Tag: Sudirman

  • Sejumlah Saksi dan Panitia Diperiksa Terkait Penyebab Pembakaran di Monumen Jenderal Sudirman Pacitan

    Sejumlah Saksi dan Panitia Diperiksa Terkait Penyebab Pembakaran di Monumen Jenderal Sudirman Pacitan

    Pacitan (beritajatim.com) – Polisi mulai melakukan penyelidikan pasca insiden kericuhan dan pembakaran fasilitas panitia pada partai puncak turnamen bola voli Soedirman Cup 2025 di kawasan Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan, Minggu (7/9/2025) dini hari.

    Kapolsek Nawangan, Iptu Yuyun Krisdiantoro, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi serta panitia penyelenggara turnamen.

    “Ini masih tahap pemeriksaan saksi dan panitia. Kami juga mendata aset-aset panitia yang dibakar penonton semalam,” kata Yuyun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (7/9/2025 siang.

    Ia menegaskan, tidak ada fasilitas Monumen Jenderal Sudirman yang mengalami kerusakan akibat kericuhan. “Alhamdulillah, fasilitas monumen aman,” tegasnya.

    Sebelumnya, kericuhan pecah saat laga final voli putra antara Restu Putra melawan KWK Gank. Pertandingan sempat dihentikan pada skor 8-6 untuk KWK Gank setelah wasit terlalu lama mengambil keputusan lewat tayangan ulang (VAR). Situasi semakin memanas ketika penonton melempar botol air mineral ke lapangan.

    Kekecewaan penonton kian memuncak karena pemain nasional Rivan Nurmulki, yang sebelumnya disebut akan tampil dalam promosi panitia, ternyata tidak hadir. Massa kemudian membakar perlengkapan pertandingan milik panitia.

    Diperkirakan sekitar 7.000 penonton hadir dalam laga tersebut. Kerugian akibat kericuhan ditaksir mencapai Rp100 juta. Massa baru membubarkan diri sekitar pukul 02.45 WIB, sementara kondisi di lokasi kini terpantau aman. [tri/suf]

  • Ada Maulid Nabi di Monas, Pengguna KRL Disarankan Turun di Stasiun Alternatif
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 September 2025

    Ada Maulid Nabi di Monas, Pengguna KRL Disarankan Turun di Stasiun Alternatif Megapolitan 6 September 2025

    Ada Maulid Nabi di Monas, Pengguna KRL Disarankan Turun di Stasiun Alternatif
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – PT KAI mengimbau pengguna KRL Commuter Line untuk tidak naik atau turun di Stasiun Juanda dan Gondangdia mulai Sabtu (6/9/2025) sore.
    Imbauan ini terkait dengan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Jakarta Bershalawat” yang digelar di kawasan Monas pukul 18.00 WIB.
    “KAI Commuter mengimbau untuk mencari stasiun alternatif lainnya sebagai stasiun untuk naik dan turun,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, dalam keterangannya, Sabtu.
    Joni menjelaskan, kedua stasiun tersebut diprediksi akan dipadati pengunjung yang datang maupun pulang dari acara keagamaan itu.
    Karena itu, penumpang diminta memanfaatkan stasiun alternatif.
    Untuk relasi Jakarta Kota–Bogor, penumpang dapat memilih Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Cikini.
    Pada relasi Cikarang bisa menggunakan Stasiun Sudirman atau BNI City.
    “Sementara untuk lintas Tangerang adalah Stasiun Duri dan lintas Rangkasbitung adalah Stasiun Tanah Abang,” ujar Joni.
    Ia menambahkan, pengguna bisa menyesuaikan pilihan stasiun alternatif tersebut untuk mengurangi risiko kepadatan saat menuju maupun kembali dari lokasi acara.
    Tak hanya itu, KAI Commuter juga menyiagakan tambahan 41 personel di stasiun-stasiun sekitar Monas.
    “Petugas juga akan melakukan penyekatan di hall stasiun untuk membatasi kepadatan di peron serta memastikan keamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line,” jelas Joni.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ada Maulid Nabi di Monas, Penumpang Diminta Turun di Stasiun Alternatif

    Ada Maulid Nabi di Monas, Penumpang Diminta Turun di Stasiun Alternatif

    Bisnis.com, JAKARTA — VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus mengimbau masyarakat yang akan menggunakan KRL menuju acara Maulid Nabi di kawasan Monas maupun tujuan lainnya, untuk memilih stasiun alternatif. 

