Raih 297.000 Suara, Keponakan Surya Paloh Menang di Pilkada Medan
Tim Redaksi
MEDAN, KOMPAS.com
– Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Kota Medan
telah menyelesaikan proses rekapitulasi suara pemilihan wali
kota Medan
.
Rico Waas yang merupakan keponakan Surya Paloh meraih suara terbanyak.
“Kita sudah siap menggelar rapat pleno terkait rekapitulasi dini hari tadi. Hasilnya, pasangan Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap meraih suara tertinggi,” kata Ketua KPU Medan Mutia Atiqah kepada
Kompas.com
melalui saluran telepon, Sabtu (7/12/2024).
Mutia menjelaskan, pasangan nomor urut 1 Rico-Zaki memperoleh 297.498 suara.
Sementara pasangan nomor urut 2, Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani meraih 190.344 suara.
Kemudian pasangan nomor urut 3, Hidayatullah dan Yasir Ridho mendapatkan 115.903 suara. Ia menurunkan ke depan akan melakukan proses penetapan calon terpilih.
“Ke depan penetapan pasangan calon terpilih, kemungkinan 16 Desember,” katanya lagi.
Perlu diketahui, hanya ada tiga pasangan calon wali kota Medan yang berkompetisi dalam Pilkada 2024.
Pasangan Rico-Zaki didukung delapan partai. Di antaranya, NasDem, PAN, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Golkar, Gerindra, Demokrat, Perindo, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pasangan Ridha-Abdul juga didukung delapan partai, yakni, PDI-P, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Ummat, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Bulan Bintang (PBB), Gelora, Hanura, dan Partai Buruh.
Sementara, pasangan Hidayat-Yasir hanya didukung PKS.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Surya Paloh
-
/data/photo/2024/11/08/672db0073dc0f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Raih 297.000 Suara, Keponakan Surya Paloh Menang di Pilkada Medan Medan 7 Desember 2024
-

Indonesia Teken Kerjasama Stem Cell dengan 2 Universitas Italia – Halaman all
Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dunia kedokteran Indonesia membuat terobosan baru di bidang stem cell dengan membangun kolaborasi dengan 2 universitas besar di Italia: Università degli Studi “G.d’Annunzio” CHIETI-Pescara Itali dan Leonardo Da Vinci University Roma.
Kerjasama tersebut dijalin melalui penandatanganan nota kesepahaman oleh pakar stem cell Prof. Dr. Deby Vinski, MSc, PhD, dari Celltech Stem Cell Centre Indonesia dengan 2 universitas tersebut.
MoU ini mencakup riset inovatif di bidang stem cell, teknologi organ printing, serta terapi genetik dan acara penandatanganan dihadiri sejumlah tokoh terkemuka di bidang stem cell.
Diantaranya, Prof. Dr. Svetlana Trofimova, Sekjen WOCPM Paris, Prof. Liborio Stupia, Rektor Danuncio Universitas Chieti, dan Prof. Sergio Caputi, Rektor Universitas Leonardo Da Vinci Roma. Prof. Deby didampingi tim pakar seperti Prof. Bruna Sinjari, Prof. Alexander Trofimov, Prof. Vincenzo De Laurenzi, serta Nancy Pada, SE, Direktur PR Celltech Vinski Tower International.
Prof Deby Vinski menjelaskan, kerja sama ini menandai langkah maju dalam pengembangan teknologi cetak organ berbasis stem cell pasien.
“Kerjasama ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi penderita kanker, gagal ginjal, jantung, maupun liver tanpa memerlukan transplantasi donor berisiko tinggi,” ujarnya dikutip Jumat, 6 Desember 2024.
Dalam kunjungannya ke laboratorium canggih di Italia, Prof. Deby memuji kecanggihan teknologi dan tim profesor berkaliber internasional yang terlibat.
Dia menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya membawa manfaat medis, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat riset kesehatan global.
Di Indonesia, Prof. Deby telah memiliki laboratorium organ printing terakreditasi dan menjadi Centre of Excellence Asia Pasifik untuk validasi stem cell. Lab ini diakui oleh Bechten Dickinson USA.
