Tag: Sudin

  • Kepulauan Seribu rencanakan bangun tiga tanggul untuk cegah abrasi

    Kepulauan Seribu rencanakan bangun tiga tanggul untuk cegah abrasi

    Jakarta (ANTARA) –

    Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu merencanakan pembangunan tanggul di Pulau Kelapa, Pulau Tidung dan Pulau Lancang sebagai upaya untuk mencegah abrasi di wilayah tersebut.

    “Kami hari ini melakukan peninjauan lokasi yang akan dijadikan pembangunan tanggul di Pulau Kelapa, Pulau Tidung dan Pulau Lancang,” kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu, Mustajab di Jakarta, Rabu.

    Ia mengatakan, peninjauan lapangan ini untuk memastikan rencana pembangunan tanggul di Pulau Kelapa sisi utara, Pulau Tidung sisi utara dan Pulau Lancang sisi barat daya yang akan dilakukan pada Maret 2025.

    “Tanggul yang akan dibangun merupakan tanggul penahan abrasi dan sekaligus berfungsi menjadi jalan lingkar,” katanya.

    Menurut dia, untuk menetapkan titik lokasi tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Taman Nasional Kepulauan Seribu dan kepala wilayah kelurahan setempat.

    Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu Mustajab meninjau lokasi pembangunan tiga tanggul di wilayah tersebut, Rabu (15/1/2025). (ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu)

    Ia menyebutkan, panjang tanggul di Pulau Kelapa sekitar 830 meter, kemudian Pulau Tidung 140 meter dan pemecah ombak (breakwater) 530 meter serta Pulau Lancang 140 meter.

    Dia berharap dengan pembangunan tanggul tersebut, nantinya warga tidak lagi melakukan pengurukan areal pantai yang berada di lokasi belakang tanggul.

    Selain itu, tanggul ini bermanfaat untuk menahan abrasi juga sebagai jalan lingkar yang diharapkan mendukung destinasi wisata.

    Lurah Pulau Kelapa, Muslim menyampaikan, pihaknya mengapresiasi langkah dari Sudin SDA Kepulauan Seribu yang akan melakukan pembangunan tanggul di wilayahnya sebagai pengaman pantai.

    “Terima kasih Sudin SDA Kepulauan Seribu, dengan adanya tanggul ini warga bisa menikmati jalan lingkar, berlari dan bersepeda. Bahkan bisa mempermudah warga di Pulau Kelapa Dua untuk beraktivitas,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Kondisi TKP Kebakaran di Kemayoran, Warga Cari Barang Berharga Tersisa

    Kondisi TKP Kebakaran di Kemayoran, Warga Cari Barang Berharga Tersisa

    Jakarta

    Pemukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), dilanda kebakaran. Garis polisi dipasang di tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran.

    Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (15/1/2025) sejumlah bangunan rumah hingga kios runtuh sebab kebakaran. Kebakaran itu terjadi di Jalan Kemayoran Gempol RT 05 RW 06 Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakpus.

    Puing-puing bekas kebakaran berserakan. Bau gosong juga masih tercium sampai jarak sekitar 50 meter dari TKP kebakaran.

    Air bekas pemadaman api masih membasahi sekitar area. Air itu masih terasa hangat, namun berbau gosong. Jalanan ke titik bekas kebakaran sedikit becek akibat air tersebut.

    Sementara itu, ratusan warga terlihat berkerumun di lokasi bekas kebakaran. Mereka mencari barang berharga tersisa dari puing-puing kebakaran.

    Garis polisi dipasang di TKP kebakaran. (Taufiq Syarifudin/detikcom)

    Seorang warga korban kebakaran Chusnawati (38) mengatakan tidak ada yang tersisa dari rumahnya yang terbakar. Dia hanya sempat menyelamatkan sejumlah uang saat mengetahui ada kebakaran.

    Meski begitu, Chusnawati mengatakan tidak ada korban satu pun dari keluarganya. Namun kini dia bingung karena rumahnya rata sebab kebakaran.

