Tag: Sudin

  • DKI kemarin, penetapan Pram-Doel hingga program kerja 100 hari

    DKI kemarin, penetapan Pram-Doel hingga program kerja 100 hari

    Jakarta (ANTARA) –

    Sejumlah peristiwa di DKI Jakarta yang terjadi pada Kamis (9/1) masih layak untuk disimak kembali hari ini, antara lain KPU menetapkan Pram-Doel sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih hingga program kerja 100 hari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    Berikut rangkumannya:

    1. KPU tetapkan Pram-Doel sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih

    Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menetapkan pasangan Pramono Anung dan Rano Karno atau Si Doel sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta.

    “Seusia undang-undang menyatakan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memperoleh suara lebih dari 50 persen ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih,” kata Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata di Jakarta, Kamis.

    Baca selengkapnya di sini

    2. Pramono janjikan 100 hari pertama bereskan persoalan lahan

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur Terpilih Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung menjanjikan 100 hari pertama setelah resmi dilantik akan membereskan persoalan menyangkut lahan (agraria) seperti yang terjadi di Kampung Bayam, Tanah Merah dan lainnya.

    “Saya dan Bang Doel sudah berbicara dari hati ke hati. Dalam 100 hari pertama kalau kami nanti dilantik, kami akan putar kembali ke tempat-tempat yang pada waktu itu kami hadir ketika sosialisasi,” kata Pramono di Jakarta, Kamis, setelah secara resmi ditetapkan sebagai Gubernur terpilih.

    Baca selengkapnya di sini

    3. KPU nyatakan semua tahapan Pilgub Daerah Khusus Jakarta telah usai

    Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Khusus Jakarta menyatakan semua tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) telah usai setelah ditetapkannya Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

    “Agenda selanjutnya, kami akan menyampaikan usulan penetapan ini kepada DPRD,” kata Ketua KPU Daerah Khusus (DK) Jakarta Wahyu Dinata di Jakarta, Kamis.

    Baca selengkapnya di sini

    Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi pohon yang tumbang menimpa kabel utilitas di Jalan Taman Sari Raya, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (9/1/2025). (ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakbar)

    4. Pengerukan Kali Semongol untuk antisipasi banjir rampung bulan ini

    Jakarta (ANTARA) – Pengerukan Kali Semongol di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, untuk mengantisipasi banjir di wilayah tersebut bakal rampung bulan ini.

    “Bulan Januari ini sudah kelar. Kita segera alihkan alat-alat kita ke lokasi (pengerukan) lain,” kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari kepada wartawan di Jakarta pada Kamis.

    Baca selengkapnya di sini

    5. Antisipasi tumbang, DKI pangkas lebih 80.000 pohon sepanjang 2024

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memangkas sebanyak 82.571 pohon di lima wilayah kota administrasi sepanjang tahun 2024 sebagai langkah pencegahan dan antisipasi terhadap risiko pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan warga.

    “Pemangkasan ini untuk memastikan ruang hijau tetap aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama di tengah cuaca ekstrem yang sering melanda Jakarta,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Ivan Murcahyo dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

    Baca selengkapnya di sini

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pengerukan Kali Semongol untuk antisipasi banjir rampung bulan ini

    Pengerukan Kali Semongol untuk antisipasi banjir rampung bulan ini

    Jakarta (ANTARA) – Pengerukan Kali Semongol di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, untuk mengantisipasi banjir di wilayah tersebut bakal rampung bulan ini.

    “Bulan Januari ini sudah kelar. Kita segera alihkan alat-alat kita ke lokasi (pengerukan) lain,” kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari kepada wartawan di Jakarta pada Kamis.

    Adapun pengerukan salah satu kali besar di Jakarta Barat (Jakbar) yang telah dimulai sejak 2 Mei 2024 itu dibagi dalam tiga segmen. Segmen pertama pengerukan dimulai dari Jalan Kamal Raya sampai Jembatan Risma.

    Kemudian segmen kedua dimulai dari Jembatan Risma sampai Jembatan Menceng. Lalu segmen ketiga dimulai dari Jembatan Menceng sampai Kali Ancol.

