Tag: Sudin

  • Wisatawan Kepulauan Seribu capai 43.446 orang selama libur Lebaran

    Wisatawan Kepulauan Seribu capai 43.446 orang selama libur Lebaran

    Jakarta (ANTARA) – Jumlah wisatawan yang datang ke Kepulauan Seribu tercatat mencapai 43.446 orang selama libur Lebaran 2025/Idul Fitri 1446 Hijriah.

    “Libur Lebaran 2025 dimanfaatkan 43.446 wisatawan dari mancanegara dan nusantara untuk mengunjungi wilayah Kepulauan Seribu,” kata Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan di Jakarta, Rabu.

    Dia menuturkan, puluhan ribu wisatawan tersebut mengunjungi wilayah Kepulauan Seribu selama periode 28 Maret 2025 sampai 7 April 2025. Jumlah kunjungan terbanyak tercatat di Pulau Untung Jawa, yaitu sebanyak 15.547 orang.

    Selain itu, wisatawan mengunjungi sejumlah pulau berpenduduk, pulau resor dan destinasi wisata di daerah setempat.

    Menurut dia, jika dibandingkan dengan periode libur Lebaran tahun lalu, jumlah kunjungan tahun ini mengalami peningkatan.

    “Peningkatan ini menunjukkan bahwa pariwisata di Kepulauan Seribu semakin diminati,” kata Sonti.

    Ia mengatakan untuk menuju Kepulauan Seribu, wisatawan bisa mengakses Dermaga Kali Adem dan Marina Ancol dengan tarif yang berbeda-beda.

    Melalui Dermaga Kali Adem, para pengunjung bisa memanfaatkan kapal kayu dengan tarif sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu, serta bisa juga menggunakan kapal Dishub DKI Jakarta dengan tarif sekitar Rp44 ribu hingga Rp74 ribu.

    “Sedangkan melalui Dermaga Marina Ancol tarifnya sekitar Rp175 ribu hingga Rp300 ribu,” ujarnya.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Gulkarmat evakuasi ular di kloset rumah warga di Tanjung Priok

    Gulkarmat evakuasi ular di kloset rumah warga di Tanjung Priok

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Kota Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengevakuasi ular jenis sanca yang bersembunyi di kloset rumah warga yang berada di Jalan Muara Bahari Barat Tanjung Priok, Selasa.

    “Kami berhasil mengevakuasi ular sanca sepanjang satu meter setelah dikeluarkan dari kloset,” kata Kasiops (Gulkarmat) Kota Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman di Jakarta, Selasa.

    Ia mengatakan evakuasi ular ini berawal dari adanya laporan warga yang mencurigai adanya hewan di kloset kamar mandi tempat tinggal mereka.

    Rumah tersebut dihuni oleh tiga orang yang mengaku kloset di rumah mereka mampet selama lima hari.

    Mencurigai adanya hewan di dalam kloset, mereka pun kemudian mencoba memancing hewan tersebut keluar dengan memberikan makanan. Setelah dipancing keluar, tampak seekor ular sepanjang satu meter. Warga selanjutnya melapor ke petugas Gulkarmat

    Segera setelah menerima laporan, kata Gatot, petugas langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Petugas berhasil menangkap ular tersebut di bawah kompor.

    “Evakuasi berjalan dengan baik dan tidak ada korban,” kata Gatot.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Ade irma Junida
    Copyright © ANTARA 2025

  • Jalan di Kebon Manggis Matraman Jakarta Timur Amblas Sepanjang 20 Meter Akibat Turap Longsor

    Jalan di Kebon Manggis Matraman Jakarta Timur Amblas Sepanjang 20 Meter Akibat Turap Longsor

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN – Longsornya turap aliran kali Jalan Ksatrian X, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur tidak hanya mengakibatkan jembatan penghubung warga amblas.

    Camat Matraman, Bambang Pangestu mengatakan akibat konstruksi turap yang longsor akses Jalan Ksatrian X kini amblas sehingga untuk sementara waktu tidak dapat dilintasi warga.

    “Panjang jalan yang amblas kurang lebih sekitar 20 meter. Titiknya tidak jauh dari titik jembatan yang amblas,” kata Bambang saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (6/4/2025).

