Tag: Sudin

  • Antisipasi Banjir, Kenneth DPRD DKJ Dorong Dinas SDA Rutin Lakukan Pengerukan Kali

    Antisipasi Banjir, Kenneth DPRD DKJ Dorong Dinas SDA Rutin Lakukan Pengerukan Kali

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN – Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat melakukan pengerukan sedimen lumpur di Kali Cengkareng Drain atau aliran Sungai Pesanggrahan, tepatnya di Jalan Kembangan Baru, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

    Dalam pengerukan tersebut, Sudin SDA Jakarta Barat mengerahkan dua unit alat berat untuk mengangkut lumpur dari Kali Cengkareng Drain.

    Anggota DPRD Daerah Khusus Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth  beserta jajaran dari Sudin SDA Jakarta Barat turut memantau jalannya pengerukan tersebut.

    Kenneth mengatakan, pengerukan lumpur di Kali Cengkareng Drain ini diharapkan agar dapat mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di wilayah bantaran kali Pesanggrahan, Jakarta Barat.

    “Pengerukan lumpur dilakukan agar dapat memperlebar alur sungai dan meningkatkan kapasitas saluran air, sehingga air dapat mengalir dengan lancar. 

    Karena Kali Cengkareng Drain aliran dari Sungai Pesanggrahan, diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya banjir, terutama saat hujan deras di wilayah Kembangan dan sekitarnya,” kata Kenneth, Selasa (18/3/2025).

    Tak hanya itu, kata Kenneth, pengerukan lumpur juga bisa meningkatkan kualitas air, karena lumpur yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan menyebabkan kualitas air menurun. 

    ALAT BERAT KERUK KALI – Dua alat berat milik Sudin SDA Jakarta Barat dikerahkan untuk mengeruk lumpur dari Kali Cengkareng Drain, Selasa (18/3/2025).

    “Pengerukan juga dapat membantu memperbaiki kualitas air, dengan menghilangkan endapan yang dapat mengotori atau mengurangi oksigen di dalam air, dan juga dapat mencegah penyumbatan yang dapat mengganggu sistem drainase dan irigasi.”

    “Pengerukan membantu mencegah penyumbatan serta memastikan aliran air tetap lancar,” beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Jakarta itu. 

    Kenneth melanjutkan, pemanfaatan lumpur yang dikeruk juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk konstruksi, reklamasi lahan, atau untuk keperluan lainnya, seperti pembuatan pupuk. 

    Namun, menurutnya, pengerukan lumpur juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak ekosistem kali atau menimbulkan dampak negatif lain seperti sedimentasi yang berlebihan.

    Karenanya, ia meminta kepada Sudin SDA Jakarta Barat agar rutin melakukan pengerukan ketika volume lumpur yang menumpuk sudah cukup signifikan dan mengganggu aliran air. 

    “Jadi Suku Dinas SDA Jakarta Barat harus melakukan pengamatan secara berkala atau pemeliharaan rutin, untuk memastikan apakah aliran kali sudah terhambat, karena ada beberapa sungai atau kanal yang memiliki masalah dengan sedimentasi perlu dilakukan pengerukan secara rutin.”

    “Biasanya setelah banjir, endapan lumpur dan material lainnya akan terkumpul di kali. Dan pengerukan dilakukan dengan harapan bisa mengembalikan kapasitas aliran sungai agar tidak terjadi penumpukan lebih lanjut yang bisa memicu banjir berikutnya,” beber Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

    Lebih lanjut ia pun berharap pengerukan lumpur ini dapat memperlebar dan memperdalam alur sungai, sehingga kapasitas saluran air meningkat, dan mengurangi potensi terjadinya banjir, terutama di daerah yang rawan banjir selama musim hujan, seperti di wilayah Kembangan.

    “Saya berharap ada program pengerukan lumpur secara serentak di seluruh sungai-sungai Jakarta, karena pengerukan ini lebih sederhana dan tidak membutuhkan waktu perencanaan yang terlalu lama serta hemat biaya. Karena pengerjaan masalah banjir ini tidak bisa dilakukan secara sporadis, tetapi harus dilakukan secara fokus, spesifik dan terukur,” tuturnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Jaksel pasang kayu dolken untuk tangani longsor di Srengseng Sawah

    Jaksel pasang kayu dolken untuk tangani longsor di Srengseng Sawah

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memasang pasak-pasak kayu (dolken) untuk menangani longsor di tebing bantaran Sungai Ciliwung Jalan H. Shibi, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.