Dia menambahkan, kerja sama ini membuka peluang pelatihan tim dokter antara Italia dan Indonesia, memperkuat kompetensi SDM dalam teknologi mutakhir.
Prof. Deby, yang juga Presiden World Council of Stem Cell di Jenewa dan WOCPM Paris, berharap Indonesia dapat menjadi pusat health tourism dunia, dengan teknologi stem cell dan organ printing sebagai daya tarik utama.
Sejumlah tokoh di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi stem cell ini diantaranya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Surya Paloh, Hotman Paris, Joko Tjandra, serta Ustazah Oki Setiana Dewi.
-

Takdir Sejarah Metro TV
LEBIH dari dua dekade lalu, saat Surya Paloh mendirikan Metro TV, banyak yang menyebut televisi berita pertama di Indonesia itu tak bakal berumur panjang. Bak ahli nujum, mereka meramal usia Metro TV paling lama lima tahun. Malah, ada yang memperkirakan cuma bisa ‘bernapas’ satu tahun.
Umumnya para ‘peramal’ dadakan itu menujum Metro TV bakal berumur singkat karena dua musabab. Pertama, masyarakat Indonesia lebih ‘ramah’ dengan televisi hiburan, tidak tahan menonton berita terus-menerus. Alhasil, Metro TV yang notabene menyiarkan berita dan dialog dalam porsi lebih dari 80% tak akan dilirik pemirsa.
Kedua, karena sebab pertama tadi, para pemasang iklan pun diramal enggan menempatkan produk mereka di acara-acara berita Metro TV. Dampaknya, televisi yang pertama kali mengudara pada 25 November 2000 tersebut akan merasakan situasi ‘besar pasak daripada tiang’ alias terus merugi dan akhirnya mati.
Faktanya, semua ramalan pesimistis itu kandas. Bahkan, tak cuma hidup lima tahun atau sepuluh tahun, Metro TV tetap hidup, sehat, kukuh, segar hingga usianya yang ke-24 tahun, atau lebih dari dua dasawarsa, hari ini. Seperti sajak klasik Chairil Anwar, Metro TV tidak cuma ‘sekali berarti sesudah itu mati’, tetapi mungkin akan ‘hidup seribu tahun lagi’.
Ada pertanyaan serius mengapa Metro TV layak terus hidup di Tanah Air? Jawabannya juga sangat sangat serius; karena televisi yang mengusung tekad knowledge to elevate itu telah menjadi penanda penting perjalanan bangsa ini.
Ia menjadi penyaksi pasang surut demokrasi. Ia ikut menjaga warisan mahal kebangsaan. Ia hadir dalam banyak kegelisahan, kegetiran, keriaan, dan kecemerlangan kemanusiaan. Pokoknya, ia hadir dengan paket penting; kredibilitas, intelektualitas, inspirasi kreativitas, juga inklusivitas.
Peran Metro TV dalam demokrasi, misalnya, sudah seperti dua sisi mata uang, tak bisa dipisahkan. Ia termasuk televisi pertama yang memperkenalkan hitung cepat hasil pemilihan presiden secara langsung untuk pertama kali di 2004 oleh lembaga survei. Saat itu, quick count adalah barang aneh.
Dalam buku Surya Paloh yang ditulis ’empat serangkai’ wartawan dan mantan wartawan Media Group dikisahkan bagaimana hitung cepat pertama kali itu membuat geger jagat politik Tanah Air. Penghitungan cepat oleh lembaga survei yang hasilnya disiarkan langsung oleh Metro TV itu dilakukan pada putaran kedua Pilpres 2004. Yang membawa gagasan quick count itu ke Metro TV ialah Rizal Mallarangeng, doktor ilmu politik dari Ohio State University, AS, yang baru kembali ke Tanah Air.
Hitung cepat Pilpres 2004 menghasilkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla unggul telak atas Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi. Rizal Mallarangeng yang memandu dan membahas acara itu di Metro TV langsung memberikan selamat kepada SBY. Apa yang terjadi? Hitung cepat itu dikecam Prof Dr Bambang Sudibyo (kubu Amien Rais) dan Kwik Kian Gie (kubu Megawati). Mereka tak percaya pada validitas dan reliabilitas hitung cepat.
