Tag: Sudirman

  • 4
                    
                        Kemacetan “Horor” Jakarta Rabu Sore hingga Malam, Ini Sebabnya
                        Megapolitan

    4 Kemacetan “Horor” Jakarta Rabu Sore hingga Malam, Ini Sebabnya Megapolitan

    Kemacetan “Horor” Jakarta Rabu Sore hingga Malam, Ini Sebabnya
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Sejumlah ruas jalan utama di Jakarta lumpuh pada Rabu (28/5/2025) sore hingga malam hari.
    Kemacetan
    parah mengular di sejumlah ruas jalan utama, terutama di kawasan Jalan Gatot Subroto hingga Jalan MT Haryono.
    Pihak kepolisian menyebut ada dua penyebab utama
    kemacetan
    horor ini, yakni libur panjang dan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
    Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menjelaskan, bahwa banyak warga memilih untuk pulang lebih awal menyambut libur panjang yang dimulai Kamis (29/5/2025).
    “Selain memang peningkatan volume (kendaraan), besok tanggal merah, banyak masyarakat yang pulang lebih cepat,” kata Argo saat dikonfirmasi.
    Namun, bukan hanya itu. Pengalihan jalur imbas pengamanan iring-iringan Presiden Macron juga dinilai sebagai faktor signifikan.
    “Ada imbas pengalihan jalan perjalanan rangkaian kenegaraan Presiden Prancis, sudah berimbas di beberapa ruas jalan,” tambah Argo.
    Jalan Gatot Subroto Lumpuh
    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komaruddin menyebutkan, bahwa lonjakan volume kendaraan menjadi penyebab utama kemacetan parah, terutama di Jalan Gatot Subroto.
    Titik padat terpantau mulai dari Exit Tol Semanggi hingga tikungan menuju Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Markas Polda Metro Jaya.
    Komaruddin, yang turun langsung ke lapangan, tidak menyebutkan secara pasti lokasi dirinya saat dihubungi.
    Namun, seorang anggota Ditlantas Polda Metro Jaya menduga ia sedang berada di kawasan ASEAN, Jakarta Selatan, lokasi lintasan Presiden Macron setelah kunjungan ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
    “Pak Dirlantas memang biasa di lapangan. Kalau sekarang kan ada Presiden Prancis kunjungan, kemungkinan Pak Dirlantas di ASEAN jaganya,” ujar petugas yang enggan disebutkan namanya.
    Pengalihan Arus dan Antrean Mengular
    Pantauan di lokasi menunjukkan, kemacetan terjadi sejak sore hari dan makin parah menjelang malam.
    Akses dari Jalan Gatot Subroto ke Sudirman sempat dialihkan ke arah Slipi dan baru dibuka kembali sekitar pukul 18.50 WIB setelah rombongan Presiden Macron melintasi jalur tersebut.
    Kepadatan juga terjadi di Jalan Basuki Rahmat (Basura), Jakarta Timur. Arus dari Basura ke underpass D.I.
    Panjaitan menuju Tebet
    macet
    total, dengan kendaraan hanya mampu melaju sekitar 5 km per jam. Sementara arah sebaliknya terpantau lebih lancar.
    Di Jalan MT Haryono, antrean kendaraan dari Simpang Susun Cawang menuju Stasiun Cawang mengular hingga 1,1 kilometer.
    Kondisi ini diperparah oleh tingginya jumlah kendaraan pribadi, serta kehadiran bus, truk logistik, dan angkot yang ikut menyumbang kepadatan.
    Imbas Agenda Kenegaraan
    Polda Metro Jaya sebelumnya telah mengumumkan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol pada 27–29 Mei 2025 untuk mendukung kelancaran agenda kenegaraan Presiden Macron.
    Pengalihan jalur dilakukan di berbagai titik strategis seperti:
    Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan dan keamanan bagi tamu negara. Namun, dampaknya terhadap lalu lintas ibu kota tak bisa dihindari.
    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah tuan rumah yang baik di mata dunia,” demikian imbauan dari unggahan resmi akun X @
    TMCPoldaMetro
    .
    Hingga Rabu malam, polisi masih berjibaku mengurai kemacetan yang terjadi di berbagai titik.
    Polda Metro Jaya juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul.
    (Reporter: Hanifah Salsabila, Febryan Kevin Candra Kurniawan | Editor: Larissa Huda, Akhdi Martin Pratama)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Ungkap Penyebab Jakarta Macet Sejak Sore, Bukan karena Kunjungan Macron

