Tag: Sutanto

  • Para Pejuang Dua Garis Biru di Pati Diperkenalkan Program Bayi Tabung

    Para Pejuang Dua Garis Biru di Pati Diperkenalkan Program Bayi Tabung

    TRIBUNJATENG.COM, PATI – Puluhan “pejuang dua garis biru”, yakni pasangan yang sedang berupaya mengatasi infertilitas agar bisa memiliki keturunan dari Kabupaten Pati dan sekitarnya belajar bersama tentang seluk beluk program hamil.

    Mereka juga diperkenalkan dengan program In Vitro Fertilization (IVF) alias bayi tabung yang dianggap punya peluang keberhasilan tertinggi dibanding program kehamilan lain.

    Para peserta mengikuti seminar dan konsultasi bertajuk “Yuk, Kupas Tuntas Rahasia Keberhasilan Program Hamil!” yang digelar Telogorejo Fertility Center, Semarang Medical Center (SMC) Rumah Sakit Telogorejo, di Muria Ballroom The Safin Hotel Pati, Minggu (27/4/2025).

    Dalam seminar ini, dihadirkan pemateri para dokter spesialis yang membahas seluk-beluk penanganan infertilitas, gangguan kesuburan para pria, dan program bayi tabung. 

    Selain itu, dihadirkan pula psikolog klinis yang menyampaikan materi tentang mengelola stres dan kecemasan saat menjalani program hamil.

    Pimpinan Corporate Business Development and Marketing Communication Yayasan Kesehatan Telogorejo Semarang, Adhitia Budhi mengatakan bahwa antusiasme peserta kegiatan ini cukup tinggi.

    Terdapat sekira 40 pasangan pejuang dua garis biru yang hadir.

    Tak hanya Pati, ada pula yang datang dari Rembang, Kudus, Jepara, bahkan Semarang.

    “Kami berikan edukasi terkait program hamil.”

    “Di sini kami tidak hanya menghadirkan dokter spesialis obgyn, melainkan juga spesialis andrologi dan psikolog.”

    “Sebab, program hamil ini kerja sama tim, yakni suami-istri,” jelas dia.

    Adhitia menyebut, keistimewaan kegiatan ini adalah adanya sesi konsultasi tatap muka atau one on one dengan dokter setelah seminar usai.

    “Mereka bisa diskusi, kalau cocok dengan dokternya bisa lanjut (ikut program hamil),” kata dia.

    Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) yang dihadirkan sebagai narasumber, Arie Sutanto menjelaskan bahwa bayi tabung adalah salah satu teknologi kedokteran yang bisa menjadi pilihan bagi pasangan yang belum memiliki anak.

    Menurut dia, program ini memiliki angka keberhasilan paling tinggi daripada program kehamilan lain.

    “Keberhasilan bayi tabung sebetulnya bervariasi tergantung masing-masing kasus dan dipengaruhi banyak faktor.”

    “Salah satunya usia.”

    “Makin tinggi usia perempuan, persentase keberhasilan menurun.”

    “Kualitas sperma dan kondisi rahim juga memengaruhi,” jelas Arie Sutanto.

    Namun demikian, menurut dia, secara rata-rata program bayi tabung di Telogorejo tingkat keberhasilannya mencapai 30-40 persen.

    Paling tinggi di antara prosedur lain.

    Arie Sutanto menjelaskan, banyak faktor dan indikasi yang digunakan untuk mengetahui kapan pasangan infertilitas perlu mengikuti program ini.

    “Salah satunya ada kelainan sperma, kelainan tuba, dan faktor usia.”

    “Itu beberapa faktor yang menjadi indikasi pasangan untuk mengikuti program bayi tabung,” tandas dia. (*)

  • Kolaborasi SGU dan Pemkab Tangerang, Tempe dan Kemiri Jadi Barang Komersil Bernilai Tinggi

    Kolaborasi SGU dan Pemkab Tangerang, Tempe dan Kemiri Jadi Barang Komersil Bernilai Tinggi

    Tangerang: Swiss German University (SGU) bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang meluncurkan program pemberdayaan masyarakat desa yang bertujuan mendukung pengentasan kemiskinan di 50 desa terpilih.