    “Kami di wilayah melakukan tindakan darurat dan untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC),” kata Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin di Jakarta, Selasa.

    Munjirin mengatakan upaya itu merupakan penanganan darurat sementara terkait tanah longsor dengan mengerahkan petugas gabungan dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan dan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) Kelurahan Srengseng.

    Tujuannya untuk memberi perlindungan (covering) terhadap tebing bantaran Sungai Ciliwung dengan menggunakan terpal plastik disertai perkuatan menggunakan dolken.

    “Perlindungan sementara terhadap tebing Sungai Ciliwung sangat penting dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya longsor jika hujan turun atau debit air sungai yang membesar,” ujarnya.

    Kini, pihaknya sudah berkoordinasi dan menyampaikan informasi kejadian longsor tebing Sungai Ciliwung ini ke Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) yang berwenang dalam mengelola Sungai Ciliwung.

    Sementara, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo menjelaskan penanganan sementara tebing longsor di Sungai Ciliwung Srengseng Sawah dilakukan dengan mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) SDA Sudin Jakarta Selatan dan Satuan Pelaksana (Satpel) SDA Kecamatan Jagakarsa.

    “Kondisi saat ini kita sedang dolken dulu,” ujar Santo.

    Dengan demikian, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan masih mendalami solusi tepat dan permanen untuk mengatasi longsor di kawasan tersebut.

    Sebelumnya, warga bernama Iskandar mengaku rumahnya sudah lima kali terkena longsor sejak 2020.

    “Mulai kejadian 2020, awalnya retakan di bagian jalan, namun seiring waktu sampai 2022 terjadi banjir besar dan itu kejadian mulai awal longsor pertama kali,” ujar Iskandar.

    Iskandar mengatakan, sudah melaporkan hal ini kepada pihak terkait, namun hingga kini hanya dipasang kayu dolken untuk mencegah kembali longsor.

    Kemudian, pada 2025 ini terjadi kembali banjir besar hingga akhirnya Iskandar dan keluarganya mengungsi ke tempat lain.

    Karena itu, dia berharap pemerintah bisa membangun turap atau memasang beton secara permanen agar tanah di lokasi itu tidak terjadi longsor.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

  • Jakpus bersihkan puing kebakaran agar pedagang bisa berjualan

    Jakpus bersihkan puing kebakaran agar pedagang bisa berjualan

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) membersihkan puing-puing kebakaran di Pasar Poncol agar para pedagang kembali bisa berjualan.

    “Mereka masih tetap ingin berusaha mengais rezeki sampai Lebaran sehingga kami minta camat dan Sudin LH untuk bantu kerja bakti bersihkan semua puing,” kata Wali Kota Jakarta Pusat Arifin di Jakarta, Selasa.

    Arifin juga menginstruksikan pembersihan bisa segera dilakukan agar para pedagang dapat kembali berjualan di lokasi tersebut.

    Menurut Arifin, dengan pembersihan tersebut, aktivitas ekonomi masih dapat terus berjalan dan pembersihan diharapkan dapat dilakukan mulai Selasa ini ini sampai tuntas.

    “Kalau hari ini tidak selesai, besok (19/3) akan dilanjutkan,” ujarnya.

    Arifin mengungkapkan, petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) juga sudah dikerahkan oleh camat untuk membersihkan pasca kebakaran itu.

    Sebelumnya, kebakaran yang terjadi pada Selasa dini hari di Pasar Poncol, Jakarta Pusat, menghanguskan kurang lebih 35 unit kios, diduga korsleting (arus pendek) listrik.

    “Kurang lebih 35 kios yang terbakar,” kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat Asril Rizal.

    Ia mengatakan bahwa petugas menerima laporan terjadinya kebakaran Pasar Poncol pada Selasa dini hari sekitar jam 03.20 WIB, kemudian petugas langsung menuju lokasi kebakaran.

    Menurut Asril, lima menit kemudian pada 03.25 WIB petugas tiba di lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api yang terus membakar sejumlah kios.

    Satu jam kemudian tepatnya pada jam 04.20 WIB, kata Asril, api dapat dilokalisir dan pada pukul 05.20 WIB proses pendinginan.

    “Api bisa dikatakan padam pada jam 06.52 WIB,” kata dia.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

  • Warga Jaktim diimbau hindari pohon besar dan waspada asbes saat hujan

    Warga Jaktim diimbau hindari pohon besar dan waspada asbes saat hujan

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mengimbau warga untuk menghindari pohon-pohon besar dan lebih waspada terhadap asbes atau genteng saat hujan deras.

