Tag: Sudirman

  • Prabowo: Kerja Pemerintah Butuh Proses, Tak Punya Tongkat Nabi Musa

    Prabowo: Kerja Pemerintah Butuh Proses, Tak Punya Tongkat Nabi Musa

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahan membutuhkan waktu, perencanaan yang matang, dan sumber daya manusia yang tepat dalam menjalankan program dan proyek strategis. Ia menepis anggapan hasil bisa diraih secara instan, seperti mukjizat yang dilakukan Nabi Musa.

    “Lima bulan kita terus bekerja, kadang tidak diliput media. Namun, justru kalau diliput, kerja kita bisa terhambat karena media sering menuntut hasil seketika. Padahal dalam manajemen usaha atau organisasi, tidak ada yang instan. Yang bisa instan itu hanya Nabi Musa yang punya tongkat,” ujar Prabowo dalam sarasehan ekonomi bertajuk “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan” yang digelar di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Prabowo menjelaskan pembangunan adalah proses jangka panjang yang harus melalui tahapan perencanaan, pemilihan sumber daya manusia, hingga pelaksanaan dan evaluasi. Ia mengibaratkan pembangunan seperti menanam pohon, yang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk menghasilkan buah.

    “Rencana terbaik sekalipun tak akan berhasil tanpa orang yang tepat untuk melaksanakannya. Setelah pelaksanaan, barulah kita bisa melihat hasil. Kita tidak bisa menanam pohon hari ini lalu berharap buahnya turun besok. Itu bertentangan dengan hukum alam,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Prabowo menegaskan pentingnya kualitas sumber daya dan kesiapan lingkungan dalam menentukan keberhasilan program.

    “Kita cari benih yang bagus, tanah yang cocok, air yang cukup, cuaca yang mendukung, lalu kita tanam dan rawat. Baru lima atau enam tahun kemudian kita bisa panen,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan dalam menyusun Kabinet Merah Putih, dirinya tidak mempertimbangkan latar belakang politik, suku, agama, maupun keturunan. Yang terpenting menurutnya adalah kemampuan bekerja dan membuktikan hasil.

    “Saya tidak pernah tanya partai, agama, atau asal-usulnya. Saya percaya rakyat akan menilai berdasarkan hasil. Saya juga sering diejek, dan saya tidak masalah, karena saya tidak suka orang yang hanya pandai bicara tapi tak bisa bekerja,” tegas Prabowo.

  • Prabowo Tak Ingin Ada Masyarakat Kelaparan dan Tinggal di Kolong Jembatan: Menusuk Rasa Keadilan – Halaman all

    Prabowo Tak Ingin Ada Masyarakat Kelaparan dan Tinggal di Kolong Jembatan: Menusuk Rasa Keadilan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pembangunan ekonomi Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    Sesuai dengan dasar negera tersebut, artinya ekonomi Indonesia harus berdasarkan sila-sila berketuhanan, kemanusiaan dan persatuan Indonesia.

    Oleh karenanya, Presiden Prabowo Subianto tidak ingin pertumbuhan ekonomi yang hanya memunculkan perpecahan.

    “Kita tidak mau pertumbuhan ekonomi yang mengakibatkan perpecahan. Kita tidak mau menjual kekayaan alam dengan mudah. Tidak mau menjual tanah kepada bangsa asing. Tujuan kita adalah keadilan sosial,” ungkap Prabowo dalam Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Dengan tujuan menciptakan keadilan sosial bagi masyarakat, Presiden ke-8 Indonesia tersebut tidak ingin meninggalkan yang lemah hingga membiarkan orang kelaparan.

    “Kita tidak boleh membiarkan yang lemah tertinggal. Kita tidak boleh menyuruh orang miskin bersaing dengan yang kuat, itu tidak adil. Inilah dasar kerakyatan dan keadilan sosial. Kita tidak boleh ada orang yang lapar di republik ini. Tidak boleh ada yang tinggal di kolong jembatan. Itu menusuk rasa keadilan,” ucapnya.

    Prabowo menambahkan, dasar negara yang menjadi acuan pembangunan ekonomi Indonesia sejalan dengan tujuan PBB Sustainable Development Goals (SDGs) yang utama, yakni makanan, energi dan air.

    “Karena itu swasembada pangan menjadi sasaran kita, swasembada energi, swasembada dan manajemen air yang baik dan tentunya industrialisasi supaya nilai tambah ada di republik kita,” jelas Presiden.

