Tag: Syafrin

  • Parkir Liar di Jakarta Meningkat saat Lebaran 2025: Monas Titik Paling Rawan, Cabut Pentil Solusinya

    Parkir Liar di Jakarta Meningkat saat Lebaran 2025: Monas Titik Paling Rawan, Cabut Pentil Solusinya

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

    TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan tren parkir liar meningkat dalam momen Lebaran 2025.

    Saat libur lebaran kemarin, banyak warga yang enggan memarkirkan kendaraannya di tempat parkir resmi ketika berlibur ke sejumlah tempat wisata.

    Peningkatan parkir liar ini mulai terlihat sejak H+2 Lebaran 2025 atau pada tanggal 2 April 2025 lalu.

    Dari pengamatan Dishub DKI Jakarta, titik rawan parkir liar itu tersebar di sejumlah tempat wisata, yang paling parah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

    “Untuk parkir liar memang pada H+2 dan seterusnya terjadi peningkatan di kawasan Monas dan untuk itu kami melakukan penertiban bersama-sama dengan rekan-rekan TNI Polri dan juga Satpol PP,” kata Syafrin di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (8/4/2025).

    Syafrin mengeklaim, Dinas Perhubungan DKI Jakarta sudah rutin melaksanakan penindakan terhadap kendaraan yang terparkir sembarangan di sekitar Monas.

    Ia pun menyayangkan tindakan warga yang memarkirkan kendaraan tak sesuai tempatnya, meski di sekitar Monas banyak lokasi parkir resmi.

    Alhasil, petugas terpaksa melakukan penindakan dengan cara-cara tegas, misalnya melakukan cabut pentil ban dan penderekan kendaraan.

    “Dan dengan upaya ini kita harapkan ada efek jera kepada masyarakat untuk tidak parkir di badan jalan, di kawasan Taman Merdeka, tetapi mereka menggunakan lokasi-lokasi parkir yang memang tersedia di gedung-gedung atau di area-area di sekitar kawasan Monas atau Taman Merdeka,” sambungnya.

    Banyaknya warga yang parkir sembarangan saat libur lebaran kemarin juga tak terlepas dari masih beroperasinya oknum-oknum juru parkir liar di sekitaran tempat wisata.

    Bahkan, juru parkir liar ini kerap kali mematok harga yang tinggi terhadap warga yang memarkirkan kendaraannya di bahu-bahu jalan maupun trotoar.

    Menurut Syafrin, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran samping untuk menertibkan para juru parkir liar.

    Namun, yang terjadi adalah kucing-kucingan. Para juru parkir liar ini cenderung melakukan aksinya ketika tak ada petugas yang berpatroli.

    “Sebagaimana kita ketahui, bahwa para juru parkir liar ini pada saat tidak ada petugas mereka baru muncul, setelah terlihat mulai ada petugas datang, mereka langsung menghilang,” ucapnya.

    “Oleh sebab itu kami mengimbau kepada masyarakat agar anda tidak tertipu. Pasti bahwa di kawasan Jalan Taman Merdeka, di Merdeka Selatan, Timur, Barat, dan Utara bahkan, itu tidak boleh parkir. Artinya siapapun yang di sana melakukan pengaturan untuk boleh parkir di sana, itu pasti adalah juru parkir liar dan jangan diikuti,” pungkas Syafrin.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Kadis Perhubungan DKI Jakarta Sebut Tak Ada Kepadatan Ekstrem Selama Momen Angkutan Lebaran 2025

    Kadis Perhubungan DKI Jakarta Sebut Tak Ada Kepadatan Ekstrem Selama Momen Angkutan Lebaran 2025

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

    TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengeklaim tidak ada kepadatan ekstrem dalam momen Angkutan Lebaran 2025.

    Kondusifitas dalam volume mobilitas masyarakat di momen arus mudik dan arus balik lebaran ini terjadi berkat beberapa faktor, terutama penerapan kerja dari manapun alias work from anywhere (WFA) yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta di momen Idulfitri 1446 Hijriah.

    “Baik, dari hasil evaluasi kami dalam pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun 2025, ini semuanya berjalan sangat baik,” kata Syafrin saat menghadiri Lomba Mancing di Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (8/4/2025).

    Pada lebaran kemarin, pemerintah memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 28 Maret 2025.

    Itu benar terjadi, tapi disebutkan Syafrin tak ada lonjakan ekstrem dalam hal pergerakan masyarakat menuju ke kampung halamannya masing-masing.

