Tag: Sudirman

  • [GASPOL HARI INI] Mafia BBM Cuma Ganti Pemain dari Era Petral?

    [GASPOL HARI INI] Mafia BBM Cuma Ganti Pemain dari Era Petral?

    [GASPOL HARI INI] Mafia BBM Cuma Ganti Pemain dari Era Petral?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kasus
    korupsi Pertamina
    Patra Niaga yang digulirkan oleh Kejaksaan Agung mengingatkan publik terhadap pembubaran
    Petral
    pada 2015 ketika
    Sudirman Said
    menjadi Menteri ESDM dalam periode pertama kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).
    Pembubaran Petral yang sempat melahirkan optimisme tidak lantas memberantas mafia migas.
    Pemain berganti, tetapi modus lama
    mafia BBM
    tetap berlangsung.
    Kuncinya, kata Sudirman Said, ada pada pemimpin tertinggi republik, apakah betul-betul berani menghadapi para mafia BBM atau tidak.
    Terlepas dari itu, sektor BBM Indonesia memang compang-camping.
    Di hulu, kemampuan lifting BBM terus menipis.
    Dalam sisi pengolahan, kilang-kilang minyak Indonesia sangat terbatas, tua, dan kebijakan pemerintah gagal memikat investor.
    Di sisi hilir, distribusi dikorupsi.
    Keadaan ini memaksa Indonesia bergantung pada
    impor minyak
    , sebuah bagian yang sudah lama dikuasai oleh para mafia dan makelar.
    Bagaimana Indonesia bisa keluar dari jerat ini?
    Simak selengkapnya dalam Gaspol! bersama Sudirman Said di akun resmi YouTube Kompas.com pada hari ini, Sabtu (1/3/2025) pukul 19.00 WIB.

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Perankan Karakter Cinta di Rangga & Cinta, Leya Princy: Sebuah Kehormatan

    Perankan Karakter Cinta di Rangga & Cinta, Leya Princy: Sebuah Kehormatan

    JAKARTA – Harleyava Princy didaulat sebagai Cinta dalam film musikal Rangga & Cinta dari sutradara Riri Riza. Remake ini menjadi proyek film pertamanya setelah memulai karier sebagai aktris.

    Perempuan yang disapa Leya ini merasa bangga dan terhormat bisa memerankan karakter yang sebelumnya dimainkan Dian Sastrowardoyo.

    “Aku nonton AADC (Ada Apa Dengan Cinta?) dari kecil jadi aku suka karya-karyanya mas Riri. Suatu kehormatan mainin Cinta dan karakter ikonik,” kata Leya Princy di konferensi pers di Plaza Senayan XXI pada Jumat, 28 Februari.

    “Bahagia diarahin langsung dan benar-benar percaya akan memberikan yang terbaik dan aku juga mau bekerja dengan mereka sebaik dan sebisaku,” katanya.

    Mulai dibandingkan dengan Dian, Leya merasa santai karena ia sendiri menggemari karya-karya Dian Sastrowardoyo. Ia juga dibantu oleh produser Mira Lesmana dan Nicholas Saputra serta Riri Riza untuk membangun karakternya.

    “Pertama, ini film ikonik banget. Aku tahu itu dan diskusi gimana menginterpretasi karakter cinta dan kebetulan suka sama karya-karyanya sama Dian Sastro,” kata Leya lagi.

    “Aku juga dulu pas nonton AADC sangat amaze melihat mba Dian dalam karakter ini jadi aku cuma bisa mengharapkan yang terbaik karena aku berdiskusi sama mas Riri, mba Mira dan mas Nicho ngebuild semuanya perlahan,” lanjutnya.

    Leya menjalani proses lima bulan untuk menjalani akting serta berlatih musik dan tari untuk Rangga & Cinta. Ia juga membangun diskusi dengan El Putra Sarira yang memerankan Rangga.

    “Kurang lebih 5 bulan latihan akting dan di situ kita saling lebih mendalami karakter, kita ngobrol bagaimana kita deliver menginterpretasi Rangga dan Cinta dari El dan Leya,” tambah El Putra Sarira.

