Tag: Sudirman

  • Tol Dalam Kota macet, Pramono minta Jasa Marga tanggung jawab

    Tol Dalam Kota macet, Pramono minta Jasa Marga tanggung jawab

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta Jasa Marga untuk bertanggung jawab atas terjadinya kemacetan parah karena penutupan Gerbang Tol Dalam Kota.

    “Secara khusus kami akan meminta kepada Jasa Marga yang memang bertanggung jawab untuk itu. Jangan sampai kemudian ini terjadi kembali,” kata Pramono di Balai Kota, Kamis.

    Pramono menjelaskan, pada Rabu (24/9) memang sempat dilakukan perbaikan di pintu Tol Semanggi 1 dan Semanggi 2.

    Pramono pun mengaku dirinya menyesalkan terjadinya kemacetan parah akibat perbaikan tersebut karena memantau secara langsung kemacetan yang ada di Jakarta.

    “Saya sendiri juga menyesalkan itu terjadi. Karena penanganan yang cukup lama, kemudian mengakibatkan kemacetan kemana-mana,” ujar Pramono.

    Sebelumnya, penutupan beberapa Gerbang Tol Dalam Kota pada Rabu malam (24/9), membuat arus kendaraan tersendat parah di sejumlah ruas jalan utama Jakarta, termasuk Jalan Sudirman dan Gatot Subroto.

    Kondisi ini sempat menuai keluhan para pengguna jalan karena kemacetan berlangsung hingga berjam-jam dan hingga larut malam.

    Menindaklanjuti hal itu, Jasa Marga membuka kembali beberapa gerbang tol pada Kamis pagi. Ada lima gerbang tol yang semula dijadwalkan ditutup untuk perbaikan, kini dibuka kembali secara parsial.

    Adapun, lima gerbang tol yang beroperasi kembali sebagai berikut:

    1. GT Senayan, beroperasi parsial dengan dua lajur dapat dilintasi
    2. GT Semanggi 1, beroperasi parsial dengan satu lajur dapat dilintasi

    3. GT Slipi 1, beroperasi penuh
    4. GT Semanggi 2 beroperasi secara parsial dengan satu lajur dapat dilintasi
    5. GT Kuningan 1 beroperasi secara parsial.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Realme 15 5G Rilis 8 Oktober di Indonesia, Baterai 7.000 mAh Bodi Tipis

    Realme 15 5G Rilis 8 Oktober di Indonesia, Baterai 7.000 mAh Bodi Tipis

    Jakarta

    Teka-teki tanggal peluncuran Realme 15 Series 5G di Indonesia akhirnya terjawab. HP ini dipastikan akan diluncurkan pada 8 Oktober mendatang dalam sebuah acara bertema ‘AI Night Out Phone’.

    HP baru ini diharapkan memperkuat komitmen Realme untuk merevolusi fotografi mobile dengan teknologi terkini. Selain itu Realme 15 Series dapat menjawab kebutuhan generasi muda yang ingin tetap terkoneksi dan mengabadikan momen seru saat hangout malam hari setelah aktivitas padat.

    “Anak muda Indonesia dikenal penuh energi, terutama saat malam ketika mereka berkumpul untuk bersosialisasi dan melepas penat. Realme 15 Series 5G hadir sebagai pendamping sempurna untuk momen night out, menggabungkan teknologi mutakhir dengan gaya hidup anak muda,” ujar Krisva Angnieszca, Public Relations Lead Realme Indonesia di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

    Bocoran Fitur

    Realme 15 Series 5G memperkenalkan fitur kamera AI terdepan yang pertama di industri. HP ini hadir dengan triple kamera 50MP Camera (kamera utama, ultra-wide, dan depan) serta dibekali kemampuan perekaman video 4K 60fps.

    Untuk kebutuhan media sosial, Realme menghadirkan AI Edit Genie, fitur revolusioner yang memungkinkan pengguna mengedit foto hanya dengan perintah suara melalui konsep ‘Say It, Edit It’.

