Tag: Syafrin Liputo

  • Diminta Bayar Parkir Liar? Jangan Kasih, Senyumin Aja!

    Diminta Bayar Parkir Liar? Jangan Kasih, Senyumin Aja!

    Jakarta

    Kini, hampir seluruh minimarket di Jakarta ‘dikuasai’ juru parkir (jukir) liar. Sehingga, saat hendak berbelanja, pengunjung terpaksa menyiapkan uang recehan untuk membayar parkir. Namun, apakah pembayaran tersebut bersifat wajib?

    Beberapa waktu lalu, Syafrin Liputo selaku Kepala Dishub Jakarta pernah mengingatkan, pengunjung minimarket tak perlu membayar parkir ke jukir-jukir liar. Sebab, menurutnya, fasilitas itu memang disiapkan minimarket secara cuma-cuma.

    “Masyarakat yang berkunjung ke minimarket seharusnya tidak membayar uang parkir. Memang tidak dipungut biaya. Jadi petugas parkir di luar tidak ada kerja sama dengan pemilik minimarket,” kata Syafrin Liputo, beberapa waktu lalu.

    Tukang parkir atau juru parkir (jukir). Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

    Menurut Syafrin, jukir minimarket juga tak boleh memaksa pengunjung membayar parkir, apalagi sampai mematok nominal tertentu. Mereka hanya boleh menerima uang yang memang diberikan secara suka rela.

    “Jadi seolah-olah menjadi kewajiban si pengemudi untuk membayar, seharusnya kan tidak. Karena itu kan jadi fasilitas yang memang harus disiapkan di minimarket,” kata Syafrin Liputo.

    Tim detikOto sempat bertanya ke salah satu jukir liar di kawasan Jakarta Selatan mengenai kewajiban pengunjung membayar parkir. Sosok yang tak ingin disebut identitasnya itu memastikan, jasanya tak harus dibayar menggunakan uang, namun bisa pakai senyuman.

    “Ya kita mah kalau gak dibayar (pakai uang) gak apa-apa, minimal dibayar pake senyum juga boleh karena kita juga gak memaksa, di sini kita cuma membantu pelanggan saja,” kata jukir tersebut.

    Nah, jadi sudah jelas ya, detikers. Jika berkunjung ke minimarket, tak ada kewajiban membayar parkir ke jukir liar. Kalian hanya tinggal memberikan senyuman dan mengucapkan kalimat terima kasih.

    (sfn/lth)

  • Tukang Parkir Liar Bisa Dipenjara 9 Tahun!

    Tukang Parkir Liar Bisa Dipenjara 9 Tahun!

    Jakarta

    Juru parkir atau jukir liar makin menjamur di Indonesia. Bahkan, bukan hanya di minimarket, mereka kini menyebar ke toko-toko kecil dan ruko-ruko di pinggir jalan. Apakah perbuatan mereka melanggar hukum?

    Disitat dari laman resmi Fakultas Hukum Universitas Muhamadiyah, lahan parkir seharusnya dikelola pemerintah daerah atau pemda setempat. Sementara pengelolaan ilegal yang dilakukan individu atau instansi tertentu jelas melanggar hukum.

    “Melalui Dinas Perhubungan, pemerintah menetapkan lokasi parkir resmi dan menunjuk petugas yang sah, lengkap dengan identitas, seragam, serta karcis retribusi. Petugas inilah yang berhak memungut biaya parkir dan menyetorkannya ke kas daerah sebagai pendapatan asli daerah (PAD),” demikian tulis laman tersebut.

    Juru parkir liar di minimarket di Pekanbaru (Raja-detikcom) Foto: Juru parkir liar di minimarket di Pekanbaru (Raja-detikcom)

    Secara hukum, aktivitas jukir liar dapat dikenai sanksi pidana apabila terdapat unsur pemaksaan, pengancaman, atau pungutan yang tak sah. Faktanya, yang sering terjadi di lapangan, tarif parkir dipungut secara paksa.

    Dalam Pasal 368 KUHP tentang pemerasan disebutkan: “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman untuk memberikan sesuatu, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.”

    Pungutan liar yang dilakukan oleh tukang parkir tanpa izin juga dapat dikenai pasal penyalahgunaan kewenangan sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Meskipun pelakunya bukan pejabat negara, tindakan tersebut merugikan keuangan negara dan merusak sistem pelayanan publik yang seharusnya transparan.

    Selain sanksi pidana, secara administratif, pemerintah daerah melalui Satpol PP dan Dinas Perhubungan berwenang untuk menindak langsung tukang parkir liar.

    Pemerintah pusat juga telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pemberantasan Pungli, yang mewajibkan pembentukan Satgas Saber Pungli di berbagai daerah untuk menangani kasus pungutan liar, termasuk parkir ilegal.

    Beberapa waktu lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta mengaku akan menyiapkan sidang tindak pidana ringan (tipiring) untuk juru parkir (jukir) liar yang meresahkan masyarakat. Hal itu harus dilakukan untuk menegakkan ketertiban umum.

    “Kami koordinasikan untuk melakukan penegakan hukum yakni hasil diskusinya, tindak pidana ringan,” ujar Syafrin Liputo selaku Kepala Dishub Jakarta.