    Program ini kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan hasil riset inovatif untuk menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

    Dua hasil riset unggulan dosen SGU menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program ini. Tempe Semangit, dikembangkan oleh Maria Dewi Gunawan Puteri, M.Sc., Ph.D., merupakan inovasi tempe hasil fermentasi lanjutan yang memiliki nilai gizi tinggi dan potensi pasar yang menjanjikan.

    Dalam program ini, Dr. Maria memberikan workshop langsung kepada warga desa untuk mengajarkan teknik pembuatan Tempe Semangit agar mereka dapat menghasilkan produk secara mandiri dan menjualnya sebagai wirausahawan lokal.

    Minyak Kemiri Kaya Omega 3, 6, dan 9, hasil riset dari Dr. Hery Sutanto, S.Si., M.Si., adalah produk pangan fungsional berbahan dasar kemiri yang memiliki manfaat kesehatan dan nilai komersial tinggi.

    Warga dilibatkan dalam proses produksi, khususnya pada tahap pemecahan dan pengolahan bahan mentah, sehingga mereka mendapatkan keterampilan baru sekaligus peluang penghasilan tambahan.

    Program ini didukung dengan pelatihan keterampilan, pendampingan bisnis, serta fasilitasi akses pasar, guna memastikan produk hasil inovasi dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh masyarakat desa.

    Rektor Swiss German University, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.

    “Hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tapi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan inovasi yang aplikatif untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan desa,” katanya.

    Program ini diharapkan menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk pembangunan desa, sekaligus mendorong semangat inovasi dan kewirausahaan di tingkat lokal.

    Tangerang: Swiss German University (SGU) bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang meluncurkan program pemberdayaan masyarakat desa yang bertujuan mendukung pengentasan kemiskinan di 50 desa terpilih.
     
    Program ini kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan hasil riset inovatif untuk menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
     
    Dua hasil riset unggulan dosen SGU menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program ini. Tempe Semangit, dikembangkan oleh Maria Dewi Gunawan Puteri, M.Sc., Ph.D., merupakan inovasi tempe hasil fermentasi lanjutan yang memiliki nilai gizi tinggi dan potensi pasar yang menjanjikan.

    Dalam program ini, Dr. Maria memberikan workshop langsung kepada warga desa untuk mengajarkan teknik pembuatan Tempe Semangit agar mereka dapat menghasilkan produk secara mandiri dan menjualnya sebagai wirausahawan lokal.
     
    Minyak Kemiri Kaya Omega 3, 6, dan 9, hasil riset dari Dr. Hery Sutanto, S.Si., M.Si., adalah produk pangan fungsional berbahan dasar kemiri yang memiliki manfaat kesehatan dan nilai komersial tinggi.
     
    Warga dilibatkan dalam proses produksi, khususnya pada tahap pemecahan dan pengolahan bahan mentah, sehingga mereka mendapatkan keterampilan baru sekaligus peluang penghasilan tambahan.
     
    Program ini didukung dengan pelatihan keterampilan, pendampingan bisnis, serta fasilitasi akses pasar, guna memastikan produk hasil inovasi dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh masyarakat desa.
     
    Rektor Swiss German University, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.
     
    “Hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tapi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan inovasi yang aplikatif untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan desa,” katanya.
     
    Program ini diharapkan menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk pembangunan desa, sekaligus mendorong semangat inovasi dan kewirausahaan di tingkat lokal.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (FZN)

  • Hapuskan Kemiskinan di 50 Desa, Pemerintah Kabupaten Tangerang Manfaatkan Hasil Riset – Halaman all

    Hapuskan Kemiskinan di 50 Desa, Pemerintah Kabupaten Tangerang Manfaatkan Hasil Riset – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi meluncurkan program pemberdayaan masyarakat desa yang bertujuan untuk mendukung pengentasan kemiskinan di 50 desa terpilih. 

    Dalam program ini, Pemkab Tangerang bekerjasama dengan Swiss German University (SGU). 

    Kerja sama pendidikan tinggi dan pemerintah daerah ini untuk memanfaatkan hasil riset. 

