Tag: Sudirman

  • Kapolres Pimpin Pengamanan Takbir Keliling Malam Idul Adha di Inhu Riau

    Kapolres Pimpin Pengamanan Takbir Keliling Malam Idul Adha di Inhu Riau

    Indragiri Hulu

    Kapolres Indragiri Hulu (Inhu) AKBP Fahrian Saleh Siregar memimpin langsung pengamanan takbir keliling malam Idul Adha 1446 H. Pawai takbir keliling ini diikuti oleh ratusan warga.

    “Personel kami telah disebar di titik-titik strategis sepanjang rute pawai. Kami juga berkolaborasi dengan pihak TNI, Satpol PP, Dishub, dan stakeholder terkait lainnya guna memastikan bahwa kegiatan ini berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat,” ujar Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, dalam keterangannya, Kamis (5/6/2025).

    Pawai takbir keliling dimulai dari depan Gedung Sejuta Sungkai, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Rengat pukul 20.00 WIB. Sejumlah tokoh agama dan masyarakat serta jajaran pemerintah kabupaten turut hadir dalam pawai tersebut.

    Polres Inhu menurunkan 140 personel untuk menjamin kelancaran dan keamanan selama jalannya pawai tersebut. Pawai ini tidak hanya menjadi ajang tahunan untuk menyambut Hari Raya Idul Adha.

    Bupati Inhu Agus Hartanto turut hadir melepas peserta pawai takbir keliling. (dok. Istimewa)

    Adapun rute pawai takbir keliling melewati jalan-jalan protokol, dimulai dari Jalan Ahmad Yani-Jalan Ade Irma Surya-Jalan MT Haryono-Jalan Kapten Piere Tandean-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Hang Lekir-Jalan Rumah Tinggi-Jalan Narasinga-Jalan Sultan-Jalan H Agus Salim dan berakhir di RTH Rengat.

    Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Inhu Sabtu P Sinurat, Wakil Ketua I DPRD Inhu H Adek Chandra, Kasdim 0302/Inhu Mayor Inf. Kabul, Sekda Paino, dan perwakilan dari Kemenag serta tokoh masyarakat dan agama.

    “Kesediaan berqurban merupakan bukti keimanan dan kepasrahan total seorang hamba terhadap Tuhannya. Nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan ini yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” ucap Ade.

    Ade juga mengajak seluruh peserta pawai untuk menjaga ketertiban dan keamanan sebagai bagian dari syiar Islam, sembari menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan pawai takbir keliling tahun ini.

    (mei/jbr)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Transjabodetabek rute Bogor-Blok M gunakan jalan layang dan tol

    Transjabodetabek rute Bogor-Blok M gunakan jalan layang dan tol

    Pemerintah Provinsi DKI meresmikan Transjabodetabek rute P11 Bogor-Blok M yang menghubungkan moda transportasi ke luar wilayah Jakarta, Jakarta, Kamis (5/6/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

    Transjabodetabek rute Bogor-Blok M gunakan jalan layang dan tol
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Kamis, 05 Juni 2025 – 14:02 WIB

    Elshinta.com – Transjabodetabek rute P11 Bogor-Blok M menggunakan jalan layang dan tol dengan melewati 22 titik pemberhentian di Bogor maupun Jakarta untuk menjangkau penumpang.

    Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo dalam peresmian Transjabodetabek rute Bogor-Blok M di Terminal Blok M Jakarta, Kamis.

    “Untuk haltenya, dari Terminal Blok M otomatis akan masuk ke Jalan Sisingamangaraja, kemudian masuk Jalan Sudirman, belok kanan ke jalan Gatot Subroto,” katanya.

    Itu seluruhnya akan masuk di koridor TransJakarta sampai MT Haryono. “Kemudian Cawang, baru masuk tol,” katanya.

    Selanjutnya Transjabodetabek P11 akan melewati Cibubur hingga Sentul untuk melayani warga Bogor.

    Berdasarkan data dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), rute Transjabodetabek Bogor-Blok M melayani pengguna transportasi publik dengan total 22 titik pemberhentian di dua arah perjalanan, yaitu dari Bogor ke Blok M dan sebaliknya.

    Layanan ini akan mempermudah mobilitas warga Bogor menuju pusat Jakarta, dengan jalur yang melintasi berbagai kawasan strategis, termasuk Sentul, Cibubur, dan koridor utama Jakarta.

