Tag: Suroto

  • SPPG di Sragen Sebelahan Kandang Babi, NasDem: Harusnya Tak Beri Izin

    SPPG di Sragen Sebelahan Kandang Babi, NasDem: Harusnya Tak Beri Izin

    Jakarta

    Ketua DPP NasDem yang juga anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago menanggapi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Dukuh Kedungbanteng, Banaran, Sambungmacan, Sragen bersebelahan dengan peternakan babi. Irma menyebut seharusnya dari awal pihak Badan Gizi Nasional (BGN) tak memberikan izin.

    “Seharusnya BGN tidak memberikan izin pada SPPG tersebut jika sebelumnya di sebelahnya ada peternakan babi!” kata Irma kepada wartawan, Jumat (9/1/2025).

    Irma mengatakan sudah keharusan lokasi SPPG berjauhan dengan peternakan hewan. Ia menilai SPPG berdampingan dengan peternakan hewan rawan terkontaminasi bakteri.

    “Kan waktu memberikan izin BGN melakukan survei lokasi, tidak hanya peternakan babi, seharusnya semua peternakan hewan tidak boleh berdampingan dengan SPPG,” kata politikus NasDem itu.

    “Rawan terkontaminasi bakteri dari kotoran hewan tersebut dan itu berbahaya bagi SPPG,” sambungnya.

    “Hasilnya, dengan situasi ini, kita tidak perlu menilai jelek atau buruknya hal lain. SPPG harus relokasi di Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Cari titik lain yang masih di wilayah Sambungmacan,” kata Ketua Satgas MBG Pemkab Sragen, Suroto, dilansir detikJateng, Kamis (8/1/2026).

    “Sesuai kebijakan dan arahan Bapak Presiden, keberadaan SPPG ini jangan sampai mematikan usaha satu sama lain. Justru harus bisa mengembangkan pemberdayaan apa saja, terlebih di sektor perekonomian,” ujarnya.

    (dwr/eva)

  • Waka Komisi IX DPR Kritik SPPG Dekat Peternakan Babi di Sragen: BGN Kecolongan

    Waka Komisi IX DPR Kritik SPPG Dekat Peternakan Babi di Sragen: BGN Kecolongan

    Jakarta

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menanggapi ramainya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Dukuh Kedungbanteng, Banaran, Sragen, yang berada di samping peternakan babi. Yahya menilai BGN kecolongan dalam memberikan persetujuan lokasi.

    “Ini bukti BGN kurang cermat dan tidak hati-hati dalam memberikan persetujuan lokasi. BGN kecolongan dalam memberikan persetujuan lokasi,” kata Yahya Zaini kepada wartawan, Jumat (9/1/2025).

    Yahya mempertanyakan kredibilitas tim BGN. Ia menyebut sedari awal mestinya tak ada perizinan untuk pembanguan SPPG di lokasi tersebut.

    “Semestinya dari awal sebelum persetujuan lokasi SPPG sudah diketahui kalau lokasi tersebut dekat peternakan babi. Harusnya lokasi tersebut tidak perlu disetujui dan diminta mencari lokasi lain yang lebih aman,” ungkapnya.

    Legislator Golkar ini meminta persetujuan lokasi SPPG untuk dievaluasi. Ia menyebut peristiwa yang terjadi di Sragen itu meresahkan masyarakat.

    “Karena dapat meresahkan masyarakat dan membuat ragu penerima manfaat. Jangan sampai MBG dari SPPG tersebut terdampak dari peternakan babi tersebut,” sambungnya.

    Sebelumnya, BGN memediasi pemilik peternakan babi dengan pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Dukuh Kedungbanteng, Banaran, Sambungmacan, Sragen. Hasilnya, SPPG yang bersebelahan dengan peternakan babi itu akan dipindahkan.

    Suroto mengatakan pemindahan itu sudah sesuai dengan kesepakatan bersama. Ke depannya, kata dia, diharapkan keberadaan SPPG tidak mematikan usaha masyarakat sekitar.

    “Sesuai kebijakan dan arahan Bapak Presiden, keberadaan SPPG ini jangan sampai mematikan usaha satu sama lain. Justru harus bisa mengembangkan pemberdayaan apa saja, terlebih di sektor perekonomian,” ujarnya.