    Dua hasil riset dosen SGU, adalah Tempe Semangit, dikembangkan oleh Maria Dewi yang merupakan inovasi tempe hasil fermentasi lanjutan yang memiliki nilai gizi tinggi dan potensi pasar yang menjanjikan. 

    Dalam program ini, Dr. Maria memberikan workshop langsung kepada warga desa untuk mengajarkan teknik pembuatan tempe. 

    Lalu hasil riset berupa Minyak Kemiri Kaya Omega 3, 6, dan 9, hasil riset dari Dr. Hery Sutanto, S.Si., M.Si. 

    Minyak ini adalah produk pangan fungsional berbahan dasar kemiri yang memiliki manfaat kesehatan dan nilai komersial tinggi. 

    “Langkah ini agar hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tapi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan inovasi yang aplikatif untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan desa,” kata Rektor Swiss German University, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, melalui keterangan tertulis, Jumat (25/4/2025).

    Dalam program ini warga dilibatkan dalam proses produksi, khususnya pada tahap pemecahan dan pengolahan bahan mentah. 

    Sehingga mereka mendapatkan keterampilan baru sekaligus peluang penghasilan tambahan.

    Program ini juga didukung dengan pelatihan keterampilan, pendampingan bisnis, serta fasilitasi akses pasar, guna memastikan produk hasil inovasi dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh masyarakat desa.

  • Sidang TPPU Korupsi Pertambangan Nikel, Karyawan PT LAM Buka Rekening BCA Uang Masuk Capai Rp 40 M – Halaman all

    Sidang TPPU Korupsi Pertambangan Nikel, Karyawan PT LAM Buka Rekening BCA Uang Masuk Capai Rp 40 M – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat menggelar sidang lanjutan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus korupsi pertambangan ore nikel di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (23/4/2025).

    Adapun dalam perkara ini yang menjadi terdakwa yakni Pemilik PT Lawu Agung Mining (PT LAM), Windu Aji Sutanto dan pelaksana lapangan PT LAM Glenn Ario Sudarto.

    Persidangan kali ini jaksa menghadirkan saksi atas nama Wiwit Yusmiati Teller Bank BCA KCU Gajah Mada. 

    Di persidangan jaksa menanyakan kepada Wiwit apakah para terdakwa pernah membuka rekening Bank BCA.

    “Kalau untuk nama-nama terdakwa tidak ada di cabang kami. Atas nama Supriyono karyawan dari Lawu Agung Mining,” kata Wiwit di persidangan.

    Kemudian jaksa menanyakan kapan Supriyono membuka rekening tersebut.

    “Pembukaan rekening di tahun 2021 pada tanggal 1 Desember. Ditutup di tahun 9 Maret 2023,” jelasnya.

    Jaksa lalu menanyakan selama pembukaan tersebut apakah ada transaksi yang mencurigakan.

    “Untuk transaksinya memang kebanyakan dia itu ada kiriman uang ke bank lain. Nominalnya beragam Rp 100 juta sampai  Rp 1 miliar,” jelasnya.

    Kemudian jaksa menanyakan rekapan uang masuk di rekening Supriyono tersebut.

    “Untuk yang total uang masuk selama pembukaan rekening sampai penutupan rekening itu sekitar Rp40,6 miliar,” jawab Wiwit.

    Diketahui dalam perkara ini para terdakwa didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan mengirimkan hasil penjualan ore nikel ilegal dari Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) ke rekening pribadi.

    Dalam surat dakwaaan jaksa menyatakan hasil penjualan ore nikel ilegal itu seharusnya masuk ke dalam rekening PT LAM. 

    Namun oleh Glenn Ario Sudarto meminta kepada para penambang mengirimkan ke rekening atas nama Supriono dan Opah Erlangga Pratama.

    Total uang yang masuk dalam rekening Supriono dan Opah Erlangga Pratama mencapai Rp 135.836.898.026.

    Sebagian uang tersebut, telah digunakan terdakwa untuk membayar keperluan pribadi, diantaranya pembelian 1 unit kendaraan roda empat merk Toyota Land Cruiser 70 V8 2022.

    Pembelian kendaraan roda empat merk Mercedes Benz Maybach GLS 600 dan kendaraan roda empat merk Toyota Alphard. Pembelian tersebut seolah-olah kepemilikannya terdaftar atas nama PT Lawu Agung Mining.