Hingga kemudian, KPU resmi mengumumkan SBY-JK menang dengan mendapatkan 60,62% suara, mengungguli Megawati-Hasyim Muzadi yang meraih 39,38% suara. Hasil resmi itu menguatkan kepercayaan publik kepada KPU karena hasilnya tak beda dengan quick count. Sebaliknya hasil KPU itu juga memperkuat kepercayaan pada hasil quick count yang berbasiskan metodologi ilmiah. Metro TV pun terbukti menjadi trend setter di negeri ini. Sejak Pilpres 2004 itu pula hitung cepat menjadi perkara biasa, bukan hanya dalam pilpres, tapi juga pemilihan kepala daerah.
Dalam dua dasawarsa usianya, Metro TV juga terus menjadi bagian penting bagi kanalisasi ruang publik. Berbagai debat politik, diskursus intelektual, pembiakan politik gagasan bisa leluasa menemukan ‘rumahnya’. Semua dilakukan dalam pagar akal sehat dan demi keutuhan serta kemajuan bangsa.
Di tengah gempuran media sosial yang kerap dikritik sebagai biang pendangkalan berpikir, tantangan besar Metro TV hari ini ialah bagaimana menggeser kembali pendulum intelektualisme ke arus utama. Metro TV punya takdir sejarah untuk terus terlibat merawat akal sehat publik, pula mengawasi jalannya demokrasi agar tidak terseret ke arah mobokrasi.
Dirgahayu Metro TV.
LEBIH dari dua dekade lalu, saat Surya Paloh mendirikan Metro TV, banyak yang menyebut televisi berita pertama di Indonesia itu tak bakal berumur panjang. Bak ahli nujum, mereka meramal usia Metro TV paling lama lima tahun. Malah, ada yang memperkirakan cuma bisa ‘bernapas’ satu tahun.
Umumnya para ‘peramal’ dadakan itu menujum Metro TV bakal berumur singkat karena dua musabab. Pertama, masyarakat Indonesia lebih ‘ramah’ dengan televisi hiburan, tidak tahan menonton berita terus-menerus. Alhasil, Metro TV yang notabene menyiarkan berita dan dialog dalam porsi lebih dari 80% tak akan dilirik pemirsa.
Kedua, karena sebab pertama tadi, para pemasang iklan pun diramal enggan menempatkan produk mereka di acara-acara berita Metro TV. Dampaknya, televisi yang pertama kali mengudara pada 25 November 2000 tersebut akan merasakan situasi ‘besar pasak daripada tiang’ alias terus merugi dan akhirnya mati.
Faktanya, semua ramalan pesimistis itu kandas. Bahkan, tak cuma hidup lima tahun atau sepuluh tahun, Metro TV tetap hidup, sehat, kukuh, segar hingga usianya yang ke-24 tahun, atau lebih dari dua dasawarsa, hari ini. Seperti sajak klasik Chairil Anwar, Metro TV tidak cuma ‘sekali berarti sesudah itu mati’, tetapi mungkin akan ‘hidup seribu tahun lagi’.
Ada pertanyaan serius mengapa Metro TV layak terus hidup di Tanah Air? Jawabannya juga sangat sangat serius; karena televisi yang mengusung tekad knowledge to elevate itu telah menjadi penanda penting perjalanan bangsa ini.
Ia menjadi penyaksi pasang surut demokrasi. Ia ikut menjaga warisan mahal kebangsaan. Ia hadir dalam banyak kegelisahan, kegetiran, keriaan, dan kecemerlangan kemanusiaan. Pokoknya, ia hadir dengan paket penting; kredibilitas, intelektualitas, inspirasi kreativitas, juga inklusivitas.
Peran Metro TV dalam demokrasi, misalnya, sudah seperti dua sisi mata uang, tak bisa dipisahkan. Ia termasuk televisi pertama yang memperkenalkan hitung cepat hasil pemilihan presiden secara langsung untuk pertama kali di 2004 oleh lembaga survei. Saat itu, quick count adalah barang aneh.