    (sfn/lth)

  • Ketika Tiang Monorel Akhirnya Dibongkar dan Jakarta Bakal Diuji oleh Macet
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Ketika Tiang Monorel Akhirnya Dibongkar dan Jakarta Bakal Diuji oleh Macet Megapolitan 9 Januari 2026

    Ketika Tiang Monorel Akhirnya Dibongkar dan Jakarta Bakal Diuji oleh Macet
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Setelah puluhan tahun berdiri tanpa fungsi, deretan tiang monorel mangkrak di Jakarta mendekati akhir riwayatnya.
    Pembongkaran yang dipercepat
    Pemprov DKI Jakarta
    menjadi momentum penting penataan kota, sekaligus ujian kesiapan pemerintah mengelola dampak kemacetan di salah satu koridor tersibuk ibu kota.
    Gubernur DKI Jakarta Pramono memastikan pembongkaran tiang monorel di kawasan HR Rasuna Said dan Senayan akan dimulai pada pekan ketiga Januari, bahkan berpeluang dimajukan.
    “Untuk
    pembongkaran monorel
    seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan,” ucap Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2025).
    Pramono menegaskan, pekerjaan akan dilakukan langsung oleh Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga setelah PT Adhi Karya tak merealisasikan pembongkaran sesuai batas waktu yang diberikan.
    “Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri,” kata dia.
    Meski berada di kawasan padat lalu lintas, Pramono memastikan pembongkaran tidak akan disertai penutupan jalan.
    “Tidak dilakukan penutupan jalan. Jadi yang dibongkar tetap dilakukan, dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tidak dilakukan penutupan,” ucapnya.
    Kepala
    Dinas Bina Marga DKI
    Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, jadwal pembongkaran dimajukan atas arahan langsung gubernur. Seluruh proses administrasi dengan pemilik aset disebut telah rampung.
    “Minggu ketiga mau dibongkar. Tapi Pak Gubernur kemarin, pada saat rapat pimpinan (rapim), menyampaikan minta minggu depan dibongkar. Jadi rencana minggu depan kita akan mulai. Insyaallah hari Rabu, kalau tidak berubah,” ujar Heru, Rabu (7/1/2026).
    Sebanyak 98 tiang monorel di sepanjang
    Jalan HR Rasuna Said
    akan dibongkar terlebih dahulu.
    Setelah itu, Pemprov DKI akan menata ulang badan jalan dan trotoar agar sisi timur Rasuna Said seragam dengan sisi barat yang lebih dulu ditata.
    “Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya,” kata Heru.
    Penataan jalan dan pembongkaran dilakukan menggunakan APBD DKI Jakarta dengan nilai sekitar Rp 100 miliar.
    Untuk meminimalkan dampak lalu lintas,
    Dinas Perhubungan DKI
    Jakarta menyiapkan skema rekayasa lalu lintas tanpa penutupan jalan.
    Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut, alat berat akan ditempatkan di jalur lambat.
    “Di sanakan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” ujar Syafrin.
    Pembongkaran juga direncanakan berlangsung pada malam hari saat volume kendaraan lebih rendah.
    “Otomatis pembongkarannya malam hari. Window times-nya itu,” katanya.
    Di sisi lain, DPRD DKI Jakarta mengingatkan agar pembongkaran tak menimbulkan masalah baru.
    Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai penataan jalan protokol harus berujung pada kenyamanan masyarakat.
    “Kami pastinya berharap pembenahan jalan-jalan protokol pada tahun 2026 ini menjadikan Jakarta lebih rapih, indah dan tidak terjadi macet,” ujar Yuke, Kamis (8/1/2026).
    Ia menyoroti masih timpangnya penataan sejumlah ruas jalan di Jakarta Selatan yang berpotensi memicu kemacetan saat proyek berlangsung.
    “Saat ini sejumlah ruas jalan masih dalam proses pengerjaan. Di Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, kondisi sisi kanan dan kiri belum sama. Ada yang sudah dirapikan, ada yang belum. Ini yang terus kami pantau, mulai dari kemacetan, kerusakan jalan, hingga dampaknya bagi pengguna jalan, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujar Yuke.
    Yuke juga mengingatkan potensi genangan air jika pembongkaran tidak diantisipasi dengan baik.
    “Hal ini sangat diperlukan, karena meyangkut kemacetan di Jakarta akibat pembongkaran tiang monorel. Belum lagi karena adanya faktor cuaca yang tidak menentu, jangan sampai menimbulkan kemacetan dan juga genagan air yang menggangu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
    Di balik pembongkaran, masih ada catatan hukum yang menyertainya.
    Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk Rozi Sparta menyatakan, tiang monorel merupakan aset sah perusahaan berdasarkan putusan pengadilan.
    “ADHI terus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi terbaik dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan Tata Kelola Perusahaan (GCG) serta ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Rozi.
    Polemik pembongkaran monorel sendiri bukan cerita baru. Pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, rencana pembongkaran sempat mengemuka, namun tak pernah terealisasi.
    “Karena ini bukan uang APBD atau APBN, ini kan PT JM bekerja sama dengan PT Adhi Karya. DKI minta juga untuk bongkar,” ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah pada 26 Januari 2015.
    Kini, dengan jadwal yang kian dekat, pembongkaran tiang monorel tak lagi sekadar soal beton dan besi, melainkan ujian lama Jakarta untuk menepati janji penataan kota yang selama bertahun-tahun tertunda.
    (Reporter: Ruby Rachmadina l Editor: Ambaranie Nadia Kemala Movanita, Hilda B Alexander)
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ketika Tiang Monorel Akhirnya Dibongkar dan Jakarta Bakal Diuji oleh Macet
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    DPRD DKI Wanti-wanti Macet dan Genangan Saat Pembongkaran Tiang Monorel Megapolitan 9 Januari 2026