    Polisi Ungkap Penyebab Jakarta Macet Sejak Sore, Bukan karena Kunjungan Macron

    Jakarta

    Menjelang long weekend, malam ini Jakarta mengalami kemacetan di sejumlah titik. Polda Metro Jaya memastikan kemacetan bukan karena rekayasa lalu lintas (lalin) atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

    “Bukan (karena rekayasa lalin), bahkan rombongan beliau (Macron) tidak bisa prioritas penuh. Giat pagi dan siang berjalan lancar,” ujar Dirlantas Polda Metro Komarudin kepada wartawan, Rabu (28/5/2025).

    Komarudin menyebut kemacetan itu diakibatkan volume kendaraan yang membeludak. Serta beberapa penyempitan jalan di sejumlah ruas.

    “Hanya sore menjelang malam ada peningkatan volume yang bersamaan, serta beberapa ruas jalan yang ada penyempitan,” katanya.

    Kemudian, dia mencatat belum ada pergerakan yang masif ke luar Jakarta menjelang libur panjang ini.

    “Untuk arus lalin ke luar Jakarta belum terlihat ada peningkatan sebagaimana giat masyarakat libur panjang,” katanya.

    Diketahui, rekayasa lalin di sejumlah jalan protokol diterapkan pada 27-29 Mei 2025 dalam rangka kunjungan Macron. Ruas jalan yang akan diterapkan pengaturan lalu lintas, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika dan Jalan Gerbang Pemuda.

    “Diimbau kepada masyarakat Jakarta yang melintasi Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin-Jalan Gatot Subroto-Jalan Asia Afrika-Jalan Gerbang Pemuda untuk dapat memberikan jalan prioritas kepada kendaraan tamu negara,” tulis Polda Metro Jaya dalam unggahan di akun Instagram resmi, Minggu (26/5).

    (azh/eva)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Jalan Sudirman Jaksel Masih Macet Parah Sejak Sore, Begini Kondisinya

    Jalan Sudirman Jaksel Masih Macet Parah Sejak Sore, Begini Kondisinya

    Jakarta

    Ruas Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan (Jaksel), macet parah sejak sore. Kemacetan terjadi di kedua arah di Jalan Jenderal Sudirman.

    Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (28/5/2015) pukul 18.17 WIB, kepadatan kendaraan terlihat di seluruh lajur. Kepadatan kendaraan terlihat terjadi dari arah Bundaran HI menuju Bundaran Senayan maupun arah sebaliknya.

    Kendaraan roda empat maupun roda dua hanya bisa melaju secara perlahan dan dalam kecepatan rendah akibat kemacetan ini. Bunyi klakson juga sempat terdengar dibunyikan beberapa pengendara.

    Pada saat kemacetan terjadi, rombongan iring-iringan tamu negara yakni Presiden Prancis Emmanuel Macron juga melintas. Polisi pun dengan sigap mengupayakan rombongan Presiden Prancis bisa melintas.

    Kemacetan juga terjadi di ruas Jalan Gatot Subroto sejak sore tadi. Kemacetan bahkan sampai ke simpang Kuningan, Jakarta Selatan.

    Sebelumnya, dilihat dari aplikasi Google Maps per pukul 16.15 WIB, kemacetan bahkan sampai ke simpang Kuningan, Jakarta Selatan. Begitu juga di Jalan Jenderal Sudirman, kemacetan sudah terlihat sedari Bundaran HI hingga Bundaran Senayan.

    (jbr/jbr)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • 10
                    
                        Depan Polda Metro Jaya Macet Parah, Arus Jalan Arah Sudirman Dialihkan
                        Megapolitan

    10 Depan Polda Metro Jaya Macet Parah, Arus Jalan Arah Sudirman Dialihkan Megapolitan

    Depan Polda Metro Jaya Macet Parah, Arus Jalan Arah Sudirman Dialihkan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kemacetan parah terjadi di
    Jalan Gatot Subroto
    menuju
    Jalan Sudirman
    , Jakarta Selatan, pada Rabu (28/5/2025) siang hingga sore.
    Kemacetan ini dimulai dari Exit Tol Semanggi dan terlihat jelas hingga tikungan menuju Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan pintu utama Markas
    Polda Metro Jaya
    , Jakarta Selatan.
    Hal tersebut dibenarkan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin saat dikonfirmasi.
    “Kemacetan dari Sudirman ke Gatsu, karena volume (kendaraan). Termasuk crossing keluaran dari tol, crossing ke arah Sudirman ke arah Senayan.” katanya dalam sambungan telepon, Rabu.
    Pantauan
    Kompas.com,
    kendaraan roda empat terlihat tidak bergerak, sementara sepeda motor masih dapat melintas dan menyalip kendaraan lainnya.
    Sambil menunggu kemacetan terurai, seorang pengendara motor sempat menikmati camilan bersama kerabat yang ia boncengi di belakang.
    Di depan pintu masuk Polda Metro Jaya, kemacetan semakin parah akibat adanya kendaraan yang keluar dan masuk area tersebut.
    Beberapa anggota kepolisian terlihat memantau situasi kemacetan dan membantu mengarahkan pengendara.
    Kemacetan ini diketahui terjadi karena volume kendaraan yang tinggi.
    “Saat ini (kemacetan) masih karena volume kendaraan (tinggi),” Komarudin.
    Suara klakson sesekali terdengar bersahut-sahutan di sepanjang jalan.
    Selain itu, kemacetan juga diketahui terjadi di kawasan SCBD menuju Jalan Gatot Subroto.
    Kepadatan mulai sedikit terurai pada pukul 14.20 WIB setelah pihak kepolisian menutup tikungan akses menuju Jalan Jenderal Sudirman.
    Kendaraan roda empat pun dialihkan kembali ke Jalan Gatot Subroto arah Slipi.
    Kemacetan ini diperkirakan terjadi sejak pukul 13.28 WIB siang. Saat ini, kepolisian masih berusaha untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.
    “Sekarang masih diurai ya,” kata Komarudin sebelum menutup panggilan telepon dan melanjutkan tugasnya di jalan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Titik Lokasi Tempat Menjual Uang Kuno Kertas dan Koin di Samarinda dan Balikpapan

    Titik Lokasi Tempat Menjual Uang Kuno Kertas dan Koin di Samarinda dan Balikpapan

    JABAR EKSPRES – Uang kuno kini telah menjelma menjadi barang antic bersejarah sekaligus bernilai ekonomis.

    Bagaimana tidak, meski sudah tidak bisa dipakai untuk jual beli, uang kuno tetap bisa menghasilkan cuan bagi yang memilikinya.

    Hal tersebut karena ada banyak kolektor yang tak segan untuk mengeluarkan uang untuk bisa mendapatkan uang kuno.

    Bagi masyarakat yang ada di Samarinda dan Balikpapan, kabar ini tentu sangat membahagiakan karena berpotensi menjadi sumber cuan.

    BACA JUGA: 3 Titik Lokasi Tempat Menjual Uang Kuno Kertas dan Koin Terbaik di Madura

    Jika kalian yang ada di Samarinda dan Balikpapan lalu kebetulan memiliki uang kuno, dapat menjualnya ke beberapa tempat ini.

    Mengetahui titik lokasi yang tepat untuk menjual koleksi kalian sangat penting agar tidak merugi atau tertipu.

    Dalam Artikel ini membahas berbagai tempat, komunitas, serta tips cerdas menjual uang kuno khusus di Samarinda dan Balikpapan.

    Tempat Menjual Uang Kuno di SamarindaPasar di Samarinda

    Untuk kalian yang ada di Samarinda, pertama-tama bisa datang ke Pasar Pagi yang ada di Jalan Jenderal Sudirman.

    Di sini kamu bisa berpeluang untuk menemui toko barang antik yang menjual berbagai barang antik termasuk uang kuno.

    Bisa juga datang ke Pasar Loak Segiri yang beralamat di Sidodai Kecamatan Samarinda Ulu, tempat berbagai barang antik dan bekas ada di sini.

    Toko Khusus Barang Antik dan Uang Kuno

    Kemudian bisa datang ke toko khusus barang antik dan uang kuno, seperti salah satu toko yang berada di Jalan Dayak Kelian Blok I No 12 Perum Dosen Unmul, Sempaja Selatan, Samarinda Utara.

    Atau bisa datang ke Toko Antik Lima Bersaudara yang ada di Komplek Citra Niaga, Jalan Niaga Timur Blok A17, Pelabuhan, Samarinda Kota.

    Juga ke Toko Jaduk Pak Nanang yang alamatnya ada di Jalan Gunung Lingai, Gunung Lingai, Samarinda Utara.

    BACA JUGA: Titik Lokasi Tempat Menjual Uang Kuno Kertas dan Koin Terbaik di Purwokerto

    Tempat Menjual Uang Kuno di BalikpapanPasar Tradisional Pandansari

  • Jan Hwa Diana Persilakan Eks Karyawan Ambil Dokumen Kependudukan di Kantor Pengacaranya
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        27 Mei 2025

    Jan Hwa Diana Persilakan Eks Karyawan Ambil Dokumen Kependudukan di Kantor Pengacaranya Surabaya 27 Mei 2025

    Jan Hwa Diana Persilakan Eks Karyawan Ambil Dokumen Kependudukan di Kantor Pengacaranya
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Pemilik Sentoso Seal,
    Jan Hwa Diana
    akan mengembalikan
    dokumen kependudukan
    karyawannya yang tak terkait kasus
    penahanan ijazah

    Dokumen-dokumen tersebut antara lain KTP, KK, SKCK, buku nikah, SIM A dan B, serta Surat Keterangan (Suket) Pengganti KTP-el yang dikeluarkan beberapa kabupaten, contohnya Kabupaten Gresik dan Tuban.
    Seluruh dokumen tersebut merupakan milik 35 mantan karyawan maupun karyawan yang saat ini masih bekerja di CV Sentosa Seal.
    “Nah, selanjutnya dari ijazah yang ditahan sudah ada di Polda Jatim, tapi untuk dokumen kependudukan ini akan kami serahkan langsung ke pekerja-pekerja yang masih bekerja di tempat Bu Jan Hwa Diana,” kata hukum Jan Hwa Diana, Elok Dwi Kadja saat ditemui wartawan di Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya,
    Armuji
    , Selasa (26/5/2025).
    Sementara itu, untuk eks karyawan dapat mengambil langsung dokumen tersebut di kantor Elok Kadja Law Firm yang bertempat di Jalan Panglima Sudirman Nomor 66-68, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, atau dapat menghubungi nomor telepon terkait.
    “Semuanya langsung dikembalikan kecuali BPKB dan sertifikat rumah itu kan ada perjanjian utang piutangnya, nah itu nanti saya tanyakan dulu ke Bu Diana,” katanya. 
    Terdapat satu sertifikat rumah dan dua BPKB motor yang pemiliknya merupakan saudara Diana, sehingga perlu konfirmasi lebih lanjut.
    Hari ini, Elok menemui Armuji terkait proses
    pengembalian ijazah
    dan dokumen lain yang tak terkait perkara di Polda Jatim. 
    Ia menuturkan bahwa sebelumnya Diana bersama tim kuasa hukumnya telah menyerahkan 108 ijazah dan 38 dokumen kependudukan ke Polda Jatim untuk proses pengembalian ke pihak korban.
    Namun, sejumlah barang bukti tersebut dikembalikan oleh Polda Jatim karena dinilai sudah tidak berkaitan dengan perkara.
    “Saya sudah menyerahkan 108 ijazah itu ke kepolisian, selain itu ada juga SKCK, SIM, buku nikah, KK yang kemarin sudah kami serahkan ke Polda Jatim, tapi pihaknya tidak berkenan menerima karena tidak berkaitan dengan perkara,” kata Elok.
    Oleh karena itu, Elok meminta arahan kepada Cak Ji terkait langkah selanjutnya yang bisa dilakukan dengan dokumen-dokumen tersebut.
    “Nah, Cak Ji ini kan cacaknya arek Suroboyo, jadi tujuan kami ke sini minta arahan dokumen ini akan kami kemanakan,” tuturnya.
    Ia juga mengatakan bahwa untuk ijazah atas nama Dimas Sefa ditemukan saat penggeledahan di gudang CV Sentosa Seal.
    Namun, untuk 108 ijazah dan 38 dokumen lainnya, Diana dengan sukarela menyerahkan ke kepolisian.
    Cak Ji menyarankan untuk menyerahkan barang bukti tersebut ke Polda Jatim agar seluruh dokumen bisa dikembalikan ke para korban.
    Sebab, hal tersebut bukan lagi wewenang Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
    “Saya sarankan agar berproses secara hukum di Polda Jatim, harapannya agar itu bisa menjadi barang bukti dan bisa ditindaklanjuti secara hukum. Jangan ke saya karena saya tidak punya hak, yang berhak mengembalikan ke karyawan itu Polda Jatim,” ujar Armuji. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Presiden Macron Kunjungan Indonesia, Pengendara Diminta Kasih Prioritas Jalan

    Presiden Macron Kunjungan Indonesia, Pengendara Diminta Kasih Prioritas Jalan

    Jakarta

    Presiden Prancis Emmanuel Macron bakal berkunjung ke Jakarta mulai hari ini. Pengendara yang melintas di ruas-ruas jalan berikut pun diminta memberikan prioritas.

    Polisi telah menyiapkan pengaturan arus lalu lintas pada 27-29 Mei 2025 berkaitan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Jakarta. Terkait kunjungan itu juga, pengendara yang melintas di lima ruas jalan berikut, diminta untuk memberikan prioritas jalan kepada tamu negara.

    Berikut lima ruas jalan yang dimaksud:

    – Jl. Jend.Sudirman
    – Jl. MH Thamrin
    – Jl. Gatot Subroto
    – Jl. Asia Afrika
    – Jl. Gerbang Pemuda

    “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan akibat pengaturan arus lalu lintas ini. Dukungan dan pengertian masyarakat sangat berarti demi suksesnya acara kenegaraan. Tunjukkan bahwa Indonesia adalah tuan rumah yang baik di mata dunia,” demikian dijelaskan akun X TMC Polda Metro Jaya.

    Sebagai informasi tambahan, Macron juga akan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang. Terkait kunjungan tersebut, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengungkap Macron bakal ditemani Presiden Prabowo Subianto. Pihak pengelola juga sudah menyiapkan fasilitas untuk memudahkan kunjungan tersebut.

    “Jadi kita mungkin, negara kita, pemerintah kita, tanggal 28 atau 29 (Mei) akan menerima kunjungan kenegaraan dari negara yang sangat penting, negara Prancis. Ini tentu sangat penting buat Indonesia. Setelah kemarin kita juga menerima kunjungan dari Perdana Menteri Tiongkok, negara yang juga sangat penting buat kita,” kata Hasan dilansir detikNews.

    “Dan ada permintaan dari pemerintah Prancis, Presiden Macron ingin mengunjungi salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia, yaitu Candi Borobudur. Dan untuk itu, pemerintah kita menyiapkan beberapa fasilitas untuk memudahkan kunjungan Presiden Perancis ke Borobudur. Nanti beliau akan ditemani oleh Presiden Prabowo, rencananya selama di sana. Dan pihak pengelola menyiapkan beberapa fasilitas untuk memudahkan kunjungan,” lanjut Hasan.

