Viral Video Petugas Derek Diduga Pungli di Tanah Abang, Ini Penjelasan Dishub
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sebuah video viral di Instagram @jakartabarat24jam yang menarasikan dua orang
petugas derek
dari Sudin Perhubungan Jakarta Pusat meminta uang kepada seorang pengendara mobil, Jumat (10/1/2025).
Dalam video itu, dijelaskan bahwa pengendara tersebut sedang memarkirkan kendaraannya di depan Kantor Kecamatan Tanah Abang guna menunggu kawannya yang sedang sholat.
Di kawasan tersebut, disebut tidak ada rambu dilarang parkir dan ada banyak pengendara lain yang memarkirkan kendaraannya di sana. Akan tetapi, hanya kendaraannya yang diderek.
“Oknum sempat ngajak saya masuk ke dalam mobil, dia menjelaskan denda yang harus dibayar berapa, terus oknum menawarkan untuk dibantu sama dia. Dia ngomong ‘kasih aja uang untuk sopir derek kita Pak, daripada dibawa ke kantor dendanya mahal’,” tulis akun tersebut, dikutip Minggu (12/1/2025).
Sebab menolak membayar, mobilnya mesti diderek oleh petugas tersebut.
Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan Jakarta Pusat, Wildan Anwar menerangkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat (10/1/2025) sekira pukul 11.00 hingga 11.30 WIB.
Saat itu, dua petugas Sudin Perhubungan sedang melakukan sterilisasi jalur di dekat Kantor Kecamatan Tanah Abang sebab akan ada kunjungan Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, ke Masjid Al Makmur.
“Kemudian dua petugas
standby
di depan Gedung Kesenian, di samping Kantor Kecamatan Tanah Abang untuk menghimbau kendaraan yang parkir di lokasi agar melanjutkan perjalanannya,” kata Wildan Anwar saat dihubungi, Minggu (12/1/2025).
Akan tetapi, pengendara tersebut berdalih sedang menunggu temannya sholat dan enggan memindahkan kendaraannya.
Dia kemudian diminta untuk memarkirkan kendaraannya di halaman kantor kecamatan. Akan tetapi, dia justru mendebat petugas derek dengan bertanya perihal dasar hukum.
Saat itu, dia sudah mulai merekam video ke arah petugas derek.
“Disertai rasa jengkel karena harus berpindah parkir, pengemudi kendaraan tersebut mendebat anggota kami dengan menanyakan aturan hukum atas larangan parkir kendaraan yang tidak disertai rambu larangan parkir,” tambah Wildan.
Setelah dijelaskan, pengemudi tersebut justru menantang petugas derek untuk menderek mobilnya sembari berkata bahwa dia memiliki kawan di Dinas Perhubungan.
Petugas akhirnya menderek mobilnya ke Monas.
“Tak lama berselang, pemilik beserta pengemudi kendaraan tersebut datang ke IRTI Monas untuk melakukan negosiasi serta upaya menyogok kami dengan menawarkan uang sebesar Rp 200.000 agar kendaraannya tidak diproses,” tambah Wildan.
Akan tetapi, mobil tersebut tetap ditilang sesuai aturan yang berlaku.
Wildan mengatakan, pengendara tersebut bahkan sempat mengancam para petugas untuk menyebarkan video tersebut agar viral.
“Merasa upaya menyogok anggota kami tidak dipenuhi, pengemudi tersebut mengancam akan memviralkan kejadian tersebut melalui medsos,” tambah dia.
Petugas kemudian membubarkan diri setelah memberikan surat tilang tersebut untuk kembali ke Kantor Kecamatan Tanah Abang.
Kompas.com
sudah berusaha mengonfirmasi beberapa narasi dalam videl viral tersebut kepada Sudin Perhubungan Jakarta Pusat, namun belum mendapatkan balasan.
Beberapa pertanyaan seperti kebenaran petugas derek yang disebut sempat meminta sejumlah uang dan rambu larangan parkir yang tidak tersedia di sana.
