Tag: Suhartono

  • Tingkah Pasien ODGJ saat Nyoblos di Bekasi, Mengaku Tak Tega Coblos Kertas Gambar Paslon

    Tingkah Pasien ODGJ saat Nyoblos di Bekasi, Mengaku Tak Tega Coblos Kertas Gambar Paslon

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

    TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA – Puluhan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menggunakan hak suaranya di Pilkada 2024, beberapa sempat lama berdiri di bilik suara sampai harus diingatkan pendamping. 

    Hal ini terjadi di Tempat Pemungutan Suara TPS 24 Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. 

    Pasien yang menggunakan hak suara di TPS tersebut berasal dari Yayasan Jamrud Biru, panti rehabilitasi sosial ganguan mental. 

    Pantauan TribunJakarta.com, puluhan pasien ODGJ jalan kaki menuju TPS yang berlokasi di lingkungan dekat Yayasan Jamrud Biru. 

    Mereka tersebar di lima TPS berbeda, TPS 24 yang paling banyak terdapat pasien ODGJ pemilik hak suara di Pilkada 2024. 

    Dengan tertib, pasien ODGJ terlihat mengikuti perintah pendamping petugas Yayasan Jamrud Biru Bekasi untuk mengikuti tahapan pencoblosan. 

    Mereka duduk membaur bersama masyarakat, satu per satu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memanggil nama pasien ODGJ. 

    Saat namanya dipanggil, Alif salah satu pasien terlihat cukup antusias. Dia langsung berdiri menuju sumber suara untuk mengambil kertas suara sambil terus didampingi. 

    Selanjutnya, dia masik ke dalam bilik suara. Alif awalnya terlihat kebingungan. Tapi pendamping dari luar bilik terus memberikan perintah. 

    Butuh waktu cukup lama saat Alif berada di bilik suara, dia sempat terdiam sampai akhirnya dipanggil pendamping agar segera mencoblos. 

    Sebelum menentukan pilihan, Alif mengaku kepada pendamping Yayasan Jamrud Biru merasa tidak tega mencoblos gambar foto paslon di kertas suara. 

    “Coblos sesuai kehendak hati kamu, kalau sudah dilipat lagi kertas suaranya masukin ke kotak sesuai warna,” kata pendamping pasien ODGJ di TPS 24 Mustikajaya. 

    Pendiri Yayasan Zamrud Biru Bekasi, Suhartono, mengatakan, pihaknya ingin memfasilitasi pasien ODGJ yang namanya masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

    “Hari ini ada sekitar 50 pasien yang diberikan kartu ataupun surat suara untuk memberikan hak suaranya, guna memilih Calon Wali Kota dan Calon Gubernur Jawa Barat,” kata Suhartono, Rabu (27/11/2024). 

    Jumlah tersebut lanjut Suhartono, lebih sedikit dibanding Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Februari lalu. 

    Alasannya lanjut Suhartono, mereka yang terdata dalam DPT Pilkada 2024 hanya mereka yang berdomisili di Jawa Barat atau Kota Bekasi. 

    “Kalau untuk Pilpres kemarin kita lebih banyak, itu hampir 100 pasien, karena Pilpres ini kan nasional KTP-nya, sedangkan untuk Pilkada ini dan Calon Wali Kota Bekasi dan Gubernur Jawa Barat ini hanya untuk KTP-KTP Jawa Barat,” jelasnya. 

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Hakim Tegaskan Restitusi Harus Dicantumkan dalam Tuntutan Kasus Dokter Raditya Bagus

    Hakim Tegaskan Restitusi Harus Dicantumkan dalam Tuntutan Kasus Dokter Raditya Bagus

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Arif Sudibya, SH, MH, meminta secara tegas kepada oditur Letkol Yadi untuk mencantumkan permohonan restitusi (ganti rugi) dalam tuntutan terhadap terdakwa Lettu Laut (K) dr. Raditya Bagus Kusuma Eka Putra.

    Permintaan ini disampaikan dalam sidang di Pengadilan Militer Surabaya pada Selasa (26/11/2024).

    Sidang yang seharusnya mengagendakan pembelaan (pledoi) atas tuntutan delapan bulan yang diajukan oditur pada pekan lalu terpaksa ditunda.

    Penundaan dilakukan untuk memberikan waktu kepada oditur merevisi tuntutannya agar sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2022.

    Hakim Dorong Kepatuhan pada Perma 1 Tahun 2022

    “Sesuai Perma Nomor 1 Tahun 2022, permohonan ganti rugi atau restitusi wajib dicantumkan dalam tuntutan. Oleh karena itu, kami memberikan kesempatan kepada oditur untuk merevisi tuntutan dengan mencantumkan restitusi,” ujar Letkol Chk Arif Sudibya, SH, MH.

    Majelis Hakim juga menekankan bahwa proses sidang perkara pidana akan dilanjutkan setelah urusan keperdataan, dalam hal ini ganti rugi, diselesaikan. Selain itu, hakim meminta kuasa hukum pemohon restitusi untuk menghadirkan bukti asli terkait kompensasi dalam sidang lanjutan yang dijadwalkan pada 2 Desember 2024.

    “Untuk tim kuasa hukum, harap membawa bukti asli terkait permohonan kompensasi yang diajukan,” tegas Letkol Chk Arif Sudibya.