    Tidak ada korban dalam kejadian, namun akses mobilitas warga kini terganggu karena mereka tidak dapat melintasi Jalan Ksatrian X maupun jembatan penghubung yang amblas.

    Warga diimbau mencari rute alternatif sembari menunggu proses perbaikan turap Phb Satria pada titik jembatan yang amblas, dan turap aliran Kali Ciliwung di titik jalan amblas.

    “Untuk penyebab amblasnya (jembatan dan jalan) karena tanah dan turapnya terkikis akibat hujan deras kemarin Sabtu (5/4/2025) sekira pukul 15.00 WIB,” ujar Bambang.

    Pemkot Jakarta Timur menyatakan sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk melakukan perbaikan turap Kali Ciliwung yang amblas.

    Nantinya setelah BBWSCC melakukan perbaikan turap, maka barulah Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Timur memperbaiki jembatan dan akses Jalan Ksatrian X yang amblas.

    “Jalan amblas akibat amblasnya turap Kali Ciliwung. Sudah disurvei oleh tim BBWSCC. Akan dilakukan perbaikan dari pihak BBWSCC,” tutur Sekretaris Pemkot Jakarta Timur, Kusmanto.

    Sebelumnya, jembatan di Jalan Ksatrian X, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur amblas akibat turap Phb Satria longsor sehingga kini tidak dapat dilintasi warga.

    Dari hasil pemeriksaan Pemkot Jakarta Timur jembatan yang dahulunya dibangun secara swadaya oleh warga sekitar tersebut amblas karena konstruksinya bertumpu pada turap.

    “Jembatan ini dibangun dari swadaya masyarakat. Dudukan jembatan hanya bertumpu di turap PHB tersebut,” kata Kusmanto.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Jembatan di Kebon Manggis Matraman Amblas, Mobilitas Warga Terganggu

    Jembatan di Kebon Manggis Matraman Amblas, Mobilitas Warga Terganggu

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN – Jembatan di Jalan Ksatrian X, Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur amblas pada Sabtu (5/4/2025) sekira pukul 15.00 WIB.

    Sekretaris Kota Jakarta Timur, Kusmanto mengatakan jembatan penghubung untuk mobilitas warga di Jalan Ksatrian X amblas akibat terdampak konstruksi turap PHB Satria yang longsor.

    “Jembatan ini dibangun dari swadaya masyarakat. Dudukan jembatan hanya bertumpu di turap PHB tersebut,” kata Kusmanto di Matraman, Jakarta Timur, Minggu (6/4/2025).

    Usai kejadian jajaran Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur sudah melakukan penanganan awal agar material puing jembatan dan turap yang amblas tidak menghambat aliran.

    Sementara penanganan turap menunggu dari Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), karena Phb Satria yang terhubung dengan Kali Ciliwung sehingga menjadi kewenangan BBWSCC.

    “Karena ini kali milik pusat kewenangan ada di BBWSCC. Kalau sudah selesai turapnya diperbaikin Sudin Bina Marga Jakarta Timur akan memperbaiki jembatan,” ujar Kusmanto.

    Sembari menunggu proses perbaikan akses mobilitas warga Kelurahan Kebon Manggis kini dialihkan, karena jembatan di Jalan Ksatrian X untuk sementara tidak dapat dilalui.

    Camat Matraman, Bambang Pangestu menuturkan pihaknya masih berupaya melakukan koordinasi dengannya pihak terkait agar perbaikan turap dan jembatan dapat segera dilakukan.

    “Alhamdulillah saat kejadian jembatan amblas tidak ada korban. Namun dampaknya mobilitas warga terganggu, karena jembatan tersebut untuk mobilitas warga,” tutur Bambang.

  • Dukcapil Jakarta Ingatkan Pendatang Baru Wajib Lapor: Semua Dilayani Gratis

    Dukcapil Jakarta Ingatkan Pendatang Baru Wajib Lapor: Semua Dilayani Gratis

    JAKARTA – Kepala Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Budi Awaludin mengingatkan para pendatang baru untuk melapor ke kelurahan tempat tinggal mereka. Pendaftaran bisa dilakukan di loket tanpa dipungut biaya atau gratis.