    “Sekarang harta tinggal baju ini aja yang saya pakai sekarang. Harapannya bisa bantuan dari pemerintah, dibangunin lagi rumahnya,” kata dia.

    Warga mencari barang berharga yang tersisa di balik puing-puing sisa kebakaran. (Taufiq Syarifudin/detikcom)

    Kebakaran Lagi di Kemayoran

    “Obyek terbakar rumah padat hunian,” kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakpus, Achmad Saiful Kahfi, Rabu (15/1).

    Kekabaran itu dilaporkan warga ke damkar pukul 08.55 WIB. Operasi pemadaman kebakaran dimulai pukul 09.07 WIB.

    Sebanyak 28 unit mobil damkar beserta 140 personel dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran. Belum diketahui penyebab dan kronologi kebakaran ini.

    Dilaporkan ada 35 keluarga yang berjumlah 105 jiwa terdampak kebakaran ini. Petugas sempat terhambat akses jalan yang sempit dan lalu lintas yang padat.

    “Objek terbakar 30 rumah,” katanya.

    (jbr/jbr)

  • Jaktim targetkan vaksinasi rabies 13 ribu HPR selama 2025

    Jaktim targetkan vaksinasi rabies 13 ribu HPR selama 2025

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur menargetkan vaksinasi rabies terhadap 13.112 ekor hewan penular rabies (HPR) sepanjang 2025.

    “Pelaksanaan vaksinasi rabies sudah dimulai pada Senin (13/1) di beberapa kecamatan. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan bertahap hingga Desember 2025, dengan target 13.112 ekor HPR, yang meliputi anjing, kucing, kera dan musang,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

    Vaksinasi rabies yang digelar pada Senin (13/1) itu, sebanyak 110 ekor HPR yang di vaksin yang berada di empat lokasi berbeda, yakni di RW 01 Kelurahan Cakung Barat (Cakung), RW 01 Kelurahan Kalisari (Pasar Rebo), RW 01 Kelurahan Cilangkap (Cipayung), dan RW 01 Kelurahan Utan Kayu Selatan (Matraman).

    Dalam pelaksanaan vaksinasi rabies itu, pihaknya berkolaborasi dengan pihak pemangku kepentingan atau stakeholders, termasuk klinik hewan, komunitas pecinta hewan, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Dinas KPKP bagian kesehatan hewan. Kemudian, melibatkan seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk membantu Sudin KPKP melakukan vaksinasi hewan penular rabies.

    “Harapannya kegiatan vaksin ini bisa mencegah terjadinya peningkatan penyakit hewan menular pada hewan peliharaan, sehingga Pemkot Jaktim mampu mengantisipasi penularan penyakit rabies,” ucap Taufik.

    Sepanjang 2024, kata Taufik, jajaran Sudin KPKP Jaktim telah memberikan layanan vaksinasi rabies terhadap 14.645 ekor hewan penular rabies (HPR) yang merupakan hewan peliharaan warga.

    Sebanyak 14.645 ekor hewan yang divaksin itu terdiri atas anjing 2.363 ekor, kucing 12.126 ekor, kera 104 ekor dan musang 52 ekor.

    “Kami juga lakukan layanan dengan sistem jemput bola, berkolaborasi dengan jajaran kelurahan, kecamatan, serta pengurus RT dan RW,” katanya.

    Dalam layanan jemput bola, kata Taufik, pihaknya menurunkan dokter hewan dan petugas penyuluh yang dibantu pengurus RT/RW dan aparatur kelurahan atau kecamatan setempat.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Kepulauan Seribu catat wilayahnya dikunjungi 411.161 wisatawan di 2024

    Kepulauan Seribu catat wilayahnya dikunjungi 411.161 wisatawan di 2024

    Wisatawan menikmati bermain dan berenang di kawasan pantai di Kabupaten Kepulauan Seribu. ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu

    Kepulauan Seribu catat wilayahnya dikunjungi 411.161 wisatawan di 2024
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Selasa, 14 Januari 2025 – 12:47 WIB

    Elshinta.com – Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat wilayahnya telah dikunjungi sebanyak 411.161 wisatawan sepanjang tahun 2024.