    “Tidak terjadi puncak ekstrem dan bisa kita lihat keseluruhan matra, baik itu darat, laut, dan udara serta perkeretaapian itu terselenggara dengan baik,” ucapnya.

    Penerapan WFA menjadi salah satu cara ampuh menekan lonjakan pergerakan masyarakat selama masa lebaran.

    Dengan kelonggaran terkait lokasi kerja, banyak pekerja yang berdomisili di Jakarta bisa memanfaatkan libur yang lebih awal untuk pulang kampung lebih dulu.

    Hal ini membuat tren perjalanan pemudik menjadi terurai dan tidak terpusat di satu tanggal tertentu.

    “Artinya bahwa masyarakat sudah mulai libur pada tanggal 22, terakhir bekerja adalah 21 dan dengan pola ini maka arus mudik itu terdistribusi normal sejak tanggal 22 ke tanggal 29, bahkan 30 Maret kemarin,” ucap Syafrin.

    Nihilnya lonjakan ekstrem pergerakan pemudik juga terjadi pada momen arus balik.

    Syafrin bilang, dengan ditambahkannya waktu WFA bagi pekerja pemerintah pada khususnya, masih ada sisa hari untuk melakukan perjalanan balik ke Jakarta tanpa harus berdesakan di jalan.

    “Ada tambahan work from anywhere pada tanggal 8 April hari ini dan itu menyebabkan distribusi arus balik juga terdistribusi normal. Memang berdasarkan data terjadi puncak arus balik pada tanggal 6 April kemarin,” kata dia.

    “Tetapi sama dengan arus mudik, puncak arus balik itu juga tidak terjadi puncak arus balik ekstrem, artinya dari sisi kapasitas jalan, angkutan umum, perkeretaapian itu masih menampung,” pungkas Syafrin.

     

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

     

  • Dishub DKI Prediksi Lalin Jakarta Kembali Normal Hari Kamis

    Dishub DKI Prediksi Lalin Jakarta Kembali Normal Hari Kamis

    Jakarta

    Arus lalu lintas Jakarta di hari pertama kerja usai libur Lebaran kini masih terpantau lancar. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memprediksi arus lalu lintas akan kembali normal lusa.

    “Kami proyeksi arus lalu lintas Jakarta normal pada Kamis (10/4),” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat meninjau UPKB Cilincing, Jakarta Utara, dilansir Antara, Selasa (8/4/2025).

    Menurutnya, kepadatan lalu lintas di jalanan Jakarta akan kembali normal karena seluruh warga sudah kembali bekerja sepenuhnya. Kendaraan pun akan beroperasi normal seperti sedia kala.

    Syafrin mengatakan hari ini arus lalu lintas masih terlihat sepi meskipun ketentuan ganjil genap sudah berlangsung. Arus lalu lintas pun terpantau aman dan lancar.

    “Hari ini sudah masuk kerja dan pantauan lalu lintas di Jakarta masih kondusif,” kata dia.

    Syafrin juga meminta masyarakat agar terus waspada dan berhati-hati dalam berlalu lintas. Serta hindari seluruh pelanggaran yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.

    (eva/imk)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Dishub Jakarta: WFA Diperpanjang, Tak Ada Puncak Arus Balik Ekstrem – Page 3

    Dishub Jakarta: WFA Diperpanjang, Tak Ada Puncak Arus Balik Ekstrem – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mencatat puncak arus balik di tujuh terminal di Jakarta terjadi pada 5 April 2025 atau H+4 Lebaran.

    “Total penumpang itu tertinggi pada tanggal 5 April,” kata Syafrin di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (7/4/2025), seperti dilansir dari Antara.

    Data tersebut diperoleh dari tujuh terminal di Jakarta pada Minggu sore, 6 April, atau pada H+5 Lebaran 2025. Data untuk 6 April masih dihitung dan diperkirakan masih ada kemungkinan eskalasi.

    Pemprov DKI Jakarta berupaya memastikan seluruh warga yang tiba di setiap terminal mendapatkan akses mudah ke angkutan lanjutan menuju tujuan masing-masing, sehingga mereka tidak perlu menunggu lama di terminal.

    Pemprov DKI Jakarta juga memastikan kesediaan fasilitas pendukung di terminal, seperti ruang tunggu, toilet, dan mushola.

    Syafrin menjelaskan, perpanjangan waktu kerja dari mana saja (WFA) menyebabkan tidak adanya puncak arus balik yang ekstrem tahun ini karena para penumpang telah terdistribusi secara lebih merata.