    Atas perbuatan terdakwa tersebut baik bertindak sendiri atau secara bersama-sama merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010. Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUHP.

  • Hasil RUPST Petrosea Setujui Pembagian Dividen US$ 10 Juta

    Hasil RUPST Petrosea Setujui Pembagian Dividen US$ 10 Juta

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Petrosea Tbk (IDX:PTRO), menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahunan (RUPST) Senin (21/4/2025). RUPST ini menghasilkan sejumlah keputusan penting bagi masa depan perusahaan dan para pemegang saham.

    Pertama, para pemegang saham sepakat untuk mengubah Pasal 1 ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan, yang mengatur tentang tempat kedudukan perusahaan. Dengan keputusan ini, kantor pusat PT Petrosea Tbk yang sebelumnya berlokasi di Tangerang Selatan, akan berpindah ke Jakarta Barat.

    Kedua, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dengan total nilai mencapai US$ 10.000.000. Besaran dividen per saham ditetapkan sebesar US$ 0,00099147 (sekitar Rp 16,65 per saham). 

    Manajemen Petrosea telah menetapkan jadwal penting terkait pembagian dividen yakni sebagai berikut:

     

    RUPST turut menyetujui untuk mengangkat kembali anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang masa jabatannya berakhir pada saat penutupan rapat, sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah tetap sebagai berikut:

    Dewan Komisaris

    Presiden Komisaris : Osman Sitorus (merangkap sebagai Komisaris Independen)

    Komisaris : Prof. Ginandjar Kartasasmita

    Komisaris : Djauhar Maulidi S.E., M.B.A.

    Komisaris : Erwin Ciputra

    Komisaris : Jenderal Pol (Purn.) Drs. Sutanto

    Komisaris : Dr. Setia Untung Arimuladi S.H., M.Hum (Independen)

    Direksi

    Presiden Direktur : Michael

    Direktur : Kartika Hendrawan

    Direktur : Ruddy Santoso

    Direktur : Meinar Kusumastuti

    Direktur : Iman Darus Hikhman

  • Pemkot Jakarta Timur Dampingi Anak Korban Penculikan Hingga Pulih dari Trauma

    Pemkot Jakarta Timur Dampingi Anak Korban Penculikan Hingga Pulih dari Trauma

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO – Pemkot Jakarta Timur memastikan pemberian pendampingan psikologis bagi anak berinisial ETZ (13) yang menjadi korban penculikan dan pencabulan.

    ETZ yang merupakan warga Kecamatan Pasar Rebo sebelumnya menjadi korban penculikan dan pencabulan dilakukan seorang pria tetangga kontrakannya, M. Adi Mahyanto (47).

    Plt Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainah mengatakan pendampingan psikologis dengan melibatkan psikolog ini akan dilakukan hingga korban dapat pulih dari trauma dialami.

    “Tenaga ahli psikolog yang mendampingi kami datangkan dari Sudin PPAPP (Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk),” kata Iin di Jakarta Timur, Sabtu (19/4/2025).

    Pendampingan psikologis sudah mulai dilakukan sejak korban diselamatkan anggota Subdit Resmob Polda Metro Jaya dari tangan pelaku pada Selasa (15/4/2025) lalu.

    Nantinya pendampingan psikologis akan dilakukan secara terus menerus, karena butuh waktu hingga korban dapat pulih dari trauma akibat diculik selama lima hari dan dicabuli.

    “Pendampingan akan kita monitor. Kita libatkan semua stakeholders, misalkan dari pihak keluarga, pihak lingkungan, tokoh masyarakat, kemudian tokoh agama untuk menguatkan korban,” ujar Iin.

    Sudin PPAPP Jakarta Timur juga sudah berkoordinasi dengan jajaran Subdit Resmob Polda Metro Jaya yang menangani kasus penculikan dan pencabulan terhadap ETZ.

    Tragedi kecelakaan kelam terjadi di depan Diskotik Helen’s, Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mobil mewah menabrak puluhan motor dan gerobak tahu bulat.

    Agar selama jalannya proses hukum terhadap pelaku, korban dan keluarganya dapat mendapat pendampingan sebagaimana haknya sebagai korban kekerasan.

    “Kita ada SOP penanganan. Dari penjangkauan, penanganan psikologis, sampai bila korban butuh tempat aman sementara kita layani,” tutur Kepala Sudin PPAPP Jakarta Timur, Hary Sutanto.

    Sebelumnya ETZ (13) yang merupakan warga Pasar Rebo, Jakarta Timur menjadi korban penculikan dilakukan pria tetangga unit kontrakannya pada Kamis (10/4/2025) sekira pukul 08.00 WIB.

    Dalam aksinya pelaku meminta izin kepada kedua orangtua ETZ untuk membawa korban ke pusat perbelanjaan di kawasan Pasar Rebo dengan iming-iming dibelikan baju.

    Orangtua korban baru menyadari ETZ diculik beberapa jam setelahnya lantaran pelaku dan korban tidak kunjung pulang, sementara unit kontrakan pelaku saat didobrak sudah kosong.

    Adi sempat menyewa unit kontrakan lain yang digunakan untuk menyekap ETZ, hingga akhirnya pelaku dapat diamankan jajaran Subdit Resmob Polda Metro Jaya pada Selasa (15/4/2025).

    Personel Subdit Resmob Polda Metro Jaya saat melakukan penangkapan terhadap M. Adi Mahyanto pada unit kontrakan disewa pelaku di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (15/4/2025) (Istimewa)

    Kini Adi sudah diamankan di Polda Metro Jaya untuk proses hukum lebih lanjut atas ulahnya penculikan dan pencabulan, sementara ETZ dalam proses pemulihan trauma dialami akibat kasus.

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • 3 Kapolda Metro Jaya Lulusan Akpol 1970-an dengan Masa Jabatan 2 Tahun, Nomor 1 Teman Seangkatan Kapolri

    3 Kapolda Metro Jaya Lulusan Akpol 1970-an dengan Masa Jabatan 2 Tahun, Nomor 1 Teman Seangkatan Kapolri

    loading…

    Terdapat 3 Kapolda Metro Jaya lulusan Akpol 1970-an dengan masa jabatan 2 tahun. Salah satunya Irjen Pol (Purn) Adang Firman (kiri). Foto: Dok SINDOnews

    JAKARTA – Terdapat 3 Kapolda Metro Jaya lulusan Akpol 1970-an dengan masa jabatan 2 tahun. Ketiganya yakni Irjen Pol (Purn) Adang Firman, Irjen Pol (Purn) Firman Gani, dan Irjen Pol (Purn) Wahyono.

    Masa jabatan Kapolda Metro Jaya bervariatif, ada yang singkat, ada juga lebih dari 1 tahun. Berdasarkan penelusuran, ada yang hingga 3 tahun menjabat.

    Kapolda Metro Jaya bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan masyarakat.

    Kemudian, melaksanakan tugas-tugas Polri lainnya dalam daerah hukum Polda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    3 Kapolda Metro Jaya Lulusan Akpol 1970-an dengan Masa Jabatan 2 Tahun

    1. Irjen Pol (Purn) Adang Firman

    Adang Firman menjabat Kapolda Metro Jaya periode 20 Juni 2006-18 Desember 2008. Mantan Kapolda Sumatera Barat itu merupakan lulusan Akpol 1973.

    Adang merupakan teman satu angkatan mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Sutanto. Adang menggantikan Irjen Firman Gani untuk menjabat Kapolda Metro Jaya.

    Sebelumnya, dia menjabat Kepala Deputi Operasi (Kadeops) Mabes Polri.

    2. Irjen Pol (Purn) Firman Gani

    Firman Gani menjabat Kapolda Metro Jaya periode 16 Juli 2004-20 Juni 2006. Jenderal bintang 2 itu merupakan jebolan Akpol 1974.

    Sosok Firman Gani cukup lekat dengan Densus 88 Antiteror Polri karena dia merupakan salah satu penggagas terbentuknya Densus 88. Selama berkarier di kepolisian, dia tercatat pernah menjadi Kapolda di empat daerah berbeda mulai dari Kapolda Maluku (2000), Kapolda Sulsel (2001), Kapolda Jatim (2003), dan Kapolda Metro Jaya (2004).

    3. Irjen Pol (Purn) Wahyono

    Wahyono menjabat Kapolda Metro Jaya periode 18 Desember 2008-18 Juni 2010. Dia merupakan lulusan Akpol 1976. Wahyono dilantik Kapolri Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri. Kemudian, langsung bertugas mengamankan Pemilu 2009.

    (jon)

  • Banyak Anak Muda Terdeteksi Punya Kolesterol Tinggi Dalam Tubuh – Halaman all

    Banyak Anak Muda Terdeteksi Punya Kolesterol Tinggi Dalam Tubuh – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak anak muda terdeteksi memiliki kadar kolesterol tinggi. 

    Hal ini diketahui dari layanan skrining kesehatan gratis yang digelar PT Dexa Medica.

    Perusahaan farmasi ini kembali menghadirkan Program Cek Segitiga, yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, serta konsultasi kesehatan secara gratis.

     Kali ini, program tersebut hadir di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (13/4/2025).

    Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari ini berhasil menarik lebih dari 1.000 peserta, termasuk pengunjung GBK dan masyarakat sekitar. 

    Jakarta sekaligus menjadi kota pertama dari rangkaian Cek Segitiga tahun 2025, yang akan digelar di delapan kota di Indonesia.

    Presiden Direktur PT Dexa Medica, V. Hery Sutanto, menyampaikan bahwa Cek Segitiga merupakan wujud nyata dukungan Dexa Group terhadap program kesehatan nasional. 

    Dexa Group mengadakan program skrining kesehatan gratis, mendukung program Presiden Prabowo yang didukung langsung oleh Kementerian Kesehatan.

    “Kami hadir di ruang publik, bersama mitra rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat,” jelas Hery dalam keterangan tertulis, Rabu (16/4/2025).

    Ia juga menekankan bahwa deteksi dini penting dilakukan agar masyarakat sadar akan kondisi kesehatannya. “Ternyata banyak yang tidak menyadari bahwa kolesterol atau tekanan darahnya tinggi,” tambahnya.

    Cek Segitiga tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan gratis, tetapi juga aktivitas interaktif seperti poundfit bersama Stimuno, games berhadiah, dan pembagian suvenir menarik.

    Dengan melibatkan 8 tenaga medis termasuk 2 dokter dari RS Husada Jakarta, para peserta menjalani proses skrining mulai dari pendaftaran, pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga konsultasi online dengan aplikasi D’Konsul dan konsultasi secara langsung dengan dokter dari rumah sakit.

    Sales Director OGB-Zeta, Jopie Johansyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan di GBK ini merupakan titik kedua yang dilakukan di lokasi tersebut. “Kami berkomitmen untuk terus hadir menemani pasien dalam melakukan deteksi dini penyakit kronis. Tahun ini, kami menargetkan lebih dari 5.000 peserta dari 8 kota di Indonesia,” ujar Jopie.

    Dokter Umum RS Husada Jakarta dr Karissa Anita yang turut hadir dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya skrining rutin. “Penyakit seperti diabetes dan jantung masih mendominasi, terutama pada mereka yang memiliki riwayat keluarga. Deteksi dini adalah langkah awal untuk mencegah komplikasi,” jelasnya.

    Salah satu peserta, Yudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu. “Saya biasanya nggak pernah periksa kesehatan, tapi hari ini bisa cek kolesterol dan gula darah, ternyata hasilnya normal. Jadi ini sangat menguntungkan, bukan cuma buat saya tapi juga buat banyak orang,” katanya.

  • Shokz OpenFit 2 Rilis di Indonesia: Earbuds Open-Ear Premium untuk Gaya Hidup Aktif – Page 3

    Shokz OpenFit 2 Rilis di Indonesia: Earbuds Open-Ear Premium untuk Gaya Hidup Aktif – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), di bawah naungan Erajaya Active Lifestyle, resmi meluncurkan OpenFit 2, earbuds nirkabel terbaru dari Shokz yang mengusung desain open-ear.

    Dibanderol Rp 2.999.000, Shokz OpenFit 2 ini dirancang khusus untuk mendukung aktivitas olahraga sekaligus menjaga kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

    Dengan teknologi canggih dan desain ergonomis, earbuds ini menawarkan kenyamanan maksimal serta kualitas suara premium, ideal untuk penggunaan harian maupun saat berolahraga intens.

    “Produk ini menjawab kebutuhan gaya hidup aktif, cocok digunakan sehari-hari maupun saat berolahraga intens, tanpa khawatir terhadap keringat atau hujan,” ujar CEO Erajaya Active Lifestyle Djohan Sutanto dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (15/4/2025). 

    OpenFit 2 mengedepankan kenyamanan dengan penggunaan earhook berbahan nikel-titanium yang fleksibel. Material ini memungkinkan earbuds menyesuaikan bentuk telinga dengan sempurna dan tetap stabil, bahkan saat aktivitas fisik berat.

    Dibalut dengan Ultra-Soft Silicone 2.0 dan bersertifikasi IP55, earbuds Shokz ini tahan terhadap keringat dan hujan ringan. Dengan bobot hanya 9,4 gram per earbud, OpenFit 2 nyaman digunakan sepanjang hari.

     

     

  • Bukan Emas, Ini Aset yang Diam-diam Jadi Andalan Investor saat Ketidakpastian Global

    Bukan Emas, Ini Aset yang Diam-diam Jadi Andalan Investor saat Ketidakpastian Global

    Jakarta: Aset kripto dinilai bisa menjadi peluang investasi baru di tengah gejolak ekonomi global dan kebijakan tarif baru Amerika Serikat (AS) yang mengguncang pasar keuangan dunia. Selain itu, aset kripto juga menjadi instrumen investasi yang paling dilirik oleh generasi muda. 
     
    Chief Technology Officer Indodax William Sutanto mengatakan, kripto mulai menjadi alternatif yang mulai dilirik.
     
    “Volatilitas bukan sekadar risiko, melainkan celah strategis bagi investor yang memahami arah pergerakan pasar,” ujar dia dilansir Antara, Sabtu, 12 April 2025.

    Ia menambahkan kebijakan tarif baru AS yang menyasar mitra dagang utama telah menciptakan efek domino di berbagai sektor, termasuk pasar saham dan aset kripto.
     
    William pun menilai meskipun volatilitas tinggi, Bitcoin sudah membuktikan diri menjadi aset kripto yang sudah teruji sebagai aset lindung nilai yang diadopsi oleh negara-negara maju.
     
    “Bitcoin memiliki fundamental yang berbeda dengan aset keuangan konvensional. Justru di tengah ketidakpastian global, aset kripto seperti Bitcoin bisa menjadi alternatif diversifikasi investasi,” jelas dia.
     

     
    Ia menjelaskan bahwa volatilitas yang terjadi saat ini seringkali dimanfaatkan oleh investor berpengalaman untuk masuk di harga rendah dan mengambil posisi strategis jangka panjang.
     
    Di lain sisi, William mencatat adanya peningkatan volume transaksi kripto hingga 30–50 persen di market kripto dalam seminggu terakhir, terutama saat pasar mengalami koreksi, menunjukkan tingginya antusiasme investor dalam memanfaatkan momentum pasar.
     
    William pun mengutip laporan dari salah satu perusahaan riset kripto global yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat adopsi kripto tertinggi ketiga di dunia. 
     
    Adanya 22,9 juta investor kripto per 2024, ia optimistis bahwa masa depan industri ini akan semakin cerah.
     
    “Minat masyarakat Indonesia terhadap kripto sangat tinggi. Kami percaya, dengan kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan edukasi yang masif, Indonesia bisa menjadi pusat pertumbuhan kripto di Asia Tenggara,” tutur dia.
    Minat generasi muda terhadap aset kripto
    Sementara itu menanggapi fenomena minat generasi muda terhadap kripto, dia mengingatkan pentingnya edukasi dan strategi investasi yang bijak. 
     
    Investasi di kripto, imbuh dia memiliki potensi tinggi, namun tetap mengandung risiko yang tidak bisa diabaikan.
     
    “Gunakan dana dingin, yakni dana yang tidak mengganggu kebutuhan utama sehari-hari. Jangan gunakan dana penting seperti dana pendidikan atau kesehatan untuk berinvestasi di aset kripto,” ungkap dia.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)