    “Rinciannya 393.720 adalah wisatawan nusantara dan 17.441 wisatawan mancanegara,” kata Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan di Jakarta, Selasa.

    Ie menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan selama tahun 2024 mengalami kenaikan 1,7 persen dibanding  2023 yang berjumlah 404.845 wisatawan. Ia mengatakan kenaikan kunjungan ini didorong kenaikan ekonomi masyarakat setelah pandemi COVID-19. Sonti mengatakan mayoritas kunjungan ke pulau-pulau berpenduduk, baik di wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

    Ia mencatat kunjungan di pulau berpenduduk sebanyak 386.912 orang. Kemudian di pulau resor sebanyak 17.929 orang, lalu pulau wisata sebanyak 5.243 orang, dan pulau cagar alam sebanyak 1.077 orang. Selain itu, dirinya mengatakan selama tahun 2024 Sudin Parekraf Kepulauan Seribu juga menghadirkan berbagai kegiatan dan juga konser musik yang dapat dinikmati para wisatawan dan masyarakat di Kepulauan Seribu.

    Mulai dari Festival Kepulauan Seribu, Panggung Rakyat, Familiarization Trip, Pengenalan Destinasi Wisata, Musik Reggae dan lainnya.

    “Selain menarik kunjungan wisatawan, kegiatan ini juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kepulauan Seribu,” kata dia.

    Ia menyatakan wilayah Kepulauan Seribu selalu menjadi pilihan bagi para wisatawan nusantara dan mancanegara untuk dikunjungi dan menikmati berbagai destinasi yang disediakan. Menurut dia Kepulauan Seribu menawarkan pilihan menarik bagi wisatawan, baik dari sisi pantai, kehidupan bawah laut, flora dan fauna, kuliner serta keindahan lainnya.

    Selain dari sisi keindahan, akses menuju ke wilayah Kepulauan Seribu juga sudah mudah dijangkau, para wisatawan bisa mengakses Dermaga Kali Adem dan Dermaga Marina Ancol dengan tarif yang berbeda-beda. Melalui dermaga Kali Adem, para pengunjung bisa memanfaatkan kapal kayu dengan tarif sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu, serta bisa juga menggunakan kapal Dishub DKI Jakarta dengan tarif sekitar Rp44 ribu hingga Rp74 ribu.

    “Sedangkan melalui dermaga Marina Ancol tarifnya sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu,” kata dia.

    Sumber : Antara

  • Hidran yang Bocor di Bukit Duri Butuh Waktu Setahun untuk Ganti Baru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2025

    Hidran yang Bocor di Bukit Duri Butuh Waktu Setahun untuk Ganti Baru Megapolitan 14 Januari 2025