    “Disdukcapil DKI Jakarta memiliki layanan adminduk dari tingkat kelurahan, kecamatan, sudin/tk, kota hingga di provinsi/dinas. Kami akan melayani seluruh pemohon yang datang ke loket secara tulus, adil, gratis,” kata Budi dalam keterangan kepada wartawan, Jumat, 4 April.

    Budi mengatakan ada dua kategori pendatang baru yang akan dilayani. Rinciannya, mereka yang membawa Surat Keterangan Pindah (SKP) dari daerah asalnya untuk menetap di Jakarta serta pendatang yang tidak berniat pindah dan menetap di Jakarta namun akan menjadi penduduk non-permanen.

    Untuk masyarakat yang membawa SKP dari daerah asal, sambung Budi, bisa melapor ke kelurahan dengan membawa persyaratan seperti KTP, KIA asli, dan kartu keluarga dari daerah asal. Selanjutnya, ada berbagai proses yang akan dilakukan di antaranya validasi oleh petugas.

    Sedangkan untuk pendatang yang tidak membawa surat bisa melapor secara mandiri melalui link https://penduduknonpermanen.kemendagri.go.id.

    “Dari proses pendaftaran mandiri ini, penduduk akan mendapatkan notifikasi atau pemberitahuan dari link tersebut bahwa ‘telah terdaftar sebagai penduduk nonpermanen’,” jelas Budi.

    Kemudian, pendatang tersebut bisa datang ke RT setempat. “Batas waktu menetap bagi penduduk non-permanen adalah kurang dari setahun,” ujar Budi.

    Lebih lanjut Budi mengingatkan para pendatang ini harus memiliki kepastian tempat kerja ataupun tempat tinggal. “Atau setidaknya memiliki keterampilan serta jaminan agar dapat berkontribusi bersama-sama membangun Kota Jakarta menuju global city,” pungkasnya.

  • Libur Lebaran, Pemkot Jaksel Pastikan Pelayanan Makam Optimal – Page 3

    Libur Lebaran, Pemkot Jaksel Pastikan Pelayanan Makam Optimal – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Suku Dinas Pertamanan dan Hutan (Tamhut) Kota Jakarta Selatan memastikan pelayanan makam berjalan optimal saat libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

    “Kami sudah melakukan pembersihan dan perapihan petak makam sebelum atau saat peziarah melakukan kunjungan makam,” kata Kepala Sudin Tamhut Jakarta Selatan, Djauhar Arifien seperti dilansir Antara/

    Arifien menambahkan pelayanan administrasi makam yang salah satunya Izin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) juga beroperasi selama 24 jam.

    Selain itu, lanjut dia, selama cuti bersama, personel di lapangan juga memberikan pelayanan pemakaman, mulai dari proses pemakaman, tenda, hingga penyediaan alat penunjang lainnya secara gratis sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No 3 Tahun 2007.

    Ditambahkan Djauhar, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan saat berziarah, pihaknya juga menyiagakan puluhan personel di setiap tempat pemakaman umum (TPU).

    Untuk TPU berukuran besar seperti di TPU Tanah Kusir, Menteng Pulo, Kampung Kandang dan Srengseng Sawah diterjunkan 25 personel.

    Sedangkan, TPU lainnya personel bersiaga minimal 10 hingga 15 orang.

    “Diprediksi untuk peziarah akan terus ramai hingga 5 sampai 6 April, mengingat arus balik belum terasa di Jakarta, jadi warga juga kemungkinan masih berlibur di rumah sanak saudara dan belum sempat berziarah,” jelasnya.

     

  • Mau Merantau ke Jakarta? Ini Hal yang Harus Diperhatikan bagi Pendatang Baru

    Mau Merantau ke Jakarta? Ini Hal yang Harus Diperhatikan bagi Pendatang Baru

    PIKIRAN RAKYAT – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta, Budi Awaludin, menyebut, pada 2025 jumlah pendatang baru ke Jakarta diperkirakan akan mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya.

    Berdasarkan perhitungan Disdukcapil DKI Jakarta, diperkirakan sekira 10.000 hingga 15.000 pendatang baru akan datang ke Jakarta usai Lebaran 2025.