  • Prabowo Singgung Teori Nazi di Balik Serangan Hoaks ke Pemerintah

    Prabowo Singgung Teori Nazi di Balik Serangan Hoaks ke Pemerintah

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya hoaks dan disinformasi yang menyasar pemerintah. Ia tidak sekadar menganggapnya sebagai kritik yang keliru, melainkan menyamakan pola penyebaran hoaks tersebut dengan strategi propaganda ala Nazi Jerman.

    “Kalau kebohongan diulang berkali-kali, terus-menerus, lama-lama orang percaya. Itu ada di buku. Itu adalah strategi perang, psychological operation,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan pada sarasehan ekonomi bertema “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan” yang digelar di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Pernyataan tersebut merujuk pada teori propaganda Menteri Propaganda Nazi di era Adolf Hitler, Joseph Goebbels. Nama terakhir dikenal dengan doktrinnya “semakin besar kebohongan, semakin mudah dipercaya.”

    Presiden Prabowo menilai pola serupa kini tengah digunakan di Indonesia, terutama melalui media sosial dan konten viral. Narasi yang terus diulang tanpa dasar, menurutnya, berpotensi menciptakan ilusi massal dan mengganggu stabilitas nasional.

    “Kritik itu penting dalam demokrasi. Namun, jika berubah menjadi kampanye disinformasi sistematis, itu sudah masuk ke dalam wilayah perang psikologis,” jelasnya.

    Ia mencontohkan narasi pesimistis yang menyebut Indonesia sedang dalam kondisi gelap. Menurutnya, narasi tersebut dibentuk melalui pengulangan kebohongan hingga perlahan dianggap sebagai kebenaran.

    “Kalau ada orang ngomong 500 atau 1.000 kali matahari terbit dari barat, jangan-jangan ada yang percaya. Karena itu keahlian propaganda. Sekarang ini banyak digunakan untuk mendestabilisasi negara-negara yang tidak disukai,” ujarnya.

    Presiden menegaskan cara terbaik menghadapi arus kebohongan adalah dengan keterbukaan, kejujuran, dan penyampaian data yang bisa diverifikasi. Ia meyakini, pemerintah atau organisasi mana pun yang berdiri di atas kebohongan, pada akhirnya akan kehilangan legitimasi.

    “Kebohongan bisa terus disebar, tetapi ketika kebenaran muncul, kepercayaan langsung hilang. Itu harga yang mahal bagi siapa pun yang bermain di wilayah itu,” tegas Presiden Prabowo.

  • Prabowo Heran Soal Isu Indonesia Gelap: Kalau Saya Bangun Pagi Lihat Cerah

    Prabowo Heran Soal Isu Indonesia Gelap: Kalau Saya Bangun Pagi Lihat Cerah

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan tegas terhadap narasi negatif yang menyebut bahwa kondisi “Indonesia Gelap” yang ramai beberapa waktu ke belakang.

    Orang nomor satu di Indonesia itu menyatakan bahwa pesimisme yang didasarkan pada kebohongan tidak akan bertahan lama, sebab dirinya justru melihat masa depan Indonesia dengan penuh optimisme.

    Hal ini disampaikannya di depan jajaran investor, ekonom, hingga pelaku usaha lintas sektor di Ruang Assembly Hall, Lantai 9. Menara Mandiri Sudirman, Jl. Jenderal Sudirman No. 54-55, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2025).

    “Saya juga heran ada orang yang mengatakan Indonesia gelap. Kalau dia merasa gelap ya itu hak dia. Tapi kalau saya bangun pagi saya lihat Indonesia cerah,” kata Prabowo dalam acara Sarasehan Ekonomi di Ruang Assembly Hall, Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa dirinya justru melihat tanda-tanda kemajuan, terutama di sektor pertanian. Menurutnya, para petani saat ini merasa lebih gembira karena hasil produksi meningkat secara drastis berkat penyederhanaan regulasi dan distribusi pupuk yang lebih efisien.

    “Tadinya dari pabrik pupuk ke petani harus tanda tangan 15 menteri, 30 gubernur, 500 bupati, baru sampai ke gapoktan. Saya bilang ke mentan. Tidak ada. Dari pabrik pupuk langsung ke petani gak ada lagi ttd. Alhamdulillah pupuk yang tadinya langka yang banyak diselundupkan di korupsi sekarang sampai ke desa-desa,” imbuhnya.

    Dia mengamini bahwa meskpuni masih ada keluhan di beberapa wilayah seperti Aceh, tetapi pemerintah akan segera mengatasi persoalan tersebut. 

    “Saatnya sudah ada evidence (bukti) saya sekarang berdiri agak lebih optimis percaya diri karena banyak evidence [Indonesia cerah] sudah mulai kelihatan,” lanjutnya.