Dalam buku Surya Paloh yang ditulis ’empat serangkai’ wartawan dan mantan wartawan Media Group dikisahkan bagaimana hitung cepat pertama kali itu membuat geger jagat politik Tanah Air. Penghitungan cepat oleh lembaga survei yang hasilnya disiarkan langsung oleh Metro TV itu dilakukan pada putaran kedua Pilpres 2004. Yang membawa gagasan quick count itu ke Metro TV ialah Rizal Mallarangeng, doktor ilmu politik dari Ohio State University, AS, yang baru kembali ke Tanah Air.
Hitung cepat Pilpres 2004 menghasilkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla unggul telak atas Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi. Rizal Mallarangeng yang memandu dan membahas acara itu di Metro TV langsung memberikan selamat kepada SBY. Apa yang terjadi? Hitung cepat itu dikecam Prof Dr Bambang Sudibyo (kubu Amien Rais) dan Kwik Kian Gie (kubu Megawati). Mereka tak percaya pada validitas dan reliabilitas hitung cepat.
Hingga kemudian, KPU resmi mengumumkan SBY-JK menang dengan mendapatkan 60,62% suara, mengungguli Megawati-Hasyim Muzadi yang meraih 39,38% suara. Hasil resmi itu menguatkan kepercayaan publik kepada KPU karena hasilnya tak beda dengan quick count. Sebaliknya hasil KPU itu juga memperkuat kepercayaan pada hasil quick count yang berbasiskan metodologi ilmiah. Metro TV pun terbukti menjadi trend setter di negeri ini. Sejak Pilpres 2004 itu pula hitung cepat menjadi perkara biasa, bukan hanya dalam pilpres, tapi juga pemilihan kepala daerah.
Dalam dua dasawarsa usianya, Metro TV juga terus menjadi bagian penting bagi kanalisasi ruang publik. Berbagai debat politik, diskursus intelektual, pembiakan politik gagasan bisa leluasa menemukan ‘rumahnya’. Semua dilakukan dalam pagar akal sehat dan demi keutuhan serta kemajuan bangsa.
Di tengah gempuran media sosial yang kerap dikritik sebagai biang pendangkalan berpikir, tantangan besar Metro TV hari ini ialah bagaimana menggeser kembali pendulum intelektualisme ke arus utama. Metro TV punya takdir sejarah untuk terus terlibat merawat akal sehat publik, pula mengawasi jalannya demokrasi agar tidak terseret ke arah mobokrasi.
Dirgahayu Metro TV.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id(ADN)
-
/data/photo/2024/11/24/67429c058b0e0.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
3 Cerita Saat Mahfud Batal Jadi Cawapres Jokowi, JK: Sudah Pakai Jabat Tangan dan Pelukan Nasional
Cerita Saat Mahfud Batal Jadi Cawapres Jokowi, JK: Sudah Pakai Jabat Tangan dan Pelukan
Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com
– Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI
Jusuf Kalla
atau karib disapa
JK
menceritakan saat
Mahfud MD
batal terpilih menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo (
Jokowi
) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 silam.
Menurut JK, Jokowi yang saat itu masih menjadi Presiden RI mendatanginya di kantor Wakil Presiden (Wapres) untuk berdikusi mengenai siapa sosok cawapres yang pas mendampinginya maju kembali pada
Pilpres 2019
.
Setelah berbincang selama hampir dua jam, JK menyebut nama
Mahfud
MD sebagai calon yang cocok dengan kriteria yang dicari Jokowi untuk mendampinginya maju kedua kalinya pada pilpres.
“(Jokowi bertanya) Jadi siapa ini. Saya bilang begini, jangan kita bicara orang, kita bicara kriteria dulu, bapak mau apa? (Dijawab Jokowi) Pertama tentu sebaiknya yang pintar. Saya kan perlu dukungan dari orang yang pnitar. Kedua sebaiknya orang NU (Nahdlatul Ulama). (Saya tanya) Apa lagi, (dijawab) baik pengalamannya dan tidak ada celah,” kata JK dalam Podcast bertajuk “Ruang Sahabat” dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Minggu (24/11/2024).
“Saya bilang, kalau begitu Pak Mahfud yang memenuhi syarat, pintar, dia orang NU.
Kemudian, kariernya baik dan tidak ada celah,” ujarnya melanjutkan.
