Tag: Sutikno

  • Prabowo Saksikan Penyerahan Uang Korupsi CPO Rp13,2 Triliun, Didampingi Purbaya-Sjafrie

    Prabowo Saksikan Penyerahan Uang Korupsi CPO Rp13,2 Triliun, Didampingi Purbaya-Sjafrie

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri agenda penyerahan uang pengganti kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya sebesar Rp13,2 triliun di Kejaksaan Agung. 

    Menurut pantauan Bisnis, orang nomor satu di Indonesia itu tiba sekitar pukul 10.43 WIB dengan didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

    Dengan mengenakan safari berwarna cokelat, Prabowo juga didampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, hingga Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. 

    Ada momen menarik di mana Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang hadir terlambat yakni pada pukul 10.52 WIB. Dengan mengenakan kemeja putih, Purbaya keluar dari elevator dan berjalan cepat merapat ke arah Kepala negara.

    Acara tersebut berlangsung di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

    Dalam kegiatan tersebut, Kejaksaan Agung secara resmi menyerahkan uang pengganti senilai Rp13.255.244.538.149,00 (Tiga Belas Triliun Dua Ratus Lima Puluh Lima Miliar Dua Ratus Empat Puluh Empat Juta Lima Ratus Tiga Puluh Delapan Ribu Seratus Empat Puluh Sembilan Rupiah).

    Tumpukan uang pecahan rupiah yang dibungkus rapi juga dipamerkan di hadapan Presiden dan jajaran pejabat negara sebagai simbol pengembalian kerugian keuangan negara.

    Penyerahan ini merupakan bagian dari eksekusi putusan pengadilan dalam kasus korupsi fasilitas ekspor CPO yang menyeret sejumlah pihak di industri kelapa sawit.

    Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik karena nilai kerugiannya yang fantastis dan salah satu dampaknya terhadap stabilitas harga minyak goreng dalam negeri.

    Direktur Penuntut Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Sutikno mengatakan uang belasan triliun itu merupakan hasil sitaan dari tiga korporasi, yaitu Wilmar Group, Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.

    “Uang titipan 3 grup korporasi total sebesar Rp13 triliun yang sudah disita pada Senin akan diserahkan ke negara,” ujar Sutikno saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2025).

    Dia menambahkan dalam perkara ini masih ada total Rp4 triliun uang yang belum dibayar oleh dua korporasi, yakni Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.

    Turut hadir termasuk Perwakilan sejumlah Bank Himbara mulai dari Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan, Direktur Utama (Dirut) Bank BRI Hery Gunadi, dan Wakil Dirut BRI Agus Noorsanto. Hadirnya perwakilan Bank Himbara lantaran uang yang nanti diserahkan akan masuk ke rekening negara.

  • Penampakan Uang Rp13 Triliun Kasus CPO Korporasi, Siap Diserahkan Kejagung ke Prabowo

    Penampakan Uang Rp13 Triliun Kasus CPO Korporasi, Siap Diserahkan Kejagung ke Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) bakal menyerahkan uang sitaan Rp13 triliun terkait kasus pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) korporasi kepada Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, Senin (20/10/2025).

    Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi sekitar 10.51 WIB, terlihat tumpukan uang triliunan itu disusun rapi di ruangan konferensi pers yang berlangsung di Gedung Utama Kejagung RI.

    Terlihat, uang itu terdiri dari pecahan Rp100.000 dan dikemas dengan bungkus plastik. Di samping itu, nampak juga papan penanda uang ini dengan tulisan Rp13.255.244.538.149,00 di atas tumpukan uang tersebut.

    Sebelumnya, Dirtut Jampidsus Kejagung RI, Sutikno mengatakan uang belasan triliun itu merupakan hasil sitaan dari tiga korporasi yaitu Wilmar Group, Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.

    “Uang titipan 3 group korporasi total sebesar Rp13 triliun yang sudah disita pada Senin diserahkan ke negara,” ujar Sutikno saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2025).