    Dari arah Bogor ke Blok M, terdapat 12 titik pemberhentian, di antaranya Cidangiang (Penaikan), Mall Bellanova Sentul, Sentul, Simpang Sentul, Pintu Tol Citeureup 1 dan Cibubur Junction.

    Lalu, Pancoran Arah Barat, jalur layang Tegal Mampang, Rawa Barat, Pasar Santa, Kejaksaan Agung, dan Blok M Jalur 5.

    Sementara pada arah sebaliknya (Blok M ke Bogor), layanan berhenti di 10 titik, termasuk Buperta Cibubur, Monumen Pancakarsa dan kembali berakhir di Terminal Baranangsiang.

    Rute Bogor-Blok M memiliki tujuh titik halte dalam wilayah Jakarta dan 10 bus stop di luar Jakarta. Kemudian, lima bus stop usulan tambahan di jalur luar kota.

    Bus armada akan beroperasi dari pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, dengan waktu tempuh rata-rata sekitar 85-90 menit di jam normal, dan bisa mencapai 110 menit di jam sibuk.

    Layanan ini diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan dan memberikan kenyamanan bagi warga Bogor yang beraktivitas di Jakarta.

    Pemerintah Provinsi DKI meresmikan Transjabodetabek rute P11 Bogor-Blok M yang menghubungkan moda transportasi ke luar wilayah Jakarta.

    Sebanyak 16 unit bus rute Bogor-Blok M dikerahkan dengan waktu jarak tunggu (headway) 15 menit yang akan melayani masyarakat.

    Saat ini sudah tersedia lima rute Transjabodetabek yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI, yakni PIK 2-Blok M, Vida Bekasi-Cawang, Alam Sutera-Blok M, Sawangan-Lebak Bulus dan Bogor-Blok M.

    Sumber : Antara

  • Ikat Kepala Timnas Laris Manis di GBK Menjelang Laga Indonesia vs China
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        5 Juni 2025

    Ikat Kepala Timnas Laris Manis di GBK Menjelang Laga Indonesia vs China Megapolitan 5 Juni 2025

    Ikat Kepala Timnas Laris Manis di GBK Menjelang Laga Indonesia vs China
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menjelang laga Timnas Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Kamis (5/6/2025) sore, sejumlah
    pedagang kaki lima
    mulai menjajakan dagangan mereka di sepanjang FX Sudirman.
    Dani (40), salah satu pedagang, tampak membuka lapak sederhana di depan Pintu 5 Stadion GBK. Ia datang jauh-jauh dari Bandung untuk menjual aneka
    merchandise Timnas Indonesia
    .
    “Kami jualan dari Bandung, berangkat ke sini sengaja jualan jersey dan merchandise Timnas,” ujar Dani saat ditemui
    Kompas.com.
    Lapaknya menawarkan berbagai atribut dukungan untuk Timnas, seperti syal, jersey, dan ikat kepala.
    Barang-barang tersebut ia tata rapi di atas kain terpal yang diletakkan di pinggir trotoar, tepat di jalur lalu lintas pejalan kaki yang mengarah ke Pintu 5 GBK.
    “Jualannya itu saja, syal, jersey, paling itu saja kalau jualan,” ujarnya sambil melayani pembeli yang tengah memilih-milih syal bergambar Garuda.
    Meski suasana sekitar mulai ramai dengan gelombang suporter yang datang, Dani mengaku penjualannya belum terlalu tinggi sore itu.
    Menurut dia, sebagian besar pembeli hanya mampir sebentar atau bertanya-tanya mengenai harga.
    Dani memperkirakan lapaknya masih sepi karena laga Timnas baru akan digelar malam hari. Ia yakin, para pembeli akan membanjiri lapaknya menjelang waktu
    kick-off
    .
    “Jersey masih belum banyak yang beli karena pertandingan baru malam. Mungkin nanti kalau sudah mendekati
    kick-off
    baru pada datang,” katanya.
    Untuk sementara, dagangan yang paling banyak diburu adalah aksesori ringan. Dani menyebutkan bahwa ikat kepala bertuliskan “INDONESIA” dijual dengan harga Rp 10.000 per buah. Aksesori ini menjadi yang paling terjangkau sekaligus paling diminati oleh para suporter.
    “Belum begitu banyak hari ini, paling ikat kepala yang laris,” ujarnya.
    Sementara syal dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 150.000, tergantung pada jenis dan kualitasnya.
    Syal dengan motif sederhana biasanya lebih tipis, sedangkan versi printing terlihat lebih tebal, berwarna mencolok, dan menampilkan gambar Garuda serta tulisan “Garuda di Dadaku”.
    Jersey Timnas Indonesia dijual dengan harga mulai dari Rp 150.000, tergantung pada kualitas bahan dan desain. Beberapa di antaranya menyerupai jersey resmi, meski tanpa label merek yang terdaftar.
    Senada dengan Dani, Indra (34), pedagang yang datang dari Cikarang, juga mengatakan banyak pembeli yang lebih tertarik membeli aksesori ringan seperti ikat kepala dibandingkan jersey atau syal.
    “Orang-orang lebih beli yang murah dulu, paling ikat kepala. Tadi siang sudah habis setengah dus,” kata Indra.
    Menurut dia, sebagian besar suporter memilih menunggu hingga waktu pertandingan semakin dekat sebelum membeli jersey yang harganya lebih murah.
    “Kalau jersey sih masih sedikit yang beli sampai sekarang. Mereka kayaknya nunggu lihat dulu bagiamana nanti, baru beli kalau sudah semakin dekat dengan
    kick-off,
    ” ujarnya.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hindari macet dukung timnas, ini akses pejalan kaki menuju Stadion GBK

    Hindari macet dukung timnas, ini akses pejalan kaki menuju Stadion GBK

    Jakarta (ANTARA) – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan akses bagi para pejalan kaki atau warga yang menggunakan transportasi umum untuk mendukung Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Kamis malam.

    “Akses pejalan kaki dapat melalui Pintu 1, Pintu 2, Pintu 5, Pintu 6, Pintu 7, Pintu 8, Pintu 10, Pintu 11,” tulis akun resmi @TMCPoldaMetro.

    Polda Metro Jaya menjelaskan pejalan kaki yang menggunakan transportasi umum jenis Moda Raya Terpadu (MRT) dapat masuk melalui Pintu 7.

    Sedangkan bagi para pejalan kaki yang menggunakan Bus Transjakarta dapat masuk melalui Pintu 5, Pintu 6 dan Pintu 8.

    Kemudian bagi pejalan kaki yang datang menggunakan transportasi online dapat diturunkan (drop off) di Pintu 7, Pintu 8 dan Pintu 12.

    Untuk Pintu 9 dan Pintu 12 ditutup aksesnya. Begitu juga dengan Pintu 3 dan 4 karena khusus ofisial dan tamu VVIP.

    Kepada pengguna kendaraan bermotor diimbau untuk menghindari Jalan Asia Afrika, Jalan Gerbang Pemuda dan Jalan Jenderal Sudirman karena dikhawatirkan terjadinya kepadatan kendaraan.

    Timnas Indonesia akan menghadapi salah satu laga terpenting untuk menjaga asa lolos ke panggung utama sepak bola, Piala Dunia 2026, saat menjamu China pada pertandingan kualifikasi Zona Asia Grup C.

    Pertandingan berlangsung di Stadion Utama GBK, Jakarta, pada Kamis pukul 20.45 WIB

    Indonesia kini menghuni posisi keempat di klasemen sementara Grup C dengan koleksi sembilan poin, unggul tiga poin atas dua tim terbawah, yakni Bahrain dan China.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Covid-19 Merebak Lagi, Warga Minta Pemerintah Aturan Prokes Diperketat

    Covid-19 Merebak Lagi, Warga Minta Pemerintah Aturan Prokes Diperketat

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan temuan tujuh kasus baru Covid-19 di Indonesia pada periode 25 hingga 31 Mei 2025. Menanggapi hal tersebut,  sejumlah warga meminta pemerintah agar kembali memperketat aturan protokol kesehatan (prokes) sebagai langkah antisipasi.

    Aulia, warga yang ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (4/6/2025), mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya saat menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta, mass rapid transit (MRT), dan kereta rel listrik (KRL). Ia juga menekankan pentingnya menjaga jarak untuk mengurangi risiko penularan.

    “Iya itu semua langkah antisipasinya,  karena lagi melonjak juga kan kasusnya,” kata Aulia, saat ditemui Beritasatu.com di Sudirman, Jakarta, Rabu (4/6/2025).

    Aulia juga berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas jika kasus positif terus bertambah. “Mungkin bisa lebih diperketat lagi kayak dahulu. Tapi kalau langsung lockdown juga aneh, pasti akan kaget juga. Lebih diperketat saja atau bisa juga mulai work from home (WFH) lagi,” tambahnya.

    Senada dengan Aulia, Saha menyarankan agar masyarakat tetap menjaga jarak saat berada di kerumunan. Ia pribadi menyarankan untuk mulai menyiapkan rencana keuangan sebagai bentuk antisipasi.

    “Ya jaga jarak saja, lalu untuk antisipasi lebih ke keuangan karena ekonomi kan lagi sulit sekarang jadi simpan uang,” katanya.

    Di sisi lain, ada Anisa meminta agar penggunaan masker kembali diwajibkan dan fasilitas cuci tangan kembali disediakan di tempat umum. Ia juga berharap pemerintah kembali melakukan sosialisasi serta membuka kembali akses vaksinasi bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

    Saran lain datang dari Anisa, yang meminta agar penggunaan masker kembali diwajibkan dan fasilitas cuci tangan kembali disediakan di tempat umum. Ia juga berharap pemerintah kembali melakukan sosialisasi serta membuka kembali akses vaksinasi bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

  • Nyalinya Gede! Pemotor Tak Pakai Helm Dikejar Polisi-Diambil Kunci, Ngacir Dorong Motor

    Nyalinya Gede! Pemotor Tak Pakai Helm Dikejar Polisi-Diambil Kunci, Ngacir Dorong Motor

    Jakarta

    Nyali pemotor satu ini gede juga. Sudah jelas-jelas melanggar lalu lintas, saat dikejar polisi malah ngacir terus. Bahkan saat kuncinya diambil, dia rela mendorong motornya untuk kabur.

    Pelanggaran lalu lintas masih marak terjadi. Tak sedikit juga pelanggar yang justru nekat kabur padahal sudah jelas-jelas melakukan kesalahan. Misalnya pemotor satu ini yang sudah ketangkap basah melakukan pelanggaran, saat diberhentikan polisi justru malah kabur.

    Aksi pemotor itu terekam dalam video yang diunggah akun TikTok milik Brigadir Candra Dwi. Tampak pemotor itu tak mengenakan helm, motornya tak dilengkapi pelat nomor di depan dan belakang, ban tidak sesuai standar, serta tidak memasang spion. Polisi kemudian menegur dan hendak memberhentikan. Bukannya berhenti, malah terus tancap gas selap-selip di jalan. Tiba-tiba jalanan di depan terhenti karena lampu merah. Polisi turun dari motor, mengejar, dan mengambil kunci si pelanggar lantaran dianggap tak kooperatif.

    Pemotor itu sempat menghampiri polisi, namun disuruh berhenti dan menepi di kiri jalan depan. Tapi yang terjadi justru mengejutkan, selepas lampu hijau menyala, pelanggar itu nekat mendorong motornya dan putar balik! Polisi pun terus mengejar pemotor tersebut. Hingga akhirnya pemotor itu menepi di kiri jalan.

    “Ngapain sih lari?” tanya polisi sebagaimana terdengar dalam video.

    “Kagak pak, panik aja pak,” jawab pemotor

    “Bukan panik, tadi kamu ngebut-ngebut maksudnya apa tadi,” sahut polisi lagi.

    “Oh iya, maaf pak,” kata si pemotor.

    Pemotor itu kemudian diminta jok motornya dan diminta surat-surat serta pelat nomor. Pemotor itu mengaku pelat nomornya sedang dibuat dan surat-surat dalam pengurusan. Selanjutnya, pelanggar dibawa ke pos polisi terdekat. Aksi pelanggar itu menuai banyak komentar. Tidak sedikit yang menyorot aksi nekatnya melanggar lalu lintas di kawasan Jalan Sudirman dan berusaha kabur dengan kondisi motor mati.

    “Udah pake mesin kekejar, eh malah lari pake kaki,” tukas seorang warganet.

    “udah lah salah malah ngajak “balapan” lawan motor cc besar. kunci sudah diambil dan motor nggak bisa nyala masih juga coba kabur. ditanya surat2 katanya masih dibikin, ampun deh,” tulis warganet lainnya.

    Aksi pemotor itu jelas pelanggaran dan tidak patut ditiru. Saat berkendara, pastikan kamu membawa surat-surat lengkap seperti SIM dan juga STNK. Pastikan juga kendaraan kamu menggunakan perlengkapan sesuai standar seperti spion dan juga pelat nomor. Tak kalah penting, selalu gunakan helm untuk melindungi kepala. Dengan cara itu, kamu bisa menghindari tilang sekaligus turut berperan dalam menjaga keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

    (dry/din)

  • Karyawan Ajak Teman Curi Uang Kantor Pos Indonesia Rp 517 Juta di Pekanbaru
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 Juni 2025

    Karyawan Ajak Teman Curi Uang Kantor Pos Indonesia Rp 517 Juta di Pekanbaru Regional 4 Juni 2025

    Karyawan Ajak Teman Curi Uang Kantor Pos Indonesia Rp 517 Juta di Pekanbaru
    Tim Redaksi
    PEKANBARU, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap dua orang pria pencuri uang
    Kantor Pos Indonesia
    di Jalan Jenderal Sudirman, Kota
    Pekanbaru
    , Riau, Selasa (3/6/2025).
    Kedua pelaku mencuri uang milik salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sebanyak Rp 517 juta.
    Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim)
    Polresta Pekanbaru
    , Kompol Bery Juana, menyebut kedua pelaku bernama Febri Supra Yogi (48) dan Dolli Ricardo (42).
    “Pelaku Febri Supra Yogi merupakan orang dalam atau karyawan Kantor Pos Indonesia. Dia sudah 25 tahun bekerja di situ sebagai staf, sedangkan pelaku satu lagi bekerja sebagai juru parkir. Mereka ini sudah lama berteman,” ungkap Bery kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Selasa.
    Bery menjelaskan, Febri adalah orang yang dipercaya memegang kunci brankas uang Kantor Pos.
    Pada Rabu (21/5/2025), dia mengajak Dolli untuk mengambil uang di dalam brangkas tersebut.
    Mereka juga sudah berencana sehari sebelum mencuri.
    Mereka menggasak uang di dalam brankas pada malam hari karena Febri masuk shift malam.
    Aksi mereka diketahui pagi harinya ketika uang akan disetorkan.
    “Pegawai lainnya membuka brankas untuk menyetorkan uang. Ternyata, enam kantong uang berjumlah sekitar Rp 517 juta telah hilang. Setelah dicek CCTV, pelakunya orang dalam. Kemudian pihak Kantor Pos melaporkan ke Polresta Pekanbaru,” kata Bery.
    Tim Satreskrim kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku.
    Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengakui perbuatannya.
    Mereka beralasan mencuri karena butuh uang untuk membayar utang.
    “Motifnya mengaku buat bayar utang. Ada yang dititipkan ke orang lain. Selain itu, juga digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu. Hasil cek urine mereka positif memakai narkoba,” kata Bery.
    Uang Rp 517 juta yang mereka curi tersisa Rp 360 juta dan disita polisi sebagai barang bukti.
    Kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Polresta Pekanbaru.
    “Setelah kami lakukan pemeriksaan dan alat bukti yang cukup, keduanya kami tetapkan tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Untuk tersangka Dolli, dia merupakan residivis kasus pencurian bongkar rumah,” ujar Bery.
    Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 tentang curat. Ancaman hukuman sembilan tahun penjara.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Penemuan Granat Aktif di Rumah Kosong Tuban, Polisi Pastikan Bukan Milik Teroris

    Penemuan Granat Aktif di Rumah Kosong Tuban, Polisi Pastikan Bukan Milik Teroris

    Tuban (beritajatim.com) – Granat aktif ditemukan di sebuah rumah kosong di Jalan Panglima Sudirman, samping Hotel Amerta, Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Polisi memastikan granat tersebut bukan milik teroris.

    Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan bahwa rumah itu milik atas nama Cahyo dan pihaknya akan memeriksa pemilik serta melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kalau milik teroris bukan, ini rumah milik atas nama Cahyo dan pemilik rumah ini nantinya pasti akan kita periksa,” ujarnya, Selasa (3/5/2025).

    Penemuan granat berawal saat Yos Setiawan (58), seorang tukang kebersihan, membersihkan pekarangan rumah dan mendengar suara seperti besi. Saat diperiksa, benda tersebut ternyata granat aktif. Yos pun segera melaporkan ke polisi.