    Fitur ini mendukung 20 bahasa, mempercepat proses editing yang biasanya memakan waktu. Ada juga AI Party Mode dengan efek Starburst dan Heart untuk menambah keseruan foto night out, serta AI MagicGlow 2.0 yang dilengkapi dua flash tambahan untuk menghasilkan foto portrait lebih terang, baik sendiri maupun bersama teman, keluarga, atau pasangan.

    Konsep HypeSpace Market Foto: Realme

    Realme 15 Series 5G mengusung 7.000mAh. Menariknya meski baterai terbesar bodinya tetap tipis dengak ketebalan hanya 7,66 mm.

    “Inovasi ini mematahkan anggapan bahwa baterai besar harus bikin bodi tebal. Dengan desain modern, ringan, dan stylish, smartphone ini bukan hanya alat komunikasi, tapi juga fashion statement untuk anak muda yang ingin tampil beda,” ujar Krisva.

    Peluncuran Resmi

    Realme 15 Series 5G akan dirilis pada Rabu, 8 Oktober 2025, pukul 16.00 WIB melalui siaran langsung di YouTube resmi Realme Indonesia. Acara ini sekaligus membuka HypeSpace Market.

    Acara itu akan berlangsung di Chillax Sudirman, Jakarta, pada 8-12 Oktober 2025. Pengunjung bisa menjajal langsung fitur-fitur terbaru Realme 15 Series 5G.

    (afr/fay)

  • Ada 3 Titik Demo di Jakpus Hari Ini, 4.645 Personel Siaga

    Ada 3 Titik Demo di Jakpus Hari Ini, 4.645 Personel Siaga

    Jakarta

    Sebanyak 4.645 personel gabungan Polri, TNI, dan pemda DKI diterjunkan hari ini untuk melakukan pengamanan unjuk rasa di sejumlah titik. Sejauh ini, akan ada tiga unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus).

    “Kuat pengamanan wilayah Jakpus 4.645 personel gabungan Polri, TNI, dan pemda DKI,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, Kamis (25/9/2025).

    Dia mengatakan demonstrasi hari ini terbagi di tiga titik, yakni di Silang Selatan Monas, Kementerian Lingkungan Hidup (LH), serta Jalan Jenderal Sudirman.

    Dia menjelaskan di Silang Selatan Monas dan Kementerian LH, unjuk rasa dilakukan oleh Koalisi Nasional Untuk Reforma Agraria. Sementara itu, aksi di Jalan Sudirman dilakukan oleh Asosiasi Petani Sawit Pasang Kayu.

    “Kami mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan aksi penyampaian pendapat bisa melakukan secara tertib,” ujar Susatyo.

    “(Rekayasa) lalin situasional melihat eskalasi di lapangan,” terangnya.

    (yld/yld)

  • 7
                    
                        3 Titik Demo Hari Ini di Jakarta: di Monas hingga Sudirman
                        Megapolitan

    7 3 Titik Demo Hari Ini di Jakarta: di Monas hingga Sudirman Megapolitan

    3 Titik Demo Hari Ini di Jakarta: di Monas hingga Sudirman
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Tiga aksi demonstrasi akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (25/9/2025).
    Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, mengaku sudah menyiapkan personel keamanan untuk menjaga demo hari ini.
    “Total ada 4.645 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemda DKI yang diterjunkan,” ujar Ruslan dalam keterangan tertulis, Kamis.
    1. Koalisi Nasional untuk Reforma Agraria bersama sejumlah elemen massa di kawasan Silang Selatan Monas, Gambir.
    2. Koalisi Nasional untuk Reforma Agraria di depan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Tanah Abang, Jakarta Pusat.
    3. Asosiasi Petani Sawit Pasang Kayu di Jalan Jenderal Sudirman.
    Ruslan menambahkan, arus lalu lintas di sekitar titik-titik aksi akan bersifat situasional. Polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas menyesuaikan eskalasi jumlah massa di lapangan.
    “Sesuai eskalasi massa, semua situasional sesuai perkembangan di lapangan,” kata Ruslan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • SPBU Palmerah Jakarta Barat jadi “rest area darurat” imbas kemacetan

    SPBU Palmerah Jakarta Barat jadi “rest area darurat” imbas kemacetan

    Jakarta (ANTARA) – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Palmerah, Jakarta Barat, menjadi “rest area darurat” imbas kemacetan yang terjadi di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Letjen S. Parman pada Rabu malam.

    Sejumlah pengguna kendaraan roda empat maupun roda dua pun memilih beristirahat di SPBU yang buka hingga 24 jam itu.

    Arif (39), seorang sopir agen perjalanan (travel) yang mengemudikan kendaraan baru saja selesai mengantar penumpang dari Tangerang, Banten, menuju Palmerah, Jakarta Barat.

    “Ini harusnya balik lagi ke Cawang. Tapi, enggak sanggup kalau harus melewati macet. Mending saya tunggu tengah malam aja, enggak dikejar apa-apa juga,” ucap Arif di lokasi kemacetan tersebut.

    Arif memilih tidur sejenak di SPBU itu usai berjam-jam berkendara mengantar penumpang.

    “Saya kan tadi dari sini (Palmerah), di belakang nge-‘drop’-nya. Itu aja udah terjebak macet, 5 jam perjalanan saya. Enggak kuat, mending tidur dulu,” kata dia.

    Aak dan istri Arif masih menunggunya pulang di rumah. Namun karena kelelahan, Arif khawatir akan kecelakaan apabila memaksa berkendara.

    “Saya ngeri kenapa-kenapa di jalan. Malah enggak bisa pulang. Apalagi macetnya kalau naik mobil kayaknya bisa 2 jam 3 jam sendiri kali saya ke sana, kan,” katanya.

    Senada, Egi (29) pengemudi ojek online asal Kemanggisan, Jakarta Barat, terlihat tengah terduduk di atas motornya.

    “Abis mengisi bensin, sekalian beli minum dan duduk sebentar. Saya dari sore bolak-balik nenerobos macet. Kasihan motor saya,” kata Egi.

    Dia pun mengaku sudah beberapa kali terpaksa menolak pesanan untuk mengantar penumpang ke kawasan Semanggi hingga Sudirman.

    Alasannya, dia khawatir motornya yang sudah tua akan mogok apabila dipaksa menerobos kemacetan.

    “Tadi dapat ke Sudirman, Rasuna Said, sempat dua kali saya tolak orderan. Soalnya saya pulang tinggal ke arah sini dekat. Mending lanjut besok aja. Saya istirahat, motor juga istirahat,” katanya.

    Adapun hingga pukul 20.30 WIB, kemacetan parah masih belum terurai total, terutama di Jalan Letjen S Parman dan Jalan Gatot Subroto dari arah Grogol menuju Semanggi.

    Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa arus lalu lintas dari arah Semanggi menuju Slipi (Jakarta Barat) dan arah sebaliknya macet parah karena Gerbang Tol Semanggi 1 ditutup untuk perbaikan.

    “Gerbang Tol Semanggi 1 lagi tahap perbaikan karena dampak dari yang dibakar kemarin (aksi unjuk rasa Agustus 2025),” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Komarudin saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Arus kendaraan pun dialihkan ke Gerbang Tol Semanggi 2, kendati hanya satu gerbang yang dapat digunakan.

    “Sehingga masyarakat yang akan masuk Gerbang Tol Semanggi 1, dialihkan ke Gerbang Tol Semanggi 2,” katanya.