Selain itu,
Kompas.com
juga sudah berupaya menghubungi perekam video. Akan tetapi, hingga berita ini naik, belum ada balasan mengenai hal itu.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Sudin
-
/data/photo/2025/01/12/67832ce6dc574.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Viral Video Petugas Derek Diduga Pungli di Tanah Abang, Ini Penjelasan Dishub Megapolitan 12 Januari 2025
-

Cegah banjir, Jakpus lakukan pengerukan saluran
Arsip foto – Pekerjaan normalisasi saluran di Jalan Bendungan Hilir gang 12 RT 02/03, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2024). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Cegah banjir, Jakpus lakukan pengerukan saluran
Dalam Negeri
Editor: Calista Aziza
Jumat, 10 Januari 2025 – 11:22 WIBElshinta.com – Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat lebih banyak melakukan pengerukan saluran untuk mencegah banjir saat musim hujan di tahun 2025.
“Tahun 2025 ini dalam menghadapi musim hujan kita lakukan lebih banyak kegiatan pengurasan (pengerukan) di saluran-saluran,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Pusat, Citrin Indriati di Jakarta, Jumat.
Citrin menyebutkan, pihaknya terus melakukan monitoring lapangan ke saluran-saluran se-Jakarta Pusat (Jakpus) untuk melihat kondisi dan memastikan saluran tidak tersumbat.
“Untuk 2025, dari usulan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang akan dikerjakan salurannya di 2025 ada 107 saluran,” katanya.
Selain itu, Sudin SDA Jakarta Pusat juga terus melakukan pemeliharaan pompa air permanen (stasioner) yang berada di rumah pompa, pompa portabel (mobile) hingga pemeliharaan pintu air.
“Kita melakukan monitoring lapangan lingkar wilayah melihat kondisi saluran-saluran saat ini. Tentunya kalau ada yang tidak baik kami langsung lakukan perbaikan,” ujar Citrin.
Citrin mengungkapkan, pihaknya telah meminta para Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) untuk melakukan pemantauan saluran yang ada di tiap wilayah Jakarta Pusat.
“Intinya kita mulai bersiap menghadapi musim penghujan, segala elemen yang berhubungan dengan pengendalian banjir kita maksimalkan,” tegas Citrin.
Selama tahun 2024, Sudin SDA Jakarta Pusat sudah melakukan pengerukan saluran sebanyak 239 saluran, perbaikan saluran sebanyak 581, peningkatan saluran sebanyak 41 dan normalisasi saluran sebanyak 297 saluran.
Citrin mengimbau, masyarakat Jakarta Pusat tetap menjaga lingkungan dan turut berkontribusi dalam menjaga kebersihan saluran ataupun kali sehingga tidak terjadi penyumbatan.
“Kami mengimbau untuk masyarakat tidak membuang sampah pada saluran air maupun kali atau sungai. Tingkatkan kesadaran membuang sampah pada tempatnya,” katanya.
Sumber : Antara
-

Viral Anggota Dishub Jaktim Pinjam Magnet Relawan Ranjau Paku Hanya untuk Berfoto, Ini Faktanya – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Beredar video yang menarasikan anggota Dinas Perhubungan Jakarta Timur meminjam magnet kepada relawan ranjau paku hanya untuk berfoto.
Bagaimana kejadian yang sesungguhnya?
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur membantah ada anggotanya yang hanya meminjam magnet milik relawan ranjau paku untuk berfoto di sekitar Jalan D.I Panjaitan, Jakarta Timur.
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Perhubungan Jatinegara, Sudinhub Jakarta Timur Agustang mengakui, ada anggotanya yang sempat berfoto dengan alat pembersih ranjau paku milik relawan itu.
Namun, tujuannya untuk memastikan apakah masih adakah ranjau paku di Jalan D.I Panjaitan.
“Iya berdasarkan surat perintah (anggota) bertugas di lampu merah Halim, tetapi di seberang lampu merah ada relawan melakukan operasi ranjau paku, kemudian anggota menyeberang, dimaksudkan ingin membuktikan kebenarannya, di sekitar Jalan D. I Panjaitan ada potong payung, paku-paku,” kata Agustang saat ditemui di lampu merah Kalimalang, Jumat (10/1/2025).
Dishub sendiri diklaim rutin melakukan operasi ranjau paku di sejumlah titik, termasuk di Jalan D.I Panjaitan.
“Karena selama ini kita melakukan rutin dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 WIB, Kita menggunakan magnet yang sudah dirancang lalu ditarik oleh mobil,” ungkap Agustang.