    “Sekitar 10.000 sampai dengan 15.000 jiwa pendatang baru akan datang ke Jakarta pada musim pascahari raya tahun ini,” kata Budi dalam keterangannya, Jumat, 4 April 2025.

    Budi menjelaskan, angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan 16.207 jiwa pendatang, turun sekira 37,47 persen dari tahun 2023 yaitu sebanyak 25.918 jiwa.

    Faktor Penyebab Penurunan Pendatang ke Jakarta

    Lebih lanjut, Budi menyampaikan, menurunnya jumlah pendatang ke Jakarta pada 2025 diprediksi terkait dengan beberapa faktor seperti:

    Sosialisasi atas program penataan administrasi kependudukan sesuai domisili Persaingan di Jakarta yang semakin ketat Jakarta bukan satu-satu kota besar di Indonesia dan itu jadi opsi atau pilihan bagi para urban untuk menjadi kota tujuan baru. Regulasi dan Prosedur Pendatang Baru

    Budi mengimbau para pendatang sudah memiliki kepastian tempat bekerja atau setidaknya memiliki ketrampilan dan jaminan tempat tinggal.

    Menurutnya, hal tersebut penting agar dapat berkontribusi membangun Jakarta menuju global city. Terdapat dua kategori pendatang yang perlu diperhatikan:

    Pendatang yang membawa Surat Keterangan Pindah (SKP) dari daerah asalnya untuk menetap di DKI Jakarta. Pendatang yang tidak berniat pindah (akan menjadi penduduk nonpermanen di DKI Jakarta).

    Mekanisme/prosedur pelaporannya sebagai berikut:

    1. Pendatang yang membawa SKP dari daerah asalnya:

    Melapor ke Kelurahan dengan membawa persyaratan yaitu: Surat Keterangan Pindah, Surat Penjamin, KTP, KIA Asli dan KK daerah asal. Setelah perpindahan divalidasi oleh petugas Dukcapil Kelurahan dan terbit KK serta KTP, KIA di DKI, agar melapor ke RT terkait kedatangannya. Dokumen lama diserahkan dan ditarik di Dukcapil tujuan Dalam proses validasi, petugas akan memastikan tentang kebenaran surat penjamin benar-benar dari pemilik rumah/rumah milik sendiri.

    2. Pendatang Yang Tidak Membawa Surat Pindah/Penduduk Non Permanen:

    Melapor secara mandiri pada link yang disediakan Ditjen Dukcapil Kemendagri dan berlaku nasional yaitu melalui tautan https://penduduknonpermanen.kemendagri.go.id Dari proses pendaftaran mandiri ini, penduduk akan mendapatkan notifikasi/pemberitahuan dari link tsb bahwa “telah terdaftar sebagai penduduk nonpermanen” Melapor ke petugas kelurahan untuk didaftarkan di SIAK sebagai penduduk non permanen. Dihimbau melapor kedatangannya ke RT setempat dalam rangka menjaga ketentraman dan ketertiban, agar RT bisa menginput di Aplikasi Data Warga. Batas waktu menetap bagi penduduk Non Permanen adalah kurang dari 1 (satu) tahun.

    “Disdukcapil DKI Jakarta memiliki layanan Adminduk dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, sudin/tingkat Kota hingga di Provinsi/ Dinas. Kami akan melayani seluruh pemohon yang datang ke loket secara tulus, adil, gratis,” ujar Budi.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Rano Karno Perintahkan Dishub Tindak Tukang Parkir Liar di Monas dan Tempat Wisata Jakarta – Halaman all

    Rano Karno Perintahkan Dishub Tindak Tukang Parkir Liar di Monas dan Tempat Wisata Jakarta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menindak tegas tukang parkir liar yang beroperasi di berbagai kawasan wisata di Jakarta, termasuk sekitar Monumen Nasional (Monas).

    Penegasan ini disampaikan langsung oleh Rano Karno di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Jumat (4/4/2025), sebagai langkah untuk menjaga kenyamanan wisatawan dan kelancaran lalu lintas di ibukota.

    Rano Karno mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada praktik parkir liar yang merugikan masyarakat.

    “Kami tidak akan memberikan toleransi,” tegas Rano Karno.