    Hasan mengatakan pemasangan fasilitas eskalator itu didasari waktu kunjungan yang sangat terbatas sehingga pemerintah menyiapkan fasilitas untuk mempermudah kunjungan agar waktunya lebih efisien. Hasan mengatakan pemerintah menyiapkan semacam jalan setapak tidak menggunakan tangga untuk sampai level 4 Candi Borobudur. Kemudian, dilanjutkan dengan penggunaan stair lift untuk sampai lantai teratas.

    (dry/din)

  • Pelanggan Keluhkan Security Check Hambat Perjalanan, MRT Jakarta Janjikan Evaluasi – Page 3

    Pelanggan Keluhkan Security Check Hambat Perjalanan, MRT Jakarta Janjikan Evaluasi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Moda raya terpadu (MRT) Jakarta menjadi salah satu alternatif transportasi publik favorit bagi publik. Kecanggihannya sudah menyamai kelas dunia, meski jaraknya masih terbatas di fase satu, Lebak Bulus-Bundaran HI.

    Sejak pertama beroperasi tahun 2019, MRT Jakarta memiliki ketepatan waktu yang presisi dan keamanan yang ketat yakni dengan pemeriksaan sebelum penumpang masuk ke dalam peron.

    Seiring berjalannya waktu, tingginya pengguna moda transportasi tersebut membuat publik memilih MRT Jakarta sebagai alternatif utama, khususnya berangkat kerja.

    Anti macet dan jarak tempuh yang singkat menjadi alasan utama, mengapa MRT Jakarta menjadi favorit. Namun demikian, ada sejumlah kritik dari pengguna yang harus menjadi perhatian. Salah satunya security check atau pemeriksaan keamanan.

    Dhika, seorang pekerja swasta yang selalu menggunakan MRT Jakarta mempertanyakan mengapa kebijakan pemeriksaan kemanan untuk tas harus dilakukan. Menurut dia, di saat harus mengejar waktu untuk berangkat kerja, dirinya dan penumpang lain justru harus tertahan karena hal tersebut.

    “Gue bingung sama kebijakan MRT, awal mereka pakai xray tiap mau masuk stasiun yang mana menurut gue agak berlebihan dan bikin antrian panjang. Lalu all of the sudden bulan ini mereka hilangkan tuh xray di tiap stasiun, digantikan garrett (metal detector),” kata Dhika di Jakarta, Senin (26/5/2025).

    Dhika bercerita, dari beberapa stasiun yang disambangi, CSW menjadi stasiun paling sibuk karena menjadi rute transit yang bersinggungan dengan penumpang TransJakarta.

    “CSW notabene salah satu stasiun paling sibuk, mereka bukannya pakai garrett tp cek manual pakai stik, penumpang harus buka tas, pagi-pafi orang lagi incrush malah diribetin,” keluh dia.

    Senada dengan itu, Evi yang bekerja di daerah Sudirman juga merasakan hal senada. Dia memperhatikan, biasanya pemeriksaan keamanan dilakukan dengan metal detector tapi kali ini hanya pakai stick.

    “Saya juga bingung awalnya cuma garrett terus sekarang manual check di MRT Bunderan Senayan. Itu bikin ribet,” kritik dia.

    Evi berpandangan, jika hal itu hanya sebatas formalitas harusnya MRT Jakarta bisa lebih bijak untuk menyiasati cara efisien untuk keamanan. Karena dengan cara saat ini, hal itu justru mengganggu kenyamanan pelanggan dan memakan waktu saat sedang terburu-buru.

    “Saya pernah komen ke satpamnya, kalian lihat isi tas gini kalau formalitas doang mending engga usah. Pakai garrett aja. Saya pernah lagi ribet banget barang dibawa banyak, saya bilang buka dan lihat sendiri aja, tangan saya ribet,” keluh dia.

     

  • Ganjil genap pekan depan hanya tiga hari

    Ganjil genap pekan depan hanya tiga hari

    tanggal 29-30 Mei 2025 gage (ganjil genap) ditiadakan karena Hari Libur Nasional (Kenaikan Isa Almasih dan cuti bersama)

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan sistem ganjil-genap untuk kendaraan pribadi di Jakarta pada pekan depan hanya berlangsung tiga hari yakni 26, 27, dan 28 Mei 2025, sementara pada 29 dan 30 Mei 2025 ditiadakan.

    “Pekan depan, tanggal 29-30 Mei 2025 gage (ganjil genap) ditiadakan karena Hari Libur Nasional (Kenaikan Isa Almasih dan cuti bersama),” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo melalui pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, Minggu.

    Peniadaan sistem ganjil genap ini sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 tahun 2019 pasal 3 ayat 3 bahwa sistem gage tidak diberlakukan pada hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional.

    Selain itu, ini juga merujuk Surat Keputusan Bersama Menteri Agama Nomor 1017 tahun 2024, Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 tahun 2024, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 2 tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2025.

    Syafrin mengatakan penerapan sistem ganjil genap di 25 lokasi Jakarta untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi, alih-alih kebijakan sistem jalan berbayar secara elektronik (Electronic Road Pricing/ERP).

    Jakarta Pusat meliputi Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman.

    Kemudian, Jalan Salemba Raya sisi barat dan Jalan Salemba Raya sisi timur (mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai Jalan Diponegoro), Jalan Kramat Raya, Jalan Stasiun Senen, Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Gunung Sahari.

    Di Jakarta Selatan, yakni Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Suryopranoto, Jalan Gatot Subroto dan Jalan HR Rasuna Said.

    Sedangkan di Jakarta Barat dan Jakarta Timur, yakni Jalan Tomang Raya, Jalan Jenderal S Parman, Jalan MT Haryono, Jalan DI Pandjaitan dan Jalan Jenderal A Yani.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI pindahkan patung lama M.H. Thamrin ke Balai Kota

    DKI pindahkan patung lama M.H. Thamrin ke Balai Kota

    Akan kami buat patung baru yang ada di Jalan Thamrin, tepatnya nanti kami akan umumkan

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memindahkan patung lama M.H. Thamrin ke Balai Kota tepatnya Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat sebagai bentuk penghormatan dan penguatan budaya Betawi.

    “Karena bagian penghormatan kita kepada tokoh Betawi dan tokoh pemikir yang namanya MH Thamrin, patung lamanya seizin bapak, ibu, saudara-saudara sekalian, saya akan taruh di balai kota,” kata Gubernur DKI Pramono Anung dalam pencanangan HUT ke-498 Kota Jakarta di Blok M Jakarta Selatan, Sabtu.

    Pramono menambahkan nantinya Pemerintah Provinsi DKI akan membuat patung M.H. Thamrin baru di Jalan Thamrin.

    Kemudian, dia memastikan posisi patung baru itu tidak lebih rendah dari patung Jenderal Sudirman.

    “Akan kami buat patung baru yang ada di Jalan Thamrin, tepatnya nanti kami akan umumkan, dan patungnya tidak boleh lebih rendah dari patung Jendral Sudirman,” ujarnya.

    Dia berharap kesempatan ini mampu membuat peringkat Jakarta naik di kota global dan tetap mampu mempertahankan budaya Betawi.

    Sebelumnya, disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap akan menaruh patung MH Thamrin di Jalan MH Thamrin. Patung ini nantinya dibuat baru dan lebih besar serta diupayakan tak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

    Adapun patung baru yang akan dibuat nantinya dalam pose sosok MH Thamrin yang sedang berpikir.

    Berbeda dengan patung sebelumnya yakni dalam posisi berdiri tegak, mengenakan jas dan peci, dengan tangan kanan menunjuk ke depan dan tangan kiri memegang buku.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.