Tag: Sudirman

  • Pramono Tegaskan Larang Kios UMKM Pinggir Jl Sudirman Gelar Lapak di Trotoar

    Pramono Tegaskan Larang Kios UMKM Pinggir Jl Sudirman Gelar Lapak di Trotoar

    Jakarta

    Sebuah video memperlihatkan kios usaha mikro kecil menengah (UMKM) menggelar lapak di trotoar Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan izin yang diberikan yakni usaha kios.

    Dari video yang beredar di media sosial, dilihat, Minggu (11/1/2026), terlihat kios di sisi Jalan Sudirman, tepatnya dekat Halte Tosari, menjual kopi serta makanan ringan. Tampak UMKM tersebut menggelar meja dan bangku tepat di trotoar.

    Pramono menjelaskan izin usaha yang diberikan hanya untuk kios di sisi trotoar tersebut. Tidak termasuk menggunakan trotoar sebagai fasilitas umum di lokasi.

    “Jadi usaha yang diberikan, kebetulan saya mengikuti, adalah usaha tempatnya. Bukan kemudian menggunakan trotoar untuk bisa dimanfaatkan. Itu izinnya berbeda,” ujar Pramono kepada wartawan, Minggu (11/1).

    Pramono menegaskan tidak mengizinkan untuk penggunaan trotoar. Meski kedai tersebut memiliki izin usaha di lokasi.

    (dvp/idn)

  • Lawan Banjir! Pemkot Kediri Rombak Total Master Plan Drainase 2026 dan Siapkan Anggaran Miliaran

    Lawan Banjir! Pemkot Kediri Rombak Total Master Plan Drainase 2026 dan Siapkan Anggaran Miliaran

    Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memastikan akan melakukan tinjauan atau review menyeluruh terhadap master plan drainase pada tahun 2026 guna mengatasi persoalan banjir tahunan.

    Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat atas kembali menggenangnya sejumlah ruas jalan protokol pada penghujung 2025 yang menjadi alarm penting bagi penataan ulang sistem pengendalian air perkotaan.

    Kepala DPUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat yang masih menghadapi genangan air saat hujan dengan intensitas tinggi. Master plan drainase yang selama ini digunakan dinilai perlu diperbarui secara radikal agar relevan dengan kondisi topografi dan kepadatan bangunan terkini di Kota Kediri.

    “Untuk pengendalian banjir, kita akan melakukan review master plan drainase untuk menentukan debit air. Master plan sebelumnya disusun menggunakan data sekunder. Di 2026 ini kita susun menggunakan data primer melalui survei langsung di lapangan,” ujar Endang.

    Ia menjelaskan, penyusunan master plan baru ini akan melibatkan pengukuran saluran secara langsung, pemetaan presisi aliran air, serta pembaruan data curah hujan ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Data primer tersebut akan menjadi fondasi utama dalam menentukan dimensi drainase yang ideal agar mampu menampung debit air hingga proyeksi 10 tahun ke depan.

    “Termasuk data curah hujan terbaru, sehingga nanti bisa didapatkan dimensi drainase yang sesuai untuk kebutuhan jangka panjang,” katanya.

    Kajian mendalam ini direncanakan mulai bergulir pada awal 2026 dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun. Berdasarkan hasil kajian tersebut, DPUPR akan memetakan saluran-saluran drainase yang dimensinya sudah tidak memadai untuk segera dilakukan rehabilitasi fisik. Langkah ini menjadi angin segar bagi Generasi Z dan warga produktif yang mobilitasnya sering terhambat oleh genangan di jalan raya.

    Sejumlah titik krusial yang kerap menjadi langganan genangan kini masuk dalam prioritas pemantauan ketat. Di antaranya adalah kawasan perempatan Reco Pentung di Jalan Kilisuci serta ruas Jalan Joyoboyo. Sementara untuk wilayah Jalan Pattimura, DPUPR mengevaluasi bahwa meski saluran utama relatif memadai, hambatan justru terjadi pada jalur penunjang yang belum optimal.