    Gerbang Tol Semanggi 2 juga hanya satu gerbang yang bisa digunakan. “Satu gardunya juga perbaikan,” katanya.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kala SPBU Jadi Rest Area Dadakan saat Macet Horor di Slipi-Semanggi Rabu Malam
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 September 2025

    Kala SPBU Jadi Rest Area Dadakan saat Macet Horor di Slipi-Semanggi Rabu Malam Megapolitan 24 September 2025

    Kala SPBU Jadi Rest Area Dadakan saat Macet Horor di Slipi-Semanggi Rabu Malam
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Kemacetan parah di kawasan Slipi, Jakarta Barat hingga Semanggi, Jakarta Selatan, masih belum terurai hingga Rabu malam (24/9/2025).
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi pada pukul 22.15 WIB, arus lalu lintas di Jalan Letjen S. Parman dan Jalan Gatot Subroto dari arah Grogol menuju Semanggi masih tersendat parah.
    Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara roda empat memilih menepi dan beristirahat di SPBU Palmerah yang buka 24 jam.
    Area parkir mobil maupun motor dipadati oleh pengemudi yang memanfaatkan fasilitas tersebut layaknya rest area di jalan tol.
    Salah satu pengemudi, Arif (39), sopir travel yang mengendarai Toyota Avanza hitam, mengaku memilih beristirahat daripada memaksakan diri melintasi kemacetan.
    “Ini harusnya balik lagi ke Cawang. Tapi, enggak sanggup dah kalau harus ngelewatin macet begitu. Mending saya nunggu tengah malem aja, enggak dikejar apa-apa juga,” kata Arif.
    Arif baru saja mengantar klien dari Tangerang menuju Palmerah. Perjalanan tersebut sudah menghabiskan waktu lima jam karena terjebak macet.
    “Saya kan tadi dari sini (Palmerah), di belakang nge-dropnya. Itu aja udah kejebak macet, 5 jam perjalanan saya. Enggak kuat, mending tidur dulu,” ujarnya.
    Meski anak dan istrinya menunggu di rumah, Arif mengaku khawatir memaksakan diri bisa berbahaya.
    “Saya ngeri kenapa-kenapa di jalan. Malah enggak bisa pulang. Apalagi macetnya kalau naik mobil kayaknya bisa 2 jam 3 jam sendiri kali saya ke sana, kan,” sambungnya.
    Hal serupa dialami Egi (29), pengemudi ojek online asal Kemanggisan. Ia terlihat terduduk di atas motornya sambil beristirahat usai mengisi bahan bakar.
    “Abis ngisi bensin, sekalian beli minum dan duduk sebentar. Saya dari sore bolak-balik nerobos macet. Kasihan motor saya,” kata Egi.
    Egi mengaku sudah beberapa kali menolak pesanan yang mengarah ke Semanggi hingga Sudirman. Alasannya, motor yang sudah tua dikhawatirkan mogok jika dipaksa.
    “Tadi dapet ke Sudirman, Rasuna Said, sempet dua kali saya nolak orderan. Soalnya saya pulang tinggal ke arah sini deket. Mending lanjut besok aja. Saya istirahat, motor juga istirahat,” tutur dia.
    Kemacetan ini tidak lepas dari penutupan sementara sejumlah Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta.
    Melalui akun X resmi @
    TMCPoldaMetro
    , Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa kemacetan yang terjadi di Slipi-Semanggi Rabu malam akibat adanya penutupan gerbang tol Slipi 2, Pejompongan, Semanggi 1, Kuningan 1, serta Slipi arah Tomang oleh Jasa Marga.

    Imbas penutupan gerbang tol mengakibatkan kepadatan arus lalu lintas yang tidak bisa dihindari. Oleh sebab itu dimohon kepada para pengguna jalan untuk bersabar dan tetap berhati-hati
    ,” tulis TMC Polda Metro.
    Jasa Marga menutup sejumlah Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta tersebut dalam rangka perbaikan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Patroli Balap Liar di Pasuruan Ungkap Motor Curian, Pemilik Terharu

    Patroli Balap Liar di Pasuruan Ungkap Motor Curian, Pemilik Terharu

    Pasuruan (beritajatim.com) – Patroli balap liar yang digelar Polsek Purworejo, Polres Pasuruan Kota, Selasa (23/9/2025), berujung pada penemuan mengejutkan. Polisi menemukan sejumlah sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya ketika kabur dari lokasi razia.