JK mengungkapkan, saat itu dirinya dan Jokowi berjabat tangan sebagai tanda bahwa keputusan sudah diambil yakni Mahfud MD yang akan menjadi cawapres.
Bahkan, JK mengatakan, dirinya dan Jokowi juga berpelukan setelah keputusan tersebut diambil.
“Itu sejarahnya kenapa tidak jadi padahal saya yakin diputusan-12putusan terakhir itu di kantor saya, pakai jabat tangan, pakai pelukan,” kata JK.Namun, betapa terkejutnya Jusuf Kalla saat mendapat kabar bahwa bukan Mahfud MD yang akan diumumkan menjadi cawapres mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019.
JK menceritakan, dirinya diajak untuk ikut serta saat Jokowi mengumumkan cawapres. Tetapi, dia menolak dan lebih memilih menyaksikannya melalui televisi.
Kemudian, dia menghubungi salah seorang politikus yang dilihatnya di televisi untuk menanyakan perihal pengumuman tersebut yakni Abdul Kadir Karding.
Saat itulah JK terkejut karena Karding menyebut bahwa cawapres yang akan mendampingi Jokowi adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin.
“Saya telelon, ‘Karding bagaimana kau sudah tahu siapa calon wapres’. (Dijawab) ‘Menurut bapak siapa?’ (Saya jawab) ‘ya Pak Mahfud’. (Kata Karding) Berubah Pak. ‘Hah kenapa berubah? Tadi kita jabat tangan dengan Pak Jokowi’,” ujar JK menirukan pembicaraannya dengan Karding saat itu.
“Jadi, dua jam itu bicara, setuju, dan Pak Mahfud saya kira sudah dikasih singnal juga kan. Rupanya ada beberapa partai atau beberapa orang, saya tidak tahu setelah itu, saya pikir sudah selesai toh Pak Mahfud jadi wapres, ya sudah. Eh ternyata Pak Kiai (Ma’ruf Amin),” katanya melanjutkan.
Setelah benar Ma’ruf Amin yang diumumkan sebagai cawapres, JK pun sempat berpandangan bahwa wapres dari Jokowi jika terpilih pada Pilpres 2019, bakal tidak lincah.
“Tetap NU, pintar juga, pintar dari sisi lain, bukan pemerintahan tapi sisi agama. Tetapi saya yakin nanti tidak lincah ini wapres ini membantu. Kita kan wapres tuh membantu mendampingi, kalau perlu juga menjaga jangan kena masalah,” ujarnya.
Usai menceritakan peristiwa itu, JK lantas menghibur hati Mahfud MD dengan mengatakan bahwa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu masih muda sehingga masih memiliki banyak kesempatan maju sebagai cawapres kembali.
“Saya bilang ke Pak Mahfud, tenang lah Pak Prabowo keempat kalinya baru masuk (jadi Presiden). (Mahfud) baru dua kali dan masih muda. Ya begitu sejarahnya,” kata JK.
Menanggapi cerita JK, Mahfud MD lantas menceritakan versinya. Menurut dia, Jokowi langsung memanggilnya untuk menghadap dan dijelaskan mengenai situasinya.
Tak hanya itu, Mahfud mengatakan, Jokowi tetap menginginkannya membantu di pemerintahan.
“Sesudah itu saya dipanggil Pak Jokowi. (Jokowi mengatakan) ‘bahwa Pak Mahfud tadi saya sudah memutuskan Pak Mahfud tapi menjelang keputusan itu partai-partai banyak yang tidak setuju. Saya kan tidak punya partai ya untuk memveto itu tapi nanti Pak Mahfud tetaplah bersama saya waktu itu’, malam itu juga. Ya sudah saya anggap sudah selesai, ini politik,” kata Mahfud.
Dia juga mengatakan, JK adalah orang pertama yang menghubunginya saat nama Ma’ruf Amin yang ternyata diumumkan menjadi cawapres.
Sebagaimana diberitakan
Kompas.com
, Jokowi mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 2019, dalam konferensi pers pada Kamis, 9 Agustus 2018.
Pengumuman itu dilakukan usai Jokowi bertemu ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik pendukungnya di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis.
“Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma’ruf Amin,” ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, keputusan ini telah ditandatangani oleh sembilan ketua umum dari partai politik pendukungnya.