    “Di Jalan Panglima Sudirman, tahun 2026 ini akan kita selesaikan sampai ke saluran di sisi Ramayana. Crossing-nya akan kita perbesar untuk mengurai genangan yang terjadi di Jalan Pattimura,” jelas Endang.

    Menurut analisis teknis DPUPR, salah satu penyebab utama genangan di kawasan jantung kota tersebut adalah crossing drainase di samping Ramayana yang posisinya terlalu rendah dengan dimensi saluran yang sempit. Pemerintah berencana memperbesar saluran tersebut menggunakan konstruksi box culvert agar arus pembuangan air menuju sungai dapat mengalir lebih lancar tanpa sumbatan.

    Selain fokus di pusat kota, penanganan sistematis juga menyasar Jalan Dr. Saharjo untuk mengurai genangan yang sering berdampak ke kawasan Lirboyo dan Jalan Veteran. Untuk mengeksekusi proyek di Jalan Panglima Sudirman, Pemkot Kediri telah mengalokasikan anggaran fantastis sekitar Rp6 miliar. Sedangkan untuk penanganan di Jalan Dr. Saharjo, disiapkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar.

    Endang menegaskan, review master plan drainase ini diharapkan menjadi pijakan agar penanganan banjir di Kota Kediri tidak lagi bersifat reaktif atau sekadar menambal persoalan sesaat. Dengan basis data primer dan pemetaan lapangan yang akurat, setiap intervensi infrastruktur dipastikan akan menjawab persoalan aliran air secara permanen.

    Namun, kajian yang baru akan rampung pada pertengahan 2026 itu juga menandai bahwa persoalan banjir bukan pekerjaan singkat. Sementara hujan akan terus datang, warga masih berharap genangan tak lagi menjadi pemandangan rutin di jalan-jalan kota. Di titik inilah, rencana dan pelaksanaan diuji, apakah benar mampu mengubah alarm banjir menjadi perbaikan yang terasa. [nm/kun]

  • JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta Megapolitan 10 Januari 2026

    JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
    JPO ini nantinya akan terhubung dengan layanan
    Transjakarta
    untuk memudahkan mobilitas warga.

    JPO Sarinah
    akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik,” ujar Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza, Sabtu (10/1/2026).
    Menurut Welfizon, pembangunan kembali JPO Sarinah dilakukan untuk memberikan pilihan penyeberangan yang aman dan nyaman, terutama bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
    Meskipun begitu, Welfizon memastikan pembangunan JPO tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada.
    Pelican crossing di kawasan Sarinah tetap beroperasi seperti biasa.
    Dengan begitu, masyarakat memiliki dua pilihan untuk menyeberang, yakni melalui JPO atau pelican crossing di permukaan jalan.
    “Pelican crossing tetap beroperasi normal. JPO Sarinah menjadi pilihan tambahan yang terhubung dengan transportasi publik,” ujarnya.
    Selain untuk meningkatkan keselamatan, pembangunan kembali JPO Sarinah juga bertujuan mengembalikan nilai sejarah JPO tersebut sebagai jembatan penyeberangan orang pertama di Indonesia.
    Sebagai informasi, JPO Sarinah dibongkar pada 2022 saat Gubernur DKI Jakarta
    Anies Baswedan
    sebagai bagian dari penataan kawasan Thamrin-Sudirman.
    Saat itu, penyeberangan pejalan kaki dialihkan ke pelican crossing.
    Kini, di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta
    Pramono Anung
    , Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membangun JPO Sarinah dengan konsep yang lebih ramah bagi semua pengguna jalan dan terhubung dengan layanan Transjakarta.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jumat Malam, Macet Jalan Senopati Mengular dari Gunawarman
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Jumat Malam, Macet Jalan Senopati Mengular dari Gunawarman Megapolitan 9 Januari 2026

    Jumat Malam, Macet Jalan Senopati Mengular dari Gunawarman
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Arus lalu lintas di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terpantau padat pada Jumat (9/1/2026) malam.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, kepadatan mulai terlihat dari Jalan
    Gunawarman
    , tepat setelah kendaraan dari arah Jalan Wolter Monginsidi berbelok ke kiri menuju
    Jalan Senopati
    .
    Mobil melaju pelan dalam dua baris, sementara sepeda motor tampak menyelip di sela kendaraan maupun di sisi kiri jalan.
    Salah satu penyebab kepadatan adalah penyempitan jalan di tikungan menuju Jalan Senopati. Kondisi ini diperparah dengan masuknya kendaraan dari arah Jalan Jenderal Sudirman.
    Perlambatan juga kerap terjadi saat mobil keluar-masuk area parkir toko dan restoran di sepanjang jalan tersebut.
    Meski lalu lintas padat, tidak terdengar bunyi klakson dari pengendara mobil maupun sepeda motor.
    Kondisi lalu lintas mulai kembali lancar setelah melewati perempatan Jalan Suryo. Arus kendaraan menuju Jalan Kapten Tendean pun terpantau normal.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tiga Lampu Pedestrian Stasiun Sudirman–JPO Dukuh Atas Mati
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Tiga Lampu Pedestrian Stasiun Sudirman–JPO Dukuh Atas Mati Megapolitan 9 Januari 2026

    Tiga Lampu Pedestrian Stasiun Sudirman–JPO Dukuh Atas Mati
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sejumlah lampu penerangan di trotoar yang menghubungkan Stasiun KRL Sudirman dengan tangga menuju
    JPO Dukuh Atas
    , Setiabudi, Jakarta Selatan, tampak tidak berfungsi pada Jumat (9/1/2026) malam.
    Kondisi ini membuat sebagian area trotoar terlihat redup dan kurang nyaman bagi pejalan kaki.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi menunjukkan, tiga lampu yang berada di sisi trotoar dekat
    Stasiun Sudirman
    dalam kondisi mati. Sementara itu, tiga lampu lainnya yang berada hingga area tangga JPO Dukuh Atas masih menyala normal.
    Tiang-tiang lampu tersebut memiliki tinggi yang relatif rendah, tidak lebih tinggi dari pepohonan di sekitarnya, dengan bentuk lampu melingkar di bagian atas.
    Selain itu, satu lampu jalan lain dengan posisi tiang lebih tinggi di jembatan menuju stasiun juga terlihat tidak menyala.
    Meski demikian, cahaya dari kendaraan yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman serta pantulan lampu dari gedung-gedung perkantoran di sekitar kawasan tersebut masih membantu menerangi sebagian trotoar.
    Namun, pada bagian tepi trotoar yang cenderung lebih gelap, kondisi ini tetap menimbulkan ketidaknyamanan. Beberapa kali pejalan kaki terlihat terkejut ketika seekor anak kucing hitam tiba-tiba melompat keluar dari balik tanaman di pinggir jalur pejalan kaki.
    Para pejalan kaki mengaku tidak mengetahui sejak kapan lampu-lampu tersebut padam. Respons mereka pun beragam, mulai dari merasa terganggu hingga menganggap kondisi tersebut masih bisa ditoleransi.
    “Sebenarnya enggak masalah. Tapi kan lampunya dipasang di situ untuk menerangi jalannya pejalan kaki. Kalau malah berfungsi kayak seharusnya ya sayang dong,” ungkap Farah (27), salah seorang pejalan kaki yang baru keluar dari Stasiun Sudirman.
    Pejalan kaki lainnya, Caca (24), menyoroti potensi risiko saat trotoar dilalui pada malam hari ketika lalu lintas kendaraan mulai sepi.
    Caca mengaku belum pernah melintas di lokasi tersebut setelah pukul 20.00 WIB. Namun, ia menilai kondisi penerangan yang minim dapat membuat pejalan kaki merasa tidak aman.
    “Kalau makin malam kan yang lewat sedikit, penerangannya juga enggak terlalu terang, kasihan (pejalan kaki) yang lewat pasti enggak tenang. Jadi semoga cepat-cepat diperbaiki deh,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi di Deli Serdang Nekat Curi Motor Rekan Sejawat Terparkir dalam Markas

    Polisi di Deli Serdang Nekat Curi Motor Rekan Sejawat Terparkir dalam Markas

    Liputan6.com, Jakarta – Polisi mengamankan personel Polri berinisial FE setelah diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ironisnya, pelaku nekat menggasak sepeda motor milik rekannya sendiri di lingkungan markas kepolisian.

    Peristiwa bermula pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025). Korban, Alfreezy Angga Sembiring (22), memarkirkan sepeda motor Honda CRF bernomor polisi BK 5174 AKC miliknya di Barak Lajang Polresta Deli Serdang, Jalan Sudirman, Lubuk Pakam.

    Saat korban sedang melaksanakan ibadah salat di masjid terdekat, ia sempat melihat pelaku FE melintas mengendarai motor miliknya tersebut. Korban awalnya mencoba berprasangka baik dan menunggu pelaku kembali.

    Namun, hingga Jumat (2/1/2026), pelaku tak kunjung menampakkan batang hidungnya, sehingga korban memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Deli Serdang.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Sat Reskrim bergerak cepat dan berhasil mengamankan FE pada Senin (5/1/2026).

    Dalam proses interogasi, FE mengakui seluruh perbuatannya. Ia mengaku telah menjual motor sport tersebut kepada seorang pria berinisial T di daerah Tembung dengan harga Rp 9.500.000.

  • Viral Angkot Ugal-ugalan Hingga Kabur Usai Tabrak Ojol di Bogor

    Viral Angkot Ugal-ugalan Hingga Kabur Usai Tabrak Ojol di Bogor

    Kota Bogor

    Rekaman video yang memperlihatkan angkutan perkotaan (angkot) melaju ugal-ugalan hingga kabur usai menabrak ojek online (ojol) di Kota Bogor viral di media sosial (medsos). Polisi menelusuri kasus dugaan tabrak lari tersebut.

    “Kami sedang telusuri,” kata Kanit Laka Satlantas Polresta Bogor Kota Iptu Susilo ketika dimintai konfirmasi, Jumat (9/1/2026).

    Dalam rekaman video viral yang dilihat detikcom, tampak satu unit angkot melaju kencang di jalan raya. Mobil angkot berwarna hijau itu tampak menabrak pemotor di depannya.

    Bukannya berhenti, angkot itu terus melaju kencang dan meninggalkan pemotor jatuh usai ditabrak. Pengemudi angkot yang diduga mabuk itu mengendarai mobilnya secara zig-zag dan kabur ke arah Jalan Sudirman dan Jalan Sawo Jajar arah Oasar Anyar Kota Bogor.

    Seorang pengendara sempat membunyikan klakson ketika angkot itu melaju ugal-ugalan. Namun, sopir angkot malah semakin mengebut dan mengebut.

    “(Unit) Lantas sudah saya minta untuk cek,” kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo dihubungi terpisah.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perhuhungan Kota Bogor Sujatmiko Juliarto mengaku sudah memonitor peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya juga sedang menelusuri angkot yang viral ugal-ugalan hingga menabrak ojol.

    (sol/jbr)

  • Gelombang Pabrik Tutup Berlanjut, Perusahaan Garmen Ini Pailit

    Gelombang Pabrik Tutup Berlanjut, Perusahaan Garmen Ini Pailit

    Bisnis.com, JAKARTA — Gelombang penutupan pabrik dan usaha tekstil maupun garmen masih terus terjadi. Bahkan, pelaku usaha memproyeksi masih ada potensi penutupan pabrik jika tidak ada perbaikan sektor industri padat karya tahun ini. 

    Kali ini, pabrik garmen PT DJ Busana Jaya resmi dinyatakan pailit sebagaimana keputusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya. Perusahaan yang mengoperasikan pabrik garmen di Pasuruan, Jawa Timur itu pun kini menambah daftar panjang pabrik tekstil maupun garmen yang berguguran. 