    Rangga & Cinta turut diperankan Rafi Sudirman, Rafly Altama, Kyandra Sembel, Daniella Tumiwa, Jasmine Nadya, Katyana Samira. Film ini juga menghadirkan musik dari Melly Goeslaw dan Anto Hoed serta naskah yang ditulis Mira Lesmana bersama Titien Wattimena.

    Film Rangga & Cinta akan tayang di bioskop pada tahun ini.

  • Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Ini Sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta

    Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Ini Sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta

    Liputan6.com, Yogyakarta – Setiap 1 Maret diperingati sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Peringatan ini dilatarbelakangi oleh peristiwa Serangan Umum 1 Maret yang terjadi di Yogyakarta pada 1949.

    Mengutip dari kemdikbud.go.id, peristiwa ini terjadi sebagai wujud respons atas Agresi Militer Belanda ke-II. Saat itu, Yogyakarta yang merupakan ibu kota Indonesia menjadi sasaran utama.

    Suasana negara yang saat itu sangat tidak kondusif diperparah dengan adanya propaganda Belanda di dunia luar. Belanda menyebarkan informasi bahwa tentara Indonesia sudah tidak ada.

    Demi menjaga kedaulatan negara, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kemudian mengirimkan surat kepada Letnan Jenderal Soedirman. Surat tersebut dimaksudkan sebagai izin untuk meluncurkan serangan. Jenderal Sudirman pun menyetujui hal tersebut dan meminta Sri Sultan HB IX untuk berkoordinasi dengan Letkol Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Komandan Brigade 10/Wehrkreise III.

    Pada 1 Maret 1949 sekitar pukul 06.00, serangan besar-besaran dilakukan serentak di seluruh wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Serangan tersebut diluncurkan sesaat setelah sirene dibunyikan.

    Dalam penyerangan tersebut, Letkol Soeharto memimpin pasukan dari sektor barat hingga ke batas Malioboro. Sementara itu, Ventje Sumual memimpin sektor timur, Mayor Sardjono memimpin sektor selatan dan timur, sedangkan Mayor Kusno memimpin sektor utara.

    Khusus sektor kota dipimpin oleh Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki. Dalam serangan ini, TNI berhasil menduduki Yogyakarta selama enam jam.

    Tepat pukul 12.00, seluruh pasukan TNI mundur. Hal ini sesuai dengan yang telah ditentukan.

    Melalui serangan ini, bangsa Indonesia membuktikan bahwa eksistensi tentara Indonesia masih ada. Hal itu pun memberikan dampak sangat besar bagi pihak Indonesia yang sedang mengikuti sidang di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Serangan ini sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perundingan di Dewan Keamanan PBB.

    Untuk mengenang peristiwa ini, dibangunlah Monumen Serangan Umum 1 Maret di sekitar area Museum Benteng Vredeburg. Bukan itu saja, Serangan Umum 1 Maret 1949 juga divisialisasikan melalui minirama di diorama III Museum Vredeburg Yogyakarta. Pengunjung dapat melihat detail terkait gambaran peristiwa tersebut.

    Sementara itu, Hari Penegakan Kedaulatan Negara ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Tujuan peringatan ini untuk menanamkan nilai-nilai sejarah, termasuk sejarah penting peristiwa Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.

    Penulis: Resla

  • Bendung Katulampa Siaga 3, Warga Tepi Ciliwung Diminta Waspada Banjir

    Bendung Katulampa Siaga 3, Warga Tepi Ciliwung Diminta Waspada Banjir

    Bogor

    Hujan deras yang melanda kawasan hulu di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengakibatkan meningginya debit air Sungai Ciliwung. Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa mencapai 120 centimeter dan berstatus Siaga 3 banjir.

    “Pukul 17.30 WIB, TMA Ciliwung 120 centimeter, status siaga 3,” kata Kepala Bendung Katulampa Bogor, Andi Sudirman, ketika dimintai konfirmasi, Jumat (28/2/2025).