    “Kita imbau juga masyarakat yang parkir di area atau berdiri di bawah pohon. Musim hujan gini soalnya, jangankan pohon, saya lihat juga sempat asbes itu harus diperhatikan juga,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur Iin Mutmainnah di Jakarta Timur, Selasa.

    Menurut Iin, asbes yang diletakkan tidak benar bisa jatuh dan terbang saat hujan deras disertai angin kencang.

    Imbauan ini dikatakan Iin mengingat sebanyak delapan pohon di Jakarta Timur tumbang akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda sejak Senin (17/3) malam hingga Selasa dini hari.

    “Jadi, memang itu menjadi salah satu faktor kemungkinan terjadi pohon tumbang. Kemudian atap-atap yang asbes yang belum terpaku dengan benar itu perlu diperhatikan,” ujar Iin.

    Selain itu, Iin menyebut, Pemkot Jakarta Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) gerak cepat menindaklanjuti pohon yang tumbang.

    “Seperti semalam terjadi anginnya sangat besar kami langsung gerak cepat tindak lanjut mengamankan pohon yang tumbang tadi, kita rapikan,” ucap Iin.

    Pemkot Jakarta Timur juga melakukan pemangkasan pohon yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni pangkas ringan (merapikan), sedang (banyak cabang yang dipotong) dan berat (memotong ketinggian dan cabang yang dikhawatirkan tumbang).

    Pohon-pohon yang dipangkas juga dinilai rawan tumbang saat kondisi cuaca ekstrem atau curah hujan tinggi disertai angin kencang, berada di akses infrastruktur misalnya di saluran air, sisi jalan, serta pohon yang keropos, kering dan mati.

    “Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur memangkas 66 pohon yang rawan tumbang di musim hujan ini sejak awal 2025,” ucap Iin.

    Tercatat ada 671 kasus pohon tumbang dan sempal ditangani jajaran Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur selama Januari hingga Desember 2024.

    Berdasarkan data dari Sudin Tamhut Jakarta Timur (Jaktim) yang diperoleh di Jakarta menyebutkan, selama periode Januari hingga Minggu pertama November 2024 telah memangkas 20.453 pohon.

    Dari 20.453 pohon dipangkas terdiri dari pangkas ringan sebanyak 6.783 pohon, pangkas sedang 8.023 pohon dan pangkas berat 5.177 pohon serta 45 poh​​​on dilakukan penebangan.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

  • Sudin Perumahan Jaksel tangani Manggarai agar bebas RW kumuh

    Sudin Perumahan Jaksel tangani Manggarai agar bebas RW kumuh

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Jakarta Selatan berfokus menangani Kelurahan Manggarai, Tebet agar terbebas dari kawasan Rukun Warga (RW) kumuh.

    “RW kumuh terbanyak ada di Kelurahan Manggarai, Jaksel sebanyak 7 RW. Ini sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) No 90 Tahun 2018,” kata Kepala Suku Dinas PRKP Jakarta Selatan Agus Ruhyat saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

    Untuk lokasi kelurahan lainnya terbilang variatif lantaran bisa sebanyak satu hingga enam RW di setiap kelurahannya.

    Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2013 itu, maka perlu pembaharuan dan evaluasi lebih lanjut terkait jumlah serta status RW kumuh yang ada di Provinsi DKI Jakarta.

    Adapun sejumlah kriteria dapat disematkan kepada suatu RW untuk dinyatakan kumuh mulai dari kepadatan penduduk hingga pengelolaan sampah.

    “Kriteria kumuh berdasarkan indikator kepadatan penduduk, kondisi/perencanaan bangunan, konstruksi bangunan, ventilasi bangunan, kepadatan bangunan, kondisi jalan, drainase, pengelolaan air limbah, persampahan, pencahayaan,” jelasnya.

    Kini, Suku Dinas PRKP Jakarta Selatan terus meningkatkan penanganan kawasan permukiman RW agar bisa menciptakan tempat tinggal layak bagi masyarakat.

    “Yang dilakukan Sudin Perumahan lingkup pekerjaannya yakni peningkatan/perbaikan jalan, saluran, jembatan antar kampung, beautifikasi (mural, penghijauan), pengadaan tempat sampah, apar, dan railing,” jelasnya.

    Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta bersama Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta diharapkan terus berkolaborasi agar penataan Kota Jakarta berjalan dengan lancar.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), masih ada 450 RW kumuh di 2023.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI berhasil mengurangi 220 RW kumuh di tahun 2023 melalui program rencana aksi komunitas (Community Action Plan/CAP) dan program mengimplementasikan kebersamaan masyarakat dalam menata lingkungan (Collaborative Implementation Program/CIP).

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Sudin Nakertransgi Jakbar Gelar "Job Fair" di Mal Season City, Gandeng 40 Perusahaan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        18 Maret 2025

    Sudin Nakertransgi Jakbar Gelar "Job Fair" di Mal Season City, Gandeng 40 Perusahaan Megapolitan 18 Maret 2025

    Sudin Nakertransgi Jakbar Gelar “Job Fair” di Mal Season City, Gandeng 40 Perusahaan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) Kota Jakarta Barat (Jakbar) menyelenggarakan
    bursa kerja
    atau
    job fair
    di Mal
    Season City
    , Tambora, Jakarta Barat, Selasa (18/3/2025).
    Job fair
    ini diselenggarakan bersama puluhan perusahaan dari berbagai industri.
    “Terdapat lebih 40 perusahaan dengan berbagai lowongan dari berbagai macam kebutuhan lowongan dari SMA/SMK hingga sarjana,” tulis akun Instagram resmi Sudin Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Barat, dikutip Selasa (18/3/2025).
    Adapun
    job fair
    ini digelar selama dua hari, yaitu pada Selasa (18/3/2025) sampai Rabu (19/3/2025) dari pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.
    Job fair
    ini juga dibuka secara gratis untuk umum dan peserta harus mendaftarkan diri lewat aplikasi SIAPkerja.

    Job fair
    ini gratis dan terbuka untuk semua pencari kerja dari seluruh Indonesia.
    Job fair
    ini juga akan menghadirkan
    interview
    langsung (dengan) lebih dari 40 perusahaan,” tambah akun itu.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • SDA Jakut tinggikan tanggul geobag antisipasi banjir rob di Marunda

    SDA Jakut tinggikan tanggul geobag antisipasi banjir rob di Marunda

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara melakukan peninggian tanggul geobag yang berisi pasir di pesisir Kampung Marunda Pulo, Kecamatan Cilincing, untuk mengantisipasi terjadinya banjir rob.

    “Hari ini kami mengerahkan 60 personel pasukan biru untuk memasang geobag,” kata Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Ahmad Syaiful di Jakarta, Senin.

    Menurut dia, tanggul dengan ketinggiannya hingga 50 centimeter (cm) dan lebar satu meter dipasang di sepanjang 50 meter.

    Sebelumnya, di lokasi yang sama sudah ada tanggul setinggi satu meter, sehingga ketinggian tanggul menjadi 1,5 meter.

    Menurut Ahmad, pada Desember 2024 lokasi tersebut pernah tergenang rob setinggi sekitar 50 cm dan untuk mengantisipasi peristiwa serupa terulang maka dilakukan peninggian tanggul.

    “Pengerjaan sudah dimulai sejak 14 Maret 2025 dan ditargetkan rampung 27 Maret 2025,” kata dia.

    Dalam pengerjaan itu, ratusan geobag dikumpulkan menjadi satu di dalam kawat bronjong agar struktur tanggul juga semakin kuat.

    “Semoga dengan peninggian tanggul ini dapat menahan hempasan air laut, sehingga permukiman warga bisa aman dan bebas dari genangan,” harap Ahmad.

    Sementara itu, warga Marunda Pulo, RT 01/07, Kelurahan Marunda, Wahid (32) mengatakan pengerjaan peninggian tanggul yang dilakukannya jajaran Sudin SDA Jakarta Utara tentu dapat mengurangi potensi limpahan air laut ke permukiman warga.

    “Kami apresiasi pemerintah yang bergerak cepat untuk mencegah banjir di wilayah kami. Adanya sheet pile dan tanggul pasir ini tentunya sangat berpengaruh untuk menahan gelombang air laut,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Damkar Jakbar evakuasi ular sanca yang masuk ke rumah warga

    Damkar Jakbar evakuasi ular sanca yang masuk ke rumah warga

    Jakarta (ANTARA) – Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengevakuasi seekor ular sanca yang memasuki rumah warga Japan Salak Barat V RT 011/RW 05 Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Senin.

    Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakbar, Syarifudin di Jakarta, Senin, peristiwa itu bermula ketika pemilik rumah melihat ular sepanjang 2,5 meter itu di dalam kloset.

    “Pelapor hendak ke kamar mandi melihat ular di dalam kloset. Kemudian menelpon ke Satgas Kelurahan (Damkar Tanjung Duren Utara),” ujarnya.

    Menerima laporan tersebut, tiga orang personel damkar langsung menuju lokasi dan mengevakuasi ular tersebut kurang dari satu jam.

    “Mulai evakuasi pukul 04.54 WIB sampai selesai pukul 05.44 WIB. Ular sanca dengan panjang 2,5 meter berhasil dievakuasi,” kata Syarif.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Rumah Warga di Ciracas Jaktim Kebakaran, Damkar Tiba Sudah Padam

    Rumah Warga di Ciracas Jaktim Kebakaran, Damkar Tiba Sudah Padam

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS – Rumah di Jalan Komplek Polri, Kelurahan/Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur kebakaran pada Sabtu (15/3/2025) pukul 15.08 WIB.

    Kepala Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, mengatakan, berdasar keterangan warga, kebakaran diduga akibat korsleting pada ruang kamar.

    “Akibat dari kabel yang terbakar di samping lemari. Menurut pelapor api berasal dari pinggir lemari kayu yang tiba-tiba membesar,” kata Muchtar di Jakarta Timur, Sabtu (15/3/2025).

    Beruntung upaya pemadaman mandiri yang dilakukan warga sekitar menggunakan sumber air terdekat dari lokasi kejadian berhasil meredam amuk si jago merah.

    Api pada bagian kamar dapat dipadamkan warga sebelum menjalar ke ruangan lain, sehingga tidak semua bagian rumah terbakar dan kerugian materil dapat diminimalisir.

    “Saat anggota tiba di lokasi pukul 15.16 WIB api sudah dipadamkan oleh warga. Kita hanya melakukan proses pendinginan memastikan tidak terjadi penyalaan api kembali di lokasi,” ujarnya.

    Muchtar menuturkan tidak ada korban dalam kejadian, sementara kerugian materil akibat terbakarnya ruang kamar dengan luas sekitar 9 meter persegi itu diperkirakan mencapai Rp20 juta.

    Guna mencegah kasus kebakaran akibat korsleting warga diimbau tidak menggunakan steker secara berlebihan, dan lepaskan steker ketika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

    “Warga yang hendak melaporkan kebakaran dan permintaan evakuasi bisa menghubungi WhatsApp Damkar Jakarta Timur di nomor​​ +628119197113, atau ke 112, 021​ 8590 4904,” tuturnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Ibu Antar Anak Sekolah, Bocah Terkunci dalam Mobil di Jakut
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Maret 2025

    Ibu Antar Anak Sekolah, Bocah Terkunci dalam Mobil di Jakut Megapolitan 14 Maret 2025

    Ibu Antar Anak Sekolah, Bocah Terkunci dalam Mobil di Jakut
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Seorang anak berusia dua tahun terkunci di dalam mobil di Jalan Bandar Dua, Rawa Badak Selatan, Koja,
    Jakarta Utara
    pada Jumat (14/3/2025).
    Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman mengatakan, pihaknya menerjunkan tiga personel untuk mengevakuasi anak tersebut.
    Peristiwa itu bermula ketika sang ibu meninggalkan anak balitanya sendirian di dalam mobil saat mengantarkan kakaknya ke sekolah sekitar pukul 11.03 WIB.
    “Tiba-tiba mobil terkunci sendiri secara otomatis, sehingga anaknya terkunci dari dalam dan minta tolong kepada warga menghubungi petugas,” kata Gatot dikutip dari Antara, Jumat.
    Petugas yang tiba di lokasi sekitar pukul 11.12 WIB berhasil mengevakuasi anak tersebut yang terjebak di dalam mobil pada pukul 11.31 WIB.
    “Alhamdulillah anak tersebut berhasil dilaksanakan dalam keadaan aman,” ujarnya.
    Salah satu warga Koja, Muslim Fadilah mengatakan peristiwa ini bermula saat sang ibu yang datang bersama dua anaknya untuk mengantarkan sang buah hati sekolah di sekitar lokasi.
    Kemudian sang ibu meninggalkan anaknya yang masih balita di dalam mobil.
    “Tak berselang lama setelah mengantarkan anaknya ke sekolah dan kembali ke mobil, ternyata pintu mobil tidak dapat dibuka karena terkunci secara otomatis karena sistem otomatis kunci mobilnya eror,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.