    Presiden Ke-8 RI itu juga menyampaikan bahwa kritik tetap diterima, termasuk dari mereka yang melihat Indonesia dalam kegelapan. Namun dia menegaskan bahwa sebagai pemimpin, dia memilih untuk fokus pada bukti kemajuan dan potensi besar yang dimiliki bangsa.

    “Saya optimis, saya bangga jadi Presiden. Kekayaan kita akan kita kuasai, kita kelola, untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” pungkas Prabowo.

  • Presiden Prabowo Akui Komunikasi Pemerintah ke Publik Buruk  – Halaman all

    Presiden Prabowo Akui Komunikasi Pemerintah ke Publik Buruk  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Prabowo Subianto baru menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Artinya baru enam bulan Presiden Prabowo menjabat.

    Sebagai pemegang mandat kepemimpinan dari rakyat, Prabowo menyatakan sudah saatnya pemerintahan yang ia pimpin lebih komunikatif dan proaktif dalam memberi keterangan tentang keadaan yang berlaku.

    Ia mengakui, baru beberapa pekan lalu sadar bahwa pemerintahan yang dirinya pimpin kurang komunikatif ke publik.

    “Kemarin saya sadar, beberapa minggu lalu sudah mulai sadar bahwa komunikasi dari pemerintah yang saya pimpin memang agak kurang. Dan itu adalah tanggung jawab saya,” ungkap Prabowo dalam agenda Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Prabowo menyebut, hal tersebut terjadi karena dirinya menganut filosofi evidence based performance atau tidak bertindak sebelum melihat hasilnya terlebih dahulu.

    “Jadi saya enggan bicara tanpa bukti nyata. Itu sifat saya. Jadi saya harus selalu didelay, saya minta selalu didelay oleh hasil yang saya lakukan. Prestasi yang saya lakukan. Demikian yang saya minta dari rekan-rekan saya yang dekat,” ungkap Presiden.

    Tipe komunikasi yang dilakukan Prabowo juga menjadi kunci saat dirinya memilih menteri maupun pejabat yang ada di pemerintahannya.

    “Saya hanya lihat mereka dari pengambilan mereka. Dari prestasi mereka. Dari energi mereka, Dari niat mereka. Saya benar-benar tidak pernah tanya. Apakah waktu saya seleksi menteri-menteri ini, saya tanya anda partai mana? Anda orang tuanya siapa? Kan saya tidak. Suku Anda siapa? Suku Anda apa? Agamamu Anda? Tidak. Evidence based,” kata Prabowo.

     

  • Heran Indonesia Disebut Gelap, Prabowo: Saya Bangun Pagi Cerah

    Heran Indonesia Disebut Gelap, Prabowo: Saya Bangun Pagi Cerah

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menanggapi pernyataan yang menyebut Indonesia dalam kondisi “gelap”. Respons tersebut disampaikan dalam Sarasehan Ekonomi bertema “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan” di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, pada Selasa (8/4/2025).

    Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya terbuka terhadap kritik. Namun, ia mengingatkan pentingnya membedakan antara kritik yang membangun dengan narasi kebohongan yang bersifat sistematis.

    “Kita tidak antikritik, bahkan menyukai kritik. Kritik itu membantu kita lebih sadar dan waspada,” ujar Prabowo.

    Prabowo juga mengutip teori propaganda Joseph Goebbels, yang dikenal sebagai ahli propaganda Nazi, untuk menjelaskan bagaimana kebohongan yang diulang-ulang bisa dianggap sebagai kebenaran.

    “Kalau ada yang mengatakan matahari terbit dari barat, dan itu diulang 500 kali, bisa saja sebagian rakyat percaya. Ini adalah bentuk psychological warfare, operasi psikologis untuk mendestabilisasi negara,” tegasnya.

    Menurut Prabowo, serangan berupa hoaks dan berita palsu hanya bisa dilawan dengan keterbukaan dan penyampaian fakta berdasarkan ilmu pengetahuan serta data yang dapat diverifikasi.

    “Kebohongan bisa berlanjut, tetapi suatu saat akan terbongkar. Dan ketika itu terjadi, kepercayaan akan hilang,” ucapnya.

    Ia pun mengomentari langsung narasi negatif tentang Indonesia yang disebut “gelap”.

    “Saya juga heran, ada yang mengatakan Indonesia gelap. Kalau dia merasa begitu, itu hak dia. Namun, kalau saya bangun pagi, saya lihat Indonesia cerah,” kata Prabowo.

    Presiden mengungkapkan optimisme berdasarkan realita yang ia lihat langsung di lapangan. Ia menyebut para petani kini merasa lebih sejahtera karena harga pangan stabil dan hasil panen meningkat drastis.

    “Kita potong semua regulasi yang tidak relevan, kita sederhanakan prosesnya. Saya lihat petani gembira, produksi naik, dan harga menguntungkan,” tambahnya.

    Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi Indonesia terus diarahkan untuk menjawab tantangan global, termasuk gelombang perang tarif perdagangan. Dalam forum tersebut, ia mengajak semua pihak untuk tidak mudah terpengaruh narasi pesimis dan tetap bersandar pada data dan kenyataan.

  • Prabowo Singgung Lagi ‘Indonesia Gelap’: Saya Bangun Pagi Cerah

    Prabowo Singgung Lagi ‘Indonesia Gelap’: Saya Bangun Pagi Cerah

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali menyentil pihak-pihak yang menyebut Indonesia Gelap. Sebaliknya, Prabowo merasa masa depan Indonesia justru cerah.

    ‘Indonesia Gelap’ adalah tagline milik demonstran yang menentang sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo. Isu tentang dwifungsi ABRI, kemunduran demokrasi, hingga respons pemerintah yang belum cepat dalam mengelola perekonomian menjadi sasaran protes pada demonstran.

    “Saya juga heran ada orang yang mengatakan indonesia gelap. Kalau dia memang merasa gelap ya itu hak dia, tapi kalau saya bangun pagi indonesia cerah,” kata Prabowo di depan para pelaku ekonomi di Ruang Assembly Hall, Lantai 9, Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta Selatan, pada Selasa (8/4/2025)..

    Prabowo kemudian menjelaskan beberapa indikator yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki masa depan cerah, salah satunya karena peningkatan hasil tani yang naik signifikan.

    “Kalau saya ketemu petani, petani gembira, peningkatan hasil mereka naik secara drastis, produksi naik secara drastis, kita potong semua regulasi yang enggak benar, kita sederhanakan,” bebernya.

    Bukan Pertama Kali

    Sebelumnya, Prabowo juga pernah menanggapi pandangan pesimistis mengenai masa depan negara dari masyarakat yang menyuarakan tagar #Indonesiagelap atau Indonesia Gelap.

    “Yang melihat Indonesia gelap itu siapa? Beberapa hari yang lalu, ada suatu prediksi ekonomi dan statistik, mereka mengatakan Indonesia akan menjadi negara ekonomi besar,” ujarnya dalam acara penutupan Kongres ke-VI Partai Demokrat di Ritz Carlton, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2025).

    Dia merujuk pada laporan dari Goldman Sachs yang memprediksi bahwa pada 2050, Indonesia akan menempati posisi keempat dalam daftar negara ekonomi terbesar di dunia, setelah China, Amerika Serikat, dan India.

    “Nomor satu akan China, menyalip Amerika Serikat. Nomor dua adalah Amerika, nomor tiga India. China akan menjadi nomor satu pada 2050, India nomor tiga, dan Indonesia nomor empat pada 2050. Inshaallah saya umurnya 98, siapa tahu Tuhan masih kasih saya waktu untuk melihat ini,” katanya.

  • Prabowo: Kerja Pemerintah Butuh Proses, Tak Punya Tongkat Nabi Musa

    Akui Komunikasi Pemerintah Belum Optimal, Prabowo: Tanggung Jawab Saya

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui  komunikasi pemerintah yang ia pimpin dalam enam bulan terakhir belum berjalan optimal. Pernyataan ini menandai upaya baru pemerintah untuk lebih aktif menyampaikan informasi kepada publik secara terbuka dan terukur.

    Saya sadar, beberapa minggu lalu, bahwa komunikasi dari pemerintah yang saya pimpin memang agak kurang. Dan itu adalah tanggung jawab saya,” ujar Prabowo sarasehan ekonomi bertema “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan” yang digelar di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025). 

    Prabowo menjelaskan bahwa pendekatan kerjanya selama ini lebih menitikberatkan pada kinerja yang berbasis bukti (evidence-based performance), bukan sekadar pernyataan tanpa hasil konkret.

    “Saya enggan bicara tanpa bukti nyata. Itu sifat saya,” ungkapnya.

    Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Prabowo mengaku langsung bekerja tanpa banyak gembar-gembor. Ia bahkan mulai menyusun strategi hanya beberapa hari setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkannya sebagai pemenang Pilpres.