    Langkah ini diambil setelah adanya insiden yang dialami oleh seorang wisatawan asal Senen, Jakarta Pusat, saat mengunjungi Monas pada libur Lebaran 2025, Rabu (2/4/2025).

    Wisatawan tersebut menjadi korban parkir liar dan mengalami kejadian tak terduga saat meninggalkan mobilnya.

    Meski begitu, Rano Karno menegaskan bahwa insiden tersebut bukanlah kejadian yang terjadi setiap hari.

    “Enggak setiap hari mereka melakukan itu,” katanya.

    Sebagai upaya konkret untuk menanggulangi masalah ini, Dishub DKI Jakarta telah mengerahkan petugas untuk melakukan penertiban di tempat-tempat wisata utama, termasuk kawasan Monas.

    Salah satu langkah penertiban yang dilakukan adalah pengawasan ketat terhadap kendaraan yang diparkir sembarangan di bahu jalan.

    Pada Jumat (4/4/2025), Suku Dinas Perhubungan (Sudin Perhubungan) Jakarta Pusat menurunkan 30 petugas yang terbagi dalam dua shift untuk mengawasi dan menertibkan kendaraan di sekitar kawasan Monas.

    Petugas Dishub ini juga ditugaskan untuk mengantisipasi kemacetan yang biasanya meningkat selama libur panjang, seperti saat Idulfitri.

    Holmes, salah satu petugas Sudin Perhubungan Jakarta Pusat, menyampaikan bahwa mereka mengimbau masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraan di bahu jalan, terutama di kawasan Medan Merdeka Selatan, yang sering mengalami kemacetan akibat parkir liar.

    “Meskipun kami mengedepankan penertiban secara humanis, kendaraan yang tetap diparkir sembarangan tetap akan ditindak sesuai peraturan,” tegasnya.

    Monas tetap menjadi destinasi wisata utama bagi banyak pengunjung, terutama saat liburan.

    Langkah penertiban ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung yang datang berwisata.

    Dengan adanya pengelolaan parkir yang lebih baik, Dishub berharap dapat meminimalisir penyalahgunaan wewenang oleh oknum tukang parkir liar dan memastikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat.

    Wisatawan asal Senen, Jakarta Pusat, mengalami kejadian tidak menyenangkan saat wisata ke Monumen Nasional (Monas) saat libur Lebaran 2025, Rabu (2/4/2025).

     Wisatawan itu menjadi korban parkir liar hingga mengalami insiden tak terduga saat meninggalkan mobilnya.

    Karena area parkir di IRTI Monas penuh, wisatawan tersebut terpaksa mengikuti arahan juru parkir (jukir) liar yang memintanya memarkir kendaraan di pinggir jalan.

    “Di IRTI Monas penuh, akhirnya parkir di pinggir jalan karena ada (tukang parkir liar) yang mengarahkan,” kata wisatawan itu, Rabu lalu.

    Meski awalnya ragu, juru parkir liar tersebut meyakinkannya bahwa lokasi tersebut aman untuk parkir kendaraan.

    “Dia bilang aman, ya saya parkir saja,” ucapnya.

     Setelah memarkir kendaraan, juru parkir liar itu langsung meminta uang parkir Rp 30 ribu ke wisatawan tersebut.

    Namun, saat kembali ke mobilnya hanya berselang 10 menit kemudian, dia mendapati ban depan sebelah kanan mobilnya dalam keadaan kempis.

    Seketika itu dia mencari juru parkir liar tadi, namun sudah bisa ditemuinya.

    “Tukang parkirnya sudah kabur,” ucapnya, yang ketika itu juga tidak melihat petugas dinas perhubungan.

    “Yang ada cuma Satpol PP tapi diam dan cuek saja saat tahu ada yang parkir di sini,” ujar dia.

  • Jaksel pastikan pelayanan makam optimal selama libur Lebaran

    Jaksel pastikan pelayanan makam optimal selama libur Lebaran

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Pertamanan dan Hutan (Tamhut) Kota Jakarta Selatan memastikan pelayanan makam berjalan optimal saat libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

    “Kami sudah melakukan pembersihan dan perapihan petak makam sebelum atau saat peziarah melakukan kunjungan makam,” kata Kepala Sudin Tamhut Jakarta Selatan, Djauhar Arifien di Jakarta, Jumat.

    Arifien menambahkan pelayanan administrasi makam yang salah satunya Izin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) juga beroperasi selama 24 jam.

    Selain itu, lanjut dia, selama cuti bersama, personel di lapangan juga memberikan pelayanan pemakaman, mulai dari proses pemakaman, tenda, hingga penyediaan alat penunjang lainnya secara gratis sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No 3 Tahun 2007.

    Ditambahkan Djauhar, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan saat berziarah, pihaknya juga menyiagakan puluhan personel di setiap tempat pemakaman umum (TPU).

    Untuk TPU berukuran besar seperti di TPU Tanah Kusir, Menteng Pulo, Kampung Kandang dan Srengseng Sawah diterjunkan 25 personel.

    Sedangkan, TPU lainnya personel bersiaga minimal 10 hingga 15 orang.

    “Diprediksi untuk peziarah akan terus ramai hingga 5 sampai 6 April, mengingat arus balik belum terasa di Jakarta, jadi warga juga kemungkinan masih berlibur di rumah sanak saudara dan belum sempat berziarah,” jelasnya.

    Sementara, penziarah di TPU Menteng Pulo, Akbar (38) mengapresiasi petugas makam yang rutin melakukan pembersihan sehingga area pemakaman terasa asri dan nyaman.

    “Alhamdulillah, makamnya bersih, fasilitas parkir dan lainnya juga terjaga,” ucap Akbar.

    Kemudian, salah seorang pedagang bunga tabur di lokasi mengaku selama momen Lebaran ini dirinya bisa meraih omzet Rp500 ribu hingga Rp800 ribu.

    “Lumayan kalau lagi musim ziarah ini, sehari minimal Rp 500.000 saat hari pertama Lebaran kemarin, saya dapat Rp 800 ribu,” ucap pedagang bernama Aminah.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Alviansyah Pasaribu
    Copyright © ANTARA 2025

  • Puskesmas Kecamatan di Jakarta Timur Tetap Buka 24 Jam Selama Libur Lebaran

    Puskesmas Kecamatan di Jakarta Timur Tetap Buka 24 Jam Selama Libur Lebaran

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA – Puskesmas tingkat kecamatan di Jakarta Timur tetap beroperasi 24 jam selama cuti bersama Idulfitri 1446 Hijriah.

    Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy mengatakan pelayanan kesehatan pada 10 puskesmas Kecamatan tetap beroperasi 24 jam sesuai Intruksi Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

    “Di puskesmas Kecamatan sesuai shift. Shift satu jam 07.30-14.00 WIB, shift dua jam 14.00-21.00 WIB, shift tiga jam 20.30-07.30 WIB,” kata Herwin saat dikonfirmasi, Rabu (2/4/2025).

    Hanya pelayanan laboratorium yang beroperasi selama dua shift saja, sementara layanan Gawat Darurat dan ruang bersalin pada 10 puskesmas Kecamatan beroperasi normal.

    Sehingga warga yang mengalami masalah kesehatan dan membutuhkan bantuan medis selama cuti bersama Idulfitri 1446 Hijriah tetap dapat datang ke puskesmas tingkat Kecamatan.

    “Untuk pelayanan di puskesmas Pembantu (di tingkat 65 kelurahan) selama cuti bersama Idulfitri 1446 Hijriah jam 08.00-12.00 WIB. Sesuai surat edaran Kepala Dinas Kesehatan,” ujarnya.

    Herwin menuturkan selama cuti bersama Idulfitri 1446 Hijriah jajaran Sudin Kesehatan Jakarta Timur juga tetap membuka posko pelayanan kesehatan di dua Terminal bus AKAP.

    Yakni di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas dan Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, kedua posko pelayanan kesehatan ini akan beroperasi hingga arus balik mudik Idulfitri 1446 Hijriah.

    “Posko pelayanan kesehatan untuk penumpang dan awak bus di Terminal Kampung Rambutan dan Terminal Terpadu Pulogebang disiagakan sampai 11 April 2025,” tuturnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya