Tag: Sukamto

  • Pabrik Tahu di Magetan Terbakar saat Produksi, Rugi Rp50 Juta 

    Pabrik Tahu di Magetan Terbakar saat Produksi, Rugi Rp50 Juta 

    Magetan (beritajatim.com) – Pabrik yang memproduksi tahu di Desa Kauman Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan, Jawa Timur terbakar pada Minggu (24/3/2024). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta.

    Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.07 WIB. Api diduga berasal dari api yang terlalu besar saat memasak tahu dan kemudian menyambar ke minyak goreng. Alhasil, pegawai produksi tahu milik Jaiman (55) warga setempat itu kocar kacir dan meminta tolong warga lain.

    Petugas Damkar dari Regu 2 dan Pos Karangrejo yang menerima laporan via telepon WhatsApp dari warga langsung menuju lokasi kejadian.

    Tiga unit mobil Damkar dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 21.20 WIB dan langsung melakukan pemadaman dan pembasahan area yang terbakar.

    “Setelah dilakukan size up, hal pertama yang dilakukan petugas adalah pembasahan area sekitar agar api tidak menjalar. Kemudian petugas melakukan pemadaman dan pembasahan area yang terbakar,” kata Kabid Damkar Magetan, Ali Sukamto.

    Upaya pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam. Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

    Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 50 juta. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu. “Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian,” kata Ali Sukamto.[fiq/ted]

  • 5 Kecamatan di Ngawi Banjir,  Aktivitas Warga Lumpuh

    5 Kecamatan di Ngawi Banjir,  Aktivitas Warga Lumpuh

    Ngawi (beritajatim.com) – Banjir luapan Sungai Bengawan Madiun yang menggenangi sejumlah desa di lima kecamatan di Ngawi, Jawa Timur, belum juga surut, pada Minggu (10/3/2024) siang.

    Salah satunya di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, Ngawi, air setinggi pinggang orang dewasa masih menggenangi rumah-rumah warga.

    Aktivitas warga pun lumpuh karena seluruh jalan tergenang banjir. Di Kecamatan Pangkur sendiri, ada empat desa yang terendam banjir luapan Sungai Bengawan Madiun sejak malam, dan dini hari, yaitu Desa Babadan, Gandri, Waruk, dan Pleset. Banjir terparah terjadi di Desa Waruk dan Pleset.

    Hari ini, Forkipimca setempat akan mendirikan posko kedaruratan mengingat intensitas hujan masih tinggi di wilayah tersebut.

    Sementara itu, warga memilih bertahan di rumah sambil menjaga harta bendanya dari banjir. Untuk tidur, sebagian warga membuat tempat yang lebih tinggi. Mereka yang terisolasi hanya bisa berharap listrik tidak padam agar mereka tidak kesulitan air bersih.

    Heru Yuliansah, salah seorang warga, mengatakan bahwa mereka terisolasi dan tidak bisa beraktivitas.

    “Airnya semakin tinggi dan warga bertahan di rumah meskipun kerendam air. Harta benda kami pindahkan ke tempat yang lebih tinggi,” kata Heru.

    Edy Sukamto, Camat Pangkur, mengatakan bahwa di kecamatannya ada 4 desa yang terdampak, dua desa di antaranya terparah.

    “Warga hanya bisa bertahan di rumah. Pihaknya akan mendirikan posko mengingat curah hujan masih tinggi dan berkoordinasi dengan BPBD,” kata Edy.

    Hingga kini, petugas TNI-Polri bersama relawan setempat terus melakukan penyisiran di lokasi banjir menggunakan perahu. Banjir juga merendam sejumlah desa di empat kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Ngawi, Geneng, Padas, dan Kwadungan. [fiq/aje]