Saat melakukan operasi ranjau paku, Dishub juga melibatkan dinas lainnya, seperti Satpol PP.
“Kita rutin melakukan, kita kerjasama juga dengan Satpol PP yang punya tupoksi juga, selama ini berdampingan untuk penertiban,” katanya.
Relawan minta maaf
Usmanto (36), relawan ranjau paku meminta maaf kepada Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur usai menyebut petugas Dishub meminjam magnet pendeteksi paku miliknya hanya untuk berfoto.
“Saya minta maaf ya buat temen-temen Dishub soal video kemarin yang viral di lampu merah Kalimalang,” kata Usmanto di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2025).
Permintaan maaf itu disampaikan Usmanto di hadapan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Perhubungan Jatinegara Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Agustang. Kepada Usmanto, Agustang membantah anggotanya meminjam magnet pendeteksi paku hanya untuk berfoto di sekitar Jalan DI Panjaitan.
Meski begitu, Agustang mengakui ada anggotanya yang sempat berfoto dengan alat pendeteksi paku tersebut. Foto itu merupakan dokumentasi yang akan diserahkan ke atasan untuk menunjukkan apakah masih ada ranjau paku di Jalan DI Panjaitan atau tidak.
Sebelumnya, beredar video yang menarasikan anggota Dinas Perhubungan Jakarta Timur, meminjam magnet kepada relawan ranjau paku hanya untuk berfoto.
“Masyarakat butuh kerja nyata bukan sekedar foto-foto doang ini bahaya masalah sebaran ranjau paku dan ranjau rangka payung di Jalan Raya D.I Panjaitan hingga ke lampu merah Kalimalang arah ke Cawang Jakarta Timur,” tulis keterangan di akun Instagram @Relawanranjaupaku. (Kompas.com/Tribun)
-
/data/photo/2025/01/10/6780e211618b4.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Relawan Ranjau Paku Minta Maaf Usai Sebut Dishub Pinjam Alat Hanya untuk Foto Megapolitan 10 Januari 2025
Relawan Ranjau Paku Minta Maaf Usai Sebut Dishub Pinjam Alat Hanya untuk Foto
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Usmanto (36),
relawan ranjau paku
meminta maaf kepada Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur usai menyebut petugas Dishub meminjam magnet pendeteksi paku miliknya hanya untuk berfoto.
“Saya minta maaf ya buat temen-temen Dishub soal video kemarin yang viral di lampu merah Kalimalang,” kata Usmanto di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2025).
Permintaan maaf itu disampaikan Usmanto di hadapan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Perhubungan Jatinegara Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Agustang.
Kepada Usmanto, Agustang membantah anggotanya meminjam magnet pendeteksi paku hanya untuk berfoto di sekitar Jalan DI Panjaitan.
Meski begitu, Agustang mengakui ada anggotanya yang sempat berfoto dengan alat pendeteksi paku tersebut. Foto itu merupakan dokumentasi yang akan diserahkan ke atasan untuk menunjukkan apakah masih ada ranjau paku di Jalan DI Panjaitan atau tidak.
“Iya berdasarkan surat perintah (anggota) bertugas di lampu merah Halim, tetapi di seberang lampu merah ada relawan melakukan operasi ranjau paku, kemudian anggota menyebrang, dimaksudkan ingin membuktikan kebenarannya, di sekitar Jalan DI Panjaitan ada potong payung, paku-paku,” kata Agustang.
Agustang juga mengeklaim pihaknya rutin melakukan operasi ranjau paku di sejumlah titik, termasuk di Jalan DI Panjaitan.
“Karena selama ini kita melakukan rutin dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 WIB. Kita menggunakan magnet yang sudah dirancang lalu ditarik oleh mobil,” ungkap Agustang.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga petugas Dishub tengah menggunakan alat magnet pendeteksi paku viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @relawanranjaupaku, tampak petugas pria tersebut mengenakan setelan seragam Dishub warna biru. Sambil berjalan kaki di pinggir jalan raya, petugas itu memegang alat magnet pendeteksi paku.
Sementara, perekam video mengungkapkan bahwa di jalanan tersebut masih banyak ditemukan ranjau paku.