    Putusan tersebut tertuang dalam Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Pailit/2025/PN Niaga Sby yang dibacakan pada 1 Desember 2025. Kurator kini memanggil para debitur dan kreditur untuk melanjutkan hasil rapat keputusan tersebut. 

    Dalam pengumuman yang dirilis Balai Harta Peninggalan Surabaya, disebutkan bahwa perseroan yang beralamat di Jalan Panglima Sudirman No. 108, Kota Pasuruan, Jawa Timur, dinyatakan pailit setelah permohonan pernyataan pailit dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Niaga Surabaya.

    Pengadilan juga menunjuk Aloysius Prihartono Bayuaji sebagai hakim niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya, sebagai hakim pengawas dalam proses kepailitan tersebut. 

    Sementara itu, Balai Harta Peninggalan (BHP) Surabaya ditetapkan sebagai kurator yang bertugas mengurus dan membereskan harta pailit perusahaan.

    Selain itu, pengadilan menetapkan biaya kepailitan dan imbalan jasa kurator yang harus dibayarkan setelah kepailitan berakhir dan harta pailit telah dibereskan, dengan total maksimal sebesar Rp1,36 juta.

    Sejalan dengan proses kepailitan, hakim pengawas juga menetapkan sejumlah agenda penting. Rapat kreditor pertama dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026 di Pengadilan Niaga Surabaya.

    Adapun, batas akhir pengajuan tagihan pajak dan tagihan kreditor ditetapkan hingga Jumat, 30 Januari 2026 di Balai Harta Peninggalan Surabaya. Selanjutnya, rapat pencocokan piutang (verifikasi) akan dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026 di Pengadilan Niaga Surabaya.

    “Pengumuman ini sekaligus menjadi undangan resmi bagi debitor, para kreditor, kantor pajak, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk menghadiri rapat kreditor sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pengumuman tersebut ditetapkan di Sidoarjo pada 6 Januari 2026 oleh Kurator Balai Harta Peninggalan Surabaya,” tulis pengumuman tersebut. 

    Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana mengatakan, kapasitas terpasang industri tekstil hanya mencapai 40% pada kuartal ketiga 2025. Padahal, pada kuartal I/2023 masih dapat bertahan di level 60%. 

    “Sejak Covid-19 sampai sekarang industri tekstil kan sudah kehilangan angka kurang lebih 140.000 pekerja di upstream [hulu], ini belum dihitung yang di garmen, total 250.000 an,” jelasnya. 

    Adapun, beberapa pabrik yang tutup yaitu Asia Pacific Fibers, Polychem Indonesia, Sulindafin, Rayon Utama Makmur. Dia menyebut, penutupan pabrik tersebut memang didasari berbagai faktor, termasuk banjir impor hingga regulasi pengupahan.

    “Saat ini sedang ada proses salah satu rekan kita yang sedang berproses tutup di Jawa Tengah, intinya beberapa industri TPT [tekstil dan produk tekstil] dan garmen sedang mengalami situasi yang tidak sehat, apalagi dengan pengupahan di atas 6,5%,” pungkasnya. 

  • Kecelakaan Tragis di Tol Jombang: Dua Warga Bangkalan Tewas, Sopir Luka-luka

    Kecelakaan Tragis di Tol Jombang: Dua Warga Bangkalan Tewas, Sopir Luka-luka

    Jombang (beritajatim.com) – Kecelakaan tragis terjadi di KM 688 ruas tol Jomo (Jombang-Mojokerto) yang merenggut dua nyawa, Rabu (7/1/2026). Peristiwa ini melibatkan sebuah mobil Toyota Avanza yang menabrak truk bermuatan besi, menyebabkan dua penumpang tewas dan sopir mobil mengalami luka-luka.

