaraan VMS Mobile untuk memberikan informasi lalu lintas secara real time kepada masyarakat.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 80 mobil derek disiapkan untuk siaga saat Nataru

    80 mobil derek disiapkan untuk siaga saat Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan sebanyak 80 mobil derek akan disiagakan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Armada sudah disiagakan. Total ada sekitar 80 unit derek yang nantinya akan difokuskan pada pelayanan,” ujar Syafrin melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu.

    Tak hanya itu, sebanyak 46 mobil patroli dan dua unit mobil Variable Message Sign (VMS) Mobile juga dikerahkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

    Adapun VMS Mobile merupakan kendaraan dengan layar untuk info lalu lintas langsung. Dengan demikian pengaturan dan pemberian informasi kepada masyarakat terkait dengan bagaimana pengaturan jika terjadi kepadatan lalu lintas dapat dilakukan.

    Selain itu, Dishub DKI Jakarta juga menambah empat unit kapal untuk melayani masyarakat yang ingin berwisata ke Pulau Seribu pada Natal dan Tahun Baru.

    “Tetapi untuk keberangkatan ke Pulau Seribu pun kami menyesuaikan dengan situasi dan kondisi cuaca. Sesuai dengan ramalan BMKG ini juga kami sesuaikan,” jelas Syafrin.

    Dia menambahkan, pihaknya akan memastikan liburan di Jakarta selama periode Natal dan Tahun Baru aman dan nyaman. Bahkan, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan terkait dengan cuaca di Jakarta.

    “Sesuai dengan ramalan BMKG bahwa pada Desember ini sampai Januari akan ada cuaca ekstrem. Hujan ekstrem, dan tentu kita semuanya sudah koordinasikan secara baik dan siap tanggap untuk menghadapi kondisi apa saja,” kata Syafrin.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.