Adapun tokoh partai politik yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.
Selain itu, ada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono.
Sedangkan sembilan sekjen yang hadir, yakni Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Paulus, Sekjen Partai Nasdem Johnny G Platte, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding.
Kemudian, Sekjen Partai Hanura Herry Lontung, Sekjen PPP Asrul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Surya Paloh harap Prabowo optimal manfaatkan politik bebas aktif
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat ditemui di NasDem Tower, Jakarta, Senin (11/11/2024) malam. ANTARA/Fath Putra Mulya
Surya Paloh harap Prabowo optimal manfaatkan politik bebas aktif
Dalam Negeri
Calista Aziza
Selasa, 12 November 2024 – 06:27 WIBElshinta.com – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berharap Presiden RI Prabowo Subianto dapat memanfaatkan politik bebas aktif yang dianut Indonesia dengan optimal selama masa jabatannya, terutama ketika menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain.
“Politik kita bebas dan aktif ini dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh presiden baru kita Prabowo,” kata Surya Paloh saat ditemui di NasDem Tower, Jakarta, Senin (11/11) malam.
Surya Paloh menilai kerja cepat Presiden Prabowo yang langsung melakukan kunjungan diplomatik ke beberapa negara ketika belum genap satu bulan dilantik sebagai Presiden RI merupakan langkah yang sudah seharusnya dilakukan.
“Wajar sekali dan harusnya demikian. Ini ‘kan ada peluang, sebagai presiden baru, suasana baru, kebijakan baru. Tapi, hal yang memang mau diutamakan adalah bagaimana tetap menjaga hubungan bilateral kita yang bagus,” tuturnya.
Diketahui bahwa Presiden Prabowo tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke China, Amerika Serikat, Peru, Brasil, dan Inggris. Kepala Negara berangkat menuju China dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Jumat (8/11) sekitar pukul 10.25 WIB.
Presiden Prabowo mendarat di Bandara Internasional Capital Beijing, China, pada Jumat (8/11) sekitar pukul 18.25 waktu setempat.
Selama di China, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang dan Ketua Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji di Balai Besar Rakyat pada Sabtu (09/11/2024). Pada pertemuan tersebut dibahas sejumlah langkah untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara di bidang ekonomi, kesehatan maupun pendidikan.
Pada Minggu (10/11), Presiden Prabowo menghadiri Indonesia-China Business Forum 2024 dengan agenda penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan Indonesia dan China di bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, energi terbarukan, manufaktur canggih dan kesehatan
Setelah itu, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungannya ke AS. Presiden mendarat di Bandara Andrews Air Force Base di Maryland, AS pada Minggu (10/11) sore, pukul 16:10 waktu setempat.
Presiden Prabowo berkunjung ke AS untuk memenuhi undangan kehormatan dari negara tersebut. Prabowo akan bertemu Presiden AS Joe Biden, serta tidak menutup peluang bertemu pemenang Pilpres AS Donald Trump.
Setelah kunjungan kenegaraan di AS selesai, Presiden dijadwalkan akan melanjutkan lawatan ke dua konferensi tingkat tinggi (KTT), yaitu KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang berlangsung di Lima, Peru dan KTT G20 di Brasil.
Selepas dari Brasil, Presiden kemudian dijadwalkan kembali melakukan lawatan lainnya, yakni bertemu dengan Perdana Menteri Kerajaan Inggris Keir Starmer.
Sumber : Antara
-

Paloh Soal Prabowo Ucapkan Selamat ke Trump: Jaga Hubungan Bilateral
Jakarta –
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada Donald Trump yang memenangkan Pilpres Amerika Serikat (AS) 2024. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai langkah itu harus dilakukan.
“Wajar sekali, dan harusnya demikian,” ujar Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2024).
Paloh mengatakan langkah Prabowo itu dapat menjadi peluang untuk menjaga hubungan bilateral. Menurutnya, Prabowo dapat memanfaatkan seoptimal mungkin politik bebas aktif.
“Ini kan ada peluang, bagi presiden baru, suasana baru, policy kebijakan baru, ya kan,” ujarnya.
“Tapi hal yang memang mau diutamakan adalah bagaimana tetap menjaga hubungan bilateral kita yang bagus, politik kita bebas aktif itu dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh presiden baru kita Pak Prabowo,” imbuh dia.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menelepon Donald Trump yang memenangkan Pilpres Amerika Serikat (AS) 2024. Prabowo mengucapkan selamat kepada Trump yang keluar sebagai presiden terpilih AS 2024.
“Senang bisa terhubung langsung dengan Presiden Terpilih Donald Trump untuk menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas terpilihnya dia sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47,” tulis Prabowo di unggahannya.
“Saya berharap dapat meningkatkan kolaborasi antara kedua negara besar kita dan melakukan diskusi yang lebih produktif di masa mendatang. Senang dapat terhubung langsung dengan Presiden Terpilih Donald Trump untuk menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas terpilihnya dia sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47,” imbuhnya.
(amw/whn)
-
/data/photo/2024/11/01/672490b7f334f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Prabowo "Endorse" Ahmad Lutfi dan Taj Yasin, Surya Paloh: Spontanitas Nasional 11 November 2024
Prabowo “Endorse” Ahmad Lutfi dan Taj Yasin, Surya Paloh: Spontanitas
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Ketua Umum Partai
NasdemSurya Paloh
menganggap dukungan yang diberikan Presiden
Prabowo
Subianto pada cagub-cawagub Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Lutfi dan Taj Yasin merupakan bagian dari spontanitas.
Ia merasa, Prabowo hanya ingin menunjukkan bahwa ia merupakan pemimpin baru Indonesia.
“Saya pikir Pak Prabowo penuh dengan spontanitas. Keinginan untuk memberikan gambaran, beliau adalah pemimpin baru di negeri ini dan kita hormati itu ya,” ujar Surya di Nasdem Tower, Menteng, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Ia pun enggan memberikan penilaian apakah sikap Prabowo itu benar atau salah.
Baginya, Nasdem tetap menghormati hak-hak politik Prabowo.
“Nasdem mencoba untuk melihat itu sebagai suatu upaya-upaya barangkali spontanitas yang sedemikian rupa,” kata dia.
“Nah baru menjadi presiden, ada pegangan yang harus dilalui dengan tugas-tugas, misi besar ya kan,” tuturnya.
Di sisi lain, Surya menganggap bahwa sikap Prabowo juga menjadi bagian dari konsekuensi negara dengan sistem demokrasi.
“Jadi hal-hal seperti ini merupakan suatu hal yang konsekuensi kita dalam sistem model demokrasi yang begini bebas,” imbuh dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Surya Paloh Wanti-Wanti Kader Nasdem Agar Tidak Asal Berbicara
Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengingatkan agar para kadernya untuk berpikir dahulu sebelum berbicara.
Hal tersebut diungkapkan olehnya dalam sambutan di Rapimnas Nasdem yang dihelat di Akademi Bela Negara Partai Nasdem, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2024).
“Maka jangan buang-buang waktu untuk berbicara yang tidak perlu kita bicara. Pikirkan sesuatu sebelum kita mengutarakan sesuatu yang baik,” jelas Surya.
Surya menjelaskan bahwa situasi, kondisi, interaksi sosial masyarakat membutuhkan kepiawaian dalam membangun narasi. Ia juga meminta agar para kadernya lebih berhati-hati dalam memberikan narasi.
“Jangan sekali-sekali, memberikan narasi yang berakibat, lebih mempersulit ruang aktivitas, fleksibilitas yang kita miliki,” ucapnya.
Tak berhenti, Surya juga menekankan bahwa partai Nasdem harus kembali menjadi referensi sebagai partai yang cerdas.
“Kita harus menjadi partai yang cerdas. Kita punya kapasitas. Kita punya kapabilitas. Tapi tergantung apakah kita sungguh-sungguh ingin mendayagunakan kapasitas dan kapabilitas yang kita miliki,” ujarnya.
-

Surya Paloh Ingatkan Kader Singkirkan Praktik Politik Negatif
Jakarta: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menekankan bahwa praktik-praktik negatif dalam politik harus disingkirkan. Khususnya, praktik transaksional.
“Ada praktik-praktik yang harus kita singkirkan yaitu praktik-praktik transaksional dan inilah yang merusuh bersama kita,” kata Surya Paloh saat memimpin Apel Siaga dalam Rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem di Akademi Bela Negara (ABN), Jakarta Selatan, Senin, 11 November 2024.
Surya Paloh mengatakan praktik politik transaksional perlu dikesampingkan untuk menguatkan bangsa. Khususnya, guna membangun kekuatan karakter anak-anak bangsa.
“Maka keterusterangan adalah merupakan karakter yang harus kita kedepankan daripada kepura-puraan,” ujar Surya Paloh.
Surya Paloh menuturkan NasDem ingin memberikan pembelajaran sebagai partai politik (parpol). Sehingga, kemajuan bangsa yang tertata dapat tercapai.
“Kita ingin memberikan sesuatu yang berarti bukan hanya pada generasi yang kita miliki pada saat ini. Tapi kita juga harus mempersiapkan sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatan dan kemampuan yang kita miliki,” ucap Surya Paloh.
Jakarta: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menekankan bahwa praktik-praktik negatif dalam politik harus disingkirkan. Khususnya, praktik transaksional.
“Ada praktik-praktik yang harus kita singkirkan yaitu praktik-praktik transaksional dan inilah yang merusuh bersama kita,” kata Surya Paloh saat memimpin Apel Siaga dalam Rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem di Akademi Bela Negara (ABN), Jakarta Selatan, Senin, 11 November 2024.
Surya Paloh mengatakan praktik politik transaksional perlu dikesampingkan untuk menguatkan bangsa. Khususnya, guna membangun kekuatan karakter anak-anak bangsa.
“Maka keterusterangan adalah merupakan karakter yang harus kita kedepankan daripada kepura-puraan,” ujar Surya Paloh.
Surya Paloh menuturkan NasDem ingin memberikan pembelajaran sebagai partai politik (parpol). Sehingga, kemajuan bangsa yang tertata dapat tercapai.
“Kita ingin memberikan sesuatu yang berarti bukan hanya pada generasi yang kita miliki pada saat ini. Tapi kita juga harus mempersiapkan sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatan dan kemampuan yang kita miliki,” ucap Surya Paloh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id(AGA)
-

HUT ke-13 Nasdem, Surya Paloh Ingatkan Kader agar Jujur – Espos.id
Perbesar
ESPOS.ID – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat memberikan keterangan usai menghadiri peringatan HUT Ke-13 Partai NasDem di Akademi Bela Negara Partai NasDem, kawasan Pancoran, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Esposin, JAKARTA — Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mengingatkan seluruh kader partainya untuk jujur dan tidak berpura-pura.
“Keterusterangan adalah karakter yang harus kita kedepankan daripada kepura-puraan. Itulah nilai hakikat dan hakikinya gerakan perubahan yang dimulai dari diri kita pribadi,” kata Surya saat menghadiri peringatan HUT Ke-13 Partai Nasdem di Akademi Bela Negara Partai NasDem, kawasan Pancoran, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Promosi
BRI Hadirkan Kemudahan Investasi Sukuk Tabungan ST013 melalui BRImo
Ia mengingatkan hal tersebut dengan mempertimbangkan Partai Nasdem sebagai institusi partai politik yang ingin terus-menerus memberikan sikap teladan dalam mencintai bangsa dan negara.
“Untuk itulah saya berpesan kepada saudara-saudara semuanya dari seluruh slagorde Partai Nasdem di mana pun kalian berada, buktikan sikap suri keteladanan. Ucapan dan perbuatan yang saudara-saudara miliki adalah merupakan suatu sumbangsih yang bisa saudara berikan bagi kemajuan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Menurut dia, kesungguhan dan militansi mencintai bangsa dapat membuat Partai Nasdem semakin diterima baik oleh masyarakat.
Sementara itu, dia mengatakan bahwa meskipun partainya sudah berjalan dengan tahapan yang belum sepenuhnya optimal, tetapi masyarakat terus memberikan dukungan.
“2.206 representasi perwakilan kita, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota, itu telah memberikan sebuah kesaksian tersendiri,” katanya sebagaimana dilansir Antara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram “Solopos.com Berita Terkini” Klik link ini.