    Hidran yang Bocor di Bukit Duri Butuh Waktu Setahun untuk Ganti Baru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Proses penggantian unit hidran yang mengalami kebocoran di Jalan Taman Bukit Duri mungkin bakal memakan waktu sampai satu tahun.
    Menurut Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Syamsul Huda, beberapa  bagian dari unit hidran yang mengalami kebocoran itu diduga telah dicuri.
    Penggantian unit baru harus dilakukan dalam laporan tahunan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan.
    “Ya kalau itu kan harus dilaporkan tahunan kan. Pengadaan (unit) kan tahunan. (Penggantian unit pada 2025) belum (bisa),” kata Syamsul saat dihubungi, Selasa (14/1/2025).
    Yang menjadi fokus Sudin Gulkarmat saat ini adalah memutus aliran air ke hidran tersebut dengan berkoordinasi dengan PAM Jaya.
    Syamsul mengatakan, instansinya juga bakal mengupayakan waktu secepatnya untuk penggantian unit hidran baru.
    Selain itu, jika memang tidak memungkinkan, unitnya bakal memperbaiki hidran tersebut sebagai solusi sementara.
    “Sementara ditutup aliran dulu. Tapi kalau nanti dicek peralatannya masih bisa diupayakan, ya kami upayakan dulu,” tambah dia.
    Pasalnya, hidran itu masih aktif digunakan Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan untuk mengatasi kebakaran di kawasan Taman Bukit Duri.
    Sebelumnya, sebuah hidran berwarna merah di Jalan Taman Bukit Duri, Jakarta Selatan, bocor. Airnya berceceran, mengalir menuju got di sebelah hidran tersebut.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, hidran itu bocor di dua sisinya. Dari lubang tersebut, air hidran itu mengalir ke trotoar yang bermuara di got situ.
    Lubang tempat air dari hidran itu melintas juga telah ditutupi oleh berbagai macam barang oleh warga setempat untuk mengurangi volume air yang keluar.
    Barang-barang itu antara lain plastik, bata, maupun pelat besi untuk menghalangi air keluar.
    Pedagang di situ, Marno (39) mengatakan, hidran tersebut bocor sekitar empat hari yang lalu, sejak Jumat (10/1/2025).
    “Sekitar empat hari yang lalu
    lah
    ,” kata Marno saat ditemui di lokasi, Senin (13/1/2025).
    Marno mengungkapkan, petugas Sudin Sumber Daya Air sempat mendatangi lokasi hidran tersebut pada Sabtu (11/1/2025).
    Marno juga mengungkapkan, dirinya sempat ditanya mengenai kerusakan hidran tersebut oleh petugas.
    Akan tetapi, Marno tidak tahu menahu perihal kerusakan itu. Yang dia tahu, pada Kamis (9/1/2025) malam, hidran itu masih dalam kondisi baik.
    Hasim (40), warga yang tinggal di dekat hidran, juga mengungkap bahwa telah berhari-hari hidran tersebut rusak.
    Sependek ingatan Hasim, hidran itu rusak dari sekitar lima hari yang lalu.
    “Dari lima hari yang lalu. Saya pagi-pagi kaget, kayak begitu airnya. Sempat agak meluber juga,” kata Hasim saat ditemui di lokasi, Senin.
    Hasim mengatakan, beberapa petugas sempat mendatangi lokasi hidran yang rusak itu. Mereka adalah petugas pemadam kebakaran.
    Petugas pemadam itu mengatakan kepada Hasim bahwa pelat kuningan yang digunakan pada hidran tersebut adalah bagian yang hilang.
    “Ada dari pemadam. Katanya kuningannya dibobol sih,” kata Hasim.
    Akan tetapi, Hasim tidak sempat mendengar suara aneh dari arah hidran tersebut, seperti suara pelat kuningan yang dipaksa lepas dari tempelannya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hidran yang Bocor di Bukit Duri Butuh Waktu Setahun untuk Ganti Baru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2025

    Beberapa Bagian Hidran yang Bocor di Bukit Duri Diduga Dicuri Megapolitan 14 Januari 2025