    DPRD DKI Wanti-wanti Macet dan Genangan Saat Pembongkaran Tiang Monorel
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – DPRD DKI Jakarta mengingatkan potensi kemacetan dan genangan air saat rencana pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak yang dijadwalkan pada pekan kedua bulan Januari 2026.
    Selain itu, faktor cuaca yang tidak menentu di Jakarta beberapa waktu terakhir ini juga dinilai bisa memperparah dampak proyek tersebut terhadap aktivitas warga.
    “Ini sangat diperlukan, karena meyangkut kemacetan di Jakarta akibat
    pembongkaran tiang monorel
    . Belum lagi karena adanya faktor cuaca yang tidak menentu, jangan sampai menimbulkan kemacetan dan juga genagan air yang menggangu aktivitas masyarakat,” ujar Ketua Komisi D
    DPRD DKI
    Jakarta, Yuke Yurike kepada
    Kompas.com
    , Kamis (8/1/2026).
    Pembongkaran tiang monorel yang sudah mangkrak puluhan tahun memang diharapkan dapat memperbaiki wajah Jakarta.
    Namun, proses pengerjaannya harus benar-benar diantisipasi agar tidak menimbulkan masalah baru di lapangan.
    Menurut Yuke, Komisi D DPRD DKI yang meliputi bidang pembangunan berharap pembenahan jalan-jalan protokol pada 2026 dapat membuat Jakarta lebih rapi, indah, dan tidak menambah kemacetan.
    “Kami pastinya berharap pembenahan jalan-jalan protokol pada tahun 2026 ini menjadikan Jakarta lebih rapih, indah dan tidak terjadi macet,” kata Yuke.
    Yuke menilai kerapihan dan keindahan kota kini menjadi tuntutan seiring perubahan status Jakarta menuju kota global.
    Karena itu, penataan kota pada 2026 perlu dilakukan secara masif agar memberi kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.
    Ia mencontohkan kondisi sejumlah ruas jalan yang masih dalam proses pengerjaan dan belum tertata merata.
    “Saat ini sejumlah ruas jalan masih dalam proses pengerjaan. Di Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, kondisi sisi kanan dan kiri belum sama. Ada yang sudah dirapikan, ada yang belum. Ini yang terus kami pantau, mulai dari kemacetan, kerusakan jalan, hingga dampaknya bagi pengguna jalan, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujar Yuke.
    Karena itu, proses penataan Jalan Rasuna Said, termasuk pembongkaran tiang monorel, diharapkan dapat berjalan lancar.
    Dinas terkait didorong menyiapkan langkah penanggulangan, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga koordinasi yang baik agar pekerjaan tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan.
    Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga diminta melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pengguna jalan dapat mengantisipasi dampak kemacetan selama proses pengerjaan berlangsung.
    Meski demikian, hingga kini Komisi D DPRD DKI masih menunggu rapat kerja dan penjelasan teknis dari Dinas Bina Marga terkait antisipasi kemacetan serta dampak lain akibat pembongkaran tiang monorel.
    “Transportasi publik di Jakarta sudah terintegrasi, seperti LRT dan Transjakarta. Tantangannya tinggal bagaimana membuat pejalan kaki nyaman menikmati kota, siang maupun malam, lewat perbaikan pedestrian di jalan protokol seperti Jalan Rasuna Said, agar aman bagi pejalan kaki, pengendara, dan pesepeda,” kata Yuke.
    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono memastikan pembongkaran
    tiang monorel mangkrak
    akan dimulai pada pekan ketiga Januari 2026. Ia menyebut pembongkaran kemungkinan dilakukan pada Selasa atau Rabu.
    “Untuk pembongkaran monorel seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan,” ucap Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2025).
    Pramono menjelaskan, pembongkaran akan dilakukan langsung oleh Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga, setelah PT Adhi Karya tidak merealisasikan pembongkaran sesuai batas waktu yang diberikan.
    “Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri,” katanya.
    Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menyebut jadwal pembongkaran bahkan dimajukan atas arahan gubernur.
    “Minggu ketiga mau dibongkar. Tapi Pak Gubernur kemarin, pada saat rapat pimpinan (rapim), menyampaikan minta minggu depan dibongkar. Jadi rencana minggu depan kita akan mulai. Insyaallah hari Rabu, kalau tidak berubah,” ujar Heru, Rabu (7/1/2026).
    Sebanyak 98 tiang monorel di sepanjang koridor HR Rasuna Said akan dibongkar. Setelah itu, Pemprov DKI akan menata ulang badan jalan dan trotoar agar sisi timur Rasuna Said seragam dengan sisi barat yang sudah lebih dulu ditata.
    “Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya,” kata Heru.
    Pembongkaran dan penataan jalan tersebut menggunakan APBD DKI Jakarta dengan total anggaran sekitar Rp 100 miliar.
    Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan pembongkaran tidak disertai penutupan jalan. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan dengan menempatkan alat berat di jalur lambat, sementara kendaraan dialihkan ke jalur cepat.
    “Tidak dilakukan penutupan jalan,” kata Syafrin.
    Pembongkaran juga akan dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.
    “Otomatis pembongkarannya malam hari. Window times-nya itu,” ujarnya.
    Polemik pembongkaran tiang monorel sendiri sudah bergulir sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Namun hingga lebih dari satu dekade berlalu, tiang-tiang tersebut belum juga dibongkar dan terus menjadi simbol proyek transportasi yang mangkrak di Jakarta.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tiang Monorel Dibongkar Hari Rabu, Pramono: Biar Pejabat Naik Transportasi Umum
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Januari 2026