    Awalnya, aparat mendapati sekelompok remaja tengah melakukan balapan liar di Jalan Panglima Sudirman. Begitu petugas mendekat, para remaja itu langsung melarikan diri dan meninggalkan beberapa kendaraan di lokasi.

    Motor-motor yang tertinggal kemudian diamankan ke Mapolsek Purworejo untuk diperiksa lebih lanjut. Unit Reskrim melakukan pengecekan nomor mesin dan rangka sesuai prosedur identifikasi. Dari pemeriksaan, satu unit Honda Beat putih merah terdeteksi sebagai kendaraan curian yang dilaporkan hilang di wilayah hukum Polres Malang.

    “Begitu terdeteksi, kami langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Malang untuk tindak lanjut,” ujar Kapolsek Purworejo.

    Setelah koordinasi antar-polres, motor tersebut akhirnya diserahkan kembali kepada pemilik sahnya di Mapolsek Purworejo. Proses serah terima disaksikan Wakapolsek dan jajaran terkait.

    Suasana penyerahan berlangsung penuh haru. Pemilik motor, Mohamad Nurbuat, tidak menyangka kendaraannya bisa kembali setelah lama hilang. “Alhamdulillah motor saya bisa kembali. Saya sangat berterima kasih kepada kepolisian atas kerja kerasnya,” ungkap Nurbuat.

    Kapolsek Purworejo menegaskan patroli balap liar tidak hanya bertujuan menekan aksi ugal-ugalan di jalan, tetapi juga mampu mengungkap tindak pidana lain seperti curanmor. “Patroli rutin terbukti efektif bukan hanya mencegah balap liar, tapi juga mengungkap kejahatan jalanan. Kami mengimbau masyarakat terus bekerja sama menjaga keamanan wilayah,” tegasnya.

    Polsek Purworejo memastikan intensitas patroli dan razia akan ditingkatkan di titik-titik rawan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kondisi yang lebih aman, tertib, dan kondusif di wilayah Pasuruan. [ada/beq]

  • Mendagri Bicara Soal Hilirisasi Pertanian Jadi Strategi Keluar dari "Middle Income Trap"
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        22 September 2025

    Mendagri Bicara Soal Hilirisasi Pertanian Jadi Strategi Keluar dari "Middle Income Trap" Nasional 22 September 2025

    Mendagri Bicara Soal Hilirisasi Pertanian Jadi Strategi Keluar dari “Middle Income Trap”
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya hilirisasi di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan sebagai strategi untuk membawa Indonesia keluar dari
    middle income trap
    (jebakan pendapatan menengah).
    Dia mengatakan itu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Senin (22/9/2025).
    Tito mengatakan, Indonesia memiliki modal besar berupa iklim tropis dan kondisi geografis yang mendukung produksi pertanian sepanjang tahun. 
    “Negara-negara di musim dingin, baik yang di utara,
    northern hemisphere
    (belahan bumi utara), maupun di selatan,
    southern hemisphere
    , belahan bumi selatan, mereka hanya bisa bercocok tanam enam bulan,” katanya dalam siaran pers. 
    Namun, kata Tito, Indonesia yang memiliki iklim tropis bisa bercocok tanam dalam 12 bulan. 
    Tak hanya iklim bersahabat, ia menyebut Indonesia juga dianugerahi sumber daya air yang melimpah, mulai dari ribuan sungai, danau, gunung berapi, hingga tanah yang subur. 
    Potensi tersebut menjadi modal penting yang membedakan Indonesia dengan banyak negara lain.

    Nah
    , jadi saya berpendapat, inilah modal penting bagi kita untuk menumbuhkan industri di bidang pertanian dan perkebunan,” ungkap Tito.
    Ia menambahkan, industrialisasi merupakan syarat agar Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah. 
    Namun, industrialisasi tidak selalu identik dengan industri manufaktur besar.
    “Tapi kadang-kadang di benak kita yang berpikir bahwa industrialisasi identik dengan pabrik yang buat mobil, motor, elektronik,
    chip
    , dan lain-lain.
    Nah
    , saya mengatakan
    yes or not. Agree and disagree
    ,” tegas Tito.
    Dia mencontohkan, Selandia Baru yang tidak bertumpu pada industri manufaktur, melainkan mengembangkan industri pertanian, perkebunan, dan peternakan yang memberi nilai tambah tinggi. 
    Model tersebut, kata Tito, bisa menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia untuk membangun kemandirian sekaligus memperkuat daya saing global.
    Lebih jauh, dia menekankan, hilirisasi di sektor pertanian dan perkebunan sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama. 
    Presiden, kata Tito, tidak hanya menegaskan swasembada pangan dalam dokumen kebijakan, tetapi juga menyiapkan langkah nyata, termasuk dukungan anggaran besar, untuk memastikan ketahanan pangan benar-benar terwujud.
    Pada kesempatan itu, Tito juga mengapresiasi Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman beserta jajaran yang telah mempertemukan para pemangku kepentingan dalam Rakor. 
    Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan melalui langkah nyata, bukan sekadar tindakan normatif.
    “Dengan anggaran yang ada, kami ingin menjadikan hilirisasi, industrialisasi di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan lainnya,” imbuh Tito. 
    Sebab, kata dia, Indonesia memiliki modal alam yang besar. Tugas pemerintah adalah meningkatkan sumber daya, kemampuan, kapasitas petani, dan lainnya. 
    Dalam rakor itu, Tito turut menyaksikan penandatanganan
    memorandum of understanding
    (MoU) tentang Komitmen Kesanggupan Pemenuhan Data Calon Petani Calon Lokasi. 
    Kesepakatan tersebut ditandatangani Gubernur Jambi Al Haris, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Riau Abdul Wahid, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Panglima TNI minta maaf jika HUT Ke-80 TNI di Monas ganggu lalu lintas

    Panglima TNI minta maaf jika HUT Ke-80 TNI di Monas ganggu lalu lintas

    halaman kantor kementerian/lembaga yang berada di sekitar Monas akan digunakan sebagai kantong parkir. Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak memarkir kendaraannya secara sembarangan di bahu jalan

    Jakarta (ANTARA) – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meminta maaf kepada masyarakat jika peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas) yang puncaknya jatuh pada Minggu (5/10) mengganggu lalu lintas sekitar.

    Permohonan maaf Panglima disampaikan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto setelah memimpin apel gelar kesiapan satuan tugas pengawasan lalu lintas dan parkir (wallakir) HUT TNI di Monas, Jakarta, Senin.

    “Bapak Panglima TNI menyampaikan permohonan maaf apabila nanti dalam rangkaian kegiatan yang sudah kita mulai dari kemarin ada ketidaknyamanan masyarakat dalam berlalu lintas, terutama yang berada di jalan-jalan yang berada di sekitar Monas,” katanya.

    Danpuspom mengatakan kemacetan dan parkir liar menjadi perhatian utama berkaca dari pengalaman HUT Ke-79 TNI yang juga digelar di kawasan Monas. TNI akan menyempurnakan permasalahan itu pada HUT kali ini.

    Untuk mengatasi kemacetan dan parkir liar, Danpuspom menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

    Dia menjelaskan rute masuk tamu maupun pengunjung pada puncak peringatan HUT TNI akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu lalu lintas di arah Jalan Sudirman dan M. H. Thamrin.

    Kendati dilaksanakan di hari Minggu (5/10), Yusri memastikan puncak HUT TNI tidak mengganggu hari bebas kendaraan bermotor atau CFD.

    “Tadi kami sudah koordinasi dengan Dishub DKI bahwa kegiatan (CFD) tetap berjalan sebagaimana mestinya karena kami tidak mengganggu sampai ruas jalan Thamrin-Sudirman. Kami hanya menggunakan area sepanjang sekitar Monas,” tuturnya.