    Beberapa Bagian Hidran yang Bocor di Bukit Duri Diduga Dicuri
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Beberapa bagian pada hidran yang mengalami kebocoran di Jalan Taman Bukit Duri, Jakarta Selatan, diduga dicuri.
    “Kalau informasi dari Satgas Damkar itu katanya malam-malam ada yang
    ngambil
    kuningannya itu. Kalau informasi dari warga sekitar juga gitu.Tapi kan kita enggak tahu pastinya ya,” kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Syamsul Huda saat dihubungi, Selasa (14/1/2025).
    Akan tetapi, Syamsul belum dapat memastikan apakah rusaknya hidran milik Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan itu disebabkan kuningan yang hilan dicuri.
    Selain itu, tidak ada bukti yang kuat yang menunjukkan kuningan tersebut hilang karena dicuri.
    “Ya namanya informasi, bener atau enggak kan belum tahu. Kita belum bisa menyebut apa ini hilang, rusak, atau kena benturan benda tumpul, kan kita enggak tahu juga,” tambah dia.
    Sebelumnya diberitakan, sebuah hidran berwarna merah di Jalan Taman Bukit Duri, Jakarta Selatan, bocor. Airnya berceceran, mengalir menuju got di sebelah hidran tersebut.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, hidran itu bocor di dua sisinya. Dari lubang tersebut, air hidran itu mengalir ke trotoar yang bermuara di got dekat trotoar itu.
    Lubang tempat air dari hidran itu melintas juga telah ditutupi oleh berbagai macam barang oleh warga setempat untuk mengurangi volume air yang keluar.
    Barang-barang itu antara lain plastik, bata, maupun plat besi untuk menghalangi air keluar.
    Marno (39), pedagang di dekat hidran itu mengatakan, hidran tersebut bocor sekira empat hari yang lalu, Jumat (10/1/2025).
    “Sekitar empat hari yang lalu lah,” kata Marno saat ditemui di lokasi, Senin (13/1/2025).
    Marno mengungkap, petugas Sudin Sumber Daya Air sempat mendatangi lokasi hidran tersebut pada Sabtu (11/1/2025).
    Marno juga mengungkap, dirinya sempat ditanya mengenai kerusakan hidran tersebut oleh petugas. Akan tetapi, Marno tidak tahu menahu perihal kerusakan itu. Yang dia tahu, pada Kamis (9/1/2025) malam, hidran itu masih dakam kondisi baik.
    Hasim (40), warga yang tinggal di dekat hidran juga mengungkap bahwa telah berhari-hari hidran tersebut rusak.
    Sependek ingatan Hasim, hidran itu rusak dari sekira lima hari yang lalu.
    “Dari lima hari yang lalu. Saya pagi-pagi kaget, kayak begitu airnya, sempet agak meluber juga,” kata Hasim saat ditemui di lokasi, Senin (13/1/2025).
    Hasim mengatakan, beberapa petugas sempat mendatangi lokasi hidran yang rusak itu. Mereka adalah petugas pemadam kebakaran.
    Petugas pemadam itu mengatakan kepada Hasim, bahwa plat kuningan yang digunakan pada hidran tersebut adalah bagian yang hilang.
    “Ada dari pemadam. Katanya kuningannya dibobol sih,” kata Hasim.
    Akan tetapi, Hasim tidak sempat mendengar suara aneh dari arah hidran tersebut, seperti suara plat kuningan yang dipaksa lepas dari tempelannya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dukung ketahanan pangan, Pemkot Jaktim panen 77 kg sayuran di KBT

    Dukung ketahanan pangan, Pemkot Jaktim panen 77 kg sayuran di KBT

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melakukan panen serentak sayur mayur sebanyak 77 kilogram (kg) di bantaran Kanal Banjir Timur (KBT), Duren Sawit, Jakarta Timur sebagai upaya mendukung ketahanan pangan.

    “Di Kanal Banjir Timur ini kita melakukan pertanian kota atau urban farming dan berbagai jenis tanaman sudah ditanam di sini. Alhamdulillah, kami panen 30 kilogram (kg) bawang merah. Total sekitar 77 kg kalau semua sayur mayur,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jaktim Iin Mutmainah usai panen di KBT Duren Sawit, Jakarta, Senin.

    Menurut Iin, bawang merah yang ditanam di KBT ini hasilnya bagus dan tidak kalah dengan bawang produksi dari daerah lain.

    Pertanian kota di KBT ini menjadi contoh bagi masyarakat agar mau bercocok tanam sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan kosong.

    “Air kali yang ada di KBT ini ternyata bagus ya, bisa digunakan untuk menyiram tanaman, sehingga bisa saling bersimbiosis mutualisme antara lingkungan yang ada di sini,” ujar Iin.