    “Kalau sudah selesai segmen ketiga, prakiraannya Januari (2025) ini, nanti kita lanjut pengerukan di Kali Mookevart, mulai dari depan Terminal Kalideres,” tutur Purwanti.

    Sebelumnya, Purwanti menyebutkan bahwa genangan yang sering terjadi di sekitar Kali Semongol diakibatkan debit aliran dari Cisadane melalui ‘Pintu Air 10 di Tangerang melewati Rawa Bokor menuju Saluran Irigasi dan akibat genangan rob yang terjadi di daerah muara.

    “Jakarta Barat itu kan cekungan dan punya elevasi lebih rendah dari daerah utara. Nah itu mengakibatkan durasi waktu genangan di Tegal Alur jadi lebih lama surut,” kata Purwanti.

    Selain itu, kata Purwanti, ditambah dengan adanya beberapa penghalang aliran seperti jembatan orang yang melintang sungai, banyak sedimentasi dan elevasi dasar saliran yang tidak beraturan.

    Beberapa daerah rawan genangan adalah RW 1 (Rawa Melati), RW 03, tepatnya di belakang Rusun Tegal Alur di Jalan Lingkungan III), kemudian RW 3, 15, 13 di Jalan Prepedan, RW 9 (Gang Sadun).

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Antisipasi luapan Kali Baru, Jaktim pasang turap karung berisi pasir

    Antisipasi luapan Kali Baru, Jaktim pasang turap karung berisi pasir

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur memasang turap karung berisi pasir dan batu di pinggir Kali Baru, Hek, Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Kamis, untuk mengantisipasi luapan air kali itu ke permukiman warga.

    “Saat ini melakukan penanggulangan bencana banjir dengan memasang turap sementara dari karung berisi pasir dan batu,” kata petugas Suku Dinas (Sudin) SDA Kramat Jati, Jakarta Timur, Arsa di Jakarta, Kamis.

    Menurut dia, pihaknya menyiapkan lima kubik pasir, baru dan tanah yang bisa menahan luapan air Kali Baru di Hek.

    “Air Kali Baru sempat meluap ke permukiman warga pada Kamis pagi sekitar 15-20 centimeter (cm), namun cepat surut. Makanya, kami membuat tanggul sementara,” ujar Arsa.

    Sebanyak 10 personel dari Satuan Pelaksana Sudin Sumber Daya Air (SDA) Kramat Jati disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi banjir akibat luapan Kali Baru lantaran wilayah Bogor masih terus hujan.

    “Kita bakal monitor terus satu hari ini karena dari Bogor masih hujan,” kata dia.

    Pewarta: Syaiful Hakim
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Kecamatan Cempaka Putih perkuat komitmen untuk pertahankan bebas BABS

    Kecamatan Cempaka Putih perkuat komitmen untuk pertahankan bebas BABS

    Jakarta (ANTARA) – Kecamatan Cempaka Putih terus memperkuat komitmen untuk mempertahankan wilayah tersebut terbebas dari perilaku warga buang air besar sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF) di Jakarta Pusat.

    Camat Cempaka Putih, R Igan Faizal di Jakarta, Kamis, menyebutkan, upaya meningkatkan kualitas lingkungan dengan gerakan stop BABS di wilayah Kecamatan Cempaka Putih telah dimulai sejak lima tahun lalu.

    “Mempertahankan agar tetap bebas dari BABS ini tentunya harus didukung semua pihak. Tapi kami optimistis dan komitmen bisa mempertahankan Kecamatan Cempaka Putih bebas BABS,” kata Igan.

    Sejak tahun 2023, tiga kelurahan di Kecamatan Cempaka Putih, yakni Cempaka Putih Timur (sejak 2019), Cempaka Putih Barat (2022) dan Kelurahan Rawasari (Januari 2023) telah dideklarasikan kelurahan bebas BABS.

    Igan menjelaskan, upaya menyelesaikan persoalan BABS di wilayahnya ini antara lain dilakukan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

    Realisasinya, yakni telah dibangun tangki septik (septic tank) komunal di RW 04 Kelurahan Cempaka Putih Timur yang memfasilitasi sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK).

    Lalu tangki septik komunal di RW 05 Kelurahan Cempaka Putih Barat memfasilitasi sebanyak 105 KK. Kemudian tangki septik komunal di RW 01 serta RW 04 Kelurahan Rawasari, total memfasilitasi air kotor dari jamban sebanyak 25 KK.

    Meski infrastruktur telah terbangun dan edukasi ke warga masif, kata Igan, di wilayahnya terdapat dua saluran penghubung (phb), yakni Saluran phb di Jalan Pramuka Sari dan Jalan Cempaka Putih Timur yang perlu diwaspadai.

    Waspada terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang melintas lalu melakukan BABS. “Selain rutin pengawasan dari petugas, kami akan edukasi warga sekitar turut berperan mengawasi agar wilayahnya tetap terjaga dari perilaku BABS,” ujar Igan.

    Lurah Cempaka Putih Barat, Annisa Titisunda mengatakan, terdapat sebanyak 105 KK di RT 01/05 Kelurahan Cempaka Putih Barat memanfaatkan tangki septik komunal yang dibangun di lahan RPTRA Mardani Asri.

    Tangki septik komunal yang dibangun tepat di bawah lapangan futsal Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) itu memiliki kapasitas menampung air kotor dari jamban hingga 250 KK.

    “Keberadaan ‘septic tank’ komunal ini tentunya sangat membantu warga. Hingga saat ini masih beroperasi dengan baik,” katanya.

    Kecamatan Cempaka Putih merupakan wilayah pertama di wilayah Jakarta Pusat yang bebas dari kebiasaan sebagian warga buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF).

    “Kami tentunya terus melakukan pemantauan terhadap data-data di wilayah mana saja yang masih perilaku masyarakatnya buang air besar sembarangan (BABS),” kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Pusat Rismasari di Jakarta, Kamis.

    Selain itu, Risma meminta agar masyarakat dapat lebih higienis, rajin mencuci tangan dengan sabun, mengelola air minum dan makanan, sampah serta limbah cair rumah tangga dengan baik.

    “Mari bersama-sama mewujudkan Jakarta Pusat bebas buang air besar sembarangan demi kesehatan dan kualitas hidup kita,” katanya.

    Risma menyebutkan, pihaknya juga melakukan pemeliharaan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal untuk mencegah penyebaran kuman penyebab penyakit ke anak.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Cempaka Putih wilayah pertama di Jakpus yang bebas BAB sembarangan

    Cempaka Putih wilayah pertama di Jakpus yang bebas BAB sembarangan

    Jakarta (ANTARA) – Kecamatan Cempaka Putih merupakan wilayah pertama di wilayah Jakarta Pusat yang bebas dari kebiasaan sebagian warga buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF).

    “Kami tentunya terus melakukan pemantauan terhadap data-data di wilayah mana saja yang masih perilaku masyarakatnya buang air besar sembarangan (BABS),” kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Pusat Rismasari di Jakarta, Kamis.

    Kecamatan Cempaka Putih ini merupakan kecamatan pertama yang bebas buang air besar (BAB) sembarangan atau ODF di Jakarta Pusat dengan tiga kelurahan sudah ODF. “Lalu ada Menteng dan Gambir masing-masing satu kelurahan,” katanya.

    Risma menyebutkan, percepatan upaya stop BAB sembarangan ini sudah dilakukan dengan pendataan dan sosialisasi di 44 kelurahan se-Jakarta Pusat dan berkomitmen bersama sejak 13 Oktober 2017.

    Hal ini sebagai komitmen perwujudan untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan dan meningkatkan kemampuan masyarakat.

    Lalu meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar serta mewujudkan Jakarta Pusat (Jakpus) sebagai wilayah dengan jaminan kesehatan dan kebersihan yang memadai dan merata.

    “Sehingga praktik BABS di tempat terbuka ini segera hilang. Tentu ini perlu menyelenggarakan sanitasi total berbasis masyarakat dengan lima pilar yang akan mempermudah upaya ini dan mengubah atau mempertahankan budaya bersih dan sehat,” ujar Risma.

    Selain itu, Risma meminta agar masyarakat dapat lebih higienis, rajin mencuci tangan dengan sabun, mengelola air minum dan makanan, sampah serta limbah cair rumah tangga dengan baik.

    “Mari bersama-sama mewujudkan Jakarta Pusat bebas buang air besar sembarangan demi kesehatan dan kualitas hidup kita,” katanya.

    Risma menyebutkan pihaknya juga melakukan pemeliharaan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal untuk mencegah penyebaran kuman penyebab penyakit ke anak.

    Pemeliharaan tersebut menyangkut perawatan kebersihan fasilitas MCK yang ada, pemenuhan fasilitas hingga perbaikan MCK agar fasilitas publik ini tetap awet terpelihara dalam jangka panjang.

    Menurut Risma, perbaikan kualitas hidup masyarakat dapat terwujud dengan merevitalisasi sarana MCK dengan meningkatkan kuantitas ketersediaan air bersih dan penyediaan sarana sanitasi di kawasan setempat.

    Adapun data Kepala Keluarga (KK) pengguna MCK di Jakarta Pusat sebanyak 13.577 KK. Mereka dalam kondisi menumpang menggunakan jamban sehat permanen milik orang lain atau umum (jamban komunal/KK sharing) ataupun pengguna MCK bersama (MCK komunal).

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengkampanyekan dan memberikan edukasi stop BAB sembarangan kepada warga melalui berbagai media demi tercapainya target 100 persen stop BABS di wilayah tersebut pada 2025.

    Upaya mewujudkan target tersebut di Jakarta juga membutuhkan kolaborasi bukan hanya Dinas Kesehatan semata, tetapi lintas sektor untuk membangun sanitasi dan publikasi.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Jakbar normalisasi 200 saluran air selama 2024 untuk cegah genangan

    Jakbar normalisasi 200 saluran air selama 2024 untuk cegah genangan

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat menormalisasi sebanyak 200 saluran air selama 2024 untuk mencegah terjadinya genangan atau banjir di wilayah tersebut.

    “Berdasarkan data dari ‘command center’ kita, kurang lebih sekitar 200 saluran (yang dinormalisasi selama 2024),” kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari kepada wartawan di Jakarta pada Kamis.

    Normalisasi itu termasuk di saluran lingkungan yang dikerjakan oleh Satuan Pelaksana (Satpel) Sudin SDA di kecamatan.

    Sebanyak 200 saluran air tersebut, kata Purwanti, terdiri dari saluran penghubung (phb) dan saluran mikro di pemukiman warga.

    “Sebagian normalisasi sudah selesai tahun 2024, sebagian lagi masih berlanjut sampai sekarang,” kata Purwanti.

    Adapun normalisasi saluran tersebut dilakukan dengan perbaikan badan saluran yang sudah rusak atau roboh dan juga mengangkat lumpur sedimen yang menumpuk di dasar saluran.

    “Semua yang kita lakukan itu, kegiatan kita adalah untuk mengoptimalkan aliran air dan yang pasti tentunya mengurangi genangan yang ada, mengantisipasi di musim hujan,” katanya.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pemkot Jaktim Akan Cabut KJP Remaja Pelaku Tawuran 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Januari 2025

    Pemkot Jaktim Akan Cabut KJP Remaja Pelaku Tawuran Megapolitan 8 Januari 2025

    Pemkot Jaktim Akan Cabut KJP Remaja Pelaku Tawuran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur berencana mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik pelajar yang terlibat tawuran.
    Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainah mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas (Sudin) Pendidikan terkait rencana ini. 
    “Sampai hari ini tentu kami koordinasikan dengan Sudin Pendidikan. Jadi data yang kita lihat mereka yang tawuran di kejadian kemarin itu juga sudah dalam penelitian dari teman-teman Sudin Pendidikan,” kata Iin di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (8/1/2025).
    Iin menyebut, pihaknya kini tengah menelusuri pelajar penerima KJP yang terlibat tawuran. Proses penelusuran juga akan melibatkan pihak sekolah. 
    “Tentu setelah dari data itu jelas,
    clear and clean
    , disurvei ke lokasi sekolah dan sebagainya. Memang kalau mereka masih sekolah, itu nanti akan dilaporkan ke dinas. Proses masih
    on progress,
    ” ucapnya.
    Sebelumnya diberitakan, aksi tawuran antarwarga kembali pecah di depan Apartemen Bassura di Jalan Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2025) dini hari. Satu orang meninggal dunia terkena sabetan senjata tajam dalam tawuran tersebut. 
    Ade menjelaskan, saat itu petugas Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Jatinegara langsung mengecek korban yang berada di IGD.
    Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, korban diantar temannya yang mengaku menjadi korban pembegalan.
    “Korban masuk ke RS Premier Jatinegara pukul 00.55 WIB dengan diantar oleh saksi E yang menurut keterangannya orang tersebut adalah korban begal. Kemudian diterima oleh saksi US untuk selanjutnya dibawa ke ruang IGD RS Premier Jatinegara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary melalui keterangan tertulis, Kamis (2/1/2025).
    Namun, pukul 01.05 WIB korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter Jaga Premier Jatinegara.
    “Dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga pukul 01.05 WIB. Sekitar pukul 04.00 WIB jenazah korban dibawa Ke RS Polri guna pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jakbar keruk Kali Pesanggrahan untuk antisipasi potensi banjir

    Jakbar keruk Kali Pesanggrahan untuk antisipasi potensi banjir

    Usai pengerukan sudah tidak ada laporan

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat melanjutkan pengerukan Kali Pesanggrahan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah tersebut.

    “Kita lakukan pengerukan lumpur sedimen pada sepanjang 400 meter Kali Pesanggrahan. Itu sudah dimulai Agustus 2023 dan terus berjalan sampai sekarang,” kata Kasudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari saat dihubungi di Jakarta pada Rabu.

    Pengerukan kali dengan lebar 40 meter tersebut memakan waktu yang cukup lama lantaran kiriman sedimen lumpur dari aliran kali yang terus bertambah.

    “Pengerukan sudah 90 persen. Bulan Januari (2205) ini kita targetkan selesai,” ungkap Purwanti.

    Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas (Sudin) SDA Jakarta Barat, Yopi Siregar menyebutkan bahwa pihaknya mengerahkan empat alat berat jenis ekskavator untuk mengeruk lumpur sedimen tersebut.

    “Setiap hari kita angkut 22 meter kubik lumpur sedimen. Terus kita buang ke ‘dumping site’ (tempat pembuangan limbah di laut) Ancol,” tutur Yopi.

    Menurut Yopi, pengerukan yang sudah dilakukan hampir 1,5 tahun tersebut cukup efektif untuk mencegah banjir.

    “Sebelumnya hujan di 2023-2024 daerah sekitar Kali Pesanggrahan itu bisa kita minimalisir dari genangan sampai enggak ada banjir dari situ,” katanya.

    Biasanya ada laporan di Cepat Lapor Masyarakat (CRM) terkait banjir di lokasi tersebut. “Usai pengerukan sudah tidak ada laporan,” katanya.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Ada 228 kasus kekerasan perempuan dan anak di Jakpus selama 2024

    Ada 228 kasus kekerasan perempuan dan anak di Jakpus selama 2024

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Pusat mengungkapkan bahwa sebanyak 228 kasus kekerasan kepada perempuan dan anak terjadi di wilayah tersebut selama 2024.

    “Untuk kasus Jakarta Pusat di tahun 2024 dari Januari sampai Desember itu ada sebanyak 228 kasus yang ditangani Sudin PPAPP Jakarta Pusat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Pusat Leny Yunengsih saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Berdasarkan data pos pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta Pusat pada 2024, jumlah 228 kasus itu terdiri dari kasus kekerasan perempuan sebanyak 101 kasus (44 persen), anak perempuan 91 kasus (40 persen) dan anak laki-laki 36 kasus (16 persen).

    Kasus tersebut ditemukan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Harapan Mulia sebanyak 33 kasus dan di RPTRA Kebon Melati sebanyak 39 kasus.

    Selain itu, di RPTRA Madusela sebanyak 20 kasus, RPTRA Pulo Gundul sebanyak 45 kasus, RPTRA Planet Senen sebanyak 39 kasus dan tempat lainnya di tingkat provinsi sebanyak 52 kasus.

    “Kalau berdasarkan data, dilihat dari lapor atau tidak lapornya itu sebanyak 79 kasus (35 persen) lapor ke polisi. Sedangkan 149 kasus (65 persen) lainnya tidak lapor ke polisi,” ujar Leny.

    Selain itu, Leny menyebutkan, total kasus kekerasan perempuan dan anak yang ditangani Dinas PPAPP DKI Jakarta selama 2024 sebanyak 2.041 kasus.

    Rinciannya, kasus kekerasan perempuan sebanyak 892 kasus (44 persen), anak perempuan 797 kasus (39 persen) dan anak laki-laki 352 kasus (17 persen).

    Dari 2.041 kasus tersebut ditemukan di wilayah Jakarta Pusat sebanyak 228 kasus, Jakarta Utara (362 kasus), Jakarta Barat (462 kasus), Jakarta Selatan (440 kasus), Jakarta Timur (536 kasus) dan Kepulauan Seribu (13 kasus).

    Paling banyak jenis kasus tersebut adalah kekerasan seksual. “Disusul kekerasan psikis, kekerasan fisik, dan penelantaran,” ujar Leny.

    Adapun upaya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat khususnya Suku Dinas (Sudin) PPAPP dalam melindungi anak dan mencegah terjadinya kekerasan, perkawinan atau pekerja anak, yakni melakukan pencegahan dengan penguatan sosialisasi melalui secara “offline” dan daring (online).

    Kemudian penyediaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang melibatkan banyak pihak untuk terlibat dalam penyadaran, mengidentifikasi prevalensi kekerasan dengan Survei Pengalaman Hidup Anak Daerah (SPHAD) dan menyediakan kanal aduan di berbagai wilayah.

    Lalu, peran orang tua dan keluarga dalam mendidik anak juga sangatlah penting. Orang tua perlu memberikan pendidikan karakter kepada anak sejak dini sehingga mampu menghargai diri sendiri dan orang lain serta tidak boleh melakukan kekerasan.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Sepanjang 2024, sebanyak 5.803 hewan penular rabies di Jakpus divaksin

    Sepanjang 2024, sebanyak 5.803 hewan penular rabies di Jakpus divaksin

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Pusat telah melakukan vaksinasi terhadap 5.803 hewan penular rabies di wilayah tersebut selama 2024.

    “Rekap sepanjang 2024 itu total ada 5.803 hewan penular rabies yang divaksin dari target 5.600 hewan untuk tahun 2024 di delapan kecamatan,” kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat Penty Yunesi Pudyastuti di Jakarta, Rabu.

    Sebanyak 5.803 hewan penular rabies (HPR) yang sudah divaksin tersebut terdiri dari 4.690 kucing, 1.064 anjing, 30 kera dan 19 musang.

    Vaksinasi HPR ini dilakukan secara bergilir di 44 kelurahan dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat dan dilakukan melalui layanan jemput bola, yakni mendatangi kawasan permukiman padat penduduk.

    Vaksinasi hewan ini sebagai upaya dalam menjaga status Jakarta Pusat sebagai kota bebas rabies. Selain itu, upaya ini juga untuk memudahkan warga dalam menjaga kesehatan hewan peliharaannya.

    “Alhamdulillah melebihi target 2024. Masyarakat khususnya di Jakarta Pusat yang memiliki hewan kesayangan jadilah pemilik yang bertanggung jawab,” ujar Penty.

    Penty mengimbau masyarakat untuk tetap rutin melakukan vaksinasi hewan kesayangannya secara periodik yang memang harus dilakukan terutama untuk kucing, anjing, musang dan kera.

    “Sehingga InsyaAllah Jakarta Pusat tetap mempertahankan wilayah yang bebas rabies,” tegas Penty.

    Di tahun 2025 ini, pihaknya melalui Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) kecamatan dan keluarga di Jakarta Pusat terus melakukan sosialisasi pentingnya vaksinasi bagi hewan peliharaan masyarakat.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025