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa Bersama di Jakarta berpusat di kawasan Monas pada Sabtu sore, (6/9/2025). Joni memperkirakan tingginya antusiasme masyarakat yang akan hadir ke lokasi kegiatan ini menggunakan Commuter Line.  

    Untuk itu, KAI Commuter mengambil langkah-langkah yang diperlukan, terutama untuk menjaga keselamatan dan keamanan para penggunanya. KAI Commuter juga akan mengoperasikan sebanyak 1.063 perjalanan Commuter Line Jabodetabek sebagai langkah antisipasi.  

    “Hal ini dikarenakan Commuter Line diperkirakan akan lebih banyak digunakan oleh masyarakat, mengingat lokasi stasiun yang dekat dengan tempat kegiatan,” jelas Joni dalam keterangan resmi, Sabtu (6/9/2025). 

    Adapun, stasiun Juanda dan Gondangdia yang berlokasi di sekitar kawasan Monas diperkirakan menjadi stasiun tujuan untuk menuju lokasi kegiatan dan sebagai stasiun keberangkatan pengguna usai kegiatan tersebut. Untuk itu KAI Commuter mengimbau untuk mencari stasiun alternatif lainnya sebagai stasiun untuk naik dan turun.

    Stasiun Sawah Besar dan Cikini sebagai stasiun alternatif untuk lintas Bogor, sedangkan untuk stasiun alternatif dari lintas Cikarang adalah Stasiun Sudirman dan BNI City. 

    Sementara itu untuk lintas Tangerang adalah Stasiun Duri dan lintas Rangkasbitung adalah Stasiun Tanah Abang. Pengguna bisa memilih stasiun tersebut sebagai stasiun alternatif untuk naik dan turun menuju atau dari lokasi kegiatan.

    Untuk antisipasi keramaian pengguna, KAI Commuter juga menambah 41 personel layanan di stasiun-stasiun sekitar lokasi kegiatan. Di Stasiun Juanda, menyiagakan 24 petugas dan di Stasiun Gondangdia sebanyak 17 petugas.

    “Petugas juga akan melakukan penyekatan di hall stasiun untuk membatasi kepadatan di peron serta memastikan keamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line,” tambah Joni.

    KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan, serta selalu ikuti arahan petugas di stasiun. Bagi pengguna yang menunggu di area peron, diminta untuk mendahulukan penumpang yang akan keluar, tidak melewati garis aman, dan menghindari menghalangi penumpang yang keluar dari Commuter Line.

    “KAI Commuter juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjadi pengguna yang tertib demi keselamatan bersama serta selalu menjaga fasilitas umum,” tutup Joni.

    Adapun, angkutan umum massa KRL menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas. 

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang kereta di Jawa dan non-Jawa termasuk kereta bandara, MRT, LRT, dan kereta cepat Whoosh, yang berangkat pada bulan Juli 2025 sebanyak 50,1 juta orang atau naik 9,85% dibanding bulan sebelumnya. 

    Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek yang merupakan penumpang pelaju (commuter), yaitu sebanyak 31,4 juta orang atau 62,67% dari total penumpang angkutan kereta. 

  • Kejari Bojonegoro Kalahkan Jurnalis FC 2-1 di Laga Persahabatan HUT Kejaksaan ke-80

    Kejari Bojonegoro Kalahkan Jurnalis FC 2-1 di Laga Persahabatan HUT Kejaksaan ke-80

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Laga persahabatan fun football mempertemukan tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro melawan Jurnalis FC Bojonegoro di Stadion Letjen H Sudirman, Rabu (3/9/2025). Pertandingan ini digelar dalam rangka memperingati HUT Kejaksaan RI ke-80.

    Pertandingan berlangsung seru dan penuh gelak tawa dari kedua kesebelasan. Sejak menit awal, kedua tim tampil ngotot untuk menunjukkan permainan terbaiknya. Tim Jurnalis FC sempat memberi perlawanan ketat, namun Kejari Bojonegoro akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 lewat perpanjangan waktu.

    Gol penentu kemenangan Kejari Bojonegoro tercipta di babak tambahan, disambut sorak-sorai pendukung yang hadir di tribun. Sementara itu, Jurnalis FC harus mengakui keunggulan lawannya meski tampil cukup solid sepanjang pertandingan.

    Meski kalah, tim Jurnalis FC tetap menanggapi hasil tersebut dengan penuh canda. Pelatih Jurnalis FC, Imam Nurcahyo mengungkapkan jika sejak awal permainan, rekan-rekan wartawan sudah tampil apik meski fisik menjadi kendala.

    “Banyak yang tenaganya habis di tengah pertandingan. Untuk permainan sudah mulai ada peningkatan, meski beberapa kali laga sudah terbiasa menelan pil kekalahan,” ujar pria yang juga sebagai penanggung jawab beritabojonegoro.com.

    Sementara Kepala Kejari Bojonegoro yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan yang terjalin dalam laga persahabatan ini. “Momentum HUT Kejaksaan RI ke 80 bukan hanya seremonial, tapi juga mempererat silaturahmi dengan masyarakat, termasuk rekan-rekan media,” ujarnya.

    Pertandingan persahabatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan suasana penuh keakraban antara aparat kejaksaan dan jurnalis yang sehari-hari bertemu di lapangan tugas berbeda. [lus/ian]

  • Tukang Becak Asal Pacitan Meninggal Diduga Kena Gas Air Mata saat Demo di Solo

    Tukang Becak Asal Pacitan Meninggal Diduga Kena Gas Air Mata saat Demo di Solo

    Pacitan (beritajatim.com) – Seorang tukang becak asal Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Pacitan, Jawa Timur, meninggal dunia di tengah situasi kericuhan di Solo, Jumat (29/8) malam. Korban diketahui bernama Sumari (60).

    Camat Donorojo, Nasrul Hidayat, membenarkan bahwa almarhum adalah warganya yang bekerja sebagai tukang becak di Surakarta. Dan meninggal dunia saat ada kerusuhan demontrasi.

    “Kami turut berbelasungkawa. Almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung dan asma. Kecamatan juga sudah memberikan pendampingan kepada keluarga, termasuk dalam proses pemakaman,” ujarnya, ditulis Rabu (3/9/2025).

    Jenazah telah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya, Desa Sendang, pada Sabtu (30/8). Pihak keluarga menyebut almarhum memiliki riwayat penyakit jantung dan asma.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula ketika Sumari yang tengah beristirahat di atas becaknya di kawasan Pasar Gede, diduga terpapar gas air mata yang terbawa angin dari arah Bundaran Gladak.

    Sekitar pukul 23.00 WIB, saksi melihat korban dalam kondisi lemas di dekat gedung parkir Ketandan. Ia sempat muntah sambil memegangi dada sebelum akhirnya dibawa warga ke RSUD dr Moewardi, namun nyawanya tidak tertolong.

    Video evakuasi korban sempat beredar luas di media sosial. Warga terlihat membawa tubuh Sumari dengan becak motor menuju fasilitas kesehatan terdekat.

    Sementara itu, kericuhan yang terjadi di pusat Kota Solo membuat kawasan Pasar Gede terdampak. Meski bukan lokasi bentrokan, gas air mata menyebar hingga Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Urip Sumoharjo. Sejumlah warga setempat dilaporkan mengalami sesak napas akibat paparan tersebut. (tri/ian)

  • Truk Bermuatan Keramik Terguling di Tol Jombang, Sopir Luka-luka

    Truk Bermuatan Keramik Terguling di Tol Jombang, Sopir Luka-luka

    Jombang (beritajatim.com) – Kecelakaan tunggal terjadi di Tol Trans Jawa ruas Jombang, Jawa Timur, tepatnya di KM 690+200 B pada Rabu (3/9/2025). Sebuah truk Hino dengan nomor polisi L 9538 NN bermuatan 123 boks keramik terguling setelah mengalami pecah ban.

    Kanit PJR Jatim III Warugunung Ditlantas Polda Jatim, AKP Sudirman, membenarkan insiden tersebut. “Truk Hino yang dikemudikan Eko Setiawan melaju dari Surabaya menuju Blitar dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam. Saat tiba di KM 690+200 B, ban belakang kiri pecah sehingga kendaraan hilang kendali, oleng, lalu terguling,” ujarnya.

    Dalam kecelakaan itu terdapat tiga orang di dalam kendaraan. Sopir bernama Eko Setiawan (33) asal Mojokerto mengalami luka ringan berupa lecet di tangan kiri. Dua penumpang lainnya, Zainal Abidin (20) dan Samsul Fahri (34), keduanya asal Surabaya, selamat tanpa mengalami luka serius. Seluruh korban sempat diperiksa medis di lokasi, namun menolak dirujuk ke rumah sakit terdekat.

    Petugas PJR Jatim III bersama KP2A bergerak cepat melakukan pendataan identitas, memeriksa kondisi korban, serta mengatur lalu lintas di sekitar lokasi. Meski truk terguling hingga menghadap lawan arah, tidak ada kerusakan aset tol yang dilaporkan. Proses evakuasi kendaraan masih dilakukan agar arus kendaraan kembali lancar.

    Dari hasil pemeriksaan, truk dipastikan tidak mengangkut muatan berlebih (ODOL). Barang bukti dan surat kendaraan telah diamankan, sementara perkara kecelakaan ini kini ditangani oleh PJR Jatim III untuk proses lebih lanjut. [suf]

  • Sampaikan Aspirasi dengan Cara Berbeda, Mahasiswa di Solo Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan Gratis
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 September 2025

    Sampaikan Aspirasi dengan Cara Berbeda, Mahasiswa di Solo Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan Gratis Regional 3 September 2025

    Sampaikan Aspirasi dengan Cara Berbeda, Mahasiswa di Solo Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan Gratis
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Sekitar seratus mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Soloraya menggelar aksi damai di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (3/9/2025) siang.
    Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB dan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Cek Kesehatan Gratis’, ‘Lapak Baca Gratis’, serta ‘#Rakyat Bantu Rakyat’.
    Dalam aksi tersebut, para mahasiswa mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan paket sembako yang berisi beras dan sayuran kepada warga, tukang becak, dan pengemudi ojek online.
    Aksi ini berlangsung tertib dan mendapat pengamanan dari aparat, sementara arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, depan Balai Kota, tetap lancar tanpa ada penutupan jalan.
    Koordinator aksi, Ahmad Farras Musayyaf, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan citra positif mahasiswa yang selama ini dianggap sering merusak fasilitas umum saat menyampaikan aspirasi.
    “Di sini kita mengadakan aksi damai, aksi yang memang tidak menuntut dari pihak mana pun. Jadi berisi mimbar bebas, cek kesehatan gratis, ada lapak baca dan pembagian sembako gratis,” ujarnya.
    Ahmad menambahkan, aksi ini merupakan inovasi awal dari mereka untuk menunjukkan bahwa aksi mahasiswa tidak selalu identik dengan kerusuhan.
    “Ini sebuah inovasi awal dari kami agar mengembalikan citra positif apa itu aksi yang sesungguhnya yang ada di Indonesia ini. Jadi kita sebagai antitesis-nya perihal aksi-aksi yang kemarin yang dinilai rusuh, merusak fasilitas umum, kita tampil beda di sini,” sambungnya.

    Meskipun tidak ada tuntutan resmi dalam aksi damai tersebut, Ahmad menekankan pentingnya menyuarakan situasi terkini, termasuk sikap elite politik yang tidak sesuai harapan masyarakat dan tindakan represif aparat terhadap demonstran.
    “Di sini kita tidak ada tuntutan. Jadi kita benar-benar murni ada mimbar bebas juga, di sini kita menyuarakan, mencerdaskan masyarakat perihal isu-isu yang terjadi akhir-akhir ini,” ungkapnya.
    Aksi damai ini ditutup dengan tabur bunga dan pernyataan sikap. Berikut enam point pernyataan sikap mahasiswa IMM Soloraya:
    1. Mengajak seluruh warga untuk menahan diri, tidak terprovokasi, dan mengutamakan dialog. Menolak segala bentuk kekerasan, perusakan fasilitas umum, ujaran kebencian, dan hoaks.
    2. Mendukung langkah aparat keamanan yang profesional, proporsional, dan humanis untuk menjaga ketertiban.
    3. Menggerakkan unsur-unsur AMM untuk kerja kolaboratif: edukasi literasi digital, patroli sosial berbasis komunitas, dan mediasi warga.
    4. Mengimbau penggunaan media sosial secara bertanggung jawab: verifikasi informasi sebelum berbagi dan hindari konten yang memecah belah.
    5. Mendesak Pemerintah dan DPR untuk mendengar suara rakyat, mengevaluasi kebijakan yang merugikan masyarakat, serta menghentikan praktik politik yang abai terhadap kepentingan publik.
    6. Mendorong pergantian pejabat negara yang tidak memiliki integritas dan komitmen kepemimpinan, dengan memberi ruang bagi putra-putri bangsa yang berkompeten, berkapasitas, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap kepentingan rakyat dan negara.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polres Kediri Tetapkan 28 Tersangka Kerusuhan, Termasuk 14 Anak di Bawah Umur

    Polres Kediri Tetapkan 28 Tersangka Kerusuhan, Termasuk 14 Anak di Bawah Umur

    Kediri (beritajatim.com) – Polres Kabupaten Kediri resmi menetapkan 28 orang sebagai tersangka dari 123 orang yang diamankan usai kerusuhan di wilayah setempat. Insiden yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam itu melibatkan aksi perusakan, penjarahan, hingga pembakaran di Kantor Pemkab Kediri, DPRD Kabupaten Kediri, Samsat Katang, serta sejumlah kantor polisi.

    Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menjelaskan, dari jumlah tersebut, 14 tersangka masih berusia di bawah umur, satu di antaranya perempuan, serta empat orang lainnya masih dalam pengejaran polisi.

    “Kami kembali telah menamankan sebanyak 26 orang lainnya yang diduga keras sebagai pelaku tindak pidana. Saat ini kami sedang melakukan peperiksaan lebih lanjut,” ungkapnya, pada Selasa (2/9/2025).

    Menurut AKBP Bramastyo, modus yang dilakukan massa meliputi perusakan kantor pemerintahan dan kepolisian, merusak fasilitas umum seperti lampu lalu lintas dan rambu menggunakan senjata tajam, menjarah barang dari kantor, mencuri bendera warga, hingga menyerang petugas kepolisian.

    Sejumlah barang bukti berhasil diamankan dari kawasan Pemkab Kediri dan DPRD, antara lain wayang kenang-kenangan Bupati Kediri Mah Panji Jayabaya, tujuh monitor Lenovo, lima unit CPU, tiga printer, sebuah TV Samsung, laptop Lenovo, alat hitung uang, hingga pakaian, helm, serta perlengkapan kantor lainnya.

    Dari Samsat Katang, polisi mengamankan sebuah laptop Asus dan kursi panjang. Sementara di Pos Lantas PMC Pare, ditemukan motor Honda CB dalam kondisi terurai. Selain itu, tiga sepeda motor turut diamankan dari lokasi berbeda.

    Kapolres menegaskan bahwa seluruh tersangka, baik dewasa maupun anak di bawah umur, akan ditahan. “Bahwa seluruh terduga pelaku yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka, baik dewasa maupun di bawah umur, akan kami lakukan penahanan seluruhnya,” tegasnya.

    Polisi juga mengimbau masyarakat yang menemukan barang hasil jarahan untuk segera menyerahkannya ke Polres Kediri di Jalan PB. Sudirman No.56, Pare, atau menghubungi posko pengaduan Satreskrim di nomor 0856 9510 1452. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya.

    “Kami mohon dukungan dan mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Kediri untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” pungkasnya. [nm/ian]

  • Simak Jadwal dan Lokasi Ganjil Genap di Jakarta Tanggal 2 September 2025

    Simak Jadwal dan Lokasi Ganjil Genap di Jakarta Tanggal 2 September 2025

    Jakarta: Pasca kerusuhan demonstrasi yang terjadi di ibu kota, aturan ganjil genap kembali diberlakukan di sejumlah ruas jalan protokol Jakarta pada tanggal 2 September 2025. 

    Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai potensi kepadatan lalu lintas di Ibu Kota meski hari ini ada rencana demo lanjutan yang digelar mahasiswa dari Alians BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). 

    Pemerintah dan kepolisian memastikan bahwa rekayasa lalu lintas ini tidak berlaku selama 24 jam penuh, melainkan hanya pada jam sibuk, yakni pagi dan sore hari.

    Jadwal ganjil-genap Jakarta pada tanggal 2 September 2025:

    – Pagi: 06.00 – 10.00 WIB
    – Sore: 16.00 – 21.00 WIB
     

    Daftar  kendaraan yang bebas aturan ganjil genap:

    – Mobil listrik
    – Kendaraan TNI-Polri
    – Ambulans
    – Pemadam kebakaran
    – Kendaraan tenaga kesehatan (termasuk dokter)
    – Angkutan kota dan taksi
    – Lokasi Ganjil Genap Jakarta

    Pembatasan berlaku di berbagai ruas jalan utama, antara lain:

    Jalan Pintu Besar Selatan
    Jalan Gajah Mada
    Jalan Majapahit
    Jalan Medan Merdeka Barat
    Jalan MH Thamrin
    Jalan Jenderal Sudirman
    Jalan Sisingamanganraja
    Jalan Panglima Polim
    Jalan Fatmawati
    Jalan Suryopranoto
    Jalan Balikpapan
    Jalan Kyai Caringin
    Jalan Tomang Raya
    Jalan Jenderal S Parman
    Jalan Gatot Subroto
    Jalan HR Rasuna Said
    Jalan MT Haryono
    Jalan Jenderal A Yani
    Jalan Pramuka
    Jalan Salemba Raya sisi Barat
    Jalan Salemba Raya sisi Timur dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai Diponegoro
    Jalan Kramat Raya
    Jalan Stasiun Senen
    Jalan Gunung Sahari

    Jakarta: Pasca kerusuhan demonstrasi yang terjadi di ibu kota, aturan ganjil genap kembali diberlakukan di sejumlah ruas jalan protokol Jakarta pada tanggal 2 September 2025. 
     
    Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai potensi kepadatan lalu lintas di Ibu Kota meski hari ini ada rencana demo lanjutan yang digelar mahasiswa dari Alians BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). 
     
    Pemerintah dan kepolisian memastikan bahwa rekayasa lalu lintas ini tidak berlaku selama 24 jam penuh, melainkan hanya pada jam sibuk, yakni pagi dan sore hari.

    Jadwal ganjil-genap Jakarta pada tanggal 2 September 2025:
     
    – Pagi: 06.00 – 10.00 WIB
    – Sore: 16.00 – 21.00 WIB
     

     
    Daftar  kendaraan yang bebas aturan ganjil genap:
     
    – Mobil listrik
    – Kendaraan TNI-Polri
    – Ambulans
    – Pemadam kebakaran
    – Kendaraan tenaga kesehatan (termasuk dokter)
    – Angkutan kota dan taksi
    – Lokasi Ganjil Genap Jakarta
     
    Pembatasan berlaku di berbagai ruas jalan utama, antara lain:

    Jalan Pintu Besar Selatan
    Jalan Gajah Mada
    Jalan Majapahit
    Jalan Medan Merdeka Barat
    Jalan MH Thamrin
    Jalan Jenderal Sudirman
    Jalan Sisingamanganraja
    Jalan Panglima Polim
    Jalan Fatmawati
    Jalan Suryopranoto
    Jalan Balikpapan
    Jalan Kyai Caringin
    Jalan Tomang Raya
    Jalan Jenderal S Parman
    Jalan Gatot Subroto
    Jalan HR Rasuna Said
    Jalan MT Haryono
    Jalan Jenderal A Yani
    Jalan Pramuka
    Jalan Salemba Raya sisi Barat
    Jalan Salemba Raya sisi Timur dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai Diponegoro
    Jalan Kramat Raya
    Jalan Stasiun Senen
    Jalan Gunung Sahari

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Ketika Rakyat dan Polisi Bersatu Jadi Kekuatan Absolut Lawan Teror di Surabaya

    Ketika Rakyat dan Polisi Bersatu Jadi Kekuatan Absolut Lawan Teror di Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com) – Pasca kericuhan yang terjadi di Surabaya pada Jumat-Sabtu, 29 hingga 30 Agustus 2025 kemarin, suasana kota Pahlawan belum kembali normal. Warga Surabaya yang masih dilanda rasa cemas akibat aksi pengrusakan dan pembakaran oleh oknum massa aksi demo kini masih harus menghadapi teror.

    Teror pasca kerusuhan dilakukan oleh sekelompok orang itu melakukan penyerangan ke markas Brigade Mobil (Brimob) Jalan Nginden pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Informasi yang dihimpun Beritajatim, kelompok penyerangan mengendarai lebih dari 10 sepeda motor. Mereka melempari markas Brimob dengan batu. Namun, aksi penyerangan itu dapat digagalkan petugas yang sedang berjaga. Dibantu oleh masyarakat sekitar.

    Selain menghadapi kelompok teror yang belum teridentifikasi itu, masyarakat Surabaya juga dihadapkan dengan derasnya berita hoax di media sosial. Berita hoax yang tersebar di jagad dunia maya itu memiliki narasi menakut-nakuti. Selain itu, berita hoax yang menyebar juga menjadi pro dan kontra karena ada masyarakat yang meyakini kebenaran informasi hoax.

    Berbagai kejadian tersebut tentu berdampak bagi kota Surabaya. Masyarakat menjadi takut untuk keluar rumah. Akibatnya, para pedagang kaki lima yang tidak memiliki fitur pesan online mengalami penurunan penghasilan. Pantauan Beritajatim, pada Minggu (31/8/2025) malam sampai Senin (1/9/2025) pagi, jalanan di Kota Surabaya sepi pengendara. Arus lalu lintas lengang hampir di seluruh jalanan Kota Surabaya. Sejumlah pedagang yang biasa berjualan malam terpantau tutup.

    “Sepi mas. Karena memang masyarakat masih takut keluar malam. Takutnya seperti kemarin (kerusuhan),” kata Robi, salah satu penjual kopi keliling di Jalan Panglima Sudirman.

    Namun rakyat Surabaya punya cara untuk mengurangi rasa khawatir dan mempercepat pemulihan situasi keamanan. Di tingkat kampung dan kecamatan, rakyat Surabaya bersatu dengan pihak kepolisian mendirikan pos-pos pengamanan. Dalam satu kecamatan di Surabaya, total warga yang ikut menyatu dengan polisi bisa mencapai 100 orang.

    Bersatunya rakyat dan polisi terbukti efektif menggagalkan penyerangan kantor Polsek Wonokromo pada aksi hari Jumat (29/8/2025) malam. Saat itu, massa aksi terus membakar pos polisi dari pusat Surabaya menuju Bundaran Waru. Kantor Polsek Wonokromo yang berada di antara Jalan Darmo dan Ahmad Yani tentu turut menjadi sasaran.

    Ratusan massa aksi lantas berusaha mendekati Polsek Wonokromo. Namun, penyerangan itu gagal karena puluhan warga sekitar Polsek Wonokromo bersatu dengan anggota polisi untuk melawan oknum massa aksi yang ricuh.

    Oknum massa aksi yang ricuh itu lalu melakukan penyerangan kembali pada Minggu (31/8/2025) malam. Namun hasilnya tetap sama. Persatuan polisi dan rakyat jadi kekuatan absolut yang terbukti mampu melawan oknum massa aksi perusak Kota Surabaya.

    “Masyarakat hadir dengan kesadaran sendiri. Mereka menyadari betul bahwa wilayah mereka tidak boleh ada perusuh dan harus dalam kondisi yang aman,” kata Hegy, Senin (1/9/2025).

    Masyarakat Surabaya tidak ingin kecolongan lagi. Seperti saat pembakaran kantor Polsek Tegalsari dan Gedung Grahadi sisi Barat. Pasca ludesnya gedung dan barang-barang karena penjarahan, rakyat Surabaya memang was-was. Tapi mereka sadar jika hanya meratapi, tentu tak akan mengubah situasi.

    “Kalau kita Hanya diam lalu mengeluh, tentu tidak merubah situasi. Sehingga dengan kesadaran sendiri kami masyarakat Sukolilo berkomunikasi dengan pihak kepolisian kemarin sepakat untuk bersatu menghadapi teror yang ada,” kata Jaka salah satu warga Keputih yang turut ikut melakukan penjagaan bersama anggota Polsek Sukolilo di Jalan Merr, Minggu (31/8/2025) malam.

    Pantauan Beritajatim.com di sejumlah pos pengamanan rakyat dan polisi, warga dengan sukarela urunan untuk membiayai logistik yang dibutuhkan. Rakyat dan polisi membaur menjadi satu kesatuan. Tidak ada paksaan dari polisi kepada masyarakat untuk turut hadir di pos.

    Masyarakat yang datang dan rela waktu tidurnya berkurang merupakan massa organik (asli). Tidak ada pengaturan atau permintaan khusus dari pihak kepolisian untuk mencapai kondisi tertentu. Polisi juga sadar, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab yang harus dipikul apa pun risikonya. Apabila masyarakat dengan kesadaran mandiri turut serta membantu, maka persatuan antar rakyat dan polisi tentu menjadi kekuatan absolut.

    Gabungan elemen masyarakat yang hadir di berbagai pos penjagaan kota Surabaya tidak memiliki kepentingan pribadi. Mereka hanya memiliki satu semangat yang sama. Yakni semangat ‘Jogo Suroboyo’. Atau dalam bahasa Indonesia artinya menjaga kota Surabaya. (ang/ian)