    Adapun enam lokasi di Duren Sawit yang melakukan panen sayuran, yakni Kelurahan Pondok Kopi yang memiliki hasil panen sekitar 30 kg bawang merah dan 5 kg terong, Kelurahan Malaka Sari ada bayam 3 kg dan labu air 6 kg, Kelurahan Malaka Jaya ada terong ungu panjang sebanyak 8 kg, kacang panjang 6 kg, dan kangkung 4 kg.

    Kemudian di Kelurahan Pondok Kelapa berupa labu air sebanyak 5 kg, Kelurahan Duren Sawit ada selada air sebanyak 5 kg, dan di Kelurahan Pondok Bambu panen selada air sebanyak 5 kg.

    Menurut IIn, penanaman sayur mayur ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka waktu panjang. Pemkot Jaktim pun terus menggencarkan penanaman bawang, cabai, dan bahan lainnya yang memungkinkan mengalami kenaikan harga saat hari raya besar.

    “Pastinya ini dukungan ketahanan pangan, karena kita tentu dengan melakukan ketahanan pangan dari semua sisi. Dengan sinergitas bersama semua komponen, saya yakin Insyaallah di Jakarta Timur bisa meningkatkan ketahanan pangan. Semua jenis tanaman di urban farming ini memang dibutuhkan oleh masyarakat,” paparnya.

    Menjelang hari besar keagamaan, tambah Iin, biasanya harga komoditas naik. Namun, dengan banyaknya area urban farming diharapkan dapat menekan harga komoditas di pasaran terutama bawang merah dan cabai.

    Turut mendukung upaya ketahanan pangan itu, yakni Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur, jajaran kecamatan, kelurahan, RT/RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan jajaran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pemkot Jakbar menggiatkan komunikasi dengan warga antisipasi genangan

    Pemkot Jakbar menggiatkan komunikasi dengan warga antisipasi genangan

    Saya sudah minta Sumber Daya Air (SDA) untuk gencar mengomunikasikan dengan warga khususnya di daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan banjir,

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menggiatkan komunikasi dengan warga untuk mengantisipasi terjadinya genangan selama musim hujan.

    “Musim hujan kali ini, intensitasnya kian meningkat. Saya sudah minta Sumber Daya Air (SDA) untuk gencar mengomunikasikan dengan warga khususnya di daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan banjir,” kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto di Jakarta, Senin.

    Suku Dinas Sumber Daya Air, kata Uus, sudah diinstruksikan untuk mengantisipasi daerah yang rawan genangan berdasarkan perencanaan yang sudah disusun secara matang sebelumnya.

    “Dengan demikian lokasi lokasi yang selama ini rawan banjir dan genangan bisa diantisipasi,” kata Uus.

    Sebagai contoh, pengerukan Kali Pesanggrahan, Kembangan dan Kali Semongol, Kalideres yang hampir rampung dengan tujuan mengurangi sedimen lumpur yang ada di dasar kali sehingga aliran air menjadi lebih lancar.

    Selain itu, pengerjaan 200 saluran air mikro dan saluran penghubung pada tahun anggaran 2024. Sebagian sudah rampung dikerjakan dan sebagian masih berlangsung hingga sekarang.

    Selain itu, Sudin SDA Jakbar juga akan memaksimalisasi pemanfaatan rumah pompa untuk mengurangi genangan banjir di wilayah setempat.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

  • Rumah di Tanah Kusir Jaksel Terbakar, 18 Unit Damkar Dikerahkan

    Rumah di Tanah Kusir Jaksel Terbakar, 18 Unit Damkar Dikerahkan

    Jakarta

    Kebakaran melanda sebuah rumah di Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebanyak 18 unit damkar dikerahkan.

    Kasiops Sudin Gulkarmat Jaksel, Triyanto mengatakan, lokasi kebakaran berada di Jalan Tanah Kusir III, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia menjelaskan, laporan kebakaran diterima pukul 17.23 WIB dan operasi pemadaman dimulai pukul 17.27 WIB.

    “18 unit Damkar, 65 personel dikerahkan, status kebakaran kuning,” kata Triyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (12/1/2025).

    Pihaknya menyampaikan belum mengetahui penyebab kebakaran. Dia menyampaikan belum menghitung jumlah kerugian akibat kebakaran maupun mendata korban kebakaran.

    Triyanto menyebut saat ini pihak Damkar masih fokus melakukan proses pemadaman.

    “Masih pendinginan,” katanya.

    (whn/whn)

  • Pengemudi Mobil Ngaku Dimintai Uang Petugas Derek Agar Tak Diproses, Dishub: Dia Nyogok Rp 200 Ribu

    Pengemudi Mobil Ngaku Dimintai Uang Petugas Derek Agar Tak Diproses, Dishub: Dia Nyogok Rp 200 Ribu

    TRIBUNJATIM.COM – Tengah viral di media sosial video bernarasi petugas derek minta uang ke pengemudi mobil dengan iming-imingi tak diproses.

    Video itu di antaranya diunggah akun Instagram @jakartabarat24jam.

    Disebutkan bahwa dua orang petugas derek dari Sudin Perhubungan Jakarta Pusat meminta uang kepada seorang pengendara mobil.

    Saat itu, si pengemudi tengah memarkirkan kendaraanya di depan Kantor Kecamatan Tanah Abang untuk menunggu kawannya yang salat.

    Di kawasan itu, disebut tidak ada rambu dilarang parkir dan ada banyak pengendara lain yang memarkirkan kendaraanya di sana.

    Namun, hanya kendaraanya yang diderek.

    “Oknum sempat ngajak saya masuk ke dalam mobil, dia menjelaskan denda yang harus dibayar berapa, terus oknum menawarkan untuk dibantu sama dia. Dia ngomong ‘kasih aja uang untuk sopir derek kita Pak, daripada dibawa ke kantor dendanya mahal’,” tulis akun tersebut, dikutip Minggu (12/1/2025).

    Terkait peristiwa ini, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan Jakarta Pusat, Wildan Anwar mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat (10/1/2025) sekira pukul 11.00 hingga 11.30 WIB.

    Ketika itu petugas Sudin Perhubungan tengah melakukan strerilisasi jalur di dekat Kantor Kecamatan Tanah Abang karena akan ada kunjungan Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, ke Masjid Al Makmur.

    “Kemudian dua petugas standby di depan Gedung Kesenian, di samping Kantor Kecamatan Tanah Abang untuk menghimbau kendaraan yang parkir di lokasi agar melanjutkan perjalanannya,” kata Wildan Anwar saat dihubungi, Minggu (12/1/2025), dikutip dari Kompas.com via TribunJabar.

    Namun, pengendara itu berdalih tengah menunggu salat dan enggan memindahkan kendaraanya.

    Ia pun diminta untuk memarkirkan kendaraanya di halaman kantor kecamatan.

    Namun, ia justru mendebat petugas derek dengan bertanya perihal dasar hukum.

    Saat itu, dia sudah mulai merekam video ke arah petugas derek. 

    “Disertai rasa jengkel karena harus berpindah parkir, pengemudi kendaraan tersebut mendebat anggota kami dengan menanyakan aturan hukum atas larangan parkir kendaraan yang tidak disertai rambu larangan parkir,” tambah Wildan. 

    Setelah dijelaskan, pengemudi tersebut justru menantang petugas derek untuk menderek mobilnya sembari berkata bahwa dia memiliki kawan di Dinas Perhubungan. Petugas akhirnya menderek mobilnya ke Monas. 

    “Tak lama berselang, pemilik beserta pengemudi kendaraan tersebut datang ke IRTI Monas untuk melakukan negosiasi serta upaya menyogok kami dengan menawarkan uang sebesar Rp 200.000 agar kendaraannya tidak diproses,” tambah Wildan.

    Akan tetapi, mobil tersebut tetap ditilang sesuai aturan yang berlaku. 

