Tag: Supriyanto

  • Profil Raline Shah, dari Model hingga Jadi Staf Khusus Kementerian Komdigi

    Profil Raline Shah, dari Model hingga Jadi Staf Khusus Kementerian Komdigi

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid baru saja menunjuk Raline Shah sebagai Staf Khusus Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital Komdigi.

    Pemilik nama lengkap Raline Rahmat Shah itu ditunjuk sebagai Stafsus Komdigi berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Komdigi terkait pengangkatan stafsus Menkomdigi.

    Bersama dengan Raline Shah, Menkomdigi juga menyambut lima Dirjan lainnya, yakni Wayan Toni Supriyanto sebagai Dirjen Infrastruktur Digital, Mira Tayyiba sebagai Dirjen Teknologi Pemerintah Digital, Edwin Hidayat sebagai Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Alexander Sabar menjadi Dirjen Pengawasan Ruang Digital, dan Fifi Aleyda Yahya sebagai Dirjen Komunikasi dan Media.

    Profil Raline Shah

    Memiliki nama lengkap Raline Rahmat Shah, dia lahir pada 4 Maret 1985 dan merupakan anak dari seorang pengusaha sekaligus mantan anggota MPR dan DPR, Rahmat Shah bersama denhan istrinya Roseline Abu, seorang filantropis keturunan Melayu.

    Raline sempat tinggal di Jakarta dan Medan saat masih kecil, sebelum pindah ke Johor Bahru, Malaysia pada 1998. 

    Di sana dia bersekolah di Kolej Tuanku Ja’afar, sebuah sekolah asrama di Negeri Sembilan, Malaysia. Selama menempuh pendidikan, dia memulai kiprahnya di dunia film dengan menyutradarai 2 drama sekolah, berakting dalam 3 musikal dan berbagai produksi teater. 

    Kemudian, Raline melanjutkan pendidikan dengan berkuliah di National University of Singapore jurusan ilmu politik, dan menerima gelar dalam Ilmu Politik & Media Baru dan Komunikasi pada 2007. 

    Raline kemudian memulai kariernya di dunia hiburan dengan menjadi model untuk Mannequin Studios sejak 2004 hingga 2008.

    Dia juga sempat bekerja di Departemen Hubungan Masyarakat Paragon Medical selepas lulus kuliah dari 2008 hingga 2011.

    Setelah menjadi model, dia kemudian mulai terjun ke dunia hiburan dengan menjadi salah satu kontestan Puteri Indonesia pada 2008 mewakili Sumatera Utara. 

    Dalam gelaran bergengsi tersebut, Raline terpilih masuk dalam lima besar dan dianugerahi gelar “Putri Favorit Indonesia”.

    Raline kemudian memulai debut aktingnya pada 2012, dengan berperan sebagai Riani di film 5 Cm garapan sutradara Rizal Mantovani.

    Sejak itu, Raline mulai membintangi berbagai judul film seperti 99 Cahaya di Langit Eropa, Supernova, Surga Yang Tak Dirindukan, Orang Kaya Baru, dan sebuah film di Malaysia, Polis Evo 2.

    Sejak sekolah Raline sudah gemar mengumpulkan berbagai prestasi seperti Silver Youth International Award pada 2002 dan Gold International Youth Award pada 2003 atas prestasinya dalam bidang olahraga, seni, dan lingkungan.

    Dia juga menerima Best Business Studies Academic Achievement Award serta memperoleh Gold Duke of Edinburgh Award untuk eksplorasi, pendakian, dan kerja sosial.

    Selain karier dan prestasinya di dunia hiburan, Raline Shah juga sempat ditunjuk sebagai Komisaris Independen Air Asia pada 2017, dan memiliki bisnis kedai kopi bersama keluarga, Kisaku, di kawasan Blok M.

    Tak hanya itu, pada 2023 Raline juga pernah ditunjuk menjadi pembicara di KTT ASEAN 2023. Kala itu Raline didapuk untuk menjadi perwakilan dari generasi muda ASEAN.

    Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya memprioritaskan kemanusiaan melampaui batas-batas negara, dan nilai-nilai bersama yang mengikat masyarakat Asia Tenggara.

  • Balita Kembar di Nganjuk Tewas Tercebur Kolam Ikan di Rumahnya Sendiri

    Balita Kembar di Nganjuk Tewas Tercebur Kolam Ikan di Rumahnya Sendiri

    Liputan6.com, Surabaya -D Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Supriyanto membenarkan adanya peristiwa balita kembar tewas tercebur ke dalam kolam ikan.

    “Kedua korban itu berinisial DI dan DA, masing-masing berusia satu tahun. Mereka ditemukan meninggal dunia di kolam ikan depan rumahnya, Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk,” ujarnya kepada jurnalis di Surabaya, Senin (13/1/2024).

    Supriyanto mengatakan, peristiwa naas tersebut terjadi pada Jumat 10 Januari kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB.

    “Kedua korban ditemukan meninggal dunia di kolam ikan depan rumahnya oleh seorang kerabatnya bernama Suhartini,” ucapnya.

    Supriyanto mengungkapkan, kedua korban sempat dibawa ke sebuah klinik, namun nyawanya tidak tertolong. “Pada saat kejadian, orangtua korban sedang tidur,” ujarnya.

    Supriyanto menyebut, kedua korban memang sempat terlihat bermain di depan rumah. Kemudian ke bibir kolam ikan, hingga akhirnya tercebur dan tenggelam di sana.

    Polsek Pace, lanjut Supriyanto, bersama Tim INAFIS Polres Nganjuk telah mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi, dan mengamankan barang bukti berupa pakaian korban.

    “Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” ucapnya.

    Diketahui, kolam ikan tersebut memiliki panjang 190 cm, lebar 163 cm, dan tinggi 55 cm. Selain itu, tidak ada pagar pembatas yang mengitari kolam ikan.

  • Lelang Frekuensi 5G Segera Digelar, Ini Bocoran Pejabat Komdigi

    Lelang Frekuensi 5G Segera Digelar, Ini Bocoran Pejabat Komdigi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto memastikan lelang frekuensi akan dilakukan dalam waktu dekat.

    Ia mengatakan masih akan mempelajari dulu seperti apa mengenai lelang ini. Tapi yang pasti dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan lelang frekuensi sesuai dengan regulasi yang ada.

    “Ya misalnya frekuensi di sini 400 ya, 1,4. Kemudian di frekuensi 3,3. Nah ini kami akan lihat dulu seperti apa, karena kami kan belum ke dalam,” ujar Wayan di kantor Kementerian Komdigi, Senin (13/1/2025).

    “Nanti kami akan sampaikan sejauh mana,” imbuhnya.

    Ia menyebut, lelang tersebut bisa terlaksana tahun ini. Namun pihaknya masih harus berkoordinasi dulu dengan pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Keuangan, BPKP, dan lainnya untuk melihat harga dasarnya.

    “Mudah-mudahan tahun ini kan Januari ya. Nanti baru prosesnya sesuai dengan ketentuan, mungkin kami lakukan lelangan pengadilan frekuensi.” pungkasnya.

    Wacana soal lelang frekuensi 5G di Indonesia sudah direncanakan sejak tahun lalu. Lelang frekuensi direncanakan akan dilakukan bersamaan tiga frekuensi yaitu 700 MHz, 2,6 GHz, dan 26 GHz. Ini dilakukan karena adanya permintaan dari para operator.

    Dirjen SDPPI Kominfo terhadulu, Ismail, mengatakan lelang frekuensi dilakukan pada kuartal I/2025. Sebab penggunaan 2,6 Ghz akan berakhir pada akhir tahun ini.

    “Kalau menurut jadwal, 2,6 itu kan berakhir di akhir tahun. Berarti kita bisa early 2025 early first quarter harapan kita.” jelasnya.

    (fab/fab)

  • Fifi Aleyda Yahya Dirjen Baru di Komdigi, Cek Tugas dari Meutya Hafid

    Fifi Aleyda Yahya Dirjen Baru di Komdigi, Cek Tugas dari Meutya Hafid

    Jakarta, CNBC Indonesia – Fifi Aleyda Yahya dilantik sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Fifi dilantik bersama jajaran pejabat Kementerian Komdigi lainnya, di Lapangan Anantakupa, kantor Kementerian Komdigi, Senin (13/1/2025).

    Ketika pelantikan, Menkomdigi Meutya Hafid, menitipkan pesan untuk mantan pembawa berita itu memastikan komunikasi publik yang efektif, transparan dan juga kredibel.

    Selain itu ada alasan khusus untuk struktur baru Komdigi namanya diberi tambahan media.

    “Artinya apa? Harus ada penguatan kerja sama yang baik dengan media masa sebagai mitra strategis kita untuk melakukan komunikasi publik pemerintahan,” ujar Meutya saat pelantikan.

    Dalam Perpres no. 174/2024, tugas Dirjen Komunikasi Publik dan Media adalah perumusan kebijakan di bidang komunikasi publik dan media, pelaksanaan kebijakan di bidang komunikasi publik dan media, serta penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang komunikasi publik dan media. Selain itu, ada juga pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang komunikasi publik dan media serta pelaksanaan pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang komunikasi publik dan media.

    Fifi adalah mantan pembawa berita, presenter, dan host ternama yang lahir di Jakarta, 1 April 1973.

    Ia bekerja di Metro TV sejak 2001 dengan membawakan sejumlah acara Metro Hari Ini, Suara Anda, The Candidate, dan Sudut Pandang bersama Fifi Aleyda Yahya.

    Fifi yang juga mantan None Jakarta tahun 1995 itu pernah bekerja sebagai pembaca berita di TVRI dalam acara English News Service

    Diketahui, kini ia menjabat sebagai Ketua Komisi Komunikasi Publik Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI).

    Selain Fifi, Menkomdigi juga melantik sejumlah nama-nama lama di lingkungan Kementerian Komdigi, seperti Ismail, Mira Tayyiba, serta Wayan Toni Supriyanto.

    Berikut daftar Dirjen Komdigi yang baru dilantik Menkomdigi Meutya Hafid.

    Sekretaris Jenderal: Ismail
    Dirjen Teknologi Pemerintah Digital: Mira Tayyiba
    Dirjen Infrastruktur Digital: Wayan Toni Supriyanto
    Dirjen Pengawasan Ruang Digital: Alexander Subur
    Dirjen Komunikasi Publik dan Media: Fifi Aleyda Yahya
    Dirjen Ekosistem Digital: Edwin Hidayat Abdullah
    Inspektur Jenderal: Arief Tri Hardiyanto

    (dem/dem)

  • Ramai Startup RI Tutup, Komdigi Bakal Benahi Tata Kelola Ekosistem Digital

    Ramai Startup RI Tutup, Komdigi Bakal Benahi Tata Kelola Ekosistem Digital

    Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola digital di Tanah Air, sehingga memberi banyak manfaat bagi peningkatan ekonomi digital dalam negeri. 

    Edwin menuturkan saat ini ekosistem digital Tanah Air sedang diterpa isu kurang baik. Banyak startup dan unicorn melakukan PHK, hingga berguguran di tengah musim dingin pendanaan. 

    “Ke depan kita mengarah untuk dengan pertumbuhan digital ekonomi, pembenahan di ekosistem digital kan itu harus dijalankan ya supaya semuanya bisa lebih tergerak,” kata Edwin pasca dilantik di Komdigi, Senin (13/1/2025).

    Diketahui, beberapa startup terkenal memutuskan untuk tutup dalam beberapa tahun terakhir. Zenius, startup pendidikan online, terpaksa menghentikan sementara operasionalnya karena tantangan operasional.

    JD.ID, raksasa e-commerce asal China, memutuskan untuk menutup layanannya di Indonesia. Kemudian, rumah.com, salah satu portal properti terbesar di Indonesia ini juga melakukan PHK besar-besaran dan mengurangi layanannya.

    Edwin menambahkan terkait dengan tugas pokok dan fungsi atau tupoksi, pihaknya bakal memantau pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI yang meliputi gen AI dan biotech.

    Selain itu, pihaknya juga akan memantau terkait sektor logistik seperti e-Commerce dan sebagainya.

    “Mungkin kita lebih kepada pengembangan yang sudah baik ya, kita teruskan tapi kita lihat pengembangannya gimana,” ujarnya.

    Adapun, pada hari ini Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid melantik lima Direktur Jenderal (Dirjen) dalam nomenklatur baru di Komdigi.

    Adapun, kelima Dirjen baru tersebut dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden yang ditetapkan pada tanggal 2 Januari 2025 dan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Kelima Dirjen baru tersebut yakni, Wayan Toni Supriyanto yang dilantik sebagai Dirjen Infrastruktur Digital. Wayan sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI).

    Mira Tayyiba dilantik sebagai Dirjen Teknologi Pemerintah Digital, sebelumnya Mira mengampu jabatan sebagai Sekjen Kominfo.