    “Kami langsung kontak unit Jibom dari Gegana Polda Jatim dan saat ini granat tersebut sudah diamankan,” kata Dimas.

    Meski demikian, dugaan rumah tersebut sebagai tempat penyimpanan granat masih dalam penyelidikan. Polisi akan memanggil pemilik rumah, petugas kebersihan, dan menelusuri siapa saja yang pernah tinggal di sana karena rumah itu sudah lama kosong.

    Granat aktif tersebut telah diledakkan dengan aman di kawasan PT SIG Pabrik Tuban oleh tim Gegana Polda Jatim dengan pengawalan ketat dari Polres Tuban. [dya/beq]

  • Jibom Polda Jatim Selidiki Temuan Granat Aktif di Rumah Kosong Tuban

    Jibom Polda Jatim Selidiki Temuan Granat Aktif di Rumah Kosong Tuban

    Surabaya (beritajatim.com) – Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Jawa Timur diterjunkan ke Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, usai penemuan granat aktif di sebuah rumah kosong yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, tepat di samping Hotel Amerta, Selasa (3/6/2025).

    Dalam pantauan di lokasi, empat personel Jibom tampak memeriksa dan mengevakuasi granat yang ditemukan di pekarangan rumah tersebut. Rumah tersebut diketahui telah lama kosong, sehingga keberadaan granat menimbulkan tanda tanya besar.

    Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander menyatakan granat yang ditemukan masih aktif dan saat ini telah diamankan untuk ditindaklanjuti oleh tim Gegana. Menurutnya, granat itu pertama kali ditemukan oleh seorang tukang kebersihan.

    “Nanti kami minta keterangan saksi-saksi termasuk pemilik rumah dan tukang kebersihan yang pertama kali menemukan granat tersebut,” kata AKP Dimas.

    Ia menambahkan, granat diperkirakan sudah cukup lama berada di lokasi mengingat bentuknya yang telah berkarat. Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan asal-usul maupun kepemilikannya.

    “Kita masih belum tahu kepemilikan granat tersebut, maupun didapat dari mana, masih kita periksa,” tegasnya.

    Granat aktif tersebut kini telah dibawa oleh tim Gegana Polda Jatim dan rencananya akan diledakkan di kawasan Semen Gresik Tuban sebagai bagian dari prosedur netralisasi bahan peledak. Sementara itu, polisi juga akan menyelidiki lebih lanjut jejak keberadaan granat di rumah kosong tersebut. [dya/beq]

  • Granat Ditemukan di Rumah Kosong Dekat Hotel Amerta Tuban

    Granat Ditemukan di Rumah Kosong Dekat Hotel Amerta Tuban

    Tuban (beritajatim.com) – Sebuah granat ditemukan di rumah kosong yang terletak di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, tepatnya di samping Hotel Amerta, Selasa (3/6/2025). Penemuan mengejutkan ini langsung mengundang respons dari aparat keamanan setempat.

    Yos Setiawan (58), warga setempat yang pertama kali menemukan granat tersebut, mengatakan bahwa kejadian bermula saat ia membersihkan pohon di halaman rumah milik seorang warga bernama Bapak Cahyo.

    “Pagi tadi jam 8 saya membersihkan, tiba-tiba ada bunyi kayak suara besi gitu, ternyata ada granat,” ujar Yos.

    Pria yang akrab disapa Yos itu menambahkan bahwa dirinya sudah lama bekerja sebagai tukang bersih-bersih di rumah tersebut, namun baru kali ini menemukan benda berbahaya.

    “Terus pas saya tahu bentuknya kayak granat, terus saya foto saya kirim Koramil,” lanjutnya.

    Tak lama setelah menerima laporan berupa foto, pihak Koramil dan anggota dari Polres Tuban segera datang ke lokasi untuk memeriksa dan mengamankan granat tersebut.

    “Tadi langsung dibawa granatnya,” kata Yos.

    Wakapolres Tuban Kompol Achmad Robial membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu kedatangan Unit Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana.

    “Iya benar, ini rumah sudah kosong 2 tahun dan saat ini masih menunggu Unit Jibom,” ungkap Kompol Robial.

    Hingga berita ini ditayangkan, proses penyelidikan masih berlanjut dan Kepolisian masih menanti bantuan dari Polda Jawa Timur untuk menindaklanjuti temuan tersebut. [dya/beq]