    (dwr/eva)

  • Warga Jatipurwo Surabaya Curi Motor Milik Teman, Babak Belur Kena Bogem Sekampung

    Warga Jatipurwo Surabaya Curi Motor Milik Teman, Babak Belur Kena Bogem Sekampung

    Surabaya (beritajatim.com) – MB (48) warga Jatipurwo, Surabaya tega mencuri sepeda motor milik temannya sendiri, Rabu (24/12/2025) kemarin. Aksi pencurian itu dilakukan oleh pelaku saat korban sedang nongkrong di sebuah warung kopi di Jalan Wonokusumo Wetan.

    Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto mengatakan korban bisa mengetahui pelaku pencurian sepeda motor adalah rekannya sendiri karena sempat melihat sepintas postur dan pakaian dari MB.

    “Korban lantas mencari keberadaan pelaku MB. Namun, pelaku malah kabur. Sehingga kecurigaan korban kepada MB kian besar,” kata Suroto, Senin (5/1/2025).

    Tepat tujuh hari pencarian, korban melihat pelaku sedang jalan kaki di wilayah Wonokusumo. Seperti harimau, korban lantas berlari dan memukuli pelaku. Aksi korban sempat membingungkan warga sekitar. Namun, setelah mengetahui MB adalah pelaku curanmor, warga pun ramai-ramai ikut memukuli pelaku.

    “Kami terima laporan adanya maling motor yang dipukuli warga. Lalu kami datangi lokasi dan langsung mengamankan pelaku,” imbuhnya.

    Setelah menjalani perawatan, MB diperiksa secara intensif di Polsek Semampir. Dari pengakuannya, ia nekat mencuri karena membutuhkan uang. Saat di lokasi, ia melihat sepeda motor rekannya terparkir jauh dari pandangan korban.

    “Motor sudah dijual oleh pelaku. Saat ini kami memburu penadahnya,” pungkas Suroto.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara 7 tahun. (ang/ian)

  • Malam Tahun Baru, Ini Daftar Lengkap 33 Jalan Ditutup, Rute Alternatif dan Rekayasa Lalin di Jakarta

    Malam Tahun Baru, Ini Daftar Lengkap 33 Jalan Ditutup, Rute Alternatif dan Rekayasa Lalin di Jakarta

    Berikut rute alternatif pada saat dilakukan pengalihan arus lalu lintas (bersifat situasional):

    1. Rekayasa Lalu Lintas Simpang Harmoni-Bundaran Patung Pemuda Membangun dapat melalui rute alternatif sebagai berikut: 1. Lalu Lintas dari Selatan (Blok M) ke Utara (Harmoni) dapat melalui Jalan Melawai-Jalan Iskandarsyah Raya-Jalan Pattimura-Jalan Hang Lekir IJalan Hang Tuah-Jalan Hang Lekir IV-Jalan Hang Lekir II-Jalan Hang Lekir I-Jalan Asia Afrika-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Gatot SubrotoJalan KS Tubun-Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Cideng-dst. Atau dapat melalui Jalan Kyai Maja-Jalan Pakubuwono VI-Jalan Hang Lekir II-Jalan Hang Lekir I-Jalan Asia Afrika-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Gatot Subroto-Jalan KS Tubun-Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Cideng-dst.

    2. Lalu Lintas dari Timur (Pancoran) ke Barat (Slipi) dapat melalui Jalan Gatot Suroto-Jalan S. Parman-dst.

    3. Lalu Lintas dari Barat (Slipi) ke Timur (Pancoran) dapat melalui Jalan S. Parman-Jalan Gatot Suroto-dst.

    4. Lalu Lintas dari Timur (Kampung Melayu) ke Barat (Tanah Abang) dapat melalui Jalan HR Rasuna Said-Jalan Prof. Dr. Satrio-Jalan KH Mas Mansyur-dst.

    5. Lalu Lintas dari Barat (Tanah Abang) ke Timur (Kampung Melayu) dapat melalui Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Prof. Dr. Satrio-HR Rasuna Said-dst.

    6. Lalu Lintas dari Timur (Manggarai) ke Barat (Karet) dapat melalui Jalan Sultan Agung-Jalan Galunggung-Jalan R.M Margono Djojohadikoesoemo-Jalan Pasar Baru Karet Timur 3-Jalan Karet Pasar Baru Timur 2-Jalan Karet Pasar Baru Timur 1-dst.

    7. Lalu Lintas dari Barat (Karet) ke Timur (Manggarai) dapat melalui Jalan R.M Margono Djojohadikoesoemo-Jalan Galunggung-Jalan Sultan Agung-dst.

    8. Lalu Lintas dari Selatan (Tanah Abang) ke Utara (Harmoni) dapat melalui Jalan Jati Baru Raya–Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit-dst.

    9. Lalu Lintas dari Utara (Harmoni/Gn. Sahari) ke Selatan (Rasuna Said/Pancoran) dapat melalui Jalan Ir. H. Juanda-Jalan Pos-Jalan Gedung Kesenian-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Lapangan Banteng Barat-Jalan Pejambon-Jalan M.I Ridwan Rais ke arah Rasuna Said-dst. Atau dapat melalui Jalan Gunung Sahari – Jalan Kramat RayaJalan Salemba-Jalan Proklamasi-Jalan Tambak-Jalan Prof. Dr. Sahardjo dst.

    B. Rekayasa Lalu Lintas di sekitar kawasan Monumen Nasional:

    1. Pengalihan arus lalu lintas di ruas jalan dengan rincian sebagai berikut:a. Simpang Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Medan Merdeka Selatan.b. Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat / untuk arah timur tutup di Simpang Agus Salim.c. Jalan K.H Wahid Hasyim.d. Jalan Majapahit.e. Jalan Veteran III.f. Jalan Veteran II.g. Simpang Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara.h. Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MI Ridwan Rais.i. Simpang Jalan Perwira–Jalan Lapangan Banteng Barat.j. Simpang Jalan Abdul Rahman Saleh-Jalan Kramat Kwitang.

    2. Rute alternatif pada saat pengalihan arus lalu lintas sebagai berikut:A. Dari Arah Timur (Pasar Senen) yang akan menuju ke arah Barat (Harmoni) dapat melalui Jalan Senen Raya-Jalan Kwini I-Jalan Abdul Rahman Saleh-Jalan Kramat Kwitang-Putar Balik Barat-Barat-Jalan Kramat Kwitang-Jalan Arief Rahman Hakim-Tugu Tani-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Katedral-Jalan Veteran dst atau dapat melalui Jalan Gunung SahariJalan Budi Utomo-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan KatedralJalan Veteran dst.

    B. Dari arah Selatan (Cikini) yang akan menuju ke Utara (Jalan Veteran) dapat melalui Jalan Menteng Raya-Jalan Arief Rahman Hakim-Tugu Tani-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Katedral dst.

    C. Dari arah Utara (Jalan Gunung Sahari) yang akan menuju ke Selatan (Tugu Tani) dapat melalui Jalan Dr. Sutomo-Jalan Gedung KesenianJalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Lapangan Banteng Barat-Jalan Taman Pejambon-Jalan Pejambon-Jalan Medan Merdeka Timur dst

    D. Dari arah Jalan Batu III menuju ke arah Utara (Harmoni) dapat melalui Jalan Medan Merdeka Timur- Jalan MI Ridwan Rais-berputar di Tugu Tani-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Katedral-Jalan Veteran dst

    E. Arah lalu lintas dari Arah Barat (Tomang) yang akan menuju Arah Timur (Pasar Senen) dapat melalui Jalan Tomang Raya-Jalan Kyai Caringin-Balikpapan-Jalan Suryopranoto-Jalan Ir. Juanda-Jalan PosJalan Dr. Sutomo-Jalan Gunung Sahari dst.

    3. Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Kawasan Lapangan Banteng:A. Simpang Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Medan Merdeka Selatan.B. Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat / untuk arah timur tutup di Simpang Agus Salim.C. Jalan K.H Wahid Hasyim.D. Jalan MajapahitE. Jalan Veteran III; f) Jalan Veteran II.G. Simpang Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Medan Merdeka Utara.H. Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan MI Ridwan Rais.I. Simpang Jalan Perwira–Jalan Lapangan Banteng Barat.J. Simpang Jalan Abdul Rahman Saleh-Jalan Kramat Kwitang.

  • Dua Petugas Keamanan di Pulogadung Diprovokasi Sebelum Disiram Air Keras
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        26 Desember 2025

    Dua Petugas Keamanan di Pulogadung Diprovokasi Sebelum Disiram Air Keras Megapolitan 26 Desember 2025

    Dua Petugas Keamanan di Pulogadung Diprovokasi Sebelum Disiram Air Keras
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dua petugas keamanan lingkungan di Pulogadung, Jakarta Timur, sempat diancam dan diprovokasi sebelum disiram cairan yang diduga air keras, Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.
    Kapolsek
    Pulogadung
    , Kompol Suroto, menjelaskan bahwa kedua
    petugas keamanan
    tersebut, Teguh Purwadi (56) dan Zaenudin (55), saat itu sedang berjaga di portal lingkungan RW 04.
    Menurut Suroto, Teguh dan Zaenudin melihat tiga sepeda motor yang masing-masing ditumpangi tiga orang berhenti di depan portal.
    “Diseberang pintu portal RW 04 sambil berteriak dan mengejek/meledek (
    provokasi
    ) ke arah portal RW 04. Melihat kejadian tersebut Teguh dan Zaenudin segera menutup dan mengunci pagar portal,” ucap Suroto saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).
    “Kemudian mundur ke arah pemukiman, menurut keterangan Teguh dan Zaenudin dengan membawa senjata tajam jenis Corbek dan celurit,” jelasnya.
    Tak lama kemudian, para terduga pelaku menyiramkan cairan yang diduga
    air keras
    ke arah aspal di sekitar lokasi.
    Cairan tersebut langsung mengeluarkan asap putih pekat.
    “Serta adanya siraman air yang diduga sebagai air keras karena berasap saat mengenai aspal,” tuturnya.
    Usai kejadian, Teguh dan Zaenudin menghubungi Ketua RW 04, Supriyono, untuk melaporkan insiden tersebut.
    Suroto memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa itu.
    “Selanjutnya Teguh dan Zaenudin menghubungi ketua RW. Kejadian tersebut tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Atas kejadian tersebut tidak ada laporan resmi ke Polsek Pulogadung,” tuturnya.
    Meski demikian, Suroto menegaskan pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut.
    Polisi juga telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Bekasi, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur.
    “Untuk saat ini masih penyelidikan. Sudah dilakukan pengecekan TKP di Jalan Raya Bekasi, Jatinegara Kaum, Pulogadung,” jelas Suroto.
    Sebelumnya, sejumlah orang tak dikenal diduga menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah petugas keamanan lingkungan di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.
    Peristiwa ini terekam kamera pengawas dan viral di media sosial.
    Video kejadian tersebut diunggah oleh akun Instagram @lbj_jakarta.
    Dalam rekaman itu terlihat dua petugas keamanan tengah berjaga di dekat portal lingkungan.
    Tak lama kemudian, keduanya berlari menjauh ketika seseorang mendekat dan melemparkan cairan ke arah mereka.
    Usai cairan tersebut disiramkan, area sekitar lokasi tampak diselimuti asap putih, yang menguatkan dugaan bahwa cairan tersebut bersifat korosif.
    “Berdasarkan rekaman kamera CCTV, terlihat dua orang pelaku mendatangi lokasi dan menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah seorang warga yang saat itu sedang berjaga di pintu portal keamanan,” tulis keterangan akun Instagram @lbj_jakarta.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sosok Rospita Vici Paulyn, Ketua Majelis Sidang Sengketa Dokumen Ijazah Jokowi di KIP

    Sosok Rospita Vici Paulyn, Ketua Majelis Sidang Sengketa Dokumen Ijazah Jokowi di KIP

    GELORA.CO – Sengketa terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berlangsung. Kasus ini tidak hanya menyoroti keabsahan dokumen, tetapi juga persoalan transparansi dan tata kelola administrasi publik di Indonesia.

    Pada Senin (17/11/2025), Ketua majelis sidang Komisi Informasi Pusat (KIP) RI, Rospita Vici Paulyn, mencecar pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai termohon terkait kelengkapan berkas Jokowi di sidang sengketa ijazah di Jakarta.

    Rospita Vici Paulyn, mempertanyakan kelengkapan berkas Jokowi yang dimiliki oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

    Pihak UGM dianggap tidak dapat memberikan salinan berkas yang diminta, yang menimbulkan keraguan terkait penguasaan dokumen tersebut.

    Selain itu, KPU Surakarta juga menjadi sorotan karena melakukan pemusnahan arsip pencalonan Jokowi yang dianggap masih berpotensi disengketakan.

    Sementara, Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa ijazah asli Jokowi saat ini berada dalam penguasaan mereka untuk keperluan proses hukum.

    Peran Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

    Di tempat yang sama, ANRI dikonfirmasi tidak menyimpan salinan primer ijazah Jokowi, yang memicu gugatan hukum oleh seorang pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi.

    Bonatua menilai ketiadaan dokumen tersebut menghambat penelitian akademisnya yang berstandar internasional dan menegaskan pentingnya verifikasi data primer untuk menjaga kualitas riset.

    Analis Sosial Politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas publik dalam kasus ini.

    Ia menilai bahwa kegigihan tokoh-tokoh yang menelusuri kebenaran ijazah Jokowi menunjukkan adanya masalah serius dalam tata kelola administrasi calon kepala daerah.

    Tuntutan Aliansi Pro Demokrasi (Prodem) Jawa Tengah

    Sebelumnya, Kelompok masyarakat Prodem Jawa Tengah mengajukan aduan sengketa informasi terhadap KPU Surakarta yang menolak memberikan salinan ijazah Jokowi saat pencalonan Wali Kota.

    Mereka menuntut keterbukaan informasi sebagai bagian dari demokrasi dan transparansi publik.

    Terjadi Perdebatan di Persidangan, Ketua Majelis Cecar UGM 

    Rospita Vici Paulyn, Ketua majelis sidang Komisi Informasi Pusat (KIP) mencecar pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai termohon terkait kelengkapan berkas Jokowi di sidang sengketa ijazah, Jakarta, pada Senin (17/11/2025).

    Ketua majelis sidang Rospita Vici Paulyn mempertanyakan sejumlah salinan berkas Jokowi yang dimiliki UGM. “Ini persoalannya dari pihak UGM menjawabnya tidak dalam penguasaan. Tidak dalam penguasaan itu artinya tidak ada berarti,” ujar Rospita. 

    Dalam sidang sengketa ini menghadirkan sejumlah pihak seperti Universitas Gajah Mada (UGM), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Polda Metro Jaya.

    KPU Surakarta mengatakan pemusnahan dilakukan lantaran arsip telah tersimpan selama dua tahun. Namun, ketua sidang mempertanyakan pemusnahan arsip tersebut.

    “Selama itu berpotensi disengketakan tidak boleh dimusnahkan. Saya bingung, arsip mana yang satu tahun dimusnahkan. Masa retensi penyimpanan arsip itu tidak ada yang di bawah lima tahun,” ujar ketua majelis sidang.

    Polda Metro Jaya mengatakan bahwa berkas Jokowi termasuk ijazah asli sudah diterima untuk kebutuhan proses hukum. 

    “Untuk ijazah asli (Jokowi) saat ini berada dalam penguasaan Polda Metro Jaya untuk kepentingan proses hukum,” ujar perwakilan Polda Metro Jaya.

    Sementara, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengonfirmasi tidak menyimpan salinan ijazah primer milik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi, secara resmi menggugat ANRI atas kegagalan lembaga tersebut menyediakan salinan data primer ijazah Jokowi. 

    Hal itu terungkap dalam sidang perdana atas sengketa informasi publik di Komisi Informasi Pusat (KIP) pada Senin (13/10/2025). 

    Dalam persidangan, Bonatua menjelaskan urgensi kebutuhannya terhadap dokumen tersebut. 

    Sebagai seorang peneliti yang tengah mengerjakan riset berstandar internasional, ia memerlukan data yang validasinya tidak diragukan. Ia menegaskan bahwa untuk penelitian sekelas Scopus, verifikasi data adalah kunci utama. “Kelebihan peneliti Scopus dalam hal uji data bahwa uji data saya harus terverifikasi dan tervalidasi,” ujarnya kepada Majelis KIP di Jakarta, Senin (13/10/2025).

    Menurutnya, ANRI adalah lembaga paling kredibel untuk mendapatkan salinan dokumen primer tersebut demi menjaga kualitas penelitiannya. Ia berargumen bahwa dokumen sepenting ijazah seorang presiden seharusnya sudah beralih status dari arsip statis di Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi arsip negara di ANRI.

    “Lembaga yang paling terverifikasi di sini adalah ANRI. Setelah itu KPU mengingat statis story dari dokumen sekarang data yang saya butuhkan seharusnya posisinya sudah berpindah ke ANRI, maka dokumen primer itu seharusnya sudah di tangan ANRI,” ungkap Bonatua.

    Ia menambahkan, penelitiannya menjadi tidak sempurna karena ANRI tidak dapat menyediakan dokumen yang ia butuhkan.

    Salinan ijazah yang sebelumnya didapat dari KPU dianggap tidak cukup kuat untuk mendukung validitas penelitiannya, karena yang dibutuhkan adalah salinan primer yang tersimpan sebagai arsip negara.

    Sebelumnya, salinan ijazah Jokowi yang diperoleh dari KPU telah dikonfirmasi sama dengan versi yang selama ini beredar luas di media sosial. Namun, kesamaan ini tidak menjawab pertanyaan mendasar mengenai keberadaan dokumen asli atau salinan primernya yang seharusnya tersimpan di lembaga arsip negara.

    Sebelumnya, kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Pro Demokrasi (Prodem) Jawa Tengah mendatangi Kantor Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Tengah untuk menindaklanjuti aduan dilayangkan pada 18 September 2025. 

    Menurut Ketua Prodem Jawa Tengah, Suroto, aduan itu dilayangkan karena adanya sengketa informasi terhadap KPU Surakarta yang tak mau memberikan salinan ijazah Joko Widodo saat pencalonan Wali Kota.

    “Tujuan kami sederhana, hanya ingin mencocokkan salinan ijazah yang sudah diberikan oleh KPU pusat dengan yang dimiliki oleh KPU Surakarta. Ini untuk memastikan data yang beredar benar dan valid,” ujar Suroto.

    Kata Suroto, publik memiliki hak untuk mengetahui data pribadi pejabat publik yang bersifat administratif sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

    “Kami menilai, keterbukaan informasi adalah bagian dari demokrasi. Publik berhak tahu, terutama soal dokumen penting seperti ijazah kepala negara,” tegasnya.

    Profil dan Biodata Rospita Vici PaulynNama: Rospita Vici PaulynTempat, Tanggal Lahir: Jayapura, 11 Juni 1974

    Pendidikan:

    S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura

    Karier dan Pengalaman:

    Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia sejak April 2022Ketua Komisi Informasi (KI) Kalimantan Barat dua periodeDosen di Lembaga Manajemen Sukabumi (1998-2000)Bekerja di PT Supra Securinvest, Jakarta (2000-2001)Bergabung di Unit Pengelolaan Kompleks Wilayah Barat II – Sunrise Garden, Yayasan Pendidikan BPK Penabur Jakarta (2002-2003)Pendiri dan Direktur CV Prima Karya Khatulistiwa, perusahaan konsultan teknik di bidang konstruksi di Pontianak

    Penghargaan dan Prestasi:

    Mengantarkan Kalimantan Barat meraih peringkat pertama pada penilaian Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Nasional kategori Pemerintah Provinsi (2017-2018)

    Komitmen:

    Mengundurkan diri dari perusahaan dan organisasi pada akhir 2015 sebagai komitmen saat menjadi Komisioner Komisi Informasi Provinsi KalbarRospita Vici Paulyn dikenal sebagai sosok profesional yang aktif dalam bidang keterbukaan informasi publik dan pengembangan layanan konstruksi.Ia juga memiliki latar belakang akademis dan pengalaman kerja yang luas di berbagai bidang, serta dedikasi tinggi terhadap transparansi dan pelayanan publik.

  • Komplain Foto tak Sesuai, Pelanggan Michat di Surabaya Dibacok Teman Pria

    Komplain Foto tak Sesuai, Pelanggan Michat di Surabaya Dibacok Teman Pria

    Surabaya (beritajatim.com) – Seorang warga Surabaya berinisial HD (25) menjadi korban pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam, Sabtu (8/11/2025) malam di sebuah hotel Jalan Jagalan Raya. Akibatnya, korban yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang parkir ini harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

    Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto mengatakan, pengeroyokan dengan mengenakan senjata tajam itu dilakukan oleh 4 orang berinisial AH, AZ, AK dan MA. Dari keempat pelaku, polisi baru menangkap AH.

    “Tiga orang buron. Saat ini masih kami kejar,” kata Suroto.

    Suroto menjelaskan, peristiwa itu dipicu oleh rasa sakit hati AH kepada HD pada akhir September 2025 lalu. Saat itu, HD menghina dan komplain kepada AH. Komplain yang dilontarkan terkait dengan perbedaan wajah perempuan yang sepakat memberikan layanan jasa seksual ke HD.

    “HD sepakat dengan seorang perempuan berinisial SA untuk kencan di hotel. Ketika sampai kamar hotel, HD merasa foto SA tidak sesuai. Sehingga HD memberikan uang ganti rugi hanya Rp 150 ribu,” jelas Suroto.

    Komplain dan hinaan HD membuat luka dendam di hati AH. Sepekan kemudian, AH bertemu oleh HD di hotel yang sama. Saat itu, AH baru saja mengantar teman wanitanya ke sebuah tempat hiburan malam. AH lalu pulang ke rumah mengambil celurit sembari menelepon ketiga pelaku yang saat ini buron.

    “Keempat pelaku datang ke hotel lalu mengeroyok HD. AH yang sudah kalap lalu membacok korban berulang kali,” terangnya.

    Akibat peristiwa itu, HD mengalami luka bacok di bagian pinggang, leher dan punggung. Sementata tersangka AH dijerat dengan pasal berlapis yang menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam menangani kasus kekerasan.

    Ia dikenakan Pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan dan Pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan berat, juncto Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam tanpa izin. [ang/ian]

  • Menelusuri Kiprah Emas Ki Anom Suroto Semasa Hidup

    Menelusuri Kiprah Emas Ki Anom Suroto Semasa Hidup

    JAKARTA – Dalam dunia seni pedalangan, nama Ki Anom Suroto bagaikan bintang terang yang tak pernah padam. Sosoknya telah melintasi generasi, menjadi inspirasi bagi para dalang muda dan penikmat seni wayang kulit di seluruh nusantara. Dengan suara yang khas, penguasaan lakon yang mendalam, serta kemampuan memadukan tradisi dengan sentuhan modern. Ki Anom Suroto menegaskan dirinya sebagai salah satu maestro dalang paling berpengaruh dalam sejarah budaya Jawa.

    Ki Anom Suroto lahir di Klaten, Jawa Tengah, dan sejak kecil sudah akrab dengan dunia wayang yang menjadi denyut kehidupan masyarakat sekitarnya. Bakatnya sebagai dalang sudah terlihat sejak usia muda, ketika ia mulai belajar mendalang dari para guru besar pedalangan di daerahnya. Seiring waktu, kepiawaiannya berkembang pesat hingga ia dikenal memiliki gaya pementasan yang khas, menggabungkan teknik tradisional yang halus dengan improvisasi yang hidup dan komunikatif.

    Dikenal luas melalui pementasan di berbagai kota bahkan hingga ke luar negeri, Ki Anom Suroto tidak sekadar tampil sebagai dalang, tetapi juga sebagai seniman yang mampu menjembatani nilai-nilai klasik dengan selera masyarakat modern. Cerita-cerita Mahabharata dan Ramayana di tangannya menjadi lebih segar tanpa kehilangan makna filosofisnya. Ia juga dikenal dengan keahliannya dalam berinteraksi dengan penonton, menjadikan setiap pertunjukan wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan.

    Selain sebagai dalang, Ki Anom Suroto juga aktif dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian wayang kulit. Ia membina banyak murid dan turut mendirikan sanggar seni yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar dan mencintai budaya Jawa. Kontribusinya dalam memperkenalkan wayang ke ranah internasional pun membuat namanya tercatat sebagai tokoh penting dalam diplomasi kebudayaan Indonesia.

    Kini, di usianya yang tak lagi muda, Ki Anom Suroto tetap dihormati sebagai tokoh besar yang telah mengabdikan hidupnya untuk seni dan budaya. Ia adalah simbol dedikasi, ketekunan, dan kecintaan terhadap warisan leluhur yang tak ternilai. Dalam setiap sabetan, suluk, dan petuah yang ia lontarkan di atas panggung, tersimpan pesan mendalam tentang kehidupan, kebijaksanaan, dan keindahan budaya Jawa yang abadi.

    Dengan perjalanan panjang dan karya yang tak terhitung jumlahnya. Ki Anom Suroto bukan hanya dalang, melainkan penjaga ruh kebudayaan, sosok yang membuktikan bahwa seni tradisi akan selalu hidup, selama ada generasi yang mau mendengarkan dan meneruskannya.

  • Tangis Pelawak Kirun Pecah saat Takziah ke Rumah Duka Ki Anom Suroto

    Tangis Pelawak Kirun Pecah saat Takziah ke Rumah Duka Ki Anom Suroto

    Ki Anom Suroto mempunyai nama lengkap Ki KKRT H Lebdo Nagoro Anom Suroto. Lahir pada tanggal 11 Agustus 1948 di Klaten. Ki Anom sudah pernah tampil di RRI sejak 1968 dan pernah menjabat sebagai Ketua III Pengurus Pusat Persatuan Pendalangan Indonesia (Pepadi) 1996-2001.

    Sebagai seorang dalang, Ki Anom sudah mendalang sejak usia 12 tahun dan belajar melalui sang ayah yang juga seorang dalang bernama Ki Sadiyun Harjadarsana. Ia kemudian tumbuh besar dengan banyaknya kecintaannya pada wayang kulit.

    Ki Anom juga mempunyai akses dengan para dalang mentereng lainnya seperti Ki Nartasabdo. Selain itu kemampuan mendalangnya dipelajari melalui kursus pendalangan di berbagai tempat.

    Ki Anom pernah belajar mendalam di Himpunan Budaya Surakarta (HBS), Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Pawiyatan Kraton Surakarta, hingga di Habiranda Yogyakarta. Adapun pada 1968 Ki Anom debut sebagai pendalang di Radio Republik Indonesia (RRI).

    Melansir dari beberapa sumber, Ki Anom mempunyai karya-karya yang tidak hanya dikenal di dalam negeri namun juga secara internasional. Ki Anom mempunyai ciri khas tersendiri dan membuatnya menjadi dalang Indonesia pertama yang pernah tampil di lima benua.

    Dia pernah mendalang di Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Spanyol, Australia, hingga Rusia. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu bentuk kesuksesan Ki Anom dalam memperkenalkan budaya Indonesia di negara lain.

    Ki Anom juga mempunyai banyak prestasi yang berhasil ia raih, mulai dari terpilih sebagai dalang kesayangan dalam Pekan Wayang Indonesia VI 1993. Kemudian mendapatkan Satya Lencana Kebudayaan yang saat itu diberikan oleh Presiden RI Soeharto.

  • Kisah Ki Anom Suroto Jadi Dalang di Umur 12 Tahun hingga Tampil di Lima Benua

    Kisah Ki Anom Suroto Jadi Dalang di Umur 12 Tahun hingga Tampil di Lima Benua

    Liputan6.com, Jakarta Dunia kesenian berduka. Maestro dalang wayang kulit Kanjeng Raden Tumenggung Haryo Lebdo Nagoro atau akrab disapa Ki Anom Suroto meninggal dunia, Kamis (23/10) sekira pukul 07.00 WIB.

    Ki Anom Suroto meninggal setelah mendapatkan perawatan di RS Dr Oen Kandangsapi sejak empat hari lalu, akibat sakit jantung yang diderita.

    “Iya benar bapak meninggal dunia tadi. Ini saya masih ngurus jenazahnya,” kata anak Ki Anom Suroto, Jatmiko, Kamis (23/10/2025).

    Jenazah Ki Anom Suroto akan dimakamkan di pemakaman keluarga, Depokan, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah sore ini pukul 15.00 WIB.

    “Pemakaman hari ini jam tiga di Juwiring, Klaten jam tiga sore,” ujar Jatmiko saat ditemui merdeka.com di rumah duka.

    Ki Anom Suroto meninggalkan seorang istri Rita Diana S dan delapan anak. Yakni, Retno Widowati, Shintowati Dwi, Triwati Rossana, Galuh Setyowati, Damar Sasongko, MPP Bayu Aji Jatmiko dan Maya Damayati.