    Dia menambahkan dalam perkara ini masih ada total Rp4 triliun uang yang belum dibayar oleh dua korporasi, yakni Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.

    Menurut Sutikno, apabila dua grup korporasi ini tidak bisa membayarkan beban uang pengganti dalam perkara CPO ini, maka nantinya barang bukti yang telah disita sebelumnya bakal dilelang.

    “Sedangkan sisanya sebesar Rp4 triliun ditagihkan kepada 2 Group Korporasi, yaitu Permata Hijau Group dan Musim Mas Group atau kalau tidak dibayar maka BB kedua Group tersebut dilelang,” pungkasnya.

    Dalam catatan Bisnis, setidaknya ada dua kali penyitaan dari tiga grup korporasi yang berkaitan dengan perkara rasuah tersebut. Perinciannya, penyitaan dari Wilmar Group sebanyak Rp11,8 triliun dilakukan pada Selasa (17/6/2025). 

    Kemudian, dari Musim Mas Group Rp1,8 triliun dan Permata Hijau Group Rp186 miliar pada Rabu (2/7/2025). Dengan demikian, total uang yang telah disita dalam perkara ini mencapai Rp13 triliun. 

  • Prabowo Bakal Saksikan Penyerahan Uang Korupsi CPO Rp13,2 Triliun di Kejagung

    Prabowo Bakal Saksikan Penyerahan Uang Korupsi CPO Rp13,2 Triliun di Kejagung

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bakal menghadiri agenda penyerahan uang pengganti kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya kepada industri kelapa sawit. 

    Acara berlangsung di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

    Dalam kegiatan tersebut, Kejaksaan Agung secara resmi menyerahkan uang pengganti senilai Rp13.255.244.538.149 (tiga belas triliun dua ratus lima puluh lima miliar dua ratus empat puluh empat juta lima ratus tiga puluh delapan ribu seratus empat puluh sembilan rupiah). 

    Tumpukan uang pecahan rupiah yang dibungkus rapi juga dipamerkan di hadapan Presiden dan jajaran pejabat negara sebagai simbol pengembalian kerugian keuangan negara.

    Penyerahan ini merupakan bagian dari eksekusi putusan pengadilan dalam kasus korupsi fasilitas ekspor CPO yang menyeret sejumlah pihak di industri kelapa sawit.

    Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik karena nilai kerugiannya yang fantastis dan salah satu dampaknya terhadap stabilitas harga minyak goreng dalam negeri.

    Direktur Penuntut Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Sutikno mengatakan uang belasan triliun itu merupakan hasil sitaan dari tiga korporasi yaitu Wilmar Group, Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.

    “Uang titipan 3 group korporasi total sebesar 13 triliun yang sudah disita senin diserahkan ke negara,” ujar Sutikno saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2025).

    Dia menambahkan dalam perkara ini masih ada total Rp4 triliun uang yang belum dibayar oleh dua korporasi yakni Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.

    Sekadar informasi, sejumlah pejabat akan hadir mulai dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

    Termasuk Perwakilan sejumlah Bank Himabara mulai dari Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan, Direktur Utama (Dirut) Bank BRI Hery Gunadi, dan Wakil Dirut BRI Agus Noorsanto.

    Hadirnya perwakilan Bank Himbara lantaran uang yang nanti diserahkan akan masuk ke rekening negara.

  • Kejagung Serahkan Uang Sitaan Kasus CPO Rp13 Triliun ke Negara Hari Ini

    Kejagung Serahkan Uang Sitaan Kasus CPO Rp13 Triliun ke Negara Hari Ini

    Bisnis.com, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) bakal menyerahkan uang Rp13 triliun hasil sitaan terkait kasus pemberian fasilitas ekspor CPO korporasi ke negara hari ini, Senin (20/10/2025).

    Direktur Penuntut Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Sutikno mengatakan uang belasan triliun itu merupakan hasil sitaan dari tiga korporasi yaitu Wilmar Group, Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.

    “Uang titipan 3 group korporasi total sebesar 13 triliun yang sudah disita senin diserahkan ke negara,” ujar Sutikno saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2025).

    Dia menambahkan dalam perkara ini masih ada total Rp4 triliun uang yang belum dibayar oleh dua korporasi yakni Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.

    Menurut Sutikno, apabila dua grup korporasi ini tidak bisa membayarkan beban uang pengganti dalam perkara CPO ini, maka nantinya barang bukti yang telah disita sebelumnya bakal dilelang.

    “Sedangkan sisanya sebesar Rp4 triliun ditagihkan kepada 2 Group Korporasi yaitu Permata Hijau Group dan Musim Mas Group atau kalau tidak dibayar maka BB kedua Group tersebut dilelang,” pungkasnya.

    Dalam catatan Bisnis, setidaknya ada dua kali penyitaan dari tiga grup korporasi yang berkaitan dengan perkara rasuah tersebut.

    Perinciannya, penyitaan dari Wilmar Group sebanyak Rp11,8 triliun dilakukan pada Selasa (17/6/2025). Kemudian, dari Musim Mas Group Rp1,8 triliun dan Permata Hijau Group Rp186 miliar pada Rabu (2/7/2025).

    Dengan demikian, total uang yang telah disita dalam perkara ini mencapai Rp13 triliun. Uang ini rencananya bakal disalurkan untuk pemulihan kerugian negara.

  • Honda Jazz Terbakar di Surabaya, Dua Korban Meninggal Dunia

    Honda Jazz Terbakar di Surabaya, Dua Korban Meninggal Dunia

    Surabaya (beritajatim.com) – Peristiwa tragis terjadi di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, ketika sebuah mobil Honda Jazz berwarna putih dengan nomor polisi L 1361 CBD terbakar, Rabu dini hari (15/10/2025).

    Dua penumpang yang berada di dalam mobil tersebut, berinisial G (laki-laki) dan RA (perempuan), dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, satu penumpang lainnya yang berinisial MSDT (perempuan) selamat meskipun mengalami luka patah tulang.

    Menurut Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Wasis Sutikno, peristiwa tragis ini diduga dipicu oleh kecelakaan yang dialami mobil sebelum api menghanguskan kendaraan tersebut.

    Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan upaya pemadaman dengan pengerahan Unit Tempur Pemadam Pos Menur. “Proses pembasahan dan pendinginan dinyatakan selesai dan kondusif sekitar pukul 05.13 WIB,” ungkap Wasis Sutikno.

    Sementara itu, penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan ini sedang dilakukan oleh pihak kepolisian. Wasis menyebutkan adanya indikasi bahwa kecelakaan tersebut mungkin terkait dengan penggunaan minuman beralkohol.

    “Namun, penyelidikan dan penanganan lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut dilakukan oleh pihak kepolisian bersama tim Inafis Polrestabes Surabaya,” jelasnya.

    Peristiwa ini mengundang perhatian banyak pihak, terutama terkait dengan faktor-faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan yang berujung pada kebakaran tersebut. Polisi dan tim penyelidik terus bekerja untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi ini. [rma/suf]

  • Jaksa Agung Burhanuddin Rombak Jabatan, 17 Kajati Diganti

    Jaksa Agung Burhanuddin Rombak Jabatan, 17 Kajati Diganti

    Bisnis.com, JAKARTA — Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin telah melakukan mutasi dan rotasi terhadap 17 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di seluruh Indonesia.

    Hal itu tertuang keputusan Jaksa Agung RI No.854/2025 tanggal 13 Oktober 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam jabatan struktural PNS Kejaksaan RI.

    Dalam surat itu setidaknya ada 73 pejabat yang dirotasi. Kajati yang dimutasi itu misalnya Direktur Penuntutan (Dirtut) Jampidsus Kejagung RI, Sutikno yang kini menjabat Kajati Riau.

    Selanjutnya, Tiyas Widiarto selaku Kabiro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan telah diangkat menjadi Kajati Kalimantan Selatan. Kemudian, Kajati Jawa Tengah diisi Siswanto yang sebelumnya menjabat Kepala Kajati Banten.

    Adapun, nama Kajati Bali Ketut Sumedana juga ikut dirotasi dalam surat keputusan itu. Eks Kapuspenkum Kejagung RI sekarang menjabat sebagai Kajati Sumatra Selatan.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Anang Supriatna mengatakan mutasi ini merupakan hal biasa dalam rangka penyegaran organisasi.

    “Benar bahwa telah beredar adanya sejumlah mutasi di jajaran kejaksaan di mana ini merupakan bagian daripada rotasi dan mutasi jabatan dalam rangka penyegaran organisasi juga bagian dari promosi,” ujar Anang saat dikonfirmasi, Senin (13/10/2025).

    Berikut ini 17 jaksa yang akan menjadi Kajati baru :

    1. Sutikno menjadi Kajati Riau 

    2. Siswanto menjadi Kajati Jawa Tengah 

    3. Jacob Hendrik Pattipeilohy menjadi Kajati Sulawesi Utara

    4. Ketut Sumedana menjadi Kajati Sumatera Selatan

    5. Chatarina Muliana menjadi Kajati Bali

    6. Muhibuddin menjadi Kajati Sumatera Barat

    7. Roch Adi Wibowo menjadi Kajati Nusa Tenggara Timur

    8. Didik Farkhan Alisyahdi menjadi Kajati Sulawesi Selatan

    9. Emilwan Ridwan menjadi Kajati Kalimantan Barat

    10. Bernadeta Maria Erna Elastiyani menjadi Kajati Banten

    11. Hermon Dekristo menjadi Kajati Jawa Barat

    12. Sugeng Hariadi menjadi Kajati Jambi

    13. Tiyas Widiarto menjadi Kajati Kalimantan Selatan

    14. I Gde Ngurah Sriada menjadi Kajati Daerah Istimewa Yogyakarta

    15. Yudi Indra Gunawan menjadi Kajati Kalimantan Utara

    16. Rudy Irmawan menjadi Kajati Maluku

    17. Sufari menjadi Kajati Maluku Utara

  • Jasad Bayi Laki-Laki Ditemukan di Banyuwangi, Kondisi Mengenaskan

    Jasad Bayi Laki-Laki Ditemukan di Banyuwangi, Kondisi Mengenaskan

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Jasad bayi ditemukan mengambang di sungai Stail, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (12/10/2025. Bayi berjenis kelamin laki-laki kemungkinan baru dilahirkan antara satu hingga dua hari sebelum ditemukan.

    Kapolsek Gambiran AKP Badrodin Hidayat menjelaskan, bayi pertama kali ditemukan oleh seorang yang tengah memancing di sungai tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Pemancing itu, tiba-tiba mendatangi dua warga yang tengah ngopi di warung sekitar sungai dan menyampaikan bahwa ia baru saja melihat jasad bayi.

    Pemancing yang tak diketahui identitasnya itu juga turut memberi tahu titik lokasi ia melihat jenazah bayi.

    “Dari kabar tersebut, saksi atas nama Sutikno dan Mohammad Fatkhurohman langsung mengecek. Dan benar terdapat sesosok bayi dengan jenis kelamin laki-laki di sungai,” kata Hidayat.

    Lokasi jasad bayi berada di sungai yang kondisi airnya tak tinggi. Hanya semata kaki orang dewasa. Kondisi bayi tersangkut pada bebatuan padas.

    Jasad bayi sudah menghitam dan terlihat sedikit membengkak. Tak ada sehelai pakaian pun yang dikenakan. Tali pusar atau ari-ari juga masih tersambung.

    “Saat dicek, kondisinya sudah meninggal dunia,” katanya.

    Informasi penemuan jasad bayi itu langsung diteruskan oleh para saksi ke kepala dusun setempat. Kabar tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Gambiran.

    “Aggota Polsek Gambiran dan petugas tenaga kesehatan Puskesmas Gambiran mendatangi tempat penemuan bayi untuk tindakan pertama tempat kejadian perkara,” katanya.

    Setelahnya, tim Inafis dan Unit Reskrim Polresta Banyuwangi turun ke lokasi untuk olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi.

    Sementara jasad bayi telah dibawa ke RSUD Blambangan untuk diperiksa lebih lanjut atau diautopsi. Hal ini dianggap penting untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

    Hasil pemeriksaan awal petugas kesehatan menunjukkan, tidak diketemukan luka tanda kekerasan pada bayi.

    “Kondisi bayi ditemukan dengan anatomi tubuh yang lengkap atau sempurna. Terdapat ari-ari atau tali pusar yang masih menempel di perut,” katanya.

    Hidayat menambahkan, melihat kondisi jasad, petugas kesehatan memprakirakan bayi tersebut baru saja dilahirkan. Usianya di kandungan diduga sekitar 8 bulan atau 9 bulan.

    “Kondisinya memang sudah siap untuk dilahirkan,” pungkasnya. [ayu/but]

     

  • Penjualan Mobil Turun Berimbas ke Pabrikan Ban?

    Penjualan Mobil Turun Berimbas ke Pabrikan Ban?

    Jakarta

    Penjualan mobil secara nasional turun dibandingkan tahun lalu. Lesunya penjualan turut berimbas ke pabrikan ban?

    Bridgestone Tire Indonesia menyebut penjualan ban mengalami kenaikan di tengah merosotnya penjualan mobil.

    “Sekitar 7 hingga 8 persen sih kalau dibandingkan tahun lalu,” kata President Director Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno di Jakarta Selatan, Rabu (8/10/2025).

    Seperti diketahui, selama Januari-Agustus 2025, total penjualan mobil wholesales di Indonesia baru mencapai 500.951 unit, atau turun 10,6% secara year on year, dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebanyak 560.552 unit.

    Lebih lanjut, Mukiat mengatakan Bridgestone mengambil pangsa pasar kendaraan penumpang sebesar 40 persen di Indonesia. Penjualan Bridgestone di Indonesia ditopang paling besar dari segmen replace tire, mengganti ban lama ke yang baru.

    “Dari komposisi total produksi kita, 30 persen ekspor. Untuk OEM (original equipment manufacturer) itu sekitar 26 persen. Jadi sisanya untuk replacement tire,” jelas Mukiat.

    Bridgestone tidak hanya menjual ban untuk kendaraan penumpang. Merek asal Jepang ini juga menjual untuk kebutuhan komersial di segmen light duty truck; kargo, dump, dan tanker.

    “Kalau untuk komersial segmen sendiri, market share kita di level sekitar 30 persen, hampir 35 persen, 35-36 persen,” ujar Mukiat.

    Di sisi lain, Bridgestone terus meningkatkan penggunaan komponen lokal dalam negeri. Terlebih Bridgestone sudah meramaikan pasar otomotif Indonesia sejak 49 tahun lalu.

    “Untuk kita sendiri raw material kita itu bisa kita katakan 55% lokal, 45% kita masih import,” kata dia.

    (riar/rgr)

  • Ban Tanpa Angin-Antibocor Bridgestone Kapan Masuk Indonesia?

    Ban Tanpa Angin-Antibocor Bridgestone Kapan Masuk Indonesia?

    Jakarta

    Bridgestone saat ini sedang mengembangkan ban tanpa angin dan antibocor. Meski baru sebatas studi, kira-kira kapan ban airless ini diperkenalkan di Indonesia?

    “Bridgestone sudah melakukan studi itu.Tapi memang untuk masih mobil-mobil yang size-nya tidak terlalu besar dan masih daerah-daerah tertentu,” ungkap President Director Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno di Jakarta Selatan, Rabu (8/10/2025).

    “Jadi memang ke depannya apakah itu bisa menjadi ban (produksi massal) ke depannya,mungkin sekarang ini saya belum bisa jawab, tapi secara RnD (Research and Development) Bridgestone mereka selalu melakukan perbaikan perbaikan secara keseluruhan,” tambah Mukiat.

    Menurut laporan Financial Times, Bridgestone dan Michellin baru baru ini mencapai kemajuan besar berkat bantuan desain komputer yang memungkinkan rekayasa struktur secara presisi. Keduanya mengembangkan ban non-pneumatik (non-pneumatic tire) menggunakan struktur dan material canggih berbasis komputer. Teknologi ini memungkinkan ban menopang kendaraan seberat satu ton dengan kecepatan hingga 60 km/jam, jauh lebih baik dibanding ban solid yang ada sekitar 10 tahun lalu.

    Dengan sistem ini, performa ban non-pneumatik meningkat signifikan pada kecepatan dan beban lebih tinggi, tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar atau kenyamanan berkendara.

    Pada 2022, Bridgestone menyebut sebagian besar ban tanpa udara yang ada di pasaran terbuat dari karet padat atau plastik. Mobil golf, trailer, dan mesin pemotong rumput adalah beberapa contoh penggunaan ban jenis ini dalam aplikasi komersial.

    Lebih lanjut dalam presentasi rencana strategis jangka menengah Bridgestone 2024-2026 Mid-Term Business Plan (24MBP) disebutkan Bridgestone sedang menanam benih bisnis baru untuk masa depan, yaitu mengembangkan bidang-bidang baru di luar ban konvensional yang bisa menjadi sumber pertumbuhan jangka panjang.

    Salah satu isi rencana bisnis itu, Bridgestone sedang mengeksplorasi bidang-bidang baru – proyek eksperimental yang bisa jadi fondasi bisnis masa depan. Termasuk AirFree Concept (ban tanpa udara) generasi baru ban yang tidak perlu diisi angin, lebih ramah lingkungan, tahan bocor, dan bisa didaur ulang lebih mudah.

    (riar/dry)

  • ASN Diminta Kuasai Regulasi, Wali Kota Mojokerto: Dasar Pelaksanaan Program Harus Paham Aturan

    ASN Diminta Kuasai Regulasi, Wali Kota Mojokerto: Dasar Pelaksanaan Program Harus Paham Aturan

    Mojokerto (Beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar terus belajar dan memahami regulasi sebagai dasar pelaksanaan setiap program kegiatan di lingkungan pemerintah daerah.

    Pesan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Perwali Nomor 21 Tahun 2025 tentang Standar Satuan Harga (SSH) Tahun 2026 dan Perwali Nomor 33 Tahun 2025 tentang Analisis Standar Belanja (ASB) Tahun 2026.

    Dalam arahannya, Ning Ita (sapaan akrab, red) menegaskan bahwa ASN tidak boleh enggan mempelajari aturan. Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi merupakan tanggung jawab dasar yang melekat pada setiap aparatur negara.

    “Aturan pemerintah ini dinamis, maka wajib dipahami. ASN harus menguasai regulasi,” ungkapnya di ruang pertemuan BPKPD Kota Mojokerto, Rabu (8/10/2025).

    Karena itu, lanjutnya, dasar dalam menentukan pelaksanaan program, baik di OPD maupun unit kerja. Jika tidak, akan menjadi celah fraud (manipulasi). Ning Ita menambahkan, kesadaran ASN untuk terus belajar dan memahami regulasi akan menciptakan roda pemerintahan yang lebih kondusif. Mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan program.

    “Jika berlandaskan aturan yang berlaku, hasilnya akan lebih baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Belajar aturan itu wajib. Kalau tidak paham, harus terbuka untuk belajar. Dengan begitu, program bisa berjalan baik dari awal hingga akhir. Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto semakin sigap dan cermat dalam memahami aturan, sehingga setiap program pembangunan dapat terlaksana dengan baik, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

    Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yaitu Dr. Sutikno, M.Si., Kepala Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS, serta Cahyono Bintang Nurcahyo, S.T., M.T., Tenaga Ahli Sipil ITS.

    Keduanya memberikan pemaparan dari sisi akademis dan teknis untuk memperkuat pemahaman ASN terhadap penerapan SSH dan ASB dalam penyusunan program kerja tahun 2026. [tin/ian]