    Andi menyebutkan status Siaga 3 di Bendung Katulampa Bogor berlangsung sejak pukul 16.30 WIB. Sebelumnya, debit air Sungai Ciliwung masih berstatus normal.

    “Kenaikan (debit Ciliwung) sejak pukul 16.20 WIB sampai dengan sekarang 120 centimeter,” kata Andi pukul 17.45 WIB.

    “Cuaca sekarang masih hujan,” imbuhnya.

    Andi mengimbau warga di bantaran Sungai Ciliwung tetap bersiaga terkait dampak meluapnya Sungai Ciliwung. Luapan debit sungai akan tiba di kawasan hilir Jakarta sekitar 8-12 jam ke depan.

    “Perkiraan sampai Jakarta antara 8-12 jam. Untuk yang berada di sekitar bantaran Sungai Ciliwung, baik Kota Bogor, Depok, dan terutama Jakarta, agar tetap siaga terhadap dampak meluapnya Sungai Ciliwung,” kata Andi.

    (sol/jbr)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • 1.027 Sertifikat Halal Terbit selama 2024, Produk Apa Paling Banyak? – Page 3

    1.027 Sertifikat Halal Terbit selama 2024, Produk Apa Paling Banyak? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Menjelang bulan Ramadan, Lembaga Pemeriksa Halal Utama Surveyor Indonesia (LPH PTSI) semakin aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai standar fatwa halal.

    Melalui keterlibatannya dalam diskusi terbuka bersama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), LPH PTSI berperan penting dalam sosialisasi dan penguatan standar fatwa halal.

    Proses ini menjadi bagian dari tahapan penetapan hingga penerbitan sertifikat halal yang memiliki nilai penting bagi pelaku usaha.

    Peran LPH PTSI dalam Industri Kreatif

    Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi halal, LPH PTSI turut hadir dalam acara Talkshow EKRAF Connect bertema “EKRAF Level Up: Digital, Collaboration, and Expansion go to Export.” Acara ini menyoroti peran sertifikasi halal dalam memperkuat industri kreatif, sejalan dengan misi PTSI sebagai “The Guardian of Assurance.”

    Melalui berbagai inisiatif, PTSI berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan mengintegrasikan industri halal dan ekonomi kreatif.

    1.027 Sertifikat Halal Terbit Sepanjang 2024

    Sepanjang tahun 2024, LPH PTSI telah menerbitkan sebanyak 1.027 sertifikat halal bagi pelaku usaha di berbagai negara, termasuk Indonesia, Thailand, Vietnam, Korea, Jepang, dan Malaysia.

    Pemeriksaan dilakukan baik pada produk luar negeri yang akan masuk ke pasar Indonesia maupun produk dalam negeri yang diproduksi di luar negeri.

    Tak hanya di sektor komersial, LPH PTSI juga aktif mendukung program-program BUMN, lembaga negara, serta institusi pendidikan.

    Sepanjang tahun ini, tercatat sebanyak 499 kegiatan pemeriksaan halal dilakukan melalui kolaborasi dengan Rumah BUMN Telkom, Kementerian Perindustrian, dan Universitas Jenderal Sudirman.

     

  • Bayar zakat di Baznas membawa manfaat untuk muzaki dan mustahik 

    Bayar zakat di Baznas membawa manfaat untuk muzaki dan mustahik 

    Foto:Heru Lianto/Reporter Elshinta

    Bayar zakat di Baznas membawa manfaat untuk muzaki dan mustahik 
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Kamis, 27 Februari 2025 – 23:38 WIB

    Elshinta.com – Zakat menjadi sangat popular di kalangan muslim Indonesia saat Ramadhan. Pasalnya zakat merupakan salah satu  kewajiban umat muslim untuk mensucikan harta dan diri seseorang. 

    Namun sayangnya masih banyak umat muslim yang ragu untuk memyalurkan zakat ke badan amil, dan lebih memilih menyalurkan zakat secara langsung ke mustahik. 