    Korban Dukung Keputusan Majelis Hakim

    Mahendra Suhartono, kuasa hukum dari dokter Mae’dy yang menjadi korban dalam kasus ini, mengapresiasi langkah majelis hakim yang meminta revisi tuntutan oditur. Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan perhatian terhadap kepentingan korban.

    “Kami mengapresiasi kebijakan hakim yang menggunakan hati nurani dalam mengadili perkara ini. Permohonan restitusi ini sangat penting karena klien kami mengalami kerugian fisik, psikis, dan materi yang signifikan,” ujar Mahendra.

    Mahendra menjelaskan, restitusi diajukan untuk menutup biaya yang telah dikeluarkan korban, seperti pengobatan medis, konsultasi psikologis, transportasi, dan biaya lainnya selama proses hukum berlangsung. Permohonan tersebut juga mencakup biaya yang diperkirakan akan muncul di masa depan, termasuk perawatan psikologis bagi korban dan anak-anaknya.

    Restitusi Sebagai Hak Korban

    Menurut Mahendra, permohonan restitusi telah didukung oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). “Hasil perhitungan dari LPSK juga mempertimbangkan biaya jangka panjang yang akan diperlukan untuk pemulihan korban dan keluarganya,” tambahnya.

    Ia berharap restitusi yang diajukan dapat membantu korban memulihkan kondisi kesehatan fisik dan mental, terutama karena dokter Mae’dy saat ini menjadi tulang punggung keluarga. “Kami mengucapkan terima kasih kepada LPSK yang terus mengawal proses ini. Kami berharap restitusi dikabulkan oleh majelis hakim,” tutup Mahendra. (ted)

  • KPU targetkan partisipasi pemilih Pilkada 2024 sekitar 82 persen

    KPU targetkan partisipasi pemilih Pilkada 2024 sekitar 82 persen

    Petugas KPPS menghitung surat suara saat simulasi penghitungan suara Pilkada 2024 di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/11/2024). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2024 sebagai persiapan penyelenggaraan Pilkada serentak pada 27 November 2024. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/YU

    KPU targetkan partisipasi pemilih Pilkada 2024 sekitar 82 persen
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Sabtu, 23 November 2024 – 11:19 WIB

    Elshinta.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menargetkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak Nasional 2024 mencapai 82 persen. Anggota KPU RI Idham Holik mengatakan target tersebut mengacu pada capaian partisipasi pada pemilu yang dinilai cukup tinggi dibandingkan negara-negara demokrasi maju.

    “Dengan rata-rata capaian partisipasi 82 persen. Sebuah capaian partisipasi yang terkategori tinggi dibandingkan negara-negara yang katanya mengaku sebagai negara maju dalam demokrasi,” kata Idham di Jakarta, Sabtu.

    Menurutnya, tingkat partisipasi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kesiapan masyarakat dan kondisi sosial-politik yang ada. Di lain sisi, dia mengingatkan bahwa salah satu tantangan besar pada pilkada kali ini adalah potensi political fatigue atau kelelahan politik akibat masyarakat baru saja melalui Pemilu 2024.

    “Nah ini juga penting untuk nanti kita diskusikan. Kalau memang situasi ini terjadi maka potensinya partisipasi ada penurunan. Sedangkan kita ada satu tuntutan yaitu meningkatkan partisipasi,” ujarnya.

    Dalam upaya mewujudkan target tersebut, KPU telah menyusun regulasi teknis melalui PKPU Nomor 17 Tahun 2024. Regulasi ini diharapkan mampu meningkatkan integritas dan kualitas penyelenggaraan pilkada, sekaligus menjawab tantangan yang ada di lapangan.

    “Mudah-mudahan partisipasi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya itu bisa di angka rata-rata 82 persen, mudah-mudahan,” pungkas Idham.

    Saat ini Indonesia sedang bersiap menuju masa pilkada serentak yang akan berlangsung pada tanggal 27 November 2024. Sebelumnya, akhir September 2024, KPU RI mengumumkan ada 1.553 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mengikuti Pilkada Serentak 2024 di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.

    Sumber : Antara

  • Pelindo Blak-blakan Cara Turunkan Biaya Logistik, Apa Itu?

    Pelindo Blak-blakan Cara Turunkan Biaya Logistik, Apa Itu?

    Bisnis com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menggenjot transformasi fundamental melalui akselerasi digitalisasi dalam operasional. Langkah ini dilakukan selaras dengan target pemerintah untuk menekan biaya logistik.

    Adapun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri menargetkan penurunan biaya logistik dari 14,29% menjadi 8% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

    Terkait hal ini, Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menjelaskan bahwa Pelindo berkontribusi mendorong efisiensi layanan pelabuhan untuk menciptakan biaya logistik nasional yang lebih kompetitif. 

    Arif juga menyebut serangkaian strategi telah dilakukan oleh Pelindo sebagai bagian dari transformasi hingga ke level operasional.

    “Perseroan telah menerapkan standardisasi layanan untuk meningkatkan produktivitas serta menyatukan sistem pelayanan dan pembayaran melalui aplikasi online dan digital,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (22/11/2024).

    Menurutnya, akselerasi digitalisasi diwujudkan dengan menghadirkan integrated planning and control room untuk memantau semua layanan jasa kepelabuhanan mulai dari kapal, terminal, petikemas, dan logistik secara terpusat. Transformasi digital ini mendukung rangkaian terobosan Pelindo lainnya yang secara umum bertujuan untuk memperpendek port stay dan cargo stay.