    Ia mencontohkan data puncak arus mudik pada 28 Maret 2025 yang mengalami penurunan 0,4 persen dibandingkan dengan puncak arus mudik pada Lebaran 2024. Puncak arus balik pada 5 April juga tercatat turun 22 persen lebih rendah dibandingkan dengan puncak arus balik pada 15 April 2024.

    “Artinya, tidak ada puncak balik ekstrem. Mereka memilih masih ada waktu, kita mundurkan kembalinya,” kata Syafrin.

    “Karena memang tujuan pemerintah untuk menambahkan waktu work from anywhere adalah terdistribusi normal orang balik dan kemudian tidak ada puncak ekstrem di layanan angkutan Lebaran tahun ini,” tambahnya.

  • Peserta mudik gratis Pemprov Jakarta akui perjalanan lancar

    Peserta mudik gratis Pemprov Jakarta akui perjalanan lancar

    Pemilir program mudik gratis yang digelar oleh Pemprov Jakarta yang tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur Minggu sore (6/4/2025). ANTARA/ (Sinta Ambar)

    Peserta mudik gratis Pemprov Jakarta akui perjalanan lancar
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Senin, 07 April 2025 – 06:47 WIB

    Elshinta.com – Peserta mudik gratis yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jakarta mengakui perjalanan dari beberapa wilayah di Jawa Tengah terbilang lancar.

    “Alhamdulillah enggak sih, berangkat tadi jam 9 pagi perjalanan nyaman,” ujar Maulana kepada ANTARA di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (6/4).

    Maulana mengakui, dirinya usai melakukan mudik ke kota asal yakni Pekalongan dan akan kembali bekerja di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pada kesempatan yang sama, seorang peserta mudik dari rute yang sama yakni Pekalongan mengatakan, perjalanan dari kota itu menuju Jakarta terbilang padat merayap namun tidak mengalami kemacetan panjang.

    “Padat merayap lah, nggak begitu macet banget,” ujar Adiyoso.

    Pria yang akan kembali ke wilayah Mangga Dua, Jakarta Utara ini mengakui perjalanan dirasakan nyaman serta mendapatkan makanan kecil serta minuman. Ia mengapresiasi program mudik gratis yang digelar Pemprov Jakarta dan berharap dapat mengikuti program serupa pada musim mudik Lebaran tahun depan.

    Kemudian, peserta mudik lain bernama Indah mengakui perjalanan kembali ke Jakarta dari Semarang dirasa lancar serta nyaman.

    “Lancar, nyaman juga,” ujarnya usai turun bus bersama dua orang anak.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 521 unit bus dengan 22.403 tempat duduk (kursi) dalam program Mudik Gratis 2025 yang pendaftarannya mulai dibuka pada 7 Maret 2025. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Kamis (3/4) mengatakan pihaknya, menyiapkan 521 bus dan 20 truk untuk di masa arus mudik dan balik Lebaran 2025.

    Kemudian, untuk truk, baik saat arus mudik maupun balik, masing-masing sebanyak 10 unit disiapkan untuk mengangkut 300 unit motor.

    Sumber : Antara

  • H+4 Lebaran, Volume Kendaraan di 4 Gerbang Utama Tol Jakarta Turun 1,89%

    H+4 Lebaran, Volume Kendaraan di 4 Gerbang Utama Tol Jakarta Turun 1,89%

    Bisnis.com, JAKARTA — Volume lalu lintas kendaraan di empat gerbang utama jalan tol di Jakarta mengalami penurunan sebesar 1,89% selama arus mudik Idulfitri atau Lebaran 2025 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

    Hal tersebut terlihat dari data Dinas Perhubungan Jakarta yang baru saja dirilis hingga 4 April 2025 kemarin dengan data dari 24 Maret-4 April 2025. Penurunan volume kendaraan yang melintasi empat gerbang utama tol itu terlihat bila dibandingkan dengan periode arus mudik Lebaran tahun lalu yakni 3-14 Aril 2024.

    “Total kendaraan turun 1,89% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo melalui keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (6/4/2025).

    Secara terperinci, volume kendaraan di Gerbang Utama Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa pada 24 Maret-4 april 2025 terdapat 1.660.818 kendaraan masuk dan 2.181.241 kendaraan keluar.

