Tag: Supriyanto

  • Detik-detik Bocah Berusia 8 Tahun di Nganjuk Tewas Gara-gara Ledakan Petasan – Halaman all

    Detik-detik Bocah Berusia 8 Tahun di Nganjuk Tewas Gara-gara Ledakan Petasan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, NGANJUK – Febrian Akbar Kurnia (8) tewas  akibat terkena ledakan petasan,  Selasa (25/3/2025) sekira pukul 13.30 WIB.

    Febrian merupakan warga Dusun Ngronggot Wetan, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

    Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Supriyanto mengatakan insiden tersebut terjadi saat  korban sedang bermain petasan bareng kakaknya di jalan pematang sawah Dusun Ngronggot Wetan, Desa Ngronggot. 

    “Benar telah terjadi peristiwa seorang anak meninggal dunia akibat terkena ledakan petasan,” katanya dikonfirmasi, Rabu (26/3/2025). 

    Supriyanto menjelaskan petaka bermula saat korban mengambil petasan yang sebelumnya dinyalakan oleh kakaknya namun usai diambil dan dibuang, petasan itu tidak meledak. 

     Penasaran korban mendekati dan kembali menggenggam mercon itu.

    “Kemudian korban menggosok-gosok mercon tersebut hingga akhirnya meledak.”

    “Ledakan petasan itu menyebabkan luka serius pada bagian tubuh korban,” jelasnya. 

    Korban sempat dilarikan ke sebuah klinik guna mendapat pertolongan medis namun  nyawa korban tidak tertolong. 

    “Tim Polsek Ngronggot serta Inafis Polres Nganjuk telah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan saksi.”

    “Penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh Polsek Ngronggot untuk memastikan kronologi kejadian serta menelusuri asal-usul petasan yang digunakan,” jelasnya.  (Tribun Jatim Network/ Danendra Kusuma)

     

  • Resmi! iPhone 16 Mulai Dijual di Indonesia Mulai 11 April

    Resmi! iPhone 16 Mulai Dijual di Indonesia Mulai 11 April

    Bisnis.com, JAKARTA — Apple Inc. resmi akan menjual iPhone 16 series di Indonesia mulai 11 April 2025. Hal ini dilakukan setelah perusahaan tersebut resmi mengantongi sertifikasi TKDN dan IMEI dari pemerintah. 

    Berdasarkan situs resmi Apple, raksasa teknologi AS itu akan memboyong iPhone 16, termasuk iPhone 16 Pro, iPhone 16 Pro Max, iPhone 16, iPhone 16 Plus, dan iPhone 16e. 

    “Hari ini, Apple mengumumkan bahwa jajaran iPhone 16, termasuk iPhone 16 Pro, iPhone 16 Pro Max, iPhone 16, iPhone 16 Plus, dan iPhone 16e, akan tersedia mulai dari Jumat, 11 April,” ujar manajemen Apple, dikutip Rabu (26/3/2025). 

    Dalam pernyataan tersebut, Apple juga mulai menawarkan keunggulan iPhone 16 yang disebut menghadirkan performa cepat dan lancar dengan Apple silicon, hingga pembaruan kemampuan foto dan video yang inovatif. 

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membenarkan bahwa sertifikasi postel untuk iPhone 16 telah rampung. Apple tinggal mengurus IMEI untuk dapat berjualan iPhone 16 di Indonesia. 

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto  mengatakan bahwa permohonan Apple terkait sertifikasi iPhone 16 sudah masuk dalam sistem perizinan Komdigi. Saat ini perizinan untuk iPhone 16 series sudah rampung.

    “Prinsip kami memproses perizinan sertifikasi berdasarkan ketentuan yang ada. Dan betul bahwa proses sertifikasi sudah selesai untuk semua type yang dimohonkan,” kata Wayan kepada Bisnis. 

    Diberitakan sebelumnya, iPhone 16 series sudah mengantongi sertifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan akan segera dijual di Indonesia. Sertifikasi TKDN 40% telah resmi didapatkan dan terlihat pada situs resmi TKDN Kemenperin.

    Seluruh model iPhone series 16 tersebut telah memiliki TKDN 40% atau lebih tinggi dari ketentuan yang diberikan pemerintah 35% yang tertuang dalam Permenperin No 29/2017 tentang Ketentuan Dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, Dan Komputer Tablet.

  • Menkomdigi Cek Sinyal Internet di Stasiun Gambir, Tembus 50 Mbps

    Menkomdigi Cek Sinyal Internet di Stasiun Gambir, Tembus 50 Mbps

    Jakarta

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau kualitas jaringan telekomunikasi menghadapi puncak arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (26/3/2025). Koneksi yang akan dirasakan pemudik bisa mencapai sekitar 30 Mbps sampai 50 Mbps.

    Selain dari sisi pemantauan infrastruktur, Komdigi dan operator seluler pun saling berkoordinasi dengan menurunkan sumber daya manusia langsung ke lokasi.

    “Dari Kemkomdigi bersama operator seluler bagaimana kemarin sudah kami sampaikan itu kurang lebih turun 1.500 personel, di antaranya adalah juga di Stasiun Gambir dan di berbagai titik lainnya. Ada 30 mobil untuk memonitoring frekuensi dan juga layanan dari Kemkomdigi juga operator seluler,” ujar Meutya.

    Meutya sempat menanyakan perihal layanan internet yang dirasakan para pemudik di Stasiun Gambir. Ia mendapati tidak ada persoalan berarti, seperti masih bisa menikmati video streaming dengan lancar, begitu juga ketersediaan paket internet terjangkau.

    “Ya, itu Alhamdulillah-nya, tapi nanti dicek langsung. Kalau dari tadi penyampaian kepada kami Alhamdulillah semuanya lancar dari sisi jaringan dari sisi kecepatan internetnya tadi kita juga sudah cek langsung bahwa kurang lebih di 30-50 Mbps, Ini angkanya yang cukup cepat,” tuturnya.

    Pada kesempatan ini, Komdigi mengerahkan dua unit mobil pemantau spektrum di Stasiun Gambar untuk memastikan frekuensi dipakai untuk peruntukannya alias tidak ada disalahgunakan.

    Menkomdigi Meutya Hafid tinjau ketersediaan paket internet terjangkau di Stasiun Gambir, Jakarta. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan jika ada penurunan kecepatan internet sampai 2 Mbps atau 5 Mbps, maka Komdigi akan meminta kepada operator seluler untuk meningkatkan koneksinya lagi.

    “Kalau ada keluhan dari sisi frekuensi, kemudian dari sisi kualitas, kalau lemah, nanti akan kami langsung lakukan namanya ticketing kepada operator untuk segera menaikkan, kalau ada yang di bawah 2-5 Mbps untuk dinaikkan sinyalnya karena ini secara online dan real-time,” ucapnya.

    (agt/fay)

  • 2 WNA China Diringkus, Pakai BTS Palsu untuk Tebar SMS Massal Penipuan

    2 WNA China Diringkus, Pakai BTS Palsu untuk Tebar SMS Massal Penipuan

    Bisnis.com, JAKARTA – Dua warga negara asing (WNA) asal China ditangkap dalam operasi gabungan pada 18 dan 20 Maret 2025 karena menggunakan perangkat Base Transceiver Station (BTS) palsu untuk menyebarkan SMS penipuan.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan operasi ini merupakan bagian dari kerja Satuan Tugas Penanganan Fake BTS, yang dibentuk bersama dengan Bareskrim, Bank Indonesia, BSSN, Diskominfo DKI Jakarta, dan para operator seluler.

    “Penindakan ini adalah upaya mencegah kerugian material yang jauh lebih besar kepada masyarakat dari penipuan melalui pancaran Fake BTS. Mengingat perputaran uang dan transaksi pada momen hari raya meningkat signifikan,” kata Wayan dalam siaran pers, Selasa (25/3/2025).

    Perangkat BTS ilegal yang digunakan para pelaku mampu memancarkan sinyal di frekuensi 900 MHz, 1800 MHz, dan 2100 MHz.

    Teknologi ini disalahgunakan untuk mengelabui sistem jaringan seluler dan mengirimkan pesan massal (SMS blast) berisi penipuan yang berpotensi menyebabkan kerugian finansial signifikan. Terutama, di tengah meningkatnya transaksi keuangan masyarakat menjelang idulfitri.

    Wayan menjelaskan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama dengan aparat penegak hukum akan terus melanjutkan proses hukum terhadap para pelaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Dari sisi teknis, Kemkomdigi dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperkuat koordinasi dengan operator seluler guna memastikan keamanan sistem BTS secara menyeluruh.

    Langkah preventif tidak hanya melalui pengawasan lapangan, tetapi juga penguatan sistem internal seperti enkripsi.

    Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Himawan Bayu Aji, menyampaikan pihaknya terus mendalami jaringan pelaku serta teknologi yang digunakan, agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini.

    Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat menerima pesan-pesan promosi atau tautan dari nomor yang tidak dikenal, khususnya selama periode libur Idulfitri. Ia menekankan pentingnya kesadaran publik agar tidak mudah tertipu oleh pesan mencurigakan.

     

  • WNA China Sebar SMS Bajak HP ke Semua Nomor di SCBD, Caranya Begini

    WNA China Sebar SMS Bajak HP ke Semua Nomor di SCBD, Caranya Begini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto menjelaskan para penjahat siber menggunakan jaringan frekuensi 2G untuk menyebarkan pesan SMS phising.

    “Kan modusnya gini ya, alat ini sebenarnya dalam tanda kutip berarti seperti di jamming,” jelas Wayan saat konferensi pers Fake BTS, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025).

    Ketika bergerak, lanjutnya, korban akan menerima SMS blast dan saat membuka link yang dikirim melalui pesan tersebut jaringan sudah menjadi 4G lagi.

    Wayan menjelaskan, penipuan seperti ini tak hanya di Indonesia. Modus penipuan fake BTS juga terjadi di negara lain seperti Thailand, China, hingga Hongkong.

    “Karena yang dikirim harus data kan. Di beberapa negara juga 2G ini sudah tidak ada. Tapi mereka masih bisa melakukan. Kenapa? Di handphonenya 2G-nya tidak hilang,” jelas Wayan saat konferensi pers Fake BTS, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025).

    Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap dua Warga Negara Asing (WNA) asal China pelaku penipuan online dengan modus mengirim SMS phishing ilegal. Pelaku ditangkap di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

    Di dalam mobil terdapat perangkat rakit fake BTS pada semua frekuensi seluler.

    “Di dalam mobil terdapat perangkat perakitan fake BTS pada semua frekuensi seluler. Jadi frekuensi 1800 (MHz) ada, 900 (MHz) ada, 2,1 (GHz) ada. Luar biasa mereka memancarkan di semua frekuensi yang digunakan oleh seluler,” jelas Wayan.

    Dalam paparannya, Wayan menjelaskan bahwa pelaku fake BTS menggunakan alat rakitan untuk menjalankan aksinya. Mereka memancarkan alat tersebut dari mobil berjenis MPV dan berputar-putar di area yang menjadi target operasi mereka.

    Saat pengawasan, tim satgas juga menerima SMS blast penipuan ketika masuk di area operasi para pelaku. Ini menunjukkan pelaku berada dalam jarak yang dekat.

    (dem/dem)

  • Sosok Wildan Viral usai Pamer Punya Stok Penukaran Uang Baru Rp 2 Miliar, Kerjanya Apa?

    Sosok Wildan Viral usai Pamer Punya Stok Penukaran Uang Baru Rp 2 Miliar, Kerjanya Apa?

    GELORA.CO –  Sosok Wildan mendadak menjadi viral di media sosial setelah video dirinya memamerkan tumpukan uang baru senilai Rp 2 miliar beredar luas.

    Dalam video yang diposting, Wildan tampak menunjukkan sejumlah uang dengan pecahan Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000, serta mengajak warganet untuk datang menukarkan uang baru di lokasi yang terletak di depan Hotel Adam, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

    Pada video tersebut, Wildan juga menyebutkan bahwa ia memiliki stok uang baru sebanyak 10 R atau dua miliar rupiah.

    “Tanggal 19 Maret 2025, masuk 10 R ya, dua miliar, 10 R baru. Ini 5 R baru ya. 20 R ya. Terus seribuan baru. Dua ribuan ya,” katanya sambil memamerkan uang di ruko yang ia tunjukkan.

    Namun, aksi Wildan memamerkan uang baru tersebut menuai reaksi negatif dari warganet.

    Banyak yang merasa geram karena saat banyak orang kesulitan mencari kuota penukaran uang baru di Bank Indonesia, Wildan justru dengan mudah mendapatkan sejumlah uang tersebut.

    Beberapa warganet bahkan menuduh Wildan membeli uang baru dari oknum bank dengan biaya administrasi tinggi dan kemudian menjualnya kembali ke pedagang jalanan.

    Menanggapi reaksi tersebut, Wildan pun memberikan klarifikasi.

    Ia menjelaskan bahwa usaha penukaran uang baru yang ia jalankan sudah ia lakukan selama lima tahun.

    Wildan mengaku mendapatkan uang baru tersebut dari hasil kulakan atau membeli uang dari pihak lain, baik secara offline maupun online, bukan dari oknum bank.

    Meskipun demikian, beberapa warganet masih meragukan penjelasan Wildan dan mempertanyakan bagaimana ia bisa mendapatkan stok uang baru dalam jumlah besar tersebut.

    Dari penelusuran lebih lanjut, ternyata Wildan menjalani usaha musiman ini sebagai bagian dari jasa penukaran uang baru menjelang Lebaran.

    Selain usaha penukaran uang, Wildan juga terlibat dalam bisnis lainnya, termasuk usaha rental dan koperasi.

    Ia kini dikenal sebagai seorang pengusaha yang memiliki stok uang baru dalam jumlah besar, meskipun ada keraguan terkait bagaimana ia bisa mengakses uang tersebut.

    Polsek Beji Kompol Hudi Supriyanto membenarkan adanya video tersebut dan menyatakan bahwa lokasi dalam video itu berada di Desa Sidowayah, Kecamatan Beji.

    Ia juga menyebutkan bahwa Wildan memiliki kerabat yang bekerja di bank, namun belum ada konfirmasi mengenai jumlah uang yang sebenarnya.

    Pihak kepolisian telah mengirimkan imbauan agar Wildan berhati-hati dalam menempatkan uang dan menjaga keamanan.

  • Komdigi Cari Solusi Jangka Panjang untuk Lawan Kasus Fake BTS

    Komdigi Cari Solusi Jangka Panjang untuk Lawan Kasus Fake BTS

    Jakarta

    Kasus SMS penipuan yang menggunakan fake base transceiver station (BTS) sedang menjadi sorotan karena menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencoba mencari solusi jangka panjang untuk melawan penipuan ini.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Wayan Toni Supriyanto mengatakan penipuan ini melibatkan perangkat fake BTS yang mengirimkan SMS blast mengatasnamakan bank swasta.

    Perangkat tersebut dibawa berkeliling kawasan SCBD, Jakarta Selatan menggunakan mobil dan bekerja seperti jammer yang membuat koneksi di sekitar turun menjadi 2G untuk mengirim SMS blast berisi link phishing ke pengguna ponsel di sekitar.

    “Nah pada saat mereka bergerak terus, masyarakat yang menerima SMS blast ini akan melihat. Nah pada saat melihat mereka membuka link yang dikirim itu sudah 4G lagi, karena yang dikirim harus data kan,” kata Wayan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

    Wayan menambahkan kasus penipuan seperti ini juga ditemukan di negara lain seperti Hong Kong, Thailand, dan China. Di beberapa negara ini jaringan 2G sudah dipensiunkan, namun penipuan SMS blast menggunakan fake BTS ini tetap bisa dilakukan karena dukungan jaringan 2G di ponsel tidak dihilangkan.

    Karena itu, Komdigi berupaya mencari solusi teknologi yang sifatnya jangka panjang untuk melawan kasus penipuan ini. Wayan berharap teknologi ini bisa membantu masyarakat agar tidak menebak-nebak apakah SMS yang mereka terima asli atau palsu.

    “Harus ada nanti skema atau mekanisme enkripsi atau apa yang meyakinkan bahwa masyarakat itu tidak melakukan upaya double checking lah,” ujar Wayan.

    “Itu sudah dikenali di selulernya nanti pada saat solusi teknologi ini. Inilah solusi jangka panjang yang secara sistem juga masyarakat siapa pun, bagaimana pun kondisi mereka terhindar dari adanya SMS palsu,” pungkasnya.

    (vmp/vmp)

  • XLSmart Tanggapi Rencana Komdigi Tarik 7,5 Mhz Frekuensi 900 MHz Usai Merger – Page 3

    XLSmart Tanggapi Rencana Komdigi Tarik 7,5 Mhz Frekuensi 900 MHz Usai Merger – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren, XLSmart, resmi diumumkan ke publik pada Selasa, 25 Maret 2025.

    Perusahaan hasil merger ini pun akan beroperasi secara resmi pada 16 April 2025. Meski begitu, XLSmart akan kehilangan 7,5 Mhz frekuensi 900 Mhz mereka, setelah sebelumnya Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengungkapkan hal ini.

    Menurut Wayan, setelah merger XL Axiata dan Smartfren rampung, frekuensi selebar 7,5 Mhz di spektrum 900 MHz ini akan dikembalikan pada pemerintah untuk ditata ulang.

    Direktur sekaligus Chief Finance Officer Antony Susilo melihat penarikan spektrum frekuensi justru bisa memperkuat posisi kompetisi XLSmart.

    “Jika ini (penarikan spektrum frekuensi) sampai terjadi, bisa memperkuat posisi kompetisi kita. XLSmart bisa meningkatkan efisiensi operasional dan kita bisa mempercepat bagaimana caranya memonetisasi layanan digital,” kata Antony, dalam konferensi pers pengumuman merger XL Axiata dan Smartfren.

    Dengan peningkatan efisiensi operasional, XLSmart dapat berfokus pada investasi di berbagai bidang, baik itu 5G, kecerdasan buatan atau AI, jaringan, serta layanan digital lain yang lebih masif.

    “Kami ingin berfokus pada hal-hal yang berdampak pada pertumbuhan pendapatan,” tuturnya.

     

  • Komdigi Cari Solusi Jangka Panjang untuk Lawan Kasus Fake BTS

    Kronologi Pengungkapan Kasus Fake BTS yang Libatkan Dua WN China

    Jakarta

    Bareskrim Polri baru saja menahan dua warga negara China tersangka kasus fake base transceiver station (BTS). Berikut ini kronologi penyelidikan dan penangkapan dua tersangka tersebut.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Wayan Toni Supriyanto mengatakan berdasarkan laporan yang diterima mendorong dibentuknya Satuan Tugas Penanganan Fake BTS yang melibatkan Komdigi, Bareskrim, Bank Indonesia, Diskominfotik Jakarta, dan operator seluler.