“Izin, Komandan. Masih banyak ranjau di lampu merah Kalimalang arah ke Cawang. Waspada. Masih sangat rawan ranjau-ranjau paku dan ranjau rangka payung yang bikin ban motor pada biocor,” kata pria yang merekam video tersebut.
Sambil merekam video, pria itu mendekati petugas Dishub. Tak lama, petugas Dishub yang mengenakan topi biru dan masker putih tersebut memberikan ponselnya ke sang pria perekam.
Menggunakan ponsel itu, pria tersebut lantas memotret petugas Dishub yang masih memegang alat magnet pendeteksi paku. Setelahnya, petugas Dishub meninggalkan pria tersebut dan menyeberangi jalan ke sisi lain.
Narasi dalam video yang diunggah @relawanranjaupaku menyebutkan, petugas Dishub tersebut meminjam magnet pendeteksi paku milik relawan ranjau paku hanya untuk berfoto.
“Masyarakat butuh kerja nyata, bukan sekedar foto-foto doang. Ini bahaya masalah sebaran ranjau paku dan ranjau rangka payung di Jalan Raya DI Panjaitan hingga ke lampu merah Kalimalang arah ke Cawang Jakarta Timur,” tulis keterangan di akun Instagram @relawanranjaupaku.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Jakpus tingkatkan edukasi untuk program anti kekerasan di sekolah
Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Pusat meningkatkan sosialisasi dan edukasi untuk menyukseskan program anti kekerasan di lingkungan sekolah pada 2025.
“Kami bersama seluruh satuan pendidikan atau sekolah mengimplementasikan program anti kekerasan di sekolah, termasuk kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi siswa,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Pusat, Bambang Eko Prabowo di Jakarta, Jumat.
Bambang menyebutkan, pihaknya berkomitmen untuk melibatkan berbagai pihak terkait (stakeholders) termasuk orang tua, wali kota, camat, lurah, Koramil hingga Kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman.
“Nanti dari Sudin Pendidikan menerapkan kebijakan dan menyediakan sumber daya serta pelatihan bagi guru dan staf sekolah untuk mengenali dan menangani kasus kekerasan,” ujar Bambang.
Lalu, orang tua berpartisipasi aktif dalam kegiatan edukasi dan mendukung anak-anak di rumah.
Kemudian wali kota, camat, lurah, Polsek dan Koramil mendukung program melalui kebijakan lokal, antisipasi terhadap kegiatan anak yang berkumpul dan memungkinkan melakukan tindakan negatif serta menyediakan fasilitas yang diperlukan.
“Menyediakan keamanan dan penegakan hukum serta berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi di sekolah dan komunitas,” katanya.
Sedangkan Pemerintah Kota Jakarta Pusat membentuk satuan tugas (satgas) pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Pembentukan satgas ini sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 159 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan pada Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Tahun 2024-2028.
Koordinator satgas di kota, yakni Kepala Suku Dinas Pendidikan, lalu bersama anggota dari jajaran Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) serta Seksi Perlindungan, Jaminan dan Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial (Sudinsos).
Kemudian Seksi Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Suku Dinas Pendidikan, Satuan Pendidikan Kecamatan dan jajaran SD sampai SMA/SMK di Suku Dinas Pendidikan.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025 -

Jakpus lakukan pengerukan saluran untuk cegah banjir
Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat lebih banyak melakukan pengerukan saluran untuk mencegah banjir saat musim hujan di tahun 2025.
“Tahun 2025 ini dalam menghadapi musim hujan kita lakukan lebih banyak kegiatan pengurasan (pengerukan) di saluran-saluran,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Pusat, Citrin Indriati di Jakarta, Jumat.
Citrin menyebutkan, pihaknya terus melakukan monitoring lapangan ke saluran-saluran se-Jakarta Pusat (Jakpus) untuk melihat kondisi dan memastikan saluran tidak tersumbat.
“Untuk 2025, dari usulan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang akan dikerjakan salurannya di 2025 ada 107 saluran,” katanya.
Selain itu, Sudin SDA Jakarta Pusat juga terus melakukan pemeliharaan pompa air permanen (stasioner) yang berada di rumah pompa, pompa portabel (mobile) hingga pemeliharaan pintu air.
“Kita melakukan monitoring lapangan lingkar wilayah melihat kondisi saluran-saluran saat ini. Tentunya kalau ada yang tidak baik kami langsung lakukan perbaikan,” ujar Citrin.
Citrin mengungkapkan, pihaknya telah meminta para Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) untuk melakukan pemantauan saluran yang ada di tiap wilayah Jakarta Pusat.
“Intinya kita mulai bersiap menghadapi musim penghujan, segala elemen yang berhubungan dengan pengendalian banjir kita maksimalkan,” tegas Citrin.
Selama tahun 2024, Sudin SDA Jakarta Pusat sudah melakukan pengerukan saluran sebanyak 239 saluran, perbaikan saluran sebanyak 581, peningkatan saluran sebanyak 41 dan normalisasi saluran sebanyak 297 saluran.
Citrin mengimbau, masyarakat Jakarta Pusat tetap menjaga lingkungan dan turut berkontribusi dalam menjaga kebersihan saluran ataupun kali sehingga tidak terjadi penyumbatan.
“Kami mengimbau untuk masyarakat tidak membuang sampah pada saluran air maupun kali atau sungai. Tingkatkan kesadaran membuang sampah pada tempatnya,” katanya.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025 -

DKI kemarin, penetapan Pram-Doel hingga program kerja 100 hari
Jakarta (ANTARA) –
Sejumlah peristiwa di DKI Jakarta yang terjadi pada Kamis (9/1) masih layak untuk disimak kembali hari ini, antara lain KPU menetapkan Pram-Doel sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih hingga program kerja 100 hari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Berikut rangkumannya:
1. KPU tetapkan Pram-Doel sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih
Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menetapkan pasangan Pramono Anung dan Rano Karno atau Si Doel sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta.
“Seusia undang-undang menyatakan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memperoleh suara lebih dari 50 persen ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih,” kata Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata di Jakarta, Kamis.
Baca selengkapnya di sini
2. Pramono janjikan 100 hari pertama bereskan persoalan lahan
Jakarta (ANTARA) – Gubernur Terpilih Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung menjanjikan 100 hari pertama setelah resmi dilantik akan membereskan persoalan menyangkut lahan (agraria) seperti yang terjadi di Kampung Bayam, Tanah Merah dan lainnya.
“Saya dan Bang Doel sudah berbicara dari hati ke hati. Dalam 100 hari pertama kalau kami nanti dilantik, kami akan putar kembali ke tempat-tempat yang pada waktu itu kami hadir ketika sosialisasi,” kata Pramono di Jakarta, Kamis, setelah secara resmi ditetapkan sebagai Gubernur terpilih.
Baca selengkapnya di sini
3. KPU nyatakan semua tahapan Pilgub Daerah Khusus Jakarta telah usai
Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Khusus Jakarta menyatakan semua tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) telah usai setelah ditetapkannya Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.
“Agenda selanjutnya, kami akan menyampaikan usulan penetapan ini kepada DPRD,” kata Ketua KPU Daerah Khusus (DK) Jakarta Wahyu Dinata di Jakarta, Kamis.
Baca selengkapnya di sini
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi pohon yang tumbang menimpa kabel utilitas di Jalan Taman Sari Raya, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (9/1/2025). (ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakbar)
4. Pengerukan Kali Semongol untuk antisipasi banjir rampung bulan ini
Jakarta (ANTARA) – Pengerukan Kali Semongol di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, untuk mengantisipasi banjir di wilayah tersebut bakal rampung bulan ini.
“Bulan Januari ini sudah kelar. Kita segera alihkan alat-alat kita ke lokasi (pengerukan) lain,” kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari kepada wartawan di Jakarta pada Kamis.
Baca selengkapnya di sini
5. Antisipasi tumbang, DKI pangkas lebih 80.000 pohon sepanjang 2024
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memangkas sebanyak 82.571 pohon di lima wilayah kota administrasi sepanjang tahun 2024 sebagai langkah pencegahan dan antisipasi terhadap risiko pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan warga.
“Pemangkasan ini untuk memastikan ruang hijau tetap aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama di tengah cuaca ekstrem yang sering melanda Jakarta,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Ivan Murcahyo dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Baca selengkapnya di sini
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025