    Lalu, Direktorat baru yaitu Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan dipimpin oleh Erwin Hidayat yang dilantik sebagai Dirjen Ekosistem Digital.

    Kemudian, untuk dua Dirjen lagi yaitu Dirjen Pengawasan Ruang Digital sendiri akan dipegang oleh Brigjen Pol Alexander Sabar dan Dirjen Komunikasi dan Media dipegang Fifi Aleyda Yahya.

  • Komdigi Angkat Dirjen Infrastruktur Digital Baru, Lelang Frekuensi Bakal Mundur?

    Komdigi Angkat Dirjen Infrastruktur Digital Baru, Lelang Frekuensi Bakal Mundur?

    Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto menyampaikan penataan spektrum frekuensi menjadi salah satu yang dikejar dalam jangka pendek. Namun, belum dapat memastikan apakah lelang digelar tahun ini.

    Adapun, Wayan Toni baru saja dilantik menjadi Dirjen Infrastruktur Digital oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. Wayan juga akan terus mengkaji lelang spektrum frekuensi yang diharapkan dapat terlaksana tahun ini. 

    “Mungkin kita lihat dahulu, habis itu baru kita siapkan untuk pengadaan pelelangannya,” kata Wayan di Komdigi, Senin (13/1/2025). 

    Selain sisi frekuensi, Wayan mengatakan bahwa pihaknya juga akan melihat perkembangan-perkembangan teknologi yang ada di Indonesia.

    Apalagi, saar ini sudah masuk beberapa satelit-satelit dari luar seperti Kuipers milik Amazon dan satelit dari China yang mulai mengorbit.

    “Tujuan kami adalah bagaimana mempercepat penetrasi penyelenggaraan komunikasi di Indonesia,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Wayan menjabarkan tentang tugas pokok dan fungsi atau tupoksi dari Direktorat yang dirinya pegang.

    Salah satu fokus utama dari Direktorat tersebut, kata Wayan adalah terkait infrastruktur komunikasi seperti kabel, radio, frekuensi, dan satelit. 

    “Pertama dari sisi konektivitas pemerataan. Itu ya Bakti di bawah kita untuk daerah 3T. Kemudian untuk daerah-daerah komersial tentu dengan penyelenggara komunikasi,” ucap Wayan.

    Adapun, pada hari ini Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid melantik lima Direktur Jenderal (Dirjen) dalam nomenklatur baru di Komdigi.

    Adapun, kelima Dirjen baru tersebut dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden yang ditetapkan pada tanggal 2 Januari 2025 dan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Kelima Dirjen baru tersebut yakni, Wayan Toni Supriyanto yang dilantik sebagai Dirjen Infrastruktur Digital. Wayan sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI).

    Mira Tayyiba dilantik sebagai Dirjen Teknologi Pemerintah Digital, sebelumnya Mira mengampu jabatan sebagai Sekjen Kominfo.

    Lalu, Direktorat baru yaitu Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan dipimpin oleh Erwin Hidayat yang dilantik sebagai Dirjen Ekosistem Digital.

    Kemudian, untuk dua Dirjen lagi yaitu Dirjen Pengawasan Ruang Digital sendiri akan dipegang oleh Brigjen Pol Alexander Sabar dan Dirjen Komunikasi dan Media dipegang Fifi Aleyda Yahya.

  • Ketua Komisi Komunikasi Publik ATVSI Fifi Aleyda Yahya Dilantik Jadi Dirjen Komdigi – Page 3

    Ketua Komisi Komunikasi Publik ATVSI Fifi Aleyda Yahya Dilantik Jadi Dirjen Komdigi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Ketua Komisi Komunikasi Publik ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia) Fifi Aleyda Yahya telah resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi.

    Ia dilantik bersama jajaran pejabat Kementerian Komdigi lainnya, termasuk staf ahli dan staf khusus di Lapangan Anantakupa, kantor Kementerian Komdigi, Senin (13/1/2025).

    Turut hadir dalam pelantikan tersebut, ada Ketua Umum ATVSI Imam Sudjarwo dan Sekretasi Jenderal ATVSI Gilang Iskandar. Imam pun memberikan ucapan selamat atas pelantikan Fifi Aleyda Yahya tersebut.

    “Atas nama ATVSI saya mengucapkan selamat kepada Ibu Fifi, sekaligus mendoakan agar sukses dan berhasil dalam tugasnya sebagai Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi,” tutur Imam seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (13/1/2025).

    Ia juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi Fifi Aleyda Yahya selama menjadi pengurus ATVSI.

    “Dan, kami harapkan hubungan dan kerja sama yang baik ini akan terus berlanjut di masa yang akan datang,” tuturya menutup pernyataan.

    Sebagai Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi akan menangani urusan komunikasi publik dan relasi dengan media agar program Komdigi dan pemerintah bisa terdiseminasi dengan baik kepada masyarakat.

    Selain Fifi, Menkomdigi juga melantik sejumlah nama-nama lama di lingkungan Kementerian Komdigi, seperti Ismail, Mira Tayyiba, serta Wayan Toni Supriyanto.

    Lebih lengkapnya, berikut daftar Dirjen Komdigi yang baru dilantik Menkomdigi Meutya Hafid.

    Sekretaris Jenderal: Ismail⁠
    Dirjen Teknologi Pemerintah Digital: Mira Tayyiba
    ⁠Dirjen Infrastruktur Digital: Wayan Toni Supriyanto⁠
    Dirjen Pengawasan Ruang Digital: Alexander Subur⁠
    Dirjen Komunikasi Publik dan Media: Fifi Aleyda Yahya⁠
    Dirjen Ekosistem Digital: Edwin Hidayat Abdullah
    ⁠Insprektur Jenderal: Arief Tri Hardiyanto

  • Pesan Menkomdigi untuk Pejabat Komdigi yang Baru Dilantik – Page 3

    Pesan Menkomdigi untuk Pejabat Komdigi yang Baru Dilantik – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid telah melantik jajaran pejabat tinggi Kementerian Komunikasi dan Digital. Selain itu, ia juga mengukuhkan staf ahli dan staf khusus.

    Dari jajaran Dirjen Komdigi yang dilantik, ada beberapa wajah lama, seperti di antaranya Ismail, Mira Tayyiba, serta Wayan Toni Supriyanto.

    Sementara untuk jajaran staf khusus, ada figur publik seperti Raline Shah dan pembaca berita Fifi Aleyda Yahya. Menurut Menkomdigi, pelantikan ini merupakan titik awal dari tanggung jawab besar yang akan diemban.

    “Jadi sekali lagi, lebih daripada seremonial, ini adalah langkah awal tanggung jawab besar yang akan diimban oleh saudara-saudari sekalian,” tuturnya dalam pelantikan yang digelar di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta (13/1/2025).

    Selain itu, Menkomdigi juga menuturkan, pelantikan ini merupakan momentum penting dalam upaya bersama memperkuat Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai motor penggerak transformasi digital di Tanah Air.

    Dengan keberagam latar belakang yang beragam pula, Meutya menuturkan, hal itu merupakan kekuatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

    “Saya yakin dengan integritas, dengan kerja keras, dan dedikasi yang tinggi, saudara-saudari akan mampu menjalankan tugas dan amanah ini sebaik-baiknya,” tutur Menkomdigi lebih lanjut.

    Dalam kesempatan itu, ia juga menitipkan pesan Presiden Subianto untuk menciptaan pemerintah yang bersih, menghindari ketidakefisienan, bersih dari manupulasi, serta bersih dari kongkalikong.

    “Hindari bentuk pemborosan. Setiap rupiah uang rakyat harus digunakan secara efektif dan sebaik-baiknya untuk kemanfaatan bangsa dan negara,” ujarnya melanjutkan.

  • Temuan Polisi soal Kasus 2 Balita Kembar di Nganjuk Tewas di Kolam Ikan saat Orang Tua Tidur Siang – Halaman all

    Temuan Polisi soal Kasus 2 Balita Kembar di Nganjuk Tewas di Kolam Ikan saat Orang Tua Tidur Siang – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Nasib tragis dialami dua balita kembar di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

    Kedua bocah kembar berusia sekitar 1 tahun itu, ditemukan tewas mengapung di kolam ikan rumah mereka di Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jumat (10/1/2025).

    Kedua balita kembar malang itu ditemukan mengapung di kolam ikan oleh saksi Suhartini (47) yang masih satu keluarga.

    Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Supriyanto, mengungkapkan bahwa saat kejadian, kedua orang tua korban tengah tidur siang di dalam rumah.

    “Bahwa benar telah terjadi peristiwa dua balita meninggal dunia di kolam ikan di Dusun Putuk, Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk,” kata Supriyanto, Sabtu (11/1/2025) dikutip dari Kompas.com.

    Supriyanto menyebutkan bahwa insiden ini terjadi pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB.

    Adapun orang yang pertama kali menyaksikan kejadian ini adalah Suhartini.

    “Jadi, awalnya saudari Suhartini ke rumah korban, berniat menjenguk. Namun, sampai depan rumah, dia mengetahui kedua korban sudah terapung di kolam ikan depan rumahnya,” jelas Supriyanto.

    Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP balita kembar yang ditemukan tewas terapung di kolam ikan depan rumahnya di Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (10/1/2025) (Dok. Polres Nganjuk)

    Saat itu, lanjut Supriyanto, salah satu korban ditemukan dalam keadaan telentang, sedangkan kembarannya dalam keadaan tengkurap.

    Dikatakan Supriyanto, saat ditemukan, kedua korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

    Sontak Suhartini memberitahukan hal itu kepada saksi lainnya, Kasmidi (53).

    Mereka lantas berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

    Kedua orang tua balita kembar yang mendengar teriakan tersebut sontak keluar dari rumah.

    “Mendengar teriakan itu, kedua orangtua korban yang saat itu tidur siang berlari ke depan rumah, lalu mengangkat (kedua korban) dari kolam ikan dan membawa kedua anaknya ke Klinik Fifa Husada,” ungkapnya.

    Temuan Polisi

    Sementara itu, Kapolsek Pace, AKP Pujo Santoso, mengungkapkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya dua balita kembar itu.

    Diduga kedua balita kembar malang itu tercebur ke kolam ikan saat sedang bermain.

    Diketahui juga bahwa kolam ikan tersebut tidak diberi pagar pembatas.

    “Kolam ikan yang berada di taman depan rumah tersebut lebarnya 163 sentimeter dan panjang 190 sentimeter, dengan ketinggian air 42 sentimeter dan tinggi kolam 55 sentimeter tanpa pagar pembatas,” kata Pujo.

    Selain itu, dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.

    Kedua orang tua pun sudah menerima kejadian yang merenggut nyawa kedua balita kembarnya.

    “Dari pihak orang tua atau keluarga sudah menerima kejadian tersebut,” sebut Pujo.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Suhartini Syok Lihat Bayi Kembar Mengapung di Kolam Ikan Depan Rumah, Orangtua Ternyata Tidur Siang

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (TribunJatim.com/Ani Susanti) (Kompas.com/Usman Hadi/Eris Eka Jaya)

  • Menkomdigi Meutya Hafid Lantik Pejabat Komdigi, Raline Shah Ditunjuk Jadi Staf Khusus – Page 3

    Menkomdigi Meutya Hafid Lantik Pejabat Komdigi, Raline Shah Ditunjuk Jadi Staf Khusus – Page 3

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid baru saja melantik Direktur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Dirjen Komdigi), pada Senin (13/1/2025) di Lapangan Anantakupa, Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta.

    “Saya Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, dengan ini secara resmi melantik saudara-saudari dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital,” ujar Meutya Hafid.

    Untuk diketahui, jabatan Dirjen Komdigi sendiri sebelumnya masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt). 

    Dari semua Dirjen Komdigi yang dilantik, masih ada beberapa wajah lama, seperti Ismail, Mira Tayyiba, Arief Tri Hadiyanto, Alexander Subur, dan Wayan Toni Supriyanto.

    Lebih lengkapnya, berikut daftar Dirjen Komdigi yang baru dilantik Menkomdigi Meutya Hafid.

    Sekretaris Jenderal: Ismail
    ⁠Dirjen Teknologi Pemerintah Digital: Mira Tayyiba
    ⁠Dirjen Infrastruktur Digital: Wayan Toni Supriyanto
    ⁠Dirjen Pengawasan Ruang Digital: Alexander Subur
    ⁠Dirjen Komunikasi Publik dan Media: Fifi Aleyda Yahya
    ⁠Dirjen Ekosistem Digital: Edwin Hidayat Abdullah
    ⁠Insprektur Jenderal: Arief Tri Hardiyanto

    Pada pelantikan dan sumpah jabatan ini, artis Raline Shah juga dilantik sebagai Staf Khusus Menkomdigi.