    Dia kembali menegaskan bahwa strategi Pelindo untuk menurunkan biaya logistik yakni dengan memperpendek port stay dan cargo stay.

    Sementara itu, terobosan lainnya dalam layanan jasa kepelabuhanan, yaitu penerapan sistem operasi pelabuhan multi-terminal terintegrasi atau Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M). Aplikasi platform tunggal ini menjadi pendukung operasi untuk layanan kepelabuhanan kargo non-petikemas berbasis fungsi planning dan controlling.

    Sejauh ini, kata dia, upaya dalam meningkatkan layanan turut berdampak kepada performa kinerja perseroan. 

    Tercatat per kuartal III/2024, Pelindo berhasil melayani 146 juta ton arus barang non peti kemas hingga naik 16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Sejalan dengan itu, peningkatan kinerja operasional menunjukkan upaya standardisasi dan digitalisasi operasional yang dijalankan Pelindo berhasil menopang kenaikan arus barang yang terjadi. Standardisasi ini tentu dilakukan secara terintegrasi dengan stakeholders dan pengguna jasa yang berdampak pada penurunan port stay di pelabuhan.

    Arif mengatakan digitalisasi layanan kepelabuhanan membuat arus barang menjadi lebih baik karena diawasi melalui sistem terintegrasi yang responsif.

  • Terbukti Lakukan Kekerasan Fisik dan Psikis, Dokter Raditya Dituntut 8 Bulan Penjara

    Terbukti Lakukan Kekerasan Fisik dan Psikis, Dokter Raditya Dituntut 8 Bulan Penjara

    Surabaya (beritajatim.com) – Terdakwa Lettu Laut (K) dr. Raditya Bagus Kusuma Eka Putra dituntut pidana penjara selama delapan bulan oleh oditur Letkol Yadi dalam persidangan yang digelar di PN Militer, Selasa (19/11/2024).

    Dalam sidang kali ini, juga dihadiri Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Kedatangan LPSK adalah mewakili korban untuk mengajukan restirusi pada Terdakwa.

    Dalam pertimbangan tuntutan setebal 36 halaman yang dibacakan oditur disebutkan, terdakwa dokter Raditya Bagus terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dalam dakwaan pertama oditur yakni melakukan kekerasan fisik dan psikis terhadap korban dokter Mae’dy dan dua putrinya.

    “Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama delapan bulan dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani Terdakwa,” ujar Oditur dalam tuntutannya.

    Dalam pertimbangan tuntutan oditur juga disebutkan peristiwa kekerasan yang terjadi pada 29 April 2024 dimana saat itu Terdakwa melakukan kekerasan berupa melempar guling ke arah dokter Mae’dy serta melakukan peludahan terhadap putri dokter Mae’dy.

    Oditur juga menyebut tabiat Terdakwa temperamen serta sering mengkonsumsi minuman keras baik di rumah maupun di tempat kerja.

    Lebih lanjut Oditur juga menyebut bahwa Terdakwa sebelumnya juga pernah dihukum selama enam bulan dengan masa percobaan delapan bulan karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap isteri sebelumnya.

    Oditur juga menyebutkan hal yang memberatkan Terdakwa yakni perbuatan Terdakwa mencoreng nama baik institusi TNI di masyarakat. Sementara kuasa hukum korban yakni Mahendra Suhartono mengaku kecewa dengan tuntutan oditur yang hanya delapan bulan.

    “Tanpa mengurangi rasa hormat kami terhadap proses peradilan yang sedang berjalan, dalam lubuk hati Kami yang paling dalam tentu kecewa dengan tuntutan odmil hanya 8 bulan penjara padahal terdakwa sudah pernah dipidana sebelumnya dengan kasus rumah tangga juga,” kata Mahendra.

    “Bahkan sebagaimana bukti yang sudah kami berikan kepada yang mulia majelis hakim, dampak dari KDRT yang dilakukan oleh Terdakwa juga mengakibatkan korban dan anak-anak korban terkena gangguan psikis bahkan anak pertama korban mengidap sakit epilepsi akibat pemukulan terdakwa,” lanjutnya.

    Namun pihaknya tetap akan mempercayakan kasus ini kepada majelis hakim karena pihaknya meyakini majelis hakim memiliki kebijaksanaan dalam memutus suatu perkara sehingga nantinya pihaknya berharap putusan tersebut dapat memberikan keadilan bagi korban beserta anak-anak korban.

    Perlu diketahui, dalam persidangan sebelumnya. Dokter Raditya Bagus mengakui perbuatannya telah melakukan kekerasan fisik berupa melempar korban dokter Mae’dy dengan guling serta meludahi putri dokter Mae’dy. Hal itu diungkapkan Terdakwa dalam persidangan Minggu lalu.

    Banyak hal yang dijelaskan dr Raditya Bagus dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Militer Surabaya. Termasuk pengakuan Terdakwa bahwa dia telah melakukan kekerasan terhadap dr Mae’dy dan juga kedua putrinya dari pernikahan sebelumnya.

    Adapun kekerasan itu berawal dari tanggal 28 April 2024. Saat itu, ibu kandung dr. Maedy Christiyani Bawoljie meminta tolong ke terdakwa dr Raditya Bagusuntuk melakukan perpanjangan rujukan kontrol di RSPAL dr. Ramelan.