    Jumlah itu turun dari masa arus mudik Lebaran tahun sebelumnya selama 3-14 April 2024 yang mencapai 1.714.710 kendaraan masuk dan 2.181.241 kendaraan keluar.

    Hingga sejauh ini berdasarkan data yang dirilis Dishub Jakarta pula diketahui bahwa volume kendaraan yang masuk ke Jakarta paling tinggi ada pada Jumat, 4 April 2025 yakni sebanyak 234.752 kendaraan.

    Sementara itu, volume tertinggi kendaraan keluar Jakarta juga terjadi pada Jumat di pekan lalu yakni pada 28 Maret 2025 yang mencapai 258.383 kendaraan.

  • Dishub DKI: Puncak Arus Balik di 7 Terminal Terjadi 5 April, 21 Ribu Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

    Dishub DKI: Puncak Arus Balik di 7 Terminal Terjadi 5 April, 21 Ribu Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

    TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR – Puncak arus balik mudil Idulfitri 1446 Hijriah di tujuh terminal di Jakarta terjadi pada H+4 Lebaran atau pada Sabtu (5/4/2025) kemarin.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo bilang, setidaknya ada 21.931 penumpang yang sudah kembali ke ibu kota pada 5 April kemarin.

    Puluhan ribu pemudik itu kembali masuk Jakarta dari tujuh terminal berbeda, yaitu Terminal Terpadu Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok.

    Kemudian, Terminal Lebak Bulus, Terminal Angke, dan Terminal Grogol.

    “Untuk Terminal Terpadu Pulo Gebang, tercatat pada 5 April kemarin penumpang yang tiba sebanyak 3.920 penumpang,” ucap Syafrin dalam keterangan tertulis, Minggu (6/4/2025).

    Sedangkan, penumpang yang tiba di Terminal Kampung Rambutan sebanyak 12.169 orang; Terminal Kalideres sebanyak 4.235 penumpang; Terminal Tanjung Priok sebanyak 1.031 penumpang.

    Selanjutnya, Terminal Lebak Bulus sebanyak 454 penumpang, Terminal Angke sebanyak 98 penumpang, serta Terminal Grogol sebanyak 24 penumpang.

    Dibandingkan periode normal, Syafrin menyebut, angka kedatangan penumpang di tujuh penumpang itu naik nyaris 500 kali lipat.

    Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2024 lalu, jumlah penumpang naik lebih dari 50 persen.

    “Dibandingkan dengan periode normal penumpang tiba naik 449,61 persen dan dibandingkan H+4 Lebaran tahun 1024 naik 57,94 persen,” tuturnya. 

  • Kelompok Disabilitas Hadiri Open House Rano Karno, Berharap Fasilitas Umum Ditingkatkan

    Kelompok Disabilitas Hadiri Open House Rano Karno, Berharap Fasilitas Umum Ditingkatkan

    PIKIRAN RAKYAT – Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menyebut bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan memerhatikan kelompok disabilitas di Jakarta. Rano mengatakan Pemprov akan mengeluarkan kartu untuk lansia dan disabilitas.

    Saat menggelar open house di rumahnya di Warung Bang Doel, Jakarta Selatan, Selasa, 1 April 2025, masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) menyampaikan aspirasinya kepada Rano Karno. Misalnya, fasilitas umum ramah disabilitas dapat lebih diperhatikan.

    “Kami berharap apa yang disampaikan dia, visi dan misi dari apa yang telah dilakukan itu semoga itu terwujud. Seperti mengedepankan bagaimana fasilitas-fasilitas yang ada, mencoba memperbaiki fasilitas untuk kaum disabilitas,” ujar Maria Rosa Sinta, Ketua PPSI Jakarta Selatan.

    Menanggapi itu, Rano mengatakan bahwa pihaknya akan memerhatikan lansia dengan mengeluarkan kartu untuk disabilitas dan lansia.

    “Tentu, tentu ada artinya gini loh. Kita bahkan ada keluarkan kartu lansia, kartu disabilitas, artinya kita cukup perhatikan,” kata Rano, Selasa siang.

    Pantauan di lokasi, open house Rano Karno dihadiri jajaran pejabat pemprov dan masyarakat luas. Open house kali ini dijadwalkan mulai pukul 10.00-15.00 WIB.

    Hingga siang, jajaran pemprov DKI yang sudah tampak hadir ke open house Rano di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Marullah Matali, Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo, Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin.

    Hingga sore hari ini sebagian masyarakat masih ada yang menunggu giliran untuk berkesempatan langsung masuk ke dalam open house tersebut.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Lebaran 2025, Volume Kendaraan di Gerbang Utama Tol Jakarta Turun 3%

    Lebaran 2025, Volume Kendaraan di Gerbang Utama Tol Jakarta Turun 3%

    Bisnis.com, JAKARTA — Volume lalu lintas kendaraan di empat gerbang utama jalan tol di Jakarta mengalami penurunan sebesar 3% selama arus mudik Idulfitri 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Jakarta per 31 Maret 2025, penurunan volume kendaraan itu terlihat selama satu pekan jelang Lebaran 2025 atau 24-31 Maret 2025.Penurunan volume kendaraan yang melintasi empat gerbang utama itu tercatat sebagaimana dibandingkan dengan satu pekan jelang Lebaran pada 2024 lalu, yakni 3-10 April 2024. 

    “Total Kendaraan turun 3,00% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (1/4/2025). 

    Secara terperinci, volume kendaraan di Gerbang Utama Tol Cikampek Utama atau Cikatam, Kalihurip Utama, Ciawi dan Cikupa pada 24-31 Maret 2025 meliputi 851.720 kendaraan masuk dan 1,5 juta kendaraan keluar. 

    Jumlah itu turun dari pekan Idulfitri tahun sebelumnya selama 3-10 April 2024, yakni 864.668 kendaraan masuk dan 1,56 juta kendaraan keluar. 

    Adapun berdasarkan data Dishub Jakarta pula, volume kendaraan yang masuk ke Jakarta tertinggi yakni 145.502 kendaraan pada 23 Maret 2025. Angka mengalami kenaikan 7% dibandingkan dengan hari biasa/periode normal.

    Sementara, volume tertinggi kendaraan keluar Jakarta yakni 258.383 kendaraan pada 28 Maret 2025, atau naik 83,42% dibandingkan dengan hari biasa/periode normal. 

  • Libur Idul Fitri 2025, Dinas Perhubungan Jakarta Siapkan Sistem Satu Arah di Kawasan Wisata

    Libur Idul Fitri 2025, Dinas Perhubungan Jakarta Siapkan Sistem Satu Arah di Kawasan Wisata

    PIKIRAN RAKYAT – Untuk hari kedua Idul Fitri pada Selasa, 1 April 2025, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan melakukan persiapan di titik-titik lokasi wisata.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan bahwa mulai 1 April 2025 pihaknya akan mengantisipasi beberapa lokasi wisata Jakarta seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ragunan, Kota Tua, Monas, Ancol, juga di kawasan PIK (Pantai Indah Kapuk).

    “Besok, mulai 1 April, harus kita antisipasi beberapa lokasi wisata Jakarta seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ragunan, Kota Tua, Monas, Ancol, juga di kawasan PIK (Pantai Indah Kapuk),” ucapnya.

    Syafrin menyatakan bahwa ia memperkirakan akan banyak pengunjung di tempat-tempat tersebut pada waktu itu. Untuk itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, seperti yang disampaikan Syafrin, bekerja sama dengan kepolisian dan TNI dalam melaksanakan manajemen rekayasa lalu lintas.

    “Seperti contoh di kawasan Ragunan, nanti akan diterapkan satu arah pada jam 6 pagi sampai dengan jam 10, itu masuk ke Ragunan ke arah Selatan. Sore, hari itu juga akan diterapkan sistem satu arah keluar Ragunan ke arah TB Simatupang,” kata dia.

    Syafrin juga menyatakan bahwa manajemen rekayasa lalu lintas di lokasi wisata lainnya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

    “Seperti contoh di Ancol, begitu ada kepadatan kita akan melakukan pengaturan bagaimana akses masuk dan keluar tol itu dilakukan pembatasan,” ujarnya.

    Menurutnya, hal tersebut bersifat situasional dan bergantung pada kondisi yang ada di lapangan. Hal tersebut juga berlaku di kawasan PIK yang merupakan destinasi wisata baru.

    “Begitu ada libur nasional, libur panjang, biasanya kawasan PIK akan sangat padat pengunjung,” ucapnya.

    Syafrin berharap agar masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lalu lintas dan memilih jalur alternatif ketika sistem satu arah diterapkan di lokasi tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 2.800 petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan bertugas selama periode libur Lebaran.

    “Tentu kita bersama-sama dengan kepolisian dan TNI. Juga ada rekan-rekan dari Satpol PP,” kata dia dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara pada 1 April 2025.***

     

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News