    “Kami bekerja lima bulan terus-menerus, sering kali tanpa diliput media. Dalam manajemen, tidak ada hasil instan. Yang bisa langsung itu hanya Nabi Musa. Kita manusia perlu perencanaan yang matang,” jelasnya.

    Prabowo juga menegaskan bahwa dalam menyusun kabinet dan memilih tim kerja, ia tidak mempertimbangkan latar belakang politik, agama, maupun suku.

    “Saya tidak pernah bertanya Anda dari partai mana, suku apa, agamanya apa, atau siapa orang tuanya. Saya hanya lihat pengabdian, prestasi, dan energi mereka,” tegasnya.

    Menutup pernyataannya, Prabowo menyinggung istilah “omon-omon” yang sempat populer setelah ia gunakan dalam beberapa pidatonya. Istilah tersebut ia tujukan untuk mengkritik pihak-pihak yang hanya pandai berbicara tanpa menunjukkan hasil kerja nyata.

    “Terus terang saja, saya tidak suka orang yang hanya omon-omon. Saya lebih suka dinilai dari hasil kerja,” tandas Presiden Prabowo.

  • Hadapi Tantangan Global, Dirut Bank Mandiri Berharap Ada Arahan Tegas dari Presiden Prabowo  – Halaman all

    Hadapi Tantangan Global, Dirut Bank Mandiri Berharap Ada Arahan Tegas dari Presiden Prabowo  – Halaman all

    Dalam sarasehan ekonomi hadir berbagai tokoh penting ekonomi untuk membahas langkah ke depan di tengah situasi global yang dinamis.

    Tayang: Selasa, 8 April 2025 14:28 WIB

    Tangkapan layar

    SARASEHAN EKONOMI – Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Djunaedi dalam Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Sarasehan Ekonomi menjadi upaya memperkuat kondisi ekonomi Indonesia di tengah perang tarif perdagangan. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto hadir dalam agenda Sarasehan Ekonomi bertajuk “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan” diselenggarakan di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Dalam kegiatan tersebut, hadir berbagai tokoh penting ekonomi untuk membahas langkah ke depan di tengah situasi global yang dinamis.

    Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Djunaedi, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih telah dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan acara penting.

    “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Bapak Presiden dan para pemimpin nasional untuk Bank Mandiri menyediakan tempat acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia pada hari ini,” ucap Darmawan saat sambutan, Selasa (8/4/2025).

    Darmawan yakin dengan pertemuan hari ini akan semakin memperkuat tekad dan komitmen bersama untuk terus solid dan bersatu memajukan perekonomian Indonesia.

    Ia juga berharap mendapatkan arahan yang lebih tegas menyoal kondisi saat ini agar dapat lebih optimis menghadapi situasi global.

    “Nanti kita akan dengarkan dan kita harapkan arahan yang semakin tegas untuk kita melangkah ke depan,” tutur Darmawan.

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’4′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Prabowo Apresiasi Pengamanan Mudik Lebaran 2025 yang Lancar dan Aman

    Prabowo Apresiasi Pengamanan Mudik Lebaran 2025 yang Lancar dan Aman

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap seluruh instansi yang telah bekerja keras dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2025. Hal itu diungkapkan Prabowo saat menghadiri sarasehan ekonomi bertema “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan” yang digelar di Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    “Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua instansi dan lembaga yang telah bekerja keras selama bulan Ramadan, serta dalam mengatur arus mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Prabowo.

    Presiden Prabowo menyebut, arus mudik tahun ini merupakan yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, tidak terjadi kemacetan yang berarti, bahkan angka kecelakaan tercatat menurun drastis.

    “Angka kecelakaan turun lebih dari 30% dibanding tahun lalu. Ini adalah prestasi besar yang layak diapresiasi. Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, dan TNI yang telah bekerja tanpa henti,” tambahnya.

    Prabowo juga memberikan penghargaan khusus kepada para petugas yang tetap menjalankan tugas di tengah libur nasional, termasuk pengatur lalu lintas, petugas air traffic control di bandara, dan personel keamanan di lapangan.

    “Kementerian Perhubungan tidak libur, mereka tetap siaga di pusat-pusat transportasi seperti menara pengawas bandara. Kalau terjadi kesalahan, risikonya besar. Mereka bekerja di balik layar agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman,” katanya.

    Ia pun mengingatkan masyarakat untuk menghargai pengabdian para petugas yang seringkali tak terlihat, namun sangat vital.

    “Kadang-kadang kebaikan orang tidak pernah diingat, tapi kalau salah, tidak pernah dilupakan. Hari ini saya ingin mengatakan, terima kasih atas kerja keras kalian semua,” tutup Presiden Prabowo.