    Satgas ini mengumpulkan data aduan dari masyarakat, dilanjutkan dengan analisis menggunakan perangkat G-net Track, alat monitoring spektrum frekuensi radio, dan handover failure jaringan dari operator seluler.

    Berdasarkan analisis tersebut, dilakukan pencocokan waktu dan lokasi kejadian yang melibatkan Bareskrim dan operator seluler. Pengawasan ini dimulai sejak tanggal 13 Maret hingga 21 Maret 2025 dan ditemukan adanya penyebaran SMS palsu mengatasnamakan salah satu bank swasta, penggunaan frekuensi secara ilegal, dan penggunaan perangkat frekuensi tidak bersertifikat.

    “Mereka merakit alatnya di Indonesia tanpa melakukan sertifikasi alat perangkat yang memang sesuai perundang-undangan,” kata Wayan dalam konferensi pers bersama di Kantor Kementerian Komdigi di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

    Saat dilakukan pengawasan, salah satu petugas di lapangan menerima SMS blast yang dipancarkan oleh fake BTS. Alarm yang ada di alat monitoring spektrum frekuensi milik Komdigi juga menyala, sehingga pelaku dapat terdeteksi dan dilakukan penangkapan.

    Penangkapan dilakukan secara terpisah pada 18 dan 20 Maret 2025, saat dua warga negara China dengan inisial XY dan YXC sedang mengemudikan mobil yang membawa perangkat fake BTS di dalamnya.

    “Di dalam mobil terdapat perangkat rakitan fake BTS pada semua frekuensi seluler. Jadi frekuensi 1.800 ada, frekuensi berapa lagi ya? 900 ada, 2,1 ada ya,” jelas Wayan.

    “Luar biasa mereka memancarkan di semua frekuensi yang digunakan oleh seluler padahal mereka nggak ada izinnya menggunakan izin frekuensi tersebut. Dan itu pun berdampak latensi atau pengurangan kualitas daripada BTS asli yang dimiliki oleh operator seluler yang ada di sekitar sana,” pungkasnya.

    (vmp/vmp)

  • Pemegang Saham Smartfren Setuju Merger dengan XL Axiata – Page 3

    Pemegang Saham Smartfren Setuju Merger dengan XL Axiata – Page 3

    Untuk diketahui, proses merger antara dua operator seluler besar, XL Axiata dan Smartfren, semakin mendekati tahap final.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Wayan Toni Supriyanto, mengungkapkan setelah merger rampung, sejumlah spektrum frekuensi akan dikembalikan kepada pemerintah untuk ditata ulang.

    Dalam keterangannya di Kantor Kemkomdigi, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (22/3/2025), Wayan menyebutkan bahwa sebanyak 7,5 MHz dari pita frekuensi 900MHz yang saat ini dipegang oleh XL Axiata akan dikembalikan.

     Langkah ini merupakan bagian dari regulasi spektrum frekuensi yang berlaku di Indonesia. “(Spektrum yang dikembalikan) lebar pitarnya 7,5 MHz dari frekuensi 900 MHz, itu yang dipegang oleh XL akan dikembalikan,” kata Wayan.

    Pemerintah akan melakukan proses refarming atau penataan ulang terhadap spektrum frekuensi yang dikembalikan tersebut.

    Setelah itu, spektrum yang telah ditata ulang akan dilelang kembali agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh industri telekomunikasi.

    “Jadi nanti (frekuensi yang ada di 900 MHz) dilelang lagi, biasa di-refarming lagi. Itu memang mekanismenya,” tambah Wayan.

    Kemkomdigi sendiri telah menyetujui rencana merger ini dengan dikeluarkannya persetujuan prinsip oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

    Saat ini, proses merger XL Axiata dan Smartfren berada di tangan para operator untuk ditindaklanjuti sesuai kesepakatan yang telah disusun.