    Karena waktu itu hari Minggu, permintaan perpanjangan rujukan untuk berobat tersebut baru bisa dilaksanakan keesokan harinya, Senin (29/4/2024).

    “Saya kemudian bilang ke ibu mertua, untuk membuat perpanjangan rujukan itu, akan diantar putri pertama dr. Maedy,” kata terdakwa Lettu Laut (K) dr. Raditya Bagus Kusuma, Rabu (13/11/2024).

    Menurut pengakuan terdakwa, ibu mertuanya akan diantar putri pertama dr. Maedy Christiyani karena faktor kesibukan pekerjaan, dimana hari itu ia dan dr. Maedy harus bekerja sedangkan putri pertama dr. Maedy Christiyani dihari itu sedang dirumah.

    Kemudian terjadi percek cokan antara dokter Mae’dy dan Terdakwa hingga berujung dilempar gulingbke arah dokter Mae’dy. Dan peristiwa itu dilihat oleh salah satu putri dokter Mae’dy dan melakukan pembelaan terhadap ibunya.

    Saat membela dokter Mae’dy itulah, kemudian didorong oleh Terdakwa yang kemudian diludahi oleh Terdakwa. [uci/suf]

  • Sambut Hari Raya Kathina, biksu dan samanera lakukan prosesi Pindapata massal di Surabaya

    Sambut Hari Raya Kathina, biksu dan samanera lakukan prosesi Pindapata massal di Surabaya

    Sabtu, 12 Oktober 2024 13:27 WIB

    Sejumlah warga memberikan sumbangan berupa bahan pangan kepada sejumlah biksu dan samanera (calon biksu) saat prosesi Pindapata massal di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/10/2024). Pindapata massal yang diikuti 12 biksu dan 16 samanera (calon biksu) itu merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Raya Kathina yang merupakan salah satu hari raya umat Buddha. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/YU

    Sejumlah biksu dan samanera (calon biksu) bersiap memulai prosesi Pindapata massal di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/10/2024). Pindapata massal yang diikuti 12 biksu dan 16 samanera (calon biksu) itu merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Raya Kathina yang merupakan salah satu hari raya umat Buddha. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/YU

  • Peringatan Hari Pahlawan di era digital, relevansi bagi generasi muda

    Peringatan Hari Pahlawan di era digital, relevansi bagi generasi muda

    Sejumlah anggota komunitas Surabaya Juang dan Roode Brug Soerabaia menabur bunga saat berziarah di Makam Pahlawan Nasional Bung Tomo di TPU Ngagel, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/11/2024). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    Peringatan Hari Pahlawan di era digital, relevansi bagi generasi muda
    Dalam Negeri   
    Calista Aziza   
    Senin, 11 November 2024 – 08:29 WIB

    Elshinta.com – Peringatan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November setiap tahunnya adalah salah satu momen penting dalam kalender nasional Indonesia.

    Meskipun di era digital ini masyarakat semakin terhubung secara global dan kemajuan teknologi berkembang pesat, upacara dan peringatan terkait Hari Pahlawan tetap menjadi bagian integral dari pembentukan karakter bangsa.

    Era digital yang serba canggih, dengan segala bentuk inovasi baru dapat mengubah pola pikir dan cara hidup masyarakat, tetapi tetap saja penting untuk mengingat dan memperingati jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan negara.

    Hari Pahlawan bukan sekadar peringatan terhadap sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk membangun dan memperkuat identitas nasional.

    Dalam konteks Indonesia, pahlawan nasional adalah figur yang memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan negara, melawan penjajahan dan ketidakadilan, serta mendirikan fondasi bagi kemajuan bangsa.

    Meskipun dunia kini memasuki era globalisasi yang serba terhubung dan digital, peringatan ini penting untuk mengingatkan kembali pada nilai-nilai yang mengikat bangsa ini: persatuan, keberagaman, dan semangat perjuangan.

    Teori-teori dalam bidang sosiologi dan psikologi sosial, seperti teori social identity yang dikemukakan oleh Henri Tajfel (1982), menunjukkan bahwa identitas kelompok, dimana dalam hal ini identitas bangsa Indonesia, dibentuk melalui pengakuan terhadap simbol-simbol budaya dan sejarah yang membentuk suatu kelompok sosial.

    Pahlawan nasional menjadi simbol yang memperkuat rasa bangga terhadap identitas Indonesia dan semangat kolektif bangsa. Peringatan Hari Pahlawan memungkinkan masyarakat untuk mengingat kembali asal-usul perjuangan bangsa dan memberikan rasa memiliki terhadap Tanah Air.

    Era digital

    Meskipun digitalisasi telah mengubah cara orang mengakses informasi, peringatan Hari Pahlawan tetap penting sebagai kesempatan untuk mendalami sejarah dan mengenalkan generasi muda pada kisah-kisah heroik perjuangan kemerdekaan.

    Saat ini, informasi tentang pahlawan dan sejarah Indonesia dapat diakses dengan mudah melalui internet, namun tantangan terbesarnya adalah bagaimana informasi tersebut disaring dan dipahami dengan benar. Era digital membawa dampak positif dan negatif terkait pemahaman sejarah.

    Menurut riset yang dilakukan oleh Anderson (1991) dalam Imagined Communities, sejarah bangsa sering kali diromantisasi atau dibentuk untuk menciptakan kesatuan dalam masyarakat. Peringatan Hari Pahlawan, dengan segala bentuk kegiatan yang diadakan, dapat mengonfirmasi dan mempertegas narasi sejarah yang benar, serta memberikan konteks yang lebih mendalam tentang perjuangan pahlawan.