    Tiang Monorel Dibongkar Hari Rabu, Pramono: Biar Pejabat Naik Transportasi Umum Megapolitan 8 Januari 2026

    Tiang Monorel Dibongkar Hari Rabu, Pramono: Biar Pejabat Naik Transportasi Umum
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com 
    – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembongkaran deretan tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dimulai pada Rabu (14/1/2026).
    Hari Rabu dipilih karena ia ingin para pejabat yang datang ke lokasi menggunakan transportasi umum, sesuai Instruksi Gubernur DKI
    Jakarta
    Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan ASN Pemprov DKI naik angkutan publik.
    “Kenapa hari Rabu? Supaya pejabat siapapun yang datang ke situ gak pakai kendaraan pribadi, supaya enggak membuat macet,” ucap Pramono saat ditemui di Pejempongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
    Pembongkaran tiang dimaksimalkan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan Rasuna Said.
    “Untuk pembongkaran harus maksimal dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said,” lanjut dia.
    Untuk diketahui, pembongkaran
    tiang monorel
    ini sebelumnya direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Januari 2026. Namun, jadwal dimajukan setelah rapat pimpinan di Balai Kota.
    “Minggu ketiga mau dibongkar. Tapi Pak Gubernur kemarin, pada saat rapat pimpinan (rapim), menyampaikan minta minggu depan dibongkar. Jadi rencana minggu depan kita akan mulai. Insyaallah hari Rabu, kalau enggak berubah,” ucap Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
    Menurut Heru, percepatan bisa dilakukan karena proses administrasi dan pembahasan dengan PT Adhi Karya selaku pemilik tiang sudah rampung.
    “Kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gub untuk dibongkar hari Rabu, ya kita jalankan hari Rabu. Karenakan sudah dipenuhi semua aturannya,” lanjut dia.
    Setelah pembongkaran, Pemprov DKI akan menata ulang Jalan HR Rasuna Said agar tampil seragam dengan sisi barat jalan yang sudah lebih dulu ditata.
    Di sisi bekas tiang monorel, jalur cepat dan jalur lambat akan dihilangkan, lalu diganti dengan pengaturan ulang badan jalan dan trotoar.
    “Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur; jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” kata dia.
    Di sisi lain, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan pembongkaran tidak akan disertai penutupan jalan.
    Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan disiapkan agar kendaraan tetap bisa melintas.
    “Jadikan lalu lintasnya kita akan lakukan
    semacam pengalihan arus,” ujar Syafrin saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
    Syafrin menjelaskan di kawasan Jalan HR Rasuna Said terdapat jalur cepat dan jalur lambat.
    Ketika pekerjaan dimulai, alat berat akan ditempatkan di jalur lambat. Kendaraan lain bisa melintas di jalur cepat.
    Dengan cara ini, arus lalu lintas tetap berjalan tanpa penutupan jalan.
    “Di sanakan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” kata Syafrin.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Butuh 98 Hari Kerja
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Butuh 98 Hari Kerja Megapolitan 7 Januari 2026

    Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Butuh 98 Hari Kerja
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan, pembongkaran 98 tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akan memakan waktu selama 98 hari kerja.
    Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, pembongkaran akan dilakukan oleh tim Dinas Bina Marga, dengan estimasi setiap satu tiang membutuhkan satu hari pengerjaan.
    “Kita awali besok, ya taruhlah kalau satu tiang satu hari, ya hitung saja (98 tiang 98 hari kerja). Kira-kira seperti itu. Diawali oleh kita yang bongkar,” ujar Heru saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2026).
    Bina Marga menjadwalkan pembongkaran akan mulai dilakukan pada Rabu pekan depan.
    Usai pembongkaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menata ulang Jalan HR Rasuna Said agar tampak seragam seperti sisi barat.
    Jalur cepat dan jalur lambat di sisi timur akan dihilangkan dan diganti dengan penataan jalan serta trotoar yang lebih rapi.
    “Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi timur jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” kata dia.
    Saat ini, pembongkaran baru akan dilakukan untuk tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said.
    Sementara itu, tiang monorel yang berada di wilayah Senayan, Jakarta Pusat, masih dalam tahap pembahasan.
    “Ada 98 (tiang) yang di sepanjang Rasuna Said. Kita mau nata yang di Rasuna Said dulu,” lanjut dia.
    Heru menambahkan,
    pembongkaran tiang monorel
    sekaligus penataan jalan dan trotoar dibiayai sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
    “Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 100 miliar,” ujar Heru.
    Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut tidak ada penutupan jalan saat proses pembongkaran berlangsung.
    Ia menjelaskan, di kawasan tersebut terdapat dua lajur, yakni jalur lambat dan jalur cepat. Saat pekerjaan berlangsung, alat berat akan ditempatkan di jalur lambat.
    Kendaraan yang biasanya melintas di jalur tersebut akan dialihkan ke jalur cepat sehingga arus lalu lintas tetap berjalan tanpa ada penutupan.
    “Jadi kan lalu lintasnya kita akan lakukan semacam pengalihan arus. Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • ​Daftar 33 Jalan Jakarta yang Ditutup saat Malam Tahun Baru

    ​Daftar 33 Jalan Jakarta yang Ditutup saat Malam Tahun Baru

    Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menerapkan car free night di kawasan Sudirman-Thamrin pada malam pergantian Tahun Baru 2026, Rabu, 31 Desember 2025.

    Rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan dimulai pukul 18.00 WIB dan dibuka kembali secara bertahap pada pukul 01.00 WIB atau menyesuaikan kondisi di lapangan.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, penutupan dilakukan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin dan berlanjut ke Jalan Merdeka Barat. Selama penutupan, seluruh kendaraan bermotor dilarang melintas demi kelancaran dan keamanan perayaan malam tahun baru.

    “Seluruh kendaraan akan dilakukan penutupan mulai pukul 18.00 dan kemudian dibuka secara perlahan pada pukul 01.00 atau situasional, melihat kondisi warga di area Sudirman-Thamrin,” ujar Syafrin di Jakarta.

    Untuk mengantisipasi dampak penutupan, Dishub DKI menyiapkan sejumlah rute alternatif. Arus dari timur ke barat dapat melalui Jalan Gatot Subroto. Sementara dari selatan ke timur diarahkan lewat Jalan Tendean menuju MT Haryono. 
     

    Kendaraan dari utara dialihkan melalui Gajah Mada-Hayam Wuruk menuju Jalan Juanda, kemudian berputar ke Suryopranoto, Balikpapan, hingga Tomang, sebelum mengakses Jalan S. Parman dan sebaliknya. Adapun dari kawasan Bendungan Hilir dan Karet, pengendara dapat menggunakan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) menuju Casablanca dan Kampung Melayu.

    Berikut ini daftar jalan yang ditutup saat perayaan malam tahun baru: 

    1. Jalan Jenderal Sudirman (mulai dari Bundaran Senayan sampai dengan Bundaran HI);

    2. Jalan M.H. Thamrin (mulai dari Bundaran HI sampai dengan Bundaran Patung Kuda);

    3. Jalan Pintu 1 Senayan;

    4. Jalur Lambat Kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi barat;

    5. Jalan Bendungan Hilir;

    6. Jalan KH Mas Mansyur;

    7. Jalan Karet Pasar Baru Timur 5;

    8. Jalan Kupingan BNI 46;

    9. Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja;

    10. Jalan Teluk Betung;

    11. Jalan Kebon Kacang;

    12. Jalan Sunda;

    13. Jalan Imam Bonjol;

    14. Jalan Sumenep Tosari;

    15. Landmark (Indocement);

    16. Jalan Setiabudi;

    17. Jalan Prof Dr Satrio;

    18. Jalan Masjid (Sampoerna);

    19. Jalan Garnisun dan Kolong Semanggi;

    20. Jalur lambat kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi Timur;

    21. SCBD;

    22. Jalan Tulodong Atas 2/Samping CIMB;

    23. Simpang Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Selatan;

    24. Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat;

    25. Jalan K.H Wahid Hasyim;

    26. Jalan Majapahit;

    27. Jalan Veteran III;

    28. Jalan Veteran II;

    29. Simpang Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara;

    30. Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MI Ridwan Rais;

    31. Simpang Jalan Perwira-Jalan Lapangan Banteng Barat;

    32. Simpang Jalan Trunojoyo-Jalan Panglima Polim;

    33. Simpang Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai.

    Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menerapkan car free night di kawasan Sudirman-Thamrin pada malam pergantian Tahun Baru 2026, Rabu, 31 Desember 2025.
     
    Rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan dimulai pukul 18.00 WIB dan dibuka kembali secara bertahap pada pukul 01.00 WIB atau menyesuaikan kondisi di lapangan.
     
    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, penutupan dilakukan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin dan berlanjut ke Jalan Merdeka Barat. Selama penutupan, seluruh kendaraan bermotor dilarang melintas demi kelancaran dan keamanan perayaan malam tahun baru.

    “Seluruh kendaraan akan dilakukan penutupan mulai pukul 18.00 dan kemudian dibuka secara perlahan pada pukul 01.00 atau situasional, melihat kondisi warga di area Sudirman-Thamrin,” ujar Syafrin di Jakarta.
     
    Untuk mengantisipasi dampak penutupan, Dishub DKI menyiapkan sejumlah rute alternatif. Arus dari timur ke barat dapat melalui Jalan Gatot Subroto. Sementara dari selatan ke timur diarahkan lewat Jalan Tendean menuju MT Haryono. 
     

     
    Kendaraan dari utara dialihkan melalui Gajah Mada-Hayam Wuruk menuju Jalan Juanda, kemudian berputar ke Suryopranoto, Balikpapan, hingga Tomang, sebelum mengakses Jalan S. Parman dan sebaliknya. Adapun dari kawasan Bendungan Hilir dan Karet, pengendara dapat menggunakan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) menuju Casablanca dan Kampung Melayu.
     