    Wildan mengatakan, pengendara tersebut bahkan sempat mengancam para petugas untuk menyebarkan video tersebut agar viral. 

    “Merasa upaya menyogok anggota kami tidak dipenuhi, pengemudi tersebut mengancam akan memviralkan kejadian tersebut melalui medsos,” tambah dia. 

    Petugas kemudian membubarkan diri setelah memberikan surat tilang tersebut untuk kembali ke Kantor Kecamatan Tanah Abang. 

    Kompas.com sudah berusaha mengonfirmasi beberapa narasi dalam videl viral tersebut kepada Sudin Perhubungan Jakarta Pusat, namun belum mendapatkan balasan. 

    Beberapa pertanyaan seperti kebenaran petugas derek yang disebut sempat meminta sejumlah uang dan rambu larangan parkir yang tidak tersedia di sana. 

    Selain itu, Kompas.com juga sudah berupaya menghubungi perekam video. Akan tetapi, hingga berita ini naik, belum ada balasan mengenai hal itu.

    Kasus Pungli Lainnya

    Sebelumnya, kasus pungutan liar atau pungli di Lapas Cebongan Sleman terbongkar.

    Seorang petugas lapas kantongi Rp 730 juta dari pungli tersebut.

    Kasus ini terungkap setelah Polresta Sleman menerima aduan mengenai pungli di kelas IIB pada Desember 2023.

    Setelah melakukan penyelidikan selama kurang lebih tujuh bulan, polisi menemukan indikasi tindak pidana korupsi.

    “Pada 3 Juni 2024, kami memiliki keyakinan bahwa kami menjumpai suatu tindak pidana korupsi dari laporan tersebut,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian.

    Dari hasil penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari 53 orang saksi serta satu ahli pidana.

    Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka meliputi pengancaman, pemukulan, dan permintaan uang dari para tahanan dan narapidana.

    Terungkap bahwa petugas lapas itu berinisial MRP, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

    Riski Adrian mengatakan, MRP meminta uang dari para napi di Lapas Kelas IIB Sleman dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 50 juta untuk kamar khusus.

    “Tersangka meminta uang dengan rincian untuk istilahnya ucapan selamat datang sebesar sekitar Rp 1.500.000 hingga Rp 5.000.000. Kemudian bayar kamar Rp 1.000.000 hingga Rp 7.000.000 dan kamar khusus Rp 50.000.000,” jelas Riski dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu (20/11/2024), melansir dari Kompas.com.

    Selain itu, tersangka juga meminta setoran mingguan antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per orang.

    Aksi pungli ini berlangsung dari 8 November 2022 hingga 16 November 2023, dengan total uang yang dikumpulkannya mencapai Rp 730.250.000.

    MRP menggunakan dua cara untuk menarik uang, yakni secara tunai dan melalui transfer ke rekening.

    “Rekening yang digunakan oleh tersangka atas nama istri dari salah satu narapidana yang sudah bebas. Jadi dulu pernah dipinjam kartu ATM-nya,” tuturnya.

    Riski juga menambahkan bahwa saat pemeriksaan, saldo rekening tersebut sudah tidak ada, karena seluruh uang telah digunakan oleh tersangka.

    “Itu aktivitas sudah satu tahun, rekening pas kita lakukan pemeriksaan itu sisanya sudah tidak ada lagi, jadi sudah dimanfaatkan yang bersangkutan untuk kebutuhan dia,” ucapnya.

    Saat ini, MRP adalah satu-satunya pelaku yang teridentifikasi dalam kasus pungli ini.

    Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat.

    “Dari hasil pemeriksaan para saksi dan pemeriksaan tersangka sendiri, sampai saat ini pelaku hanya yang bersangkutan. Sampai pemeriksaan terakhir, pelaku masih menutup diri terkait masalah yang dilakukan, jadi masih didalami apakah ada yang terlibat,” pungkas Riski.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com