    Dalam era digital, pendidikan sejarah juga dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai media digital, seperti dokumenter, podcast, atau platform pembelajaran daring yang lebih mudah diakses oleh anak muda.

    Namun, tantangan digitalisasi adalah “kebenaran” informasi yang beredar. Sebuah studi oleh Bennett et al. (2017) mengungkapkan bahwa dalam dunia digital, informasi dapat dengan mudah dimanipulasi atau terdistorsi. Oleh karena itu, peringatan Hari Pahlawan juga menjadi penting untuk memberikan panduan dalam menyaring informasi yang tepat dan mencegah penyebaran hoaks atau misinformasi, yang bisa mengaburkan pemahaman tentang sejarah bangsa.

    Nilai kebangsaan

    Di tengah kemajuan teknologi yang sangat cepat, nilai-nilai kebangsaan bisa tergerus oleh arus globalisasi yang mengedepankan nilai-nilai universal. Pengaruh budaya asing yang semakin dominan dapat membuat generasi muda merasa kurang terhubung dengan sejarah dan budaya lokal.

    Globalisasi dapat membawa dampak baik dalam hal pertukaran informasi, namun juga bisa menyebabkan hilangnya rasa kebangsaan yang mendalam.

    Menurut teori Cultural Globalization oleh Arjun Appadurai (1996), meskipun terjadi globalisasi budaya, identitas lokal tetap dapat dipertahankan jika ada usaha untuk memelihara dan merayakan tradisi dan nilai lokal.

    Peringatan Hari Pahlawan adalah cara untuk memastikan bahwa meskipun dunia terus berubah dan teknologi berkembang, Indonesia tetap memiliki pegangan pada sejarah dan nilai-nilai dasar yang telah membentuk negara ini.

    Peringatan ini mengingatkan generasi muda akan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan untuk mencapai kemerdekaan dan menciptakan Indonesia yang bebas dari penjajahan. Tanpa pemahaman yang mendalam tentang perjuangan ini, akan sulit bagi generasi muda untuk menghargai kemerdekaan dan menumbuhkan rasa nasionalisme yang kuat di tengah dunia yang semakin terbuka.

    Salah satu alasan kuat mengapa peringatan Hari Pahlawan penting adalah kemampuannya untuk menginspirasi generasi muda dalam meneruskan semangat kepahlawanan.

    Dalam konteks era digital, perjuangan bukan hanya berwujud dalam pertempuran fisik atau peperangan, melainkan juga dalam mempertahankan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebebasan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam konteks ini, pahlawan masa kini dapat berbentuk pemimpin sosial, pengusaha yang berinovasi, atau individu yang berjuang untuk keadilan sosial.

    Hasil riset menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang mengangkat nilai kepahlawanan melalui peringatan Hari Pahlawan dapat meningkatkan semangat juang dan rasa tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda.

    Teknologi dan medsos

    Dalam era digital, peringatan Hari Pahlawan juga dapat dimanfaatkan melalui platform media sosial (medsos) untuk menyebarkan nilai-nilai kepahlawanan kepada masyarakat luas. Dengan bantuan teknologi, konten-konten yang mengedukasi tentang perjuangan para pahlawan bisa dengan mudah diakses, disebarluaskan, dan mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

    Kampanye digital yang berfokus pada nilai-nilai nasionalisme dan semangat juang dapat menjangkau lebih banyak orang daripada hanya melalui cara tradisional seperti upacara atau pertemuan fisik.

    Seiring dengan perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang sangat besar di kalangan anak muda, generasi muda dapat turut serta dalam merayakan Hari Pahlawan dengan berbagi informasi, video, atau pesan-pesan yang menginspirasi terkait perjuangan pahlawan. Ini merupakan cara yang efektif untuk membuat peringatan tersebut lebih relevan dan menarik bagi generasi muda yang lebih akrab dengan dunia maya.

    Peringatan Hari Pahlawan di era digital tetap sangat relevan dan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun identitas nasional, menyebarkan pengetahuan sejarah, dan memperkuat semangat kebangsaan.

    Meskipun teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan, nilai-nilai yang diperjuangkan oleh pahlawan kita tidak boleh terlupakan. Peringatan ini menjadi titik temu antara masa lalu dan masa depan, di mana generasi muda dapat belajar dari perjuangan pahlawan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

    Dengan menggunakan media digital dan berbagai platform teknologi, kita dapat memastikan bahwa semangat perjuangan para pahlawan tetap hidup dan terus menginspirasi, serta tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

    Sumber : Antara

  • Yuk Kenang Pertempuran Surabaya, Sejarah Hari Pahlawan 10 November

    Yuk Kenang Pertempuran Surabaya, Sejarah Hari Pahlawan 10 November

    Jakarta: Hari Pahlawan, yang diperingati setiap 10 November, adalah salah satu momen bersejarah bagi Indonesia.

    Tanggal ini menjadi simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan, terutama mengingat pertempuran besar di Surabaya pada tahun 1945 yang menjadi titik penting dalam Revolusi Nasional Indonesia.
     
    Latar Belakang Pertempuran Surabaya
    Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Belanda mencoba kembali menguasai Indonesia dengan dukungan Sekutu.