    Berikut ini daftar jalan yang ditutup saat perayaan malam tahun baru: 
     
    1. Jalan Jenderal Sudirman (mulai dari Bundaran Senayan sampai dengan Bundaran HI);
     
    2. Jalan M.H. Thamrin (mulai dari Bundaran HI sampai dengan Bundaran Patung Kuda);
     
    3. Jalan Pintu 1 Senayan;
     
    4. Jalur Lambat Kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi barat;
     
    5. Jalan Bendungan Hilir;
     
    6. Jalan KH Mas Mansyur;
     
    7. Jalan Karet Pasar Baru Timur 5;
     
    8. Jalan Kupingan BNI 46;
     
    9. Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja;
     
    10. Jalan Teluk Betung;
     
    11. Jalan Kebon Kacang;
     
    12. Jalan Sunda;
     
    13. Jalan Imam Bonjol;
     
    14. Jalan Sumenep Tosari;
     
    15. Landmark (Indocement);
     
    16. Jalan Setiabudi;
     
    17. Jalan Prof Dr Satrio;
     
    18. Jalan Masjid (Sampoerna);
     
    19. Jalan Garnisun dan Kolong Semanggi;
     
    20. Jalur lambat kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi Timur;
     
    21. SCBD;
     
    22. Jalan Tulodong Atas 2/Samping CIMB;
     
    23. Simpang Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Selatan;
     
    24. Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat;
     
    25. Jalan K.H Wahid Hasyim;
     
    26. Jalan Majapahit;
     
    27. Jalan Veteran III;
     
    28. Jalan Veteran II;
     
    29. Simpang Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara;
     
    30. Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MI Ridwan Rais;
     
    31. Simpang Jalan Perwira-Jalan Lapangan Banteng Barat;
     
    32. Simpang Jalan Trunojoyo-Jalan Panglima Polim;
     
    33. Simpang Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Lokasi Parkir Tahun Baruan di Jakarta

    Lokasi Parkir Tahun Baruan di Jakarta

    Jakarta

    Dalam rangka kegiatan perayaan malam tahun baru 2026 di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan lokasi parkir kendaraan. Puluhan lokasi parkir yang memuat sampai ribuan kendaraan ini tersedia di pusat kota.

    Dikutip dari keterangan tertulisnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan terdapat 36 titik lokasi parkir yang disiapkan di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin hingga kawasan Panglima Polim. Total kapasitas parkir yang disediakan mencapai 21.132 Satuan Ruang Parkir (SRP) sepeda motor, 22.306 SRP mobil, dan 182 SRP bus.

    Ketersediaan puluhan lokasi parkir ini untuk menunjang mobilitas masyarakat yang akan berdatangan ke sejumlah titik panggung utama yang tersebar di kawasan pusat kota.

    “Lokasi-lokasi ini diharapkan mampu menampung kendaraan pengunjung agar tidak terjadi penumpukan di badan jalan,” kata Syafrin dikutip website resmi Pemprov DKI Jakarta.

    Adapun lokasi parkir tersebar di berbagai fasilitas publik dan gedung perkantoran, antara lain Pelataran Parkir IRTI Monas, Stasiun Gambir, Lapangan Banteng, Perpustakaan Nasional, Kantor Kementerian BUMN, Gedung Telkom STO Gambir, Menara Dana Reksa, hingga Gedung Indosat. Selain itu, tersedia parkir di kawasan bisnis seperti Hotel Borobudur, LP Banteng Sisi Selatan dan Timur, Kantor Pos, Gereja Katedral, Jalan Veteran I, serta Wisma Mandiri.

    Di sepanjang koridor MH Thamrin dan Sudirman, parkir disiapkan di TPE Sabang, Jakarta Theater, Gedung Sarinah, Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Wisma Nusantara, Mandarin Oriental Hotel, The City Tower, Taman Menteng, Gedung BNI 46, Wisma 46 Outdoor, Gedung Wisma 46, GBK, FX Sudirman, hingga Plaza Senayan. Sementara di kawasan selatan, titik parkir tersedia di STC Senayan, Gedung Plaza Blok M, Masjid Agung Al-Azhar, dan Gedung Kementerian ATR/BPN.

    Selain menyediakan parkir, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga akan melakukan rekayasa lalu lintas. Setidaknya 33 ruas jalan akan ditutup secara situasional mulai pukul 18.00 hingga 01.00 WIB. Pengalihan arus lalu lintas telah disiapkan dan masyarakat diimbau memanfaatkan transportasi umum serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan lokasi parkir resmi yang telah disediakan agar perayaan malam tahun baru berjalan tertib dan lancar,” sebut Syafrin.

    (rgr/din)

  • 33 Jalanan Jakarta Ditutup Sore Ini, Simak Pengalihan Arus Lalu Lintasnya

    33 Jalanan Jakarta Ditutup Sore Ini, Simak Pengalihan Arus Lalu Lintasnya

    Jakarta

    Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas saat perayaan malam tahun baru 2026. Sebanyak 33 jalanan ditutup sementara secara situasional mulai sore ini. Dishub DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintasnya.

    “Untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan tertib, aman, dan nyaman, Dishub DKI Jakarta melaksanakan rekayasa lalu lintas penutupan di 33 titik ruas jalan secara situasional, mulai pukul 18.00-01.00 WIB,” demikian dikutip dari akun Instagram Dishub DKI Jakarta.

    “Selain itu, akan disediakan berbagai titik lokasi parkir di sepanjang Jl. Sudirman – Jl. M. H Thamrin & Jl. Panglima Polim, serta penyesuaian operasional layanan angkutan umum jelang pergantian tahun,” tulisnya.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan pengalihan arus ini akan diberlakukan secara situasional melihat kondisi di lapangan.

    “Rute alternatif pada saat dilakukan pengalihan arus lalu lintas (bersifat situasional),” ujar Syafrin dalam keterangannya dikutip detikNews.

    33 Ruas Jalan Ditutup Situasional

    1. Jalan Jenderal Sudirman (mulai dari Bundaran Senayan sampai dengan Bundaran HI);

    2. Jalan M.H. Thamrin (mulai dari Bundaran HI sampai dengan Bundaran Patung Kuda);

    3. Jalan Pintu 1 Senayan;

    4. Jalur Lambat Kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi barat;

    5. Jalan Bendungan Hilir;

    6. Jalan KH Mas Mansyur;

    7. Jalan Karet Pasar Baru Timur 5;

    8. Jalan Kupingan BNI 46;

    9. Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja;

    10. Jalan Teluk Betung;

    11. Jalan Kebon Kacang;

    12. Jalan Sunda;

    13. Jalan Imam Bonjol;

    14. Jalan Sumenep Tosari;

    15. Landmark (Indocement);

    16. Jalan Setiabudi;

    17. Jalan Prof Dr Satrio;

    18. Jalan Masjid (Sampoerna);

    19. Jalan Garnisun dan Kolong Semanggi;

    20. Jalur lambat kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi Timur;

    21. SCBD;

    22. Jalan Tulodong Atas 2/Samping CIMB;

    23. Simpang Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Selatan;

    24. Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat;

    25. Jalan K.H Wahid Hasyim;

    26. Jalan Majapahit;

    27. Jalan Veteran III;

    28. Jalan Veteran II;

    29. Simpang Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara;

    30. Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MI Ridwan Rais;

    31. Simpang Jalan Perwira-Jalan Lapangan Banteng Barat;

    32. Simpang Jalan Trunojoyo-Jalan Panglima Polim;

    33. Simpang Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai.

    Rekayasa Lalu Lintas

    Untuk mengantisipasi penutupan jalan tersebut, Dishub DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas. Berikut detailnya:

    1. Lalu lintas dari selatan (Blok M) ke Utara (Harmoni) dapat melalui Jalan Melawai-Jalan Iskandarsyah Raya-Jalan Pattimura-Jalan Hang Lekir I-Jalan Hang Tuah-Jalan Hang Lekir IV-Jalan Hang Lekir II-Jalan Hang Lekir I-Jalan Asia Afrika-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Gatot Subroto-Jalan KS Tubun-Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Cideng-dst. Atau dapat melalui Jalan Kyai Maja-Jalan Pakubuwono VI-Jalan Hang Lekir II-Jalan Hang Lekir IJalan Asia Afrika-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Gatot Subroto Jalan KS Tubun-Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Cideng-dst;

    2. Lalu lintas dari utara (Harmoni/Gunung Sahari) ke selatan (Rasuna Said/Pancoran) dapat melalui Jalan Ir H Juanda-Jalan Pos-Jalan Gedung Kesenian-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Lapangan Banteng Barat-Jalan Pejambon-Jalan MI Ridwan Rais ke arah Rasuna Said-dst. Atau dapat melalui Jalan Gunung Sahari-Jalan Kramat Raya-Jalan Salemba-Jalan Proklamasi-Jalan Tambak-Jalan Prof Dr Sahardjo dst.

    Rute alternatif Monas-Silang Monas:

    1. Dari arah timur (Pasar Senen) yang akan menuju ke arah barat (Harmoni) dapat melalui Jalan Senen Raya-Jalan Kwini I-Jalan Abdul Rahman Saleh-Jalan Kramat Kwitang-putar balik barat-Jalan Kramat Kwitang-Jalan Arief Rahman Hakim-Tugu Tani-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Katedral-Jalan Veteran dst atau dapat melalui Jalan Gunung Sahari-Jalan Budi Utomo-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Katedral-Jalan Veteran dst;

    2. Dari arah selatan (Cikini) yang akan menuju ke utara (Jalan Veteran) dapat melalui Jalan Menteng RayaJalan Arief Rahman Hakim-Tugu Tani-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Katedral dst.

    3. Dari arah utara (Jl Gunung Sahari) yang akan menuju ke Selatan (Tugu Tani) dapat melalui Jalan Dr Sutomo-Jl Gedung Kesenian-Jl Lapangan Banteng Utara-Jl Katedral-Jl Taman Pejambon-Jl Pejambon-Jl Medan Merdeka Timur dst.

    4. Dari arah Jalan Batu III menuju ke arah utara (Harmoni) dapat melalui Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Tani-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Katedral-Jalan Veteran dst.

    5. Arah lalu lintas dari Arah Barat (Tomang) yang akan menuju Arah Timur (Ps Senen) dapat melalui Jl Tomang Raya-Jl Kyai Caringin-Balikpapan-Jl Suryopranoto-Jl Ir Juanda-Jl Pos-Jl Dr Sutomo-Jl Gunung Sahari dst.

    Rute alternatif Lapangan Banteng:

    1. Dari arah timur (Pasar Senen) yang akan menuju ke arah barat (Harmoni) dapat melalui Jalan Senen Raya-Jalan Kwini I-Jalan Abdul Rahman Saleh-Jalan Kramat Kwitang-putar balik barat-Jalan Kramat Kwitang-Jalan Arief Rahman Hakim-Tugu Tani-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Katedral-Jalan Veteran dst atau dapat melalui Jalan Gunung Sahari-Jalan Budi Utomo-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Katedral-Jalan Veteran dst;

    2. Dari arah selatan (Cikini) yang akan menuju ke utara (Jalan Veteran) dapat melalui Jalan Menteng Raya-Jalan Arief Rahman Hakim-Tugu Tani-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Katedral dst.

    3. Dari arah utara (Jl Gunung Sahari) yang akan menuju ke selatan (Tugu Tani) dapat melalui Jalan Dr Sutomo-Jl Gedung Kesenian-Jl Lapangan Banteng Utara-Jl Katedral-Jl Taman Pejambon-Jl. Pejambon-Jl Medan Merdeka Timur dst.

    4. Dari arah Jalan Batu III menuju ke arah Utara (Harmoni) dapat melalui Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Tani-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Katedral-Jalan Veteran dst.

    Rute alternatif Panglima Polim:

    1. Lalu Lintas dari arah selatan (Fatmawati) ke utara (Bundaran Senayan) dapat melalui Jl Bulungan-Jl Mahakam-Jl Panglima Polim (sisi Barat)-Jalan Sisingamangaraja-dst atau dapat melalui Jl Melawai Raya-Jl Iskandarsyah Raya-Jl Sultan Hasanuddin-Jl Pattimura dst

    2. Lalu Lintas dari arah selatan (Antasari) ke utara (Bundaran Senayan) dapat melalui Jl Iskandarsyah Raya-Jl Sultan Hasanuddin-Jl Pattimura atau
    dapat melalui Jl Iskandarsyah Raya-Jl Trunojoyo-Jl Sisingamangaraja-dst (beserta arah sebaliknya)

    3. Lalu Lintas dari arah utara (Bundaran Senayan) ke selatan (Fatmawati) dapat melalui Jl Sisingamangaraja-Jl Kyai Maja-Jl Bulungan-Jl Panglima Polim-dst atau dapat melalui Jl Sisingamangaraja-Jl Kyai Maja-Jl Barito 1-Jl Panglima Polim-dst;

    4. Lalu Lintas dari arah Timur ke Barat dapat melalui Jl. Trunojoyo-Jl. Kyai Maja-dst;

    5. Lalu Lintas dari arah Barat ke Timur dapat melalui Jl. Kyai Maja-Jl. Trunojoyo-dst;

    6. Lalu Lintas dari Kawasan Blok M ke Selatan dapat melalui Jl. Sultan Hasanuddin Dalam-Jl. Panglima Polim-dst;

    7. Lalu Lintas dari Kawasan Blok M ke Utara dapat melalui Jl. Sultan Hasanuddin Dalam-Jl. Melawai 6-Jl. Melawai 8-Jl.Melawai 5-Jl.Melawai 4-Jl.Melawai Raya-Jl.Iskandarsyah Raya-Jl.Sultan Hasanuddin-Jl.Pattimura dst.

    (rgr/din)

  • Catat Waktunya, Jalan Sudirman–Thamrin Tutup Mulai 18.00 WIB Malam Tahun Baru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        31 Desember 2025

    Catat Waktunya, Jalan Sudirman–Thamrin Tutup Mulai 18.00 WIB Malam Tahun Baru Megapolitan 31 Desember 2025

    Catat Waktunya, Jalan Sudirman–Thamrin Tutup Mulai 18.00 WIB Malam Tahun Baru
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin, Jakarta Pusat, akan ditutup mulai Rabu (31/12/2025) pukul 18.00 WIB saat perayaan malam Tahun Baru 2026.
    Penutupan dilakukan seiring pelaksanaan
    Car Free Night
    serta penyelenggaraan delapan panggung hiburan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sepanjang kawasan tersebut.
    Kabag Ops Direktorat Lalu Lintas
    Polda Metro Jaya
    Kompol Robby Hefados mengatakan, penutupan berlaku menyeluruh dari Bundaran Patung Kuda hingga Bundaran Senayan.
    “Jadi penutupan arus lalu lintas dari mulai Bundaran Patung Kuda sampai nanti Bundaran Senayan. Nanti dilaksanakan dari pukul 18.00 WIB sampai dengan 02.00 WIB dini hari,” ujar Robby di Ragunan, Sabtu (27/12/2025).
    Menurut Robby, delapan panggung hiburan akan tersebar mulai dari Bundaran Patung Kuda hingga Bundaran Senayan, sehingga diperlukan pengaturan lalu lintas untuk menjaga keamanan dan kelancaran acara.
    Selain penutupan jalan, Ditlantas Polda Metro Jaya juga menyiapkan sejumlah skema
    rekayasa lalu lintas
    untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi perayaan.
    Untuk pengamanan, hampir 800 personel gabungan akan dikerahkan selama malam pergantian tahun.
    “Dan untuk pada saat malam pergantian tahun sendiri, kami akan melibatkan hampir 800 personil. Bergabung nanti dengan jajaran kewilayahan, dengan Polres,” kata Robby.
    Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Sudirman–Thamrin saat perayaan
    malam Tahun Baru 2026
    , Rabu.
    Warga diminta perlu mengantisipasi kemacetan di Jakarta seiring penutupan sejumlah ruas jalan pada malam Tahun Baru 2026.
    “Rekayasa lalu lintas berupa penutupan 33 ruas jalan akan diberlakukan secara situasional mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 01.00 WIB,” ujar Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).
    Penutupan jalan difokuskan di sekitar lokasi panggung hiburan malam tahun baru.
    Pemprov DKI menyiapkan delapan titik panggung, antara lain di Jalan MH Thamrin, Bundaran HI, Sarinah, Lapangan Banteng, Dukuh Atas BNI 46, Semanggi, kawasan SCBD, dan FX Sudirman.
    Sejumlah ruas utama yang ditutup antara lain:
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.