    Tentu alasan para muzaki berbeda-beda. Ada yang takut zakat mereka disalahgunakan, tidak tepat sasaran, bahkan takut dikorupsi sehingga tidak sampai ke tangan mustahik. 

    Dugaan itu salah besar. Karena di zaman Rasulullah dan khalifah besar, kelembagaan amil zakat sudah dibentuk. Bahkan beberapa sahabat nabi mendapat mandat menjadi amil, seperti Mu’adz bin Jabal, Ibnu Luthaibah dan Ali bin Abi Thalib. 

    Ketiganya ditugaskan untuk menyalurkan kepada 8 kelompok mustahik : Fakir, Miskin, Amil, Mualaf, Hamba Sahaya, Gharim dan Anak Jalanan.

    Dan semenjak itu kelembagaan amil terus terintegrasi dan dijalankan para khalifah atau pemimpin setelahnya. Di Indonesia misalnya, dibentuk Baznas RI pada tahun 2001 lalu.

    Lembaga amil resmi yang dibentuk pemerintah itu bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI di bawah Kementerian Agama RI.

    Pasca dibentuk, Baznas RI telah terbukti dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat. Pada bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi, misalnya Baznas RI telah berhasil mengumpulkan dana zakat sebesar Rp430 miliar. 

    Jumlah uang ratusan miliar itu pun telah disalurkan kepada satu juta lebih penerima manfaat (mustahik) yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. 

    Dan kali ini, Baznas RI kembali menargetkan pengumpulan zakat dari para muzaki sebesar Rp545 miliar selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi. Angka itu naik 30 persen dibanding bulan Ramadan di tahun sebelumnya. 

    Ketua Baznas RI Noor Achmad mengatakan, pihaknya optimis dengan target tersebut sebagaimana tema zakat tahun ini “Cahaya Zakat”. Apalagi di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang baik di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

    “Kekuatan keagamaan, kekuatan religiositas mereka kepada masyarakat miskin kuat sekali,” katanya kepada Reporter Elshinta, Heru Lianto di kantor Baznas RI, Matraman, Jakarta Timur, Senin (24/2).

    Noor pun kembali mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, dan perusahaan swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), untuk menunaikan zakat dan disalurkan melalui Baznas RI. 

    Hal itu untuk mencegah agar masyarakat tidak putus asa, terlebih saat mustahik dirudung masalah ekonomi.

    “Karena harapan kami [Baznas] RI,  zakat, infak, sedekah bisa memberikan cahaya bagi siapa saja,”  ujarnya.

    Salah satu penerima manfaat zakat, Dewi, 56 tahun, mengatakan dirinya  sangat bersyukur bisa menerima zakat dari Baznas RI. Karena semenjak suaminya meninggal dunia pada tahun 2010 lalu, ibu dari tiga anak itu kehidupan ekonominya pas-pasan. 

    Bahkan, penghasilannya sebagai buruh cuci baju hanya sekadar untuk makan sehari-hari dan membiayai dua anaknya yang kini masih bersekolah. 

    “Kami sangat bersyukur banget ya. Selama Ramadan selalu mendapat bantuan dari Baznas. Apalagi pas mau lebaran kadang dapat tawaran mudik gratis dari Baznas,” ujar perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah.

    Sementara Yunita, 43 tahun, seorang muzaki yang bekerja di sebuah perusahaan jasa kontraktor di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, kini tidak lagi pusing dalam soal urusan membayar zakat.

    Pasalnya ibu yang memiliki dua anak ini selama bertahun-tahun telah mempercayakan zakat fitrah untuk dirinya dan keluarganya kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI. 

    “Biar zakat yang saya keluarkan langsung tepat sasaran ke mustahik atau penerima manfaat zakat,” ujarnya saat ditemui Radio Elshinta di Jakarta Timur, Senin( 24/2)

    Yunita masih mengingat betul pada Ramadan tahun lalu, ia mengeluarkan zakat fitrah sebanyak Rp 250 ribu. Jumlah uang itu dikeluarkan untuk 4 anggota keluarga yang terdiri dari dirinya, suami dan dua anak kandungnya.

    “Kami keluarkan per jiwa sebesar Rp45 ribu atau setara 2,5 kg atau 3,5 liter beras sesuai ketetapan Baznas pada tahun itu” ujarnya.

    Yunita menerangkan, alasan dirinya membayar zakat di Baznas RI karena terbilang mudah. Karena dirinya cukup menyetorkan sejumlah uang ke bank yang bekerja sama dengan Baznas RI melalui M-Banking.

    “Sebenarnya bayar zakat di Baznas RI bisa lewat website resminya [Baznas] dan kanal digital lainnya. Tapi saya enggak mau repot-repot, saya cukup pakai handphone aja. M-Bangking,” terangnya. 

    Kini, bulan suci Ramadhan 1446 Hujriah dalam hitungan hari akan tiba. Yunita pun telah menyiapkan zakat untuk mustahik melalui Baznas. Karena baginya tidak ada alasan untuk tidak mengeluarkan zakat.

    Apalagi, kata dia, membayar zakat fitrah hukumnya wajib, terlebih setelah menunaikan puasa Ramadan satu bulan lamanya. 

    “Saya ingin menjalankan kewajiban saya sebagai seorang muslim dan menjadi tugas saya untuk mensucikan diri dan harta saya atas perintah Allah SWT,” terangnya.

    Sumber : Radio Elshinta

  • Ricuh, Anggota DPRD Samarinda Lempar Nasi Kotak Saat Audiensi dengan Dinas PUPR

    Ricuh, Anggota DPRD Samarinda Lempar Nasi Kotak Saat Audiensi dengan Dinas PUPR

    Samarinda, Beritasatu.com – Proses audiensi persoalan gaji eks pekerja Teras Samarinda, yang digelar oleh Komisi III DPRD Samarinda dengan Dinas PUPR Kota Samarinda berujung ricuh, Kamis (27/2/2025). Bahkan, salah seorang anggota komisi III DRPD Samarinda, Abdul Rohim yang geram, sempat melemparkan nasi kotak ke arah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Ilhamsyah.

    Dalam video yang viral yang telah beredar luas di media sosial, terlihat saat seorang anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim melemparkan nasi kotak ke arah salah seorang ASN Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK Dinas PUPR Samarinda, Ilhamsyah. 

    Aksi itu dilakukan di tengah proses audiensi yang membahas persoalan keterlambatan pembayaran gaji puluhan eks pekerja proyek pembangunan Teras Samarinda di ruang rapat gedung DPRD Samarinda. 

    Kericuhan ini pun sontak membuat suasana rapat audiensi yang semula berjalan lancar, menjadi bubar. Pasalnya, sejumlah petugas terpaksa harus melerai keduanya sebelum kericuhan semakin memanas. 

    Selain itu, luapan emosi dari politisi PKS ini, juga memicu sejumlah perwakilan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak atau TRC PPA Kaltim turut memanas. Beruntung, situasi ini berhasil diredam setelah PPK Dinas PUPR Samarinda, Ilhamsyah diamankan keluar ruangan.

    Rapat ini membahas persoalan gaji para eks pekerja proyek Teras Samarinda yang sudah mengalami keterlambatan pembayaran selama hampir satu tahun. Jumlah eks pekerja proyek Teras Samarinda yang hingga kini belum mendapatkan pembayaran gaji pun ditaksir mencapai hingga 84 orang dengan nilai seluruhnya mencapai lebih dari Rp 500 juta.

    Salah seorang mantan istri eks pekerja proyek Teras Samarinda Rina mengaku, saat ini dirinya terpaksa harus tinggal di gudang seorang diri lantaran telah ditinggalkan oleh suami beserta anak-anaknya. 

    Gaji suaminya yang belum dibayarkan oleh pihak kontraktor membuat Rina terpaksa harus diusir dari rumah kontrakannya karena telah menunggak selama lebih dari enam bulan.

    “Saya tinggal di gudang, mikirin mau puasa itu lho. Tempat itu enggak layak bukan buat manusia, karena banyak tikusnya sampai saya ditinggal suami. Kami cuma minta hak suami saya dibayarkan. Kalau ada tempat tinggal saya mau jualan,” ujar Rina kepada Beritasatu.com sembari menahan air mata di gedung DPRD Samarinda, Kamis (27/2/2025).

    Merespons hal ini, kuasa hukum dari TRC PPA Kaltim Sudirman menegaskan, akan membawa kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkan Pemerintah Kota Samarinda dan pihak kontraktor ke Kejaksaan Negeri Samarinda. Pasalnya, saat ini TRC PPA Kaltim telah mengantongi kuasa dari perwakilan 84 orang eks pekerja proyek Teras Samarinda.

    “Kuasa yang saat ini saya pegang ada 84 orang pekerja yang semua belum dibayarkan upahnya bahkan sebelum proyek itu diresmikan. Mereka sudah minta gaji pada awal bulan puasa tahun lalu, tetapi tidak diberikan. Mereka disuruh menunggu dan menunggu sampai sekarang mau masuk lagi puasa,” terang Sudirman bercerita di balik anggota DPRD yang melempar nasi kotak.

    Teras Samarinda merupakan salah satu proyek unggulan dari Pemerintah Kota Samarinda yang memiliki nilai kontrak hingga mencapai Rp 36 Milyar. Teras Samarinda pun telah diresmikan sejak 2024 lalu. Namun, di balik kemegahannya menyisakan pilu bagi puluhan eks pekerja yang hingga kini masih terus berharap agar gaji dari keringat mereka segera dibayarkan.

  • Masyarakat Jambi puas dengan kualitas beras SPHP Bulog

    Masyarakat Jambi puas dengan kualitas beras SPHP Bulog

    Jambi (ANTARA) – Pelaksanaan hasil uji petik di Pasar Induk Angso Duo Jambi menunjukkan masyarakat puas dengan kualitas beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) Bulog (Badan Urusan Logistik), dasarnya karena harga, kualitas dan pasokan stabil jelang Ramadhan 2025.

    Sekretaris Provinsi Jambi Sudirman di Jambi, Kamis menyatakan jika kualitas beras SPHP dari Bulog Jambi sangat diminati oleh masyarakat, selain harganya murah kualitas beras dinilai sangat baik.

    SPHP merupakan program pemerintah yang dijalankan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

    “Harganya masih di bawah eceran tertinggi dan kualitas nya bagus dari keterangan masyarakat di pasar mereka puas,” katanya.

    Masyarakat berharap untuk pasokan beras SPHP itu jangan sampai putus karena peminatnya banyak ditambah lagi rasanya enak, hal ini berdasarkan pengakuan masyarakat yang sering mengkonsumsi beras tersebut.

    Pemerintah telah melakukan kordinasi dengan Bulog, agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terutama di pasar induk (Angso Duo dan pasar induk Talang Banjar) Kota Jambi.

    Perum Bulog telah memastikan pasokan beras aman hingga lima bulan ke depan.

    Pemerintah telah mendatangi sejumlah pasar memastikan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan dipastikan pasokan dan harga pangan masih terkendali.

    Secara umum harga pangan stabil, dari hasil pantauan di pasar induk, misalnya harga daging naik tapi masih wajar, yakni dari Rp130 ribu per kilogram jadi Rp140 ribu per kilogram.

    Hanya harga cabai rawit yang cukup tinggi dari Rp70 ribu menjadi Rp150 ribu per kilo.

    Pewarta: Nanang Mairiadi
    Editor: Iskandar Zulkarnaen
    Copyright © ANTARA 2025

  • Peringatkan Presiden Soal Mafia Migas Sejak 2014, Eks Menteri ESDM: Apakah Diternak di Era Jokowi?