    Foto: Pasukan Inggris dan NICA.

    Tentara Inggris yang membawa pasukan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) tiba di Surabaya pada 25 Oktober 1945 dengan alasan untuk melucuti senjata tentara Jepang dan membebaskan tawanan perang.

    Namun, ketegangan muncul ketika Sekutu memerintahkan rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata mereka.

    Pada 27 Oktober 1945, Sekutu mendirikan pos pertahanan di Surabaya dan meminta rakyat Indonesia tunduk pada perintah mereka. Rakyat Surabaya, yang dipimpin Bung Tomo, tidak tinggal diam.

    Foto: A.W.S Mallaby. (Perpustakaan Nasional RI)

    Mereka melakukan perlawanan dan berhasil merebut beberapa pos penting pada 28 Oktober. Ketegangan memuncak setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal A. W. S. Mallaby, komandan pasukan Inggris di Surabaya, pada 30 Oktober 1945.
     
    Pertempuran 10 November 1945
    Kematian Mallaby membuat Inggris sangat marah dan mereka mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya untuk menyerah tanpa syarat. Namun, ultimatum tersebut ditolak mentah-mentah oleh para pejuang dan rakyat Surabaya.

    Foto: Soekarno berbicara dengan pasukan Indonesia, 1946. (Domain Publik)

    Pada pagi hari 10 November 1945, pasukan Inggris mulai menyerang dari darat, laut, dan udara. Kota Surabaya berubah menjadi medan perang yang sangat brutal selama hampir tiga minggu, dengan ribuan korban jiwa di kedua belah pihak.

    Pertempuran Surabaya dikenal sebagai salah satu pertempuran terbesar dan paling heroik dalam sejarah Indonesia. Sekitar 20.000 rakyat Surabaya gugur, dan ribuan lainnya terluka. Sementara itu, tentara Inggris kehilangan sekitar 1.600 orang.

    Foto: Pasukan Indonesia. (Domain Publik)

    Meski akhirnya Surabaya jatuh ke tangan Sekutu, semangat perlawanan rakyat Surabaya menginspirasi seluruh rakyat Indonesia untuk terus berjuang demi kemerdekaan.
     
    Peran Bung Tomo dan Tokoh Lainnya

    Foto: Bung Tomo. (Nanyang Post, 1947)

    Salah satu tokoh yang sangat berperan dalam pertempuran ini adalah Bung Tomo. Lewat pidato-pidatonya di Radio Pemberontakan milik Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), ia berhasil membangkitkan semangat rakyat untuk melawan penjajah.

    Selain Bung Tomo, banyak tokoh agama seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah yang turut menggerakkan santri dan masyarakat untuk ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan.

    Keterlibatan para kyai dan santri dalam pertempuran ini menambah kekuatan moral bagi rakyat Surabaya.

    Mereka tidak hanya bertempur dengan senjata seadanya, tetapi juga dengan semangat jihad untuk mempertahankan tanah air.

    Perlawanan yang awalnya sporadis berubah menjadi lebih terkoordinasi berkat dukungan para ulama dan tokoh masyarakat.
     
    Penetapan Hari Pahlawan

    Foto: Berkas Asli Keppres 316 Tahun 1959.

    Untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Surabaya, pemerintah Indonesia menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

    Hari ini diperingati untuk mengenang semangat perjuangan rakyat Indonesia dan menghormati pengorbanan mereka demi kemerdekaan.

    Foto: Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 November di Surabaya tahun 2023. (Didik Suhartono/Antara)

    Peringatan Hari Pahlawan biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, seperti upacara bendera, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, hingga berbagai acara untuk mengenang perjuangan para pahlawan.

    Tugu Pahlawan di Surabaya juga menjadi simbol penting untuk mengingat semangat juang arek-arek Surabaya yang dengan gagah berani melawan penjajah.
     
    Makna Hari Pahlawan bagi Generasi Kini
    Hari Pahlawan bukan hanya tentang mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menginspirasi generasi sekarang untuk meneruskan semangat juang para pahlawan.

    Semangat perjuangan, keberanian, dan cinta tanah air yang ditunjukkan oleh pejuang Surabaya harus tetap hidup dalam setiap generasi bangsa Indonesia. Dengan begitu, kita bisa terus menjaga kemerdekaan dan membuat Indonesia lebih baik.

    Semoga semangat para pahlawan Surabaya terus mengalir dalam diri kita, menjadi bagian dari identitas bangsa, dan menginspirasi kita untuk berjuang demi Indonesia yang lebih maju dan berdaulat.

    Baca Juga:
    Mengenal 7 Tokoh Penting Pertempuran Surabaya 10 November 1945

    Jakarta: Hari Pahlawan, yang diperingati setiap 10 November, adalah salah satu momen bersejarah bagi Indonesia.
     
    Tanggal ini menjadi simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan, terutama mengingat pertempuran besar di Surabaya pada tahun 1945 yang menjadi titik penting dalam Revolusi Nasional Indonesia.
     
    Latar Belakang Pertempuran Surabaya
    Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Belanda mencoba kembali menguasai Indonesia dengan dukungan Sekutu.
     

    Foto: Pasukan Inggris dan NICA.
    Tentara Inggris yang membawa pasukan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) tiba di Surabaya pada 25 Oktober 1945 dengan alasan untuk melucuti senjata tentara Jepang dan membebaskan tawanan perang.
     
    Namun, ketegangan muncul ketika Sekutu memerintahkan rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata mereka.
     
    Pada 27 Oktober 1945, Sekutu mendirikan pos pertahanan di Surabaya dan meminta rakyat Indonesia tunduk pada perintah mereka. Rakyat Surabaya, yang dipimpin Bung Tomo, tidak tinggal diam.

    Foto: A.W.S Mallaby. (Perpustakaan Nasional RI)
     
    Mereka melakukan perlawanan dan berhasil merebut beberapa pos penting pada 28 Oktober. Ketegangan memuncak setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal A. W. S. Mallaby, komandan pasukan Inggris di Surabaya, pada 30 Oktober 1945.
     
    Pertempuran 10 November 1945
    Kematian Mallaby membuat Inggris sangat marah dan mereka mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya untuk menyerah tanpa syarat. Namun, ultimatum tersebut ditolak mentah-mentah oleh para pejuang dan rakyat Surabaya.
     

    Foto: Soekarno berbicara dengan pasukan Indonesia, 1946. (Domain Publik)
     
    Pada pagi hari 10 November 1945, pasukan Inggris mulai menyerang dari darat, laut, dan udara. Kota Surabaya berubah menjadi medan perang yang sangat brutal selama hampir tiga minggu, dengan ribuan korban jiwa di kedua belah pihak.
     
    Pertempuran Surabaya dikenal sebagai salah satu pertempuran terbesar dan paling heroik dalam sejarah Indonesia. Sekitar 20.000 rakyat Surabaya gugur, dan ribuan lainnya terluka. Sementara itu, tentara Inggris kehilangan sekitar 1.600 orang.
     

    Foto: Pasukan Indonesia. (Domain Publik)
     
    Meski akhirnya Surabaya jatuh ke tangan Sekutu, semangat perlawanan rakyat Surabaya menginspirasi seluruh rakyat Indonesia untuk terus berjuang demi kemerdekaan.
     
    Peran Bung Tomo dan Tokoh Lainnya

    Foto: Bung Tomo. (Nanyang Post, 1947)
     
    Salah satu tokoh yang sangat berperan dalam pertempuran ini adalah Bung Tomo. Lewat pidato-pidatonya di Radio Pemberontakan milik Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), ia berhasil membangkitkan semangat rakyat untuk melawan penjajah.
     
    Selain Bung Tomo, banyak tokoh agama seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah yang turut menggerakkan santri dan masyarakat untuk ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan.
     
    Keterlibatan para kyai dan santri dalam pertempuran ini menambah kekuatan moral bagi rakyat Surabaya.
     
    Mereka tidak hanya bertempur dengan senjata seadanya, tetapi juga dengan semangat jihad untuk mempertahankan tanah air.
     
    Perlawanan yang awalnya sporadis berubah menjadi lebih terkoordinasi berkat dukungan para ulama dan tokoh masyarakat.
     
    Penetapan Hari Pahlawan

    Foto: Berkas Asli Keppres 316 Tahun 1959.
     
    Untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Surabaya, pemerintah Indonesia menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
     
    Hari ini diperingati untuk mengenang semangat perjuangan rakyat Indonesia dan menghormati pengorbanan mereka demi kemerdekaan.
     

    Foto: Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 November di Surabaya tahun 2023. (Didik Suhartono/Antara)
     
    Peringatan Hari Pahlawan biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, seperti upacara bendera, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, hingga berbagai acara untuk mengenang perjuangan para pahlawan.
     
    Tugu Pahlawan di Surabaya juga menjadi simbol penting untuk mengingat semangat juang arek-arek Surabaya yang dengan gagah berani melawan penjajah.
     
    Makna Hari Pahlawan bagi Generasi Kini
    Hari Pahlawan bukan hanya tentang mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menginspirasi generasi sekarang untuk meneruskan semangat juang para pahlawan.
     
    Semangat perjuangan, keberanian, dan cinta tanah air yang ditunjukkan oleh pejuang Surabaya harus tetap hidup dalam setiap generasi bangsa Indonesia. Dengan begitu, kita bisa terus menjaga kemerdekaan dan membuat Indonesia lebih baik.
     
    Semoga semangat para pahlawan Surabaya terus mengalir dalam diri kita, menjadi bagian dari identitas bangsa, dan menginspirasi kita untuk berjuang demi Indonesia yang lebih maju dan berdaulat.
     
    Baca Juga:
    Mengenal 7 Tokoh Penting Pertempuran Surabaya 10 November 1945
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (WAN)

  • Arus Barang Tumbuh, Pendapatan Pelindo Q3 Tembus Rp 23,5 Triliun

    Arus Barang Tumbuh, Pendapatan Pelindo Q3 Tembus Rp 23,5 Triliun

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pendapatan usaha hingga kuartal III tahun 2024 sebesar Rp23,5 triliun atau naik 4% secara tahunan (year on year/yoy). Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono mengatakan bahwa pencapaian tersebut sejalan dengan kinerja operasional yang tumbuh positif di semua lini bisnis Pelindo Group hingga akhir Triwulan III-2024. 

    “Peningkatan kinerja operasional di semua segmen bisnis Pelindo menunjukkan bahwa upaya standardisasi dan digitalisasi operasional yang Pelindo jalankan telah berhasil melayani kenaikan arus barang yang terjadi. Standardisasi ini tentu dilakukan secara terintegrasi dengan stakeholders dan pengguna jasa yang berdampak pada penurunan port stay di pelabuhan,” ujar Arif. 

    Total arus barang non peti kemas mencapai 146 juta ton pada triwulan III-2024, tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total arus peti kemas juga ikut tumbuh sebesar 7% menjadi 13,8 juta TEUs. Pencapaian atas kinerja positif dan konsisten selama 3 tahun merger ini mendapat apresiasi dari Asisten Deputi Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN, Desty Arlaini. 

    “Kami apresiasi atas kerja keras yang sudah dilakukan Pelindo dalam beberapa tahun belakangan ini. Pelindo sudah sangat konsisten melakukan apa yang dituliskan dalam kajian merger, baik itu inisiatif maupun quick win. Standardisasi operasi, digitalisasi, maupun integrasi dan optimalisasi semua dijalankan secara konsisten,” kata Desty. 

    Selain itu, Pelindo juga mencatat kenaikan dari sisi arus kapal dan penumpang. Arus kapal naik sebesar 11% atau sebesar 1,04 milyar GT. Hal yang sama terjadi pada arus penumpang yang juga naik 9% atau sebanyak 14,7 juta orang pada periode yang sama tahun lalu. 

    “Pencapaian positif ini tidak lantas membuat kami terlena. Situasi eksternal yang tidak pasti, mendorong Pelindo untuk tetap fokus mempertahankan momentum pertumbuhan ini hingga akhir tahun 2024,” pungkas Arif.

  • Menteri BUMN Erick Thohir Minta Pelindo Jaga Rantai Pasok Regional

    Menteri BUMN Erick Thohir Minta Pelindo Jaga Rantai Pasok Regional

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo tetap melakukan pengembangan infrastruktur pelabuhan guna menjaga stabilitas rantai pasok regional.

    Erick Thohir menuturkan pengembangan infrastruktur pelabuhan merupakan hal yang vital. Melalui peningkatan kapasitas pelabuhan, dia menilai Indonesia dapat berkontribusi lebih besar dalam menjaga stabilitas rantai pasok regional.

    Lebih jauh menurutnya, hal ini juga selaras dengan visi pemerintah dalam membangun sektor maritim dan memperkuat peran Indonesia sebagai pilar episentrum pertumbuhan ekonomi di Asean.

    “Untuk itu, kami meminta Pelindo dan mendukung upaya Pelindo yang bisa memperkuat ekosistem logistik nasional,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (6/11/2024).

    Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menuturkan saat ini perseroan tengah mengupayakan pembangunan sejumlah infrastruktur transportasi dan logistik nasional untuk menekan biaya logistik yang tinggi hingga kemacetan di pelabuhan.

    Salah satu proyek yang tengah dilakukan Pelindo, diantaranya yaitu pembangunan Jalan Tol New Priok Eastern Access (NPEA) yang menghubungkan Pelabuhan New Priok dengan Jalan Tol Cibitung-Cilincing. Pembangunan ini dirancang untuk mempercepat arus barang dari kawasan industri menuju pelabuhan, meningkatkan efisiensi logistik, dan mendukung daya saing ekonomi nasional.

    “Proyek NPEA merupakan bagian dari rencana besar Pelindo untuk menciptakan konektivitas yang lebih baik antara pelabuhan dan pusat-pusat industri di sekitarnya,” jelasnya.

    Adapun proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, dibangun sepanjang 6,6 kilometer dan bernilai sekitar Rp6,6 triliun.

    Selain proyek NPEA, Pelindo juga baru saja meresmikan Jalan Layang Teluk Lamong di Surabaya pada 20 September 2024. Jalan flyover Terminal Teluk Lamong merupakan PSN yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas logistik dan lalu lintas di kawasan Surabaya Barat.

    Dia berharap dengan adanya Jalan Layang Teluk Lamong, waktu tempuh truk pengangkut barang dapat dipangkas secara signifikan, sehingga distribusi barang bisa berlangsung dua kali lebih cepat. Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi logistik, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian Surabaya dan sekitarnya.

    “Pelindo optimistis bahwa percepatan infrastruktur ini akan berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi daerah dan nasional,” imbuhnya.

    Sejauh ini, Pelindo telah menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur strategis kepelabuhanan, diantaranya New Priok Container Terminal (NPCT) 1 – Tanjung Priok, Jakarta, Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2022, dan Makassar New Port yang menjadi salah satu pelabuhan terbesar di kawasan Indonesia Timur.

    Selain itu, ada juga pengembangan Pelabuhan Benoa, Terminal Petikemas Surabaya (TPS) – Surabaya, Jawa Timur hingga kawasan industri terintegrasi pelabuhan di Kuala Tanjung – Sumatera Utara.

    Kawasan Industri Kuala Tanjung ini akan dikembangkan sebagai pelabuhan internasional dan pusat industri di Sumatera. Pelabuhan ini diharapkan menjadi pintu masuk perdagangan internasional di bagian barat Indonesia.

    Arif optimistis melalui infrastruktur logistik yang efisien, yang ditopang oleh konektivitas infrastruktur yang lebih baik, maka biaya transportasi dan distribusi dapat dikurangi. 

    “Hal ini diharapkan dapat meringankan beban bagi pelaku usaha dan konsumen, serta meningkatkan efisiensi operasional dalam rantai pasok,” terangnya.