    Sementara itu, halaman kantor kementerian/lembaga yang berada di sekitar Monas akan digunakan sebagai kantong parkir. Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak memarkir kendaraannya secara sembarangan di bahu jalan.

    “Kita sudah koordinasi, kita sudah bersurat (ke kementerian/lembaga). Nanti kita akan layani untuk parkir di sana. Intinya jangan sampai mengganggu, parkir seenaknya sepanjang Merdeka Barat, Timur, dan Selatan. Itu yang nanti akan menghambat,” katanya.

    Pewarta: Fath Putra Mulya
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pipa PDAM yang Bocor di Depok Belum Diganti Sejak 1982
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        22 September 2025

    Pipa PDAM yang Bocor di Depok Belum Diganti Sejak 1982 Megapolitan 22 September 2025

    Pipa PDAM yang Bocor di Depok Belum Diganti Sejak 1982
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Direktur Operasional PT Tirta Asasta Depok, Sudirman mengatakan, pipa yang bocor dan menyebabkan banjir di Jalan Janger Raya, Mekarjaya, Sukmajaya, Kota Depok, belum pernah diganti sejak 1982.
    “Pipa jenis PVC yang mengalami kebocoran tersebut merupakan jaringan lama yang telah terpasang sejak tahun 1982,” kata Direktur Operasional PT Tirta Asasta Depok, Sudirman saat dikonfirmasi, Senin (22/9/2025).
    Sudirman menjelaskan, pipa tersebut sebenarnya sudah masuk dalam program revitalisasi jaringan perpipaan. Namun, belum sempat diganti hingga akhirnya bocor pada Minggu (21/9/2025) malam.
    Setelah bocor, PT Tirta Asasta Depok langsung melakukan perbaikan hingga Senin dini hari.
    “Proses penggantian pipa berlangsung intensif hingga akhirnya tuntas pada Senin pukul 01.03 WIB dini hari,” ujar Sudirman.
    Selain perbaikan pipa, PT Tirta Asasta Depok turut melakukan distribusi air kepada pelanggan sejak semalam selagi menunggu proses pengaliran air berangsur normal pagi tadi.
    “PT Tirta Asasta Depok langsung membantu warga dengan melakukan pembersihan, pengecekan instalasi kelistrikan, serta memberikan bantuan yang diperlukan,” ucap Sudirman.
    Sementara itu, salah seorang warga terdampak bernama Riko (43) mengatakan, panjang pipa yang retak dan akhirnya bocor sekitar 1-1,5 meter.
    Bagian pipa itu yang akhirnya diganti oleh tim PDAM Depok semalaman.
    “Jadi bukan kayak meledak tapi kayak pipanya retak, terus kebelah gitu kalau dari yang saya lihat semalam,” ujar Riko.
    Dampak kebocoran pipa membuat Riko harus mengevakuasi beberapa barang dari rumahnya ke luar, termasuk sofa hingga kasur yang terendam air.
    Riko masih sibuk membersihkan jejak lumpur di teras rumahnya akibat banjir setinggi 20-30 sentimeter.
    Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, ruas Jalan Janger Raya terlihat sisa lumpur yang jejaknya membekas di teras rumah rumah warga.
    Endapan lumpur itu juga terlihat di selokan, tampak menumpuk hingga kedalaman sekitar 5-7 sentimeter.
    Di salah satu sisi depan rumah warga bernomor 206, titik bekas galian terlihat dipagari oleh pot tanaman dan ranting kayu.
    Pada galian tersebut, puing-puing aspal dan karung telihat ditumpuk untuk tepat di atas timbunan tanah. Lalu, tepat di sebelahnya itu ada genteng yang dipasang sementara mencegah tanah masuk ke area selokan.
    Sejumlah warga terlihat masih sibuk menyapu dan menyiram teras rumah yang dipenuhi lumpur.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.