    Peringatkan Presiden Soal Mafia Migas Sejak 2014, Eks Menteri ESDM: Apakah Diternak di Era Jokowi?

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said angkat suara. Terkait pengalamannya menjabat Menteri ESDM di era Jokowi.

    Hal itu diungkapkan, menanggapi terungkapknya kasus korupsi di Pertamina. Melibatkan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga.

    “Mafia migas masih diternak? Saya tidak tahu apa yang tengah terjadi di Pertamina,” kata Sudirman Said dikutip dari unggahannya di X, Kamis (27/2/2025).

    Ia mengungkit bahwa transformasiPertamina sudah pernah dikakukan. Yakni pada 2015.

    “Apakah transformasi besar-besaran yang digagas Dirut Pertamina (alm. Arie H. Soemarno), sudah tidak berbekas?” ujarnya.

    Ia pun berspekulasi, bahwa mafia kugas diternak di era pemerintah Jokowi.

    “Apakah “Mafia migas” yang dibubarkan pada tahun 2015 sudah beranak pinak, diternak di era Joko Widodo?” imbuhnya.

    Pasalnya, Sudirman mengatakan sudah pernah mengingatkan Jokowi. Soal pemberantasan mafia migas saat ia menjabat Menteri ESDM.

    “Di tahun 2014 saya pernah katakan kepada Presiden Joko Widodo: “Penataan energi dan pemberantasan mafia migas bukan soal teknis, tapi soal kelurusan pemimpin negara”,” jelasnya.

    Rentetan peristiwa hari ini, disebutnya menunjukkan Indonesia dikepung korupsi. Ada praktik pemburuan rente yang bermain.

    “Keadaan hari-hari ini adalah bukti bahwa negara kita sedang dikepung oleh korupsi akut dan praktik perburuan rente yang menyakitkan rakyat,” terangnya.

    Saat ini, ia mengatakan nasih negara ada di tangan Prabowo. Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

  • Basarnas Temukan Pemuda yang Terjun di Jembatan 4 Barelang dalam Kondisi Meninggal

    Basarnas Temukan Pemuda yang Terjun di Jembatan 4 Barelang dalam Kondisi Meninggal

    Liputan6.com, Batam – Alamsyah (20), pemuda asal Kota Batam yang terjun dari Jembatan 4 Barelang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (24/2/2025) sekitar pukul 21.35 WIB.

    Korban ditemukan tersangkut di keramba nelayan, berjarak sekitar 1,3 mil laut (NM) dari lokasi kejadian. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara.

    Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Rahmat Hidayat, membenarkan bahwa korban telah ditemukan setelah pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.

    “Korban berhasil ditemukan setelah pencarian selama dua hari. Tim SAR menggunakan teknik penyisiran permukaan air dengan RIB (Rigid Inflatable Boat) dan penyelaman di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuh korban,” ujar Rahmat Hidayat dalam wawancara, Selasa (25/2/2025).

    Sebelumnya, Rahmat mengungkapkan pada Minggu (23/2/2025) pukul 07.25 WIB, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang menerima laporan dari Kapolsek Galang, Iptu Alex, mengenai seorang pria yang melompat dari Jembatan 4 Barelang. Peristiwa itu terjadi dini hari sekitar pukul 01.40 WIB.

    Berdasarkan keterangan saksi, Sudirman (45) dan Suryadi (42), korban yang mengendarai motor Yamaha Mio J dengan nomor polisi BP 5289 JJ terlihat duduk di pinggir jembatan sebelum akhirnya melompat. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Galang.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, Polairud Polda Kepri, TNI AL, BPBD Batam, serta relawan segera melakukan pencarian. Namun, proses pencarian sempat terkendala arus laut yang cukup kuat dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.

    Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa keberhasilan pencarian ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur SAR yang terlibat.

    “Kami mengapresiasi kerja keras semua tim yang terlibat dalam operasi ini. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup, dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing,” ucapnya.

    Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif korban melompat dari jembatan.

     

    Biadab, Guru dan Tukang Kebun Cabuli Siswi di Pemalang