    Menurut keterangan Kanit PJR Jatim 3 AKP Sudirman, kecelakaan bermula saat mobil Avanza dengan nomor polisi M 1330 GE yang dikemudikan Muklis Alviandi (25) melaju dengan kecepatan sedang dari arah Nganjuk menuju Bangkalan.

    Sesampainya di KM 688 + 500, laju kendaraan tiba-tiba tidak terkendali dan menabrak bagian belakang truk D 8846 LC yang dikemudikan oleh Muhidin (49), warga Kota Bogor, Jawa Barat.

    Truk yang membawa muatan besi tersebut bergerak di lajur lambat, sementara mobil Avanza langsung terpelanting dan terbalik di lajur cepat akibat benturan hebat. “Dugaan sementara, sopir minibus mengantuk sehingga menabrak kendaraan di depannya,” ujar Sudirman.

    Akibat kecelakaan ini, dua penumpang mobil, Rofiah (64) dan Dwi Setyaningsih (61), dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, sopir mobil Avanza, Muklis Alviandi, mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke RSUD Jombang bersama seluruh korban.

    Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat berkendara, terutama pada kondisi kelelahan yang bisa membahayakan keselamatan di jalan. “Apabila mengantuk lebih baik beristirahat dulu di rest area,” pungkas Sudirman. [suf]

  • Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap Jakarta Berlaku Rabu 7 Januari 2026

    Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap Jakarta Berlaku Rabu 7 Januari 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Skema pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem ganjil genap kembali diterapkan pada Rabu (7/1/2026) karena bertepatan dengan tanggal ganjil.

    Kebijakan ini menjadi bagian dari pengaturan lalu lintas harian yang rutin diberlakukan pada hari kerja guna mengendalikan kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat setelah aktivitas kembali normal usai libur panjang awal tahun.

    Pada hari tersebut, aturan ganjil genap mulai berlaku sejak pagi hari pada pukul 06.00 WIB dan berakhir pada pukul 10.00 WIB. Setelah jeda pada siang hari, pembatasan kembali diterapkan pada sore hingga malam, yakni mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB. Di luar jam tersebut, pengendara dapat melintas tanpa terikat ketentuan ganjil genap, selama tetap mematuhi aturan lalu lintas lainnya yang berlaku.

    Karena tanggal menunjukkan angka ganjil, kendaraan bermotor dengan pelat nomor berakhiran angka ganjil yakni 1, 3, 5, 7, dan 9 diperbolehkan melintas selama jam pemberlakuan.

    Sebaliknya, kendaraan dengan pelat nomor berakhiran genap yaitu 0, 2 4, 6, dan 8 tidak diizinkan beroperasi pada jam ganjil genap dan disarankan untuk menyesuaikan waktu perjalanan atau menggunakan alternatif moda transportasi. Penyesuaian ini penting agar aktivitas harian tetap berjalan tanpa risiko sanksi.

    Jangan sampai lupa, peraturan ganjil genap Jakarta ini hanya berlaku saat hari kerja Senin sampai Jumat dan tidak berlaku akhir pekan Sabtu Minggu serta tanggal merah hari libur nasional.

    Peraturan ganjil genap Jakarta ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Pergub Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

    Pelanggaran terhadap kebijakan ganjil genap Jakarta dapat dikenai sanksi berdasarkan Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Ancaman hukuman berupa denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan paling lama dua bulan tetap berlaku, termasuk bila pelanggaran terdeteksi oleh kamera pengawas yang tersebar di sejumlah titik.

    Selain itu, juga terdapat acuan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 26 Tahun 2022 dan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 46 Tahun 2022, yang semuanya menjadi dasar hukum pelaksanaan pengendalian lalu lintas di wilayah Jakarta.

    Penindakan terhadap pelanggar dengan sistem pemantauan berbasis kamera pengawas elektronik atau kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tilang elektronik saat ganjil genap Jakarta berlaku.

    Penyesuaian aturan ganjil genap, kembali dibagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-22.00 WIB. Selain itu, per hari ini pesepeda diizinkan menggunakan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin.